Aliran-Aliran Pemikiran Kontemporer

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliran-Aliran Pemikiran Kontemporer

اِتِّجَاهَاتٌ فِكْرِيَّةٌ مُعَاصِرَةٌ

Penerbit:

Universitas Islam Madinah Internasional

Penerjemah:
Muhamad Abid Hadlori, S.Ag., Lc.

 

Pelajaran 01: Freemason (1)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Definisi Freemason dan Hakikatnya

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas semulia-mulia rasul dan penutup para nabi, yaitu junjungan kita Muhammad Nabi yang terpercaya, serta keluarga dan sahabat-sahabatnya semuanya;

Amma ba’du:

Definisi Freemason:

Freemason adalah perkumpulan rahasia yang menghimpun banyak orang dari berbagai mazhab, agama, aliran, kebangsaan, dan tanah air yang berbeda-beda. Di bawah panji-panjinya berkumpul kaum nasionalis, kapitalis, komunis, Arab dan non-Arab, yang disatukan oleh satu tujuan. Hanya sedikit orang dari mereka yang mengetahui hakikat Freemason sebenarnya. Inilah definisi perkumpulan tersebut di zaman ini.

Adapun tentang namanya pada masa pendirian adalah “Freemasonri” dan nama ini menurut susunan kebahasaan terdiri dari tiga kata: Kata pertama yaitu “Free” yang berarti bebas atau mutlak yang tidak terikat oleh ikatan apapun dari Yang Maha Berdiri Sendiri. Kata kedua “Mason” yang berarti keahlian atau profesi apapun, dan juga berarti profesi bangunan. Sedangkan kata terakhir yaitu “ry” adalah ya’ nisbah (kata sandang). Dengan demikian, terjemahan harfiah dari nama tersebut adalah Perkumpulan Pembangun Bebas, yaitu mereka yang tidak terikat oleh ikatan apapun atau tidak diwajibkan oleh serikat pekerja. Adapun di antara mereka sendiri, ikatan persaudaraan yang mengikat dan menyatukan mereka.

Para peneliti berbeda pendapat dalam menafsirkan kata “bebas” dalam nama ini. Yang umum berlaku di Eropa pada abad ketujuh belas adalah bahwa pemilik profesi bebas adalah orang yang tidak terikat oleh keahlian tertentu. Setiap tukang kayu, pandai besi, dan pembangun disebut dan dinamakan “Mason”. Jika ia bergabung dengan serikat pekerja atau ikatan, ia disebut “Freemason”. Profesi berbeda dengan keahlian, dan ada perbedaan antara keduanya. Setiap pekerjaan adalah profesi, sedangkan keahlian adalah industri yang pemiliknya mencari nafkah darinya.

Yang lain berpendapat bahwa Maasoni adalah orang yang mandiri dalam keahliannya dengan harapan mencari penghidupan tanpa bergabung dengan serikat pekerja atau perkumpulan yang mengikatnya dalam pekerjaannya, lebih memilih kebebasan, dan menggambarkan dirinya sebagai pemilik keahlian bebas. Kata ini dengan pengertian ini adalah kebalikan dari kata “Cowan”, dan Cowan adalah pekerja atau pembangun yang terikat dengan pihak yang ia ikuti, baik dia maupun orang-orang sepertinya dalam mengatur pekerjaan dan mempromosikan industri.

Dalam Kamus Besar Oxford yang diterbitkan tahun 1897 di bawah kata “Mason” disebutkan bahwa pemahaman kata yang umum di kalangan ahli bahasa pada tahun 1350 khusus bagi pemilik keahlian yang tidak terikat oleh serikat pekerja atau ikatan sehingga mereka bebas. Ketika kebutuhan mendorong mereka untuk melindungi kepentingan mereka, mereka mendirikan perkumpulan di mana setiap anggota menyebut anggota lainnya dengan kata “saudara”, dan digunakan dalam surat-menyurat di antara mereka, serta terjalin persaudaraan yang mengikat pemilik keahlian dengan ikatan yang kuat.

Beberapa ulama telah membuat definisi Freemason yang kami sebutkan meskipun panjang, karena ia merangkum intisari definisi-definisi yang disebutkan dalam kebanyakan buku. Penulis ini berkata dalam mendefinisikan Freemason: “Freemason adalah perkumpulan rahasia yang menghimpun banyak orang dari berbagai mazhab, agama, kebangsaan, dan tanah air yang berbeda. Ia menghimpun orang atheis dan beriman, komunis dan demokrat, diktator dan sekuler, nasionalis dan patriot, menghimpun Arab dan non-Arab, menghimpun Muslim, Yahudi, dan Nasrani, menghimpun pekerja dan majikan. Mereka disatukan oleh satu tujuan yang mereka perjuangkan, dan hanya sedikit orang yang mengetahui hakikat tujuan ini, sedangkan mayoritas anggotanya semuanya buta hati dan sama sekali tidak mengetahuinya. Mereka diikat oleh sumpah untuk menjaga rahasia.”

Freemason dengan demikian adalah gerakan organisasi tersembunyi yang kemungkinan besar didirikan oleh para rabi Talmud, khususnya dalam tahap-tahap kehilangan politik yang dialami oleh Yahudi Perjanjian Lama. Para rabi kemudian memikul tanggung jawab untuk mendirikan organisasi Yahudi yang bertujuan mendirikan Kerajaan Sion dunia.

Penulis Belanda “Dozy” berkata: Freemason adalah kumpulan besar dari berbagai mazhab yang bekerja untuk satu tujuan yang hanya diketahui oleh sedikit di antara mereka, dan tujuan ini adalah membangun Kuil Sulaiman di atas reruntuhan Masjid Al-Aqsha. Ribuan orang buta dari berbagai agama, aliran, kebangsaan, dan tanah air telah mengikutinya.

Hakikat Freemason:

Freemason dalam hakikatnya adalah lembaga Yahudi murni dalam sejarah, tingkatan, ajaran, dan kata-kata rahasianya. Dalam penjelasannya, ia adalah lembaga Yahudi dari awal hingga akhir. Oleh karena itu, dalam Ensiklopedia Freemason yang terbit tahun 1906 Masehi disebutkan bahwa di setiap lodge harus ada simbol dari simbol-simbol Kuil, kuil orang Yahudi, dan memang demikian adanya. Ya, di setiap lodge terdapat simbol dari simbol-simbol Yahudi, dan setiap guru di kursinya mewakili Raja Yahudi, dan setiap Maasoni adalah penjelmaan pekerja Yahudi.

Hal ini juga menegaskan – ke-Yahudi-an Freemason – bahwa bahasa teknis, simbol, dan ritual yang dipraktikkan Freemason sesuai dengan perumpamaan dan istilah-istilah Yahudi. Misalnya, tanggal-tanggal yang ditulis pada surat-menyurat dan dokumen resmi semuanya berdasarkan era dan bulan-bulan Yahudi, dan digunakan juga huruf Ibrani. Meskipun manifestasi lahiriah Freemason dan formalitas berubah sesuai keadaan dalam masyarakat tempat mereka bekerja, dan berubah warna sesuai dengan warna yang mereka hidupi, dan slogan lahiriah mereka biasanya adalah seruan kepada kebebasan, seruan kepada kesetaraan, dan seruan kepada persaudaraan.

Dalam buku mereka, buku (Simbolisme) yang terbit tahun 1928 Masehi disebutkan: Memuliakan unsur Yahudi harus menjadi kewajiban terpenting Maasoni, unsur yang telah menjaga sepanjang abad dan generasi tingkat tradisi Ilahi yang tidak berubah.

Juga kita dapati dalam Ensiklopedia Yahudi di bawah kata “Freemason” sebagai berikut: Bahasa teknis Freemason, isyarat-isyarat, simbol-simbol, dan ritualnya semuanya Yahudi. Salah seorang tokoh besar Maason berkata: Freemason di kedalaman-nya menyimpan ide Israel, dan sejarah, tradisi, simbol, dan rahasianya menampilkan mitos-mitos Yahudi yang suci. Ia adalah Yahudi dan dari sumber Yahudi murni.

Freemason dengan demikian mengusung corak Yahudi dalam gerakan dan diamnya, dan karakter psikologi Yahudi jelas terlihat padanya. Ia bertujuan untuk menguduskan apa yang disebutkan dalam Taurat dan membangun kembali Kuil Sulaiman. Dalam (Ensiklopedia Freemason Eropa) disebutkan bahwa manusia harus menjadi Yahudi sebelum memeluk Freemason. Bahkan dalam salah satu sesi tingkat ketiga puluh tiga – salah satu tingkat Freemason umum seperti akan kita lihat nanti – kita dapati anggota Maasoni membacakan teks berikut, dia berkata: “Kita akan kembali ke tempat lahir Sulaiman bin Dawud dan membangun Kuil Suci dan membaca Talmud di dalamnya, dan melaksanakan semua yang disebutkan dalam wasiat dan perjanjian, dan demi kejayaan Israel kita mencurahkan segala upaya”. Inilah sumpah yang dibacakan anggota pada tingkat ketiga puluh tiganya.

Oleh karena itu, kita dapati di Kairo misalnya, salah satu klub Freemason yang terletak di Jalan Tawson, semua peralatan klub ini mengusung Bintang Israel, serta mengusung bendera-bendera yang mewakili kedua belas suku Israel, dan semua yang ada di rumah tersebut dari lukisan, perabotan, cetakan, dan publikasi berciri khas Inggris dan Israel.

Dari semua yang telah disebutkan, jelas bagi kita hakikat Freemason yang telah memperdaya banyak orang.

Asal Usul Freemason Secara Umum, Kelahiran, dan Buku Tertua (Konstitusi)

Asal Usul Freemason Secara Umum:

Peneliti akar-akar mendalam organisasi Freemason melihat kontradiksi para peneliti tentang asal usul Freemason. Sebagian penulis membagi sejarah Freemason secara umum menjadi dua bagian: bagian lama dan bagian baru, atau Freemason sejati dan Freemason simbolik. Kemudian membagi Freemason sejati menjadi dua tahap: Tahap pertama yaitu tahap Freemason praktis murni, dan berlangsung dari tahun 715 sebelum Masehi hingga tahun 1000 Masehi. Adapun tahap kedua dari tahap-tahap Freemason praktis murni berlangsung dari tahun 1000 Masehi hingga tahun 1517 Masehi. Demikian juga membagi Freemason modern atau simbolik menjadi dua tahap juga. Tahap pertama dari Freemason modern ini berlangsung dari tahun 1717 hingga tahun 1783 Masehi, dan tahap kedua berlangsung dari tahun 1783 hingga sekarang.

Kelahiran Freemason:

Hal ini juga menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam membahasnya. Mereka berbeda pendapat dalam membahas kelahiran dan tanggal lahirnya. Sebagian berpendapat bahwa ia lahir ketika Musa alaihissalam bersama kaumnya dalam pengembaraan. Kita dapati dalam dokumen-dokumen Lodge Besar Nasional Mesir untuk Pembangun Bebas Kuno yang Diterima untuk Mesir dan Negara-negara Arab; kita dapati buletin Freemason nomor satu bertanggal tahun 5956 dan ini adalah tahun cahaya, dan menurut istilah mereka terletak empat puluh abad sebelum kelahiran Al-Masih alaihissalam. Inilah pendapat pertama tentang kelahiran Freemason.

Adapun pendapat kedua, sebagian berpendapat bahwa pendiri pertama Freemason adalah “Herodus II” yang menjadi gubernur Yerusalem untuk negara Romawi. Dia mendirikan di Yerusalem bersama dengan penasihat-penasihat Yahudinya “Ahiram Abiu dan Muab Lavi”, perkumpulan rahasia dengan nama Kekuatan Tersembunyi. Tujuannya adalah melawan dakwah Al-Masih alaihissalam, karena Al-Masih alaihissalam menyerukan – sebagaimana mereka katakan – kehancuran Kuil Sulaiman, hingga tidak tersisa batu yang bersentuhan dengan batu lainnya. Tujuan perkumpulan ini juga adalah mengejar kelompok yang beriman kepada Al-Masih alaihissalam dan mengusir mereka.

Perkumpulan ini memiliki dewan rahasia yang terdiri dari sembilan anggota, dipimpin oleh ketiga orang tersebut. Dewan mengadakan sesi pertama pada tanggal 10 bulan kedelapan tahun 43 Masehi di tempat yang mereka sebut Kuil. Mereka bersumpah dengan sumpah yang paling berat bahwa urusan mereka harus rahasia, bahwa mereka saling bekerja sama dengan sangat erat, dan bahwa masing-masing melaksanakan apa yang diminta dewan darinya. Siapa yang menyimpang dari itu maka kematian adalah balasannya tanpa kasihan, tanpa ampun, dan tanpa syafaat.

Perkumpulan ini menamai kuilnya dengan nama Bintang Timur Terbesar, dan dari kuil ini muncul kuil-kuil di Palestina dan di luarnya, hingga di Palestina saja terdapat empat puluh kuil yang menghimpun orang-orang kekuasaan dan pengikut-pengikut mereka, serta para penjilat dari orang-orang berjiwa lemah. Kuil Roma di pusat kekaisaran adalah salah satu kuil paling terkenal pada masa itu. Inilah pendapat kedua tentang kelahiran Freemason.

Adapun pendapat ketiga berpendapat bahwa kelahiran Freemason kembali ke zaman modern dan memiliki banyak dalil untuk itu, misalnya bahwa tidak ada di Inggris pada abad kedua belas Masehi atau bahkan abad kedua belas Masehi perkumpulan apapun yang mengusung nama ini; nama Pembangun Bebas atau Saudara Bebas. Oleh karena itu, kita dapati lodge pertama dari lodge-lodge Freemason – berdasarkan pendapat ini – adalah Lodge Freemason Terbesar di Inggris, dan ini adalah lodge Freemason terbuka pertama, didirikan tahun 1717 Masehi, dan masih berdiri hingga hari ini, menyebarkan pemikirannya dalam majalah berkala yang terbit terus-menerus.

Sebenarnya kelahiran Freemason memerlukan lebih banyak penelitian dan penggalian, terutama di zaman ini ketika tersedia sumber-sumber tentang Freemason yang sebelumnya tidak diketahui. Alasan ketidakjelasan penelitian dalam hal ini adalah bahwa ketika para peneliti mencari di sudut-sudut sejarah tentang perkumpulan dengan nama Freemason atau Pembangun Bebas, kapan lahir dalam sejarah dan kapan muncul? Mereka mencari nama tersebut, padahal logika ilmiah mewajibkan kita dalam studi-studi seperti ini yang berkaitan dengan perkumpulan rahasia untuk mempelajari prinsip-prinsip, bukan berdiam di bawah naungan nama-nama menikmati kenyamanan.

Freemason muncul dengan nama-nama berbeda dan berubah warna dengan banyak warna. Ketika merasa aman di suatu masyarakat, ia mengumumkan nama dan lodge-nya. Adapun jika melihat bahaya mengancam atau merasa bahwa orang-orang mulai menggerakkan jari-jari keraguan dan kecurigaan terhadap perilaku dan tujuan-tujuannya, dengan cepat berubah ciri-ciri lodge untuk muncul kembali dengan nama, bentuk, dan cara baru, sedangkan hakikat tetap hakikat dan tujuan tetap tujuan.

Sebagai contoh, “Hitler” menutup semua lodge Timur Besar di Jerman, karena dia merasakan hubungan lodge-lodge ini dengan Yahudi. Apa yang dilakukan Maason? Freemason kembali di Jerman dengan nama baru yaitu Klub Kesatria Jerman. Ketika Freemason merasa bahwa sebagian pemikir di berbagai belahan dunia bangkit memperingatkan kaum mereka dari bahaya yang mengancam mereka dari Freemason, tiba-tiba ia muncul dengan nama samaran seperti Rotary, Lions, B’nai B’rith dan lainnya.

Buku Tertua dalam Freemason:

Buku (Konstitusi) karya Dr. “James Anderson” dianggap sebagai buku tertua dalam Freemason, diterbitkan di London tahun 1723 Masehi. Dr. “James Anderson” mengklaim kekunoan Freemason, dan bahwa Guru Besar-nya adalah Nabi Musa alaihissalam, dan dialah yang mendirikan lodge Freemason, dan menjadi pengurus-nya dengan sifat sebagai Guru Freemason Terbesar, dan dialah yang mengatur barisan orang Israel dan menyatukan mereka dalam lodge Freemason yang terorganisir ketika Bani Israel dalam pengembaraan.

Semua ini tentu saja menurut klaim Anderson, yang memperpanjang pembicaraan dalam hal ini tanpa sandaran sejarah. Bahkan sejarah yang benar menolak klaimnya dan membatalkan kebohongannya. Junjungan kita Musa dan junjungan kita Sulaiman alaihimassalam tidak lain adalah dua rasul kebaikan dan rahmat. Namun sifat “Anderson” yang Yahudi dan kitab-kitab orang Yahudi termasuk Taurat telah melucuti para rasul dari semua keunggulan mereka yang agung, dan dari semua sifat-sifat ideal dan akhlak mulia mereka.

Ini adalah ucapan yang tidak mengherankan dari Yahudi. Ya, tidak mengherankan dari “Anderson” dan Yahudi lainnya untuk mencoreng reputasi para nabi, bahkan nabi-nabi Bani Israel. Mereka yang menggambarkan Allah Ta’ala – Maha Suci Dia dan tinggi dari apa yang mereka sifatkan – menggambarkan-Nya dengan sifat-sifat setan yang paling buruk, bahkan menjadikan-Nya makhluk buas yang digambarkan dengan kekurangan dan cacat.

“Anderson” mengakhiri bukunya dengan sejarah lodge Inggris yang didirikan selama tahun 1716 hingga 1717 tanpa menyebutkan bahwa beberapa perkumpulan kecil di abad kedua belas disebut dengan nama Pembangun Bebas atau Saudara Bebas.

Dan telah dicetak ulang buku “Anderson” pada tahun 1738 Masehi, dan dipersembahkan kepada Pangeran Wales yang merupakan putra mahkota Inggris yang digambarkan sebagai pemimpin besar Mason dan pengurus loji mereka. “Anderson” juga mengklaim bahwa “Charles Martel” yang mengalahkan kaum Muslim dalam Pertempuran Tours pada tahun 732 adalah pengurus besar dari Loji Besar Mason Prancis.

Penyebaran Masonisme dan Tujuan-tujuan Jangka Pendek dan Jangka Panjangnya, serta Slogan-slogan dan Simbol-simbolnya

Penyebaran Masonisme dan Tujuan-tujuan Jangka Pendek dan Jangka Panjangnya:

Masonisme muncul dalam bentuk yang dikenal pada tahun 1717 di kota Aucasia, Skotlandia, dan karena itulah mereka merayakan peringatan ini setiap tahun – Mason merayakan peringatan ini setiap tahun. Kemudian Masonisme berpindah ke Prancis pada tahun 1732, ke Amerika pada tahun 1733, ke Rusia pada tahun 1771, dan ke Mesir pada tahun 1802 bersama dengan ekspedisi Napoleon. Dari Mesir, Masonisme menyebar ke negara-negara Arab dan Islam. Adapun di Jerman, Masonisme didirikan pada tahun 1776 kemudian menyebar ke negara-negara Eropa Timur dan Tengah. Masonisme Jerman dikenal dengan nama Masonisme Illuminati, dan Masonisme Inggris dikenal dengan nama Masonisme Bebas. Keduanya segera bertemu dalam konferensi Swiss dan Prancis setelah Masonisme Illuminati diserang di Jerman. Kemudian diadakan pertemuan di Praha di atas makam Rabbi Bischern. Di antara apa yang disebutkan dalam pidato yang mereka sampaikan di atas makam ini: “Para leluhur kami telah menugaskan kepada elit para pemimpin Yahudi untuk mengadakan pertemuan setidaknya sekali dalam setiap abad di sekitar makam pendeta agung kami.”

Adapun tujuan jangka pendek Masonisme, mereka memiliki tujuan mendasar yaitu menguasai seluruh dunia. Para Mason telah menyatakan hal ini di beberapa tempat. Dalam perayaan yang diadakan untuk memperingati Revolusi Prancis pada tahun 1779 Masehi, “Franklin” berpidato dalam salah satu konferensi, dan di antara yang dikatakannya: “Tujuan Masonisme adalah membentuk pemerintahan yang tidak mengenal Allah.” Sebagaimana disebutkan dalam salah satu pernyataan mereka “bahwa Masonisme adalah tuan dari partai-partai, bukan pelayan mereka.” Juga disebutkan dalam pernyataan Mason: “Di antara rahasia persatuan kami adalah mendirikan republik demokratis dunia yang tersembunyi.”

Sebagaimana disebutkan dalam buletin Orient Agung Prancis: “Bahwa setelah sepuluh tahun, Masonisme akan membuat jalannya urusan sesuai dengan kehendaknya tanpa menghadapi perlawanan dari siapa pun dalam perjalanannya.”

Masonisme merencanakan untuk menjadikan para pemimpin bangsa dan presiden mereka sebagai agen-agennya, yang mengadopsi tujuan-tujuan Yahudi secara langsung atau tidak langsung, memicu revolusi-revolusi, menghancurkan moral dan hal-hal suci untuk mendirikan di atas puing-puingnya kerajaan Yehuda yang mengendalikan dunia dan menguasainya.

Adapun tujuan jangka panjang Masonisme adalah menghancurkan agama-agama, nasionalisme, tradisi, moral, dan kebajikan, sehingga Masonisme tidak menemukan perlawanan dalam perjalanan mencapai tujuan-tujuannya, dan agar dapat mengarahkan elemen-elemennya dan mereka yang telah terlepas dari nilai-nilai ini dalam cara-cara yang bengkok dan metode-metode hina yang memungkinkan mereka melayani Masonisme Yahudi, berjalan di atas prinsip “Machiavelli”: “Tujuan membenarkan cara.”

Dan telah disebutkan dalam majalah “Acacia” Mason Italia pada tahun 1904: “Tujuan keberadaan Masonisme adalah perjuangan melawan asosiasi-asosiasi diktator yang termasuk masa lalu, dan untuk tujuan ini para Mason berperang di barisan depan; karena itulah satu-satunya organisasi yang menentang agama-agama, nasionalisme, dan tradisi.”

Juga disebutkan dari mereka bahwa tujuan Masonisme adalah mendirikan republik demokratis dunia, dan dengan demikian mengambil oportunisme dan utilitarianisme sebagai dasar persatuan Mason.

Slogan-slogan dan Simbol-simbol Masonisme:

Masonisme memiliki slogan-slogan yang mencolok, di antaranya mereka menyerukan kebebasan, persaudaraan, dan persamaan, dan ini adalah slogan lahiriah mereka. Mereka memiliki tujuan-tujuan terbuka yang sama sekali bertentangan dengan tujuan-tujuan sesungguhnya dan rahasia mereka. Mereka memiliki simbol-simbol, dan Masonisme telah mengambil bahan-bahan dan alat-alat bangunan sebagai simbol mereka, di antaranya simbol siku, timbangan, sendok, jangka, arit, dan palu. Demikian pula mereka mengambil beberapa anggota tubuh manusia sebagai simbol seperti mata, telapak tangan, dada, dan lainnya.

Demikian pula mereka mengambil beberapa bentuk geometris seperti piramida, segitiga, dan lainnya. Slogan-slogan dan simbol-simbol ini tersusup dan meresap di banyak negara dunia; di antaranya sebagai contoh adalah lambang yang terdapat pada mata uang kertas Amerika seribu dolar, yang memuat lambang Masonisme yang diwakili oleh mata dan piramida, selain tulisan-tulisan mistik dalam bahasa Ibrani di lereng piramida dari atas ke dasar. Diperhatikan bahwa arit atau cangkul dan landasan atau palu juga merupakan lambang komunisme merah dan merupakan simbol bersama.

Demikian pula Masonisme memiliki sumpah-sumpah yang diucapkan anggota ketika masuk ke dalamnya, dan berjanji tidak membocorkan rahasia-rahasianya. Di dalamnya juga terdapat beberapa ritual menakutkan seperti menutup mata dan menggunakan tengkorak manusia untuk menakut-nakuti.

Masonisme dan Agama-agama

Kita melihat bahwa Masonisme memiliki slogan-slogan yang diumumkan tetapi sebenarnya menyembunyikan apa yang tidak mereka tunjukkan. Dalam slogan-slogan yang diumumkan mereka mengklaim menghormati agama-agama dan menghormati hukum-hukumnya, padahal sebenarnya mereka menyembunyikan dalam prinsip-prinsip mereka permusuhan terang-terangan terhadap agama, setiap agama, kecuali agama Yahudi tentunya.

Kita akan mulai dengan membicarakan sikap mereka terhadap agama Yahudi kemudian membicarakan sikap mereka terhadap Kristen dan sikap mereka terhadap Islam dan agama-agama pada umumnya.

Adapun sikap mereka terhadap Yudaisme: sebagaimana telah disebutkan sebelumnya bahwa sejarah Masonisme, ritual-ritual dan simbol-simbolnya semuanya menunjukkan bahwa ia adalah anak pemikiran Yahudi dan anak asuhnya. Bukti-bukti untuk itu sangat banyak, di antaranya misalnya keberadaan kuil Sulaiman di semua loji mereka, dan keberadaan altar yang menyerupai altar Yahudi; dan bukti-bukti lainnya yang banyak. Bahkan anggota Mason ketika mencapai derajat ketiga puluh tiga kita menemukan dialog ini: “Ditanya atas apa engkau bersumpah? Dia menjawab atas Taurat. Ditanya apakah engkau tahu kitab selainnya? Dia menjawab ya, ada Injil dan Alquran dan keduanya untuk kelompok kecil di luar iman dan kemanusiaan yang beriman kepada Isa Almasih dan Muhammad shallallahu alaihi wasallam musuh-musuh bebuyutan keyakinan kami. Ditanya apakah engkau beriman kepadanya? Dia menjawab tidak, aku beriman kepada Taurat saja, kitab yang benar yang diturunkan kepada Musa…” sampai akhir pertanyaan dan jawaban ini yang membuat anggota Mason berlepas diri dari selain keyakinan Mason.

Adapun sikap Masonisme terhadap Kristen terangkum dalam satu kata; yaitu bahwa Masonisme melihat Isa Almasih sebagai nabi kelompok kecil di luar iman, dan bahwa dia layak dikutuk, dan bahwa apa yang dibawanya adalah batil dan kesesatan. {Alangkah buruknya perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka hanya mengatakan dusta.} (Al-Kahf: 5)

Adapun sikap mereka terhadap Islam, mereka mengklaim bahwa Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah nabi palsu dan bahwa dia tidak membawa yang baru, dan bahwa Alquran Al-Karim adalah cabang dari Taurat, dan bahwa nabi ini memimpin kelompok kecil dari musuh-musuh iman dan kemanusiaan.

Salah seorang tokoh mereka berkata: Sesungguhnya jika kami mengizinkan seorang Yahudi atau Muslim atau Katolik atau Protestan masuk ke salah satu kuil Masonisme; maka hal itu dilakukan dengan syarat bahwa yang masuk melepaskan diri dari kesesatan-kesesatan sebelumnya, dan mengingkari tahayul-tahayulnya. Buletin Mason Jerman yang terbit pada tahun 1866 mengatakan: Bukan hanya para Freemason tidak boleh mengindahkan agama-agama yang berbeda, tetapi juga mereka harus menempatkan diri mereka di atas setiap kepercayaan kepada Tuhan apa pun adanya.

Kami keluar dari yang disebutkan di atas bahwa Masonisme tidak memperhatikan agama-agama secara keseluruhan, dan tidak memberikan perhatian sedikit pun, tetapi di sini muncul pertanyaan yaitu bagaimana kita menyelaraskan antara perkataan-perkataan mereka ini dengan apa yang kita temukan dalam beberapa buletin mereka yang mereka umumkan kepada orang-orang, dari pengulangan lafaz Tuhan dan mengulanginya dalam sumpah mereka? Untuk menjawab pertanyaan ini kita melihat buletin-buletin rahasia mereka yang tidak dilihat kecuali oleh orang-orang khusus di antara mereka, di antaranya misalnya apa yang dikatakan peraturan akhir dari majelis resmi Masonisme Belanda, mereka berkata: Masonisme tidak lain adalah pengingkaran esensi agama, dan jika para Mason mengatakan dengan keberadaan Tuhan maka mereka maksudkan dengannya alam dan kekuatan-kekuatan materialnya, atau menjadikan Tuhan dan manusia satu. Mereka juga berkata: dan manusia dari jenis Tuhan, dan roh manusia dari roh Tuhan, dan roh tidak terbagi, maka kami manusia menyusun keseluruhan yang dengannya berdiri Wujud Yang Maha Agung, dan segala sesuatu kembali kepada wahyu ini, kami adalah Tuhan, dan Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka sifatkan.

Jadi Masonisme bersepakat dalam ateisme, bahkan ada beberapa loji yang taat kepada setan, dan menjadikannya tuhan. Salah satu surat kabar mereka berkata: “Iblis adalah pemimpin kami” demikian dengan terang-terangan. Bahkan salah seorang pendeta mereka menyatakan bahwa kebenaran filosofis murni adalah bahwa Allah dan setan adalah setara, tetapi Allah adalah tuhan cahaya dan kebaikan, dan dialah yang masih berjuang sejak azali melawan tuhan kegelapan dan kejahatan.

Adapun tentang sikap Masonisme terhadap wanita, kita menemukan bahwa Masonisme memperhatikan wanita dan meninggikan nilainya, tetapi jangan tertipu oleh perhatian ini; karena ini bukan perhatian kepada wanita karena dia istri atau karena dia ibu atau karena dia saudara perempuan atau karena dia mitra, tetapi perhatian kepada wanita; karena dalam pandangan mereka dia mewujudkan banyak tujuan destruktif Masonisme. Wanita menurut Masonisme adalah senjata kuat yang meyakinkan pria dan memelintir leher mereka dan menghilangkan akal mereka.

Dan dari sinilah perhatian Masonisme kepada wanita atau kepada seks secara khusus, karena Masonisme telah mendirikan kuil-kuil untuk seks dan menyiapkan jalan bagi pencari seks. Bahkan pembaca Taurat Yahudi yang telah diubah akan menemukan bahwa seks adalah karakter yang menguasainya, dan yang mengisi banyak halamannya. Dan orang heran dengan dakwah luas mereka dan tuduhan mereka kepada para nabi dengan kejahatan. Menurut mereka misalnya Dawud alaihi assalam merampas istri anaknya, dan menurut mereka Sulaiman alaihi assalam membunuh komandannya untuk mendapatkan istri cantiknya, dan bahwa Luth alaihi assalam bersetubuh dengan kedua putrinya… sampai akhir kebohongan dan tahayul ini yang lidah enggan menyebutkannya, dan yang para nabi Allah shallallahu alaihim ajmain menjauhinya.

Bahkan kita menemukan di zaman modern ini bahwa Masonisme adalah di antara yang pertama mempromosikan ide-ide kerusakan, dan mereka yang pertama menyerukan kebebasan seks, dan mereka yang pertama menuntut penyebaran kekejian dan kemungkaran. Di antara mereka misalnya salah satu Mason ini yaitu orang Yahudi “Leon Blum” yang merencanakan bersama sekelompok Mason untuk Revolusi Prancis, dan ketika usahanya berhasil mereka menuntut pemisahan agama dari negara, dan bekerja untuk menyebarkan kebebasan seks di Prancis, dan menyerukan untuk mengeluarkan wanita dari rumah mereka, bahkan benar-benar mengeluarkan mereka. Dan orang ini memiliki buku, orang ini “Leon Blum” memiliki buku yang disebut “Pernikahan” yang dianggap sebagai salah satu buku paling kotor tentang seks dan seruan kepadanya. “Blum” telah menyeru dalam buku ini kepada:

Pertama: menyeru pemuda dan gadis kepada kemaksiatan. Kedua: menuntut pemuda untuk mempercepat pemenuhan keinginan seksual mereka begitu merasakan. Ketiga: menyeru untuk meremehkan akhlak, nilai-nilai dan cita-cita, dan menyeru untuk mengejek agama-agama dan para rasul, sebagaimana menyeru untuk menghancurkan ikatan keluarga dan pernikahan dan membuat wanita benci pada kehamilan dan kelahiran sampai akhir kehinaan dan kekejian ini dalam membicarakan seks.

Dan demikianlah kita menemukan bahwa Masonisme ketika memperhatikan wanita tidak memperhatikannya untuk meninggikan nilainya, tetapi memperhatikannya; karena menganggap bahwa wanita adalah di antara sarana terbesar untuk mewujudkan tujuan-tujuan destruktif Masonisme. Dan memperhatikan wanita dan memperhatikan seks dan menyeru untuk menyebarkan kemungkaran dan menyebarkan kebebasan dan percampuran antara kedua jenis kelamin. Dan ini akan kita temukan secara terperinci ketika membicarakan pengaruh ide-ide Mason ini di negara-negara Barat, dan ketika membicarakan pengaruh ide-ide Mason ini di negara-negara Muslim dari penyebaran percampuran dan penyebaran kemungkaran dan penyebaran seks dan seruan kepadanya.

Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya dan kepada keluarga dan para sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 02: Freemason (2)

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Sumber-sumber Pemikiran Mason, dan Loji-loji Kontemporer Terpentingnya

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas semulia-mulia utusan dan penutup para nabi junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya, dan atas keluarga dan para sahabatnya semuanya.

Amma ba’du:

Sumber-sumber Pemikiran Mason:

Dan unsur ini menjawab pertanyaan penting yaitu ketika kita melihat ide-ide Masonisme tentang ketuhanan, agama-agama, wanita, dan ide-ide lainnya; kita bertanya pada diri sendiri dari mana para Mason menimba ide-ide ini? Maka kita menemukan bahwa mereka menyatakan dan mengumumkan bahwa sumber mereka dalam ide-ide ini adalah Talmud. Dan Talmud adalah kitab yang berisi ajaran-ajaran Yahudi, dan kata “talmud” diambil dari kata “lamuud”, dan itu berarti ajaran-ajaran. Dan Talmud ini terdiri dari dua bagian; bagian yang disebut “Mishnah” dan itu adalah asalnya dan berarti “matan” dalam bahasa Ibrani, dan bagian lain yang disebut “Gemara” dan itu adalah penjelasan untuk Mishnah.

Ensiklopedia menetapkan bahwa “Mishnah” adalah daftar hukum pertama yang dibuat orang Yahudi untuk diri mereka sendiri setelah Taurat, dikumpulkan oleh salah seorang rabbi mereka yang bernama “Yehuda Hanasi” antara tahun 190 dan 200 Masehi. Dan “Gemara” terbagi menjadi dua bagian; Gemara Yerusalem yaitu catatan diskusi-diskusi yang dilakukan rabbi Palestina untuk menjelaskan pokok-pokok Mishnah, dan sejarah pengumpulan Gemara – Gemara Yerusalem – kembali ke sekitar tahun 400 Masehi. Dan Gemara Babilonia yaitu catatan serupa diskusi-diskusi tentang ajaran-ajaran “Mishnah” dan sejarah pengumpulannya kembali ke sekitar tahun 500 Masehi.

Maka Mishnah adalah penjelasan “Gemara” sebagaimana telah kami katakan, dan Mishnah Yerusalem atau penjelasan Gemara Yerusalem disebut Talmud Yerusalem, dan Mishnah penjelasan Gemara Babilonia disebut Talmud Babilonia, dan keduanya dicetak secara terpisah.

Adapun Talmud ini, ketika kita mengkaji teks-teksnya, kita menemukan dan merasakan betapa besar kebohongan dan penyesatan yang menjerumuskan mereka dan yang mereka inginkan untuk menjerumuskan seluruh umat manusia. Kita mendapati bahwa Talmud ini berkata tentang tuhan orang Yahudi: Bahwa dia membagi siang hari menjadi dua belas jam, pada tiga jam pertama Allah belajar dan mempelajari syariat Yahudi, pada tiga jam kedua dia mengadili rakyat, yakni memutuskan perkara di antara kaum Yahudi, pada tiga jam ketiga dia memberi makan seluruh dunia, adapun pada tiga jam terakhir menurut dugaan mereka Allah bermain dengan ikan paus raja ikan-ikan.

Bahkan Talmud berkata: “Sesungguhnya Allah tidak berhenti menangis dan meratap karena dia telah melakukan dosa berat”, bahkan dia berkata: “Sesungguhnya Allah berteriak dan berkata celakalah aku karena aku membiarkan rumah-Ku dijarah, dan membiarkan bait suci-Ku dibakar, dan membiarkan anak-anak-Ku dicerai-beraikan”.

Demikian pula Talmud berbicara tentang non-Yahudi dengan ucapannya: “Sesungguhnya Yahudi lebih dicintai Allah daripada para malaikat, maka barang siapa yang menampar orang Yahudi seperti menampar Pemeliharaan Ilahi dengan sama”.

Talmud berkata: “Sesungguhnya bangsa-bangsa lain -yakni: selain Yahudi- tidak lain hanyalah berbagai jenis binatang”.

Inilah pemikiran-pemikiran mereka dan inilah sumber-sumber mereka, dan Allah-lah yang diminta pertolongan atas apa yang mereka sifatkan.

Lembaga-lembaga Freemason Kontemporer yang Penting

Sesungguhnya Freemason memiliki lembaga-lembaga yang banyak tersebar di berbagai negara di dunia, di antaranya -sebagai contoh dan bukan batasan- lembaga Putra-putra Bait Suci, dan lembaga ini didirikan pada tahun 1834 di kota New York setelah dua belas orang Yahudi yang hijrah dari Jerman memperoleh izin hijrah pada masa Presiden “Henry” presiden Amerika, dan lembaga kedua adalah lembaga Persatuan Yahudi Dunia, dan lembaga ini didirikan pada tahun 1860 Masehi di Prancis oleh salah seorang pendeta Yahudi bernama “Ishaq Kalimiti” salah seorang kepala pemerintahan Prancis pada masa itu, dan ketiga lembaga Lines International yang berpusat di Amerika dan dikelola oleh “Jacob Javits” anggota Senat Amerika, kemudian lembaga kota Yerusalem didirikan pada tahun 1888 dan bahasa resmi yang digunakan dalam lembaga ini adalah bahasa Ibrani, dan dia tunduk pada lembaga Putra-putra Perjanjian, dan anggota-anggotanya dari orang Yahudi dan dari selain mereka seperti halnya lembaga-lembaga lainnya, dan lembaga Nota yang merupakan nama sebuah desa Yahudi di samping Yerusalem dan dia tunduk pada lembaga Putra-putra Perjanjian di Amerika juga, kemudian “Rotary” dan organisasi ini didirikan oleh pengacara “Bon Harrison” di kota Chicago di Amerika Serikat pada tahun 1905 Masehi, dan kita akan membicarakannya dalam salah satu pelajaran dengan agak terperinci, kemudian cabang organisasi Rotary di Palestina, dan didirikan pada tahun 1929 di desa Ramat Gan; dan lain-lain dari lembaga-lembaga, dan ini hanya sekedar contoh.

Tingkatan dan Peringkat Freemason

Freemason memiliki tiga peringkat yang kita dapati di lembaga-lembaganya, Freemason membagi anggotanya ke dalam tiga golongan, dapat kita ringkas sebagai berikut:

Peringkat Pertama dari tingkatan Freemason: Freemason Simbolik Umum

Dan Freemason simbolik ini tersebar di banyak negara di dunia, mereka menyebutnya simbolik karena banyaknya simbol-simbol yang beredar dalam ritual-ritual dan upacara-upacara buatan mereka, dan dalam peringkat simbolik umum ini anggota berjalan secara bertahap untuk mengenal dasar-dasar yang menjadi pijakan organisasi, dan peringkat ini keanggotaannya terbuka untuk semua orang dan peringkat ini dikhususkan untuk non-Yahudi dan berfokus pada slogan-slogan lahir yang telah kita bicarakan sebelumnya yaitu kebebasan, persaudaraan dan kesetaraan. Dan pada peringkat ini ada tiga puluh tiga tingkatan, dan anggota naik sesuai kemampuannya hingga peringkat tertingginya mencapai menteri dan kepala negara serta tokoh-tokoh besar, tetapi hanya dari mereka yang organisasi memanfaatkan kewenangan-kewenangan mereka, dan memanfaatkan pengaruh mereka untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi.

Dan para Freemason besar telah menyusun simbol-simbol tahap ini sedemikian rupa sehingga setiap simbol menunjuk pada peristiwa atau kejadian dari apa yang dicatat oleh arsip-arsip akidah Yahudi Freemason Zionis, demikian pula mereka meletakkan baginya apa yang menyerupai undang-undang dasar bagi tahap simbolik ini, dan pada hakikatnya dia tidak lebih dari sebuah operasi kamuflase besar dari operasi-operasi Freemason dunia, maka misalnya di antara pasal-pasal undang-undang dasar tahap simbolik ini adalah klaim yang mengatakan tentang Freemason simbolik bahwa dia adalah perkumpulan amal kemanusiaan yang memimpin atas dasar kasih sayang timbal balik antara semua anggotanya, dan bahwa anggota melakukan pelayanan kepada jamaah dan jamaah dari pihaknya melakukan pelayanan kepada anggota, sebagaimana teks-teks undang-undang yang diklaim berisi bahwa tahap simbolik berdiri atas dasar cinta tanah air dan negara-negara, dan pensakralan nasionalisme, dan bahwa dia tidak mengajak siapa pun kepada kebencian atau permusuhan terhadap pihak lain.

Juga kita lihat bagi Freemason simbolik ini slogan-slogan yang mempesona dan berkilauan yang menjerumuskan banyak orang dan mereka terpedaya dengannya dan hiasannya; yaitu seruan kebebasan, persaudaraan dan kesetaraan, dan slogan-slogan ini tidak ditujukan oleh Freemason untuk makna zahirnya; melainkan agar tersedia bagi orang-orang Yahudi dan mereka adalah yang ditolak berdasarkan apa yang mereka wakili agar tersedia bagi mereka kesetaraan mereka dengan selain mereka dari warga masyarakat-masyarakat yang mereka tinggali, dan agar tersedia bagi mereka melalui kesetaraan mereka dengan selain mereka penetrasi ke dalam kemampuan-kemampuan masyarakat yang mereka tinggali untuk menyedot kebaikan-kebaikannya dan menghabiskan energi-energinya.

Dan bagi tahap simbolik ini ada lembaga-lembaga di sebagian besar kota-kota dunia, dan setiap lembaga berdasarkan ketundukan organisasi dunia mengikuti lembaga lain yang lebih besar darinya, dalam tahap simbolik disebut lembaga yang diikuti oleh beberapa lembaga dengan lembaga regional, dan dengan demikian lembaga-lembaga regional pada gilirannya tunduk kepada lembaga-lembaga besar di ibukota-ibukota dunia yang memiliki kepentingan khusus dalam tujuan-tujuan Freemason induk, dan sebagai contoh sesungguhnya di Mesir ada beberapa lembaga besar yang tunduk kepada lembaga nasional Mesir, dan lembaga nasional Mesir adalah tunduk kepada sebuah lembaga dari lembaga-lembaga besar di Inggris, dan lembaga Inggris ini tunduk kepada lembaga lain di Prancis, dan lembaga Prancis ketiga ini tunduk kepada lembaga dari lembaga-lembaga besar Turki… dan seterusnya.

Dan bagi Freemason simbolik ada beberapa tingkatan:

Pertama: tingkat pemula, dan anggota pada tingkat ini disebut dengan saudara, dan tingkat kedua tingkat pekerja dan pemiliknya disebut dengan pekerja, dan tingkat ketiga pemiliknya disebut dengan guru, kemudian pemilik tingkat guru naik hingga dia naik ke tingkat penghormatan maka dia diberi tingkat kedelapan belas dan tingkat ini disebut dengan Salib Mawar, dan bagi tingkat ini ada tanda yang diletakkan pada selempang yang dipakai, dan tanda ini adalah tanda salib, dan itu mereka lakukan hanya untuk menaburkan debu di mata anggota-anggota Kristen dan menipu mereka, dan dengan itu anggota ini menjadi layak untuk memimpin lembaga simbolik, kemudian anggota ini naik ke tingkat penghormatan tertinggi dan disebut yang dihormati tertinggi, dan diberi tingkat ketiga puluh tiga, dan tingkat ini adalah tingkat tertinggi Freemason simbolik umum, kemudian dia melompat darinya atas perintah Kutub Tertinggi menurut mereka ke tingkat Memphis yaitu tingkat kesembilan puluh sembilan.

Dan bagi setiap tingkatan ini ada simbol-simbolnya yang khusus maka pemiliknya diajarkan apa yang ditunjuknya dari makna-makna yang terdapat dalam Taurat yang diubah, yakni bahwa dia menggambarkan peristiwa atau kejadian yang disebutkan dalam Taurat yang diubah, maka jika Freemason mencapai tingkat Guru Tertinggi dan diberi tingkat ketiga puluh tiga maka dia menjadi layak untuk diterima dalam keanggotaan apa yang mereka sebut dengan Ikatan Kerajaan atau Freemason Kerajaan, dan itu setelah dia telah menjadi Yahudi atau terzioniskan tanpa dia sadari.

Peringkat Kedua dari tingkatan Freemason: Freemason Kerajaan atau Kemuliaan

Dan peringkat ini adalah pelengkap bagi peringkat pertama -peringkat simbolik umum, tetapi peringkat ini -peringkat Freemason kerajaan- adalah Zionis daging dan darah, maka peringkat ini tidak diizinkan bagi non-Yahudi untuk masuk ke dalamnya kecuali yang mencapai peringkat tertinggi simbolik atau yang memberikan jasa-jasa mulia bagi Zionisme; jasa-jasa materi atau moral atau ekonomi atau ketundukan atau budaya atau politik atau lainnya, maka dia diizinkan masuk ke dalamnya, dan anggota-anggotanya semuanya dahulu dari Yahudi Zionis dan tidak ada seorang pun yang masuk selain mereka, tetapi akhirnya dianggap dari segi kelayakan dan liciknya politik menerima non-Yahudi juga dalam kelompok peringkat ini dengan syarat bahwa mereka telah meraih tingkat ketiga puluh tiga dalam tahap simbolik umum, dan dengan syarat juga agar mereka tidak melampaui dalam peringkat Freemason kerajaan satu tahap; yaitu tahap Rekan Tertinggi -sebagaimana mereka menyebutnya.

Dan peringkat ini sengaja mensakralkan agama Yahudi dan menghormati Taurat serta bekerja untuk membangun kembali bait suci Nabi Allah Sulaiman alaihissalam, maka wajib bagi pemilik peringkat ini bahwa mereka bersumpah dengan sumpah yang berat untuk bekerja bersama yang bekerja untuk mewujudkan tujuan-tujuan mulia yang suci menurut pandangan mereka, dan yang bertujuan untuk mengembalikan negara Israel yang tersebar, dan membangun kembali bait suci Sulaiman yang suci.

Peringkat Ketiga: Freemason Universal

Dan peringkat ini anggota-anggotanya semuanya dari orang Yahudi dan ketuanya bergelar Hakim Tertinggi, dan dia adalah sumber kekuasaan bagi semua lembaga dan peringkat ini mengarahkan kemudi urusan, sebagaimana dia beriman kepada protokol-protokol yang dibuat oleh orang-orang bijak Zion -dan lebih tepat dikatakan: orang-orang bodoh Zion- peringkat ini melaksanakan protokol-protokol ini dan beriman kepadanya serta melaksanakan kebutuhan-kebutuhannya, dan tidak diketahui kantornya dan ketuanya selain anggota-anggotanya dari ketua-ketua lembaga ikatan kerajaan, dan semuanya Yahudi, dan semuanya dari Bani Yehuda saja, dan dia adalah anak keempat dari anak-anak Israel.

Adapun tujuan anggota-anggota golongan ini adalah menggunakan semua lembaga-lembaga Freemason simbolik dalam mewujudkan tujuan-tujuan Zionis di bawah kedok slogan kebebasan, persaudaraan dan kesetaraan.

Dan ikatan kerajaan yang dipakai oleh para tokoh besar Freemason adalah berupa kalung yang tergambar padanya suku-suku Bani Israel, ditulis dalam bahasa Ibrani tersusun sesuai dengan susunan Taurat untuk klan-klan suku-suku ini mengelilingi kemah pertemuan, demikian pula medali-medali yang dipakai oleh pemilik tingkat ini untuk menghiasi dada mereka, semuanya dengan gaya yang diambil oleh Zionis di lembaga-lembaga Zionis mereka.

Dan salah seorang penulis Freemason membandingkan antara simbol-simbol Freemason simbolik dan simbol-simbol Freemason kerajaan Zionis; maka dia berkata:

Pertama: Freemason simbolik menyebut tempat yang mereka kumpuli dengan lembaga atau bait suci atau simbol bagi tempat yang adalah bait suci Allah; sementara kerajaan menjadikannya simbol kepada bait suci Sulaiman yang dilihat oleh Zionis sebagai lambang nasional mereka.

Kedua: Freemason menggunakan cahaya sebagai simbol kepada cahaya akal manusia, adapun orang Yahudi mereka menjadikannya simbol kepada cahaya yang Allah menampakkan diri di dalamnya kepada Sayyidina Musa, dan mereka juga menjadikannya simbol kepada tiang cahaya yang menyertai Bani Israel ketika keluar dari Mesir.

Ketiga: Sesungguhnya pedang yang dibawa oleh Freemason simbolik adalah simbol kepada ajakan perang demi kebenaran, keadilan dan kebebasan, dan setiap Freemason ditugaskan lebih dari yang lain dengan perang ini, adapun Zionis mereka menunjukkan dengan pedang kepada pedang yang dibawa oleh Bani Israel untuk membela kota suci ketika mereka membangun bait suci.

Keempat: Bangunan bebas menurut Freemason simbolik melambangkan pembangunan di dunia kemanusiaan untuk kemajuan manusia, tetapi pada Zionis kerajaan melambangkan pembangunan bait suci Sulaiman.

Kelima: Tujuh cahaya adalah jumlah anggota yang tidak mungkin tanpa mereka sidang lembaga menjadi sah; sementara pada Freemason kerajaan melambangkan jumlah tujuh tahun yang di dalamnya Raja Sulaiman menyelesaikan pembangunan bait suci yang agung.

Pengaruh Freemasonry terhadap Kaum Muslimin di Zaman Modern

Ketika pemikiran Freemasonry merayap masuk ke dunia Islam bersamaan dengan kolonialisme Barat, ia menanamkan di negeri-negeri Muslim benih-benih kebodohan dan keterbelakangan. Ia juga menanamkan tangan-tangan tersembunyi yang ternoda dengan keburukan dan makar terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Contohnya adalah Napoleon, seorang Freemason tulen. Ia hampir tidak lama menetap di Mesir kecuali segera mendirikan sebuah perkumpulan di Kairo pada tahun 1800 bernama “Isis Lodge”. Ia meminta bantuan anggota lodge itu dari kalangan penduduk Mesir untuk membuka kelemahan negeri, sekaligus memukul gerakan jihad dan perlawanan yang pada waktu itu menentang invasi Perancis.

Di Aljazair pun, tidak lama setelah pendudukan Perancis, Freemasonry pada tahun 1834 mulai mengajak kepada penyebaran peradaban dan pemikiran Perancis di Afrika. Mereka menyeru untuk mendidik orang-orang Arab dan bekerja sama dengan mereka untuk membangkitkan semacam kesatuan keluarga, demi membentuk sebuah bangsa Perancis yang baru.

Di Mesir, kita juga melihat tentara Inggris yang menduduki negeri itu mendirikan lodge “Santo Yohanes” pada masa pendudukannya. Begitu juga Jenderal Gouraud, seorang salibis penuh kebencian, komandan tentara Perancis yang menduduki Damaskus. Ia mengklaim bahwa dengan itu ia menyelesaikan Perang Salib. Dialah yang menyebarkan Freemasonry di negeri Syam, memberi dukungan penuh kepadanya, dan mengubah lodge kecil di Damaskus menjadi lodge besar bernama “Lodge Timur”.

Apa yang dilakukan pasukan penjajah di Mesir dan Syam, sama halnya dengan yang mereka lakukan di negeri-negeri Islam lainnya. Di Nigeria, sangat sulit menemukan kepala suku—terutama di wilayah selatan—yang bukan seorang Freemason. Belum lagi para pemilik kekuasaan, kekayaan, dan pemikiran. Apa yang dikatakan tentang Nigeria juga berlaku bagi Malaysia, Thailand, Indonesia, dan berbagai wilayah lain di negeri-negeri Muslim.

Kolonialisme menanamkan benih-benih ini di negeri-negeri Islam, menanamkan tangan-tangan penuh dosa yang dipenuhi keburukan dan makar terhadap kaum Muslimin. Dari benih-benih itu, lahirlah beberapa akibat:

  1. Muncul di negeri-negeri Islam orang-orang yang berusaha memalsukan sejarah Islam dan peradaban Islam. Mereka berkata, misalnya, tentang kota Baghdad, Masjid Ahmad bin Thulun, dan Istana Granada: bahwa tangan-tangan Freemason yang membangunnya. Bahkan mereka berkata tentang pahlawan Islam, Shalahuddin Al-Ayyubi rahimahullah, bahwa ia seorang Freemason.
  2. Di antara akibatnya pula adalah seruan untuk memisahkan agama dari negara dengan slogan: “Agama untuk Allah dan tanah air untuk semua.” Bahkan hal itu bukan sekadar seruan, tetapi diterapkan secara nyata.
  3. Akibat lainnya adalah penyebaran ateisme dan seruan kepada sekularisme dalam negara, pendidikan, dan kebudayaan.
  4. Akibat lainnya lagi adalah seruan untuk membebaskan wanita dari aturan agama dan kehormatan. Contohnya adalah seruan yang dilayangkan oleh lodge Freemason Nasional Mesir yang terbesar kepada rakyat Palestina ketika mereka melakukan revolusi pada tahun 1936. Dalam seruan itu dikatakan:

“Wahai rakyat Palestina, ingatlah bahwa orang-orang Yahudi adalah saudara-saudara kalian dan anak-anak paman kalian. Mereka telah menempuh pengasingan, lalu berhasil dan sukses. Kini mereka ingin kembali kepada kalian demi kemanfaatan dan kejayaan tanah air bersama dengan apa yang mereka dapatkan berupa harta dan pengetahuan. Sesungguhnya bahasa Arab dan bahasa Ibrani adalah dua cabang dari pohon Ibrahim, ayah mereka adalah Ishaq dan Ismail. Maka kapan salah satunya meletakkan tangannya di tangan yang lain, keduanya akan sama-sama memperoleh manfaat dari sarana yang berbeda-beda. Dalam kerja sama mereka terdapat kesempurnaan kebaikan dan keberkahan yang penuh.”

Prinsip-prinsip Freemasonry yang Dinyatakan dan yang Tersembunyi

Kita dapat melihat bahwa ada sebagian prinsip yang mereka umumkan, dan ada pula yang mereka sembunyikan. Jadi mereka memiliki prinsip-prinsip yang tampak (dinyatakan) dan prinsip-prinsip tersembunyi.

Prinsip-prinsip yang dinyatakan itu hanyalah slogan-slogan indah untuk menipu manusia, mempercantik kebatilan, dan menjaring orang-orang buta hati agar masuk ke dalam barisan mereka. Di antara prinsip yang mereka umumkan adalah:

Pertama: Mereka menyeru kepada iman kepada Allah dengan iman mutlak, yang tidak dibatasi batasan apa pun dan tidak tercampuri sedikit pun. Kita membaca dalam sebagian wasiat mereka: “Wajib bagi seorang saudara untuk mencintai Allah dan gereja yang suci, serta pemimpinnya yang menyertainya. Ia harus menjaga tiga prinsip sebagaimana ia menjaga hidupnya, tidak melangkah setapak pun tanpa pendapat pemimpinnya yang harus ia ikuti dalam tujuan-tujuan mulia, tidak menyingkap urusannya, tidak membocorkan rahasianya kepada siapa pun, dan tidak menyimpang sedikit pun dari perintah lodge dalam segala keadaan, apa pun keadaannya dan ke mana pun ia pergi.”

Kedua: Dari prinsip-prinsip mereka yang diumumkan bahwa mereka mengatakan: Sesungguhnya mereka menghormati agama-agama, dan mereka menyatakan hal ini dalam setiap kesempatan, bahwa mereka menghormati agama-agama, semua agama. Dalam sesi penerimaan anggota pemula, ketua mengatakan kepadanya: Ketahuilah wahai calon anggota bahwa tidak ada dalam Freemasonry yang bertentangan dengan undang-undang negara dan ajaran-ajaran agama, dan tidak diterima dalam Freemasonry kecuali orang yang mencintai dan setia kepada tanah airnya, dan dari anak-anak mazhab yang mengakui keberadaan Allah dan mengamalkan perintah-perintah-Nya.

Ketiga: Bahwa mereka mengatakan dan mengklaim bahwa mereka menghormati akhlak dan keutamaan, dan mereka berkata: Sesungguhnya Freemasonry adalah lembaga kemanusiaan yang tidak mengajak kecuali kepada akhlak dan keutamaan-keutamaan, dan semboyannya -sebagaimana mereka katakan- adalah kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan.

Keempat: Bahwa mereka mengatakan: Sesungguhnya Freemasonry tidak bekerja dalam politik, dan tidak campur tangan dalam bidang politik, dan sesungguhnya Freemasonry menghormati kekuasaan yang memerintah apa pun jenisnya, dan tunduk kepada semua yang diperintahkannya. Maka mereka berkata: Kami menghormati setiap kekuasaan yang didirikan dengan cara yang sah, dan kami tunduk kepadanya dengan senang hati baik itu Freemasonry maupun sipil. Dan mereka berkata: Sesungguhnya peraturan-peraturan Freemasonry memperingatkan dari membahas kondisi militer atau kondisi politik, dan memperingatkan siapa yang membahas hal itu dengan pengusiran dari perkumpulan. Dan telah datang dalam (Kamus Freemasonry dan Para Freemason) sebagai berikut: Dilarang dalam loji-loji pembahasan politik dan agama.

Inilah prinsip-prinsip mereka yang diumumkan dan ini -sebagaimana kita lihat- adalah penipuan dalam penipuan, mereka menipu dengannya orang-orang sederhana dan orang-orang buta.

Adapun prinsip-prinsip tersembunyi mereka yang sebenarnya maka juga banyak, kami sebutkan darinya sebagai contoh:

Pertama: Beriman kepada setan. Ya, mereka beriman kepada setan, dan mengumumkan hal ini dalam dokumen-dokumen mereka. Dalam sebuah kata dari Guru Agung sebagaimana mereka menyebutnya untuk salah satu loji ia berkata: “Kami para Freemason bergabung dengan keluarga besar yaitu keluarga pemimpin para iblis ‘Lucifer’, maka salib kami adalah segitiga dan bait kami adalah loji”. Dan dalam surat yang diarahkan Jenderal “Pike” kepada para ketua loji kita baca teks ini: “Harus bagi kami para Freemason bahwa kita katakan kepada massa: Sesungguhnya kami beriman kepada Allah dan menyembah-Nya, tetapi Tuhan yang kami sembah tidak memisahkan kami dari-Nya khayalan-khayalan dan takhayul-takhayul, dan harus bagi kami yang telah sampai pada tingkatan pengetahuan tinggi bahwa kami memelihara kesucian akidah-akidah setan”.

Telah dicatat (Kamus Freemasonry Para Freemason) adanya kelompok-kelompok Freemasonry sebagian mengingkari keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan sebagian mengakui keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapi mengingkari semua hukum akhlak, dan sebagian mereka melihat bahwa Tuhan yang sebenarnya adalah materi atau alam, bahkan salah satu Freemason Arab menyatakan dengan perkataannya: “Tidak tersisa seorang pun yang beriman kepada Allah dan keabadian jiwa kecuali orang-orang bodoh dan dungu”.

Kami suka menyebutkan di sini bahwa sebagian dari mereka yang tertipu oleh sumpah yang dipersumpahkan para Freemason dengan nama arsitek alam semesta yang agung lalu meyakini bahwa mereka maksudkan dengannya nama Allah Jalla Jalaluhu, dan yang benar bahwa Freemasonry tidak menginginkan hal itu, bahkan alam semesta yang agung menurut mereka adalah kekuatan tersembunyi, adapun arsitek maka dia adalah “Adoniram” ketua keempat dari kekuatan tersembunyi itu.

Prinsip kedua dari prinsip-prinsip Freemasonry yang tersembunyi: yaitu: memerangi agama-agama. Selama Freemasonry telah mengingkari keberadaan Allah Subhanahu, dan mengambil setan atau materi atau ketiadaan sebagai tuhan yang disembah selain Allah Jalla Jalaluhu; maka sikap mereka terhadap agama yang turun dari langit adalah sikap musuh yang memerangi tanpa ragu. Mereka berkata dalam konstitusi mereka: Freemasonry bukanlah agama, dan tidak rela bahwa syariat-syariat agama masuk dalam inti hukum-hukumnya, dan takut dari perpecahan anggota-anggotanya atas diri mereka sendiri ketika syariat-syariat agama masuk di antara mereka, perkara yang menyelisihi tradisi persaudaraan Freemasonry dan bertentangan dengan konstitusinya. Dalam sebuah buletin dari buletin-buletin Freemasonry mereka berkata: Kami para Freemason tidak dapat berhenti dari perang antara kami dan agama-agama, dan tidak ada jalan keluar dari kemenangan kami atau kemenangan mereka, dan kami tidak akan tenang kecuali setelah kami menutup semua tempat ibadah. Berkata salah satu Freemason Arab: Setiap keyakinan agama adalah kelemahan dalam akal manusia. Dan berkata yang lain: Dan Freemasonry tidak mengikuti cara agama dan tidak bermazhab dengan mazhab tertentu, maka paling sedikit yang dikatakan dalam mazhab apa pun atau agama apa pun: Sesungguhnya ia hasil dari pemikiran manusia yang terhormat pada dirinya sendiri. Dan berkata yang ketiga: Sesungguhnya Freemasonry adalah agama yang memiliki garis-garisnya yang jelas walaupun meninggalkan untuk anak-anaknya agama-agama mereka sementara. Dan yang menunjukkan hal itu bahwa mereka meletakkan dalam loji-loji mereka penggaris di atas Al-Qur’an.

Adapun ketiga prinsip-prinsip tersembunyi mereka yang sebenarnya: yaitu bahwa tidak ada akhlak, dan segala sesuatu pada mereka menunjukkan hilangnya nilai-nilai dan akhlak dan keutamaan-keutamaan, bahkan dan membongkar kebohongan klaim mereka dengan menyeru kebebasan dan persaudaraan dan kesetaraan: Mereka tidak mengenal kesetaraan dan yang menunjukkan hal itu bahwa mereka tingkatan-tingkatan yang berbeda-beda, tidak mengetahui apa yang berlangsung di tingkatan yang lebih tinggi orang yang berada di tingkatan yang lebih rendah bahkan tidak mampu memahami bahasa komunikasi-komunikasinya, dan tidak mengenal kesetaraan dan mereka tidak menerima orang-orang kulit hitam dalam keanggotaan loji-loji mereka, bahkan sesungguhnya Freemasonry memutus hubungan Freemason dengan orang-orang terdekat kepadanya, memutus hubungannya dengan nilai-nilai akhlak. Dan ini salah satu Freemasonry menafikan dari Freemasonry bahwa ia perkumpulan amal, maka ia berkata: Sesungguhnya Freemasonry bukanlah perkumpulan amal, dan para Pembangun Bebas melakukan dalam kenyataannya pekerjaan-pekerjaan amal yang luas cakupannya berbeda tujuan-tujuannya banyak cara-caranya, dan itu untuk menutupi tujuan-tujuan yang berusaha Yahudi dunia untuk merealisasikannya, dan itu dan saya ulangi untuk menutupi tujuan-tujuan yang berusaha Yahudi dunia untuk merealisasikannya, maka bukan tujuannya adalah berbuat kebaikan, dan bukan tujuannya adalah melayani manusia, tetapi tujuannya adalah merealisasikan tujuan-tujuan.

Dan demikian juga Freemasonry bekerja atas menyebarkan kebebasan dan kemerosotan, dan angan-angan para Freemason dalam segi akhlak dari kehidupan manusia berdiri atas mengadakan umat dari manusia yang bebas dengan pemahaman kebebasan yang mereka klaim yaitu supaya tidak merasa malu orang-orang bebas ini dalam klaim mereka ketika sebagian mereka telanjang di hadapan sebagian yang lain, dan tidak malu orang-orang bebas ini dari memperlihatkan anggota-anggota kelamin mereka ketika mereka berkumpul dalam forum-forum ketelanjangan atau di pantai-pantai tempat peristirahatan.

Keempat dan terakhir: Kami sebutkan dari prinsip-prinsip Freemasonry yang tersembunyi bahwa ia di atas kekuasaan. Sesungguhnya telah menjadi sejak dua abad hingga sekarang kekuasaan di atas kekuasaan-kekuasaan di banyak negara bumi, dan ini menyelisihi penyelisihan yang keras apa yang mereka katakan dalam prinsip-prinsip mereka yang diumumkan bahwa mereka menghormati kekuasaan, dan tidak campur tangan dalam politik, dan tidak melawan kekuasaan-kekuasaan. Dan ini salah satu dari mereka berkata: Sesungguhnya Freemasonry tidak campur tangan dalam agama dan tidak dalam politik, tetapi dialah yang membalik tatanan dunia dalam Revolusi Perancis dan Revolusi Amerika dan Revolusi Rusia. Dan dalam salah satu buku mereka kita baca dari kewajiban bahwa Freemasonry menjadi pemimpin partai-partai politik, bahwa menjadi pemimpin yang memimpin mereka dan tidak dipimpin oleh mereka.

Freemasonry dalam Timbangan Kritik Ilmiah dan Para Ulama

Dan saya kira bahwa perkara-perkara sekarang telah jelas berkenaan dengan prinsip-prinsip Freemasonry yang diumumkan dan yang tersembunyi, dan bahwa kamu telah mengetahui bahwa Freemasonry bekerja melawan agama-agama dan melawan akhlak dan melawan keutamaan-keutamaan dan melawan setiap ide yang melayani kemanusiaan dan bekerja atas membahagiakan mereka, dan bekerja hanya demi tujuannya dan tujuan Zionisme saja, dan itu melalui menyebarkan ide-ide aliran-aliran aneh dan menyimpang yang tidak diterima akal dan tidak lurus dengan fitrah, dan oleh karena itu maka ia menyelisihi agama dan menyelisihi Islam, bahkan dan menyelisihi setiap akhlak dan setiap keutamaan.

Fatwa-fatwa Ulama Muslim tentang Freemasonry:

Dan karena bahayanya Freemasonry dikeluarkan banyak fatwa syariah dengan mengharamkan bergabung dengan Freemasonry, dan yang terpenting dari fatwa-fatwa ini dan ia banyak, apa yang datang dalam pernyataan dari komite fatwa di Al-Azhar Asy-Syarif tentang Freemasonry dan klub-klub yang tergabung padanya seperti Rotary dan Lions. Dan datang dalam fatwa ini: Sesungguhnya Islam dan kaum Muslim diperangi mereka musuh-musuh yang banyak dari setiap sisi, dan dengan semua senjata materi dan moral, mereka menginginkan dengan itu tipu daya kepada Islam dan kaum Muslim, tetapi Allah Yang menolong mereka dan yang memuliakan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami pasti menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya para saksi” (Ghafir: 51).

Dan di antara cara-cara ini yang mereka perangi dengannya Islam adalah cara klub-klub yang mereka dirikan dengan nama persaudaraan dan kemanusiaan dan mereka memiliki tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran tersembunyi di balik itu. Dan sesungguhnya di antara klub-klub ini Freemasonry, lembaga-lembaga yang tergabung padanya seperti Lions dan Rotary, dan keduanya dari organisasi-organisasi perusak yang paling berbahaya yang dikuasai oleh Yahudi dan Zionisme, mereka menghendaki dengan itu penguasaan atas dunia melalui memberantas agama-agama dan menyebarkan kekacauan akhlak, dan memanfaatkan anak-anak negeri untuk memata-matai tanah air mereka dengan nama kemanusiaan. Dan oleh karena itu diharamkan atas kaum Muslim bahwa mereka bergabung dengan klub-klub yang seperti ini urusannya. Dan kewajiban kaum Muslim bahwa tidak menjadi ikut-ikutan berjalan di belakang setiap penyeru dan pemanggil, bahkan kewajibannya bahwa mengikuti perintah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam di mana beliau bersabda: “Janganlah salah seorang kalian menjadi ikut-ikutan, berkata: Aku bersama manusia; tetapi tenangkan diri kalian jika berbuat baik manusia bahwa kalian berbuat baik dan jika berbuat buruk bahwa kalian menjauhi keburukan mereka”.

Dan kewajiban Muslim bahwa menjadi waspada supaya tidak ditipu dengannya, maka bagi kaum Muslim klub-klub mereka yang khusus bagi mereka dan yang memiliki tujuan-tujuan dan sasaran-sasarannya yang terbuka, maka tidak ada dalam Islam apa yang kita takuti dan tidak apa yang kita sembunyikan.

Dan juga kami sampaikan fatwa yang dikeluarkan Majma’ Fikih di Mekah Al-Mukarramah tentang Freemasonry dan pengikut-pengikutnya. Dan telah mengeluarkan Majma’ keputusan dengan ijma’ anggota-anggotanya setelah melakukan kajian yang memadai tentang organisasi berbahaya ini, dan menelaah apa yang ditulis tentangnya dari dahulu dan sekarang dan apa yang dipublikasikan dari dokumen-dokumennya dan apa yang dipublikasikan anggota-anggotanya dan sebagian tokoh-tokohnya dari karya-karya tulis dan artikel-artikel dalam majalah-majalah yang berbicara atas namanya. Dan telah mengeluarkan Majma’ setelah ini keputusan dengan menganggap Freemasonry perkumpulan rahasia perusak yang memiliki hubungan erat dengan Zionisme dunia yang menggerakkannya dan mendorongnya untuk melayani tujuan-tujuannya, dan menyebar di bawah semboyan-semboyan penipu seperti kebebasan dan persaudaraan dan kesetaraan; dan sebagainya dari itu yang menjatuhkan dalam jaring-jaringnya banyak dari kaum Muslim dan para pemimpin negara dan ahli pemikiran. Dan atas lembaga-lembaga Islam bahwa sikap mereka dari perkumpulan rahasia ini sebagai berikut:

Pertama: Atas setiap Muslim bahwa keluar darinya segera.

Kedua: Mengharamkan memilih Muslim mana pun yang bergabung padanya untuk pekerjaan Islam apa pun.

Ketiga: Atas negara-negara Islam bahwa mencegah aktivitasnya dalam negeri mereka, dan bahwa menutup loji-loji dan sarang-sarangnya.

Keempat: Tidak mempekerjakan orang mana pun yang bergabung padanya dan memboikotnya secara total.

Kelima: Membongkarnya dengan booklet-booklet dan buletin-buletin yang dijual dengan harga modal.

Dan terakhir kami bertanya: Bagaimana kita menghadapi Freemasonry ini?:

Sebelum saya mengakhiri pembicaraan saya tentang Freemasonry penting bagi kami bahwa kami jelaskan bagaimana kita menghadapi bahayanya? Dan itu terwakili dalam dua perkara:

Perkara pertama: adalah solusi preventif: Dan terwakili dalam menjelaskan hakikat dan tujuan-tujuan Freemasonry kepada anak-anak Muslim, dan khususnya dari mereka yang pergi untuk belajar di Barat atau Timur, dan demikian juga menutup loji-loji Freemasonry yang ada di sebagian negara Muslim, dan demikian juga menutup klub-klub Rotary dan lainnya yang tergabung dengan Freemasonry, bahkan dan memastikan identitas klub-klub lain dan memperhatikannya supaya tidak menyusup kepadanya para Freemason lalu mereka menyimpangkannya ke rawa-rawa mereka.

Perkara kedua: dan ia solusi ofensif; yaitu dengan menulis penelitian-penelitian dan buku-buku yang menjelaskan hakikat Freemasonry, dan menerjemahkan buku-buku ini ke bahasa-bahasa yang berbeda dan mendistribusikannya gratis atau menjualnya dengan harga modal.

Dan terakhir dan bukan akhir: Kembali kepada Islam yang benar dan berpegang teguh dengannya, maka ia sebaik-baik benteng dan sebaik-baik keamanan.

Dan bershalawatlah Ya Allah atas Sayyidina Muhammad Nabi Al-Amin dan atas keluarganya dan sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 03: Rotary

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Ketiga (Rotary)

Definisi Rotary

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas semulia-mulia rasul dan penutup para nabi Sayyidina Muhammad Nabi Al-Amin, dan atas keluarganya dan sahabatnya semuanya.

Amma ba’du:

Rotary:

Pendahuluan:

Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan antek-antek mereka dari para Freemason tidak bermalas-malasan dari memanfaatkan kesempatan apa pun yang tersedia bagi mereka untuk menerkam orang lain dari bangsa-bangsa non-Yahudi -sebagaimana mereka menyebut mereka, dan menghapus agama mereka dan merusak sejarah mereka. Dan sungguh orang-orang Yahudi telah berbakat dalam menciptakan jalan-jalan banyak untuk sampai kepada tujuan-tujuan itu dengan perantaraan perkumpulan-perkumpulan dan lembaga-lembaga yang mereka dirikan untuk tujuan ini. Tugas perkumpulan-perkumpulan ini dan klub-klub ini adalah menarik para pemuda dan penganggur, bahkan orang-orang cerdas dan yang tertarik dengan pekerjaan juga. Klub-klub ini menarik mereka ke kandang mereka dengan rayuan-rayuan yang berbeda dari uang dan berbagai jenis kesenangan di klub-klub malam dan pesta-pesta gaduh. Dan mungkin tidak sadar orang yang masuk dalam klub-klub ini akan apa yang dikehendaki darinya kecuali setelah terlambat; yaitu setelah mereka memasukkannya dalam jaringan-jaringan mereka sehingga ia tidak dapat keluar dari mereka setelah mereka mengambil darinya perjanjian-perjanjian dan mengikatnya dengan foto-foto yang memalukan baginya, dan mengancamnya bahwa jika ia keluar dari mereka maka foto-foto itu adalah yang paling sedikit yang akan mereka perlihatkan kepadanya. Maka tetaplah orang yang malang itu hamba yang hina bagi organisasi yang bertujuan Freemasonry ini, dan yang mereka berikan padanya nama apa pun dari nama-nama sebagai penyamaran dan penipuan bagi siapa yang mungkin telah mengetahui bahaya Freemasonry lalu berhati-hati dan memperingatkan darinya mereka yang mengklaim bahwa mereka bekerja dalam zahir perkara untuk melayani seluruh umat manusia.

Dan telah mendirikan Freemasonry organisasi-organisasi banyak sebagian tampak dan sebagian tersembunyi, dan di bawah nama-nama nyata dan tidak nyata, dan semua organisasi-organisasi ini berkumpul atas satu tujuan yaitu melayani Yahudi dunia di bawah topeng-topeng yang berbeda.

Di antara organisasi-organisasi dan klub-klub tersebut adalah klub “Rotary”, klub “Lions”, klub “Bnai Brith” atau anak-anak perjanjian, dan organisasi “Saksi-Saksi Yehuwa”. Semua klub dan organisasi ini adalah nama-nama yang memiliki tujuan-tujuan yang diumumkan yang bermuara pada gerakan Yahudi internasional Masonik yang licik, sementara secara lahiriah mereka mengangkat slogan-slogan yang berkilauan dan menipu.

Salah seorang ketua Rotary di Mesir mengatakan dalam pidatonya: “Berkontribusilah bersama Rotary, perkuat barisan-barisannya untuk melayani kemanusiaan yang tidak mengenal jenis kelamin, warna kulit, ras, maupun agama.”

Dan yang lain berkata: “Sesungguhnya kerja sama bangsa-bangsa dengan kaum ini menyerupai kerja sama pemilik rumah dengan pencuri, maka ia adalah belati bermata dua yang mengarah ke jantung hati rakyat, terutama yang Islam, dan terutama yang memiliki hubungan langsung dengan Palestina.”

Dan yang ketiga berkata: “Tidak ada perbedaan antara kuning, putih, dan sawo matang, atau antara muslim, Kristen, dan Yahudi, ya Yahudi, semuanya sama dari keturunan Adam alaihissalam.”

Definisi Rotary:

Rotary adalah perkumpulan Masonik Yahudi yang terdiri dari para pebisnis dan profesi bebas. Perkumpulan Rotary menyamarkan diri dengan kerja kemanusiaan demi memperbaiki hubungan antar manusia dan mendorong standar akhlak yang luhur dalam kehidupan profesi, serta memperkuat niat tulus dan perdamaian di dunia. Kata “Rotary” adalah kata bahasa Inggris yang artinya perputaran atau bergiliran. Nama ini muncul karena pertemuan-pertemuan dulunya diadakan di rumah-rumah atau kantor para anggota secara bergiliran, dan sampai sekarang kepemimpinan masih berputar di antara anggota secara bergiliran.

Klub-klub tersebut memilih lambang khas berupa roda bergigi berbentuk gir dengan dua puluh empat gigi berwarna emas dan biru. Di dalam lingkaran roda bergigi terdapat enam titik emas, setiap dua titik yang berhadapan membentuk diameter dalam lingkaran gir yang sama dengan tiga diameter yang bersilangan di pusat. Dengan menghubungkan titik awal setiap diameter dari ketiga diameter tersebut dengan ujung dua diameter lainnya, terbentuklah bintang segi enam yang dipeluk oleh kata “Rotary” dan “International” dalam bahasa Inggris. Adapun warna emas dan biru adalah dari warna-warna suci Yahudi yang mereka gunakan untuk menghiasi langit-langit biara-biara, kuil-kuil, dan perkumpulan Masonik mereka. Kedua warna tersebut juga merupakan warna bendera negara-negara Pasar Bersama Eropa saat ini.

Sejarah Rotary dan Tokoh-Tokoh Terkemuka Rotary

Sejarah Rotary:

Awal mula berdirinya seperti yang diceritakan salah seorang peneliti adalah dalam salah satu pertemuan Masonik. Masonik sejak dulu berusaha mengadakan pertemuan tahunan selain pertemuan-pertemuan rutin mereka, karena mereka memiliki pertemuan rutin mingguan atau bulanan. Namun pertemuan tahunan ini menentukan dengan jelas bentuk dan isi jubah yang dikenakan perkumpulan-perkumpulan mereka, dan tampak di depan pengamat tanpa membongkar keberadaan mereka atau ada yang mengungkap identitas mereka.

Ketika jubah-jubah Masonik terbongkar di negara-negara Barat dan Timur dan para pemimpinnya merasakan bahaya, mereka memutuskan untuk mempertahankan perkumpulan-perkumpulan yang ada – yang hancur akan hancur dan yang bertahan akan bertahan, terbatas hanya pada tingkatan tinggi saja. Namun pada saat yang sama mereka juga menyadari perlunya mengganti kulit mereka, karena semua jubah yang mereka miliki telah terbongkar dan tercium bau busuknya. Maka mereka memikirkan bentuk baru Masonik dengan kulit yang diperbaharui untuk mengikuti perkembangan pemikiran, budaya, dan keyakinan.

Tiba-tiba bumi terbelah memunculkan salah seorang dari tokoh-tokoh mereka, seorang yang tidak terkenal yang bekerja sebagai pengacara, namun bintangnya tiba-tiba bersinar karena kampanye media mendukungnya dari segala penjuru. Bagaimana hal itu terjadi? Tidak ada yang tahu. Dari mana? Ke mana? Untuk kepentingan siapa? Dan siapa yang membayar kampanye-kampanye ini dan membiayainya?

Adapun kisah lahirnya Rotary seperti yang diulang-ulang oleh para Rotarian, mereka menceritakan kisah yang menarik: Bahwa seorang Kristen yang taat mendapati dirinya makan siang setiap hari di tempat kerjanya sendirian, dan melihat tetangga-tetangganya di pekerjaan lain juga makan siang masing-masing sendiri-sendiri. Maka pengacara ini mengusulkan kepada mereka agar mereka semua bertemu setiap hari dalam jamuan salah seorang dari mereka secara bergiliran untuk mempererat tali persaudaraan dan kasih sayang di antara mereka. Kisah yang menarik dan dapat diterima, mengandung banyak makna mulia, mengandung makna kebebasan dan kesetaraan seperti yang selalu mereka gembar-gemborkan dan nyatakan.

Adapun pengacara ini bernama Tuan “Paul Harris”, tempatnya di kota Chicago – sarang Masonik dunia di Amerika, dan waktunya adalah tanggal 1 Mei 1905 Masehi, ketika empat orang Yahudi dan Kristen mengumumkan pendirian klub pertama ini yang bernama Rotary Chicago. Keempat pengacara ini adalah “Paul Harris”, “Silvester Schiele”, “Gustavus Loehr”, dan “Hiram Shorey”. Mereka mengadakan pertemuan pertama di tengah kumpulan Masonik yang besar di kota Chicago di tempat yang sama yang kemudian dibangun markas klub Rotary yang bernama Chicago 177.

Dalam pertemuan ini “Paul Harris” menjelaskan idenya yang menurutnya “kata Rotary adalah kata bahasa Inggris yang berarti perputaran atau bergiliran.”

Ketika Rotary lahir, pertemuan-pertemuan diadakan di rumah-rumah anggota secara bergiliran dan kepemimpinan masih berputar di antara anggota secara bergantian. Mungkin organisasi paling hebat dalam organisasi adalah Yayasan Rotary yang tujuannya dapat diringkas dalam memperluas lingkup perkenalan dan mempererat tali persaudaraan dan kasih sayang antara bangsa-bangsa yang berbeda melalui dukungan proyek-proyek yang jelas dan efektif. Proyek-proyek ini memiliki ciri kemanusiaan, amal, atau pendidikan.

Pada tahun 1910, “Paul Harris” melihat pembentukan persatuan pertama antara klub-klub Rotary yang menyebar cepat di seluruh Amerika sebagai respons terhadap aktivitas perkumpulan-perkumpulan Masonik dan ajakan intensif mereka. Persatuan Rotarian ini mencakup enam belas klub yang merupakan hasil lima tahun dari 1905 hingga 1910.

Tokoh-Tokoh Terkemuka Rotary:

“Paul Harris” sang pendiri meninggal pada tahun 1947 Masehi setelah gerakan ini menyebar ke delapan puluh negara dan memiliki sekitar 6800 klub yang mencakup 327.000 anggota. Setelah “Paul Harris” meninggal, gerakan berpindah ke “Dublin” di Irlandia, sebagaimana juga menyebar di Inggris dan tempat lain semasa hidupnya.

Di Spanyol, klub Rotary didirikan pada tahun 1921 Masehi, namun ditutup dan tidak diizinkan untuk kembali beraktivitas di seluruh Spanyol. Di Palestina, klub Rotary didirikan pada tahun 1921 ketika negara Israel masih merupakan mimpi Zionis, dan cabang ini adalah yang paling awal di wilayah Arab.

Pada tahun tiga puluhan, cabang-cabang Rotary didirikan di Aljazair dan Maroko di bawah perlindungan penjajahan Prancis. Di Tripoli Libya juga terdapat cabang Rotary. Yaacov Brazilev dianggap sebagai ketua klub Rotary di Israel pada tahun 1974. Ia meninggalkan Israel menuju kota Sisilia untuk menghadiri konferensi yang diselenggarakan klub Rotary Italia, dan menyerukan bahwa konferensi itu akan menjadi konferensi Arab-Israel karena partisipasi delegasi dari beberapa negara Arab bersama delegasi Israel. Pembicara pertama dalam konferensi ini adalah Mukhtar Aziz wakil klub Rotary Tunisia, kemudian berbicara setelahnya Yaacov Brazilev yang Yahudi.

Pemerintahan Rotary dan Pemikiran serta Keyakinan Para Rotarian

Pemerintahan Rotary:

Kami telah menyebutkan bahwa klub-klub Rotary dunia mengikuti pusat umum di kota Evanston Amerika. Di London, Zurich, dan Paris terdapat cabang utama yang dipimpin sekretaris jenderal tetap sebagai wilayah penyinaran Rotary dan penghubung antara pusat utama dengan kumpulan-kumpulan internasional di sekitarnya yang memiliki hubungan dalam bentuk apapun dari bentuk-bentuk hubungan internasional.

Yayasan Rotary menetapkan sistem quasi-geografis khusus untuk dunia, di mana dunia dibagi menjadi sejumlah blok geografis berdasarkan kepadatan penyebaran klub-klub Rotary di setiap wilayah bumi. Setiap blok dari blok-blok Rotary ini membawa nomor khusus sebagai bagian dari pemerintahan dunia Rotary Latin yang berusaha dibentuk yayasan sebagai syarat dasar untuk mewujudkan perdamaian dunia yang diklaim.

Bagian pemerintahan dunia ini mungkin bagian dari suatu negara atau sejumlah negara dan disebut wilayah atau provinsi nomor sekian. Kepemimpinan setiap wilayah dari wilayah-wilayah ini di tingkat dunia terhubung langsung dengan pusat utama umum di Evanston melalui wakilnya di dunia atau wakil ketua yayasan dunia di sana. Pada saat yang sama, setiap wilayah Rotary diikuti sejumlah klub yang sebanding dengan kemampuan kontribusinya dalam mendukung yayasan dunia dengan uang, yang menentukan kemungkinan perluasan pendirian cabang-cabang baru dalam lingkup wilayah Rotary.

Dengan akhir tahun 1983 – pertengahan tahun Rotary 83-84, klub-klub Rotary di dunia mencakup 157 negara. Negara-negara Afrika dan Asia mendapat bagian terbesar dengan persentase mencapai 71% dari total klub, sementara bagian Eropa tidak lebih dari 23% dari total ini.

Pemikiran dan Keyakinan Para Rotarian:

Organisasi Rotary memiliki beberapa keyakinan:

Pertama: Tidak menganggap agama sebagai masalah yang bernilai baik dalam pemilihan anggota maupun dalam hubungan antar anggota. Mereka juga tidak memiliki pertimbangan apapun untuk masalah tanah air. Oleh karena itu, klub-klub Rotary mengajarkan individu-individunya daftar agama-agama yang diakui mereka secara setara. Agama-agama ini disusun menurut urutan abjad, seperti: Buddha, Kristen, Konfusius, Hindu, Yahudi, Muhammadiyah, dan di akhir daftar Taoisme. Taoisme adalah keyakinan Tiongkok yang muncul pada abad keenam sebelum Masehi yang percaya bahwa mencapai kebahagiaan hanya dapat dilakukan dengan merespons tuntutan naluri manusia dan memudahkan hubungan sosial dan politik antar manusia.

Para Rotarian melihat bahwa menghilangkan pertimbangan agama memberikan perlindungan bagi orang Yahudi dan memudahkan penetrasi mereka ke dalam semua aktivitas kehidupan. Hal ini jelas dari persyaratan klub-klub Rotary adanya satu atau dua orang Yahudi setidaknya di setiap klub mereka.

Juga dari pemikiran mereka bahwa amal menurut mereka harus dilakukan tanpa mengharapkan balasan material atau moral apapun. Ini bertentangan dengan konsep religius yang menghubungkan kerja sukarela dengan balasan berlipat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Klub-klub Rotary memiliki pertemuan mingguan dan anggota organisasi ini harus meraih enam puluh persen dari persentase kehadiran tahunan minimal. Adapun pintu keanggotaan klub-klub ini tidak terbuka untuk semua orang, tetapi seseorang harus menunggu undangan klub untuk bergabung berdasarkan prinsip seleksi.

Klasifikasi dalam klub-klub ini berdasarkan profesi utama. Mereka memiliki tujuh puluh tujuh profesi dalam klasifikasi mereka. Adapun buruh dilarang menjadi anggota klub, tidak dipilih dari buruh untuk keanggotaan klub-klub ini kecuali yang memiliki kedudukan tinggi. Mereka juga menjaga tingkat usia anggota dan bekerja menyuplai organisasi dengan darah baru dengan mendatangkan orang-orang di masa produktif.

Klub-klub Rotary mensyaratkan ada satu wakil untuk setiap profesi, dan tidak melanggar aturan ini kecuali saat diperlukan jika ingin memasukkan anggota yang dikehendaki atau mengeluarkan anggota yang tidak dikehendaki. Mereka juga mensyaratkan dalam dewan pengurus setiap klub ada satu atau dua orang dari ketua-ketua klub sebelumnya yaitu pewaris rahasia Rotary yang diturunkan dari pendiri klub-klub Rotary “Paul Harris”.

Salah seorang mantan anggota Rotary yang keluar dari klub-klub ini yaitu “Charles Martin” – yang menjadi anggota selama tiga tahun di salah satu klub Rotary – melakukan studi tentang Rotary dan menemukan sejumlah fakta:

Bahwa di antara setiap 421 anggota klub-klub Rotary, 159 anggota di antaranya termasuk Masonik dengan menegaskan kesetiaan pada Masonik sebelum klub. Dia juga menemukan fakta bahwa dalam beberapa kasus keanggotaan Rotary terbatas hanya pada Mason saja, seperti yang terjadi di klub Edinburgh di Inggris tahun 1921.

Dan terdapat dalam mahfil-mahfil Nancy di Prancis sebagai berikut: “Jika orang-orang Freemason membentuk sebuah perkumpulan bersama dengan yang lain, maka mereka tidak boleh membiarkan urusan tersebut berada di tangan orang lain, dan harus ada orang-orang administrasi di posisi-posisi mereka dengan tangan-tangan Freemason, sebagaimana harus berjalan dengan ilham dari prinsip-prinsip mereka.”

Klub-klub Rotary dianggap paling populer, dan paling kuat aktivitasnya ketika gerakan Freemason melemah atau padam, hal itu karena Freemason memindahkan aktivitasnya ke klub-klub Rotary hingga tekanan-tekanan tersebut hilang kemudian kembali ke keadaan semula.

Klub-klub ini saling mengunjungi satu sama lain, dan di beberapa kota terdapat dewan para ketua klub untuk koordinasi di antara mereka.

Akar-akar Pemikiran dan Ideologi Organisasi Rotary, Cara Masuk Anggota Baru di Dalamnya, dan Lambangnya

Akar-akar Pemikiran dan Ideologi Organisasi Rotary:

Kita mulai dengan kemiripan besar antara Freemason dan Rotary dalam masalah agama dan tanah air, dan dalam ketergantungan keduanya pada prinsip pemilihan, anggota tidak dapat mengajukan diri sendiri untuk bergabung, tetapi menunggu hingga dikirimkan kepadanya kartu undangan keanggotaan. Menurut mereka juga bahwa nilai-nilai dan jiwa yang diwarnai pada individu adalah satu dalam Freemason dan Rotary seperti ide kesetaraan, ide persaudaraan, dan ide kerjasama global. Jiwa berbahaya ini bertujuan untuk melelehkan perbedaan-perbedaan antar bangsa sebagaimana bertujuan untuk menghancurkan semua jenis loyalitas hingga manusia menjadi individu-individu yang tersesat dan terhilang, dan tidak tersisa kekuatan yang berpegang teguh kecuali orang-orang Yahudi yang ingin menguasai dunia.

Juga sesungguhnya Rotary dan yang serupa dengannya dari klub-klub bekerja dalam lingkup rencana-rencana Yahudi; dan itu melalui penguasaan Freemason atasnya, dan Freemason -sebagaimana kita ketahui- terhubung dengan Yahudi global secara teoritis dan praktis, dan modal organisasi-organisasi ini serta aktivitas-aktivitasnya kembali kepada orang-orang Yahudi pertama dan terakhir. Namun Freemason berbeda dengan Rotary; karena kepemimpinan Freemason dan kepalanya tidak dikenal, berbeda dengan Rotary yang dapat diketahui asal-usul dan pendirinya, tetapi tidak boleh mendirikan cabang Rotary apapun kecuali dengan pengesahan dari kepemimpinan organisasi internasional dan di bawah pengawasan kantor sebelumnya.

Klub-klub Rotary menyamarkan diri bahwa mereka bekerja dalam kerja kemanusiaan, dan itu untuk memperbaiki hubungan antara berbagai golongan, sebagaimana klub-klub Rotary menyamarkan diri bahwa mereka membatasi aktivitasnya dalam masalah-masalah sosial dan budaya, dan mencapai tujuan-tujuannya melalui pesta-pesta berkala dan ceramah-ceramah serta seminar-seminar yang mengajak kepada pendekataan antar agama dan menghapus perbedaan-perbedaan agama. Ini adalah tujuan yang diumumkan, adapun tujuan sesungguhnya dan maksud sebenarnya adalah agar orang-orang Yahudi berbaur dengan bangsa-bangsa lain atas nama persahabatan dan persaudaraan, dan melalui itu mereka sampai pada pengumpulan informasi yang membantu mereka dalam mencapai tujuan-tujuan ekonomi dan politik mereka, sebagaimana membantu mereka dalam menyebarkan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang membantu kemerosotan sosial. Dan ini menjadi pasti jika kita mengetahui bahwa keanggotaan klub-klub Rotary tidak diberikan kecuali kepada tokoh-tokoh terkemuka dan penting dalam masyarakat.

Cara Penyebaran Pemikiran Rotary Ini dan Cara Masuk Anggota Baru di Dalamnya:

Orang-orang Rotary memiliki cara mereka dalam memasukkan anggota baru dalam klub mereka dan mungkin orang terbaik yang mengungkapkan itu adalah salah satu dari mereka yang masuk bersama mereka dan mengenal mereka dari dekat dan menjelaskan itu setelah ia meninggalkan mereka dan bertaubat dari masuknya, dan ia telah menceritakan itu seraya berkata: “Saya menerima ucapan selamat dari banyak teman; karena saya telah menjadi anggota di klub Rotary, dan setiap orang menekan saya dengan cara tertentu dan sebagian mereka tidak cukup dengan menekan tangan namun memukul bahu saya atau mencubit saya sebagaimana gadis-gadis lakukan ketika pernikahan teman mereka karena iri hati, dan sangat wajar sekali bahwa saya menyamarkan kebahagiaan seperti pengantin wanita atau pengantin pria, dan karena itu saya membalas salam dengan yang lebih baik darinya, dan menekan tangan serta memukul bahu dan menggelengkan kepala saya dengan makna khusus seakan saya berkata: Insya Allah saya melihat kalian semua menjadi anggota Rotary, dan kami yang terdahulu dan kalian yang menyusul.”

Ia melanjutkan “Dan saya lupa mengatakan: bahwa pertemuan Rotary adalah di hotel Hilton, telah diberitahu sebelumnya bahwa harga-harga di hotel ini dari api, satu sesi kadang memakan waktu tiga jam makan dan minum serta tertawa dan main-main saja, hingga ia berkata: Saya tidak tahu apa yang dapat dilihat atau diketahui atau dimanfaatkan seseorang dari sisa-sisa tiga jam duduk makan minum duduk tersenyum terjepit terkurung seperti banteng Spanyol hampir tidak melihat dunia kecil di tangan ketua klub hingga ia berdiri bertepuk tangan tanpa sebab dan tanpa kesempatan, dan beberapa situasi pribadi mengejek yang terjadi dari klub, orang ini memberitahukan tentang penerimaan klub-klub ini untuk anggota-anggota mereka dari sini dan sana di atas meja-meja mewah dan di hotel-hotel mewah tanpa ia melihat pekerjaan apapun yang mereka lakukan atau pelayanan yang mereka sebutkan selain kehadiran berulang ini, dan betapa banyaknya garpu dan pisau dilempar selama makan ketika disebutkan bahwa tuan si anu datang dari Jepang, dan bahwa ia menyampaikan kepada yang hadir salam teman-teman kolega di sana, dan setelah sebentar meninggi tepuk tangan untuk kehadiran tuan si anu yang datang dari India dan tuan si anu dan begitu seterusnya sesi berlanjut makan dan minum serta penerimaan dan tepuk tangan dan main-main, dan akhirnya saya merasa sesak dengan keadaan ini dan berkata pada diri saya: Apa yang saya peroleh dari klub ini selain main-main dan makan, maka saya memutuskan bahwa kehadiran saya hanyalah membuang-buang waktu maka saya meninggalkan mereka dengan urusan mereka…” hingga akhir apa yang diceritakan anggota ini.

Telah tampak dari perkataannya bahwa klub-klub Rotary hanyalah untuk main-main dan membuang-buang waktu, dan bahwa mereka tidak pada sesuatu, bahkan mereka adalah lelucon dan bukan keseriusan. Yang tampak dalam hal ini bahwa harta-harta banyak yang tidak terhitung ini dan ia dihabiskan dan di tempat-tempat dari tempat terpilih dan kerumunan dari berbagai lapisan manusia tidak masuk akal bahwa para pengurus klub-klub ini menghabiskannya dan membelanjakannya sia-sia tanpa manfaat selain memberikan pelayanan-pelayanan gratis ini untuk pemilik klub-klub tersebut, tetapi yang tampak bahwa mereka menghabiskan harta-harta ini dalam pertemuan-pertemuan tersebut dan di istana-istana termewah untuk beberapa keuntungan yang kami sebutkan di antaranya:

Pertama: Menjamin loyalitas para anggota kepadanya, karena salah satu dari pendahulu berkata: “Tidaklah saya menaruh tangan saya di mangkuk seseorang kecuali saya merasa hina kepadanya”, dan anggota-anggota Rotary pada umumnya dari lapisan-lapisan terkenal dan dari pemilik kekuasaan dan kedudukan.

Kedua: Agar orang-orang Freemason yakin dari terlepasnya anggota-anggota Rotary dari agama mereka dan tanah air mereka serta kehormatan mereka, bahkan menenggelamkan mereka dalam main-main dan kesia-siaan, dan siapa yang sampai pada tingkat ini maka tidak diharapkan darinya kebaikan, tidak diharapkan darinya membebaskan tanah yang dinajiskan Yahudi, dan tidak ada penyesalan sedikit pun pada dirinya atas hilangnya Yerusalem atau bahkan atas Islam seluruhnya.

Ketiga: Mendirikan propaganda di atas pundak para anggota untuk semua yang diinginkan Freemason Yahudi dari pemikiran-pemikiran dan pendapat-pendapat; karena keberadaan pedagang dan wartawan serta guru dan pegawai dalam pengaruh mereka adalah keuntungan besar dan keuntungan apapun, dan siapa yang aman sisinya mudahlah bagimu berhati-hati darinya, dan ketika anggota Rotary menyatakan dengan penuh mulutnya: tidak ada agama dan tidak ada tanah air dan tidak ada perbedaan antar bangsa, dan bahwa agama baru ini adalah nilai-nilai Rotary dan ia adalah kemanusiaan yang ditafsirkan sebagaimana senang bagi penganutnya bukankah ini keuntungan yang dicapai oleh para anggota pemilik klub-klub ini?!.

Dan kita tidak lupa kisah dua orang yang diminta oleh orang-orang musyrik untuk mempersembahkan sesuatu apapun kepada berhala-berhala mereka, maka salah satu dari mereka menolak mendekat walaupun seekor lalat maka mereka membunuhnya, dan yang lain rela dan mendekatkan seekor lalat maka mereka memujinya dan membiarkannya pergi dengan terhormat dan dimuliakan oleh mereka, mengapa? Karena mereka memandang meraih loyalitas seseorang dan ketundukannya kepada mereka serta keridhaannya terhadap perbuatan mereka lebih dari memandang keuntungan-keuntungan material lainnya. Begitulah keadaan berkenaan dengan para pengurus klub-klub tersebut yang meraih tepuk tangan kelompok-kelompok itu, dan mengulang-ulang pemikiran mereka serta berdiri di sisi mereka dalam semua masalah, dan yang paling penting dari masalah-masalah ini adalah tidak menyakiti orang-orang Yahudi dengan sedikit pun penyakitan, dan menggabungkan suara-suara mereka kepada mereka selain dari keuntungan-keuntungan lain yang memiliki pengaruh efektif dalam perilaku para anggota dan loyalitas mereka.

Lambang Rotary:

Telah disebutkan sebelumnya bahwa orang-orang Rotary mengambil dari roda bergigi sebagai lambang mereka, roda bergigi berbentuk gigi roda di tengahnya lubang di dalamnya enam batang di atasnya dua puluh empat gigi dengan warna emas dan biru, dan di dalam lingkaran roda bergigi ini bersatu enam titik khayal dengan menghubungkannya tampak gambar bintang segi enam yang dipeluk -sebagaimana kita katakan- oleh kata rotary dan dunia, ditulis dengan satu garis di dalam ketebalan lingkaran.

Sebagaimana orang-orang Rotary menggunakan lambang-lambang lain seperti bulir gandum dan dua tangan berjabatan serta mata satu dan telinga satu dan lonceng serta palu dan lentera yang dipotong dengan pedang.

Bukti-bukti tentang Kefreemasonan Rotary, dan Cara Bergabung serta Kualifikasi Promosi, dan Komite-komite Klub-klub Mereka

Beberapa Bukti bahwa Rotary adalah Perkumpulan Freemason:

Telah menjadi sangat jelas untuk mata bahwa organisasi Rotary dan klub-klubnya memiliki hubungan dengan Freemason jika bukan ia adalah Freemason kelahiran tujuannya.

Dan dari bukti-bukti tersebut adalah apa yang disebutkan Dr. Ahmad Shalabi dalam kitabnya (Al-Yahudiyyah) mengutip dari salah seorang ulama yang berkata: “Sesungguhnya kelompok pertama yang memikul beban mendirikan Rotary dan Lions adalah anggota-anggota di mahfil-mahfil Freemason, dan itu di Chicago, dan telah dimulai aktivitas Rotary tahun 1905 dan aktivitas Lions tahun 1917, dan adalah sebagian pengacara dari yang lesulah pasar mereka dan mengarah untuk keuntungan dengan cara apapun adalah mereka yang mendirikan klub-klub ini.”

Dan dari bukti-bukti juga bahwa Rotary adalah perkumpulan Freemason bahwa pendirinya “Paul Harris” adalah Freemason mendalam yang memiliki hubungan erat dengan Zionisme global, dan telah berkata Menteri Dalam Negeri Mesir terdahulu Abdul Azim Fahmi dalam perayaan umum: “Sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kelompok pertama yang mendirikan klub Rotary di Mesir, dan berkeliling di sekitar klub ini kecurigaan-kecurigaan banyak”, dan karena itu ditutup klub-klub Rotary dua kali di Mesir di masa menteri dalam negeri ini, ketika wartawan bertanya kepadanya dan mengapa anda hadir sekarang pertemuan-pertemuan klub-klub ini? Ia berkata: “Hingga saya mengetahui apa yang mereka lakukan”, dan berkata: “Saya berusaha menyia-nyiakan waktu.”

Dan dari bukti-bukti juga bahwa Rotary adalah organisasi Freemason: bahwa lambang Rotary adalah lambang Freemason itu sendiri yaitu dua segitiga bersilangan yang membentuk bintang segi enam yaitu bintang Daud. Dan ketika Damaskus menutup klub-klub Rotary ia berkata dalam pernyataan yang keluar darinya dalam hal ini: “Sesungguhnya klub-klub ini dianggap anak sungai bagi Freemason.”

Ya ini adalah kenyataan sesungguhnya orang-orang Rotary berstatus mata-mata bagi Freemason Yahudi di setiap negara yang mereka datangi, dan orang-orang Rotary ini memancing dengan undangan mereka setiap orang yang mereka lihat di belakangnya manfaat bagi mereka dengan kedudukan atau harta atau kekuasaannya untuk mengambil manfaat darinya secara material dan moril, begitu juga mereka memancing sisa rakyat jelata yang mereka manfaatkan dalam hal-hal paling rendah dalam menyebar desas-desus dan menyebar propaganda serta menyebar berita yang menguntungkan kepentingan Yahudi dengan cara langsung atau tidak langsung. Yang paling ditekankan berkenaan dengan yang masuk adalah memahami mereka bahwa ikatan persaudaraan seharusnya berada di atas ikatan agama atau tanah air, dan persaudaraan ini dimaksudkan pada akhirnya meleburkan masyarakat-masyarakat dan melarutkannya di dalam entitas Yahudi agar berakhir permusuhan yang mengakar pada bangsa-bangsa berkenaan dengan orang-orang Yahudi, permusuhan itu yang disebabkan oleh kebencian orang-orang Yahudi dan ketamakan mereka serta kesombongan mereka atas seluruh manusia, dan penghinaan mereka terhadap penyelisih mereka sepanjang sejarah dan tidak meleburnya mereka dalam masyarakat manapun yang mereka tinggali di dalamnya.

Bergabung ke Rotary dan Kualifikasi Promosi Rotary:

Adapun tentang cara bergabung anggota ke klub-klub Rotary; maka tidak ada hak siapapun sama sekali untuk meminta bergabung; di mana tidak terdapat syarat-syarat terbuka bagi yang ingin bergabung untuk melihatnya atau mengetahuinya atau memenuhi syarat dirinya untuknya, namun yang telah menjadi kebiasaan bahwa setiap anggota dari anggota-anggota pendiri atau senior berjanji dan biasanya mereka adalah ketua-ketua terdahulu untuk klub-klub Rotary lama pendiriannya atau mereka dari yang mempraktikkan aktivitas-aktivitas semacam ini melalui mahfil-mahfil Freemason sebelum penutupannya di negara-negara kita, setiap anggota berjanji dengan membatasi spesialisasi-spesialisasi profesi dan teknis serta akademis yang dibutuhkan oleh klubnya yang baru, yang harus meliputi satu dari setiap spesialisasi pekerjaan, kemudian ia berusaha melalui perluasan wilayah perkenalan dan hubungan dengan yang lain memantau siapa yang dibawa takdir dalam jalannya dari pemilik spesialisasi-spesialisasi ini dan membandingkan antara mereka. Jika pilihan jatuh pada seseorang dari orang-orang maka diletakkan dalam lingkaran penelitian dan penyelidikan, kemudian ia mendapati dirinya diundang dari salah satu pilihan kaum yang dekat kepadanya atau dari yang memiliki hubungan dengannya, dan begitu seterusnya.

Dan dengan cepat tamu mendapati permohonan untuk bergabung di tangannya yang mensyaratkan rekomendasi dua dari anggota klub dan begitu seterusnya, dan jika terpenuhi syarat-syarat dan spesifikasi maka komite perluasan Rotary menerima permohonan, dan menandatanganinya dengan persetujuan, kemudian mengangkatnya kepada ketua klub yang mengumumkan dalam pertemuan berkala pertama kepada yang hadir keinginan pemohon untuk bergabung ke klub.

Adapun tentang kualifikasi promosi Rotary maka dengan permulaan setiap tahun Rotary yaitu tanggal satu Juli setiap tahun dilakukan pemilihan ketua klub untuk tahun berikutnya; di mana dilakukan pencalonan dan pemilihan sebelum memegang kekuasaan dengan satu tahun hingga disediakan kesempatan kualifikasi untuk memegang kepemimpinan melalui gesekannya yang berkelanjutan dengan ketua yang mempraktikkan dan yang berlanjut masa kepemimpinannya satu tahun Rotary.

Komite-komite Klub-klub Rotary:

Sesungguhnya klub-klub Rotary meliputi tiga klub internal; di antaranya Al-Anruwil yaitu klub wanita-wanita Rotary, dan Rotaract yaitu klub pemuda, dan Interact yaitu klub perintis Rotary.

Klub-klub ini juga dibagi seperti halnya Rotary pria ke pembagian-pembagian geografis dunia setiap bagian darinya membawa nama wilayah, dan membawa nomor khusus dengannya sesuai perannya dalam pendirian; klub-klub Rotaract mereka adalah anak-anak dan saudara-saudara serta putri-putri dan saudari-saudari anggota dan anggota wanita klub-klub Rotary dan Al-Anruwil, dari yang tidak kurang umurnya dari delapan belas tahun, dan tidak lebih dari dua puluh delapan tahun. Mereka berstatus barisan kedua yang berpartisipasi dengan semua yang dimilikinya dari kekuatan dan tenaga dalam melaksanakan apa yang dihambat oleh fungsi-fungsi dan wibawa serta kemampuan para anggota dan anggota wanita dari para ayah dan ibu dalam melakukannya; sehingga diserahkan kepada mereka tugas-tugas mengunjungi panti-panti dan rumah-rumah yatim serta penghiburan, dan di tempat-tempat ini yang umumnya mengumpulkan antara gadis-gadis dan anak laki-laki, dan mereka mencari bantuan atau pertolongan apapun atas nama perkumpulan-perkumpulan atau rumah-rumah yang menampung mereka pergi gadis-gadis Rotaract dan pemuda-pemudanya membawa hadiah-hadiah simbolis di tangan dan di tangan lain bergandengan dan saling mencintai serta bersaudara dan setara serta berdamai secara dunia dan lokal; dan begitulah tersebar kemerosotan di antara pemuda-pemuda ini.

Dan semoga Allah shallallahu ‘alaih wa sallam memberikan shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang amanah dan kepada keluarga dan sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 04: Klub Lions

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Keempat

(Klub Lions)

Definisi klub Lions, ide-ide anggotanya dan keyakinan mereka

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan sholawat serta salam atas yang paling mulia di antara para rasul dan penutup para nabi, yaitu pemimpin kami Muhammad sang nabi yang terpercaya, serta atas keluarganya dan seluruh sahabatnya.

Adapun sesudah itu:

“Lions”: Definisi Lions dan Pendiriannya

Definisi Klub Lions:

Adapun kata Lions, makna bahasanya adalah singa, dan merupakan nama untuk sekelompok klub yang tersebar di seluruh dunia. Klub-klub ini -klub Lions- bersifat sosial dan amal secara lahiriah saja, namun dalam kenyataannya tidak lebih dari satu di antara organisasi-organisasi dunia yang tunduk pada Freemasonry yang dikelola oleh jari-jari Yahudi dengan tujuan merusak dunia dan menguasainya. Sebab orang-orang Yahudi -sebagaimana telah disebutkan sebelumnya- telah mahir dalam menciptakan berbagai cara untuk mencapai tujuan mereka, maka mereka mendirikan beberapa perkumpulan dengan nama-nama yang berbeda. Tugas perkumpulan-perkumpulan ini adalah menarik orang-orang cerdas dan yang peduli dengan kerja ke dalam kandang mereka, yaitu dengan cara menggoda mereka dengan berbagai godaan berupa uang dan segala jenis kenikmatan lainnya. Orang yang masuk ke dalam klub-klub ini mungkin tidak menyadari apa yang mereka inginkan darinya kecuali setelah terlambat, setelah ia masuk ke dalam jaring mereka dan mereka mengambil janji darinya serta mengancam, membujuk, dan menakut-nakutinya. Orang malang itu tetap menjadi hamba yang hina bagi organisasi ini yang berkedok nama menyesatkan dan menipu. Perkumpulan-perkumpulan yang banyak ini di antaranya -sebagaimana telah disebutkan- Rotary, Lions, B’nai B’rith dan lainnya.

Pendirian Klub Lions dan Tokoh-tokoh Terkemuka dalam Klub-klub Ini:

Adapun awal mula -awal mula klub-klub ini- adalah pada musim panas tahun 1915 Masehi ketika pendiri klub-klub ini yaitu “Melvin Johnson” mengajak pada ide ini. Ide ini adalah mendirikan klub-klub yang menampung para pebisnis saja dari berbagai penjuru Amerika Serikat. Klub pertama yang didirikan dari jenis ini adalah di kota “San Antonio” di Texas. Sebagian peneliti meyakini bahwa klub-klub ini adalah perpanjangan dari kelompok B’nai B’rith, dan B’nai B’rith artinya anak-anak perjanjian, yang didirikan pada tahun 1834 Masehi di kota “New York” oleh sekelompok Yahudi Jerman. Kelompok B’nai B’rith dipimpin oleh “Henry Jones” yang berhijrah ke Amerika dan menetap di sana, dan dari sana menyebarkan ajaran perkumpulan ini.

Kelompok B’nai B’rith adalah salah satu perkumpulan Freemason kuno yang tugas utamanya adalah memata-matai untuk kepentingan Yahudi, mempelajari kondisi yang mengelilingi mereka, mengetahui apa yang berkembang berupa ide-ide yang menentang mereka, bahkan menyusup ke posisi-posisi berpengaruh dan kekuasaan dengan mendirikan perkumpulan-perkumpulan dengan nama berbeda untuk membela Yahudi.

Kelompok ini -kelompok B’nai B’rith- memiliki pengaruh yang sangat kuat di Amerika, dalam bidang sosial, budaya, dan politik. Jika Anda ingin mengetahui sejauh mana pengaruh mereka di Amerika, maka lihatlah bagaimana Amerika melayani Israel dengan pengabdian yang jelas sambil mengabaikan kepentingannya dengan Arab dan Muslim. Ia -kelompok B’nai B’rith- adalah perkumpulan Yahudi murni khusus untuk Yahudi yang bertujuan memiliki Palestina. Mereka telah mendirikan di Palestina pada awalnya sebuah desa dekat Yerusalem dan terus bekerja keras dan aktif untuk memiliki Palestina berdasarkan apa yang diberikan kepada mereka oleh penyusun Talmud dan Taurat yang telah diubah mengenai hak mereka atas Palestina, dan pemerintahan mereka atas seluruh dunia, karena mereka -sebagaimana diklaim- adalah umat pilihan Allah.

Salah seorang rabi Freemason mengatakan tentang hubungan B’nai B’rith dengan Freemasonry: “B’nai B’rith tidak lain adalah pengganti sementara Freemasonry, dan ketika gerakan Freemason mampu mengakui bahwa ia bersifat Yahudi dalam hakikat dan tujuannya, maka loji-loji biasa akan cukup untuk menjalankan kewajiban.” Sebagaimana kita katakan dan bicarakan tentang klub Lions bahwa ia adalah perpanjangan dari perkumpulan ini, perkumpulan B’nai B’rith. Sebab pada Mei 1917 munculah organisasi dunia klub Lions ke permukaan, dan mengadakan pertemuan pertamanya di markas klub Rotary tertua di dunia yang berada di Chicago Amerika.

Tujuan pendirian klub Lions adalah agar klub-klub ini menjadi pengganti klub-klub Freemason sebelumnya jika Freemasonry terbongkar, atau klub-klub ini ditutup atau dianiaya, maka klub Lions akan menjadi pengganti yang menikmati penampilan sosial yang menarik dan menipu serta layanan perbaikan amal. Adapun kenyataannya, Lions mengikuti dengan cara tertentu organisasi Freemason Zionis.

Ide dan Keyakinan Klub Lions:

Pertama: Klub Lions berpura-pura seperti klub-klub Freemason lainnya dengan menyerukan slogan-slogan menarik seperti persaudaraan, kebebasan, dan kesetaraan. Slogan-slogan menarik ini tujuannya adalah menipu orang dan menghiasi kebatilan serta menangkap orang buta untuk masuk ke dalam kelompok mereka guna mencapai tujuan mereka. Slogan-slogan menarik ini mereka lontarkan dengan maksud membius orang dan memperdaya mereka. Mereka berkata sebagaimana dikatakan Zionis dalam protokol mereka: “Dahulu kamilah yang pertama berteriak pada manusia tentang kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan.” Kata-kata ini terus diulang sejak itu oleh burung beo bodoh yang berkumpul dari mana-mana, dan dengan pengulangannya telah merampas keberhasilan dunia sebagaimana merampas kebebasan pribadi sejati individu yang ada sebelumnya. Mereka mengatakan: Sesungguhnya kata kebebasan menjerumuskan masyarakat dalam perselisihan dengan semua kekuatan, bahkan kekuatan alam dan kekuatan Allah, dan itulah sebabnya ketika kita merebut kekuasaan, kita harus menghapus kata kebebasan dari kamus kemanusiaan. Mereka juga mengatakan: Sesungguhnya teriakan kita tentang kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan telah membawa pasukan lengkap ke barisan kita dari keempat penjuru dunia melalui wakil-wakil kita yang bodoh, dan pasukan ini telah membawa panji-panji kita dengan gembira sementara kata-kata ini seperti banyak cacing membakar kebahagiaan manusia dan menghancurkan kedamaian serta kestabilan mereka. Pekerjaan ini telah membawa kemenangan bagi kita, karena memungkinkan kita antara lain memainkan peran as dalam kartu permainan mahal, yaitu menghancurkan hak istimewa, dengan kata lain memungkinkan kita menghancurkan eksistensi aristokrasi bangsa-bangsa yang merupakan perlindungan satu-satunya negara-negara terhadap kita.

Sebagaimana klub Lions seperti semua klub Freemason melarang perdebatan dalam masalah politik, akidah, dan agama, namun mereka sebenarnya adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mempengaruhi politik dan kekuasaan, bahkan mereka bersemangat untuk berada di atas kekuasaan.

Salah seorang dari mereka berkata: “Sesungguhnya Freemasonry tidak campur tangan dalam agama dan politik, tetapi dialah yang membalikkan tatanan dunia dalam Revolusi Prancis, Amerika, dan Rusia.” Dalam salah satu buku mereka kita baca: “Sudah menjadi kewajiban bahwa Freemasonry menjadi pemimpin partai-partai politik, memimpin mereka dan tidak dipimpin oleh mereka.”

Kedua: Klub Lions berpura-pura bekerja dalam bidang layanan ilmiah dan budaya, menyebarkan makna kebaikan, kerjasama, persaudaraan, dan kesetaraan antar bangsa. Mereka melakukan dalam kenyataannya karya amal yang luas cakupannya dengan berbagai tujuan dan banyak cara. Mereka melakukan itu bukan untuk tujuan berbuat kebaikan, melainkan untuk menutupi tujuan sesungguhnya yang mereka perjuangkan demi melayani tujuan dan kepentingan Yahudi dunia.

Ketiga: Klub Lions mendorong pertukaran kunjungan, perjalanan, dan pertemuan, dan berpura-pura bahwa tujuan mereka dari kunjungan, perjalanan, dan pertemuan ini adalah mengembangkan dan menyebarkan makna kebaikan dan kerjasama antar bangsa yang berbeda. Namun kenyataannya mereka menyerukan semua ini jauh dari ikatan akidah dan agama, dengan tujuan berkontribusi dalam menyebarkan kemerosotan moral di antara masyarakat.

Keempat: Klub Lions menyerukan perhatian pada kesejahteraan sosial.

Kelima: Klub Lions bekerja menyebarkan pengetahuan dengan segala cara yang mungkin, juga membantu orang buta dan memberikan layanan bagi lingkungan lokal tempat mereka berada untuk berusaha berkontribusi dalam meringankan kesulitan hidup sehari-hari warga, serta mendukung proyek-proyek amal dan proyek PBB dan lainnya.

Semua ini sebagaimana telah disebutkan sebelumnya hanyalah pura-pura melayani manusia, dan pura-pura mencintai kebaikan, membantu yang lemah dan membutuhkan serta memperhatikan keadaan mereka. Namun mereka menyembunyikan seruan mereka untuk berbelaskasih pada Yahudi dan menghormati mereka, dan bahwa seruan kemanusiaan mencakup mereka seperti anak Adam lainnya tanpa memandang agama atau ras.

Syarat Keanggotaan di Klub Lions dan Struktur Organisasinya

Syarat Keanggotaan di Klub Lions:

Syarat keanggotaan di klub Lions tidak jauh berbeda dengan syarat keanggotaan di klub Freemason, Rotary, B’nai B’rith dan sejenisnya. Namun ia berbeda dari klub-klub Freemason ini karena di klub Lions dibolehkan perwakilan satu profesi lebih dari dua anggota, sementara klub lain seperti Rotary mensyaratkan setiap profesi diwakili satu anggota kecuali dalam keadaan darurat atau kebutuhan. Di klub Lions juga seperti Rotary, tidak ada yang bisa mengajukan permohonan keanggotaan untuk bergabung, melainkan klub-klub inilah yang memilih dan menawarkan kepada seseorang jika mereka melihat kepentingan bagi mereka dalam atau pada orang tersebut. Klub-klub ini bukan buka keanggotaan untuk semua orang bahkan tidak untuk kalangan tertentu, melainkan melalui penunjukan dari klub itu sendiri.

Klub Lions mensyaratkan anggota harus dari kalangan pebisnis terkemuka, dan ini adalah bentuk diskriminasi yang membongkar klaim mereka bahwa mereka menyerukan kebebasan dan kesetaraan. Di mana kebebasan? Di mana kesetaraan? Tidak ada tempat untuk orang miskin di klub-klub ini!! Bahkan anggota harus dari kalangan atas dan pemilik posisi terhormat atau pemilik harta dan kekuasaan.

Mereka berpandangan sebagaimana kata salah seorang Freemason: “Kita tidak bisa mencapai tujuan kita kecuali melalui para pembesar, dan para pangeran adalah tiket masuk, maka masukkan mereka ke Freemasonry dan jangan kalian bongkar tujuan kita kepada mereka.”

Demikian mereka memasukkan kelompok selebriti dari pemilik posisi besar dalam masyarakat, dan orang-orang ini ditempatkan di tingkat pertama yang hanya melihat wajah penipu mereka melalui pesta, perjalanan, dan penampilan persaudaraan kemanusiaan.

Adapun tugas selebriti dan tokoh-tokoh ini adalah menjamin menjauhkan kecurigaan dari mereka dari segala sisi, tugas mereka juga agar orang lain tertipu oleh mereka sehingga maju untuk bergabung dengan institusi-institusi ini dari sisi lain, dan dari sisi ketiga mereka memanfaatkan mereka dalam memudahkan kepentingan mereka dalam masyarakat. Karena itu kita perhatikan bahwa anggota klub-klub ini memiliki kedudukan di semua negara dunia, dan bahwa ke mana pun mereka pergi dan di mana pun mereka berada, semua pintu terbuka bagi mereka, mereka menginap di hotel-hotel paling mewah dan termegah.

Klub Lions juga mensyaratkan tempat kerja anggota berada di wilayah yang sama dengan klub yang akan dimasuki. Setiap anggota diwajibkan mencapai persentase kehadiran dalam rapat mingguan tidak kurang dari 60% per tahun. Mereka melarang keras masuknya orang-orang beraqidah kuat; yaitu pemilik akidah dan yang memiliki ghirah nasional tinggi. Mengapa? Karena orang-orang ini tidak cocok untuk menyebarkan ide mereka. Mereka hanya menginginkan yang tidak berpegang pada akidah, tidak berkomitmen pada prinsip, dan tidak cemburu pada tanah air.

Klub-klub ini menarik pemuda dan pemudi untuk menjaga tingkat usia muda serendah mungkin guna mempertahankan vitalitas klub yang permanen selain kemudahan mempengaruhi mereka. Mereka menarik wanita dari istri-istri pejabat tinggi, sebagaimana diserahkan kepada istri-istri dan wanita-wanita ini tugas menghubungi tokoh-tokoh besar dan mereka memiliki klub khusus untuk mereka, disebut klub wanita Lions. Klub-klub ini melakukan aktivitas yang sama dengan yang dilakukan klub Lions, dan bertujuan mencapai tujuan yang sama.

Struktur Organisasi Klub Lions:

Struktur organisasi klub Lions menyerupai struktur organisasi klub Rotary. Klub Rotary memiliki loji di sebagian besar kota dunia, dan setiap loji berdasarkan ketundukan organisasi Freemason dunia mengikuti loji lain yang lebih besar darinya. Pada tahap ini loji yang diikuti beberapa loji disebut loji regional, dan ini pada gilirannya tunduk pada loji-loji besar di ibukota-ibukota dunia yang memiliki kepentingan khusus dalam tujuan Freemasonry induk.

Demikian pula klub Lions membagi dunia menjadi beberapa kelompok geografis, dan pembagian ini berdasarkan kepadatan penyebaran klub, dan menetapkan untuk setiap kelompok nomor khusus. Satu kelompok terdiri dari satu negara atau beberapa negara, dan kelompok ini disebut wilayah atau provinsi nomor sekian. Kepemimpinan setiap wilayah di tingkat dunia terhubung langsung dengan pusat umum klub Lions. Sebagai contoh, kelompok negara-negara Arab berada di wilayah 352. Ini tentu untuk memudahkan kontrol dan penguasaan klub-klub ini, dan dengan demikian mengarahkannya untuk melayani berbagai tujuan Lions, yang bersumber dari melayani berbagai tujuan dan sasaran Zionis.

Adapun struktur organisasi internal klub Lions adalah sebagai berikut:

Setiap klub terdiri dari ketua dan wakil ketua atau lebih, sekretaris, bendahara, dan dewan pengurus yang terdiri dari 12 anggota dengan syarat di antara mereka ada satu atau dua orang mantan ketua klub untuk tujuan mengencangkan cengkeraman pada dewan agar tidak menyimpang pada jalur apa pun yang tidak mereka inginkan untuk klub mereka. Terakhir, komite-komite beragam yang dibentuk oleh dewan untuk mencakup sistem yang berbeda seperti: komite masyarakat, komite media, komite hubungan masyarakat, komite keanggotaan, komite layanan klub, komite pengembangan; dan komite-komite berbeda lainnya.

Bahaya Klub Lions dan Benih-benih Pemikiran serta Akidahnya

Bahaya Klub Lions:

Bahaya klub-klub ini terletak pada banyak hal yang kami peringatkan pada sebagiannya sebagai contoh dan bukan batasan, maka kami katakan:

Pertama: Bahwa aktivitas amal lahiriah klub-klub ini merupakan perangkap untuk menangkap mereka yang tidak mengetahui hakikatnya, dan menyembunyikan di baliknya tujuan sesungguhnya, dan dalam hal ini ada penipuan dalam penipuan.

Kedua: bahwa klub-klub ini dicirikan oleh perencanaan yang teliti dan organisasi yang rapi serta bekerja atas dasar kerahasiaan dalam mengumpulkan informasi.

Ketiga: bahwa mereka mengetahui rahasia-rahasia profesi melalui pertemuan mereka dengan para pemilik profesi yang berbeda-beda yang terwakili di dalam klub, yang memberikan mereka kemampuan untuk mengendalikan pasar lokal, dan dengan demikian mereka mengendalikan pasar dunia, dan ini juga membantu mereka untuk campur tangan dalam urusan ekonomi negara, dan mengarahkannya sesuai dengan keinginan mereka.

Keempat: bahwa mereka mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan urusan politik dan agama negara tempat mereka bekerja, dan mengirimkannya ke pusat organisasi dunia yang pada gilirannya mengambil informasi tersebut, dan melakukan analisis terhadap data-data ini serta menyusun rencana-rencana yang diperlukan dan sesuai untuk menghadapinya.

Kelima: mereka selalu mengulang-ulang slogan “agama untuk Allah dan tanah air untuk semua”.

Keenam: bahwa mereka menerapkan prosedur keamanan yang ketat di sekeliling dewan pengurus klub-klub ini.

Ketujuh: bahwa sumber daya dan sarana mereka diselimuti kegelapan yang sangat tebal dan mereka tidak mengumumkannya.

Kedelapan: bahwa Islam bagi mereka berdiri sejajar dengan agama-agama lain baik yang samawi maupun yang buatan manusia, ini dari segi lahiriah, adapun kenyataannya mereka lebih banyak bermakisiat terhadapnya dibanding terhadap yang lain, karena mereka mengajarkan kepada anggota-anggotanya daftar agama-agama yang diakui oleh mereka dengan kedudukan yang sama yang disusun berdasarkan urutan abjad sesuai huruf-huruf abjad seperti Budha, Kristen, Konfusius, Hindu, dan Muhammadiyah, dan di akhir daftar adalah Taoisme, yaitu kepercayaan Tiongkok yang muncul pada abad keenam sebelum Masehi, yang percaya bahwa pencapaian kebahagiaan dilakukan dengan merespons tuntutan naluri-naluri manusia. Namun klub-klub ini pada kenyataannya tidak peduli dengan agama-agama, bahkan selalu mengajak untuk melepaskan diri dari agama-agama tersebut. Dan dapat diamati dari susunan agama-agama mereka beberapa hal di antaranya:

Pertama: pencampuran antara agama-agama samawi dengan mazhab-mazhab pemikiran dan filsafat-filsafat manusia; karena Konfusianisme adalah filsafat manusia dan bukan agama samawi, demikian juga Budha dan Hindu adalah mazhab-mazhab pagan bukan agama-agama samawi, tetapi mereka bertujuan dari hal itu untuk menjatuhkan mahkota kesucian dari agama-agama samawi dengan mencampurkannya dengan mazhab-mazhab manusia.

Kedua: dari pengamatan terhadap susunan agama-agama mereka juga bahwa mereka tidak menyebut Islam dengan namanya, melainkan mereka berusaha menghubungkannya dengan pribadi Nabi shallallahu alaihi wa sallam, karena mereka mengatakan: Muhammadiyah, dengan menempatkannya dalam daftar filsafat-filsafat manusia yang dinisbahkan kepada pemiliknya, agar mereka mengira orang-orang bahwa Islam bukanlah agama samawi, dan dapat diamati bahwa nama ini -Muhammadiyah- adalah nama yang diambil oleh para orientalis untuk meremehkan Islam.

Dan dari bahaya Lions juga bahwa mereka fokus dalam dakwah, ceramah dan pertemuan mereka pada menonjolkan kedudukan tertentu bagi Israel dan rakyatnya, sebagaimana mereka melakukan promosi terhadap ide-ide Zionis di kalangan anggota-anggotanya, sebagaimana mereka mengadakan perjalanan, kunjungan dan pesta-pesta campur dan maksiat yang menari dengan slogan kampanye dan pesta-pesta amal.

Dan Majma Fiqhi telah mengeluarkan dalam sesi pertamanya yang diselenggarakan di Makkah Al-Mukarramah keputusan yang menjelaskan bahwa prinsip-prinsip gerakan Freemasonry, Lions dan Rotary bertentangan secara total dengan prinsip-prinsip Islam.

Benih-benih Pemikiran dan Akidah Klub Lions:

Dan sebagaimana kita lihat bahwa klub-klub Lions pada hakikatnya tidak keluar dari lingkaran Freemasonry yang mereka ikuti, maka benih-benihnya sama, dan Freemason sebagaimana kita ketahui mengambil pemikiran-pemikiran mereka tentang ketuhanan, agama-agama, wanita dan pemikiran-pemikiran lainnya dari ide-ide Zionis yang muncul dari Talmud. Dan Talmud adalah kitab yang berisi ajaran-ajaran Yahudi, yaitu penjelasan lisan terhadap Taurat, dan diambil dari kata “Lamud” yang berarti ajaran-ajaran. Dan teks-teks Talmud dipenuhi dengan kebohongan dan penyesatan serta menisbahkan hal-hal yang tidak pantas kepada Rabb Yang Mulia Subhanahu wa ta’ala dan kepada para nabi-Nya shalawaatullahi wa salaamuhu alaihim, sebagaimana teks-teks Talmud juga dipenuhi dengan pemuliaan unsur Yahudi dan keunggulannya atas seluruh manusia.

Dan barang siapa yang membaca teks-teks Talmud akan menyadari sejauh mana kebohongan dan penyesatan yang diikuti oleh orang-orang ini dan mereka ingin seluruh umat manusia jatuh ke dalamnya.

Jadi akar-akar pemikiran dan akidah klub Lions kembali kepada pemikiran Zionis Freemasonry dan dianggap sebagai perpanjangan darinya.

Penyebaran Klub Lions dan Lokasi Pengaruhnya, Tujuannya, dan Aktivitasnya

Penyebaran Klub Lions dan Lokasi Pengaruhnya:

Dan klub-klub Lions memiliki klub-klub yang banyak di Amerika, Eropa dan di banyak negara dunia termasuk negara-negara Arab dan Islam. Dan klub-klub Lions mengklaim bahwa jumlah anggotanya pada tahun 1970 melebihi 934.000 anggota yang tersebar di 146 negara.

Adapun pusat utama klub Lions saat ini berada di kota Oak Brook, negara bagian Illinois, Amerika Serikat. Dan klub-klub Lions dan Rotary telah menyebar di Mesir setelah penandatanganan perjanjian damai dengan Israel dan aktivitasnya meningkat pada periode ini. Mereka mengambil hotel-hotel besar sebagai pusat mereka, seperti Hotel Salam, Hotel Hilton, Hotel Shepherd, dan Hotel Sheraton. Klub-klub ini juga mengalokasikan jumlah yang besar sebagai hadiah yang diberikan selama pesta persahabatan dan pesta perhatian terhadap beberapa proyek, yang menimbulkan tanda tanya tentang dari mana sumber-sumber keuangan ini berasal? Dan apa sumbernya?

Tujuan Klub Lions:

Sebagaimana kita ketahui bahwa klub-klub Lions hanya mencakup para pengusaha, karena itu mereka saling bertukar kepentingan perdagangan di antara mereka, dan itu untuk mengarahkan para pengusaha ke kemudi ekonomi untuk melayani kepentingan khusus mereka. Mereka mencurahkan seluruh perhatian mereka kepada para pemilik profesi yang mengendalikan pasar-pasar, dan semua itu -sebagaimana telah kita katakan- untuk merekrut anggota-anggota untuk melayani Zionisme dunia, dan untuk menjalankan peran intelijen bagi pemerintahan dunia tersembunyi di pusat organisasi dunia.

Aktivitas Klub Lions:

Klub-klub Lions bertemu dua kali setiap bulan di salah satu hotel besar atau klub olahraga atau klub sosial. Pertemuan ini bersama salah satu ulama atau ahli terkemuka dalam berbagai spesialisasi, memberikan ceramah dan setelah ceramah terjadi dialog antara dia dengan hadirin. Dan dari pintu inilah bergabung dengan mereka kelompok-kelompok yang memiliki bobot dan pengaruh di masyarakat dalam berbagai spesialisasi antara yang mengambil manfaat, yang tertipu dan yang suka meneliti. Dan semuanya pada akhirnya melayani Freemasonry Zionis baik yang merasakan hal itu maupun yang tidak merasakannya. Dan inilah maksud Freemasonry dari keragaman, perbedaan dan banyaknya nama-nama yang bercabang darinya termasuk Lions, yaitu untuk menimbulkan kebingungan dan kegoncangan dalam konsep-konsep orang-orang, atau menyamarkan dan menipu mereka agar mereka tidak menyadari rencana-rencana Freemasonry yang telah diketahui banyak pemikir dan mereka memperingatkan darinya banyak orang yang diselamatkan Allah dari cengkeramannya. Maka dibuatlah klub-klub atau outlet tersebut untuk menjadi pintu-pintu darurat belakang.

Jadi Lions berburu anggota-anggotanya dengan teliti dan hati-hati setelah studi mendalam terhadap anggota tanpa dia ketahui. Jika pilihan mereka jatuh kepadanya, mereka datang dari setiap tempat dengan berbagai cara dan dengan perantara-perantara yang anggota percaya akan persahabatan mereka kepadanya hingga mereka memasukkan anggota ini ke dalam jaring mereka, kemudian mereka mengambil alih urusan mendidiknya sendiri. Dan pemilihan ini tentu saja tidak mungkin dilakukan terhadap orang yang mereka ketahui tentang semangatnya untuk agamanya atau cemburu terhadap tanah airnya; karena tugas mereka tidak sesuai dengan orang yang tercermin padanya perilaku ini.

Dan sebagaimana telah kita katakan, aktivitas mereka tidak terbatas hanya pada pria, bahkan ada klub-klub untuk wanita juga yang disebut klub Ladies Lions, dan untuk istri-istri pemilik kedudukan yang telah masuk kandang klub Lions mereka juga memiliki klub. Dan mungkin rahasia perhatian Lions terhadap istri-istri tersebut agar mereka menjamin kesibukan mereka dari mengkritik suami-suami mereka, dan dengan demikian mereka menjamin kelangsungan anggota dan kepatuhan mereka juga kepada mereka selama istrinya telah menjadi anggota juga di klub ini. Dan ini adalah tipu daya Yahudi yang mendalam.

Bukti-bukti Hubungan Lions dengan Freemasonry dan Cara Menghadapinya

Bukti-bukti Hubungan Lions dengan Freemasonry:

Ada banyak bukti yang menunjukkan hubungan erat antara loji-loji Freemasonry dengan Rotary dan Lions, di antaranya pernyataan yang disebut di antara mereka sebagai Grand Master terdahulu loji Timur Freemasonry Agung di Paris “Fred Zeller” tentang apa yang seharusnya menjadi Freemasonry tahun 2000, dia berkata: “Kita perlu memperhatikan peninjauan konsep-konsep kita secara terus-menerus dan radikal, dan harus sebelum segala sesuatu mencari sarana komunikasi dan penyimpanan yang sesuai dengan zaman kita dan zaman-zaman mendatang, dan karena itu kita harus mengetahui dan menentukan nilai-nilai sejarah bersama yang baru, dan kita perlu menilai kembali manusia dengan memperhatikan semua harapan dan kondisi sosial serta biologisnya. Dan karena keinginan kita agar menjadi ikatan hidup yang menghubungkan pengetahuan Freemasonry dengan dunia, maka kita membuka struktur-struktur kita untuk semua mereka yang beriman dengan iman yang mendalam kepada kemanusiaan.”

Kata ini yang mereka gunakan untuk menipu orang-orang, kata “kemanusiaan” yang tidak tertipu olehnya kecuali setiap orang yang lalai atau pura-pura lalai. Kita sering melihat kata ini digunakan di klub-klub ini dan di ceramah-ceramah ini; di mana digunakan oleh kekuatan-kekuatan kejahatan dunia untuk memerangi setiap agama atau syariat samawi yang dari sudut pandang mereka membentuk gambaran dari bentuk-bentuk rasisme dan fanatisme untuk membangkitkan kebencian di antara bangsa-bangsa; karena itu mereka berusaha dan berdagang dengan kata “kemanusiaan” untuk sampai kepada peleburan agama-agama sebagai persiapan untuk melepaskan diri darinya. Ya, mereka berdagang atas nama kemanusiaan. Setelah tersingkap cara-cara loji-loji Freemasonry, mereka mencari pakaian baru untuk menutupi aib, kebencian, keburukan dan tipu daya mereka terhadap agama-agama dengan dalih menghancurkan semua penghalang akidah di antara manusia secara terjamin. Maka diciptakanlah klub-klub Saksi Yehuwa, Bnai Brith, Rotary, Lions, sekolah-sekolah Alliance, sekolah-sekolah Saint George, sekolah-sekolah persenjataan moral, Uni dan Kemajuan, persaudaraan agama, penjaga akidah, yoga, dan yang optimis; dan lain-lain yang diketahui pemerintah Timur dan Barat.

Dan lebih dari itu bahwa dakwah kemanusiaan itu sendiri adalah kebatilan Freemasonry yang harus kita perangi tanpa pertimbangan terhadap perkumpulan yang menyerukan hal itu, atau pertimbangan terhadap keanggotaannya, atau terhadap penceramah yang mengajak kepadanya siapa pun agama dan akidahnya atau afiliasi partainya atau kekuasaan internasional atau lokalnya; karena jika kemanusiaan ini tidak mengambil akar-akarnya dari agama yang diridhai oleh Rabb Arasy yang Agung untuk hamba-hamba-Nya di bumi yang dijadikan-Nya sebagai agama untuk Adam alaihissalam dan agama untuk para nabi-Nya Ibrahim, Dawud, Sulaiman, Musa, Isa dan Muhammad alaihimussalatu wassalam, jika kemanusiaan ini tidak diambil dari agama ini yaitu agama Islam maka ia adalah kemanusiaan Freemasonry. Jadi selain kemanusiaan Islam ini adalah kemanusiaan Freemasonry.

Dan di antara bukti-bukti juga tentang Freemasonry Lions adalah pengakuan klub-klub ini terhadap afiliasi kepada loji-loji Amerika, Paris, Inggris, Jerman dan lainnya, dan komitmen mereka juga terhadap peraturan internal loji-loji Freemason Barat dari segi tingkatan peran dan tugas-tugas peran ini serta syarat-syarat keanggotaan dan tahap-tahap promosi serta bintang jasa dan tanda kehormatan, bahkan slogan-slogan dan tujuan yang sama serta aktivitas yang sama yang dipraktikkan oleh klub-klub ini.

Cara Menghadapi Klub Lions:

Dan karena bahayanya klub-klub ini dan sejenisnya, banyak ulama Muslim memperingatkan darinya, bahkan mengharamkan bergabung dengannya. Majma Fiqhi telah membahas dalam sesi pertamanya yang diselenggarakan di Makkah Al-Mukarramah pada tanggal sepuluh Syaban tahun 1398 Hijriyah tentang kasus klub-klub ini dan orang-orang yang bergabung dengannya serta hukum Syariat Islam dalam hal itu. Dan anggota-anggota Majma telah melakukan studi menyeluruh tentang organisasi berbahaya ini, dan mempelajari apa yang ditulis tentangnya dari dulu dan sekarang, dan apa yang dipublikasikan dari dokumen-dokumennya, dan apa yang dipublikasikan oleh anggota-anggotanya dan beberapa tokohnya dari karya-karya dan artikel-artikel di majalah-majalah yang berbicara atas namanya. Dan mereka mengeluarkan keputusan dengan menganggap klub-klub ini yaitu klub Rotary dan klub Lions dan Bnai Brith; dan lainnya dari klub-klub Freemasonry, dan ia adalah perkumpulan rahasia yang merusak, sebagaimana dikatakan pernyataan: memiliki hubungan erat dengan Zionisme dunia yang menggerakkannya dan mendorongnya untuk melayani tujuan-tujuannya, dan tersebar dengan slogan-slogan penipu seperti kebebasan, persaudaraan dan kesetaraan; dan hal-hal seperti itu yang menjebak dalam jeratnya banyak Muslim, pemimpin negara dan ahli pemikiran; karena itu pernyataan mengatakan: “Bahwa lembaga-lembaga Islam harus memiliki sikap terhadap perkumpulan rahasia ini sebagai berikut”:

Pertama: setiap Muslim harus keluar darinya segera.

Kedua: mengharamkan memilih Muslim mana pun yang bergabung dengannya untuk pekerjaan Islam apa pun.

Ketiga: negara-negara Islam harus mencegah aktivitas klub-klub ini di dalam negara mereka, dan menutup loji-loji dan sarang-sarangnya.

Keempat: tidak mempekerjakan siapa pun yang bergabung dengannya dan memboikotnya secara total.

Kelima: membongkarnya dengan buku-buku kecil dan selebaran yang dijual dengan harga pokok atau didistribusikan gratis.

Dan Komite Fatwa Al-Azhar As-Syarif mengeluarkan pernyataan kepada kaum Muslim dari Komite Fatwa Al-Azhar As-Syarif tentang Freemasonry dan klub-klub yang mengikutinya seperti Rotary dan Lions. Dan di antara yang tercantum dalam pernyataan ini: “Dan bahwa di antara klub-klub Freemasonry ini ada lembaga-lembaga yang mengikutinya seperti Lions dan Rotary, dan keduanya termasuk organisasi paling berbahaya yang merusak yang dikuasai oleh orang-orang Yahudi dan Zionisme yang mengharapkan dengan itu menguasai dunia melalui penghancuran agama-agama, dan menyebarkan kekacauan moral, serta memanfaatkan anak-anak negeri untuk memata-matai tanah air mereka atas nama kemanusiaan”, karena itu sebagaimana dikatakan pernyataan “haram bagi kaum Muslim untuk bergabung dengan klub-klub yang seperti ini, dan kewajiban Muslim untuk tidak menjadi pengikut yang berjalan mengikuti setiap yang mengajak dan memanggil, dan kewajiban Muslim untuk waspada agar tidak tertipu, karena kaum Muslim memiliki klub-klub mereka sendiri yang memiliki tujuan dan sasaran yang terbuka.”

Adapun cara menghadapi dan menentang klub-klub ini -klub Lions- hal itu terwakili dalam dua hal:

Hal pertama: yaitu solusi pencegahan dan terwakili dalam menjelaskan hakikat dan tujuan-tujuan Freemasonry kepada anak-anak Muslim, dan hakikat klub Rotary dan Lions serta lainnya yang mengikutinya, dan juga memastikan identitas klub-klub lain dan mengawasinya agar tidak menyusup di dalamnya orang-orang Rotary dan lainnya.

Dan hal kedua: yaitu solusi menyerang; yaitu dengan menulis penelitian-penelitian dan buku-buku yang menjelaskan hakikat klub-klub ini, dan menerjemahkan buku-buku ini ke dalam bahasa-bahasa yang berbeda dan mendistribusikannya.

Akhirnya dan bukan yang terakhir: kembali kepada Islam yang benar dan berpegang teguh dengannya, karena ia adalah perlindungan terbaik dan keamanan terbaik. Allah melindungi Islam dan ahlinya dari kejahatan orang-orang yang bermakisiat dan yang memusuhi.

Dan semoga Allah memberikan shalawat kepada junjungan kita Muhammad An-Nabiyyul Amin dan kepada keluarga dan seluruh sahabatnya.

 

 

Pelajaran 05: Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Kelima (Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa)

Pengenalan tentang Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa, Catatan-catatan mengenainya, Sejarah Kemunculannya, serta Ide-ide dan Keyakinan-keyakinannya

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas yang paling mulia di antara para rasul dan penutup para nabi, yaitu pemimpin kami Muhammad Nabi yang terpercaya, dan atas keluarganya serta para sahabatnya seluruhnya,

Amma ba’du:

Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa:

Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa adalah organisasi dunia yang bersifat keagamaan dan politik, yang berdiri atas dasar kerahasiaan organisasi dan keterbukaan ide. Organisasi ini muncul di Amerika pada paruh kedua abad kesembilan belas. Organisasi ini mengklaim bahwa mereka adalah Kristen, tetapi kenyataan membuktikan bahwa mereka berada di bawah kendali Yahudi dan bekerja untuk kepentingan mereka.

Organisasi ini dikenal dengan nama Perkumpulan Dunia Baru di samping nama Saksi-Saksi Yehuwa yang mulai dikenal dengan nama tersebut sejak tahun 1931, dan telah diakui secara resmi di Amerika sebelum kemunculannya dengan nama ini.

Adapun makna kata Yehuwa, menurut mereka adalah nama baru untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diwahyukan kepada Musa alaihissalam sebagaimana diklaim oleh penyusun dan pengubah Taurat. Mereka telah mengubah nama Tuhan dari Allah menjadi Yahu, dan ini adalah nama yang tidak memiliki makna, dan asal-usulnya tidak diketahui secara pasti. Professor Al-Aqqad mencoba mencari makna atau asal-usul nama ini, ia berkata: “Mungkin saja berasal dari kata kehidupan, dan mungkin saja merupakan panggilan untuk kata ganti orang ketiga, karena Bani Israel takut menyebutnya sebagai bentuk penghormatan kepadanya, dan mereka cukup dengan menunjuk kepadanya.”

Jelas bahwa penjelasan yang disebutkan Professor Al-Aqqad tidak dapat dipahami. Apa hubungan antara lafal “hu” (dia) dengan kata kehidupan? Dan jika memang dari kata ganti orang ketiga, masuk akalkah memanggil Tuhan dengan kata ganti orang ketiga, dan masuk akalkah hal itu sebagai bentuk penghormatan kepada-Nya? Yang kita ketahui bahwa guru tidak akan berpaling dari menyebut nama seseorang kepada membicarakannya dengan kata ganti orang ketiga kecuali untuk merendahkannya, dari mana datangnya penghormatan?! Tetapi yang ingin kami jelaskan dan tanyakan adalah apa hubungan antara hakikat Allah dengan hakikat Yahu tuhannya orang Yahudi? Kenyataannya adalah bahwa lafal Allah dan maknanya sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yahu tuhannya orang Yahudi. Menurut mereka, sebagaimana digambarkan dalam Taurat mereka yang telah diubah, dia adalah tuhan khusus untuk Bani Israel, dan Bani Israel adalah umat-Nya tanpa seluruh makhluk lainnya. Menurut mereka, dia adalah tuhan perang yang hanya menjamin kemenangan Bani Israel, dan karenanya dia mencintai Bani Israel saja dan membenci selain mereka. Dan menurut tuhan mereka, tidak ada larangan baginya untuk melakukan segala yang tidak bermoral demi kepentingan Bani Israel, seperti mencuri, mengkhianati, membunuh, dan lainnya sebagaimana mereka klaim atau katakan.

Dari sinilah kami menegaskan bahwa Yahu tidak mewakili sifat-sifat Tuhan Yang Haq, melainkan mewakili cerminan sifat-sifat Yahudi dan akhlak mereka. Dia bukan pencipta mereka, tetapi diciptakan oleh mereka. Dia tidak memerintah mereka, tetapi berjalan sesuai hawa nafsu mereka, dan sering kali patuh pada perintah mereka. Dia memerintahkan mereka mencuri jika mereka ingin mencuri, bahkan dia belajar dari mereka apa yang mereka inginkan agar dia ketahui. Dia adalah tuhan mereka yang membedakan mereka dari seluruh makhluk tanpa memandang iman atau ketaatan mereka. Sungguh, dia adalah tuhan untuk suku mereka saja tanpa suku-suku lainnya.

Catatan-catatan tentang Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa:

Ada beberapa catatan sebelum membicarakan Saksi-Saksi Yehuwa, yaitu:

Pertama: Saksi-Saksi Yehuwa meskipun mereka mengatakan bahwa mereka adalah sekte Kristen, tetapi pada kenyataannya mereka berbeda dengan gereja-gereja dunia Kristen dalam berbagai sekte mereka. Mereka berbeda dalam banyak akidah dan ide, bahkan berbeda dalam terjemahan banyak ayat kitab-kitab suci mereka. Sampai-sampai Saksi-Saksi Yehuwa mengeluarkan beberapa ayat palsu dan tentu saja meninggalkan banyak di antaranya. Mereka mengeluarkan ayat-ayat palsu ini dari kitab-kitab suci yang disebut oleh orang Nasrani sebagai Kitab Suci. Kitab yang dikatakan Saksi-Saksi Yehuwa tentangnya: “Ya, Kitab Suci adalah firman Allah yang diwahyukan,” demikian mereka katakan. Meskipun mereka berkata: Yehuwa Allah sebagai pengarang Kitab Suci, tetapi mereka berkata bahwa orang-orang yang menulis Kitab Suci menjauhkan diri mereka dari sorotan. Dan dalam beberapa kasus -ini perkataan mereka- sulit menentukan siapa yang menulis beberapa bagian Kitab Suci. Kami tidak tahu kontradiksi macam apa ini. Apakah Kitab Suci diwahyukan dari Allah? Ataukah pengarangnya dari manusia? Kami tidak tahu!

Kedua: Saksi-Saksi Yehuwa tidak beriman pada akidah terkenal yang masih dianut hingga hari ini oleh mayoritas gereja dunia, yaitu akidah Trinitas, dan bahwa Al-Masih adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala -Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka sifatkan. Bahkan Saksi-Saksi Yehuwa keluar dengan tafsir baru dan akidah baru tentang Al-Masih dan Trinitas: bahwa Al-Masih adalah makhluk satu-satunya yang diciptakan Allah secara langsung, kemudian setelah menciptakannya, dia membantu Allah -tentu saja menurut dugaan mereka. Mereka mengklaim bahwa Al-Masih menopang dan membantu Allah dalam penciptaan seluruh alam semesta. Kedalaman perbedaan mereka dengan dunia Kristen mencapai bahkan pada hal yang disalibkan Al-Masih. Mereka berkata -organisasi Saksi-Saksi Yehuwa berkata-: bahwa Yesus mati di atas kayu lurus, bukan sebagaimana orang Nasrani katakan di atas salib tradisional. Setelah sampul-sampul majalah mereka dihiasi dengan salib untuk waktu lama, dan setelah di awal masa modern mereka menggunakan salib dan beriman padanya, sekarang mereka menolaknya dan menolak untuk menguduskannya mengikuti klaim baru mereka bahwa Al-Masih tidak disalibkan di atas salib melainkan di atas kayu lurus. Kami menegaskan bahwa kebenaran dalam Islam yang tercantum dalam kitab Tuhan kami Subhanahu wa Ta’ala bahwa mereka tidak membunuhnya dengan pasti, “Dan mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibkannya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka” (An-Nisa: 157), “Tetapi Allah mengangkatnya kepada-Nya” (An-Nisa: 157, 158). Inilah akidah kami, adapun akidah mereka dan mereka, maka besar kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak mengatakan kecuali kebohongan.

Kami kembali pada catatan kami tentang Saksi-Saksi Yehuwa dan perbedaan mereka dengan dunia Kristen: mereka menolak penggunaan ikon dan menguduskannya, sebagaimana mereka menolak meletakkan ikon-ikon ini di tempat-tempat ibadah mereka dan di tempat-tempat pertemuan mereka. Mereka menyebut tempat-tempat ini Aula Kerajaan, tidak menyebutnya gereja atau gereja-gereja. Bahkan ketika membangunnya, mereka tidak membangunnya dengan bangunan gereja, tetapi membangunnya sebagai aula pertemuan. Setelah mereka memanggil pemimpin pertama mereka dengan pendeta dan setelah mereka menggunakan istilah-istilah terkenal untuk gelar-gelar gerejawi seperti pendeta, diakon, rahib dan lainnya, mereka menolak semua ini dan menggunakan kata-kata baru. Untuk anggota sekte mereka, mereka berkata: saudara dan saudari, dan untuk pendeta mereka berkata: syekh, pengawas daerah, pengawas wilayah, dan pengawas cabang. Mereka memiliki istilah-istilah lain untuk tugas-tugas lain dalam organisasi misionaris mereka seperti: istilah pembuka, pembuka tambahan, pembuka hukum, pembuka khusus, dan lainnya yang mereka inginkan untuk membedakan diri dari dunia Kristen.

Ketiga: Di antara catatan juga bahwa publikasi Saksi-Saksi Yehuwa tidak dijual di toko-toko umum atau di kedai-kedai dan rumah penerbitan serta distribusi, tetapi didistribusikan hanya dengan cara mereka di jalan-jalan untuk menawarkannya kepada orang-orang yang lewat, atau dengan cara mengetuk pintu-pintu rumah orang. Pada awalnya didistribusikan dengan sedikit uang tetapi sekarang didistribusikan gratis.

Keempat: Di antara catatan juga bahwa mereka sebagai upaya untuk menambal Kristen, Saksi-Saksi Yehuwa memfatwakan diri mereka sendiri untuk melaknat gereja-gereja dan sekte-sekte Kristen besar dan kecil dalam buku-buku, publikasi dan majalah mereka. Mereka melaknat Katolik, Ortodoks dan Protestan, dan selalu berusaha membedakan diri mereka dari badan-badan Kristen lainnya. Bahkan mereka berkata bahwa agama dunia Kristen adalah buah kemurtadan selama seribu sembilan ratus tahun dari Kristen yang benar, dan bahwa dunia Kristen seluruhnya adalah bagian dari dunia setan, demikian mereka katakan. Meskipun mereka adalah bagian dari dunia Kristen karena menurut klaim mereka adalah masyarakat Kristen, tetapi dengan kata-kata terdahulu mereka mengira bahwa mereka telah mengembalikan Kristen pada posisi alaminya, dan mustahil bagi mereka hal itu. Bahkan Saksi-Saksi Yehuwa menjadikan pemerintah-pemerintah yang berpartisipasi dalam Perang Dunia sebagai milik Iblis dan bagian penting lain dari dunia setan.

Kelima: Saksi-Saksi Yehuwa mencaci Islam dan menggambarkannya dengan sifat-sifat buruk, bersama agama-agama lain. Mereka menggambarkannya misalnya sebagai pelacur atau pezina besar. Bahkan mereka berkata dengan berani bahwa mereka memiliki semua alasan untuk menyapa Islam dan lainnya sebagai musuh, dan berurusan dengan Islam sebagai musuh.

Keenam: Saksi-Saksi Yehuwa membuat mengikuti pendahulu mereka dari Yahudi dan Zionis gambar-gambar palsu yang mereka bayangkan untuk para nabi -semoga shalawat dan salam Allah atas mereka. Dan itu adalah gambar-gambar yang seharusnya mereka -jika mereka berbaik sangka dan melihat dengan baik- mengingkarinya dan mengeluarkannya sebagaimana mereka keluarkan yang lain dari kitab suci mereka, atau yang disebut suci. Mereka berkata tentang Sulaiman alaihissalam: bahwa dia menikah dengan banyak istri, dan mengizinkan penyembahan berhala di Israel, dan tahun-tahun terakhir pemerintahannya adalah kezaliman, bahkan dia mati dalam keadaan murtad -Maha Suci Allah, semoga shalawat dan salam Allah atasnya dan atas Nabi kami Muhammad. Mereka mengklaim -sebagaimana dalam kitab suci mereka- bahwa Nuh alaihissalam minum khamar lalu mabuk dan telanjang serta melaknat yang tidak bersalah. Mereka mengklaim bahwa Harun alaihissalam adalah yang membuat anak sapi untuk Bani Israel. Mereka berkata bahwa Bani Israel menyuruh Harun untuk membuat patung, dan Harun membangun patung ini untuk mereka, dan juga membangun altar mereka, dan lain-lain juga dari kebohongan yang mereka nukil dari Taurat yang telah diubah yang ada di tangan orang Yahudi.

Adapun kami, maka kami beriman dengan keyakinan pasti pada kemasuman para nabi yang disebutkan namanya dalam Al-Quran, dan kami mensucikan mereka -semoga shalawat dan salam Allah atas mereka- dari apa yang dikatakan oleh para pendusta ini.

Sejarah Kemunculan Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa:

Didirikan oleh rahib Charles Russell, dan dikenal dengan nama Russellisme atau Russellis, dinisbahkan pada pendirinya. Sebagaimana dikenal dengan nama Para Pelajar Baru Injil, dan dikenal setelah itu dengan nama Perkumpulan Menara Pengawas, Taurat dan Brosur-brosur, kemudian akhirnya menetap pada nama Saksi-Saksi Yehuwa; dinisbahkan pada Yehuwa tuhannya Bani Israel sebagaimana diulang-ulang Taurat mereka.

Sebagaimana tercantum dalam Kitab Keluaran pasal keenam 2-4 berkata: Dan Allah berfirman kepada Musa berkata kepadanya: Aku adalah Tuhan, Aku yang menampakkan diri kepada Abraham, Ishaq dan Yakub sebagai Allah yang Mahakuasa atas segala sesuatu, dan adapun nama-Ku Yehuwa maka Aku tidak menyatakannya kepada mereka.

Charles Russell berkata tentang awal organisasi ini: “Bahwa pada tahun 1878 terbentuklah organisasi ini, organisasi Saksi-Saksi Yehuwa, dari orang-orang Israel rohani yang benar yang mengabdikan diri kepada Allah Yang Mahatinggi,” demikian dia katakan, “maka Dia memasukkan mereka ketika itu dalam perjanjian baru untuk menjadi umat atas nama-Nya, dan memasukkan mereka dalam perjanjian kerajaan juga dari Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan. Mereka mulai berkumpul bersama didorong oleh cinta kebenaran khususnya sejak sekitar 1878 dan seterusnya.”

