Lailatul Qadar itu ada dan tidak diangkat, bahkan ia tetap ada hingga hari kiamat. Ini adalah madzhab mayoritas ahli ilmu. Imam An-Nawawi berkata: (Al-Qadhi berkata: “Ada sekelompok orang yang menyimpang dan berkata: Lailatul Qadar telah diangkat; berdasarkan sabda Nabi ﷺ ketika dua orang laki-laki berselisih: ‘Maka ia (pengetahuan tentangnya) telah diangkat’. Ini adalah kesalahan dari orang-orang yang menyimpang tersebut; karena akhir hadits tersebut membantah mereka, di mana Nabi ﷺ bersabda: ‘Maka ia diangkat dan semoga itu menjadi baik bagi kalian, maka carilah ia pada (malam) ketujuh dan kesembilan’. Demikianlah yang ada di awal Shahih Bukhari, dan di dalamnya terdapat penegasan bahwa yang dimaksud dengan ‘diangkatnya’ adalah diangkatnya penjelasan tentang pengetahuan waktunya secara spesifik. Seandainya yang dimaksud adalah diangkatnya keberadaannya, niscaya beliau tidak akan memerintahkan untuk mencarinya”). (Syarh Muslim (8/58)).
Dalil-dalilnya:
Banyak hadits yang memotivasi muslim untuk mencarinya dan bersungguh-sungguh dalam mendapatkannya, di antaranya:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Dan barangsiapa yang mendirikan (shalat) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no. 2014, dan Muslim no. 760).
Dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017, dan Muslim no. 1169).
Semoga bermanfaat.
Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala







