Khutbah Jum’at Ringkas “Ketika Saudara Seiman Tertimpa Musibah”

Sabtu, 14 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Khutbah Pertama

 إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور  أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. اللهم صلِّ وسلِّم على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا، أما بعد ..

 jamaah Jumat, kaum muslimin rahimakumullah… pertama marilah kita tingkatkan taqwa kepada Allah karena taqwa adalah kewajiban kita, menjalankan perintah Allah dengan mengharap surgaNya dan meninggalkan laranganNya karena takut siksa nerakaNya. Kemudian shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wasallam 

jamaah Jumat, kaum muslimin rahimakumullah…

Sesungguhnya di antara ciri orang beriman adalah kepeduliannya terhadap saudara seiman, terutama ketika saudara seiman sedang diuji oleh Allah ﷻ dengan berbagai musibah. Hati seorang mukmin tidak mungkin tega ketika melihat saudaranya menderita, saudaranya sakit dan tertimpa bbencana karena Rasulullah ﷺ mengibaratkan kaum muslimin seperti satu tubuh; bila satu anggota sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.

 Pada hari-hari ini kita menyaksikan melalui media informasi beberapa wilayah negeri kita sedang dilanda ujian besar: banjir yang merendam rumah-rumah, tanah longsor yang merenggut tempat tinggal bahkan nyawa, serta gunung yang mengeluarkan lahar panas dan memaksa saudara-saudara kita mengungsi meninggalkan kampung halaman. Mereka kehilangan harta, tempat tinggal, ketenangan, dan sebagian kehilangan orang-orang yang mereka cintai.

Di saat seperti inilah iman kita benar-benar diuji. Apakah kita akan peduli dengan kesedihan dan kesengsaraan mereka ataukah kita hanya diam bahkan bersikap acuh. Lalu, apa yang bisa kita lakukan dan bagaimana sikap kita, untuk membuktikan keimanan kita dan ketulusan ukhuwah kita? Dan juga untuk meringankan beban kaum muslimin dari musibah ini?

Jamaah kaum muslimin rahimakumullah… di antara yang bisa kita lakukan menyikapi hal ini adalah 

Pertama:

Musibah berupa bencana alam yang menimpa saudara-saudara kita adalah peringatan bagi kita semua. Bencana alam bisa datang kapan saja, dan tidak ada seorang pun yang aman dari ujian Allah ﷻ. Karena itu kewajiban kita adalah bertaubat.

Allah ﷻ berfirman:

 ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِی ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَیۡدِی ٱلنَّاسِ لِیُذِیقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِی عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمۡ یَرۡجِعُونَ 

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar-Rum: 41)

Syaikh bin Baz rahimahullaah menjelaskan: Maksud dari ayat ini bahwa sesungguhnya Allah Yang Mahasuci telah menetapkan berbagai kebaikan dan keburukan, serta apa yang tampak dari kerusakan, agar manusia kembali kepada kebenaran, bersegera bertaubat dari apa yang Allah haramkan atas mereka, dan bersegera menaati Allah dan Rasul-Nya. Sebab kekufuran dan maksiat adalah sebab segala bencana dan keburukan di dunia dan akhirat. ( https://binbaz.org. وجوب التوبة إلى الله والضراعة عند نزول المصائب )

Kedua:

Jagalah tauhid dan dakwahkan tauhid. Tauhid adalah benteng terbesar yang menjaga kita dari keburukan dan menjadi sebab turunnya perlindungan Allah.

Allah ﷻ berfirman:

 الَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَلَمۡ یَلۡبِسُوۤا۟ إِیمَـٰنَهُم بِظُلۡمٍ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ لَهُمُ ٱلۡأَمۡنُ وَهُم مُّهۡتَدُونَ

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itulah yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-An‘am: 82)

Menjaga tauhid berarti menjaga diri dari syirik, bid’ah, dan segala bentuk penyimpangan akidah. Ketika masyarakat menjaga tauhid, Allah akan menurunkan keamanan kepada mereka. Maka, marilah kita senantiasa beribadah hanya kepada Allah dan menjauhi kesyirikan serta semampu kita mendakwahkan tauhid.