Russell mengklaim perkataan ini, sebagaimana dia mengklaim bahwa dia Kristen lahir dan batin, dan penerusnya mengklaim bahwa mereka adalah Kristen dengan pasti. Selalu mereka menyebutkan contoh Sarah istri Ibrahim alaihissalam yang menggambarkan contoh sebagaimana mereka katakan: untuk ketundukan dan ketakwaan, yaitu dalam dua keadaan ketika Ibrahim mempersembahkannya sebagai saudarinya di hadapan dua penguasa kafir. Dalam kedua kali itu dia bekerja sama dengannya meskipun akibatnya dia hampir menjadi anggota harem mereka. Russell berkata tentang sekte yang dia mulai: “Bahwa ketika mereka menyadari bahwa mereka dalam perbudakan takhayul, agama dan tipu daya klerus -hal-hal yang membelenggu semua bangsa Kristen- mereka mencari kebebasan dan memperolehnya. Mereka keluar dari semua sekte agama Katolik, Protestan, Yahudi dan lainnya, dan bergabung dengan organisasinya, organisasi Saksi-Saksi Yehuwa.”

Pada tahun 1916 Russell meninggal, dan digantikan Franklin Rutherford sebagai pemimpin kedua dengan pemilihan. Di antara hal-hal yang diubah Rutherford adalah nama organisasi yang dulunya disebut Murid-murid Kitab Suci, maka Rutherford dan rekan-rekannya mengubah nama ini menjadi Saksi-Saksi Yehuwa. Kemudian Rutherford digantikan Nathan Knorr menjadi pemimpin ketiga organisasi, dan seterusnya.

Ide-ide dan Keyakinan Saksi-Saksi Yehuwa:

Kami sebutkan beberapa ide organisasi ini, kami katakan:

Pertama: Mereka beriman pada Yehuwa sebagai tuhan mereka sebagaimana mereka beriman pada Isa sebagai pemimpin kerajaan Allah.

Kedua: Mereka beriman pada Kitab Suci orang Nasrani, tetapi mereka menafsirkannya sesuai kepentingan mereka, bahkan memotong beberapa bagian darinya. Sebagaimana mereka juga mengakui kesucian kitab-kitab yang diakui dan dikuduskan Yahudi, yaitu sembilan belas kitab.

Ketiga: Mereka memanfaatkan nama Al-Masih dan Kitab Suci untuk mencapai tujuan mereka. Tujuan ini adalah mendirikan negara agama untuk menguasai dunia, dan mempersiapkan jiwa-jiwa untuk mendirikan negara Yahudi besar.

Keempat: Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa mengingkari hisab dan azab di akhirat. Tidak ada dosa bagi yang melakukan dosa atau maksiat di dunianya. Demikian juga mereka tidak beriman pada akhirat, dan mereka meyakini bahwa surga akan ada di dunia dalam kerajaan mereka.

Kelima: Pengikut organisasi ini meyakini terjadinya perang pembebasan yang dipimpin Isa alaihissalam dan mereka adalah tentaranya yang akan menggulingkan semua penguasa bumi.

Keenam: Mereka mengambil dari Kitab Suci bagian-bagian yang membuat Israel dan Yahudi dicintai orang, dan mereka menyebarkannya.

Ketujuh: Mereka tidak beriman pada roh dan kekekalannya, dan mereka memiliki tempat ibadah khusus yang mereka sebut Aula Kerajaan atau Rumah Tuhan.

Kedelapan: Persaudaraan manusia terbatas pada mereka tanpa manusia lainnya. Mereka memusuhi sistem-sistem duniawi dan mengajak pemberontakan. Mereka memusuhi agama-agama kecuali Yahudi, dan semua pemimpin mereka dari Yahudi.

Kesembilan: Mereka mengajak penyebaran kekacauan moral dan pelepasan dari semua keutamaan manusia yang didorong oleh ajaran-ajaran agama. Sebagaimana mereka mengajak penyebaran kekacauan dunia dengan menghasut bangsa-bangsa untuk memberontak terhadap pemerintah mereka, dan memboikot semua aktivitas resmi negara. Mereka membenarkan hal itu dengan apa yang tercantum dalam buku hijau mereka “Hendaklah Allah Menjadi Benar bahwa mereka adalah duta-duta Allah dalam kerajaan-Nya yang suci”. Karena itu, karena mereka adalah duta-duta Allah dan dalam kerajaan-Nya yang suci, maka mereka menikmati kekebalan yang membebaskan mereka dari tunduk pada pemerintah sipil apa pun unsur-unsurnya.

Kesepuluh: Anggota di dalamnya melalui tahapan-tahapan rumit dan tunduk untuk bergabung dengan syarat-syarat keras. Keanggotaan perkumpulan Saksi-Saksi Yehuwa terdiri dari tiga tingkatan:

Tingkatan pertama: mereka sebut anggota Harapan Surgawi, dan mereka adalah anggota administrasi tinggi, dan dipimpin oleh yang mereka sebut Hamba Besar atau Bijak, dan markasnya dikenal dengan Bait El, yaitu: Rumah Allah.

Tingkatan kedua: mereka sebut barisan Gilead atau Harapan Duniawi, dan mencakup dari anggota pelopor dan pembantu, pengawas wilayah. Mereka ini adalah anggota administrasi eksekutif.

Adapun tingkatan ketiga: dalam perkumpulan ini adalah para misionaris dan anggotanya dikenal sebagai pelayan. Tingkatan ini mencakup para saksi, dan mereka adalah anggota perkumpulan yang ditugaskan mendistribusikan publikasi perkumpulan dan surat-suratnya.

Kegiatan Misionaris Saksi-Saksi Yehuwa, Penipuan Mereka terhadap Wanita, Nama-nama Organisasi Mereka, dan Hakikatnya

Kegiatan Misionaris Perkumpulan Saksi-Saksi Yehuwa:

Kelompok Saksi-Saksi Yehuwa memiliki kegiatan misionaris di banyak wilayah di dunia, khususnya di Afrika. Mereka menganggap bahwa mereka telah memperoleh pengetahuan untuk menemukan Afrika secara benar, dan mereka memiliki cahaya untuk membimbing Afrika menurut klaim mereka. Setelah Afrika -menurut mereka- adalah benua dimana Kristen gagal mencapai kesuksesan yang permanen, dan misi kemanusiaan Katolik sepenuhnya gagal, maka Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan bahwa mereka berusaha memperbaiki jalur misionaris agar mereka dapat dibedakan dengan operasi misionaris terorganisir mereka, yang mereka klaim menyebarkan cahaya ke benua yang gelap.

Dari sini dapat dikatakan bahwa kemunculan sekte misionaris Saksi-Saksi Yehuwa sebagai tim Kristen misionaris adalah kemunculan yang dimaksudkan untuk dibedakan dalam keyakinan, gaya, dan interaksi mereka, sehingga tampil dengan gambaran yang sama sekali berbeda dari gambaran kegelapan lama yang dilakukan oleh misi-misi misionaris lainnya, yang masih kuat dalam kegiatan-kegiatan intensif mereka, meskipun agak gagal. Bahkan Saksi-Saksi Yehuwa berusaha membuka bidang-bidang bagi kebebasan kerja mereka dengan cara mengetuk pintu-pintu kedutaan Afrika di negara-negara Barat untuk memperoleh izin legalitas kerja dari mereka, atau keputusan politik untuk kebebasan kegiatan-kegiatan merusak mereka. Dan sebelum semua itu, mereka bergerak secara rahasia dan hati-hati di negara-negara yang melarang operasi-operasi gagal mereka sesuai dengan kondisi negara dan sifat serta batas kemampuan mereka.

Dan di antara hal-hal berbahaya dan menyedihkan adalah bahwa larangan terhadap kerja misionaris Saksi-Saksi Yehuwa telah dicabut di tiga belas negara Afrika dari tahun 1989 hingga 1992 Masehi, menurut perkataan mereka, setelah sebelumnya mereka bekerja di negara-negara ini secara rahasia dan tanpa legalitas apapun. Ini belum termasuk negara-negara Afrika lainnya yang memberikan kebebasan kepada mereka sejak dahulu. Menurut statistik yang mereka sebutkan, jumlah misionaris di seluruh Afrika dari sekte Saksi-Saksi Yehuwa hingga 15 Juni 1992 Masehi mencapai 400.000 misionaris Saksi-Saksi Yehuwa yang tersebar di setiap tempat di Afrika.

Adapun di Mesir, organisasi Saksi-Saksi Yehuwa memiliki kegiatan rahasia, dan buktinya adalah apa yang dimuat salah satu surat kabar Belanda pada tanggal 6 Juni 1996 Masehi bahwa beberapa misionaris asing Saksi-Saksi Yehuwa ditangkap di kota Iskandariyah, di antaranya enam orang dari Amerika, dua dari Polandia, satu dari Kanada, dan satu dari Austria, kemudian mereka dideportasi dari Mesir. Para misionaris ini berusaha mendistribusikan majalah mereka “Majalah Menara Pengawal” kepada pejalan kaki di jalan-jalan. Surat kabar tersebut menyebutkan bahwa pemerintah Mesir memanggil para pemimpin dari gereja-gereja Mesir dan menanyai mereka serta menunjukkan kepada mereka materi-materi yang disita dari para misionaris ini berupa buku-buku, majalah, dan buletin untuk mengetahui kepribadian dan pemikiran mereka. Para pemimpin gereja tersebut mengatakan bahwa pemikiran-pemikiran ini adalah pemikiran Saksi-Saksi Yehuwa, dan itu ditolak secara gerejawi.

Saksi-Saksi Yehuwa tidak menyembunyikan perasaan mereka dan perasaan nenek moyang mereka terhadap Mesir, Mesir yang terjaga. Mereka mengatakan bahwa orang Mesir adalah anak-anak Ham bin Nuh yang terkutuk menurut mereka, karena seperti yang dikatakan Taurat yang telah diubah: dia membuka aurat ayahnya yang mabuk menurut dugaan mereka. Menurut perkataan Saksi-Saksi Yehuwa, setan menggunakan orang Mesir karena mereka adalah anak-anak Ham yang terkutuk, maka penduduk Mesir adalah keturunan setan.

Kami bersyukur kepada Allah bahwa pemerintah Mesir mengeluarkan keputusan melawan tipu daya mereka pada tahun 1953, menolak legalitas mereka, dan Pengadilan Peradilan Administratif mengeluarkan keputusan pengusiran. Pengadilan tersebut berkata: “Pemohon memperoleh izin dari Direktorat Imigrasi dan Kewarganegaraan, dan ketika direktorat mengetahui bahwa pemohon menyebarkan prinsip-prinsip ekstremis, dan perkumpulan yang mereka ikuti memiliki kecenderungan Zionis dan menyerang agama Islam, mereka mengakhiri masa tinggal mereka dan mewajibkan mereka meninggalkan negara.”

Penipuan Perkumpulan Saksi-Saksi Yehuwa terhadap Wanita:

Perkumpulan ini mengerahkan banyak upaya untuk meragukan wanita Muslim dalam agamanya, yaitu dengan menanamkan bisikan-bisikan setan yang mereka gunakan untuk menipu manusia ke dalam dada wanita Muslim ini. Mereka melakukan upaya ini dalam skala yang luas, khususnya di negara-negara Eropa, Amerika Serikat, negara-negara Asia, dan Indonesia. Mereka mengetuk rumah-rumah Muslim di negara-negara ini dari pagi hingga sore untuk mendistribusikan majalah dan publikasi mereka, menanam keraguan dengan kelembutan dan senyuman, serta membawa buruan ke organisasi mereka dengan kelembutan dan kasih sayang yang tampak.

Mereka berkata kepada wanita Muslim yang membukakan pintu untuk mereka karena kelengahan dan kebodohannya, bahwa mereka ingin menyampaikan kepadanya jalan kehidupan abadi dan tujuan Kerajaan yang tertinggi, Firdaus duniawi. Mereka berkata kepadanya: “Semua masalah akan hilang, tidak akan ada tangisan, pukulan, tamparan pipi, bahkan kelelahan penyakit dan keluhan.” Jika wanita itu bercerai dan mereka mengetahui hal itu darinya, maka dia adalah mangsa mereka yang tahu pintu masuk kepadanya. Mereka berkata kepadanya: “Kristen itu kelembutan dan pemaafan terhadap kejahatan, sedangkan Islam memerintahkan memukul wanita dan memerangi musuh dari para sahabat.” Mereka berkata kepadanya: “Kristen itu mudah dan lembut, sedangkan Islam itu kekuatan, kemenangan, syahwat pria, pembalasannya, dan dominasinya.”

Mereka mempraktikkan terhadap wanita Muslim segala jenis cuci otak, menggunakan cara-cara terhalus sebagaimana mereka menggunakan sarana-sarana terhalus untuk mencapai tujuan mereka. Karena itu mereka berusaha meragukan wanita Muslim dalam kebenaran Al-Quran dan kebenaran iman, dalam sejarah Islam dan sejarah wanita Muslim, menggambarkan perlakuan Islam terhadap wanita sebagai perlakuan paling rendah dan pertemuan terburuk. Dan salah seorang dari mereka, berkebangsaan Suriah-Prancis, anggota organisasi mereka, mengajak istrinya kepada apa yang dibuat organisasi Saksi-Saksi Yehuwa berupa agama dan pemikiran yang mereka klaim sebagai Kristen, dan memintanya memilih antara Islam dan Kristen dengan dalih bahwa Islam memerintahkannya memukulnya sedangkan Kristen memerintahkannya untuk mengasihaninya dan berbuat baik kepadanya.

Nama-nama Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa:

Pada awalnya mereka disebut dengan mazhab Russel dan kaum Russel, dinisbatkan kepada pemimpin mereka Charles Russell. Mereka juga disebut Para Pelajar Baru Injil, kemudian disebut Menara Pengawal Sion, dan nama itu dipersingkat menjadi Menara Pengawal. Mereka juga disebut Perkumpulan Dunia Baru, dan akhirnya nama mereka menetap sebagai Saksi-Saksi Yehuwa. Kepemimpinan mereka diwariskan oleh para pemimpin yang terkenal dengan aktivitas dan pengabdian mereka dalam melayaninya.

Hakikat Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa:

Dari uraian di atas, jelas bagi kita sisi Yahudi dalam organisasi ini meskipun mereka bersembunyi dan menyamar di balik Kristen. Bukti Zionisme lembaga ini adalah banyak hal, di antaranya:

Pertama: Penggunaan simbol-simbol Masonik Yahudi, yang terlihat jelas dalam kandil tujuh cabang sebagai simbol Masonik dan bintang segi enam bintang Daud.

Kedua: Kebergantungan mereka kepada Yehuwa seperti dalam penamaan Taurat untuk nama ini bagi Allah Ta’ala.

Ketiga: Pemimpin-pemimpin mereka semuanya Yahudi.

Keempat: Mereka memusuhi semua agama kecuali Yahudi.

Kelima: Mereka menghapus libur hari Minggu mengikuti seluruh Yahudi.

Keenam: Hasutan mereka untuk mendirikan Negara Yahudi Besar di Palestina.

Ketujuh: Seruan persatuan umat manusia dan meleburkan perbedaan di antara mereka sebagai persiapan memasukkan Yahudi dan kemudian mengistimewakan mereka.

Cara Penyebaran Akidah Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa, Pengaturan Organisasinya, Semboyan dan Simbolnya

Bagaimana Akidah Organisasi Ini Menyebar?

Adapun sebab di balik penyebaran akidah dan pemikiran organisasi ini adalah beberapa hal yang kami sebutkan di antaranya: mereka memuaskan keinginan orang-orang yang masuk dan syahwat mereka dari kemerosotan moral, percampuran, dan pesta-pesta maksiat. Mereka berusaha menjerat pemuda dengan berbagai bantuan yang mereka berikan kepada mereka yang mereka lihat dibutuhkan seseorang agar menjadi tawanan mereka, bergantung pada mereka, baik dengan menyediakan tempat tinggal atau rayuan seksual dengan mengirim gadis-gadis untuk bertemu beberapa pemuda dan menanyakan keadaannya serta apa yang dibutuhkannya dalam urusan studi dan kehidupannya.

Mereka mengenal pemuda melalui kaki tangan mereka yang tersebar di tempat-tempat berkumpulnya pemuda. Mereka juga menerbitkan buletin yang mengajak setiap pemuda yang menginginkan ini dan itu untuk menghubungi mereka pada alamat-alamat yang mereka jelaskan. Mereka juga mengadakan pesta dan perjalanan yang tidak meminta dari seseorang kecuali kehadiran pribadinya. Mereka berpura-pura mengajak kepada cinta kasih antara sesama manusia, bahwa mereka ingin agar perdamaian berkibar untuk semua, bahwa mereka ingin peperangan ditinggalkan, dan agar seluruh dunia menjadi satu negara tanpa perbedaan dan pembatas di antara mereka, semuanya dalam kedudukan yang sama, dan bahwa klub-klub mereka mampu mewujudkan kebahagiaan ketika semua bergabung dengannya.

Mereka juga menekankan bahwa manusia seharusnya menjalani seluruh hidupnya untuk dunia ini, menjalani hidupnya dengan kebebasan penuh tanpa pembatasan dan tanpa pengawasan. Mereka bertujuan dari balik itu untuk mengingkari agama dan nilai-nilainya serta mengingkari semua berita akhirat. Akhirnya, apa yang mereka lakukan berupa penipuan terhadap Nasrani dan Muslim dengan menafsirkan beberapa paragraf dari Injil dan beberapa ayat yang mereka belokkan maknanya kepada apa yang sesuai dengan prinsip mereka dengan sarana yang mereka miliki berupa sekolah, surat kabar, buku, dan buletin.

Karena konspirasi ini dan lainnya, peringatan para ulama Islam untuk tidak masuk dalam organisasi-organisasi ini berturut-turut dan dikeluarkan beberapa fatwa yang menunjukkan pengharaman bergabung dengannya.

Pengaturan Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa:

Saksi-Saksi Yehuwa membagi diri mereka menjadi kelompok-kelompok berdasarkan wilayah. Di Eropa misalnya, mereka mendirikan tempat-tempat pertemuan umum berdasarkan bahasa bangsa-bangsa yang hidup dalam masyarakatnya. Diketahui bahwa Prancis memiliki perkumpulan terbesar Saksi-Saksi Yehuwa dari Arab, sehingga di sana ada lebih dari satu ruang pertemuan Arab, bahkan Saksi-Saksi Yehuwa mengadakan pertemuan tahunan mereka dengan bahasa Arab juga.

Setiap kali bahasa-bahasa berbeda bertambah di satu negara, Saksi-Saksi Yehuwa membangun bangunan dan menulis di atasnya Aula Kerajaan menggantikan gereja. Penutur setiap bahasa berkumpul sendiri-sendiri untuk menerima instruksi dan informasi dari Badan Pemerintahan agama, organisasi, dan pendidikan. Setiap kelompok dari kelompok-kelompok berbeda ini, baik dari penutur satu bahasa atau bahasa berbeda, mereka sebut kelompok. Setiap kelompok dan kumpulan kelompok membentuk daerah, dan setiap daerah dan kumpulan daerah membentuk wilayah yang memiliki pengawas wilayah.

Pengikut mereka naik tingkat dari yang berminat ke pelayanan sebagai penginjil yang mereka sebut penerbit kelompok, kemudian dari penerbit kelompok ke perintis, kemudian ke perintis tambahan, dan seterusnya.

Dituntut dari mereka jika ingin mencapai tingkat ini -tingkat perintis tambahan- bahwa mereka mencapai target enam puluh jam penginjilan dalam sebulan, artinya perintis tambahan melakukan penginjilan selama enam puluh jam dalam sebulan. Kemudian tingkat perintis reguler yang dituntut sembilan puluh jam penginjilan dalam sebulan, kemudian tingkat perintis khusus yang dituntut seratus empat puluh jam dalam sebulan, dan seterusnya.

Semboyan Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa dan Simbol Mereka:

Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa memiliki beberapa simbol yang mereka adopsi, di antaranya simbol kandil tujuh cabang yang merupakan simbol agama dan nasional Yahudi, dan ini juga menunjukkan bahwa organisasi ini pada dasarnya adalah organisasi Yahudi. Mereka juga menggunakan simbol bintang segi enam yang juga merupakan simbol Yahudi, dan tentu saja mereka mengadopsi nama Yehuwa dan menulisnya dalam bahasa Ibrani seperti pada orang Yahudi.

Akar Pemikiran dan Akidah Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa, Penyebaran Mereka dan Lokasi Pengaruhnya, serta Cara Kerja Mereka

Akar Pemikiran dan Akidah Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa:

Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa dapat dianggap sebagai organisasi Kristen Zionis yang menyendiri dengan pemahaman khusus. Adapun bahwa ia organisasi Kristen, mereka mengklaim hal itu dan berkata bahwa mereka beriman kepada Kitab Suci orang Nasrani, dan mereka berusaha memperbarui Kristen atau bahwa mereka adalah pemilik Kristen yang benar. Adapun bahwa ia organisasi Zionis, inilah kenyataannya, bahwa mereka pada kenyataannya dan dalam hakikat persoalan tunduk kepada organisasi Zionis dan Masonik yang menggerakkan mereka sekehendak mereka. Mereka mengadopsi akidah-akidah Yahudi secara keseluruhan, dan mereka berada di bawah dominasi Yahudi secara jelas, serta mereka bekerja untuk tujuan-tujuan Yahudi.

Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa juga terpengaruh oleh pemikiran para filosof kuno, khususnya filosof-filosof Yunani. Mereka juga memiliki hubungan khusus dan erat dengan Israel dan organisasi-organisasi Yahudi dunia seperti Masonik dan lainnya.

Penyebaran dan Lokasi Pengaruh:

Organisasi Saksi-Saksi Yehuwa menyebar di sebagian besar negara-negara dunia. Hampir tidak ada negara di dunia yang tidak memiliki aktivitas organisasi rahasia berbahaya ini, baik secara rahasia maupun terang-terangan ketika mereka diizinkan. Pusat utama mereka di Amerika di daerah Brooklyn, New York. Jumlah negara tempat mereka melakukan aktivitas pada tahun 1955 mencapai 158 negara, tetapi beberapa negara ini telah menyadari bahaya mereka, sehingga melarang aktivitas mereka, mengejar mereka, dan mengusir para propagandis mereka. Di antara negara-negara ini: Mesir, Singapura, Lebanon, Pantai Gading, Filipina, Irak, Norwegia, Kamerun, dan lainnya, meskipun pengikut organisasi ini masih tetap aktif di negara-negara ini dengan cara rahasia khusus mereka.

Cara Kerja Mereka:

Mereka memiliki cara baru dalam mengajak kepada mazhab mereka. Mereka melihat bahwa telah terbukti dengan dalil bahwa sejumlah besar orang tidak hadir ke tempat-tempat ibadah, dan lebih dari setengah orang di beberapa negara tidak termasuk dalam sekte-sekte agama, serta jutaan orang yang termasuk dalam sekte agama tidak menghadiri ibadah mereka dan tidak ingin mendengarkan para rohaniwan. Maka Saksi-Saksi Yehuwa bekerja untuk menyembunyikan diri di balik kedok bahwa mereka adalah sekte Kristen yang berkeliling ke rumah-rumah, kafe, klub umum, dan jalan-jalan sambil membawa buku dan publikasi yang menampilkan ajaran mereka dengan antusias, mengklaim bahwa mereka membawa pesan agama baru yang menyatukan di bawah benderanya seluruh pemeluk agama. Mereka juga berpura-pura tidak memusuhi siapa pun atau sekte manapun.

Dan semoga Allah melimpahkan salawat kepada Sayyidina Muhammad Sang Nabi yang terpercaya serta keluarga dan seluruh sahabatnya.

 

 

Pelajaran 06: Sosialisme (1)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Keenam (Sosialisme (1))

Perbedaan Manusia dalam Memahami Sosialisme

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, salawat dan salam semoga tercurah kepada yang paling mulia di antara para rasul, penutup para nabi, Sayyidina Muhammad sang Nabi yang terpercaya, serta keluarga dan seluruh sahabatnya.

Amma ba’du:

Sosialisme:

Sosialisme adalah kata dari kata-kata umum yang luas yang berlaku untuk konsep-konsep dengan tingkatan berbeda yang beragam. Di dalamnya terdapat mazhab-mazhab berbeda: ada yang moderat, ada yang berlebihan, ada yang nasional, ada yang internasional. Sosialisme dalam beberapa batas bawahnya dan dalam konsep umum mungkin bertemu dengan hukum-hukum Islam dalam sistem keuangan atau ekonominya, seperti keikutsertaan manusia dalam air umum, udara, dan rumput yang tumbuh di tanah-tanah umum, yang disebut rumput bebas menurut para fuqaha. Seperti nafkah yang wajib dalam sistem keluarga Islam, seperti zakat yang diwajibkan dalam syariat Islam untuk kepentingan fakir miskin dan golongan delapan lainnya yang disebutkan dalam ayat surat At-Taubah:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 60)

Seperti campur tangan negara untuk melindungi buruh dan pekerja keras dalam memperoleh upah yang adil tanpa kezaliman dan berlebihan, seperti menyediakan kesempatan kerja bagi setiap orang yang mampu dan semacamnya. Semua ini termasuk hal yang dipersekutukan sosialisme dengan hukum Islam dalam batas-batas bawahnya.

Sebagian sosialis memperluas konsep sosialisme hingga meliputi nasionalisasi pabrik-pabrik besar, meski dengan penyitaan yang zalim dan pengambilalihan tanpa kompensasi yang setara dengan hak-hak pemiliknya, dan ini bertentangan dengan Islam.

Sosialis lain memperluas konsep ini hingga sosialisme meliputi nasionalisasi pabrik-pabrik besar meski dengan penyitaan yang zalim, dan hingga meliputi penyitaan tanah dan distribusinya dalam bentuk yang zalim, sewenang-wenang, rusak, dan merusak, dan ini bertentangan dengan hukum Islam.

Dan demikianlah lingkaran sosialisme meluas hingga mencapai jurang terendah komunisme yang disebut sosialisme ilmiah, yang menghapuskan kepemilikan individu atas tanah, dan semua alat produksi, dan semua uang keuangan, dan menjadikan semuanya itu milik negara, serta menetapkan kaidah yang terkenal “dari setiap orang sesuai kemampuannya dan untuk setiap orang sesuai kebutuhannya”. Maka para penyebar komunisme mengusung slogan sosialisme di antara kaum muslimin dengan menampakkan dari lingkaran-lingkarannya lingkaran tingkat yang paling rendah, yang mungkin tidak bertentangan dengan hukum-hukum Islam. Dan tertipu oleh hal itu banyak orang yang tertipu dari kalangan buruh, petani, pekerja keras, dan pegawai negara, dan sebagian mahasiswa yang masih muda, dan setiap mereka merasakan bahwa dia dizalimi dalam masyarakatnya dengan penghasilannya, atau sosialisme akan mengubahnya dengan penghasilan yang lebih baik, dan terangsang oleh kilauan slogan ini emosi orang-orang fakir dan pekerja keras, serta naluri orang-orang yang hasad dan dendam, dan orang-orang yang tidak bersalah di antara mereka menyangka bahwa sosialisme tidak bertentangan dengan Islam, kemudian secara bertahap mereka memperluas lingkaran pemahaman sosialis sedikit demi sedikit, hingga mereka sampai dengannya ke jurang terdalam atau mendekatinya. Dan pada saat itulah datang penerapan-penerapan yang menghancurkan, dan merasakan orang-orang yang tertipu kemarin kesengsaraan penerapan slogan yang dulu mereka bergembira dengannya, dan mereka menabuh genderang dan meniup terompet untuknya, dan menyangka bahwa penerapannya akan menjadikan mereka dalam kemakmuran hidup, dan akan menyembuhkan jiwa mereka dari para penzalim mereka yang feodal, kapitalis, dan borjuis.

Sungguh mereka telah tertipu oleh tipuan slogan yang berkilau ini, dan menarik mereka dengan jaringnya hingga melemparkan mereka ke dalam neraka penerapan-penerapan sosialis yang penuh dengan kezaliman dan siksaan.

Dasar Akidah Sosialisme

Sosialisme bukanlah hanya madzhab ekonomi atau gerakan sosial, tetapi ia adalah pandangan yang menyeluruh terhadap manusia, wujud, dan sejarah. Sistem sosialis berdiri atas filosofi materialisme kehidupan, dan berbeda-beda dalam ekstremismenya sesuai perbedaan madzhab-madzhab yang berbeda, dan madzhab-madzhab ini dalam ekstremismenya kembali kepada madzhab komunis yang mengambil filosofinya dari “Hegel” pemilik ide evolusi, dan kembali pengaturan madzhab teoritis ini kepada “Karl Marx”, kemudian kepada “Lenin” setelahnya. Dan komunisme tidak beriman kepada akidah-akidah agama atau prinsip-prinsip akhlak, bahkan menganggap agama sebagai candu bagi rakyat agar para ahli agama bisa mengambil manfaat dengan kerjasama bersama pemilik modal dalam menenangkan revolusi kelaparan dan ketelanjangan dengan zuhud dan sabar.

Dan dari bahan-bahan hukum Karl Marx: “tidak ada Tuhan”, dan “alam adalah materi”, dan komunisme memandang bahwa kekuatan-kekuatan semesta dijalankan oleh alam, maka setiap kejadian di hadapan suatu kekuatan dari kekuatan-kekuatan itu adalah peperangan terhadap alam dan wajib menghancurkannya agar kekuatan-kekuatan alami terlepas sesuai fitrahnya. Maka naluri seks misalnya adalah tabiat pada laki-laki dan perempuan, dan setiap penghalang yang menghalangi hubungan perempuan dengan laki-laki manapun yang dia kehendaki adalah peperangan terhadap alam, maka sistem komunis tidak mengakui keluarga dan melainkan anak dilahirkan seperti kelahiran anak haram, maka negara mengambilnya untuk dibesarkan di rumah-rumah perawatannya, dan belajar sampai dia besar dan berproduksi untuk negara yang sama. Dan sungguh menakjubkan bahwa komunisme mengakui naluri seks, dan melepaskan talinya, tetapi dalam waktu yang sama tidak mengakui naluri cinta memiliki, padahal ia lebih asli dari naluri seks dalam tabiat manusia, maka mereka mematikannya dengan penekanan yang mematikan.

Sesungguhnya madzhab ini -sebagaimana dikatakan salah seorang pendakwahnya- adalah kumpulan ide-ide yang memenuhi kekosongan yang timbul dari keruntuhan agama yang teratur, akibat dari bertambahnya perubahan pemikiran kepada perhatian pada urusan-urusan duniawi selama tiga abad yang lalu, dan ia adalah madzhab yang tidak mungkin diperangi kecuali dengan akidah yang menentang yang berdiri atas prinsip-prinsip yang berbeda sama sekali darinya, tetapi komunisme bagi para penganutnya memiliki nilai agama selama mereka merasakan bahwa ia membekali mereka dengan penjelasan yang lengkap tentang realitas, dan manusia sebagai bagian dari realitas ini. Karl Marx telah memanfaatkan api dendam dalam hati para buruh, dan mengkampanyekan dengan segala cara eksploitasi para pengusaha monopoli Eropa, dan alih-alih menyeru kepada keadilan dia mengasah senjata-senjata perjuangan kelas; maka dia memerangi setiap keistimewaan dengan dalih persamaan, dan menghancurkan para pemilik atas nama sosialisme. Kemudian dia memanfaatkan penyimpangan dan kesesatan itu dalam agama Nasrani untuk mengkampanyekan agama, dan alih-alih mencari agama yang benar dia menuduh agama sebagai candu rakyat dan alat eksploitasi, dan tidak ada jalan baginya setelah itu kecuali beriman kepada materialisme, maka menganggapnya sebagai yang pertama dan yang terakhir dan tidak ada sesuatu sebelumnya dan tidak ada sesuatu setelahnya. Dan wajib baginya untuk menjelaskan bagaimana alam semesta ini bergerak selama dia telah kufur kepada Allah, maka dia menciptakan khayalan pertentangan antara yang berlawanan sebagai penafsiran bagi gerakan alam semesta dan kehidupan, atau apa yang disebut dengan dialektika yang diciptakan oleh “Hegel”, dan demikianlah disebut seruan “Marx” dengan materialisme dan dialektika. Marx meninggikan materi dan menganggapnya sebagai asal kehidupan, dan menganggap bahwa ia adalah penggerak pertama baginya; maka dia memberikan kekuatan produksi sifat perkembangan dialektik yang mandiri, maka ia adalah kamus seluruh alam semesta, dan memberikannya kemutlakan yang artinya keharusan kedaulatannya, dan bahwa menentangnya tidak akan menghentikannya, dan tidak akan menjadi kecuali ungkapan tentang kebodohan dan durhaka.

Berkata Ustaz Al-Aqqad: “Sungguh aku telah melihat orang-orang yang membatalkan agama-agama di zaman modern atas nama filsafat materialisme, maka tiba-tiba mereka meminjam dari agama setiap sifat dari sifat-sifatnya, dan setiap keharusan dari keharusannya; dan tidak dapat tidak bergantung pada apa yang ada padanya dari unsur-unsur iman dan kepercayaan yang tidak ada sandarannya selain sekedar membenarkan dan perasaan, kemudian mereka mengosongkannya dari kekuatannya yang disebarkannya ke dalam kedalaman jiwa karena mereka membuatnya secara buatan, dan tidak mengembalikannya kepada sumbernya yang asli. Maka orang-orang yang beriman kepada filsafat materialisme ini meminta dari pengikut mereka agar kufur kepada segala sesuatu selain materi, dan agar meyakini bahwa alam-alam timbul dari materi ini dalam putaran-putaran yang bersambung yang setiap putaran daripadanya hancur di penghujungnya; untuk kembali kepada susunan dalam putaran yang baru.

Dan meminta dari mereka agar menunggu kenikmatan yang kekal di bumi ini manakala benar ramalan mereka tentang lenyapnya kelas-kelas sosial, maka jika lenyap kelas-kelas sosial pada tahun ini atau setelahnya beberapa tahun; maka itulah permulaan surga abadi yang kekal selama bumi dan langit kekal, dan berakhir kepadanya fase-fase sejarah sebagaimana berakhir dengan hari kiamat dalam akidah orang yang beriman kepada agama-agama. Dan tidak kosong agama filsafat materialisme dari setannya, yaitu kapitalisme yang jahat yang sulit, maka segala yang ada di dunia dari perbuatan buruk atau ide buruk maka ia adalah tipu daya dari setan yang licik dan pembangkang ini, dan segala yang ada padanya dari perbuatan buruk atau ide buruk akan hilang dan berubah dan menggantikan tempatnya berkah-berkah filsafat materialisme dan keridhoannya, manakala urusan menjadi kepada malaikat-malaikat rahmat dan pergi setan itu ke dasar neraka. Tetapi agama apakah ini?! Ia adalah agama yang paling mirip dengan agama kemanusiaan yang dikenalnya di permulaannya, yaitu agama penyembahan alam, yang dipeluk manusia primitif dan dia menyerahkan padanya nilai-nilai kemanusiaan kepada pohon-pohon dan lain-lain dari benda-benda.

Dan kami ingin mengetahui sampai batas mana materialisme dialektika mampu memberi manusia kesadaran akan alam semesta, dan menentukan tujuannya dalam wujud. Berkata Engels: “Sesungguhnya bagaimanapun timbul atau punahnya makhluk-makhluk sebelum timbul di antara keduanya makhluk hidup yang berpikir dengan otak mereka, dan menemukan bagi mereka tempat berlindung yang memungkinkan kehidupan walaupun untuk waktu yang singkat dengannya; maka kami meskipun demikian yakin bahwa materi dalam segala perubahannya tetap selamanya satu, dan selamanya sebagaimana adanya, dan bahwa ia tidak akan kehilangan sifat dari sifat-sifatnya, dan bahwa keharusan besi yang memutuskan lenyapnya atom-atom materi yang tertinggi -yaitu kekuatan yang berpikir- ia sendiri yang memutuskan kelahiran bola lain di zaman lain”.

Bahkan ketika “Lenin” menyebutkan perkataan “Heraclitus” bahwa dunia satu tidak diciptakan oleh Tuhan manapun, dan tidak oleh manusia manapun dan telah ada dan masih ada dan akan menjadi nyala api hidup sampai selamanya yang menyala dan padam mengikuti hukum-hukum tertentu, dia mengomentarinya dengan berkata: “Sungguh penjelasan yang mengagumkan untuk prinsip-prinsip materialisme dialektika”.

Dan dalam dasar-dasar Marxisme Leninisme bahwa ia tidak mengakui adanya kekuatan atau pencipta apapun di balik alam, sesungguhnya ia bertumpu dengan jelas pada kebenaran, kebenaran dunia yang kita hidup di dalamnya, sesungguhnya ia membebaskan manusia sekali untuk selamanya dari khurafat, dan dari perbudakan spiritualitas lama. Sesungguhnya ajaran-ajaran filsafat materialisme yang menyatakan bahwa dunia luar ada dalam waktu dan dalam tempat membantah prinsip akidah tentang adanya Tuhan di luar waktu dan tempat, dan teologi menegaskan adanya Tuhan sebelum adanya dunia, dan menegaskan bahwa Tuhan inilah yang menciptakan alam, dan filsafat materialisme ini menegaskan bahwa Allah saja yang tidak dibatasi waktu dan tempat; sedangkan alam dibatasi permulaan dan akhir bagi waktu dan tempat. Mereka berkata: “Sesungguhnya ini khurafat, dan sesungguhnya ilmu telah menjelaskan kemustahilan khurafat-khurafat ini, maka tidak ada tempat bagi Allah dalam kenyataan, dan itulah prinsip para ilmuwan tentang dunia”.

Dan ahli falak Perancis Joseph Lalande berkata: Sesungguhnya dia mencari di langit-langit tetapi dia tidak menemukan Tuhan apapun di sana, “Sangat besar perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan kecuali dusta” (Al-Kahf: 5).

Dan yang menakjubkan bahwa pemilik pendapat ini sebelum satu halaman berkata: Sesungguhnya jarak-jarak di alam jauh lebih besar daripada jarak-jarak yang kita biasakan di bumi, maka mikroskop-mikroskop modern telah memungkinkan kita menemukan sistem bintang yang cahayanya sampai kepada kita dalam ratusan jutaan tahun, meskipun kecepatan cahaya mencapai tiga ratus ribu ribu kilo dalam satu detik. Meskipun informasi-informasi ini terbatas tetapi tidak memberikan gambaran yang benar tentang keluasan dunia yang tidak terhingga. Sesungguhnya ketidakterbatasan dunia melampaui batas-batas khayalan, dan tidak mungkin menggambarkan dunia dan mengungkapkannya dengan ilmu, dan angka-angka yang khusus tentang umur bumi dan perkembangannya mengherankan khayalan, maka manusia sebagaimana kita kenal hari ini muncul sejak lima puluh ribu sampai tujuh puluh ribu tahun, dan bentuk pertama tumbuhan dan kehidupan hewan muncul sejak seribu juta tahun, dan bumi sendiri sejak beberapa ribu jutaan tahun, dan inilah umur waktu sejarah bumi sebagaimana dikatakan ilmu, tetapi tidak angka-angka ini dan tidak yang lebih besar daripadanya mampu memberikan petunjuk yang sesungguhnya tentang ketidakterbatasan alam; karena ketidakterbatasan ini terwujud keberadaannya yang tidak terbatas dengan waktu. Dan demikianlah mereka sampai kepada tanda-tanda ide-ide gaib yang mereka celakan agama-agama karenanya, dan meskipun sampai ini maka mereka membenarkan perkataan manusia yang ceroboh yang mencari Allah di langit maka tidak menemukannya, Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka katakan dan dari apa yang mereka sifatkan.

Makna Sosialisme

Sesungguhnya sosialisme berdiri pada abad kesembilan belas masehi karena pertikaian yang pahit antara para buruh dan pemilik pekerjaan; karena sesungguhnya para buruh pada zaman ini menuntut kenaikan gaji mereka, dan pemilik pekerjaan menolak menaikkan gaji-gaji ini, pada waktu di mana pemilik pekerjaan mengeksploitasi uang dengan eksploitasi yang terburuk, tanpa belas kasihan kepada seorangpun dari para buruh, dan pada waktu yang hampir sama mulai muncul mesin-mesin industri modern, maka tiba-tiba pemilik pekerjaan lebih memilihnya daripada tenaga kerja karena banyaknya produksinya, dan sedikitnya yang dibutuhkannya dari para buruh untuk mengoperasikannya; maka pemilik pekerjaan tidak membutuhkan banyak buruh, maka timbullah pengangguran dan masalah-masalahnya yang banyak.

Dan dari sinilah timbul ide untuk menuju dengan menuntut perbaikan keadaan-keadaan ekonomi yang kacau ini, dan membatasi persaingan antara manusia dengan memonopoli uang dan mengumpulkannya, yang menyebabkan pertentangan di antara mereka, dan ini pada waktu di mana agama Nasrani yang menyimpang tentu saja bangkrut, bangkrut dari menyelesaikan masalah apapun dari jenis ini, bahkan menjadi faktor yang kuat dalam munculnya ide anti-agama, dan dalam munculnya madzhab-madzhab menyimpang yang berbeda yang berdiri dari hari pertama untuk memerangi segala keadaan buruk yang ada, dan menggantinya dengan sistem-sistem baru yang menjamin bagi manusia hak-hak mereka dan kebebasan kehidupan mereka. Dan di antara ide-ide itu adalah fenomena perkataan dengan sosialisme dan memerangi kepemilikan individu dan apa yang datang setelahnya dari kengerian komunisme.

Dan kenyataannya bahwa sosialisme adalah madzhab yang paling jelek yang dikenal umat manusia, dan yang paling jahat pada mutlaknya, maka telah pergi menjadi korban penerapannya ratusan jutaan pembunuhan, kelaparan, dan pengungsian di Eropa yang jauh dari tanah-tanah kaum muslimin, dan dari akidah-akidah mereka dan sejarah peradaban mereka. Yahudi dunia mendukungnya dan mengerahkan segala yang mampu mereka lakukan untuk mendukungnya dan menguatkan pengaruh para pengikutnya karena apa yang mereka ketahui dari akibat-akibatnya yang buruk pada Goyim, yaitu: selain Yahudi, dan terwujud bagi mereka itu dan tersebar madzhab sosialis yang membawa kehancuran dan kerusakan, dan tetap bertahun-tahun dalam puncak kekuatannya sampai Allah mengizinkan penghinaannya dan penghinaan para pengikutnya, maka keluar darinya banyak orang yang Allah anugerahi dengan akal dan pemikiran yang benar, dan menginjak-injaknya dengan kaki mereka, dan bernafas lega, dan mereka terkejut dengan apa yang mereka alami dari kerugian yang nyata pada hari-hari menimpanya di dada mereka, dan mereka yakin bahwa ia adalah madzhab neraka yang dibentuk setan-setan manusia dan jin dengan berkah iblis terkutuk bagi mereka atas tangan “Friedrich Engels”, dan Karl Marx, dan yang datang setelah mereka seperti Lenin dan Stalin, sampai dimulai masa Gorbachev dengan memimpin apa yang dahulu disebut Uni Soviet.

Dan yang aneh dan menakjubkan dan mengerikan sekali bahwa sebagian manusia masih menyerunya, dan bermegah bahwa mereka adalah ksatria sosialisme “Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (Al-A’raf: 179). Jika ahli Eropa memiliki keadaan mereka yang menghasilkan seruan kepada sosialisme pada abad kesembilan belas masehi dan sesudahnya, maka kenapa negara-negara dan rakyat yang mengaku Islam, dan bahwa ia konstitusi mereka, kenapa mereka masuk di bawah bendera pemikiran merah ini yang selalu menunjukkan penumpahan darah, dan apa keadaan yang memaksa mereka menyerukan sosialisme Marxis? Apakah mereka tidak menemukan dalam Islam apa yang membahagiakan mereka? Ya, tetapi mereka tidak menerapkannya jika tidak kita katakan tidak mengenalnya sama sekali.

Panjang celaan kami untuk orang-orang ini dan permusuhan kami kepada mereka, tetapi tidak mungkin mengabaikan fitnah besar mereka, dan yang menunjukkan sejauh mana keburukan dan kebodohan mereka, fitnah itu yang muncul menyerukan bahwa sosialisme dasarnya adalah Islam, dan bahwa sosialisme berjalan berdampingan dengan ajaran-ajaran Islam, bahkan pencipta sosialisme dalam anggapan mereka bukanlah “Karl Marx” si Yahudi yang dengki, tetapi sesungguhnya Abu Dzar Al-Ghifari, dan Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid yang mereka sebut di antara mereka sebagai ibu sosialisme, bahkan dalam pidato yang disampaikan salah seorang pemimpin mereka, dia mengklaim di dalamnya bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah imam para sosialis, Subhanallah! Betapa besar kesabaranNya!. Maka di mana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan di mana Ummul Mukminin Khadijah radhiyallahu anha, dan di mana Abu Dzar Al-Ghifari radhiyallahu anhu dan di mana sosialisme?! Sesungguhnya itu kebohongan yang hampir merubuhkan gunung-gunung, dan tipuan yang terbuka dan jelek yang pemiliknya ingin membuat wajah yang suram sosialisme disenangi hati kaum muslimin, mereka ingin menipu kaum muslimin dan menarik hati mereka agar masuk pada apa yang mereka masuki, karena mereka telah terjatuh dalam madzhab-madzhab ini mereka ingin menyeret orang lain kepadanya, dan betapa mirip keadaan mereka dengan keadaan rubah yang ekornya dipotong lalu datang kepada rubah-rubah lainnya membuatnya senang kepada mereka agar memotong ekor mereka untuk menikmati keringanan dan kelincahan.

Setelah pengantar yang diperlukan ini kami kembali kepada penjelasan makna sosialisme yang para pendakwahnya berbeda pendapat di antara mereka, mereka terpecah menjadi partai-partai dalam pemahaman mereka tentang sosialisme dan yang dimaksud dengannya, sampai makna-maknanya mencapai dua ratus di Inggris saja, dan ini mengingatkan kita pada perkataan orang Arab ketika mendengar nama-nama kucing yang banyak maka dia berkata: “Allah burukkan dia betapa sedikit manfaatnya, dan betapa banyak nama-namanya”, dan aku katakan kepadamu sebelum aku sebutkan yang terpenting dari definisi-definisi ini: jangan kamu takut dengan banyaknya perbedaan-perbedaan itu; karena muaranya pada akhirnya satu yaitu ateisme dan membuat syariat untuk manusia selain Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana mereka katakan: berbeda-beda sebab dan kematian satu.

Dan jika kita kembalikan makna sosialisme kepada sebelum “Karl Marx” maka sesungguhnya kita dapati ia telah muncul di tempat-tempat yang berbeda, dalam seruan-seruan kepada penghapusan kepemilikan individu, dan seruan-seruan kepada pembuangan tradisi dan adat, dan seruan-seruan kepada kepemilikan bersama harta dan wanita-wanita di antara semua, dan disebut kepada sosialisme ini nama sosialisme lama sebelum tahap munculnya sistem kapitalis yang bertentangan dengan sosialisme sama sekali dalam pengagungan kepemilikan individu, dan keegoisan-keegoisan lain yang menjadi cirinya, bahkan sebelum munculnya Islam beratus-ratus tahun pada masa Plato, dan Sir Thomas More, dan sebelum mereka Mazdak di Persia dan lain-lain.

Dan telah mengambil manfaat dari mereka “Karl Marx” dalam teori komunisnya, atau sebagaimana dia menyebutnya sosialisme ilmiah dan ia paling jauh dari ilmiah, dan ia asing dari Islam, bahkan dari agama-agama semuanya, dan tidak diakui tidak Islam dan tidak lainnya dari agama-agama. Maka penamaan sosialisme kepada Islam atau kepada Arab ketika dikatakan sosialisme Islam, atau sosialisme Islam, atau sosialisme Arab adalah ungkapan yang meleset dari kebenaran; karena Islam tidak mengakui sosialisme meskipun ia ada dalam bentuk-bentuk yang beragam sebelum Islam, dan meskipun demikian Allah tidak memilih agar ia menjadi bagian dari ajaran Islam, dan demikian juga perkataan mereka sosialisme Arab tidak lain adalah kebohongan murni kepada Arab, dan kepada orang-orang Arab yang tidak mengenalnya atau membicarakannya tidak dalam syair mereka dan tidak dalam prosa mereka dan pemahaman-pemahamannya.

Dan pemahaman-pemahamannya semuanya bukan pemahaman sosialisme dan lahirnya sosialisme bukan di negeri Arab, maka dengan hak apa dinisbatkan kepada mereka kalau bukan karena keinginan tipuan dan penyesatan, dan demikian juga nisbat sosialisme kepada ilmu adalah nisbat palsu dan fitnah; karena ia berdiri atas perkiraan-perkiraan Marxis dan atas ramalan dengan perkara-perkara banyak yang muncul daripadanya bahwa ia adalah dusta dan tidak terwujud, dan nisbatnya kepada ilmu adalah kezaliman kepada ilmu dan kezaliman apa, dan Islam, dan Arab, dan ilmu dan akal-akal yang sehat semuanya tidak menentang jual beli, tidak menentang keuntungan dan kepemilikan individu yang diperangi sosialisme atas dasar bahwa keuntungan dihasilkan dari kepemilikan individu, dan ia dilarang dalam sosialisme, maka kapan Islam atau Arab atau ilmu menyerukan itu, dan Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba?!

Kapan Sosialisme Muncul?

Sebagian peneliti berpendapat bahwa orientasi menuju ide sosialisme telah melalui banyak tahapan dan filosofi sebelum munculnya Dokter “Karl Marx”. “Robert Owen” yang lahir tahun 1771 M adalah seorang reformis sosial yang lahir di Wales, dan merupakan salah satu pelopor gerakan koperasi. “Owen” berusaha membuktikan sebagai seorang pengusaha bahwa salah satu syarat perdagangan yang sukses adalah memperhatikan kesejahteraan karyawan. “Owen” mendirikan perkumpulan “New Harmony” yang terkenal di Indiana, Amerika Serikat. Dia berpandangan bahwa manusia dapat meraih manfaat terbesar dari kekuatan produksi jika mereka bekerja sama demi kepentingan umum, menghapuskan kepemilikan pribadi dan keuntungan, serta mendirikan masyarakat industri dan pertanian yang mengatur dirinya sendiri.

Owen berpandangan bahwa pertumbuhan mesin akan menyebabkan pengangguran di satu sisi dan penumpukan produksi di sisi lain. Tidak ada obat untuk hal ini kecuali jika cakupan pasar diperluas melalui kenaikan upah pekerja, dan ini tidak akan terjadi kecuali dalam kondisi persaingan bebas. Dia melihat bahwa tidak ada jalan keluar dari organisasi sosialis jika kita ingin produksi yang berlimpah menjadi jalan menuju kemakmuran. Di pabriknya yang terkenal di New Lanark, dia membangun rumah-rumah sehat untuk para pekerja, mendirikan toko-toko untuk mereka membeli kebutuhan dengan harga yang diturunkan, membangun sekolah-sekolah penitipan anak untuk mengasuh anak-anak, dan mengalokasikan dana untuk mengobati orang sakit dan membantu orang tua atau mereka yang mengalami kecelakaan atau cacat. Dia adalah orang pertama yang memberikan pensiun dan tunjangan pengangguran kepada para pekerja. Dia menyusun program lengkap untuk sistem koperasi bagi 300 hingga 500 pekerja di kota-kota baru untuk tempat tinggal, di mana para pekerja ini bekerja sama dalam produksi tanpa keuntungan sebagai pemandu mereka, melainkan kerja sama. Dia mencoba menguji teori koperasinya di Amerika dan mendirikan unit pada tahun 1825 di salah satu negara bagian, tetapi dia gagal dalam percobaannya dan kembali ke Inggris dalam keadaan miskin pada tahun 1829.

Kita juga menemukan “Louis Blanc” yang membangun pemikirannya dalam bukunya (Organisasi Kerja) atas dasar bahwa ekonomi masyarakat berdiri di atas persaingan yang tidak adil, dan obatnya adalah melalui penguasaan negara atas industri. Negara mendirikan bengkel-bengkel nasional yang menjamin pekerjaan bagi para pekerja dengan upah yang layak. Rencana percobaan yang dia dirikan gagal total. Setelah dia datang “Proudhon” dan menulis buku yang dia beri nama (Apa itu Kepemilikan) dan dia menjawab dengan jawabannya yang terkenal: Sesungguhnya kepemilikan adalah pencurian. Dia berpandangan bahwa sistem yang ada tidak dapat diubah kecuali dengan menghapuskan negara dan menghapuskan semua otoritas, serta menyerahkan pengelolaan urusan ekonomi kepada upaya individu biasa. “Proudhon” menyerukan pembentukan bank-bank pertukaran di mana pekerja menaruh nilai kerjanya dengan imbalan kupon yang menjalankan fungsi uang. Bank-bank didirikan secara percobaan, namun percobaan ini runtuh dengan cepat. Di antara penyebab keruntuhan ini adalah tidak ditetapkannya pentingnya unsur permintaan dalam arah bank-bank ini, karena mungkin tidak ada permintaan terhadap jenis barang yang disimpan pekerja.

