Allah Ta’ala berfirman:
” وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا “
Dan barangsiapa yang berbuat demikian (yaitu: berbisik memerintahkan bersedekah, berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia) karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS. An-Nisa’/4: 114)
Di dalam ayat ini, Alloh mensyaratkan perbuatan kebaikan dengan niat ikhlas untuk mendapatkan balasan-Nya.
QS. Huud/11: 15-16
Alloh Ta’ala berfirman:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ (15) ”
أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “(16)
15. Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan.
16. Itulah orang-orang yang di akhirat tidak memperoleh kecuali neraka, dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Huud/11: 15-16)
QS. Al-Isro’/17: 18-19
Alloh Ta’ala berfirman:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا (18) ”
وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَى لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا “(19)
18. Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
19. Dan Barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, Maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik. (QS. Al-Isro’/17: 18-19)
HADITS ABU UMAMAH AL-BAHILIY
: عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ، قَالَ
” جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: ” أَرَأَيْتَ رَجُلًا غَزَا يَلْتَمِسُ الْأَجْرَ وَالذِّكْرَ، مَالَهُ؟
” فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” لَا شَيْءَ لَهُ
” فَأَعَادَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، يَقُولُ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” لَا شَيْءَ لَهُ
” ثُمَّ قَالَ: “إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا، وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ
Dari Abu Umamah Al-Bahiliy, dia berkata:
Seorang laki-laki datang kepada Nabi sholallahu ‘alaihi wassalam, lalu berkata: “Beritahukan kepadaku tentang seorang laki-laki yang berperang untuk mencari pahala dan nama/pujian, apa yang dia dapatkan?”
Rosulullah menjawab, “Dia tidak mendapatkan apapun!”.
Dia mengulangi pertanyaannya tiga kali, dan Rosulullah selalu menjawab, “Dia tidak mendapatkan apapun!”.
Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak akan menerima dari semua jenis amalan kecuali yang murni untuk-Nya dan untuk mencari wajah-Nya”.
(HR. Nasai, no. 3140. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shohihah, no. 52)
PETUNJUK-PETUNJUK AYAT DAN HADITS:
Dari ayat-ayat dan hadits yang mulia ini, kita dapat memetik berbagai petunjuk, antara lain:
1- Syarat diterima amal ada tiga: iman, ikhlas, dan mengikuti tuntunan Nabi.
2- Memerintahkan bersedekah, berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia adalah kebaikan yang dituntunkan, untuk mendapatkan balasan kebaikan di akhirat disyaratkan ikhlas, yaitu mencari keridhaan Allah.
3- Di antara bentuk syirik adalah syirik niat.
Yaitu beramal kebaikan hanya karena menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya.
4- Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Alloh menyegerakan baginya di dunia dengan balasan kebaikan yang Alloh kehendaki, bagi orang yang Alloh kehendaki.
5- Orang-orang yang beramal kebaikan hanya karena menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, amal kebaikan mereka di akhirat sia-sia, dan tidak memperoleh kecuali neraka.
6- Orang yang beramal kebaikan, seperti berperang membela agama Alloh, untuk mencari pahala dan nama/pujian, maka dia tidak mendapatkan apapun di akhirat.
7- Urgensi menjaga hati agar selalu ikhlas di dalam beramal kebaikan.
8- Urgensi bertanya kepada Ulama dalam perkara agama.
Inilah sedikit penjelasan ayat-ayat dan hadits yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan yang lurus, jalan kebenaran menuju sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan








