HADITS HADITS FADHOIL AL QURAN (Bag.4)

Selasa, 13 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AL-QUR’AN ADALAH BERITA YANG PALING BAIK (BENAR)

HADITS JABIR BIN ABDILLOH

:عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ، قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا خَطَبَ احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ، وَعَلَا صَوْتُهُ، وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ، حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ: “صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ”،
وَيَقُولُ: “بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةُ كَهَاتَيْنِ”، وَيَقْرُنُ بَيْنَ إِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ، وَالْوُسْطَى،
وَيَقُولُ: “أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ، وَشَرُّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ”
ثُمَّ يَقُولُ: “أَنَا أَوْلَى بِكُلِّ مُؤْمِنٍ مِنْ نَفْسِهِ، مَنْ تَرَكَ مَالًا فَلِأَهْلِهِ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْنًا أَوْ ضَيَاعًا فَإِلَيَّ وَعَلَيَّ”.

Dari Jabir bin Abdulah, dia berkata:
“Kebiasaan Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam jika berkhutbah, kedua matanya memerah, suaranya tinggi, dan (nampak) sangat marah. Seolah-olah beliau memperingatkan tentara (akan menyerang) dengan mengatakan:
“Hari Kiamat akan datang kepada kamu di waktu pagi atau di waktu sore”.
Beliau sholallohu ‘alaihi wassallam juga berkata:
“Aku diutus dengan hari kiamat seperti ini”,
beliau mengisyaratkan dua jarinya: jari telunjuk dan jari tengah.
Beliau sholallohu ‘alaihi wassallam juga berkata:
“Amma ba’d: Sesungguhnya perkataan yang paling baik adalah kitab Allah, dan petunjuk yang paling baik adalah petunjuk Muhammad. Seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru, dan seluruh bid’ah (perkara baru) adalah kesesatan”.
Kemudian beliau berkata:
“Aku lebih dekat kepada tiap-tiap orang mukmin daripada dirinya sendiri. Barangsiapa mati meninggalkan harta, maka hartanya untuk keluarganya (yaitu: ahli warisnya). Dan barangsiapa mati meninggalkan hutang dan orang-orang yang harus ditanggung (anak-anak, istri, atau lainnya), maka kepadaku dan (menjadi) tanggunganku ”.
(HR. Muslim, no. 867; Ibnu Hibban, no. 10)
FAWAID HADITS:

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:

1- Keistimewaan khutbah Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassallam.
Beliau menjiwainya dan bersungguh-sungguh di dalam berkhutbah, sehingga memberikan manfaat yang besar kepada jamaah.
Sangat disayangkan di zaman sekarang sebagian khotib berkhutbah dengan tanpa kesan dan pengaruh kepada jamaah.

2- Urgensi mengingatkan tentang Hari Kiamat di dalam khutbah jum’at, sehingga setiap orang menyiapkan bekal untuk menghadapinya.

3- Hari Kiamat itu dekat, sebab pasti akan terjadi, maka perlu persiapan untuk menghadapinya.

4- Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassallam adalah penutup semua Nabi, tidak ada Nabi setelah beliau sampai Hari Kiamat.

5- Memberikan isyarat dengan tangan di dalam khutbah untuk menarik perhatian.

6- Perkataan yang paling baik adalah kitab Allah.
Sehingga kita harus meyakininya, berusaha membacanya, menghafalkannya, mempelajarinya, mengamalkannya, mengajarkannya, dan merasa cukup dengannya.

7- Petunjuk yang paling baik adalah petunjuk Muhammad sholallohu ‘alaihi wassallam.
Sehingga kita harus berusaha mengikuti Sunnah-nya (ajaran; petunjuk-nya), dan ridho (menerima; senang) dengannya.

8- Seburuk-buruk perkara di dalam agama adalah perkara-perkara yang baru.
Sebab agama Islam telah sempurna dan cukup, sehingga tidak membutuhkan perkara yang baru.

9- Perkara yang baru di dalam agama disebut bid’ah, dan seluruh bid’ah adalah kesesatan.
Tidak ada bid’ah hasanah di dalam agama.
Adapun di dalam perkara duniawi, seperti: tekhnologi, transportasi, alat telekomunikasi, dll, maka ada bid’ah hasanah, karena hukum asal duniawi adalah mubah.

10- Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wassallam lebih dekat kepada tiap-tiap orang mukmin daripada dirinya sendiri. Sehingga seorang mukmin harus lebih mencintai beliau daripada mencintai seluruh manusia.

11- Harta warisan seorang muslim dibagi kepada ahli warisnya yang berhak menerima.

12- Kasih sayang Nabi kepada umatnya, sehingga seorang muslim yang mati, dalam keadaan berhutang, dan tidak meninggalkan harta warisan, beliau menanggungnya. Setelah beliau wafat, hal itu menjadi tanggungan pemimpin kaum muslimin. Wallohu a’lam.

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini. Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju sorga-Nya yang penuh kebaikan.

Ditulis oleh Muslim Atsari,

Facebook Comments Box

Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala

Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan

Artikel Terjkait

KAIDAH-KAIDAH HADIS DARI ILMU MUSTHALAH HADIS
HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 37)
HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 36)
HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 35)
HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 34)
HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 33)
HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 32)
HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 31)
Berita ini 7 kali dibaca

Artikel Terjkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:51 WIB

KAIDAH-KAIDAH HADIS DARI ILMU MUSTHALAH HADIS

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:20 WIB

HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 37)

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:18 WIB

HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 36)

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:17 WIB

HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 35)

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:15 WIB

HADITS-HADITS TENTANG ROMADHON DAN PUASA (Bagian 34)

Artikel Terbaru

Pendidikan

KETIKA KEJUJURAN PUN BISA MENJADI FITNAH

Rabu, 4 Feb 2026 - 02:49 WIB

Dakwah

Fawaid ilmiya 12

Rabu, 4 Feb 2026 - 02:46 WIB

Kitab Ulama

AL-FAWAID (KUMPULAN FAIDAH)

Rabu, 4 Feb 2026 - 02:45 WIB

Kitab Ulama

Agama-agama dan Mazhab-mazhab

Rabu, 4 Feb 2026 - 02:44 WIB