Kemudian datang setelah itu “Karl Marx” di paruh kedua abad kesembilan belas, di tengah kemiskinan yang disebarkan oleh kapitalisme dan ketidakadilan sosial yang dialami masyarakat akibat eksploitasi para pemilik usaha. Keadaan ini menjadi sumber kemarahan para reformis pada waktu itu. “Karl Marx” memanfaatkan kemarahan ini dengan menyerukan teori barunya dalam sosialisme. “Karl Marx” menggambarkan sejarah manusia atas dasar bahwa itu adalah perjuangan antar kelas, di mana satu kelas mengeksploitasi kelas lain, seperti perjuangan yang terjadi dahulu antara orang merdeka dan budak, kemudian antara bangsawan dan petani, serta antara para kepala dan anggota dalam sistem serikat.

Akhirnya, perjuangan ini muncul baru-baru ini sejak era Revolusi Prancis antara kelas kapitalis dan kelas pekerja. Intensitas perjuangan meningkat dari kecenderungan deterministik kapitalisme dalam memusatkan kepemilikan di tangan segelintir kapitalis dan meningkatkan penderitaan kelas pekerja. Menurutnya, ini mengarah pada ledakan revolusioner yang mengubah hubungan produksi kapitalis menjadi hubungan produksi sosialis. Dia mengklaim bahwa dengan transformasi produksi dari kepemilikan individual menjadi kepemilikan kolektif, perjuangan kelas berakhir dan kontradiksi antara kepentingan manusia berakhir. Kepemilikan umum bersama ini akan membawa pada penghapusan hambatan di hadapan ekspansi produksi yang mengarah pada ketersediaan produk sehingga kelangkaan menjadi tidak ada. Di sini, seperti yang dilihat “Marx”, tidak akan ada alasan untuk kepemilikan atau perjuangan, dan semua orang akan mengambil sesuai kebutuhan mereka. Apa yang dikatakan Marx ini adalah ilusi terbesar yang dialami umat manusia di masanya, dan inilah yang mereka sebut dengan sosialisme ilmiah yang dipersembahkan “Marx” atas nama materialisme dialektis, yang telah menyengsarakan negeri dan hamba-hamba Allah, dan mengubah mereka menjadi budak di negeri-negeri sosialis yang digiling dan diperbudak.

“Friedrich Engels”, teman “Karl Marx” dan rekannya dalam menyusun teori ini, berkata tentang ilusi ini yang dia jalani dan dia ajak umat manusia untuk hidup di dalamnya: Persis seperti “Darwin” menemukan hukum evolusi alam organik, maka “Marx” menemukan hukum evolusi sejarah manusia. Kebenaran sederhana yang disembunyikan oleh penyimpangan madzhab-madzhab pemikiran adalah bahwa manusia harus makan, minum, berpakaian, dan bertempat tinggal sebelum dia merumuskan politik, ilmu pengetahuan, seni, atau akidah. Karena itu, produksi kebutuhan-kebutuhan hidup dasar dan dengan demikian tingkat kemajuan ekonomi dalam periode tertentu atau era tertentu adalah yang mendasari negara, lembaga-lembaga, sistem hukum, seni, dan bahkan pemikiran akidah manusia, dan yang menjelaskannya, bukan sebaliknya seperti yang terjadi sebelumnya.

Inti ucapannya: Kehidupan ekonomi yang terwujud dalam alat-alat produksi berupa tanah dan modal adalah yang menentukan hubungan-hubungan produksi seperti kepemilikan. Atas dasar fondasi ekonomi ini lahirlah sistem-sistem sosial, politik, dan intelektual. Bukan manusia yang menentukan ekonominya, melainkan sebaliknya, ekonomi yang menentukan manusia. Gerakan pemikiran tidak lain adalah refleksi dari gerakan realitas yang dipindahkan ke otak manusia dan menetap di dalamnya. Pada tahap tertentu dari perkembangan, kekuatan-kekuatan produksi material memasuki perjuangan dengan hubungan-hubungan produksi yang ada, atau dengan ungkapan hukum tentang hal yang sama, dengan hubungan-hubungan kepemilikan yang telah bekerja selama ini. Akibat dari ilusi tersebut, kepemilikan dianggap sebagai sarana terbesar untuk mengeksploitasi manusia dan sarana terbesar untuk menghambat perjalanan mereka.

“Karl Marx” berkata: Kepemilikan pribadi kapitalis yang dihasilkan melalui produksi kapitalis adalah peniadaan pertama terhadap kepemilikan pribadi yang berdiri atas dasar kerja individual. Namun produksi kapitalis melahirkan dengan kekuatan hukum alam yang tidak berubah, kekuatan yang merampasnya, yaitu meniadakannya. Ini disebut dalam Marxisme sebagai peniadaan atas peniadaan atau peniadaan atas peniadaan.

Peniadaan kedua ini tidak mengarah pada kembalinya kepemilikan pribadi, tetapi mengembalikannya atas dasar kerja sama dan kepemilikan bersama terhadap tanah dan alat-alat produksi yang dihasilkan pekerja sendiri. Transformasi kepemilikan pribadi yang tersebar yang berdiri atas kerja individual menjadi kepemilikan kapitalis adalah proses yang lebih lama, lebih keras, dan lebih sulit daripada transformasi kepemilikan pribadi kapitalis menjadi kepemilikan sosial. Sebab dalam kasus pertama, masalahnya berkaitan dengan pengambilalihan sebagian orang atas kepemilikan massa rakyat. Sedangkan dalam kasus terakhir, yang menjadi perhatian kita adalah pengambilalihan apa yang dimiliki segelintir orang melalui massa rakyat.

Jadi ekonomi sosialis berdiri atas fondasi-fondasi tertentu sebagaimana dilihat “Marx”, “Engels”, dan para pengikutnya, yaitu: Pertama: Berdirinya revolusi sosialis yang dengan itu para pekerja menguasai pemerintahan sebagai syarat pertama. Kedua: Negara menasionalisasi semua unsur produksi dan menghapuskan semua pendapatan selain upah pekerja. Ketiga: Aktivitas ekonomi melalui aparatur perencanaan dan semua hubungan ekonomi internasional dilakukan melalui penjadwalan.

Pada 8 November tahun 1917, setelah revolusi komunis terjadi dan mulai menerapkan sistem sosialis yang mereka serukan kepada kita, pemerintah menyita semua kepemilikan besar tanpa kompensasi, dan kepemilikan pertanian beralih ke dewan-dewan petani. Pada 14 November 1917, semua institusi industri dan perdagangan tunduk pada pengawasan langsung yang efektif dari para pekerja, dan negara mengambil alih surplus produksi dalam bentuk barang. Empat tahun berlalu dan percobaan gagal, ekonomi hancur, dan kelaparan menancapkan cakarnya di hati rakyat yang malang akibat penurunan produksi menjadi seperlima dari kondisi sebelum penyitaan kepemilikan-kepemilikan ini. Setelah tiga hari, kebebasan dikembalikan untuk perdagangan luar negeri dan dalam negeri. Pada 17 Mei 1921, para produsen kecil diizinkan untuk menjual produk mereka untuk kepentingan mereka sendiri. Pada 7 Juni 1921, nasionalisasi semua institusi industri yang jumlah pekerjanya tidak melebihi dua puluh pekerja dibatalkan.

Demikianlah kita mendapati bahwa propaganda sosialis ini tidak bertahan di hadapan angin, dan terbukti gagal setelah beberapa tahun penerapannya. Sosialisme bukanlah, sebagaimana mereka katakan, kesempatan berharga untuk membahagiakan umat manusia, tetapi seperti awan musim panas atau gelembung yang ditiup angin yang terbongkar kepalsuan dan pudarnya kemilau setelah percobaan-percobaan pahit yang berusaha menentang fitrah, menentang jiwa manusia yang lurus yang tidak memerangi agama dan tidak memerangi kepemilikan individual. Sejak berdirinya negara komunis ini, ia memindahkan manusia dari buruk menjadi lebih buruk, dari kelas-kelas yang harmonis menjadi kelas-kelas yang bertikai, dari kemiskinan dan kekayaan, serta miskin dan kaya menjadi kemiskinan yang memprihatinkan.

Demikianlah terbukti melalui percobaan praktis bahwa tidak ada solusi kecuali dalam Islam dan syariat Islam.

Semoga Allah memberikan shalawat kepada junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya, keluarga dan seluruh sahabatnya.

 

 

Pelajaran 07: Sosialisme (2)

Bismillahirrahmanirrahim Pelajaran Ketujuh (Sosialisme (2))

Pembagian Sosialisme

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam atas yang paling mulia di antara para rasul dan penutup para nabi, junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya, keluarga dan seluruh sahabatnya.

Sosialisme adalah madzhab yang asing bagi manusia dan agama-agama mereka. Filosofi ini muncul di Eropa dalam kondisi dan keadaan khusus yang dialami Eropa. Para pemimpin sosialisme membagi madzhab ini menjadi dua bagian:

Bagian pertama: Mereka menyebutnya dengan Sosialisme Marxis. Bagian kedua: Mereka menyebutnya dengan Sosialisme Fabian.

Fabian adalah perkumpulan yang didirikan di London tahun 1883 M untuk mempromosikan sosialisme. Cabang-cabangnya kemudian menyebar di kota-kota lain di Inggris. Fasilitas ini berasal dari diskusi-diskusi khusus yang dilakukan di antara sebagian pemikir yang dipimpin oleh pemikir Amerika “Thomas Davidson” tentang kewajiban-kewajiban sosial. Nama Fabian diambil dari keluarga Fabia Romawi yang terkenal yang dianggap sebagai salah satu keluarga bangsawan tertua di Roma. Keluarga ini mengklaim keturunan dari Hercules, pahlawan legendaris. Dari keluarga ini muncul banyak tokoh yang memainkan peran penting di Roma, di antaranya “Quintus Fabius”, yang terkenal dengan kesabaran dalam mencapai tujuannya, yang berarti keinginan kaum Fabian untuk mencapai sosialisme melalui cara bertahap.

“George Bernard Shaw” adalah salah satu pendiri tertua perkumpulan ini. Yang kita pelajari sekarang adalah madzhab Sosialisme Marxis yang dinisbatkan kepada pendiri Marxisme, yaitu Yahudi “Karl Marx”, yang merupakan pendahuluan bagi komunisme merah dan tahapan dari tahap-tahap perkembangan sejarah dalam tafsir materialisnya terhadap sejarah. Namun yang menjadi perhatian kita adalah membedakan antara Sosialisme Marxis dan Sosialisme Fabian, dan perbedaan ini tampak melalui hal-hal berikut:

Pertama: Sosialisme Marxis dinisbatkan kepada “Karl Marx”, sedangkan Sosialisme Fabian dinisbatkan kepada salah satu jenderal Romawi bernama “Fabius”.

Kedua: Sosialisme Marxis cenderung pada kekerasan, revolusi, dan pertumpahan darah, karena itu disebut dengan Revolusi Merah. Sedangkan Sosialisme Fabian cenderung pada reformasi dan kebahagiaan manusia sebagaimana mereka klaim, serta pada cara bertahap dalam perkembangan meskipun hal itu menyebabkan penundaan penerapan sosialisme dalam waktu yang lama.

Ketiga: Sosialisme Marxis membatalkan kepemilikan individual, memeranginya, dan menganggapnya sebagai musuh paling besar. Sedangkan Sosialisme Fabian mengakui kepemilikan umum dan tidak membolehkan nasionalisasi tanah tanpa imbalan. Sosialisme Fabian berpandangan bahwa kepemilikan pribadi dapat diubah menjadi kepemilikan negara dengan cara-cara yang sah.

Para Fabian juga menentang pandangan Karl Marx tentang masyarakat, di mana Marx berkata bahwa masyarakat berdiri atas perjuangan kelas. Filosofi Sosialisme Fabian berkata: Perjuangan kelas tidak bersifat deterministik dan tidak ada keharusan untuk itu bagi berdirinya pemerintahan pekerja sebagaimana madzhab Karl Marx. Karena negara menurut kaum Fabian bukan dimaksudkan untuk dominasi satu kelompok atas kelompok lain sebagaimana dilihat Marx, melainkan negara menurut mereka adalah kekuatan untuk kepentingan semua. Sosialisme Fabian berpandangan bahwa perubahan revolusioner yang keras yang dilihat “Karl Marx” gagal dalam mencapai kebahagiaan bagi bangsa-bangsa.

Apakah Sosialisme itu Komunisme?

Untuk menjawab pertanyaan ini kami katakan: Para peneliti berbeda pandangan dalam apa yang tampak dari tulisan-tulisan mereka tentang hubungan antara sosialisme dan komunisme. Sebagian peneliti ini berkata: Tidak ada perbedaan antara sosialisme dan komunisme, dan bahwa sosialisme dan komunisme adalah dua nama untuk satu hal yang sama. Jika kita bertanya kepadanya tentang sebab atau alasan penamaan dengan sosialisme sebagai pengganti penamaan dengan komunisme, dia berkata: Komunisme setelah “Karl Marx” terkenal sebagai komunisme “Mazdak”, sehingga orang-orang menghindar darinya. Dari sinilah kata sosialisme menjadi lebih sedikit penolakan. Karena itu, benih pertama pohon komunisme dibuat murni, kalau tidak sosialisme dan komunisme adalah dua nama untuk satu hal yang sama.

Mazdak yang mereka bicarakan ini muncul di Persia pada masa pemerintahan Kaisar Qubadh, di mana Mazdak mengumpulkan di sekelilingnya para gelandangan dan orang-orang yang bergabung dengannya, dan membentuk dari mereka kekuatan besar. Kemudian Kaisar Qubadh memeluk pemikiran ini dan mengadopsi komunisme harta dan wanita, sampai-sampai laki-laki pada masa itu tidak mengenal ayahnya. Keburukan dan bahaya komunisme ini sangat keras terhadap manusia sampai Allah menyelamatkan mereka melalui Anushirwan, anak Qubadh, yang membunuh banyak kelompok dari mereka karena dia adalah salah satu musuh mereka yang paling keras, dan membunuh Mazdak dengan pembunuhan yang paling buruk.

Adapun pendapat kedua mengenai hubungan antara sosialisme dan komunisme: bahwa sosialisme pada akhirnya bertujuan menuju komunisme, dan perbedaan di antara keduanya terletak pada aspek praktis. Komunisme berpandangan bahwa seluruh kekayaan sosial merupakan kumpulan yang dikonsumsi individu sesuai dengan kadar yang memenuhi seluruh kebutuhannya, bukan hanya sekadar yang sesuai dengan jasanya. Hak konsumsi ini menurut kaum komunis bergantung pada kewajiban produksi dan bekerja, siapa yang tidak bekerja tidak boleh makan menurut ucapan mereka, yang mereka ungkapkan dengan kalimat “dari masing-masing sesuai kemampuannya dan untuk masing-masing sesuai kebutuhannya.”

Adapun sosialisme, ia sepakat dengan komunisme dalam kewajiban membentuk kumpulan umum dari kekayaan, namun berbeda dalam cara distribusi. Sosialisme membolehkan setiap individu mendapat bagian dari hasil umum sesuai dengan kerja dan usahanya, bukan sesuai kebutuhannya. Karena itu sebagian peneliti berpendapat tidak ada perbedaan antara komunisme dan sosialisme: dari masing-masing sesuai kemampuannya, dan untuk masing-masing sesuai kebutuhannya.

Kelompok ketiga berpandangan bahwa antara sosialisme dan komunisme di satu sisi dengan fasisme di sisi lain terdapat kemiripan yang kuat, dalam hal bahwa sosialisme dan komunisme keduanya bertujuan memperkuat cengkeraman negara dalam mengarahkan produksi, dan menghapus kebebasan individu, demikian pula sistem fasis. Semuanya – sosialisme, komunisme, dan fasisme – adalah bentuk-bentuk kediktatoran.

Lenin menganggap sosialisme sebagai tahap yang mendahului komunisme secara langsung, yaitu sebagai pendahuluan atau persiapan menujunya. Ia menganggap sosialisme sebagai tahap pertama sementara komunisme adalah tahap terakhir yang tertinggi. Mereka mengatakan: agar komunisme dapat tegak, harus melalui tiga tahap yang menurut mereka merupakan keniscayaan.

Tahap Transisi: yaitu peralihan umat manusia dari kapitalisme menuju sosialisme, kemudian menuju komunisme, karena perubahan terbesar dalam sejarah menurut pandangan mereka adalah peralihan umat manusia dari kapitalisme menuju komunisme. Peralihan ini memerlukan periode waktu tertentu agar revolusi dapat menghancurkan kelas-kelas yang mengeksploitasi dan menegaskan dominasi hubungan-hubungan sosialis dalam bidang-bidang kehidupan sosial. Ini diperlukan bagi setiap negara yang memilih sosialisme.

Kemudian datang tahap sosialisme setelah tahap transisi ini. Sebagaimana didefinisikan oleh Marxisme, yaitu penghapusan eksploitasi manusia terhadap sesama manusia, dan pada saat bersamaan menghapus kelas-kelas masyarakat yang saling bermusuhan. Masyarakat kapitalis meninggalkan kondisi buruk bagi sosialisme, di mana produksi alat-alat produksi tidak sesuai dengan alat-alat konsumsi. Oleh karena itu prinsip sosialisme adalah setiap individu harus bekerja sesuai kemampuannya dan memperoleh sesuai kerjanya.

Prinsip ini merupakan langkah besar ke depan dibanding kapitalisme yang mengeksploitasi, di mana pekerja sama sekali tidak memperoleh sesuai kerjanya. Barang-barang konsumsi didistribusikan melalui pembelian individu terhadap barang-barang yang diperlukan untuk kehidupan mereka. Kebutuhan budaya massa dipenuhi hingga batas maksimal melalui layanan-layanan sosial seperti layanan medis gratis misalnya. Harus ada kemajuan luar biasa dalam produksi alat-alat produksi, dan para pekerja harus mengkhususkan diri dalam pengetahuan penggunaannya. Harus dikembangkan dengan bentuk yang lebih tinggi dari tingkat yang dicapai pada tahap kapitalisme yang merampas massa dari budaya dan ilmu pengetahuan. Namun jika kerja belum menjadi kebutuhan alamiah bagi manusia seperti kebutuhannya bernapas dan berjalan, maka cara terbaik untuk mendorong kemajuan dan spesialisasi pekerja adalah setiap individu memperoleh sesuai jenis kerja yang dilakukannya.

Karena itu janji-janji kapitalisme yang menipu yang ingin meyakinkan para pekerja bahwa kapitalisme mampu mengangkat kehidupan mereka jika mereka memperbaiki kualitas kerja, menjadi kenyataan dalam sosialisme karena hilangnya eksploitasi. Namun individu dalam sosialisme tidak mengambil hasil kerjanya secara utuh, hal itu untuk menyisihkan sebagian untuk menutupi biaya administrasi, klinik-klinik dan lainnya. Dalam masyarakat sosialis, setiap individu diberi sesuai kerjanya secara tidak sama antara individu-individu setelah dijamin bagi setiap individu sarana kehidupannya.

Jadi mereka mengatakan: sosialisme berbeda dengan komunisme, namun apa makna pembedaan ini? Jika kita mengetahui bahwa “Karl Marx” adalah yang menciptakannya dan dia pula yang menamakannya sosialisme, dan menyebutnya sosialisme ilmiah untuk membedakannya dari jenis sosialisme utopis yang diciptakan dahulu oleh Saint-Simon, Louis dan kawan-kawannya, yang tidak diridhai Karl Marx. Ia menganggap sosialismenya sebagai tahap yang niscaya tidak dapat ditolak, karena menurutnya merupakan hasil yang berlawanan dengan kapitalisme yang diprediksinya akan berakhir, dan sosialismenya akan menggantikannya.

Marx berpandangan bahwa banyak negara seperti Inggris dan lainnya pasti akan kembali mengambil sosialismenya, dan sistem-sistem kapitalis di negara-negara ini akan mati. Hasilnya seperti kata penyair:

Al-Farazdaq mengklaim akan membunuh Murabi’
Bergembiralah dengan keselamatan panjang wahai Murabi’

Sosialisme telah sekarat di Timur pada saat kapitalisme berkembang di Barat, demikianlah dugaan Marx dan kawan-kawannya yang bodoh.

Klaim-klaim Kaum Sosialis dan Propaganda Mereka

Para pengikut mazhab sosialis dengan beragam konsep mereka memiliki kesamaan, mereka sepakat dalam menyesatkan dan menipu manusia, berusaha membuat sosialisme disenangi mereka. Hal-hal yang mereka serukan tampak sebagai peluang berharga untuk membahagiakan umat manusia, namun pada kenyataannya ketika dipraktikkan – sebagaimana telah kami katakan – tampak seperti awan musim panas, atau gelembung-gelembung yang ditiup angin, kepalsuan mereka terbongkar dan kilaunya memudar setelah pengalaman-pengalaman yang dilalui umat manusia sejak didirikan. Pengalaman-pengalaman ini memindahkan mereka dari tahun-tahun yang baik dan dari kelas-kelas yang saling mengasihi kepada kelas-kelas yang saling berperang, dari kemiskinan dan kekayaan menjadi kemiskinan yang memprihatinkan. Ringkasan klaim-klaim tersebut terwakili dalam hal-hal berikut:

Mereka mengatakan dan mengklaim pertama: bahwa mereka akan menyamakan secara ekonomis antara seluruh individu tanpa membedakan mereka dalam kebangsaan, jenis kelamin, atau usia.

Kedua: mereka mengatakan bahwa mereka akan menghapus eksploitasi individu atau kelompok atau negara terhadap individu.

Ketiga: mereka mengatakan bahwa mereka akan menghapus kepemilikan individu atas tanah dengan segala yang ada di atasnya dan di dalamnya berupa harta karun dan kekayaan, dan menjadikannya di tangan negara saja, yang memungkinkan terwujudnya keadilan dalam distribusi di antara semua.

Mereka juga mengatakan bahwa mereka akan memberikan hak kepada setiap manusia untuk menggunakan seluruh alat produksi baik ilmiah maupun teknis. Kemudian berdirinya negara sosialis itu sendiri untuk mengubah pengelolaan upaya dan produksi individu menjadi pengelolaan yang terpadu, dan negara menjadi pemilik tunggal seluruh kekayaan dan alat-alat produksi, serta seluruh fasilitas ekonomi lainnya dan mengelola investasinya. Dengan demikian tercapai kebahagiaan yang diinginkan. Itulah hal-hal terpenting yang berkisar di sekitar konsep-konsep sosialisme dan upaya membuatnya disenangi manusia.

Mari kita lihat klaim-klaim yang mereka katakan ini. Adapun pemerataan ekonomi di antara seluruh individu, telah diwujudkan kaum sosialis, namun di sisi lain mereka telah berhasil menyamakan manusia dalam kemiskinan, namun mereka tidak berhasil menyamakan mereka dalam kekayaan, karena menghancurkan selalu lebih mudah daripada membangun. Kondisi bangsa-bangsa di Uni Soviet setelah lenyapnya kegelapan sosialisme dari mereka adalah saksi dan bukti terkuat akan hal itu.

Adapun mengenai menghapus eksploitasi individu oleh individu-individu lain atau kelompok atau negara, ini adalah kebohongan yang nyata, karena negara mengeksploitasi individu-individu dari daging sampai tulang hingga individu menjadi seperti barang konsumsi biasa. Eksploitasi apa yang lebih kuat daripada individu tidak makan makanan apa pun kecuali dengan kartu, tidak memiliki tempat tinggal atau lainnya kecuali bersama kelompok, bahkan mungkin dibunuh dengan mudah di hadapan rekan-rekannya jika terbukti kurang dalam bekerja.

Demikian pula penghapusan kepemilikan individu atas tanah, ya sosialisme telah mewujudkannya hingga semua manusia tidak memiliki apa-apa, dan tanah serta segala yang ada di atasnya dari pohon dan manusia menjadi milik negara, yang persis sama dengan keadaan pada zaman feodalisme.

Adapun memberikan hak kepada setiap manusia untuk menggunakan seluruh alat produksi ilmiah atau teknis, ya benar, namun kerjanya bukan untuknya, ia bekerja seperti mesin bahkan tanpa lelah untuk kepentingan negara yang menasionalisasi segala sesuatu, dan menutup setiap pintu kepemilikan individu. Selama muaranya satu maka tidak masalah perbedaan sungai-sungainya, atau seperti kata Khalifah Abbasiyah kepada para sahabat: “Hujan lah di mana engkau mau, pajakmu akan sampai kepadaku.”

Salah satu klaim terbesar mereka adalah perkataan mereka: bahwa sosialisme berdiri sebagai reaksi terhadap kapitalisme setelah munculnya revolusi industri yang berkontribusi terhadap kesengsaraan para pekerja dan buruh, karena mengakibatkan bertambahnya jam kerja dan turunnya upah, yang menyebabkan malapetaka bagi para pekerja, dan tidak ada jalan keluar dari kondisi tersebut dan tidak ada penyelamat selain bergabung di bawah panji sosialisme Marxis, serta membuang sistem kapitalis yang tidak mengasihani orang miskin dan tidak mengakui hak-hak mereka.

Namun keadaan yang mereka sebut sosialisme ini berlaku bagi mereka peribahasa yang mengatakan: jika rumahmu dari kaca jangan merajam orang. Setiap kapitalis dapat berkata kepada kaum sosialis: tidakkah kalian melihat keadaan para pekerja dan buruh di tempat kalian dan tingkat kesengsaraan dan penderitaan yang menimpa mereka, selain juga kalian mengubah pekerja dari kemanusiaannya menjadi kalian jadikan dia bagian dari alat produksi yang tidak ada nilainya kecuali melalui perilaku dan kerjanya dengan kelompok. Maka tampak bahwa kedua sistem bersama-sama, kapitalis dan komunis, adalah zalim dan tidak ada kebaikan pada keduanya, dan tidak ada belas kasihan yang sesungguhnya pada keduanya terhadap orang-orang miskin.

Hukum-hukum Sosialisme

Hukum-hukum yang menjadi landasan sosialisme dan menjadi pondasinya adalah sekumpulan prinsip-prinsip jahiliah dari konsep-konsep kebencian Yahudi, untuk menjadikan para pemimpinnya sebagai tuhan-tuhan selain Allah Taala, dan menjadikan manusia sebagai budak-budak mereka yang melaksanakan hukum-hukum mereka dan mengikuti perundang-undangan mereka. Siapa yang menyelisihi maka besi dan api di atas kepalanya, tidak ada belas kasihan pada mereka dan tidak ada kemanusiaan.

Di antara prinsip-prinsip terpenting yang menjadi landasan sosialisme:

Pertama: Menampakkan ateisme dan mengingkari keberadaan Sang Pencipta Subhanahu wa Taala. Ini adalah falsafah yang dibangun atas materialisme dengan dasar: tidak ada tuhan, dan kehidupan adalah materi, dan materi adalah yang pertama dan yang terakhir, tidak ada awal baginya dan tidak ada akhir.

Kedua: Mengingkari agama-agama dan segala yang dibawa agama-agama berupa perundang-undangan. Mereka menganggap agama sebagai hal yang wajib dihapuskan karena beberapa pertimbangan. Salah satu pertimbangan ini: bahwa agama adalah tahayul, dan kita sekarang di zaman ilmu pengetahuan. Pendorong agama menurut pandangan mereka adalah kebodohan manusia terhadap alam di sekitarnya, dan ketidakmampuannya menguasainya, sehingga manusia ini membayangkan adanya kekuatan-kekuatan gaib yang menguasai alam semesta ini dan menjalankan peristiwa-peristiwa di dalamnya. Lalu ia berusaha merayu kekuatan-kekuatan ini untuk menjauhkan bahayanya darinya, maka ia mendekatkan diri kepadanya dengan syiar-syiar ibadah dengan mempersembahkan kurban. Ketika umat manusia hari ini telah dewasa dan belajar dari ilmu pengetahuan sehingga mengenal hukum-hukum alam dan menguasai lingkungan, maka sudah saatnya ia terbebas dari tahayul yang tidak pantas bagi manusia terpelajar ini.

Pertimbangan kedua menurut komunisme untuk menghapus agama adalah bahwa agama muncul dari sifat kondisi material dan ekonomi pada masa pertanian, di mana agama merupakan bagian dari proses produksi yang berada di luar kendali manusia. Maka ia membayangkan adanya kekuatan gaib dari manusia yang dinisbatkan kepadanya dominasi atas bagian yang berada di luar kendalinya, dan ia beribadah kepadanya untuk menarik ridanya dan menghindarkan bahaya dan murka-Nya darinya, dan menamai kekuatan yang dibayangkannya ini sebagai Allah.

Sekarang – menurut pandangan kaum komunis – kondisi material dan ekonomi telah berubah, dan seluruh proses produksi menjadi terlihat, dan semuanya berada di bawah kendali pekerja yang melakukan produksi. Maka tidak ada lagi kebutuhan untuk mengandaikan kekuatan gaib yang sekarang tidak lagi memiliki objek.

Adapun pertimbangan ketiga – menurut pandangan sosialisme dalam mengingkari dan menghapus agama-agama – adalah bahwa agama bertentangan dengan keyakinan mereka yang berdiri menurut pandangan mereka atas dasar-dasar ilmiah – sebagaimana mereka klaim, padahal ilmu pengetahuan bebas dari mereka sebagaimana telah kami katakan. Dasar ini adalah bahwa materi adalah asal, dan materi – sebagaimana telah kami katakan – mendahului pikiran dalam keberadaan, karena agama bertentangan dengan keyakinan ini. Agama berdiri atas dasar bahwa materi adalah makhluk, dan karenanya materi bukan asal dan tidak mendahului pikiran. Maka wajib menghapus agama menurut pandangan mereka karena bertentangan dengan konsep komunis yang seharusnya tetap sendiri dan menghapus segala yang selainnya.

Pertimbangan keempat – menurut pandangan mereka – adalah bahwa agama sebagaimana mereka sebut dan katakan: obat bius rakyat atau candu rakyat. Para pengeksploitasi dari kaum feodal dan kapitalis menggunakan agama untuk membiuskan massa agar rela dengan kezaliman yang menimpa mereka sehingga tidak memberontak, sebagai imbalan memperoleh kenikmatan surga di akhirat. Sekarang setelah berdirinya masyarakat komunis yang tidak ada pengeksploitasi di dalamnya, maka seharusnya dihapus obat bius yang mereka gunakan itu, karena tidak ada lagi kebutuhan menggunakan obat bius.

Ketiga: Menyalakan revolusi-revolusi dan perjuangan kelas yang pahit di antara seluruh golongan manusia. Sejarah menurut mereka – sebagaimana mereka katakan – dibangun atas perjuangan antar kelas, dan jalan menuju pendirian masyarakat sosialis adalah revolusi para pekerja yang menderita terhadap kaum kapitalis yang zalim.

Keempat: Menghapus kepemilikan individu sama sekali, dan menggantikannya dengan kepemilikan negara. Mereka berpandangan bahwa kepemilikan individu bertanggung jawab atas segala kejahatan yang dialami umat manusia sejak umat manusia meninggalkan tahap komunisme pertama hingga memasuki tahap kapitalisme. Kepemilikan individu selama seluruh sejarah itu menjadi jalur perjuangan kelas yang menimbulkan dendam dan kekacauan dalam masyarakat manusia. Kepemilikan khusus ini harus dihilangkan dan dihapus, mengembalikan manusia kepada kepemilikan kolektif sebagaimana keadaan mereka pada komunisme pertama, agar umat manusia terhindar dari perjuangan dan dendam, dan hidup dalam ketentraman dan kedamaian.

Mereka mengatakan bahwa kepemilikan individu bukanlah kecenderungan fitri, bahkan tidak ada kecenderungan individu sama sekali. Kepemilikan kolektif adalah asal kehidupan manusia menurut mereka. Namun makna kepemilikan kolektif bukan bahwa kelompok manapun dari manusia memiliki, atau dapat memiliki apa yang ada di tangan mereka berupa alat-alat produksi dan perangkatnya sebagai kepemilikan bersama, seperti para pekerja memiliki pabrik tempat mereka bekerja. Makna kepemilikan kolektif adalah bahwa negara adalah pemilik tunggal seluruh produksi dengan alat-alat, perangkat dan hasilnya. Negara yang memiliki pabrik-pabrik dan produksinya sebagaimana memiliki pertanian dan hasil panennya.

Karl Marx berkata: “Jam sistem kapitalis telah berbunyi dan saatnya para perampas dicabut kepemilikannya. Saat itu berdirilah kediktatoran proletariat yang membawa sistem ekonomi agar setiap produsen memperoleh buah kerjanya hingga hasil bertambah, sehingga masing-masing memperoleh sesuai kebutuhannya. Karena penghapusan menyeluruh tidak terlaksana, sosialisme puas dengan kepemilikan negara atas alat-alat produksi, dan mempertahankan kepemilikan individu atas barang-barang konsumsi. Demikian pula komunisme menyerukan penghapusan mata uang, namun dalam penerapan sosialis masih mengakui mata uang.”

Kelima: Memerangi keluarga dan menggantikannya dengan kebebasan seks, untuk memecah belah ikatan masyarakat. Mereka mengatakan bahwa keluarga tidak membentuk entitas sosial yang abadi, karena keluarga telah mengalami banyak perubahan selama berabad-abad, dan perubahan dan evolusi ini pada akhirnya ditentukan oleh faktor ekonomi. Faktor ekonomi adalah penyebab perubahan dan transformasi ini.

Engels dalam bukunya (Asal Usul Keluarga) mengatakan: “Keluarga telah melalui empat tahap: keluarga generasi di mana hubungan seksual dibolehkan di antara anggota generasi ayah, anak perempuan, saudara laki-laki dan perempuan. Keluarga generasi ini telah punah, dan saya tidak tahu dari mana Engels mendapat tahap ini, karena tidak ada buktinya. Seperti yang dikatakannya telah punah, dan karena bangsa-bangsa terbaik yang dibicarakan sejarah tidak memberikan contoh tentang keluarga ini sehingga kita dapat memverifikasinya, maka ia membangun teorinya atas dasar khayalan seperti hukum-hukum lainnya dan seperti klaim-klaimnya yang lain.”

Adapun mengenai tahap kedua dari tahap-tahap keluarga menurutnya, dia berkata tentangnya: “Kemudian terjadi kemajuan dengan melarang saudara laki-laki dan perempuan dari hubungan seksual timbal balik, dan secara bertahap dalam semua bentuk keluarga, ayah tidak dikenal dengan pasti, sedangkan ibu dikenal dengan pasti. Kemudian datang tahap ketiga dimana laki-laki hidup dengan satu perempuan, meskipun berpoligami, tetapi poligami dan perselingkuhan tetap menjadi hak istimewa suami seperti yang dikatakannya karena alasan ekonomi.

Kemudian datang tahap kesatuan yang didasarkan pada dominasi laki-laki, dan tujuannya adalah menghasilkan anak-anak, dan nasab mereka harus ditentukan agar mereka mendapat hak warisannya. Adapun keluarga yang ingin dicapai oleh masyarakat sosialis atau komunis, Engels menentukannya dengan berkata: “Hubungan seksual akan menjadi masalah pribadi, yang hanya menyangkut orang-orang tertentu, masyarakat tidak akan ikut campur di dalamnya, dan ini akan dimungkinkan berkat penghapusan kepemilikan pribadi, dan berkat pendidikan anak-anak atas biaya negara, oleh karena itu kekhawatiran yang menguasai hati gadis akibat konsekuensi yang menghalanginya dari kebebasan hubungan seksual akan berkurang sedikit demi sedikit, dan dari situ muncul opini publik yang lebih toleran terkait kehormatan gadis dan aib perempuan.” Lenin berkata: “Kami tidak percaya pada ide-ide ideal tentang keluarga yang menyerukan menjadikan keluarga sebagai entitas khusus yang memiliki kemandiriannya, kami tidak percaya pada idealisme ini yang mendorong menjadikan negara sebagai kumpulan keluarga-keluarga mandiri. Keluarga dalam pandangan kami hanyalah individu-individu mandiri yang kami tentukan peran masing-masing dalam masyarakat.”

Keenam: dari hukum-hukum sosialisme: memerangi kebebasan-kebebasan individu.

Dan ketujuh: komitmen terhadap sistem nasionalisasi.

Kedelapan: bahwa nilai barang dari nilai kerja, dan dalam hal ini Karl Marx mengambil dari pendahulunya Ricardo dan Adam Smith, tetapi dia menambahkan pada mereka bahwa nilai barang ketika ditentukan oleh kerja yang dikeluarkan untuk memproduksinya, maka kerja ini harus diperlukan dari segi sosial, artinya segala yang diproduksi pekerja harus bermanfaat bagi seseorang.

Kesembilan: hukum sosialisme adalah hukum yang disebut surplus value (nilai lebih), dan para ekonom Inggris melihat bahwa tingkat upah ditentukan oleh waktu yang diperlukan yang cukup untuk menghidupi pekerja, tidak ada hubungannya dengan jumlah yang diproduksi pekerja, maka kekuatan pekerja adalah barang yang unik jenisnya; karena pekerja menghasilkan produksi yang melebihi apa yang dibutuhkannya untuk menghidupi dirinya, dan diriwayatkan bahwa jika dia mengambil lebih dari yang membuatnya tetap hidup maka reproduksinya akan meningkat, yang mengakibatkan kelaparan dan perang. Marx memanfaatkan itu dalam mengasah senjata perjuangan; dimana dia menetapkan atas adanya perbedaan ini bahwa pekerja menjadi korban eksploitasi pemilik kerja; akibat perbedaan besar antara upahnya dan nilai yang diproduksinya.

Kemudian dia menetapkan hasil lain yang salah, yaitu bahwa pemilik-pemilik usaha dan pemilik tanah hidup atas biaya orang lain, dan mereka tidak memberikan kepada mereka apa yang setara dengan barang yang mereka terima, atau mereka hidup dari pendapatan yang tidak mereka peroleh, dan dengan demikian muncul pendapatan-pendapatan lain selain upah yang terdiri dari sewa dan bunga dan keuntungan, atau yang disebut surplus value.

Marx melihat bahwa kisah modal adalah kisah eksploitasi manusia, penggunaan manusia terhadap tongkat dan alat-alat batu membuatnya membutuhkan kerjasama; untuk melengkapi kekurangannya dalam perjuangannya melawan alam; oleh karena itu hubungan-hubungan kerjasama bersama mendominasi pada era primitif dari sejarah itu, tetapi ketika manusia beralih menggunakan busur dan panah serta kapak, sistem perbudakan mendominasi di antara manusia; karena manusia memiliki senjata yang membantu mereka menundukkan yang lain. Pertanian telah memberikan kesempatan kepada manusia untuk pertama kalinya menghasilkan lebih dari yang dikonsumsi, hal yang membuat ada surplus yang diinginkan orang-orang kuat untuk mengeksploitasi orang lemah untuk kepentingan mereka; untuk mengambil dari mereka surplus value secara zalim dan melampaui batas. Marx telah menyimpulkan dari teori surplus value tiga hukum:

Pertama: hukum akumulasi modal, yaitu -seperti kata Marx- persaingan mengarah pada pengoperasian mesin-mesin yang menghemat kerja untuk menjamin surplus value relatif, dan ini berarti dalam jangka panjang penurunan kekuatan kerja yang diperlukan dan meningkatkan produksi barang, kecuali peningkatan modal tetap dan penurunan modal variabel mengarah pada berkurangnya keuntungan kerja; karena kerja adalah sumber nilai satu-satunya.

Kedua dari hukum-hukum ini: adalah hukum konsentrasi modal: persaingan -seperti kata Marx- mengarah pada pembunuhan kapitalis-kapitalis kecil; dimana kapitalis kecil melemah kekuatan kompetitif mereka karena ketidakmampuan membeli mesin-mesin, yang mengarah pada hilangnya kapitalis kecil, dan tumbuhnya institusi-institusi besar melalui konglomerasi dan penggabungan, dan dengan demikian alat-alat produksi menjadi semakin terkonsentrasi di tangan sedikit yang memonopoli produksi.

Ketiga dari hukum-hukum ini: adalah hukum peningkatan kesengsaraan; karena hasil yang diperlukan dari hukum-hukum sebelumnya bahwa para kapitalis cenderung meningkatkan eksploitasi pekerja; untuk memperoleh surplus value absolut yang sebesar-besarnya, dan peningkatan eksploitasi mesin mengarah pada pengangguran pekerja, dan pembentukan cadangan besar pekerja yang bersaing untuk kesempatan kerja. Dan ini mengarah pada peningkatan pemotongan upah, dan melemahkan kemampuan pekerja untuk bernegosiasi.

Yang dapat diperhatikan bahwa para sosialis telah mundur terkait kepemilikan individu agak sedikit, mereka telah mengambil insentif individu setelah runtuhnya produksi yang dinasionalisasi; baik dengan kepemilikan sebagian dari produksi individu untuk dirinya atau bonus, khususnya dalam bidang pertanian yang sulit bagi negara untuk memantaunya dengan teliti; karena mencegah kepemilikan individu adalah hal yang bertentangan dengan fitrah dan ambisi manusia, oleh karena itu membunuhnya mustahil. Adapun yang dimaksud dengan nilai barang dari nilai kerja adalah bahwa kerja tidak dikeluarkan kecuali pada sesuatu yang memiliki manfaat sosial yang menentukan nilai barang tersebut, artinya nilai kerja dan usaha yang diambilnya itulah yang menentukan nilai barang naik turunnya, tetapi mereka lupa bahwa kerja bukanlah unsur satu-satunya bagi nilai barang; karena kelangkaan sesuatu membuatnya mahal seperti emas dan berlian, demikian juga air ketika kebutuhan padanya menguat, dan lain-lain dari kebutuhan-kebutuhan yang mungkin kerja mengecil dalam nilainya, sebagaimana mungkin dikeluarkan kerja sedikit dalam pembuatan sesuatu yang melampaui dalam nilai berkali-kali lipat apa yang dikeluarkan dalam kerja besar.

Adapun surplus value dimaksudkan dengannya pemisahan antara upah yang berhak atas kerja yang dikeluarkan dan antara apa yang diperoleh pekerja dari upah, atau itu adalah kelebihan yang diperas pemilik kerja dari pekerja akibat memberinya upah yang tidak setara dengan usaha yang dikeluarkannya. Sesungguhnya kadar yang diberikan pekerja dari usaha adalah lebih besar dari yang diterimanya dari upah, atau yang dimaksud dengannya sesuatu yang berlebih dari nilai barang yang sebenarnya yang menjadi hak pekerja; sedangkan kapitalis mengambilnya sebagai bagian dari nilai dan surplusnya pergi padanya, bukan pada pekerja.

Tetapi pandangan Marx di sini terbatas kurang dengan apa yang terjadi setelah zamannya dari pengoperasian mesin-mesin yang kerja individu tidak setara dengan apa-apa di sampingnya, dan apakah kerja insinyur teknik yang mengatur sekelompok mesin setara dengan pekerja petani; sehingga keduanya setara dalam upah atau nilai hasil, dan surplus value hari ini adalah hak mesin yang bekerja sendiri dan bukan hak pekerja. Jika Marxisme membela surplus value yang diperas kapitalis pemilik kerja; maka surplus ini dalam mazhab sosialis pergi sepenuhnya pada negara yang menasionalisasi segala sesuatu; maka pekerja tidak memperoleh hak surplusnya tidak dalam kapitalisme maupun dalam sosialisme, dan barangkali sosialisme menipunya dan membohonginya dengan kebohongan. Pekerja di dalamnya bekerja keras, bekerja lama sebagai balasan apa yang diberikan negara dari makanan dan minuman, dan pakaian, dan tempat tinggal yang sangat sederhana, dan itu kurang dari apa yang dikeluarkannya dari kerja.

Adapun hukum akumulasi modal maka dimaksudkan dengannya perlindungan pekerja dalam hal pendirian pabrik-pabrik dan proyek-proyek besar, dan dominasi pemiliknya atas pasar; dimana pabrik-pabrik kecil atau proyek-proyek kecil tetap tidak mampu bersaing dengan yang besar, dan karenanya pemiliknya merugi, maka uang-uang menumpuk di antara golongan orang kaya akibat kepemilikan mereka atas pabrik-pabrik ini, dan kepemilikan mereka atas surplus value.

Dijawab terhadap ide ini bahwa proyek-proyek kecil mungkin mencapai tempat-tempat terpencil yang tidak dapat dicapai proyek-proyek besar, dan bersaing di dalamnya, kemudian sesungguhnya pekerjaan-pekerjaan kecil mungkin mendapat ketenaran lebih dari yang besar dari segi ketelitian dan keindahan, oleh karena itu Anda dapati kerja tangan dalam bidang-bidang banyak masih memiliki nilai lebih besar dalam masyarakat, dan dalam harga-harga barang. Sebagaimana proyek-proyek besar dalam mayoritas mereka mengambil bentuk perusahaan saham yang mungkin disumbang di dalamnya ratusan bahkan ribuan, dari situ modal terdistribusi dan tidak menumpuk, di atas semua itu dikatakan kepada mereka: sesungguhnya Allah Ta’ala meskipun mereka tidak beriman kepada-Nya Dialah yang membagi rezki. “Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Az-Zukhruf: 32). Oleh karena itu Anda dapati bahwa orang miskin dan kaya keduanya makan dari karunia Allah, dan benar Al-Mutanabbi dimana dia berkata:

“Seandainya rezki mengalir menurut akal Binasalah karena itu binatang-binatang karena kebodohan mereka”

Dan semoga Allah melimpahkan shalawat atas Sayyidina Muhammad Nabi yang amanah dan atas keluarga serta sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 08: Sosialisme (3)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Kedelapan (Sosialisme (3))

Tipuan para sosialis dalam klaim mereka bahwa sosialisme tidak bertentangan dengan Islam

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas yang paling mulia di antara para rasul, penutup para nabi Sayyidina Muhammad Nabi yang amanah, dan atas keluarga serta sahabatnya semuanya.

Amma ba’du:

Sosialisme dan bahaya serta tipuannya:

Banyak penipu para penyeru sosialisme berpura-pura bahwa mereka hanya mendukung sosialisme karena membawa rahmat bagi orang-orang miskin, dan membawa penindasan bagi orang-orang kaya, dan karena di atas segala pertimbangan tidak bertentangan dengan Islam, dan tidak bertentangan dengan agama-agama, dan bertemu dengan Islam dalam prinsip-prinsip banyak seperti kebersamaan manusia dalam air umum, dan dalam udara, dan dalam rumput yang tumbuh di bumi, bersama dengan Islam dalam nafkah yang wajib -seperti yang telah kami katakan- dalam sistem keluarga Islam, bersama dengan Islam dalam zakat yang diwajibkan dalam syariat Islam. Dan kami katakan bahwa tanpa memandang kebenaran klaim-klaim ini atau kebohongannya maka sekedar kesesuaian dalam penamaan tidak berarti kesesuaian dalam hakikat, jika tidak maka semua perbedaan tidak ada nilainya; karena tidak ada yang berbeda dalam suatu masalah kecuali Anda dapati di antara keduanya kesesuaian apa, maka pengakuan Islam terhadap perkara-perkara itu dan tidak pengakuan sosialisme terhadapnya, pengaturannya terhadapnya tidak seperti pengaturan sosialisme terhadapnya, pemahamannya tidak seperti pemahaman sosialisme. Kebersamaan manusia dalam perkara-perkara itu dalam Islam adalah kebersamaan kasih sayang dan rahmat dan persaudaraan dan toleransi; sedangkan dalam sosialisme adalah hak satu untuk singa besar yang adalah negara yang diambil darinya kekenyangan mereka, kemudian mengizinkan sisanya bagi yang lain sebagai balasan -seperti kata mereka- siapa yang tidak berprofesi tidak makan.

Dan di atas semua yang telah disebutkan kami katakan kepada para penipu sosialisme: dari mana datangnya Islam? Dari mana datangnya sosialisme? Dan apakah syariat ilahi dan syariat manusia bertemu sama rata?! Sesungguhnya Islam tidak mengakui sistem jahiliah buatan manusia mana pun, maka bagaimana bisa dikatakan: bahwa Islam mendukung dan menyetujuinya baik itu sosialis atau kapitalis atau komunis, sesungguhnya dari kebohongan dan fitnah yang keji mengatakan bahwa Islam sesuai dengan sosialisme atau lainnya dari sistem-sistem jahiliah ini.

Jika kita mengakui secara argumentatif kesesuaian Islam dengan sistem-sistem itu, maka apa alasan pembunuhan para sosialis komunis terhadap kaum muslimin di Uni Soviet pembunuhan yang tidak dapat dibayangkan akal ngerinya, dan kehancuran yang tidak ada batasnya, dan sungguh mereka memerangi Islam perang yang ganas dan menghancurkan masjid-masjid, dan memerangi keberadaan kitab Islam mana pun di sepanjang negeri Soviet, dan menjadi tuduhan terhadap seseorang bahwa dia muslim cukup untuk menghalalkan darahnya, dan menghancurkan rumahnya hingga berkurang jumlah kaum muslimin dan jumlah sekolah-sekolah mereka dan jumlah masjid-masjid mereka berkurang mengherankan. Maka apa jawaban mereka tentang ini? Apa jawaban para sosialis tentang perilaku ini? Bukankah tipuan mereka tersingkap bagi dunia semuanya? Bukankah muncul kebenaran bagi setiap pemilik pendapat dan mata bahwa permusuhan antara hak dan batil selalu pada puncaknya?

Dan dari dalil-dalil jelas tentang jauhnya sosialisme dari Islam apa yang kita lihat dari kegagalan mengenaskan yang dialami sosialisme di negeri kaum muslimin, meskipun apa yang dikeluarkan tokoh-tokohnya dari godaan besar; untuk menghidupkannya di antara kaum muslimin, itu karena Islam dan kaum muslimin membenci dan menolaknya secara keseluruhan dan terperinci.

Kedua: bahwa tidak berhasil kecuali di kalangan yang terbelakang secara ekonomi dan budaya dan agama, atau di kalangan yang berkuasa yang menjilat kepada tokoh-tokoh sosialisme, atau mengikutinya kafir yang penuh kebencian, atau pelaku maksiat yang kriminal, atau yang bodoh tentang hakikatnya. Adapun apa yang kita dengar tentang keberhasilannya di sebagian negara Arab maka hanyalah propaganda dan badai sementara di belakangnya besi dan api, kemudian tersingkap kesulitan dari negara-negara itu, maka ternyata sosialisme dan tokoh-tokohnya telah kalah, dan bagi kita dalam masuknya ke negara-negara dan akhirnya, dan dalam masuknya Islam ke negara-negara yang ditaklukkan dan tetapnya di dalamnya sebaik-baik saksi tentang sejauh mana perbedaan di antara keduanya.

Bagaimana Sosialisme Menyerang Negara-Negara Muslim

Dari yang diketahui bahwa ide-ide berpindah dan merembes dari satu orang ke orang lain, dari satu bangsa ke bangsa lain tanpa dibatasi oleh batas-batas, karena ide-ide itu menembus dan berpindah pada waktu yang tepat baginya – sebagaimana dikatakan: setiap penyeru memiliki gema meski betapa buruknya suara penyeru tersebut. Sosialisme yang buruk telah menemukan jalan ke telinga sebagian orang yang menerimanya dengan berbagai alasan, dalih yang berbeda-beda, dan godaan yang berkilauan.

Mereka yang menerimanya – sebagaimana kami katakan – adalah para pencari dunia yang memiliki tujuan untuk mencapai kepemimpinan atau kekayaan, atau mereka yang memiliki dendam yang sangat mendalam terhadap orang-orang kaya sehingga ingin menjatuhkan mereka, atau mereka adalah orang-orang bodoh yang berteriak tanpa memahami dan bertepuk tangan untuk sesuatu yang tidak mereka pahami hakikatnya, atau mereka adalah kaum liberal yang tidak ingin dibatasi oleh agama atau syariat dalam mencapai syahwat mereka.

Para agen ini mungkin berada di bawah nama Islam, baik dari bangsa Arab maupun selain mereka, namun mereka adalah musuh yang paling keras terhadap Islam atau kaum Muslim. Mereka telah menjual agama dan hati nurani mereka kepada tokoh-tokoh sosialisme Marxis, dan membentuk dari diri mereka sebuah barisan rahasia di garis terdepan dalam menyerang agama dan orang-orang yang mewakilinya dari bangsa mereka sendiri.

Selain menjadi mata-mata terhadap umat dan agama mereka, mereka juga menjadi da’i yang mempromosikan dan memperindah wajah sosialisme yang suram, mengulangi slogan demi slogan, pujian demi pujian baik secara terang-terangan maupun sindiran dengan berbagai klaim palsu; baik klaim membela orang-orang miskin dan tertindas, klaim pembebasan, klaim kemajuan, klaim menolak kemunduran, kebekuan dan keterbelakangan, serta mengikuti peradaban Barat atau Timur, dan slogan-slogan berkilauan lainnya serta pidato-pidato yang bergema namun kosong.