Ketiga:

Bantulah saudara kita yang tertimpa musibah, membantu mereka artinya membantu kita sendiri, sakit mereka juga sakit kita, musibah mereka juga musibah kita. Karena ummat muslim, satu dengan yang lainnnya ibarat satu jasad yang saling menguatkan. 

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

مثلُ المؤمنين في تَوادِّهم ، وتَرَاحُمِهِم ، وتعاطُفِهِمْ . مثلُ الجسَدِ إذا اشتكَى منْهُ عضوٌ تدَاعَى لَهُ سائِرُ الجسَدِ بالسَّهَرِ والْحُمَّى.

” Perumpamaan orang-orang beriman dalam kasih sayang serta kecintaan mereka seperti satu jasad, jika salah satu anggota jasad merasakan sakit anggota yang lain tidak bisa tidur dan merasakan demam” (HR. Bukhari, 6011 dan Muslim,2586 )

Bila tidak mampu dengan harta atau tenaga, maka minimal kita bantu dengan doa. Ketahuilah doa seorang mukmin untuk saudaranya secara diam-diam sangatlah mustajabah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

« دَعْوَةُ الْمَرْءِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ »

“Doa seorang muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya adalah doa yang mustajab.” (HR. Muslim 2733, dan Ahmad, 27559)

 

Khutbah Kedua 

الحمد لله وكفى والصلاة والسلام على نبيه المصطفى، أما بعد 

Jama’ah Jum’at rahimakumullah …

Di khutbah yang kedua ini, khatib mengajak kembali marilah kita meningkatkan takwa kita kepada Allah dan di hari yang mulia ini marilah kita memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Kemudian khatib sampaikan ringkasan dari khutbah yang pertama bahwa sikap yang harus kita lakukan ketika saudara kita tertimpa musibah adalah: 1. Bertaubat kepada Allah, karena musibah sebabnya adalah dosa dan dengan bertaubat Allah akan menghilangkan musibah. 2. Menjaga dan mendakwahkan tauhid, karena dengan tauhid Allah akan memberikan keamanan 3. Kita membantu saudara kita semampu kita.

Semoga Allah ﷻ mengangkat musibah dari negeri ini, memberikan keselamatan bagi kaum muslimin, menguatkan saudara-saudara kita yang sedang diuji, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang beriman, peduli, dan saling menolong di jalan kebaikan.

عباد الله: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴾ [الأحزاب: 56].

فصلُّوا وسلِّموا على سيد الأولين والآخرين وإمام المرسلين، اللهم صلِّ على محمدٍ وعلى آل محمدٍ كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمدٍ وعلى آل محمدٍ كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميدٌ مجيدٌ وسلِّم تسليمًا كبيرًا

اللهم وارضَ عن الصحابة أجمعين وعن الخلفاء الراشدين الأئمة المهديين أبي بكر وعمر وعثمان وعلي وعن سائر أصحاب نبيك أجمعين وعن التابعين ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يوم الدين، اللهم وارضَ عنَّا بمنِّك وكرمك ورحمتك يا أرحم الراحمين.

اللهم أعزَّ الإسلام والمسلمين، وأذل الكفر والكافرين يا رب العالمين

اللهم فرِّج همَّ المهمومين من المسلمين ونفث كرب المكروبين من المسلمين، اللهم واشفِ مرضانا ومرضى المسلمين يا رب العالمين، اللهم اغفر لموتانا وموتى المسلمين، اللهم ضاعف حسناتهم وتجاوز عن سيئاتهم يا أرحم الراحمين

اللهم اجعل بلادنا آمنة مطمئنة رخاء سخاء وسائر بلاد المسلمين يا رب العالمين، اللهم آمنا في أوطاننا وأصلح اللهم ولاة أمورنا

﴿ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴾ [البقرة: 201]

سبحان ربك رب العزة عما يصِفون، وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله رب العالمين

Facebook Comments Box

Artikel Terjkait

Teks Khotbah Idul Fitri: Apakah Kita Sudah Menjadi Hamba yang Bersyukur?
Berita ini 9 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 02:48 WIB

Khutbah Jum’at Ringkas “Ketika Saudara Seiman Tertimpa Musibah”

Selasa, 6 Mei 2025 - 04:14 WIB

Teks Khotbah Idul Fitri: Apakah Kita Sudah Menjadi Hamba yang Bersyukur?

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB