01. Qiyam (Shalat Malam):
Disyariatkan pada malam yang mulia ini menghidupkan malamnya dengan shalat.
Dalilnya: Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dari Nabi ﷺ bersabda: “Dan barangsiapa yang mendirikan (shalat) pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari no. 2014, dan Muslim no. 760).
02. Itikaf:
Disyariatkan pada Lailatul Qadar untuk beritikaf, karena Rasulullah ﷺ dahulu beritikaf pada sepuluh hari terakhir untuk mencari Lailatul Qadar.
Dalilnya: Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Barangsiapa yang dahulu beritikaf bersamaku, maka hendaknya ia beritikaf pada sepuluh hari terakhir. Sungguh aku telah diperlihatkan malam ini kemudian aku dibuat lupa, dan sungguh aku melihat diriku bersujud di atas air dan tanah pada pagi harinya, maka carilah ia pada sepuluh hari terakhir dan carilah pada setiap malam ganjil.” (HR. Bukhari no. 2027—dan ini lafadznya, dan Muslim no. 1167).
03. Doa:
Disyariatkan berdoa di dalamnya dan mendekatkan diri dengannya kepada Allah Tabaaraka wa Ta’ala.
Dalilnya: Dari Aisyah Radhiyallahu Anha ia berkata: “Aku bertanya: Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui malam apa Lailatul Qadar itu, apa yang aku ucapkan di dalamnya? Beliau bersabda: Ucapkanlah: ‘Allahumma innaka ‘afuwwun kariimun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii’ (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku).” (HR. Ahmad (6/171) (25423), Tirmidzi (3513), Ibnu Majah (3119), An-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra (4/407) (7712), al-Hakim (1/712), dan al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (3/338) (3700). Tirmidzi berkata: Hasan Shahih. Al-Hakim berkata: Shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim meskipun mereka tidak mengeluarkannya. An-Nawawi berkata dalam al-Adzkar (247): Sanadnya shahih).
04. Amal Shaleh:
Allah Ta’ala berfirman: “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” [Al-Qadr: 3].
Banyak mufassir berkata: Yakni amal di dalamnya lebih baik daripada amal di seribu bulan yang tidak ada Lailatul Qadar di dalamnya. Maka pada malam tersebut dibagikan kebaikan yang sangat banyak yang tidak ditemukan semisalnya dalam seribu bulan. (Tafsir al-Qurthubi (20/131)).
Semoga bermanfaat.
Penulis : Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta’ala