Mereka semua menggunakan kekuatan yang mereka miliki: pemilik kekuasaan dengan kekuasaannya, pemilik pena dan pendapat dengan pena dan pendapatnya, penyebar kekejian dan kejahatan dengan gaya mereka. Betapa banyak tuduhan keji yang mereka tempelkan pada orang-orang terhormat yang lebih bersih dari kaca, dan mereka merusak reputasi mereka dengan tuduhan dan julukan menjijikkan yang mereka buat-buat. Betapa banyak sosialis yang mendekatkan para penjahat dan orang bodoh, dan betapa banyak orang bijak yang mereka jauhkan hingga kata-kata orang bodoh dan pelaku kemaksiatan menjadi yang terdengar di media massa mereka yang beragam, baik visual, audio maupun tulisan. Kata-kata yang baik dijauhi dan diberi penghalang serta pintu-pintu tertutup agar tidak membuka hati dan menghilangkan kebutaan mata mereka yang terpesona.

Penyerangan Sosialisme ke Negara-Negara Arab

Adapun mengenai penyerangan sosialisme ke negara-negara Arab, kemunculannya dimulai di Mesir, kemudian Suriah dan Lebanon dalam bentuk yang tidak kuat, hingga dianut oleh Presiden Mesir yang mengadopsi sosialisme ini dan menyebarkannya dengan dukungan penuh. Hampir saja dia mengklaim sesuatu yang bukan haknya, kemudian setelah namanya terkenal, dia dijuluki sebagai Bapak Orang-Orang Merdeka dan Pelopor Bangsa, dan julukan-julukan serupa. Sebagian mereka bahkan terang-terangan berkata: “Kita tidak akan kalah selama Nasser ada di antara kita.”

Sosialisme ilmiah yang dipilih Gamal Abdul Nasser sebagai jalan telah berkembang. Para penulis penjilat berkata dan memujinya dengan pujian, serta datang dengan tipu daya yang tak ada bandingannya untuk disenangi hati kaum Muslim. Yang menarik perhatian adalah para da’i sosialisme Arab bertentangan dengan diri mereka sendiri secara mencolok. Sementara mereka menyerukan sosialisme ilmiah, tiba-tiba mereka berkata bahwa itu bukan sosialisme Marxis. Padahal apakah ada sosialisme selain sosialisme Marx yang secara bohong dan palsu disebutnya ilmiah?

Apakah para penipu mengklaim bahwa sosialisme mereka ilmiah tetapi bukan Marxis? Sosialisme ilmiah macam apa yang mereka serukan ini? Seandainya kita menerima klaim mereka bahwa sosialisme mereka ilmiah tetapi bukan Marxis, bukankah sosialisme yang mereka serukan ini sama persis dengan prinsip-prinsip sosialisme Marxis, tidak berbeda darinya kecuali dalam pemilihan beberapa kata untuk menipu orang-orang awam?

Adapun kebohongan besar mereka yang mengklaim bahwa sosialisme mereka sama dengan prinsip-prinsip Islam “Alangkah besarnya perkataan yang keluar dari mulut mereka. Mereka tidak mengatakan kecuali kebohongan” (Al-Kahf: 5). Mungkinkah malam dan siang bertemu pada waktu yang sama?! Apa yang mereka pegang bahwa prinsip-prinsip sosialisme Marxis sesuai dengan banyak prinsip Islam adalah seperti pegangan orang tenggelam atau hujah orang yang tidak punya hujah.

Betapa banyak kesamaan antara pendapat-pendapat yang bertentangan, namun tidak benar mengatakan bahwa kesamaan ini menjadikannya sepakat dan tidak berbeda sebagaimana telah disebutkan. Yang pertama kali mendustakan klaim mereka adalah bahwa sosialisme Marxis menyeru kepada revolusi berturut-turut dan pertentangan kelas dengan keras, sementara Islam tidak menyeru kepada hal itu, melainkan menyeru kepada ketenangan, kasih sayang, belas kasih, kebaikan, kemurahan hati dan sedekah. Di manakah kesamaannya?!

Yang mendustakan mereka juga adalah keyakinan mereka bahwa kepemilikan pribadi tidak boleh ada lagi tempatnya, melainkan hanya kepemilikan umum yang berada di tangan negara saja. Islam menghormati kepemilikan pribadi dan kepemilikan umum, serta mengatur semua di bawah prinsip “tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh saling merugikan”. Di manakah kesamaannya?!

Sosialisme Marxis juga merampas kebebasan manusia, membekap mulut mereka, memaksakan ajarannya dengan besi dan api, sementara Islam mendorong kebebasan dan menyeru kepadanya, mendorong menyuarakan kebenaran dalam batas syariat dan kemaslahatan umum. Di manakah kesamaannya?

Sungguh engkau akan takjub dan sangat heran terhadap agen-agen Marxis ketika mereka mengklaim bahwa sosialisme sesuai dengan Islam dan fitrah setiap orang, bahwa bangsa-bangsa menerimanya, memeluknya, dan melihat di dalamnya sesuatu yang mereka cari. Allah murka kepada para pendusta ini! Bukankah bangsa-bangsa yang mereka klaim menerimanya mengutuk mereka siang malam?! Dan siapa yang merasa nyaman dengannya padahal dia tahu bahwa itu akan merampas tanah dan rumahnya, hidup dengan kartu yang diberikan negara untuknya, makan siang dengannya, makan malam dengannya, berpakaian dengannya, memenuhi kebutuhannya dengannya, kemudian menjadi kayu dalam tumpukan kayu bakar?

Betapa beraninya para pendusta ini yang berbohong kepada manusia secara terang-terangan tanpa malu atau segan. Seandainya bangsa-bangsa tidak memiliki selain berpegang teguh pada Islam, itu sudah cukup untuk menolak dan mengutuknya. Bagaimana lagi ketika ditambah dengan kemiskinan yang mengancam penganutnya antara sore dan pagi. Karena itulah bangsa-bangsa Muslim itu berkata dengan tegas dan tekad ketika mendengar salah satu agen sosialisme Marxis berkata bahwa Islam mendukung sosialisme dan sosialisme mendukungnya: “Engkau telah berdusta dan memfitnah wahai penipu.”

Beberapa Metode Dakwah kepada Sosialisme

Para da’i sosialisme memiliki metode beragam dalam berdakwah kepada madzhab mereka, antara lain sebagai berikut:

Pertama: Jika terdapat masa di mana sosialis lebih sedikit jumlahnya dari ahli agama dan kekuatan ada pada agama, maka tidak mengapa bagi sosialis untuk menyamarkan diri dengan kata-kata keagamaan sambil tetap bermusuhan keras terhadap agama dan ahlinya. Para pemimpin besar mereka telah mewasiatkan hal ini kepada mereka.

Kedua: Upaya para da’i sosialisme terfokus pada memerangi semua ikatan agama, khususnya aspek-aspek spiritual, meremehkannya, dan bahwa kehidupan yang benar adalah materi yang ada di hadapanmu, tidak lain.

Ketiga: Menafsirkan ulang semua yang dikatakan agama dengan tafsir sosialis, baik yang berkaitan dengan kisah-kisah, nasihat-nasihat, atau peristiwa-peristiwa, bahkan menafsirkan segala sesuatu dalam sosialisme Marxis sebagai berasal dari agama atau tidak bertentangan dengan agama.

Keempat: Merekrut sebagian atau semua tokoh agama dan menempatkan mereka di garis depan da’i sosialisme jika memungkinkan, karena pohon harus dipotong oleh salah satu cabangnya. Mereka harus yakin dengan sosialisme komunis, dan tidak mengapa mereka terang-terangan beragama setelah itu, karena kemunafikan adalah keutamaan jika dimaksudkan untuk memperkuat sosialisme Marxis.

Kelima: Melanjutkan seruan bahwa sosialisme adalah pembebasan, meningkatkan kehidupan bangsa, membela orang miskin dan tertindas, teriakan buruh yang bekerja keras, cahaya yang tidak bisa diabaikan siapa pun… hingga akhir propaganda bergema yang hampa hakikatnya ini.

Keenam: Mengawasi ketat ahli agama dan mencatat semua yang mereka ucapkan di sekolah, masjid, atau pertemuan mereka, menakut-nakuti mereka dari akibat kesalahan apa pun yang mereka lakukan terhadap sosialisme ilmiah, dan bahwa jika mereka ingin hidup, mereka harus mengikuti arus.

Ketujuh: Menyerang orang-orang kaya dan bahwa mereka adalah kelas yang diperbudak, dan Islam tidak membolehkan seseorang memiliki harta banyak sementara yang lain kelaparan. Tujuannya adalah membenarkan nasionalisasi harta yang dilakukan sosialisme tanpa dasar syar’i. Diketahui bahwa Islam tidak melarang sebagian orang menjadi kaya seberapapun kekayaan mereka selama mereka menunaikan hak Allah di dalamnya. Kemiskinan dan kekayaan semua dengan takdir Allah Ta’ala.

Kedelapan: Semua orang harus memberikan pembenaran atau restu untuk setiap tindakan yang dilakukan negara sosialis, dan bahwa semua yang dilakukannya adalah benar dan baik, sementara semua yang dimusuhinya adalah jahat dan berbahaya.

Kesembilan: Mengulangi slogan-slogan yang melayani sosialisme di setiap kesempatan, dan dengan demikian mengulangi celaan untuk semua yang menentangnya, memberikan sifat-sifat menjijikkan kepada penentangnya seperti kemunduran, kebekuan, keterbelakangan, memundurkan jarum jam ke belakang, dan kebohongan-kebohongan lain yang dikuasai para pelayan sosialisme.

Kenyataan Sejarah Membatalkan Klaim-Klaim Sosialisme

Kenyataan sejarah telah membuktikan:

Pertama: Sosialisme dengan berbagai mazhab-nya adalah perang terhadap naluri kepemilikan, dan tidak ada jalan di dalamnya untuk mengembangkan bakat dan memanfaatkan unsur-unsur produktif dalam bangsa. Dorongan yang mendorong pekerja untuk bekerja adalah dorongan yang tidak berkaitan dengan dirinya, karena seberapapun dia produksi dan berusaha keras, dia tidak mendapat dari produksi dan jerih payahnya kecuali bagian sedikit yang didapat orang lain. Madzhab-madzhab sosialis telah mencoba dan masih terus mencoba memfilosofikan sosialisme dengan filsafat yang meyakinkan manusia bahwa harta negara adalah harta mereka agar mereka bekerja dengan keikhlasan sebagaimana seseorang bekerja dalam hartanya sendiri. Tidak diragukan bahwa ini khayalan yang bertentangan dengan perasaan fitri, dan manusia tidak menerima kecuali yang sesuai dengan fitrahnya.

Kedua: Kenyataan sejarah juga membuktikan bahwa pasar produksi sejarah adalah pasar yang rugi, di mana tidak tersedia keikhlasan dalam bekerja dan tidak terhimpun faktor-faktor keunggulan di dalamnya. Dorongan apa yang mendorong manusia yang hidup dalam masyarakat sosialis untuk mencurahkan usaha dan menyempurnakan keahlian selama keuntungan untuk orang lain? Saksi praktis terbesar adalah perbedaan yang kita lihat antara Jerman Barat dan Jerman Timur ketika keduanya masih menjadi dua negara. Keduanya adalah satu bangsa yang berasal dari satu keturunan, sama-sama dari bangsa Jerman, dan tidak ada ruang untuk klaim perbedaan satu kelompok dari yang lain dalam bakat.

Jerman Barat hanya berlalu beberapa tahun setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua dengan pembagian hingga membanjiri pasar dunia dengan produk-produk industrinya, meminjamkan dari perbendaharaannya kepada kebanyakan negara-negara terbelakang, dan membantu mereka dalam proyek-proyek pembangunannya. Pada saat yang sama kita hampir tidak mendengar sesuatu tentang Jerman Timur atau melihat jejak produk-produknya. Jika perbedaan alami antara kedua negara tidak ada karena keduanya pada dasarnya satu bangsa, maka tidak tersisa perbedaan yang menyebabkan kesenjangan ini kecuali sistem yang menguasai kedua negara. Jerman Timur dihancurkan keunggulannya oleh sistem komunis, sementara Jerman Barat kapitalis lepas dari belenggunya untuk memulihkan kekuatannya dan meraih kembali kejayaan industrinya.

Mungkin dikatakan bahwa negara-negara Barat bekerja memperkuat Jerman Barat dan mengulurkan tangan bantuan kepadanya. Namun hal yang sama juga terjadi pada Jerman Timur yang jatuh dalam Tirai Besi Rusia komunis. Inilah produk-produk kawasan komunis di pasar-pasar, Anda tidak menemukan kualitas di dalamnya sebagaimana yang Anda temukan dalam produk-produk lainnya.

Ketiga: Kenyataan sejarah juga membuktikan bahwa kawasan sosialis tidak memerintah kecuali dengan besi dan api. Tidak ada negara sosialis yang sistem-nya stabil secara lahiriah kecuali dengan pemerintahan otoriter. Di bawah kedok kediktatoran sosialis, kebebasan dibunuh, martabat diinjak-injak, darah ditumpahkan, manusia diambil karena prasangka, digiring ke tiang gantungan dan penjara-penjara tanpa kejelasan. Peristiwa pembantaian manusia di Hongaria dan tempat lain tidak jauh dari ingatan. Ini berarti bahwa sosialisme adalah sistem yang gagal yang bertentangan dengan sifat manusia, sehingga para pendukungnya tidak bisa tenang kecuali dengan kekuasaan kezaliman dan tirani. Tidak ada negara yang mendekati kawasan Timur komunis dalam sistemnya kecuali para penguasanya berbuat sewenang-wenang dan membuat bangsanya merasakan siksaan yang hina, meletakkan di pundak mereka beban kehinaan dan kerendahan.

Keempat: Kenyataan sejarah juga membuktikan bahwa sosialisme tidak mewujudkan kesetaraan yang mereka gembar-gemborkan dan memikat bangsa-bangsa miskin dengan kilauan tipunya. Para pejabat Partai Komunis tidak mencapai sepersepuluh dari rakyat, dan mereka yang memegang kendali urusan. Tidak ada yang menikmati hak dalam bangsa selain mereka. Dewan Soviet Tertinggi tidak bisa dikatakan seseorang bahwa dia hidup dalam tingkat yang sama dengan pemimpin kerajaan terfavorit di dunia, sementara dendam jiwa mereka berkata demikian. Ketua Dewan Soviet tidak merasa aman terhadap dirinya dari orang-orang terdekat. Jika Anda ingin bukti, inilah contoh Stalin yang suatu hari menjadi tuhan bagi kaum komunis, kemudian mereka kembali kepadanya dan menghancurkan jejak-jejaknya, menimbunnya dengan debu tuduhan, makian dan kutukan. Demikianlah “Setiap kali suatu kaum masuk (neraka), mereka mengutuk saudara mereka” (Al-A’raf: 38).

Kelima: Kenyataan sejarah membuktikan bahwa sosialisme adalah perang terhadap agama-agama. Mereka mengingkarinya dari akarnya dan menganggapnya takhayul. Yang mereka izinkan di hari-hari terakhir berupa pembukaan beberapa masjid dan gereja lama yang tidak dihancurkan revolusi komunis hanyalah untuk menabur debu di mata bangsa-bangsa yang memelihara agamanya agar terbawa sosialisme karena dorongan mengejar sesuap nasi yang membuatnya kelaparan di banyak belahan dunia. Mereka melakukan ini hanya untuk propaganda ketika ada tamu Muslim datang untuk melihat masjid-masjid yang terbuka dan orang-orang yang mendatanginya untuk shalat. Tamu ini tidak tahu apakah masjid-masjid dibuka secara permanen atau tidak, dan tidak ada yang berani berkata jujur dari mereka yang hidup di bawah naungan sistem komunis. Ketika mereka melakukan itu, mereka tidak mengizinkan pelajaran agama di sekolah-sekolah atau membolehkan pemeluk agama mengajar anak-anak mereka agama. Mereka menganggapnya sebagai sisa-sisa arkeologi agama yang dipajang pada kesempatan tertentu sebagaimana benda-benda bersejarah dipajang di museum.

Dalil-dalil Kebatilan Sosialisme dan Teori Kepemilikan dalam Islam

Dalil-dalil Kebatilan Sosialisme:

Banyak ulama telah menyebutkan dalil-dalil yang menunjukkan kebatilan paham sosialisme. Di antaranya adalah yang dikemukakan oleh Syaikh Utsamiin dalam kitabnya “Al-Adillah ‘ala Butlan al-Isytirakiyyah” (Dalil-dalil Kebatilan Sosialisme), yang telah mengumpulkan banyak dalil. Berikut ini kami sebutkan sebagian darinya sebagai contoh, bukan untuk membatasinya.

  1. Segi Pertama dari Aspek Kebatilan Paham Sosialisme:

Paham sosialisme ini tidak pernah ada pada masa Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tidak pula pada masa khalifah-khalifah rasyidin, dan tidak pula pada masa kerajaan-kerajaan Islam sesudah mereka. Dengan demikian, kebenaran itu terletak pada apa yang dianut oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam, para khalifah rasyidin, dan para penguasa serta imam-imam kaum muslimin sesudah mereka, atau pada apa yang dianut oleh para sosialis ini. Yang kedua jelas batil.

Jika tidak demikian, maka konsekuensinya adalah bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam, para khalifah rasyidin, dan imam-imam kaum muslimin sesudah mereka telah berada dalam kesesatan dan kezaliman, serta telah merampas hak-hak rakyat. Hingga datanglah anak-anak komunisme ini, setelah berlalu tiga belas abad lebih dari tiga perempat abad, lalu mereka menjalankan kepada hamba-hamba Allah suatu sistem yang diridhai Allah – sistem yang dibangun atas dasar keadilan dan rahmat, serta penyampaian hak-hak rakyat kepada mereka dengan cara merampas rakyat, menjarahnya, menyiksanya dengan siksaan yang buruk, membunuh bakat-bakatnya, dan menebar permusuhan serta kebencian di antara mereka.

Inilah keadilan, inilah rahmat, inilah penyampaian hak kepada pemiliknya, dan inilah jalan yang lurus yang tersembunyi dari Muhammad bin Abdullah, utusan Tuhan semesta alam, yang paling adil dan paling takwa di antara makhluk shallallahu alaihi wa sallam. Tersembunyi pula dari para khalifah dan imam-imam serta penguasa kaum muslimin sesudah mereka. Atau memang diketahui oleh mereka, tetapi mereka menyimpangkan makhluk dari jalan itu karena kezaliman, permusuhan, khianat, dan penipuan.

  1. Segi Kedua dari Aspek Kebatilan Paham Sosialisme:

Ijmak (konsensus) kaum muslimin atas pengharaman mengambil harta tanpa hak, yang merupakan sesuatu yang diketahui secara pasti dari agama Islam. Ini adalah ijmak yang qath’i (pasti) dan sahih yang berdasar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

  1. Segi Ketiga dari Aspek Kebatilan Sosialisme:

Firman Allah Ta’ala: “Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” (Al-Baqarah: 188)

Kebatilan apa yang lebih batil daripada mengambil harta dari tangan orang yang telah memperolehnya dengan keringat keningnya, jerih payah anggota tubuhnya, telah melelahkan saraf dan pikirannya, kemudian memberikannya kepada seorang yang menganggur dan menjadi beban masyarakat, yang tidak memiliki andil sedikitpun dalam memperolehnya? Ini jika memang diberikan kepadanya.

Namun, barang siapa yang melihat perilaku para sosialis ini akan mendapati bahwa kedua golongan ini hanya memberikan kepada rakyat sedikit sekali, sedangkan sisanya mereka habiskan untuk propaganda diri mereka sendiri, menyebarkan mata-mata dan intrik, serta memperkuat pertahanan yang tidak dimaksudkan kecuali untuk melindungi kekuasaan dan dominasi mereka atas rakyat dan sumber dayanya. Dan Allah mengepung mereka dari belakang.

Perhatikanlah firman Allah Ta’ala: “dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui.” Anda akan mendapati bahwa Allah mengharamkan memakan harta, baik itu dilakukan secara langsung dan terang-terangan melalui perampasan dan pencurian, maupun melalui perantara penguasa dan kekuasaan mereka, bahkan meski dalam bentuk yang tampaknya benar sebagaimana ditunjukkan ayat tersebut.

  1. Segi Keempat dari Aspek Kebatilan Sosialisme:

Sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam: “Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa dan kalian mengadukan perkara kepada-ku. Boleh jadi sebagian kalian lebih fasih dalam berargumen daripada yang lain, maka aku memutuskan berdasarkan apa yang aku dengar. Barangsiapa yang aku putuskan untuknya sesuatu dari hak saudaranya, maka janganlah dia mengambilnya, karena sesungguhnya aku hanya memotongkan baginya sepotong api neraka.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan diriwayatkan oleh para imam lainnya dari hadits Ummu Salamah radhiyallahu anha.

Jika dua orang yang bersengketa, masing-masing menyampaikan argumentasinya dan salah seorang di antara mereka lebih fasih dan lebih kuat dalam argumentasinya yang tampak, maka keputusan dijatuhkan berdasarkan apa yang tampak dari ucapannya. Dia diberi kekuasaan atas apa yang dia klaim dari lawannya, tetapi keputusan dan kekuasaan ini dari pihak hakim tidak menghalalkan baginya mengambil apa yang dia klaim jika dia tahu bahwa dia tidak berhak atas hal itu.

Dalam ayat dan hadits ini terdapat dalil bahwa tidak boleh bagi rakyat menghalalkan harta orang lain dengan alasan bahwa pemerintah telah menghalalkannya bagi mereka. Bahkan wajib bagi mereka mengingkari keputusan ini, bertakwa kepada Allah Ta’ala, dan menjadikan perintah Allah dan syariat-Nya lebih agung di dalam hati mereka daripada segala perintah, undang-undang, dan peraturan. Hendaklah mereka tahu bahwa jika mereka mengagungkan perintah Allah dan berhadapan dengan siapa pun yang menyelisihinya karena mencari ridha Allah dan membela agama-Nya, maka Allah akan menolong dan memenangkan mereka atas musuhnya. “Dan sungguh Allah akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Hajj: 40), “Dan kemenangan itu tidak datang melainkan dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Al-Anfal: 10)

  1. Segi Kelima dari Aspek Kebatilan Sosialisme:

Sistem sosialis mengandung perlawanan terhadap Allah dalam takdir, ketetapan, dan hikmah-Nya. Sesungguhnya Allah telah menetapkan dengan hikmah dan rahmat-Nya untuk membagi rezeki di antara manusia, membedakan mereka, dan mengangkat sebagian mereka atas sebagian yang lain dalam beberapa derajat karena hikmah dan rahasia yang agung. Di antaranya adalah menundukkan sebagian mereka untuk sebagian yang lain, di mana masing-masing bekerja sesuai dengan keadaannya: ini dengan perdagangan, ini dengan kerajinan, ini dengan profesi, ini dengan ketentaraan, dan lain-lain dari kemaslahatan bersama yang tidak akan tegak dengan sempurna kecuali dengan perbedaan tingkatan manusia.

Di antara hikmah ini juga adalah agar orang kaya mengetahui kadar nikmat Allah kepadanya dengan kekayaan, sehingga dia bersyukur. Dan orang miskin mengetahui kadar cobaan Allah kepadanya dengan kemiskinan sehingga dia bersabar. Di antaranya juga adalah perenungan terhadap keutamaan yang terjadi di dunia ini di antara manusia dalam hal kekayaan, sehingga orang yang berwawasan dapat menyeberang dari keutamaan dan perbedaan ini kepada keutamaan dan perbedaan di akhirat. Maka dia akan mengarah kepadanya dan semakin banyak mencarinya sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Lihatlah bagaimana Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain. Dan sesungguhnya kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya dan lebih tinggi keutamaannya.” (Al-Isra: 21)

Di antaranya adalah penjelasan tentang konsekuensi rububiyyah yang sempurna, bahwa Tuhan Yang Maha Suci berada di tangan-Nya kendali segala urusan. “Kepunyaan-Nya-lah kunci-kunci langit dan bumi, Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Asy-Syura: 12)

Di antaranya adalah tegaknya ibadah-ibadah yang hanya bisa terjadi antara orang kaya dan orang miskin seperti zakat, sedekah, kafarat, nafkah, dan semisalnya. Di antaranya adalah keteraturan makhluk dan berjalannya atas satu sunnah. Sesungguhnya Allah Subhanahu dengan hikmah-Nya telah menjalankan perbedaan di antara makhluk-Nya dalam zat, sifat, keberadaan, dan ketiadaan.

Lihatlah kepada dua negeri, dunia dan akhirat, Anda akan mendapati perbedaan yang besar di antara keduanya. Lihatlah apa yang ada di dunia ini dari alam atas dan bawah, Anda akan mendapati perbedaan antara jenis-jenis, spesies-spesies, dan individu-individunya. Lihatlah kepada Bani Adam, Anda akan mendapati perbedaan di antara mereka dalam agama, akal, akhlak, ilmu, dan ajal. Maka Allah pun mentakdirkan di antara mereka dalam hal rezeki seperti itu. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah membagi di antara kalian akhlak-akhlak kalian sebagaimana Dia membagi di antara kalian rezeki-rezeki kalian.”

Inilah hikmah-hikmah yang Allah susun atas dasar perbedaan dan keutamaan manusia dalam rezeki. Maka datanglah para penyeru sosialisme dan pelebur kelas-kelas, lalu mereka melawan Allah dalam ketetapan dan hikmah-Nya. Mereka berkata: “Kami melihat bahwa ini adalah kesewenang-wenangan dan kezaliman serta tindakan yang tidak akan memperbaiki hamba-hamba, sesungguhnya keadilan dan kebenaran adalah melebur kelas-kelas dan menyamakan manusia dalam kemiskinan dan kehinaan.” Dan mereka membatalkan hikmah-hikmah yang tersusun atas dasar keutamaan sebagian manusia atas sebagian yang lain dalam rezeki.

  1. Segi Keenam dari Aspek Kebatilan Sosialisme:

Dalam sistem sosialis terdapat perlawanan terhadap Allah dalam syariat-Nya. Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyusun atas dasar keutamaan manusia dalam rezeki hukum-hukum syariat seperti zakat, kafarat, dan nafkah. Hukum-hukum ini tidak bisa terjadi kecuali dengan adanya tempat bagi keberadaannya dan tempat bagi penyalurannya. Jika manusia disamakan dalam rezeki, maka tidak akan ada perbedaan di antara mereka, di mana sebagian mereka menjadi tempat kewajiban dan sebagian yang lain menjadi tempat penyaluran. Dari mana kita mengambil zakat dan kepada siapa kita salurkan? Siapa yang wajib membayar kafarat dan kepada siapa dia memberikannya? Demikian pula nafkah.

Ini adalah kejahatan besar terhadap Islam karena meniadakan sebagian hukumnya, dan kejahatan terhadap kaum muslimin karena meniadakan pahala dan ganjaran mereka atas nafkah-nafkah ini.

  1. Segi Ketujuh dari Aspek Kebatilan Sosialisme:

Firman Allah Ta’ala: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (An-Nisa: 29)

Allah mensyaratkan dalam perdagangan agar bersumber dari kerelaan kedua belah pihak. Jika tidak bersumber dari kerelaan, maka itu termasuk memakan harta dengan cara batil yang dilarang dalam firman-Nya: “janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.”

Perhatikan firman-Nya: “kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka” Anda akan mendapati bahwa itu tegas dalam mensyaratkan kerelaan bahkan dalam hal yang mengandung tukar-menukar, karena perdagangan adalah tukar-menukar dari kedua belah pihak. Karena itu tertutuplah pintu bagi para penyeru sosialisme yang berkata: “Kami mengganti apa yang kami ambil secara paksa, dan kami tidak mengambilnya dengan cara penyitaan tanpa ganti rugi.” Dalam kata “suka sama suka” terdapat dalil bahwa disyaratkan kerelaan dari kedua belah pihak.

Adapun para penyeru sosialisme, mereka berkata: “Kami tidak akan menerima hukum ini dan tidak rela dengannya. Kami mengambil harta manusia secara paksa.” Sungguh mengherankan bahwa mereka memaksa manusia untuk rela terhadap hukum-hukum mereka dan terhadap perampasan harta mereka, tetapi mereka tidak memaksa diri mereka sendiri untuk rela terhadap hukum-hukum Tuhan mereka Yang Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Penyayang, yang adalah Pencipta mereka.

Perhatikan firman Allah Ta’ala: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu” di mana Allah menggabungkan larangan membunuh jiwa dengan larangan memakan harta dengan cara batil. Ini menunjukkan bahwa penyerangan terhadap harta adalah pasangan penyerangan terhadap jiwa dalam kitab Allah dan hukum-Nya.

Adapun para sosialis ini, mereka memisahkan di antara keduanya secara ekstrem. Mereka melanggar kehormatan harta dan menghalalkannya dalam keadaan Allah menghormati dan mengharamkannya. Dan mereka menahan diri dari menghalalkan jiwa ketika Allah menghalalkannya. Mereka mencegah qishash, mencegah rajam, mencegah potong tangan dalam pencurian, memotong tangan dan kaki secara bersilang pada para muharib (orang yang memerangi) Allah dan Rasul-Nya yang berbuat kerusakan di muka bumi.

Perhatikanlah pertentangan yang sempurna ini terhadap hukum-hukum Allah dan syariat-Nya. Dalam firman Allah Ta’ala: “sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu” terdapat dalil bahwa larangan memakan harta dengan cara batil dan membunuh jiwa adalah dari konsekuensi rahmat Zat Yang Maha Penyayang, yang lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada mereka kepada diri mereka sendiri, dan Dia lebih mengetahui apa yang memperbaiki mereka dan menolak bahaya dari mereka.

Dan bahwa berkuasanya para sosialis ini atas memakan harta manusia dengan cara batil adalah berlawanan dengan rahmat, meskipun mereka mengklaim bahwa dengan itu mereka adalah pembuat kebaikan dan penyayang kepada makhluk, serta menghias-hiasi ucapan untuk itu. Sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan dan penzalim terhadap makhluk. “Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (Al-Baqarah: 9-10)

  1. Segi Kedelapan dari Dalil-dalil Kebatilan Sosialisme:

Firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 60)

Allah menetapkan adanya orang-orang fakir yang kepadanya disalurkan zakat, dan tidak ada zakat kecuali dari kekayaan. Maka manusia terbagi dengan ini secara syar’i sebagaimana mereka terbagi secara qadari kepada dua bagian: kaya dan miskin. Seandainya sosialisme wajib secara agama, niscaya tidak terjadi pembagian ini, dan wajib bagi orang kaya untuk berbagi dengan orang-orang miskin dengan seluruh hartanya agar semuanya menjadi satu tingkatan, sehingga lebur pembedaan kelas sebagaimana dikatakan para sosialis.

Kemudian Allah mengakhiri ayat dengan ilmu dan hikmah untuk menunjukkan bahwa pembagian manusia kepada orang kaya yang wajib mengeluarkan zakat dan kepada orang miskin yang kepadanya disalurkan zakat, serta kewajiban menyalurkan zakat kepada delapan golongan ini bersumber dari ilmu dan hikmah yang sempurna.

Syaikh Utsamiin telah menyebutkan dalil-dalil yang banyak tentang kebatilan sosialisme yang dapat dirujuk pada tempatnya, dan kami cukupkan dengan ini.

Pilar-pilar Teori Kepemilikan dalam Islam:

Islam memiliki keistimewaan bahwa teori kepemilikannya berdiri atas pilar-pilar, di antaranya:

Pertama: Dibangun atas dasar membolehkan kepemilikan individu dengan cara-cara yang diizinkan syariat, serta melindunginya untuk kemaslahatan individu dan masyarakat.

Kedua: Dibangun atas dasar makna spiritual dalam menganggap kepemilikan yang sesungguhnya hanya milik Allah semata.

Ketiga: Dibangun atas dasar pengakuan terhadap keharusan adanya perbedaan di antara manusia.

Keempat: Dibangun atas dasar makna kemanusiaan dalam menunaikan hak harta kepada yang berhak.

Teori kepemilikan dalam Islam berbeda dari paham-paham buatan manusia karena dibangun atas dasar membolehkan kepemilikan individu dengan cara-cara yang diizinkan syariat. Karena naluri manusia dalam mencintai kepemilikan adalah naluri fitri, dan Islam mengiringinya serta mendidiknya agar manusia muslim tidak berubah menjadi manusia yang serakah seperti manusia kapitalisme atau tertekan seperti manusia sosialisme.

Naluri cinta kepemilikan adalah salah satu naluri yang tampak dalam kehidupan anak dengan jelas. Seandainya seseorang di antara kita memperhatikan anak-anaknya yang kecil, niscaya dia akan menyadari hal ini dengan sempurna. Karena itu, Islam menjadikan bagi kepemilikan cara-cara yang diizinkan syariat.

Manusia memiliki sesuatu, misalnya dengan usaha dan pencarian. Sebagaimana dikatakan Al-Qur’an: “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (Al-Mulk: 15)

Islam tidak memerintahkan manusia untuk mengisolasi diri untuk beribadah, tetapi menugaskan mereka untuk mengambil bagian spiritual mereka dalam beribadah kepada Allah, kemudian setelah itu bergerak untuk memperoleh bagian material mereka.

Di antara cara kepemilikan dalam Islam adalah menghidupkan tanah mati, yaitu dengan bekerja pada tanah yang belum pernah dimiliki oleh siapa pun, lalu menghidupkannya dengan menyiram, menanam, menanamkan pohon, atau membangun. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa menghidupkan tanah mati, maka tanah itu menjadi miliknya.” Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan At-Tirmidzi dan dia menshahihkannya.

Seorang muslim juga memiliki dengan ghanimah dalam jihad dan dengan fai’, memiliki dengan hibah dan lainnya, serta memiliki dengan warisan. Kebebasan kepemilikan dalam Islam disyaratkan agar melalui cara-cara yang diizinkan syariat yang mengandung tukar-menukar yang adil tanpa merugikan salah satu pihak dalam bermuamalah. Karena itu, Islam menjadikan kerelaan sebagai dasar pertukaran perdagangan di antara manusia. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.”

Karena itu, kita melihat keistimewaan Islam dan teorinya dari paham-paham buatan manusia lainnya. Cukuplah bahwa itu adalah Al-Qur’an Tuhan kita dan syariat-Nya. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (Al-Maidah: 3)

Dan semoga Allah memberikan shalawat kepada junjungan kita Muhammad, Nabi yang terpercaya, beserta keluarga dan para sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 09: Komunisme (1)

Pengantar Umum tentang Komunisme

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas yang paling mulia dari para rasul dan penutup para nabi, junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya, dan atas keluarga serta para sahabatnya semuanya. Amma ba’du:

Komunisme adalah suatu aliran pemikiran yang berlandaskan ateisme dan mengingkari keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahwa materi adalah dasar dari segala sesuatu dan menginterpretasikan sejarah dengan pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Pemikiran komunisme ini muncul di Jerman atas tangan “Karl Marx” dan temannya “Frederick Engels”, kemudian terwujud dalam revolusi Bolshevik yang muncul di Rusia pada tahun 1917 Masehi, dengan perencanaan dari kaum Yahudi, dan meluas dengan mengorbankan yang lain melalui besi dan api. Kaum Muslim sangat dirugikan karenanya, bahkan ada bangsa-bangsa yang terhapus dari sejarah karena komunisme. Namun komunisme kini telah menjadi sejarah, setelah Uni Soviet meninggalkannya, yang kemudian terpecah menjadi negara-negara merdeka yang semuanya meninggalkan Marxisme, dan menganggap bahwa itu adalah teori yang tidak dapat diterapkan.

Beberapa peneliti menyebutkan bahwa komunisme adalah istilah yang sulit untuk didefinisikan maknanya, setelah menyebutkan bahwa komunisme adalah sistem sosial di mana kepemilikan berada di tangan masyarakat, mereka berkata: Dan komunisme dengan makna ini sudah ada sejak lama seperti masyarakat itu sendiri. Ini adalah kebohongan belaka, karena ungkapan ini termasuk tipu daya yang terkandung dalam beberapa buku, terpengaruh oleh apa yang dibuat-buat oleh para pemimpin komunisme bahwa masyarakat di masa lalu adalah primitif, dan kepemilikan di dalamnya adalah milik bersama di antara semua dalam bentuk swasembada, anggotanya saling berbagi barang dan jasa karena kondisi khusus mereka yang keras yang mengharuskan mereka berbuat demikian, seperti halnya khususnya dalam masyarakat yang hidup dengan berburu hewan menurut klaim mereka.

Komunisme Marxis telah berdiri seperti raksasa yang ingin membangun kemegahan palsu di atas puing-puing semua agama-agama ilahiah, ingin menggantikan agama-agama buatan manusia. Slogan mereka “tidak ada tuhan, dan hidup adalah materi”, dan tujuan mereka adalah menghancurkan agama dan meninggikan Yahudi. Meskipun slogan mereka “tidak ada tuhan” adalah slogan palsu, para tiran komunis telah menggantikan diri mereka sebagai pengganti Allah Yang Maha Agung, dan menggantikan ajaran-ajaran ateis mereka sebagai pengganti agama dan hukum-hukum mereka sebagai pengganti syariat. Komunisme telah mencakup semua aspek kehidupan mulai dari budaya, sosial, ekonomi, dan politik, bahkan setiap aspek dalam kehidupan manusia sebagai pengganti Allah dan agama-agama serta semua sistem manusia.

Jika ciri yang tampak bagi orang-orang bahwa komunisme tidak ada urusannya dengan aspek apa pun selain aspek ekonomi, dan bahwa tugasnya adalah melayani rakyat agar mereka hidup dalam surga yang tinggi buah-buahannya yang dekat, jika mereka menerapkan ajaran-ajaran Marxis yang neraka, yang diklaim oleh tokoh-tokohnya bahwa manusia akan menjalaninya suatu hari nanti, dan mereka akan memerintah diri mereka sendiri tanpa permusuhan, kemiskinan, atau kebodohan hingga akhir propaganda-propaganda ini, maka ciri yang tampak ini termasuk dari penipuan komunisme dan omong kosongnya, yang berhasil menipu banyak manusia dan berhasil memperdaya mereka, sehingga mereka menjadi korban yang merugi dari komunisme dan prinsip-prinsipnya yang hampa.

Komunisme telah berpura-pura demikian untuk bekerja secara tersembunyi dan jauh dari pandangan untuk apa yang mereka lakukan, yaitu mewujudkan mimpi-mimpi Yahudi dan bukan mewujudkan mimpi-mimpi orang miskin. Mereka mengklaim kepada orang-orang bahwa mereka mengarungi segala kesulitan untuk memperhatikan aspek ekonomi pertama dan terakhir, dan mengklaim bahwa semua yang dikeluarkan dari pemikiran ini berupa perilaku dan perundang-undangan hanyalah mengikuti untuk mewujudkan aspek ini tidak yang lain. Sebagaimana akan terlihat – insya Allah – ketika kami membantah mereka bahwa klaim ini telah menjadi fatamorgana yang dusta dan debu yang terbawa angin. Mereka mengungkapkan fenomena ini dengan materi yang menjadi sesembahan, sistem, dan sejarah. Para tokoh komunisme – sebagaimana diketahui – pada dasarnya adalah Nasrani dan kebanyakan mereka adalah Yahudi, dan mereka telah menggambarkan teori ateis mereka dengan materialisme dan menjadikannya sebagai poros segala sesuatu dalam keberadaan dan sejarah dan mendirikannya atas penafsiran materialistis terhadap sejarah. Semua manifestasi mereka hanyalah mengikuti konsepsi materialistis mereka, sebagaimana manifestasi Freudianisme semuanya menuju seks, dan kedua teori tersebut diarahkan dengan cermat oleh Freemasonry Yahudi untuk menghancurkan semua yang dimiliki selain Yahudi; agar mereka menjadi keledai bagi bangsa pilihan Allah sebagaimana dicita-citakan oleh ajaran-ajaran Taurat yang telah diubah dan Talmud yang neraka yang penuh kebencian terhadap semua manusia kecuali Yahudi.

“Marx” telah mendalami studi peradaban Yunani-Romawi, pada saat ajaran-ajaran Kristen yang telah diubah sedang terpuruk ke jurang, dan diinjak-injak di bawah kaki mereka yang keluar dari tiranninya yang tidak terbatas, dan dari kewenangan Paus dan para pemuka agama yang tidak berujung. Pada saat yang sama para ahli strategi Freemasonry termasuk “Karl Marx” aktif menghancurkan semua peradaban dunia, dan mendirikan Kuil Sulaiman yang menjadi fokus mata semua Yahudi, munculah Marxisme untuk menjadikan manusia sebagai sumber dari semua perilaku dan pengetahuan, untuk menjadikan manusia sebagai tuhan yang membuat hukum dan pencipta yang berkarya, dan dia adalah segalanya dan tidak ada apa pun di baliknya. Tidak ada keberadaan bagi Tuhan yang atas nama-Nya para tiran gereja melakukan semua kesombongan mereka, tidak ada keberadaan bagi agama-agama yang menindas Yahudi dan kaum Yahudi, tidak ada keberadaan bagi kehidupan akhirat yang merupakan sumber keselamatan, jika seseorang yang memiliki surat pengampunan dari Paus.

Bahkan manusia menurut mereka adalah tuhan dan dunia adalah tujuan manusia untuk bahagia atau sengsara, dan tidak ada harga untuk apa yang dikatakan agama-agama ilahiah tentang adanya kekuatan lain selain manusia, atau kehidupan lain selain kehidupan ini. Bahkan apa yang di balik alam dari hal-hal gaib menurut pandangan mereka adalah fatamorgana, yang harus menghilang di hadapan peradaban non-religius yang menggila. Dunia yang dapat dirasakan, dunia yang dapat dirasakan hanya itulah yang dipercayai komunisme ateis, dan hanya itulah yang menjadi penyebab keberadaan alam semesta ini dan kemunculannya. Munculnya religiusitas pada manusia hanyalah hasil dari takhayul-takhayul palsu imajinatif yang tidak didukung oleh akal maupun logika. Alam semesta menurut mereka adalah kumpulan atom-atom dan manusia menurut mereka asalnya adalah kera.

Anehnya mereka menyebut khayalan-khayalan yang dipaksakan kepada manusia yang bertentangan dengan apa yang telah dimuliakan Allah kepada mereka berupa penjagaan dan pemeliharaan, serta pengetahuan tentang urusan dunia dan agama mereka, mereka menyebutnya kebenaran dan membela itu seolah-olah mereka telah mengalaminya sejak hari pertama manusia dikenal. Barang siapa yang mendustakan mereka dalam hal ini, mereka sifati dengan reaksioner dan terbelakang, dan sifat-sifat ini siap dalam kamus mereka yang tidak segan untuk menumpahkan kehormatan dan darah manusia. Apa yang mereka katakan tentang permulaan alam semesta dan asal manusia adalah menebak yang gaib, dan kezaliman terhadap manusia dan membenarkan perkataan para pembohong seperti “Marx” dan “Darwin” dan “Freud” dan lainnya dari jahat-jahat manusia yang penuh kebencian. “Apakah mereka menyaksikan penciptaan mereka? Kesaksian mereka akan dicatat dan mereka akan ditanya.” (Az-Zukhruf: 19)

Yang membantu memperdalam ateisme komunis adalah teori-teori yang banyak itu, dan keraguan-keraguan yang mereka sebut kebenaran untuk mengetahui alam semesta ini, dan berdirinnya atas hukum-hukum yang diketahui akhirnya, seperti hukum gravitasi yang menegaskan bahwa segala sesuatu dalam keberadaan memiliki sebab di tempatnya, dan hukum berkumpulnya bagian-bagian materi yang darinya meledak alam semesta ini, dan lain-lain yang mereka klaim mendukung teori ateis mereka. Konsep-konsep yang salah tentang komunisme dan Kristen ini telah menutupi akal dari keterikatan kepada pencipta alam semesta ini, dan bahwa hanya memikirkannya dianggap reaksioner. Karena itulah seperti yang kami dengar bahwa Rusia membunuh orang-orang yang kembali dari permukaan bulan dalam perjalanan luar angkasa pertama karena mereka yakin bahwa alam semesta ini memiliki pencipta.

Ketika abad ke-19 Masehi tiba, muncullah abad setan, dan berkuasalah perkataan tentang kekuasaan alam atas agama dan akal, maka ia adalah penguasa mutlak dan tuhan yang tidak dapat disaingi. Yang memimpin dakwah ini adalah “August Comte” dan “Feuerbach” dan “Marx” dan lainnya dengan dorongan kuat dari kebencian yang sangat terhadap para pemuka agama gereja, yang menurut penjelasan mereka mewakili kekuatan apa yang di balik alam dari urusan-urusan gaib dan rohani, yang mereka anggap wahm dan tipuan yang tidak memiliki kenyataan karena tidak masuk di bawah kekuatan perasaan dan persepsi langsung. Berlindung kepada yang gaib itu hanyalah hasil dari keturunan dan lingkungan serta kehidupan sosial di zaman-zaman yang berbeda itu menurut klaim para pendakwah ateisme. Komunisme tetap sekitar tujuh puluh tahun dalam serangan dan berkeliling yang kuat yang diperhitungkan kekuatannya, hingga Allah mengizinkan hilangnya kekuatannya – Maha Suci Dia dengan kekuatan-Nya sendiri, karena tidak ada seorang pun yang berpikir untuk mengalahkannya, tiba-tiba datang kepadanya ajalnya dengan tangannya sendiri atas tangan pemimpin terakhir dari apa yang disebut Uni Soviet, yaitu “Mikhail Gorbachev” dan tenggelamlah bintang dan kesombongannya dan bangkitlah rakyat dan membalas semua orang zalim.

Sekarang setelah terlihat nasib akhir dari Marxisme komunis kami katakan: Sangat aneh bahwa komunisme mati di kandang sendiri – Uni Soviet sebelumnya – dan rakyat menemukan bahwa aliran ini gagal dan batil yang tidak membawa kepada kebaikan, bahkan kepada kehancuran dan kerusakan serta membangkitkan kebencian dan menyebar pengangguran dan kemungkaran, dan bahwa surga dunia yang dijanjikan “Karl Marx” hanyalah fatamorgana penipu dan harapan-harapan dusta, dan ajaran-ajarannya hanyalah neraka yang tidak tertahankan dan kesengsaraan serta penderitaan, dan rakyat digiring kepada kematian dan mereka melihat dengan rela atau terpaksa. Dalam melepaskan diri dari aliran ini ada kelapangan yang tidak ada tandingannya dan kemenangan yang tidak ada bandingannya. Maka bangkitlah rakyat-rakyat yang terzalimi itu untuk menggoyangkan debu tahun-tahun sulit itu dari mereka, kemudian mereka menginjak-injak prinsip-prinsip “Marx” dan teori-teorinya di bawah sandal mereka dan menghela nafas lega, dan sebagian mereka menggantung patung beberapa tiran komunis lama dan beberapa penguasa sekarang dan berkata: Tidak ada kembalinya komunisme di sini.

Aku katakan: Aneh bahwa ini terjadi dan lebih dari itu di negara-negara yang merasakan pahitnya ajaran-ajaran komunis, dan gembira dengan hilangnya dari mereka kemudian beberapa partai – di negara-negara Arab Islam – menyerukan untuk mengadopsinya sebagai partai komunis yang sah, dan di mana syariat dari ajaran-ajaran “Marx”, kemudian beberapa pemerintahan mengadopsi partai-partai tersebut dan memberi izin kepada mereka untuk masuk majelis-majelis perwakilan dan parlemen, dan yang semacam itu sebagaimana aku dengar dari negara Islam Arab. Sungguh perkara ini mengherankan. “Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (Al-A’raf: 179) Dan telah dikatakan dalam pepatah: Yang berakal adalah yang mengambil pelajaran dari orang lain, mengapa mereka ini tidak mengambil pelajaran dari yang telah merasakan kehidupan komunis yang menyedihkan dan merasa sempit karenanya, tidakkah mereka ini memiliki hati untuk berakal dengannya dan mata untuk melihat dengannya dan telinga untuk mendengar dengannya, sehingga mereka berhenti dari keterikatan kepada komunisme merah dan berhenti dari mengagungkan para pemimpinnya yang tidak sepadan dengan nilai sandal mereka?!

Sungguh perkara itu jelas dan nyata seandainya bukan karena konspirasi baru juga mengancam dunia dalam baju baru dan dengan cara baru, yang mungkin dirasakan sebagian orang dan mungkin tidak mereka rasakan. Betapa banyaknya bencana yang direncanakan setan-setan manusia dan jin bagi yang terpaksa menuruti mereka, di bawah berbagai slogan yang menyilaukan dan menipu dari para pendakwah Freemasonry Yahudi dunia yang penuh kebencian, dan apa yang mereka miliki dari peradaban dan nilai-nilai. Berlalunya hari-hari dan malam-malam cukup untuk menjelaskan semua yang mereka rencanakan dan Allah mengawasi mereka, dan Dia mengelilingi mereka dari belakang.

Berdirinya Komunisme Pertama dengan Kepemimpinan “Mazdak”

Komunisme adalah ide lama yang muncul dalam sejarah lebih dari sekali. Telah datang dalam kitab (Al-Jumhuriyyah/Republik) karangan filosof Yunani “Plato”, yang hidup dalam periode antara 427 – 347 sebelum Masehi, apa yang menunjukkan munculnya aliran ini, di mana dia mendirikan dalam kitabnya suatu sistem yang berdiri bagi para penguasa atas komunisme harta dan wanita, dan mensyariatkan untuk ini suatu metode yang terperinci. Ada contoh-contoh khayalan dan kilas balik tentang sosialisme yang ditetapkan “Plato” dalam kitabnya, yang menggambarkan kenyataan bahwa abad kelima sebelum Masehi – yaitu di mana “Plato” berada – di dalamnya ada prinsip-prinsip sosialis yang masih dalam ayunannya.

“Plato” berkata dalam kitabnya yang disebutkan di atas yang intinya: “Sistem harus mencakup sosialisme wanita dan anak-anak, tidak seorang pun berhak mendirikan keluarga mandiri sebagaimana tidak ada haknya untuk membesarkan anak-anak; karena semuanya milik negara dan hanya negara yang mengawasi pembinaan anggota yang saleh, sebagaimana dia mengawasi melahirkan keturunan yang terpilih”.

Plato membagi dalam kitabnya masyarakat menjadi tiga bagian; Bagian pertama: adalah para penguasa. Bagian kedua: adalah para pejuang. Bagian ketiga: adalah para pembantu dan pekerja. Dan berkata: “Sungguh wajib bahwa istri-istri dan harta benda dan makanan menjadi milik bersama di antara individu-individu golongan pertama dan kedua, adapun yang ketiga maka mereka hidup atas sistem keluarga yang biasa”.

Kami juga menemukan dari filosof Yunani yang berkata dengan komunisme “Diogenes” dan berkata dengannya juga “Mazdak” yang hidup pada tahun 487 Masehi, di mana dia menyeru kepada komunisme dan keikutsertaan manusia dalam harta benda dan kehormatan. Gerakan “Mazdak” disebut dengan Mazdakisme, telah muncul di negeri Persia dan banyak pemilik kecenderungan membolehkan yang terpengaruh dengannya seperti para pemilik filsafat batiniah, dan di antara mereka pendiri Qaramitah Hamdan Qarmat dan kaumnya, dan di antara mereka Ali bin Al-Fadhl yang menggambarkan aliran mereka dengan mengatakannya bait-bait syair:

Ambillah rebana wahai wanita ini dan pukullah Dan bernyanyilah dengan gembira kemudian bergembiralah Telah pergi nabi Bani Hasyim Dan ini nabi Bani Ya’rib Bagi setiap nabi yang telah pergi ada syariat Dan ini syariat nabi ini Sungguh telah dia hapuskan dari kami kewajiban shalat Dan kewajiban puasa sehingga kami tidak lelah Dia menghalalkan anak-anak perempuan bersama ibu-ibu Demikian juga dia menghalalkan nikah anak laki-laki

Jika orang-orang shalat maka janganlah engkau bangun Dan jika mereka puasa maka makanlah dan minumlah Dan janganlah engkau meminta haji di Shafa Dan juga ziarah kubur di Yatsrib Dan janganlah engkau cegah dirimu dari para suami Dari kerabat dekat atau orang asing Mengapa engkau halal bagi orang asing ini Dan menjadi haram bagi ayah Bukankah tanaman untuk yang memeliharanya Dan memberinya makan di masa kekeringan Dan apa khamer itu kecuali seperti air langit Dihalalkan maka disucikan dari aliran

Dan buruk apa yang dikatakan penyair ini. Kemudian berturut-turut setelah itu seruan-seruan kepada komunisme atas tangan sejumlah orang di antaranya “Thomas More” di mana dia meletakkan sistem untuk kota utamanya yang khayalan dalam komunisme harta, kemudian datang setelahnya “Campanella” orang Italia dalam kitabnya (Kota Matahari), dan dalam kitab ini suatu sistem sosialis untuk kotanya dia abaikan di dalamnya pembicaraan tentang kepemilikan individual, sebagaimana dia abaikan di dalamnya pembicaraan tentang pernikahan.

Ini sekelumit tentang sejarah komunisme secara umum, dan setelah seruan-seruan ini muncullah komunisme Marxis modern atas tangan “Karl Marx” dan rekannya “Frederick Engels”.

Bantahan terhadap Klaim Atheis bahwa Umat Manusia Berdiri di atas Komunisme Primitif

Para atheis telah mengklaim bahwa masyarakat berdiri di atas komunisme pada awalnya. Kami menegaskan bahwa klaim ini tidak lain hanyalah asumsi dan prasangka belaka, mereka tidak memiliki dalil yang sahih atas kebenarannya. Bahkan semua bukti justru mendustakan mereka. Mereka telah membayangkan dalam khayalan mereka bahwa manusia primitif mendirikan kemitraan dalam segala hal di antara mereka, sebelum mereka berkembang dan mengenal kepemilikan pribadi. Dengan hal ini mereka menolak semua yang dibawa oleh syariat-syariat, khususnya Islam, dan apa yang disaksikan oleh sejarah serta apa yang diriwayatkan secara mutawatir di setiap generasi dan apa yang disaksikan oleh realita sepanjang tahun, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang mengatur kehidupan manusia dan cara berinteraksinya, sejak Dia menurunkannya ke bumi hingga Allah mewarisi bumi dan seisinya. “Dan tidak ada suatu umat pun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan” (Fathir: 24). Dan bahwa manusia adalah manusia dari awal hingga akhir, tidak berubah baik dalam bentuk fisiknya, sifat alaminya, maupun dalam kecintaannya terhadap kepemilikan pribadi sejak keberadaannya di bumi.

Adapun apa yang dibayangkan oleh para atheis tentang tidak adanya kepemilikan pribadi dan meleburnya individu dalam suku, itu hanya benar pada beberapa masa jahiliah dari mereka yang memiliki fanatisme yang berlebihan terhadap suku, tetapi bukan dalam hal kepemilikan pribadi. Meskipun membayangkan tidak condongnya setiap orang terhadap kepemilikan pribadi adalah bayangan asumtif yang jauh dari kenyataan dan mustahil.

Ya, memang terdapat kerja sama yang kuat, saling membantu, dan kemitraan dalam suka duka di antara anggota satu suku, serta persatuan di antara semua anggota suku hingga tingkat di mana individu tidak dapat membayangkan keberadaan, entitas, kepemilikan, apa yang diambil dan apa yang ditinggalkannya kecuali melalui sukunya. Dia melakukan semua yang dilakukan sukunya dan meninggalkan semua yang ditinggalkan sukunya tanpa memiliki pendapat apapun dalam menyelisihi adat suku. Namun keadaan ini tidak pantas dijadikan dalil oleh para atheis atas komunisme manusia, dengan cara yang ditetapkan oleh “Marx” dan pengikutnya.

Bahkan keyakinan bahwa manusia pada awalnya seperti binatang adalah kezaliman itu sendiri dan kebohongan terhadap kemanusiaan itu sendiri. Ini adalah penolakan terang-terangan terhadap semua yang ditetapkan dalam agama-agama samawi tentang pemuliaan Allah terhadap manusia, dan mengangkat mereka dari derajat hewan yang dibayangkan para atheis dalam tafsir mereka tentang asal muasal manusia dan berdirinya urusan mereka hanya pada aspek ekonomi dan kesukuan sebagaimana yang mereka klaim.

Kemudian dengan asumsi yang mustahil bahwa beberapa peneliti menemukan suku-suku yang hidup dalam kekacauan dalam segala hal – termasuk seks – tidakkah pantas orang-orang ini disifati sebagai penyimpang yang tidak bernilai, rusak fitrahnya? Dan menggambarkan seluruh umat manusia dengan cacat celaan yang keji itu karena apa yang mereka temukan pada suku-suku biadab tersebut, dianggap sebagai perampasan terhadap sejarah manusia. Ini jika benar bahwa mereka menemukan manusia dalam keadaan seperti itu, padahal kebohongan dan fitnah mereka sangat mungkin. Sebab tidak ada manusia yang rela dengan kekacauan seksual dalam keluarganya. Bahkan ini adalah keadaan yang tidak diridhai bahkan oleh hewan, apalagi manusia. Allah Azza wa Jalla telah mengabarkan tentang fitrah manusia dan tentang cemburu yang ada padanya, sejak anak-anak Adam berada di bumi ini dan salah seorang dari kedua anak Adam membunuh saudaranya.

Alangkah herannya, mengapa komunisme begitu bersemangat menyebarkan seks lebih dari yang lain?! Sesungguhnya para komunis sangat bersemangat menyebarkan seks secara bersama; mungkin untuk menarik mereka yang mendambakan hal itu dari pemuda dan pemudi yang sudah jatuh, dan karena prasangka mereka bahwa komunisme akan dibangun dan bangkit karena propaganda murahan ini. Tetapi mereka terkejut dengan penghinaan orang-orang terhadap mereka dan penolakan terhadap perilaku memalukan ini. Maka mereka kembali dan mengklaim bahwa komunisme wanita tidak terbatas pada mazhab komunis, tetapi ini adalah isu yang umum di antara semua kalangan, khususnya orang kaya dengan bentuk-bentuk yang berbeda. Namun dalil ini adalah dalil lemah seperti rumah laba-laba, tidak mengeluarkan mereka juga dari penghinaan orang-orang terhadap mereka dalam seruan mereka untuk kekacauan seksual yang dahsyat, karena yang batil tidak dapat dijadikan dalil dengan yang batil. Sebab dalil mereka dengan orang-orang yang menyimpang tidak memberikan mereka pembenaran untuk klaim mereka, itu adalah pembenaran batil dengan batil. Cukuplah dikatakan tentang semuanya: ini adalah keadaan rusak jahiliah yang harus diperbaiki, dan tidak pantas menjadi teladan atau dalil yang mereka zalimi fitrah manusia dan mencoreng kehormatan mereka, baik mereka dari orang kaya atau orang miskin, itu adalah perbuatan yang tidak disetujui bahkan oleh hewan.

Adapun klaim para atheis bahwa manusia dalam komunisme primitif hidup dalam kehidupan yang sama rata tanpa perbedaan di antara mereka, itu adalah asumsi yang kekurangan dalil. Dari mana mereka tahu bahwa mereka tidak merasakan perbedaan di antara mereka? Sedangkan paling sedikit di dalamnya adalah perbedaan kecerdasan, perbedaan dalam penguasaan kerja, perbedaan dalam kekuatan fisik dan psikis, perbedaan dalam keberanian, perbedaan dalam harta, hingga akhir perbedaan-perbedaan yang tidak diabaikan oleh manusia yang sehat akalnya. Bahkan para atheis pun tidak mengabaikannya seandainya mereka tidak ingin menggembirakan komunisme kepada manusia dan menipu mereka dengannya, khususnya mereka yang merasa bahwa masyarakat mengurangi hak-hak mereka atau merasa bahwa mereka terpaksa dalam urusan mereka, dan mengharapkan kesempatan apapun untuk membuktikan keberadaan mereka yang mereka impikan.

Para atheis memanfaatkan keberadaan perbedaan-perbedaan pasti ini di antara manusia untuk menyerukan penghapusannya. Dari mana mereka bisa menerapkan hal itu secara nyata padahal itu bertentangan dengan apa yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam sunnahNya? Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala-lah yang menghendaki manusia berada dalam keadaan ini: di antara mereka ada yang cerdas dan yang bodoh, yang kaya dan yang miskin, hingga akhir sifat-sifat yang diketahui secara pasti dari keadaan manusia. Bagaimana mereka menghilangkan apa yang dikehendaki Allah untuk kekal?!

Intinya adalah tidak ada dalil bagi mereka atas semua yang mereka klaim tentang kesamaan yang bohong itu. Demikian pula tidak ada dalil bagi mereka atas klaim mereka bahwa manusia pada awalnya hidup dalam kehidupan malaikat dengan kebahagiaan yang sempurna. Perkataan dan klaim-klaim ini tidak lain adalah khayalan kosong yang didustakan oleh fakta-fakta sejarah, dan didustakan oleh tabiat manusia sejak keberadaan mereka hingga hari ini. Ditambah lagi bahwa mereka tidak memiliki dalil atas perkataan ini kecuali semata-mata khayalan mereka yang terbalik. Sebab zaman mana dari zaman-zaman yang bebas dari perang dan persaingan antar suku atas banyak hal, paling sedikit adalah padang gembalaan, wilayah lindung, dan rampasan perang, dan hal-hal lain yang pasti terjadi secara niscaya di setiap generasi manusia?

Motivasi-motivasi Komunisme

Motivasi-motivasi komunisme tidak lagi tersembunyi. Pemikiran pemilik dan pendirinya “Karl Marx” tidak lagi tersembunyi dalam motivasi dan hakikatnya bagi siapapun. Marxisme dengan tolok ukur ilmu dan fakta-faktanya bukanlah teori yang diciptakan yang tidak didahului oleh siapapun, tetapi ia adalah pengulangan pemikiran-pemikiran lama yang kembali ke sebelum masehi. Kemudian dalam masa modern ia adalah pencurian ilmiah dari kumpulan filsafat-filsafat yang dikemukakan oleh “Hegel” dan “Feuerbach” dan terjadi penyelarasan atau pencampuran di antara bagian-bagiannya. Meskipun demikian, ia tetap mengandung kontradiksi dan berbenturan dengan ilmu dalam postulat-postulat modernnya, sebagaimana berbenturan dengan fitrah dan tabiat dalam keadaan yang lurus dan sehat.

Motivasi-motivasi komunisme banyak, di antaranya misalnya: motivasi pribadi dalam apa yang terkandung dalam kepribadian pendirinya “Karl Mordechai Marx” yang Yahudi. Kepribadiannya adalah – sebagaimana yang disebutkan dalam biografinya – penuh dengan dendam terhadap masyarakat di mana dia hidup miskin dan tersingkir menjadi beban, bahkan terhadap anggota keluarganya dari para wanita, hingga memaksanya dalam suatu tahap kehidupannya untuk menggunakan penipuan sebagai cara mencari nafkah. Ya, sebab dalam suatu tahap kehidupannya dia menjual bukunya (Das Kapital) kepada lebih dari satu penerbit dalam waktu bersamaan, dan mengambil harga buku lebih dari sekali, dari lebih dari satu pihak. Ini dalam bahasa hukum dan bahasa realita disebut operasi penipuan pada tingkat pengarangan dan penerbitan.

Demikian pula kepribadian “Karl Marx” mengandung – sebagaimana yang diceritakan oleh ayahnya – keinginan untuk merusak, menghancurkan, dan menghancurkan. Keinginan ini tampak padanya di awal kehidupannya dan diakui oleh ayahnya, dan cukuplah kesaksian sang ayah sebagai dalil atas anaknya.

Kepribadiannya juga mengandung kecenderungan kepada kemerosotan dan kekotoran, hal ini tampak pada penampilan dan pakaiannya, sebagaimana tampak dalam perilaku maksiatnya dan kehidupannya yang jauh dari nilai-nilai, yang tercermin atau diwariskan pada salah seorang putrinya yang hidup berselingkuh dengan seseorang tanpa nikah. Ketika dia menemukan bahwa orang itu telah menikah dengan yang lain, dia bunuh diri. Motivasi pribadi itu pasti memiliki pengaruhnya terhadap pemikiran “Marx” berupa dendam, perusakan, dan kemerosotan. Jika kita tambahkan pada hal itu bahwa dia adalah Yahudi dari keturunan Yahudi yang tercetak segala penyimpangan Yahudi dalam jiwanya, dan memelihara apa yang ada padanya berupa dendam, perusakan, dan kemerosotan, dan setiap bejana meluap dengan isinya, maka tidak mengherankan kita melihat bahwa filsafat Marxis mengandung dendam, perusakan, dan kemerosotan.

Ini adalah motivasi pertama dari motivasi-motivasi komunisme yang kembali kepada kepribadian pendirinya “Karl Marx”. Adapun motivasi-motivasi lain mungkin terletak pada lingkungan yang mendorong tumbuhnya pemikiran ini dan penyebarannya. Lingkungan itu di mana kezaliman feodalisme pertanian – dan setelahnya feodalisme industri – mencapai puncak segala bentuk eksploitasi. Lingkungan itu di mana kezaliman gereja dan perampasannya terhadap akal dan hati mencapai tingkat kezaliman tertinggi, sebagaimana di dalamnya kemerosotan kebanyakan tokoh-tokohnya mencapai tingkat kemerosotan tertinggi, dan eksploitasi mereka terhadap agama untuk meraih keuntungan materi, dan memungut upeti serta bersekutu dengan feodalisme dan bersekutu dengan penguasa untuk meraih tingkat tertinggi juga, semua itu atas biaya rakyat yang kebanyakannya miskin dan terampas. Atas biaya rakyat yang memandang kepada penyelamatan lalu mendengar teriakan yang menipu yang dikumandangkan oleh para komunis: Wahai orang-orang miskin dunia, bersatulah, karena di hadapan kalian ada dunia yang kalian menangkan dan tidak ada di tangan kalian yang kalian kehilangan selain belenggu.

Maka dunia yang terampas tertipu oleh teriakan itu, dan mengira bahwa itu adalah teriakan penyelamatan, persis seperti orang tenggelam yang berpegang pada apa saja, dan persis sebagaimana yang difirmankan oleh Rabb semesta alam Subhanahu wa Ta’ala dalam kitabNya yang muhkam: “Maka tatkala mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju lembah-lembah mereka, berkatalah mereka: ‘Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.’ (Bukan!) Bahkan itulah azab yang kamu minta supaya disegerakan, (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih, Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya.” (Al-Ahqaf: 24-25)

Demikianlah komunisme tampak dengan penipuannya sebagai awan yang menurunkan hujan, maka ketika datang ia adalah angin yang mengandung azab pedih yang menghancurkan segala sesuatu.

Mungkin motivasi ini ada pada ular Yahudi yang menyembunyikan kepalanya dan menyemburkan racunnya untuk mewujudkan apa yang mereka wasiatkan dalam Taurat mereka yang diubah atau dalam Talmud mereka yang menyimpang, atau dalam apa yang menyusul setelah itu berupa penghancuran agama-agama, bahkan penghancuran seluruh umat manusia dari golongan Goyim – yaitu non-Yahudi – untuk sampai kepada mitos supremasi ras Yahudi dan kepemilikannya atas dunia.

“Marx” sendiri berkata: “Sesungguhnya penyelesaian masalah Yahudi mengharuskan Yahudi menguasai semua agama,” yaitu dengan menerapkan apa yang disebutnya transformasi sosialis seluruh dunia, dan meleburkan agama-agama dan kebangsaan dalam wadah Marxisme.

Tidak mengherankan setelah itu bahwa kami katakan untuk menegaskan kebenaran perkataan kami tentang motivasi Yahudi dari motivasi-motivasi filsafat komunis:

Pertama: bahwa pemilik pemikiran ini dan pendirinya adalah “Karl Mordechai Marx” yang sebagaimana kami katakan adalah Yahudi.

Bahwa para penyandang dana revolusi komunis adalah “Isaac Montimer”, “Shepso Levi”, dan “Dernoshes” yang semuanya dari Yahudi.

Bahwa para pembuat revolusi komunis yaitu “Lenin” dan lain-lain dari anggota dewan revolusi, bahkan sekretariat dewan ini pun Yahudi yaitu istri “Lenin”.

Bahwa mereka yang mewarisi negara ini juga dari kalangan Yahudi.

Dan bahwa negara ini dan mazhab komunis ini berwasiat mempertahankan agama Yahudi saja, meskipun mereka – sebagaimana kami katakan – memusuhi agama-agama dan menganggap bahwa agama adalah penenang rakyat atau candu rakyat sebagaimana mereka katakan. Meskipun mereka memerangi semua agama dan melancarkan kampanye menghancurkan semua agama, namun mereka berwasiat mempertahankan agama Yahudi saja. Hal ini menunjukkan motivasi Yahudi bagi filsafat ini.

Hakikat Pemikiran Komunis

Adapun hakikat pemikiran komunis adalah bahwa ia adalah pencurian ilmiah yang dengannya “Karl Marx” merampas pemikiran “Hegel” dan “Feuerbach” di masa modern, dan pemikiran beberapa filsuf Yunani di masa kuno, untuk membentuk dari keduanya penyelarasan dan pencampuran teori yang berdiri di atas materi dan kontradiksi.

Kemudian komunisme sebagaimana yang dirajut oleh “Marx” menjadi terbelakang dari barisan ilmu, terwakili di dalamnya kemunduran bagi siapa yang bersikeras padanya. Sebab ilmu tidak lagi mengakui bahwa materi adalah apa yang tertangkap oleh indra sebagaimana yang dikatakan oleh “Marx”. Melalui teori-teori lubang hitam, ilmu sampai pada bahwa apa yang dipahami oleh indra dari materi tidak mewakili kecuali tujuh persen, adapun sisanya adalah materi yang tidak dipahami oleh sebagian indra. Maka apa yang merusak perkataan “Marx” tentang materi dengan tolok ukur ilmu?! Dan apakah pantas setelah itu dia menambahkan sifat keilmiahan pada sosialisme-nya?!

Adapun pembicaraannya bahwa dalam setiap materi ada kontradiksi, maka ia juga kekurangan dasar ilmiah. Sebab yang teramati dari induksi dan penelusuran adalah bahwa yang ada dalam materi-materi adalah perkawinan dan saling melengkapi, bukan pada cara yang kita lihat dan saksikan, mulai dari atom hingga benda langit yang besar. “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (Yasin: 40)

Dalam bidang sosial juga runtuh klaim-klaim pertentangan antar kelas yang diklaim oleh “Marx”, dengan runtuhnya klaim-klaim kontradiksi itu sendiri yang menjadi dasar klaim pertentangan itu. Demikian pula sejarah mendustakan klaim-klaim ini dengan apa yang dibuktikannya tentang berdirinya masyarakat-masyarakat – dan dalam waktu yang lama – yang tidak ada di dalamnya pertentangan antar kelas, tetapi di antara mereka ada kasih sayang dan rahmat yang terwakili dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Seperti tubuh yang satu, jika satu anggota sakit, maka seluruh tubuh ikut merasakan dengan begadang dan demam.”

Dalam bidang politik runtuh klaim-klaim kediktatoran “Proletariat” dengan apa yang berdiri dalam sistem-sistem komunis yang berkuasa berupa kediktatoran kelas yang tidak ada hubungannya dengan “Proletariat”, hidup dengan kehidupan kaisar-kaisar atau raja-raja dan emas “Kremlin” masih menaungi mereka. Bahkan mereka menambahkan padanya bahwa mereka memiliki jalan-jalan khusus yang tidak dilalui oleh selain mereka dari anak-anak “Proletariat” atau kelas pekerja.

Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya dan kepada keluarga dan sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 10: Komunisme (2)

Dasar-dasar yang Menjadi Landasan Teori Komunis

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah kepada yang termulia di antara para rasul dan penutup para nabi, yaitu junjungan kami Muhammad shallallahu alaihi wa sallam Nabi yang dapat dipercaya, beserta keluarga dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du:

Komunisme Marxis sejak awal berdirinya dibangun atas dasar menentang agama-agama, akhlak, dan budaya-budaya, serta segala hal yang berkaitan dengan selain orang Yahudi atau kaum goyim sebagaimana mereka menyebutnya. Mereka ingin mendirikan negara komunis dunia di bawah pimpinan tokoh-tokoh komunis dan orang-orang di belakang mereka, yang didukung oleh ambisi-ambisi Yahudi untuk mendirikan negara Yahudi Raya yang ditunggu-tunggu oleh orang-orang Yahudi dengan penuh harap, yang terwujud dalam pembangunan kembali Kuil Sulaiman dan penobatan raja mereka yang mereka impikan akan menguasai seluruh manusia, baik dari kalangan Yahudi maupun selainnya. Komunisme hanyalah salah satu mata rantai dari serangkaian mata rantai yang dirajut oleh orang-orang Yahudi untuk mencapai apa yang telah mereka rencanakan.

Para pemikir mereka telah merencanakan penghancuran dunia secara agama, budaya, dan ekonomi. Sungguh komunisme telah berkontribusi dalam semua konspirasi tersebut dan mendapat bagian terbesar dalam menghancurkan kaum goyim, yaitu non-Yahudi, dalam pembersihan fisik yang tidak pernah disaksikan sejarah yang sepertinya, dan dalam penyebaran kemaksiatan serta segala kerusakan dan kejahatan, di mana mereka melebihi setan dan membebaskan tugasnya dalam mewujudkan semua bencana tersebut yang menimpa seluruh bangsa dalam agama dan dunia mereka di tangan para ateis.

Manifestasi komunisme Marxis sangat banyak, di antaranya yang paling menonjol adalah:

Pertama: Materialisme

Ini adalah dasar pertama yang menjadi landasan teori komunis. Materialisme dinisbahkan kepada materi, dan telah dikatakan dalam definisinya bahwa materi adalah sesuatu yang ada yang dapat dipahami oleh salah satu panca indra, yang tunduk pada pengalaman dan pengamatan manusia. Materialisme mengklaim bahwa ia adalah saudara kandung realisme, yang dinisbahkan kepada realitas yang tidak dapat diingkari dan didustakan.

Penyembahan materi telah menjadi dasar bersama semua ateis dengan berbagai mazhab mereka, dimulai dari abad ke-18 dan ke-19 Masehi, pada masa munculnya arus-arus pemikiran yang mengamuk di Eropa melawan gereja dan orang-orang yang memimpinnya, serta menggantikannya dengan materi yang mendominasi segala sesuatu. Mereka mengklaim – dan betapa buruk apa yang mereka klaim – bahwa alam semesta dan isinya hanya ada dari asal materi. Berdasarkan hal itulah mereka membangun ateisme mereka dalam mengingkari keberadaan Allah Ta’ala, sehingga mereka keluar dari pemahaman definisi materi ini dan melampauinya.

Sebab perkara-perkara gaib dan urusan agama tidak tunduk pada pengalaman manusia dan tidak dapat dipahami oleh panca indranya. Mereka juga membangun di atasnya penafsiran historis mereka terhadap kehidupan manusia dan perkembangannya.

Para materialis komunis telah menegakkan ide ini – ide materialisme – dalam menentang segala sesuatu yang berkaitan dengan alam ruh dan gaib, di mana mereka tidak beriman pada keberadaan ruh karena ruh bertentangan dengan materi. Jika materi ada pada sesuatu, ia pasti memberikan kehidupan kepadanya. Materi adalah segala-galanya. Mereka menjadikan materi sebagai pengganti Allah Azza wa Jalla, dengan dalih bahwa laboratorium mereka telah memberikan bukti material tentang hal itu.

Sungguh mereka telah berdusta dan berkontradiksi, serta tampak kebodohan dan kekacauan mereka dalam teori-teori mereka yang bertentangan dan berkontradiksi. Alam menurut mereka ada sebelum segala sesuatu dan tidak ada akhirnya, dan darinya muncul setiap makhluk di muka bumi. Alam menurut mereka ada dengan sendirinya sebelum setiap zat, dan ialah yang menciptakan segala sesuatu dengan hukum-hukumnya. Alam menurut mereka berada dalam gerakan perubahan yang terus-menerus.

Perubahan ini datang melalui pertentangan antara hal-hal yang berlawanan, dan setiap ide menghasilkan lawannya, sedangkan ide dan lawannya menghasilkan hasil yang baru. Semuanya merupakan hasil dari keterkaitan hal-hal antara satu dengan yang lain, dan tidak mungkin ada peristiwa apa pun yang terpisah dengan sendirinya dari lingkungan yang mengelilinginya dalam gerakan yang terus-menerus yang mereka sebut gerakan dalam alam.

Yang mereka maksudkan adalah bahwa setiap yang ada hanyalah hasil dari gerakan dan perkembangan materi dari awal hingga akhir, muncul kemudian lenyap sepanjang masa dalam perkembangan yang mereka sebut evolusi dalam alam. Ini terjadi dalam gerakan-gerakan yang cepat dan pasti, dan kadang-kadang terjadi secara tiba-tiba yang dengannya hal-hal berpindah dari yang sederhana ke yang kompleks dan dari yang rendah ke yang tinggi, dalam evolusi yang berkesinambungan sepanjang waktu.

Hal ini menghasilkan apa yang mereka sebut kontradiksi dalam alam, dan kontradiksi inilah yang dihasilkan dari evolusi peristiwa dan interaksinya satu sama lain, untuk menghasilkan dari kontradiksi antara yang lama dan yang baru, antara yang menurun dan yang lahir, antara yang musnah dan yang berkembang, menghasilkan sumber-sumber evolusioner baru yang berbeda. Artinya, sesuatu pasti terjadi kemudian terjadi apa yang menentangnya untuk menghasilkan hasil yang pasti dan benar. Dari sinilah komunisme mendukung tabrakan dan pertentangan antara hal-hal untuk mencapai hasil dari setiap pertentangan dan tabrakan.

Semua itu hanyalah obsesi pemikiran dan kekacauan yang menjijikkan. Benar firman Allah Azza wa Jalla dalam kitab-Nya yang mulia: “Dan orang-orang yang kafir, amal mereka laksana fatamorgana di padang pasir, yang disangka air oleh orang yang dahaga, tetapi apabila ia datang ke tempat itu, ia tidak mendapatkan sesuatu apa pun. Dan ia dapati (ketetapan) Allah di sisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal dengan cukup. Dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” (An-Nur: 39)

Semua asumsi yang diasumsikan oleh para materialis itu, mereka inginkan agar materi menggantikan posisi Tuhan Subhanahu wa Ta’ala dan pengaturan-Nya terhadap urusan-urusan sesuai kehendak dan kekuasaan-Nya. Penjelasan-penjelasan mandul tentang keberadaan hal-hal setelah tidak ada hanyalah untuk mengalihkan pikiran dari kekuasaan Sang Pencipta atas penciptaan dan pengadaan.

Jika tidak, logika apa yang dapat menerima bahwa hal-hal berkembang untuk kepentingan atau kerugian manusia dengan sendirinya, untuk menghasilkan hal-hal yang menurut mereka tidak dapat dihindari agar kehidupan menjadi lurus dan alam semesta tetap ada?

Para materialis telah berusaha – sementara mereka mengingkari pencipta alam semesta ini – untuk memalsukan banyak keraguan untuk dijadikan bukti atas ateisme mereka. Namun tidak ada satu pun keraguan dari keraguan-keraguan mereka kecuali ia menampar wajah-wajah mereka, menghancurkan hati-hati mereka dan berkata kepada mereka: “Berlindunglah kepada Allah, aku tidak akan menjadi bukti atas ketiadaan Dzat yang mengadakanku.”

Begitu mereka menemukan keraguan terkecil yang mereka temukan, mereka langsung terbang kegirangan dengannya dan mengklaim bahwa semua yang mereka temukan menunjukkan ketiadaan pencipta sejati bagi alam semesta ini selain materi dan sifat materi yang pasti menurut klaim mereka. Betapa mereka membebankan pada materi ini yang dalam tindakannya menurut para ateis setara dengan tindakan-tindakan pencipta alam semesta menurut orang-orang beriman.

Betapa banyak kebenaran yang muncul bagi mereka yang membingungkan mereka dalam ketelitian penciptanya, namun hati-hati mereka yang telah menyerap kecintaan kekufuran dan pemberontakan – dengan cara guru mereka Iblis – menolak untuk kembali kepada kebenaran.

Misalnya hukum gravitasi yang diciptakan Allah dan dengannya alam semesta atas dan bawah ini ditegakkan, yang lebih besar dari langit dan isinya yang terdiri dari berbagai benda langit, dan lebih besar dari bumi dan isinya. Ketika mereka menemukannya, mereka berkata: “Sekarang kami tahu bahwa tidak ada pencipta dan yang memegang alam semesta ini kecuali gravitasi.”

Ketika orang-orang beriman kepada Allah mengejutkan mereka dengan pertanyaan ini: “Siapa yang menciptakan gravitasi ini? Apakah langit menciptakannya karena membutuhkannya untuk memegang benda-benda langitnya agar tidak jatuh ke bumi, ataukah bumi yang menciptakannya karena membutuhkannya agar yang ada di atasnya dapat menetap, ataukah gravitasi itu sendiri yang menyadari kebutuhan langit dan bumi kepadanya lalu mengadakan dirinya sendiri?” Maha Suci Allah dari apa yang mereka tuduhkan.

Ketika mereka mengingkari keberadaan Allah Ta’ala, dikatakan kepada mereka: “Alam semesta yang menakjubkan, selaras, dan kokoh ini, yang tidak ada yang melampaui batas terhadap yang lain, ‘Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.’ (Yasin: 40) Siapakah Yang Maha Kuat dan Maha Menguasai yang menjadikannya dengan sifat ini?”

Mereka menjawab: “Materi.” Seolah-olah mereka lari dari menyebut nama Allah Ta’ala kepada nama yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Jika materi inilah yang mengatur alam semesta ini, maka ialah Tuhan yang benar. Maka tidak tersisa bagi mereka kecuali mengucapkan nama Allah Yang Mulia dan meninggalkan kelicikan rubah serta kepura-puraan yang lemah.

Semua yang mereka katakan berupa keraguan-keraguan sepele – bagaimanapun berbedanya nama-namanya – sesungguhnya menunjukkan keterputusan mereka dan bahwa mereka seperti orang tenggelam yang berpegang pada segala sesuatu yang jatuh ke tangannya untuk selamat dari tenggelam.

Betapa ruginya para ateis komunis ketika mereka mengingkari pencipta alam semesta ini, sebagai imbalan fanatisme terhadap pendapat-pendapat Yahudi “Marx” yang pemberontak, berjiwa keras, bertemperamen tajam, dan fanatik terhadap kaumnya orang Yahudi. Ia berusaha membalas dendam kepada seluruh dunia karena sikap mereka terhadap orang-orang Yahudi yang membenci Allah Ta’ala dan semua manusia, karena mereka tidak menjadikan orang Yahudi sebagai penguasa dan pemimpin dunia sebagaimana Allah menjanjikan hal itu kepada mereka menurut kebohongan penyusun-penyusun Taurat.

Maka mereka berjanji pada diri mereka sendiri untuk berdiri berdampingan dengan setan untuk menyesatkan manusia, menghancurkan agama-agama mereka, dan merusak akhlak mereka. Hal ini tidak akan terjadi dengan izin Allah, dan Allah dengan pertolongan dan kekuatan-Nya tidak akan mengabulkan hal itu bagi mereka. Allah Ta’ala cemburu terhadap agama-Nya, maka biarlah mereka mati dengan kemarahan dan kebencian mereka. Allah akan melenyapkan mereka dan materi yang mereka sembah selain-Nya Azza wa Jalla.

Kedua: Dialektika

Dasar kedua dari dasar-dasar yang menjadi landiran komunisme setelah materialisme adalah: dialektika. Sebagaimana telah kami katakan bahwa materi menurut komunis adalah segala-galanya dan tidak ada sesuatu di belakangnya, bahwa materi berkembang naik sesuai dengan hukum dialektika. Demikian juga sejarah itu sendiri berjalan menurut hukum ini secara pasti menurut klaim mereka.

Materi ini sesuai dengan apa yang dikaitkan dengannya disebut materialisme dialektis dalam alam semesta jika berkaitan dengan perubahan-perubahan alam semesta dan peristiwa-peristiwanya. Jika berkaitan dengan perilaku manusia, mereka menyebutnya materialisme dialektis dalam sejarah.

Dialektika dalam mazhab Marxis dianggap sebagai rukun dari rukun-rukunnya, dan bahwa ialah hukum gerakan seluruh keberadaan. Dasar ide ini – ide dialektika – menurut “Marx” kembali pada pengaruhnya dari filosof “Hegel” yang bernama “Georg Wilhelm Friedrich Hegel”. Ia seorang Jerman yang beriman pada keberadaan Tuhan yang ia sifati sebagai tidak terbatas, atau ia adalah keberadaan mutlak atau akal mutlak, dan darinya muncul alam.

“Marx” menyelisihinya dalam konsep dialektika ini dan membalik persoalan sepenuhnya, hingga “Marx” menyombongkan diri bahwa ia telah menegakkan pendapat-pendapat “Hegel” di atas kedua kakinya setelah berdiri di atas kepalanya menurut klaimnya. Sebabnya adalah “Hegel” melihat dalam dialektikanya bahwa ia berawal dari Allah kepada seluruh alam, dan bahwa ide adalah asal sedangkan materi dihasilkan darinya.

Berbeda dengan apa yang dikatakan “Karl Marx” dalam dialektikanya yang mengatakan bahwa Allah Ta’ala adalah dari ciptaan pemikiran manusia dan khayalan-khayalannya, bukan dari kenyataan, dan bahwa yang asas adalah materi, sedangkan pikiran dihasilkan dari materi.

Dialektika ini – dialektika “Marx” – selalu memperhatikan bahwa alam semesta ini dalam perubahan dan perkembangan yang terus-menerus dalam aksi dan reaksi yang menyerupai gerakan orang-orang yang berdebat. “Marx” mengembalikan perdebatan ini kepada materi dan pengaruh-pengaruhnya, sementara “Hegel” melihat bahwa perubahan-perubahan tersebut adalah untuk kekuatan gaib yang merupakan faktor sejati di dalamnya.

“Hegel” membayangkan menurut khayalannya bahwa gerakan dalam perubahan dan perkembangan di alam semesta berjalan sesuai siklus-siklus spiral yang selalu naik, dan setiap siklus ia bagi menjadi tiga tahap:

  1. Tahap pertama: Ia menyebutnya tesis atau proposisi atau seruan, yaitu perkara.
  2. Tahap kedua: Ia menyebutnya antitesis atau negasi dari negasi atau gabungan seruan, yaitu hasil.
  3. Tahap ketiga: Ia menyebutnya sintesis atau negasi dari negasi atau gabungan seruan, yaitu hasil.

Misalnya tunas ia sebut tesis, dan lawannya bunga, kemudian datang sintesis yaitu buah yang lebih tinggi dari tunas dan bunga dalam perkembangan yang selalu naik. Sebagian menyebut tahap-tahap ini: posisi dan lawannya, dan gabungan posisi dengan negasinya.

Semuanya adalah asumsi-asumsi khayalan yang dibayangkan “Hegel” dalam pertentangan yang terus-menerus antara sesuatu dengan lawannya, dan hasil akhir dari lawan ini yang berjalan naik dalam perkembangan adalah akhir dari setiap dua lawan. Tersembunyi dari “Hegel” dan selainnya – dari mereka yang mengulangi seruan-seruan ini – bahwa tidak mungkin berkumpulnya dua lawan dalam satu waktu dan pada satu hal karena itu mustahil kecuali dalam khayalan para filosof yang kosong.

Apa yang diklaim “Hegel” bahwa semua hal dalam perkembangan yang naik adalah pemikiran yang tidak benar dalam semua perkara. Jika benar dalam sebagian keadaan, maka itu tidak benar dalam keseluruhan. Misalnya manusia ketika hidup disebut menurut teori “Hegel” tesis, kemudian datang kematian disebut antitesis, kemudian berubah menjadi tanah disebut sintesis. Di mana perkembangan naik dalam hal ini menurut teori “Hegel”?

Atau seperti naluri seksual adalah tesis, penekanan adalah antitesis, dan sublimasi adalah sintesis, yaitu hasil akhir yang pasti terjadi bagi tesis dan antitesis. Namun mari kita asumsikan bahwa perkara-perkara tidak berjalan hingga akhirnya yaitu sintesis, dengan terjadinya penghalang bagi orang tersebut setelah munculnya antitesis, seperti ia mati atau gila atau terjadi perkara berbahaya apa pun dan berakhir. Di mana perkembangan naik dalam hal ini dan contoh-contoh lain yang mendustakan keharusan perkembangan naik dalam segala hal?

Dialektika ini menurut “Marx” atau apa yang tampak darinya adalah ketidakberimanannnya kepada Allah Ta’ala, dan keimanannya sebagai gantinya kepada materialisme dialektis dan perkembangannya, dan bahwa ialah yang menciptakan agama, politik, hukum, akhlak bahkan manusia itu sendiri. Manusia dalam pandangannya hanyalah dari produk materi tersebut, dan pikiran manusia juga demikian. Bahkan keberadaan Allah Ta’ala hanyalah buatan manusia materi dan pikirannya dalam akidah “Marx”.

Dengan ini ia telah membalik dialektika “Hegel” yang berdiri atas keimanan kepada gaib Ilahi menjadi materi semata menurut “Marx”. Benar jika kita katakan bahwa “Marx” telah membalik teori “Hegel” di atas kepalanya setelah berdiri di atas kedua kakinya yang bengkok juga.

Ketika kamu bertanya kepada seorang Marxis tentang rahasia keberadaan alam semesta ini, kamu mendapatinya menjawab dengan jawaban bodoh dan sepele. Ia berkata bahwa alam semesta telah berkembang dengan sendirinya hingga menjadi seperti apa adanya hari ini dalam keselarasan yang indah ini.

Ia menjawab tentang mengalirnya kehidupan di alam semesta bahwa setelah sempurnanya keberadaan alam semesta, ia berkembang secara spontan hingga ada kehidupan di permukaan bumi termasuk di dalamnya kehidupan manusia yang ada dalam gerakan perkembangan dialektis, tanpa ada faktor dari luar cakupannya selain kontradiksi-kontradiksi dan pertentangan yang tersembunyi dalam materi.

Juga telah memanas perselisihan sangat hebat di antara mereka dalam masalah akal, pikiran, dan materi: mana yang mendahului dan mempengaruhi yang lain? Para idealis di antara mereka – yaitu yang beriman kepada Tuhan gaib termasuk “Hegel” – melihat bahwa akal adalah dasar dan mendahului materi dan apa yang dihasilkan darinya. Sementara para materialis – yaitu pengingkar Pencipta: “Marx” dan pengikut-pengikutnya – melihat bahwa tidak ada sesuatu dalam penciptaan selain materi dan ialah yang mendahului dan menciptakan bahkan manusia dan pemikiran-pemikirannya.

Dialektika Marxis terangkum dalam tiga hukum:

Pertama: Hukum perubahan dari kuantitas ke kualitas, dan ini yang terjadi menurut mereka secara mendadak, seperti berubahnya air panas menjadi uap dengan menambah api padanya.

Kedua: Hukum perjuangan antara hal-hal yang berlawanan yang datang dari dalam hal-hal itu sendiri, dari benih lawan yang ada di dalam setiap hal dan bukan dari luar.

Ketiga: Hukum negasi dari negasi, yaitu bahwa setiap tahap yang terjadi menafikan yang sebelumnya kemudian dinafikan oleh tahap berikutnya, dan seterusnya.

Sekarang setelah kita melihat hukum-hukum materi dan dialektika ini, kita melihat bahwa omong kosong yang mereka bicarakan ini telah tampak bagi setiap yang bermata bahwa itu jauh dari kebenaran.

Jadi Marxisme sekarang sebagaimana mereka katakan dalam ketelanjangan, dan telah tersingkap dalam gambaran terburuk serta hilang kegelapan dari manusia. Mereka muncul dalam keadaan yang paling sengsara, dan ternyata kebohongan dan omong kosong mereka terinjak-injak. Mereka bertaruh bahwa teori ateis mereka akan merata di seluruh bumi, dan semua manusia akan menjadi ateis yang kafir kepada Yang menciptakan mereka dari tanah kemudian dari nuthfah kemudian menyempurnakan mereka sebagai pribadi-pribadi yang sangat bermusuhan dengan Rabb dan Penguasa mereka, menyimpang dari kebenaran, sombong terhadap manusia, meremehkan semua hukum alam semesta dan meremehkan semua syariat, kitab-kitab yang diturunkan, dan para nabi yang mulia.

Dalam perdebatan dengan kebatilan mereka tidak memiliki bukti sejati atas semua teori mereka kecuali apa yang mereka hiasi berupa keraguan-keraguan batil dan teori-teori palsu yang tidak tahan menghadapi kebenaran-kebenaran, meskipun mereka menggambarkannya sebagai kebenaran yang tidak dapat diperdebatkan, dan bahwa semua selainnya patut diragukan dengan bersandar pada penemuan-penemuan eksperimental yang mereka capai.

Namun penemuan-penemuan eksperimental ini semuanya menyatakan keagungan Sang Pencipta Jalla wa ‘Ala, tetapi mereka membalik kebenaran-kebenaran dan menjadikannya bukti-bukti atas ateisme mereka. Semua yang milik Allah Subhanahu wa Ta’ala mereka jadikan milik alam yang mereka sembah selain Allah. Mereka mengklaim bahwa alamlah yang mengatur alam semesta dalam keselarasan yang menakjubkan, kokoh, dan keterkaitan yang saling terkait.

Hal ini sudah cukup sebagai bukti atas wajibnya beriman kepada keberadaan Pencipta yang menguasai setiap atom di alam semesta ini, mengaturnya dalam satu pola tanpa perbedaan sesuai sunnatullah di alam semesta. Namun setan menghalangi antara mereka dengan pemikiran yang benar, sehingga mereka membalik kebenaran ini dan mengklaim bahwa keselarasan ini adalah urusan alam dan materi yang mereka sifati sebagai tidak ada awalnya dan tidak ada akhirnya, hingga seolah-olah perselisihan antara mereka dengan orang-orang beriman kepada Allah Ta’ala adalah perselisihan lafdziah.

Kaum beriman menyebut hakikat ini sebagai Tuhan, sedangkan mereka menyebutnya materialisme. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Ataukah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (Ath-Thuur: 35). Seharusnya orang-orang menyebut mereka gila ketika mereka mengklaim bahwa alam semesta ini ada tanpa yang mengadakan, dan terjadi setelah sebelumnya tidak ada tanpa yang mengadakannya, selain apa yang mereka bayangkan berupa berkumpulnya atom-atom alam semesta ini dan evolusinya, hingga menghasilkan dunia dan alam semesta ini beserta benda-benda langit dan bumi yang ada di dalamnya, semuanya melalui kebetulan dan evolusi. Seandainya kamu berkata kepada salah seorang dari mereka: “Sesungguhnya ada sebuah tiang listrik yang ada dengan sendirinya dan kemudian menerangi jalan bagi manusia”, niscaya dia akan menertawakan orang yang mengatakannya dan menganggapnya gila. Padahal matahari ini, bulan ini, planet-planet ini, buah-buahan di bumi, sungai-sungai dan gunung-gunung, semuanya mereka katakan ada tanpa pencipta.

Para ateis mengakui ketidakmampuan mereka yang total untuk mengetahui rahasia keberadaan kehidupan pada makhluk apapun, sekecil atau sebesar apapun ukurannya, dan bahwa mereka tidak mampu mengembalikan ruh kepada pemiliknya ketika telah sampai di kerongkongan. Lalu di mana materi yang mereka banggakan sebagai pencipta alam semesta ini? Dan mengapa mereka tidak memohon kepadanya untuk mengembalikan ruh setelah jasad menjadi materi yang mati?

Adapun yang mereka ulang-ulang bahwa semua benda mengandung kontradiksi internal yang berkumpul dalam satu kesatuan yang mereka sebut kesatuan berlawanan atau kesatuan kontradiksi yang saling bertarung di antara mereka, kemudian dari pertarungan itu menghasilkan evolusi dalam perkembangan yang terus menerus tanpa berakhir, maka ini adalah asumsi yang konyol. Karena hal itu tidak ada kecuali dalam pikiran, dan pikiran kadang-kadang membayangkan bahwa hal-hal yang mustahil itu mungkin. Sebab berkumpulnya dua hal yang bertentangan adalah perkara yang tidak mungkin, kecuali jika kita membenarkan bahwa panas dan dingin berkumpul dalam api, atau hidup dan mati berkumpul dalam seseorang pada waktu yang bersamaan. Dan bukan dari ini adalah terangkatnya dua hal yang berlawanan pada waktu yang bersamaan karena itu mungkin, seperti perkataan orang: “Ini tidak putih dan tidak hitam”, artinya dia berwarna selain kedua warna itu, kuning atau merah misalnya. Adapun jika dikatakan: “Ini putih dan hitam” atau “diam dan bergerak” pada waktu yang bersamaan, maka itu mustahil.

Juga, kaum komunis telah berlebihan dalam mengagungkan materi dan berbuat sewenang-wenang dengan sangat, hingga berlaku bagi mereka perkataan yang masyhur: “Jika seseorang bercerita dengan sesuatu yang tidak masuk akal lalu dipercaya, maka dia tidak memiliki akal”.

Akal sehat yang mana dan fitrah sehat yang mana yang akan membenarkan bahwa materi yang bisu itulah yang menciptakan, yang memberi rezeki, dan yang mengatur semua urusan alam semesta ini; langit dan bumi, yang tampak dan yang tersembunyi? Padahal mereka juga mengakui bahwa materi itu tidak memiliki kehidupan, tidak memiliki pemikiran, dan tidak memiliki pengaturan pada awal mulanya, selain apa yang mereka bayangkan bahwa kemudian dia berevolusi hingga mengantarkan alam semesta ini pada keadaannya sekarang. Kemudian mereka berkata: “Dia azali tidak memiliki permulaan”, tetapi mereka terdiam ketika dikatakan kepada mereka: “Sesungguhnya dia baru”, dan mereka tidak mampu menjawab karena mereka bertentangan.

Jika orang-orang berakal telah membungkam mereka tentang rahasia keberadaan alam semesta ini, mereka berkata bahwa alam semesta ada dari ketiadaan, dan mereka tidak peduli dengan konyol dan kemustahilan perkataan ini dan perkataan lain bahwa materi itulah yang menjalankan akal dan menghasilkan pemikiran, bukan akal yang menghasilkan materi dan membentuknya sesuai yang dia inginkan, karena sikap keras kepala dan kebodohan yang mengerikan dari mereka. Di mana yang dibuat menjadi pembuat menurut pemahaman mereka, maka pesawat terbang itulah yang membentuk pemikiran manusia untuk membuatnya. Dan apa yang menghalangi mereka dari ini, padahal mereka telah mengklaim bahwa kehidupan seluruhnya muncul secara kebetulan tanpa pengatur yang mengetahui, sebagai hasil interaksi materi yang dihasilkan dari gerakannya yang otomatis dan terus menerus, bukan bahwa ada Tuhan yang menciptakannya? Dan ini adalah sikap keras kepala yang mungkin mereka adalah orang pertama yang yakin akan kebatilannya, jika bukan karena keras kepala dan sombong serta melaksanakan rencana-rencana licik yang didiktekan kepada mereka oleh kebencian Yahudi sepanjang masa.

Sekarang kita membahas masalah evolusi dalam perkataan mereka, yaitu masalah yang terulang di lidah banyak orang, sebagian mereka memahami maksud dan tujuan dasarnya, dan sebagian mengetahuinya secara global dan mengulanginya dengan pemahaman ini. Dalam penampakannya, ini adalah kata yang indah yang mengesankan pembaharuan, aktivitas, dan vitalitas yang diperlukan, namun kita harus memahami bahwa banyak dari pemilik ide-ide destruktif telah memanfaatkannya secara berlebihan, dan membangun di atasnya pandangan-pandangan mereka yang bertujuan untuk mengubah pemahaman yang benar, keyakinan yang lurus, dan kehidupan ekonomi secara radikal, sesuai dengan apa yang mereka rencanakan untuk membalikkan kehidupan sosial.

Cukup bagi kita di sini menyebutkan konsep evolusi secara ringkas, dan apakah evolusi yang dikehendaki kaum komunis itu evolusi yang hakiki, ataukah itu khayalan-khayalan kosong yang mereka bayangkan untuk mendukung apa yang mereka tuju dari ateisme? Evolusi itu sendiri dimaksudkan: perpindahan dari satu tahap ke tahap lain, dan perubahan dari satu keadaan ke keadaan lain. Realitasnya adalah bahwa evolusi itu bisa dalam penciptaan manusia dan susunannya, atau dalam asal mula terjadinya alam semesta dan isinya.

Adapun evolusi dengan pengertian yang pertama dalam penciptaan manusia dan susunannya, maka itu benar, dan itulah yang disebutkan dalam kitab Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam penjelasan-Nya tentang penciptaan manusia dan tahap-tahap yang dilaluinya dalam firman-Nya: “Dan sungguh Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian” (Nuh: 14). Artinya Dia menciptakan kamu tingkat demi tingkat, dan itulah yang ditafsirkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan firman-Nya dalam ayat lain: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kubur) di hari kiamat” (Al-Mu’minun: 12-16).

Inilah tahap-tahap terpenting yang dilalui manusia dalam kehidupan jasmaninya dan ini khusus untuk Bani Adam. Adapun Adam, maka perkembangan-perkembangan ini tidak mencakupnya, karena Allah telah menciptakannya dengan tangan-Nya dari debu bumi kemudian meniupkan ruh kepadanya sehingga menjadi manusia yang sempurna.

Adapun evolusi dengan pengertian kedua, maka terbagi menjadi dua bagian:

Bagian terjadinya alam semesta ini dan tahap-tahap yang dilaluinya dalam evolusinya hingga sampai pada keadaannya sekarang. Dan bagian kedua: berkaitan dengan mengetahui asal terjadinya makhluk hidup, tahap-tahap yang dilaluinya dalam evolusinya, dan yang pertama adalah manusia, dan bagaimana dia terjadi dan bagaimana dia berevolusi dalam keberadaannya, dalam pemikirannya, dalam kehidupannya, dan dalam ibadahnya, menurut pemikiran para pemilik teori evolusi, yang pertama adalah “Darwin” dan cucunya serta yang datang setelah mereka dengan ide batil ini, yang klaim evolusi di dalamnya menjadi salah satu karakteristik terpenting mazhab komunis.

Mereka bermaksud dengan evolusi bahwa setiap perkara dalam wujud ini berevolusi dan maju ke depan dalam langkah-langkah berurutan tanpa batas menurut klaim mereka, dan mereka berdalil dengan itu dengan apa yang ditetapkan “Darwin” bahwa manusia dahulu adalah makhluk air kemudian amfibi kemudian darat, kemudian mengenal perbudakan kemudian feodalisme kemudian kapitalisme hingga mengenal komunisme Marxis dan akan berevolusi setelahnya.

Tidak akan luput dari siswa yang cerdas keadaan komunisme hari ini, di mana Allah telah menyejukkan mata ahli iman dengan kematiannya di kandang sendiri, dan ini termasuk dalil yang menunjukkan kebohongan mimpi-mimpi para ateis dalam apa yang mereka bayangkan tentang evolusi yang diklaim dan kekekalannya, serta penyebaran mazhab komunis secara otomatis. Sebagaimana konsep yang ditetapkan para ateis untuk evolusi segala sesuatu itu tidak benar, maka keberadaan materi tidak mengevoluasi siapapun dan keberadaannya tidak cukup untuk evolusi manusia.

Diketahui bahwa para materialis yang bersungguh-sungguh dan serius dalam menghapus semua nilai-nilai kemanusiaan atau sesuatu apapun yang mengantarkan pada penghormatan kemanusiaan manusia, diketahui bahwa mereka mengetahui kebenaran itu tetapi mereka menghindari menyatakannya agar tidak mengantarkan pada penghormatan nilai-nilai dan cita-cita, dan agar tidak mengantarkan pada pembinaan agama bagi manusia, yang menjadikan semua kebajikan untuk materi lebih baik dari menjadikannya untuk manusia dalam timbangan para ateis, karena materi tidak ada bahaya dari belakangnya, dan penghormatan kepadanya tidak mengantarkan pada pemaksaan nilai-nilai agama yang mereka takuti, yang mengingatkan mereka pada kediktatoran agama Nasrani yang sudah diselewengkan.

Maka evolusi manusia dalam kehidupan materinya dalam penghidupannya, dalam cara tempat tinggalnya, dalam pakaiannya dan kendaraannya adalah perkara yang nyata. Dahulu orang-orang mengendarai unta, bagal, dan kuda, dan hari ini mereka mengendarai mobil, pesawat, dan kapal, serta selain itu dari sarana-sarana yang manusia berevolusi di dalamnya. Dan evolusi dengan pengertian ini adalah perkara hakiki yang tidak ada seorangpun yang mengingkarinya, kecuali bahwa itu bukan merupakan hasil dari benturan kebutuhan-kebutuhan.

Sebagaimana keberadaan nilai-nilai kemanusiaan, akhlak, agama, dan seluruh kebajikan – yang membedakan manusia dari binatang-binatang – tidak timbul dari pertarungan dan pertentangan, dan tidak ada di dalamnya manusia seperti hewan dalam standar, nilai-nilai, dan perilaku, sebagaimana ditetapkan para ateis sesuai dengan apa yang mereka simpulkan dari teori “Darwin” dan “Freud”.

Komunisme dan Keluarga

Mereka mengklaim bahwa sistem keluarga itu timbul dari situasi ekonomi, seperti halnya seluruh nilai-nilai dan akhlak, dan tidak ada sistem Ilahi mengenainya. Oleh karena itu sistem keluarga dalam pandangan mereka dapat berevolusi sesuai keadaan ekonomi, karena keluarga dalam sistem komunis itu timbul dari evolusi-evolusi yang berurutan, menurut tafsir materialistis mereka terhadap kehidupan. Dan permulaan keluarga terbagi pada bagian-bagian berikut:

Bagian pertama: keluarga generasi. Bagian kedua: keluarga sekutu. Bagian ketiga: keluarga pernikahan. Bagian keempat: keluarga kesatuan.

Adapun bagian pertama – yaitu keluarga generasi sebagaimana mereka bayangkan – mereka mengklaim bahwa hubungan seksual dibolehkan di dalamnya antara anak-anak satu generasi, antara saudara laki-laki dan perempuan, dan diharamkan selain itu, yaitu antara generasi bapak dan generasi anak. Kemudian terjadi evolusi baru yang mengharamkan hubungan seksual antara saudara laki-laki dan perempuan secara bertahap.

Adapun keluarga sekutu, maka hubungan seksual di dalamnya dibolehkan untuk semua dalam persekutuan penuh, sehingga anak tidak mengenal bapak baginya. Dan dari keluarga ini muncul keluarga klan.

Adapun keluarga pernikahan, maka dikenal dengan bersetubuhnya laki-laki dengan satu istri dalam ikatan pernikahan. Dan adapun keluarga kesatuan, maka adalah keluarga yang berdiri atas dominasi laki-laki.

Tidak diragukan bahwa pembagian ini dan pengaturan ini hanyalah khayalan belaka dan kebohongan. Yang mengherankan adalah mereka mengakui bahwa orang-orang pada zaman itu tidak mengenal peradaban, kemajuan, membaca, dan menulis. Dari mana mereka mendapat catatan-catatan yang mereka ambil informasi-informasi yang sangat kuno ini? “Katakanlah: ‘Tunjukkanlah bukti kamu jika kamu orang-orang yang benar'” (An-Naml: 64).

Dan manusia dalam pemahaman mereka kadang mereka jadikan primitif dan remeh bahkan serangga dari serangga-serangga, dan kadang mereka jadikan dasar evolusi ketika dia hidup dengan sistem segala sesuatu bersama. Oleh karena itu mereka ingin mengembalikan manusia kepada keadaan itu yang mereka sebut sebagai keadaan bahagia bagi masyarakat manusia. Dan kebatilan pasti akan membuat ahlinya bertentangan di dalamnya.

Para ateis telah menginjak-injak semua nilai-nilai karena tidak ada keberadaan baginya menurut mereka, kecuali melalui apa yang dialami situasi ekonomi, yang merupakan peletak dasar sesungguhnya menurut klaim mereka bagi semua nilai-nilai, akhlak, keluarga, agama, dan seluruh hubungan. Dari sinilah pantas bagi mereka berkata bahwa kepemilikan kolektif komunis pada zaman komunisme pertama yang primitif adalah benar, karena itulah situasi yang pasti pada waktu itu, kemudian berubah karena evolusi menjadi kepemilikan individu, dan demikian itu juga suatu tahap yang dilalui kemudian muncul perbudakan dan feodalisme hingga akhir apa yang mereka katakan.

Para ateis itu telah lupa – atau sengaja melupakan – bahwa orang-orang yang menghadapi kekacauan seksual dan memutuskan hubungan keluarga, mereka lupa bahwa orang-orang ini hidup dalam kehidupan yang penuh kecemasan, kacau, dan penyakit saraf, padahal tersedia bagi mereka semua yang mereka minta dari kenikmatan seksual dan juga uang. Tetapi mengapa mereka buru-buru melakukan bunuh diri berturut-turut? Dan betapa banyaknya itu di Eropa antara laki-laki, perempuan, dan remaja. Dan betapa banyak keluhan orang-orang berakal di antara mereka dari keadaan mereka yang semakin buruk setiap kali keluarga semakin hancur, dan kejahatan menyebar dengan nama-nama mereka yang menipu, apa yang telah mereka tipu manusia dengannya dan mengeluarkan mereka dari fitrah yang Allah ciptakan mereka atasnya menuju kesengsaraan dan penyesalan hati nurani.

Dan semoga Allah memberikan shalawat kepada penghulu kami Muhammad Nabi yang terpercaya dan keluarganya serta semua sahabatnya.

 

 

Pelajaran 11: Komunisme (3)

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Kesebelas (Komunisme (3))

Apakah Manusia Membutuhkan Dalil untuk Membuktikan Keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala?

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam kepada yang paling mulia di antara para rasul dan penutup para nabi, penghulu kami Muhammad Nabi yang terpercaya dan keluarganya serta semua sahabatnya.

Amma ba’du:

Masalah keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala atau ketiadaan-Nya adalah masalah yang tidak seharusnya dibahas…

Karena pada setiap sesuatu terdapat tanda bagi-Nya… yang menunjukkan bahwa Dia Maha Esa

Keberadaan-Nya Subhanahu Wa Ta’ala terwujud dengan jelas dalam seluruh wujud ini, dari makhluk terkecil hingga yang terbesar dan dari atom hingga galaksi. Bahkan manusia termasuk dalil terbesar atas keberadaan Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. Makhluk mana yang mampu mengklaim bahwa dialah yang mengadakan dirinya sendiri, dan dalam bentuk yang dia inginkan atau dia menentukan bagi dirinya rezekinya, ajalnya, dan nasibnya setelah itu?

Tetapi ada kelompok yang menyimpang yang disesatkan setan sehingga mati hati mereka meski mereka hidup dan diberi rezeki, maka mereka menentang keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Kelompok ini adalah para ateis. Bantahan terhadap para ateis dalam masalah berbahaya ini telah banyak sehingga hampir tidak membutuhkan tambahan, tetapi orang beriman yang sehat fitrahnya yang tidak disesatkan setan manusia dan jin merasa sesak di hatinya dari penyebutan dalil-dalil ini, karena Allah Azza Wa Jalla lebih agung dan mulia dari butuh keberadaan-Nya dibuktikan oleh seseorang dari manusia atau berdebat dengan lawan-lawannya untuk membuktikan keberadaan-Nya.

Tidak mungkin kita temukan manusia yang sehat akal dan fitrahnya yang meyakini bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tersembunyi dari hamba-hamba-Nya. Akal dan alam semesta seluruhnya serta semua makhluk dari tumbuhan, benda mati, hewan, manusia, dan lainnya, dari yang diam dan yang bergerak, semuanya menunjukkan keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan bersaksi dengan kekuasaan-Nya, hikmah-Nya, kelembutan-Nya, dan keagungan-Nya semua atom alam semesta ini. Oleh karena itu kita tidak membutuhkan mendatangkan banyak dalil, dan betapa banyaknya dalil atas keberadaan Allah dan betapa banyaknya dalam kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam terdapat apa yang menyembuhkan dan mencukupi bagi siapa yang memiliki sedikit keraguan dalam keberadaan Allah Azza Wa Jalla.

Yang mengherankan adalah para ateis berdalil untuk mengingkari keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan dalil-dalil yang merupakan dalil terkuat atas keberadaan-Nya dan penciptaan-Nya terhadap alam semesta ini serta pengaturan-Nya terhadapnya. Mungkin orang-orang yang berani lalu mengingkari keberadaan Allah Azza Wa Jalla, yang mendorong mereka kepada ini adalah apa yang mereka temukan dari sifat-sifat Tuhan Subhanahu dalam Taurat dan Injil yang telah diselewengkan oleh tangan orang Yahudi dan Nasrani. Mereka menggambarkan-Nya dalam kitab-kitab yang diselewengkan ini – dan Maha Suci Dia – bahwa Dia menua dan tua, lupa, makan, minum, berjalan, duduk, sedih, menyesal, berniat melakukan sesuatu kemudian tidak melakukannya. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka sifatkan.

Ya, sesungguhnya Tuhan seperti ini dengan sifat-sifatnya sangat mudah untuk diingkari, khususnya jika kita tambahkan kepadanya sifat-sifat yang terdapat dalam Talmud, tentang keterikatan-Nya dengan Bani Israil dan memanjakan mereka dan terkadang marah kepada mereka, kemudian memukul wajah-Nya dan menyesal dan menangis serta bermain dengan ikan paus besar, hingga akhir sifat-sifat itu yang menunjukkan kejatuhan yang memiliki sifat itu, apalagi meyakini untuk menghormatinya.

Tetapi kami tidak mencari Tuhan ini dan tidak tentang Tuhan yang diyakini komunisme bahwa Dia memihak para penguasa zalim, atau bahwa tidak ada keberadaan bagi-Nya kecuali dalam pikiran orang-orang reaksioner karena Dia tidak terlihat dan tidak ada, mengabaikan bahwa tidak setiap yang ada pasti terlihat, seperti keberadaan udara yang kita rasakan tetapi tidak kita lihat, seperti keberadaan akal dalam manusia, karena kita membedakan antara orang gila dan orang berakal dengan keberadaan ruh karena kita membedakan antara yang hidup dan yang mati, dan gravitasi, magnet, listrik, dan lainnya dari contoh-contoh yang tak terhitung.

Maka kami beriman kepada Allah ini yang mengetahui khianat mata dan apa yang disembunyikan oleh dada, Allah yang mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi lagi, Allah yang menciptakan lalu menyempurnakan, yang menentukan lalu memberi petunjuk, yang mengeluarkan tumbuhan kemudian menjadikannya rumput yang menghitam. Kami beriman kepada Allah Yang Haq ini dan kami kafirkan serta kutuk siapa saja yang meragukan keberadaan-Nya, karena sungguh setiap manusia telah meyakini bahwa dia tidak menciptakan dirinya sendiri dan bahwa yang tidak memiliki sesuatu tidak dapat memberikannya, maka tidak materi maupun alam yang menciptakan siapa pun, karena sesungguhnya materi dan alam adalah makhluk yang tunduk. Sebagaimana tidak ada seorang pun yang berani mengatakan bahwa dia menciptakan sesuatu atau bahwa dia menciptakan dirinya sendiri atau orang lain, dan hal ini telah diyakini bahkan oleh para ateis besar, dan tidak ada yang mengingkari keberadaan Allah kecuali karena kedengkian, kesombongan dan kebencian terhadap gereja dan para pendeta.

Sungguh para pemikir di Eropa telah berteriak dan bersaksi tentang kesesatan Kristen dan ateisme, dan kesaksian ini – yang dikeluarkan tentang kesesatan kelompok-kelompok tersebut dari kalangan mereka sendiri – ini merupakan bukti terbesar bahwa ateisme tidak memiliki stabilitas dan tempat, tetapi hanya badai sementara yang akan berakhir – insya Allah Taala – sebagaimana berakhirnya pemikiran-pemikiran batil lainnya.

Di antara mereka yang bersaksi tentang hal itu dari para ilmuwan Eropa adalah “Russell Charles Arnest” yang merupakan profesor biologi dan botani di universitas “Frankfurt” di Jerman, di mana profesor ini berkata: “Telah diletakkan berbagai teori untuk menjelaskan munculnya kehidupan dari dunia benda mati, sebagian peneliti menyatakan bahwa kehidupan muncul dari protogen atau dari virus, atau dari kumpulan beberapa molekul protein besar, mungkin sebagian orang mengira bahwa teori-teori ini telah menutup celah yang memisahkan antara dunia makhluk hidup dan dunia benda mati, tetapi kenyataan yang seharusnya kita akui adalah bahwa semua usaha yang telah dilakukan – untuk memperoleh materi hidup dari yang tidak hidup – telah mengalami kegagalan dan keputusasaan yang sangat besar.

Meskipun demikian, orang yang mengingkari keberadaan Allah tidak dapat mendirikan bukti langsung bagi dunia yang memperhatikan bahwa sekadar mengumpulkan atom-atom dan molekul-molekul melalui kebetulan dapat menghasilkan munculnya kehidupan dan pemeliharaannya, serta mengarahkannya dengan cara yang telah kita saksikan pada sel-sel hidup, dan seseorang memiliki kebebasan mutlak untuk menerima penjelasan ini tentang munculnya kehidupan, itu adalah urusannya sendiri, tetapi jika dia melakukannya maka dia menerima perkara yang lebih mengagumkan dan lebih sulit bagi akal daripada keyakinan akan keberadaan Allah yang menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya. Saya meyakini bahwa setiap sel dari sel-sel hidup telah mencapai tingkat kerumitan yang sulit bagi kita untuk memahaminya, dan bahwa jutaan dari jutaan sel hidup yang ada di permukaan bumi bersaksi tentang kekuasaan-Nya, kesaksian yang berdiri di atas pemikiran dan logika. Oleh karena itu saya beriman kepada keberadaan Allah dengan iman yang kokoh.”

“Irving William” yang memperoleh doktor dari universitas “Iowa” dan spesialis genetika tumbuhan, dan profesor ilmu alam di universitas “Michigan” berkata: “Sesungguhnya ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan kepada kita bagaimana muncul partikel-partikel kecil yang sangat kecil dan tidak terhitung jumlahnya, yang darinya tersusun semua materi, sebagaimana ilmu pengetahuan tidak dapat menjelaskan kepada kita – dengan mengandalkan gagasan kebetulan saja – bagaimana partikel-partikel kecil ini berkumpul untuk membentuk kehidupan.”

“Winchester” yang ahli dalam ilmu biologi berkata: “Saya telah bekerja mempelajari ilmu biologi, dan itu adalah salah satu bidang ilmiah yang luas yang memperhatikan kajian kehidupan, dan tidak ada di antara makhluk Allah yang lebih mengagumkan daripada makhluk hidup yang menghuni alam semesta ini.

Lihatlah pada tanaman semanggi kecil yang tumbuh di salah satu sisi jalan, apakah kamu dapat menemukan yang menyamainya dalam keagungannya di antara semua yang dibuat manusia dari alat-alat dan mesin-mesin menakjubkan itu?! Ia adalah mesin hidup yang melakukan secara terus-menerus – tidak terputus siang dan malam – ribuan reaksi kimia dan fisik, dan itu terjadi di bawah kendali protoplasma, yaitu materi yang masuk dalam susunan semua makhluk hidup, dari mana datangnya mesin hidup yang rumit ini?!

Sesungguhnya Allah tidak hanya membuatnya sendirian tetapi Dia menciptakan kehidupan dan menjadikannya mampu memelihara dirinya sendiri, dan mampu berlanjut dari generasi ke generasi, dengan mempertahankan semua sifat dan ciri yang membantunya membedakan antara satu tumbuhan dengan yang lain. Sesungguhnya studi reproduksi pada makhluk hidup dianggap sebagai studi paling mengagumkan dalam ilmu biologi dan yang paling menampakkan kekuasaan Allah.”

Ini adalah contoh-contoh dari perkataan para ilmuwan Barat tentang keagungan alam semesta dan kesaksiannya terhadap keberadaan Allah, dan ada puluhan bahkan ratusan bukti tentang Pencipta alam semesta ini dan pengaturnya, dan kesaksian para ilmuwan ini – masing-masing dalam bidang spesialisasinya – adalah kesaksian kebenaran dan kebenaran diterima dari siapa pun orangnya.

Para ateis ketika mereka mengingkari keberadaan Allah Taala, dan tidak mengakui bahwa Dia adalah Pencipta dan Pengatur alam semesta ini dan apa yang ada di dalamnya, mereka lebih kecil dan lebih hina dari sampai kepada keyakinan dengan pengingkaran mereka, dan ini adalah kejahatan yang mengerikan dan mereka tidak puas dengannya, bahkan mereka menambahkan kepada kejahatan ini klaim mereka bahwa ilmu pengetahuan yang menunjukkan hal ini, dan bahwa pengganti Allah Taala adalah alam, yang mereka katakan bahwa alamlah yang menciptakan langit dan bumi dan manusia dan tumbuhan serta seluruh makhluk, maka bagaimana hal itu terjadi menurut penjelasan mereka?

Mereka berkata – dan betapa buruk apa yang mereka katakan -: Sesungguhnya keberadaan alam semesta ini dan apa yang ada di dalamnya hanyalah hasil gerakan bagian-bagian materi, dan berkumpulnya dalam perbandingan dan cara-cara tertentu secara keharusan tanpa maksud dan tanpa kesadaran, dan karena gerakan itu, bagian-bagian materi yang berbeda bentuk mulai berkumpul dalam cara-cara dan posisi yang berbeda-beda, maka terjadilah berbagai macam itu. Ini adalah batas ilmu mereka, batas ilmu mereka bahwa segala sesuatu wujud karena alamnya melalui kebetulan dan gerakan evolusi tanpa maksud dan tanpa kesadaran, padahal alam yang mereka klaim melakukan segala yang diinginkan, kita dapati sebagian dari mereka tidak menghormatinya, bahkan sengaja berbuat buruk kepadanya dan menghinanya dengan berbagai cercaan dan celaan terhadap kehendak, kekuatan dan kesetiaannya.

Dan inilah yang dikatakan menteri luar negeri negara terbesar dan terkuat di dunia, dalam tegurannya yang pahit dan ejekannya kepada alam ketika alam tidak mewujudkan harapan mereka dan apa yang mereka minta darinya, “Colin Powell” berkata: “Kami mengecam keterlambatan salju dari musim perayaan, berharap kepada ibu alam untuk menangani masalah ini.” Sampai dia berkata: “Tidak ada yang dapat membenarkan merusak peristiwa besar ini. Kami mengajak alam untuk melakukan inisiatif segera.” Dan berkata: “Kami menganggap terus berlangsungnya alam dalam menolak melakukan kewajibannya terhadap negara-negara beradab sebagai tindakan provokatif.” Coba lihat apa yang dia maksudkan dengan ibu alam?! Itu adalah ateisme dan kekafiran dan kebodohan, maka apa itu ibu alam yang dibicarakan orang-orang ini dan mereka katakan bahwa dialah yang menciptakan dan menghidupkan dan mematikan dan memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki dan mencegah dari siapa yang dikehendaki, dan diajak bicara dengan nada panas yang tidak beradab itu?!

Diketahui bahwa alam tidak lepas dari:

  1. Pertama: Yaitu dzat-dzat yang ada di alam semesta dari hewan, tumbuhan dan benda mati, dan ini sebagaimana kita lihat tidak sah meminta pertolongan kepadanya agar turun salju di musim perayaan, agar mereka bermain-main dengannya, para tiran Yahudi.
  2. Kedua: Atau sifat-sifat benda-benda yang ada di dunia; dari gerak dan diam, panas dan dingin, kelembutan dan kekeringan dan lain sebagainya, dan ini juga demikian tidak memiliki untuk dirinya sendiri keberadaan dan ketiadaan.

Apapun jawabannya, itu adalah kesalahan dan kebodohan yang mengerikan ketika menyandarkan penciptaan alam semesta yang indah ini melalui alam yang tidak berakal, yang tidak memiliki untuk dirinya sendiri dan untuk yang lain bahaya dan manfaat, maka apakah ada yang membayangkan bahwa yang tidak berakal menciptakan yang berakal, dan apakah sesuatu yang tidak memiliki kehendak dan tidak memiliki tujuan dapat menciptakan makhluk yang memiliki kehendak dan tujuan?!

Sesungguhnya manusia adalah makhluk berakal yang mengatur dan memiliki kehendak dan memiliki sasaran dan memiliki tujuan, dan alam tidak memiliki sifat-sifat itu maka ia kurang, apakah mungkin yang kurang mengadakan yang sempurna?!

Sesungguhnya alam semesta ini rapi dan sempurna sebagaimana firman Allah Taala: “Matahari tidak mungkin mengejar bulan dan malam tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (Yasin: 40).

Maka planet-planet rapi dengan sempurna dan lautan tidak saling melanggar satu sama lain, hewan-hewan tidak melahirkan kecuali hewan yang sama dari jenisnya, pohon tidak menumbuhkan kecuali pohon yang sama, dan qiyaskanlah hal ini pada seluruh yang kamu lihat di alam semesta ini, manusia adalah manusia dan sapi adalah sapi dan domba jantan adalah domba jantan di manapun kamu menghadap di bumi ini, yang menunjukkan bahwa Pencipta itu satu, maka bagaimana alam dapat mengatur alam semesta ini dengan ketepatan yang mengagumkan ini, yang ayat-ayatnya bersaksi pada segala yang ada di sekitar kita dari urusan-urusan alam semesta?! Dan kehidupan bersaksi bahwa ada Pencipta yang menguasainya.

Kemudian dikatakan juga kepada para ateis ini: Apakah bagian-bagian materi memiliki kehendak dan maksud dalam membuat beragam makhluk di dunia; dari bintang-bintang dan planet-planet dan mineral-mineral dan tumbuhan-tumbuhan dan hewan-hewan dan manusia?! Bagaimana manusia mengandaikan bahwa semua ini wujud karena perbuatan atom-atom alam yang tuli?!

Sesungguhnya materi tidak memiliki akal dan tidak memiliki penglihatan agar dapat mengatur makhluk-makhluk dan menata urusan-urusan mereka, dan tidak memiliki logika agar dapat berpikir tentang masa depan benda-benda dan apa yang dibutuhkannya, dan ini berarti bahwa perkataan bahwa alam menciptakan wujud tidak keluar dari penjelasan air dengan air, maka bumi menciptakan bumi dan langit menciptakan langit, dan jenis-jenis membuat dirinya sendiri dan benda-benda mengadakan dzat-dzatnya, maka dia adalah yang terjadi dan dia adalah yang mengadakan dan dia adalah makhluk sekaligus pencipta pada saat bersamaan, dan batalnya perkataan ini jelas dan tidak keluar dari dua perkara: Yaitu klaim bahwa sesuatu wujud untuk dirinya tanpa sebab dan ini adalah perkataan yang rusak, atau adanya kembar pencipta dan makhluk dalam satu makhluk, maka sebab adalah persis yang disebabkan dan itu mustahil dan itu adalah keruntuhan dan kontradiksi yang tidak butuh penjelasan.

Jika alam adalah pencipta – sebagaimana mereka katakan – tentulah hukum-hukumnya satu, orang sakit pasti mati dan orang sehat tidak sakit, dan tumbuhan yang disiram dengan air satu tidak berbeda rasa buahnya, tetapi kita melihat sebaliknya kadang kita lihat orang sakit sembuh dan orang sehat mati tanpa sakit atau illat, dan kita lihat tanaman dan tumbuhan di halaman satu menyerap makanannya di bumi dari tanah satu dan disiram dengan air satu, tetapi buah bisa berbeda dalam rasa dan dalam warna dan dalam aroma dan manfaat serta bahaya, apakah semua ini dari buatan alam yang tuli atau materi yang buta, dan apakah ini adalah ilmu yang mereka katakan?! Sesungguhnya ini adalah kebodohan itu sendiri dan bukan ilmu!

Kemudian renungkanlah firman Allah Taala: “Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama, Kami melebihkan sebagiannya atas sebagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.” (Ar-Ra’d: 4).

Dan firman-Nya: “Dan apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi beraneka ragam macamnya (warnanya). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.” (An-Nahl: 13).

Dan firman-Nya: “Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan kehendak-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia. Dan Dia-lah yang menghidupkan kamu, kemudian mematikan kamu, kemudian menghidupkan kamu (lagi). Sesungguhnya manusia itu benar-benar mengingkari (nikmat Allah).” (Al-Hajj: 65-66).

Dan firman-Nya: “Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan mereka adalah kaum yang menyimpang (dari kebenaran). Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(nya).” (An-Naml: 60-62).

Dan renungkanlah ayat-ayat ini dan dalil-dalilnya jika kamu ingin keluar dari kegelapan kebodohan menuju cahaya ilmu dan keyakinan, maka ini adalah kebenaran dan ini adalah bukti yang harus kita tundukkan untuknya kepala-kepala dan akal-akal dengan penghormatan dan kepatuhan.

Yang patut bagi kita dalam kesempatan ini adalah memaparkan sebagian yang dicatat oleh para ilmuwan eksperimental; tentang keimanan kepada Allah Taala dengan keyakinan dan yakin, melalui penelitian-penelitian dan percobaan-percobaan mereka dalam penemuan-penemuan ilmiah mereka, dan beberapa peneliti telah menyebutkan contoh-contoh banyak para ilmuwan ini, di antaranya yang datang dalam kitab (Allah Menampakkan Diri di Zaman Ilmu) dan telah memaparkan tiga puluh artikel untuk sekelompok dari para ilmuwan Amerika besar, dalam spesialisasi ilmiah berbeda dalam ilmu alam semesta dan kehidupan dari kimia dan fisika dan anatomi dan biologi dan lainnya, dan semuanya terpukau dengan apa yang mereka capai dari pengamatan-pengamatan dan apa yang mereka saksikan dari keajaiban-keajaiban ciptaan Allah Subhanahu wa Taala.

Di antara mereka ada yang berkata: Jika kita menerima bahwa alam semesta ini ada maka bagaimana kita menjelaskan keberadaan dan kemunculannya? Ada empat kemungkinan untuk menjawab pertanyaan ini. Yaitu alam semesta ini hanya khayalan dan imajinasi, dan ini bertentangan dengan yang kita terima bahwa ia ada, atau alam semesta ini muncul dengan sendirinya dari ketiadaan dan ini ditolak secara jelas, atau alam semesta ini azali keberadaannya tidak ada awal kemunculannya dan kemungkinan ini menyamai apa yang dikatakan orang-orang beriman kepada Allah tentang keazalian Pencipta, tetapi hukum-hukum alam semesta menunjukkan bahwa asal dan dasarnya terkait dengan waktu yang dimulai dari saat tertentu, maka ia adalah peristiwa dari peristiwa-peristiwa, maka tidak mungkin mengalihkan keberadaan peristiwa yang teratur dan indah ini kepada kebetulan secara akal, oleh karena itu kemungkinan ini batil, atau alam semesta ini memiliki Pencipta azali yang menciptakannya, dan itu adalah kemungkinan yang diterima akal-akal tanpa keberatan, dan tidak ada yang menolak pembuktian kemungkinan ini yang membatalkannya secara akal maka wajib mengandalkannya.

Syubhat Para Ateis dalam Pengingkaran Mereka terhadap Keberadaan Allah Taala

Syubhat Pertama: Dalil Gravitasi

Mereka mengklaim bahwa penemuan sistem gravitasi – dalam dunia astronomi – bahwa alam semesta ini dipelihara oleh hukum gravitasi dan terpadu karenanya, dan bukan oleh kekuasaan Tuhan Pencipta.

Tidak diragukan bahwa pemahaman ini remeh karena dikatakan kepada mereka: Apakah sistem gravitasi meniadakan keberadaan Tuhan Pencipta Yang Kuasa, ataukah sebaliknya menunjukkan keberadaan Allah Subhanahu wa Taala ini?! Yang menciptakan gravitasi itu sendiri untuk bekerja sesuai yang Dia kehendaki dan tentukan bukan sesuai yang gravitasi kehendaki, karena tidak ada kehendak baginya dan tidak ada keberadaan baginya dari dirinya sendiri, ia telah wujud setelah tidak ada, dan pengaturan mengagumkan ini di alam semesta melebihi setiap kekuasaan melebihi setiap pengaturan. Sungguh telah membingungkan akal-akal dan mengecil dihadapan pemahaman-pemahaman, maka bagaimana dinisbatkan semua ini kepada gravitasi yang terjadi dan diciptakan?!

Sebagaimana banyak dari para ateis mengakui ketidakmampuan mereka sampai – melalui penelitian-penelitian dan percobaan-percobaan – kepada mengetahui rahasia-rahasia banyak dari kenyataan-kenyataan yang disaksikan di alam semesta ini, dan pengakuan ini mewajibkan mereka untuk mengakui juga kenyataan Allah bahkan kenyataan agama; karena ia mencakup banyak kenyataan yang tidak sampai akal untuk mengetahuinya, tidak melalui penelitian dan tidak melalui percobaan-percobaan, maka bagaimana pantas bagi mereka beriman bahwa sebagian kenyataan yang disaksikan memiliki kenyataan-kenyataan batin yang tidak mampu ilmu mengetahuinya, sementara mereka meniadakan keberadaan Allah dan kenyataan agama; dengan alasan bahwa agama berdiri di atas perkara-perkara yang tidak diketahui kenyataan batinnya melalui penelitian dan percobaan?! Ini adalah kontradiksi yang jelas dan pembedaan tanpa dasar!

Syubhat Kedua: Persoalan Evolusi

Yaitu evolusi makhluk-makhluk dan perkembangannya dalam penciptaannya secara spontan, dan persoalan ini meskipun kejelasannya dalam menunjukkan keberadaan Allah Taala dan kekuasaan-Nya dan kehendak-Nya dan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya, namun mereka memandangnya dari sisi lain yang jauh dari pemahaman yang benar dan akal yang lurus, mereka mengklaim bahwa jenis-jenis kehidupan telah wujud sebagai hasil kerja evolusi, karena asumsi mereka bahwa dengan asumsi adanya pencipta kehidupan ini menurut klaim mereka, maka tidak mungkin Dia menciptakan mereka dalam urutan ini dari kecil ke besar pada manusia dan tumbuhan, tetapi menciptakannya sekaligus setiap jenis dalam kesempurnaan bentuknya tanpa urutan, menundukkannya kepada kerja evolusi yang panjang menurut klaim mereka, dan bahwa makhluk-makhluk berevolusi sendiri dengan perbuatan materi, dan bahwa mereka lahir satu dari yang lain karena kemiripan di antara mereka, dan bahwa kelangsungan mereka kembali kepada kemampuan mereka beradaptasi dengan kondisi-kondisi yang mengelilingi mereka.

Kenyataannya, tidak ada seorang mukmin kepada Allah Azza wa Jalla melainkan dia mengetahui bahwa keberadaan makhluk – dalam keadaan ini – hanya kembali kepada kehendak Allah dan kekuasaan-Nya, dan agar teratur kehidupan di atas satu sunnah, dan kamu tidak akan mendapati bagi sunnah Allah penggantian, dan bahwa apa yang mereka klaim tentang evolusi makhluk-makhluk sendiri dengan perbuatan materi tidaklah selain khayalan-khayalan bodoh, dan jika itu benar tentulah evolusi itu menghasilkan atom menjadi unta atau gajah besar, maka apa yang mencegahnya dan hukum evolusi membolehkan baginya itu?! Telah berlalu jutaan tahun dan atom masih atom dan unta masih unta, dan manusia adalah manusia tidak berevolusi dari kera menjadi manusia kecuali menurut “Darwin” si ateis, yang teori-teorinya telah menjadi bahan ejekan orang-orang berakal dari manusia dan tertawa mereka darinya.

Dan jika evolusi bermakna bahwa manusia dan hewan pada awalnya kecil kemudian membesar sedikit demi sedikit hingga sempurna, maka ini adalah perkara nyata yang disaksikan, dan itu menunjukkan kekuasaan yang kuat yang membesarkannya hingga sampai pada tingkat kesempurnaan, dan ini tidak menunjukkan bahwa ia tidak memiliki Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Pengatur, bahkan dalam Al-Quran ada ayat-ayat banyak yang menunjukkan evolusi dan peningkatan ini dalam kehidupan manusia dan hewan dan tumbuhan.

Seandainya anak yang baru lahir memiliki gigi-gigi tajam dari hari pertama, tentu ibunya tidak akan menyusuinya. Seandainya ia lahir dalam keadaan dewasa, tentu tidak akan dijumpai kasih sayang antara dia dengan ibunya, ayahnya, dan keluarganya. Seandainya matahari memancarkan panas sejak terbitnya, tentu tidak akan dijumpai kecintaan dalam menyambutnya dan dalam tenggelamnya setiap hari. Namun para atheis telah membalikkan perkara, mereka menjadikan apa yang semula merupakan dalil yang jelas atas kekuasaan Allah Taala dan wujudNya, mereka jadikan sebagai dalil untuk mengingkari wujudNya, karena hati mereka tertutup dan Allah telah mencap hati mereka.

Adapun apa yang mereka sangka bahwa makhluk hidup muncul karena evolusi, dan bahwa penyesuaian mereka dengan lingkungan adalah yang membuat mereka bertahan hidup, maka dikatakan kepada mereka: sesungguhnya ada kebenaran-kebenaran yang pasti yang tidak ditentang oleh akal maupun agama sama sekali, bahkan agama dan akal meneguhkannya dengan menunjukkan kepada Sang Pencipta Yang Maha Agung. Di antara kebenaran-kebenaran itu adalah bahwa makhluk-makhluk yang lebih rendah seperti tumbuhan telah ada sebelum makhluk-makhluk yang lebih tinggi sebagaimana disebutkan para peneliti. Manusia adalah makhluk hidup yang paling tinggi dan ia ada belakangan, sedangkan tumbuh-tumbuhan ada lebih dahulu. Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menciptakan langit dan bumi, dan menciptakan bumi serta menentukan di dalamnya makanan-makanan dan apa yang dibutuhkan manusia ketika mereka akan ada di atasnya.

Juga di antara kebenaran-kebenaran adalah bahwa terdapat banyak segi kemiripan antara makhluk hidup seperti manusia dan kera. Meskipun demikian, setiap makhluk tetap sebagaimana adanya sepanjang masa. Kera tidak berubah menjadi manusia dan manusia tidak berubah menjadi kera. Di antara kebenaran-kebenaran juga adalah bahwa makhluk hidup memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan. Misalnya: munculnya kekebalan untuk melawan penyakit dan perubahan warna kulit untuk melawan panas dan sinar matahari. Semua hal tetap ini tidak ditentang oleh agama dan tidak ditentang oleh akal, dan itu adalah di antara perkara yang paling jelas menunjukkan kekuasaan Allah Taala yang memberikan sifat-sifat ini kepada mereka.

Sesungguhnya urutan keberadaan makhluk kembali kepada kehendak Allah Taala, dan tidak diharuskan dari keberadaan makhluk pertama bahwa makhluk yang mengikutinya lahir darinya. Sesungguhnya manusia dengan keberadaannya yang terlambat, tidak benar dikatakan: bahwa ia lahir dari tumbuhan yang mendahuluinya dalam keberadaan, jika tidak demikian maka akan terjadi kesinambungan tanpa akhir. Maka dikatakan kepada orang yang ingin membuktikan itu: dan tumbuhan juga dari apa ia lahir?! Jika ia berkata: dari berkumpulnya bagian-bagian materi, dikatakan kepadanya: dan bagian-bagian materi juga dari apa ia lahir?! Demikian seterusnya, maka pada akhirnya ia tidak akan menemukan jawaban kecuali menyerahkan diri meskipun tidak suka, suka atau tidak suka.

Adapun adanya kemiripan antara makhluk hidup, maka itu juga tidak berarti bahwa setiap makhluk lahir dari yang mirip dengannya, dan tidak benar dikatakan: bahwa kera lahir dari manusia atau manusia lahir dari kera karena kemiripan antara keduanya. Bahkan ilmu dan agama keduanya membuktikan bahwa kemiripan antara makhluk hidup satu sama lain, atau sebagian dengan yang lain yang bukan dari jenisnya, itu hanyalah dalil yang pasti bahwa sumber penciptaan adalah satu yaitu Allah Taala. Seandainya semua makhluk lahir satu dari yang lain, tentu tidak akan ada perbedaan dalam konsep orang-orang berakal antara mengatakan kepada seseorang: kamu kera atau anjing atau pohon dengan mengatakan kepadanya: kamu manusia atau bulan atau mawar, karena terjadinya evolusi yang disangka para atheis. Selama semua makhluk lahir satu dari yang lain, maka tidak ada lagi perbedaan hakiki di antara mereka.

Ketiga: Di antara kerancuan mereka dalam mengingkari wujud Allah Taala: hukum sebab atau akibat atau yang mereka sebut dengan tafsir mekanik terhadap alam semesta. Yang telah disepakati oleh orang-orang berakal – dan oleh semua orang beriman kepada Allah Taala – bahwa Allah Taala mewujudkan sesuatu ketika ada sebab-sebabnya dalam kebanyakan perkara, kecuali jika Dia menghendaki tidak adanya sebab-sebab tersebut. Ketika para ilmuwan abad kedelapan belas dan kesembilan belas menemukan bahwa alam semesta dijalankan oleh hukum sebab dan akibat, para pemikir atheis bergembira dan mengira bahwa mereka telah menemukan yang mereka cari untuk menunjukkan tidak adanya Allah Taala, karena semua hal adalah hasil dari sebab dan akibat, maka tidak ada kebutuhan untuk mengatakan adanya Tuhan pencipta, karena semua yang terjadi di alam semesta ini terjadi karena sebab-sebab materi tanpa campur tangan luar, selain adanya sebab dan akibat yang menurut mereka cukup untuk menggantikan mengatakan wujud Allah Azza wa Jalla, dan ini yang disebut sebagian peneliti dengan tafsir mekanik terhadap alam semesta.

Yang menarik adalah para ilmuwan yang menemukan hukum ini tidak mengklaim bahwa itu pengganti Allah Taala, bahkan mereka menyatakan bahwa hukum ini adalah sunnah Allah dalam ciptaanNya, bahwa Dia menjalankan perkara-perkara melalui sebab-sebab dan illat-illat. Isaac Newton, penemu hukum ini, berkata: “Ini adalah cara Allah dalam bekerja, maka Allah menjalankan kehendakNya di alam semesta melalui sebab-sebab dan illat-illat.” Namun para atheis menjadikan ini sebagai bagian dari dalil-dalil mereka untuk memperkuat ateisme mereka. Bagaimana mungkin penemuan ini menjadi dalil atas tidak adanya Tuhan Pencipta, yang telah menentukan sebab-sebab dan menetapkan ajal-ajal sesuai dengan sunnah-sunnahNya di alam semesta ini yang lebih terang dari matahari, kalau bukan karena penentangan dan kesombongan mereka. Allah Azza wa Jalla telah menunjukkan hal ini banyak kali dalam Al-Quran Al-Karim. Misalnya ketika Siti Maryam Al-Adzra diperintahkan untuk menggoyangkan pohon kurma padahal dia dalam keadaan sangat lelah dan letih di waktu melahirkan, agar manusia memahami bahwa Allah Taala menjalankan perkara-perkara dengan sebab-sebabnya.

Para atheis telah mengakui setelah perdebatan panjang bahwa hukum kausalitas bukanlah kebenaran mutlak, dengan konsep yang mereka asumsikan di abad kesembilan belas. Bahkan mereka akhirnya memutuskan bahwa sistem dunia tidak tunduk pada hukum sebab dan akibat yang dihasilkan dari kebetulan murni, melainkan ada akal yang memiliki kesadaran yang mengatur urusan dunia dengan kehendak. Dulunya membantu orang-orang jahil di abad-abad pertama bahwa ada tuhan-tuhan yang bersekutu dalam mengatur alam semesta ini, dan mereka pada akhirnya tunduk kepada satu tuhan yang paling besar di antara tuhan-tuhan tersebut. Pandangan syirik ini telah berubah menjadi yang lebih buruk yaitu ateisme materialistik modern ini yang berdiri atas pengataan tentang kebetulan dan tabiat bagian-bagian materi serta keteraturan dan ledakannya, yang tidak pernah dikatakan oleh kaum musyrik dahulu.

Kerancuan keempat dari kerancuan para atheis tentang mengingkari wujud Allah Taala: yang mereka sebut dalil materi. Mereka berkata: sesungguhnya dasar alam semesta ini adalah materi yang menyerupai debu yang tersebar, kemudian terjadi bahwa debu ini bergerak dengan gerakan yang tidak berakhir kecuali dengan terbentuknya alam semesta ini dan apa yang ada di dalamnya dari ledakan dahsyat. Namun kami memiliki pertanyaan tentang tafsir yang lucu dan konyol ini: apakah mereka bisa membuktikan siapa yang membentuk debu ini dan siapa yang mengumpulkannya, dan siapa yang menjadi sebab gerakan tersebut yang membuat seluruh alam semesta meledak dan terbentuk sebagaimana adanya?! Sesungguhnya pertanyaan-pertanyaan ini tidak menemukan jawaban di sisi mereka, selain bahwa kebetulan yang melakukan hal itu, dan itu adalah asumsi tanpa dasar, asumsi yang lahir dari khayalan palsu dan pemahaman yang terbatas.

Dikatakan kepada mereka: jika keberadaan alam semesta ini melalui kebetulan, bukankah mungkin – dalam keadaan seperti ini – ada kebetulan lain yang menghancurkan seluruh alam semesta ini, dan terhentilah semua kemaslahatan dari matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan selain itu dari alam semesta yang saling berkaitan dan teratur ini dengan cara yang menjamin kelangsungan hidup terjaga dari kerusakan dan gangguan, karena “matahari berjalan menuju tempat kembalinya” dan bintang-bintang adalah hiasan langit, maka apa yang mereka jawab ketika kami bertanya ini?

Sesungguhnya tafsir ini bertentangan dengan ucapan mereka sebelumnya, maka ia tidak mampu memberikan tafsir yang memuaskan untuk kesinambungan keberadaan. Namun dengan sangkaannya mereka berkata: sesungguhnya mereka menemukan dalam prinsip kausalitas yang mereka sangka di dalamnya bahwa alam semesta mulai ada setelah gerakan materi dan ledakannya, apa yang telah kami sebutkan dan kami ketahui kekonyolan dan kebatilannya. Ketika ateisme dan pengingkaran wujud Allah berdiri atas dasar bahwa alam semesta tunduk pada hukum-hukum tersebut, dan bahwa setiap peristiwa memiliki sebab dan bahwa hukum-hukum evolusi telah menjamin kesempurnaan setiap yang ada, dan bahwa seluruh alam semesta terbentuk dari materi sesuai kekonyolan mereka, maka tidak perlu mengatakan adanya Tuhan pencipta yang mengatur alam semesta ini, dan dengan demikian para tokoh kekufuran dan ateisme mulai membanggakan apa yang mereka capai dalam penemuan mereka tentang hukum-hukum alam tersebut, lalu mereka berlomba-lomba dalam melontarkan kata-kata ateisme, padahal para penemu hukum-hukum ini – sebagaimana telah disebutkan – berkata: sesungguhnya itu adalah sunnah Allah di alam semestaNya dan cara Allah dalam bekerjaNya di alam semesta ini.

Sumber-Sumber Ateisme Lainnya

Para atheis menggunakan sumber-sumber untuk ateisme mereka, mereka tafsirkan sesuai dengan apa yang dikehendaki hawa nafsu mereka. Di antaranya adalah progresivisme dan modernisme serta reaksioner dan liberalisme, dan nama-nama kosong lainnya. Mereka menggunakan nama-nama ini dengan penggunaan yang sesuai dengan teori mereka. Mereka berkata: bahwa manusia progresif adalah manusia yang sopan dalam perilakunya dan realistis dalam penilaiannya dan jujur dalam mengungkapkannya. Definisi ini tidak berhenti pada konsep ini, bahkan menjadi dilontarkan dalam aspek akidah kepada manusia yang membuang agama dan tradisi, dan melepaskan diri dari setiap ikatan dengan keutamaan-keutamaan agama dan mengambil ateisme sebagai mazhab, seperti partai-partai yang memberikan kepada diri mereka sifat progresif di negara-negara Arab dan di negara lainnya.

Dalam aspek penampilan mereka mulai menyebut seseorang progresif ketika ia memperhatikan penampilan pribadinya, khususnya ketika ia meniru orang Eropa dalam pakaian dan perilaku mereka, sebagaimana mereka menyebutnya ketika wanita mengenakan jenis-jenis pakaian, pakaian progresif mode untuk jenis-jenis tata rias, dan pakaiannya sampai setengah paha dan membuka kepala dan mengulangi beberapa ungkapan orang Barat, mereka menganggap semua ini sebagai kemajuan padahal itu adalah perkara-perkara yang terbalik kebenarannya. Orang-orang Barat telah berhasil memberikan kesan kepada laki-laki dan perempuan bahwa tidak ada antara mereka dan kemajuan kecuali menempuh jalan-jalan tersebut.

Di antara sumber-sumber ateisme juga adalah ungkapan reaksioner dan jumud. Mereka berkata dalam definisi reaksioner: sesungguhnya itu adalah kecenderungan dalam berjalan ke belakang dan enggan mengikuti gerakan menuju kebangkitan. Adapun jumud maka itu adalah berhenti dalam gerakan pada suatu tahap dari tahap-tahap perkembangan manusia, dalam kesempurnaan dan penuh tumbuhnya kemampuan-kemampuan kemanusiaan. Namun apa yang mereka maksud dengannya? Mereka telah mengambil dari istilah ini titik tolak dalam mencela Islam dan kaum Muslim. Mereka telah mengatakan yang munkar dari perkataan dan dusta, maka Islam dan kaum Muslim bebas dari sifat ini, bahkan musuh-musuh Islam lebih berhak dengan sifat ini dan perilaku serta pemikiran mereka adalah mata reaksioner dan jumud. Sesungguhnya orang yang mengikuti perkataan mereka tentang asal usul manusia dan perkembangannya jika membandingkannya dengan perkataan mereka hari ini tentang pujian mereka terhadap evolusi akan melihat keajaiban dalam pertentangan mereka.

Di antara istilah-istilah juga adalah istilah khurafat dan tradisi. Khurafat menurut mereka adalah keyakinan terhadap apa yang tidak bermanfaat dan tidak membahayakan dan tidak sejalan dengan logika yang benar dan kenyataan yang benar. Namun mereka menggunakan khurafat dengan makna spiritualitas dan prinsip-prinsip agama serta ajarannya. Kebangkitan adalah khurafat dan iman kepada yang gaib adalah khurafat. Adapun apa yang mereka alami berupa ateisme dan pengingkaran agama maka itu adalah ilmu dan kebenaran. Demikian juga istilah tradisi dan istilah kebebasan dan penekanan. Kebebasan menurut kaum materialis dimaksudkan dengannya adalah pelepasan dari semua belenggu nilai-nilai dan cita-cita dan prinsip-prinsip yang diajak oleh agama, dan dimaksudkan dengannya adalah kembali kepada kehidupan hewani dari pintu yang paling luas namun dengan sebutan evolusi dan pembaharuan.

Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya dan kepada keluarga dan sahabatnya semua.

 

 

Pelajaran 12: Komunisme (4)

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Kedua Belas (Komunisme (4))

Bantahan Terhadap Sangkaan Para Atheis Komunis dalam Masalah Kepemilikan Individu

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat salam atas semulia utusan dan penutup para nabi, junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya dan kepada keluarga dan sahabatnya semua.

Amma ba’du:

Komunisme: Bantahan Terhadap Sangkaan Para Atheis Komunis tentang Kepemilikan Individu

Mereka berkata: sesungguhnya kepemilikan individu bukanlah fitri dalam manusia. Mereka telah membantah akal mereka dan bersikap sewenang-wenang ketika menyangka bahwa itu bukan persoalan fitri dalam jiwa-jiwa, melainkan kepemilikan individu ini ada setelah manusia mengetahui cara bercocok tanam, dan mendatangkan banyaknya pendapatan bagi individu, dan apa yang mengikuti pertanian berupa berdirinya industri-industri dan bertambahnya pendapatan. Mereka berdalil atas sangkaan ini bahwa komunis primitif yang awal tidak mengenal kepemilikan individu, dan mereka dalam keadaan paling bahagia.

Dalil yang mereka katakan ini meskipun bertentangan dengan kenyataan dan fitrah yang sehat, meskipun itu dan lainnya adalah perkataan tanpa ilmu dan perkiraan tanpa dalil. Islam menyebutkan bahwa Allah Azza wa Jalla mengajarkan Adam segala sesuatu, hingga mengajarnya cara bercocok tanam dan cara menuai. Maka masa apa manusia – menurut sangkaan para atheis – tidak mengenal pertanian dan pekerjaan?! Dan ini yang difaedahkan oleh syariat Islam bahkan seluruh agama tentang tabiat manusia sejak keberadaan mereka dan menetapkannya dan tidak menghapusnya, karena kehidupan tidak lurus tanpa kecenderungan kepada kepemilikan individu dan cinta memiliki.

Bahkan cinta memiliki adalah sunnah kehidupan. Barang siapa menyelisihi sunnah ini, dan menyangka bahwa manusia harus berada dalam keadaan di mana seseorang tidak memiliki sesuatu apapun untuk dirinya, sebagaimana dituntut oleh ajaran komunis, maka tidak diragukan bahwa nasibnya adalah kegagalan. Ini yang terjadi sungguh-sungguh ketika para revolusioner komunis awal melakukan penerapannya, maka mereka melihat dengan mata kepala sendiri turunnya keadaan ekonomi mereka dan mandegnya gerakan-gerakan kehidupan mereka, yang membuat mereka terpaksa dengan hina untuk mengakui kepemilikan individu walaupun dalam lingkup yang paling sempit. Namun hal ini memiliki pengertiannya tentang adanya kecenderungan manusia dalam cinta kepemilikan individu, dan bahwa mengatakan tidak adanya kecenderungan tersebut hanyalah pembantahan dan sempitnya pemikiran.

Maka adalah di antara sebab-sebab terpenting kemunduran tokoh-tokoh komunis dari nasionalisasi semua kepemilikan: adalah apa yang mereka perhatikan dari kemerosotan produksi pertanian, dan pengetahuan mereka bahwa sebab itu kembali kepada lemahnya motivasi untuk bekerja, dan tidak terdayanya para penguasa dari akuratnya mengetahui yang lalai dari yang lain dalam bidang pertanian, yang sulit dipantau sampai batas yang besar.

Berbeda dengan bidang industri yang telah ditundukkan dengan akurat untuk pengamatan dan pengawasan yang ketat, sehingga setiap orang dipercayakan dengan tugas khusus dalam bekerja. Jika terjadi kerusakan dalam potongan industri apapun maka diketahui pemiliknya segera dan mendapat hukuman yang tidak mengenal belas kasihan. Berbeda dengan pekerja pertanian yang lolos dari pengawasan ketat ini, maka hasilnya adalah negara-negara komunis mulai meminta-minta gandum dan biji-bijian kepada negara-negara Barat, dan mereka menyangka bahwa kekurangan dalam bidang pertanian itu karena hama pertanian. Namun solusi yang mereka obati dengannya hama-hama tersebut menjelaskan sebab yang sebenarnya, di mana mereka mengizinkan setelah terlambat dengan memberikan kepemilikan individu untuk sebagian dari hasil pertanian, yang dimiliki petani sebagai dorongan baginya untuk meningkatkan produksi dan untuk meningkatkan aktivitas petani, dan itu adalah dalil yang jelas atas kegagalan sistem pencegahan kepemilikan individu dan bahwa itu adalah hama yang paling keras.

Bantahan Terhadap Sangkaan Para Atheis Komunis tentang Munculnya Pertentangan Kelas

Mereka berkata: sesungguhnya pertentangan kelas tidak memiliki sebab apapun selain pengetahuan manusia tentang pertanian dan industri. Ini adalah perkataan dengan perkiraan dan itu adalah paling dusta dari dusta. Orang-orang yang mengatakan hal itu tidak akan menemukan dalil apapun atasnya karena mereka mendakwa sesuatu yang lebih tua dari mereka. Sebagaimana perkara ini bukan sebab satu-satunya pertentangan antara manusia, melainkan ia satu dari beberapa sebab yang hampir tidak terhitung. Sebagaimana sebab ini mungkin ada dalam sebagian masyarakat dan mungkin tidak ada, maka ia bukan perkara pasti sebagaimana diklaim para atheis.

Dari kenaifan dan kebodohan mengatakan bahwa kepemilikan individu muncul dari munculnya industri dan pertanian, dan bahwa itu bukan fitri dalam jiwa manusia, bahkan dalam jiwa hewan-hewan. Sesungguhnya kepemilikan pertanian sendiri tidak berdiri kecuali karena kecenderungan kepemilikan individu atau kepemilikan kolektif, jika tidak demikian tentu tidak berdiri pertanian dan tidak diketahui manusia jalannya kepada pengumpulan dan penyimpanan antara yang sedikit dan banyak dan kikir dan dermawan.

Adapun sangkaan mereka bahwa manusia sejak meninggalkan komunisme pertama mereka dalam pertentangan kelas yang pahit, dan bahwa itu akan berlanjut hingga manusia kembali kepada komunisme pertama, dan itu dengan meninggalkan kepemilikan individu dan kesetaraan manusia dalam segala hal, dengan hilangnya kelas-kelas yang diciptakan oleh kepemilikan individu dan penumpukan modal di satu kelompok tanpa kelompok lain.

Dikatakan kepada mereka: apakah itu terwujud dalam dunia kenyataan, dan apakah mungkin manusia setara dan hilang kelas-kelas khususnya dalam naungan sistem-sistem jahiliyah, dan apakah mungkin terwujud mimpi-mimpi gemerlap ini di salah satu hari?! Itu hanyalah khayalan dan angan-angan karena kehidupan tidak menerimanya dan tidak teratur dengannya.

Sesungguhnya sistem kelas dan keunggulan sebagian kelas atas sebagian lain, dan kezaliman dan perampasan serta penghambaan yang kuat atas yang lemah, semua sistem ini hanya diadakan oleh sistem-sistem jahiliyah, sebagaimana terjadi sungguh-sungguh pada perjalanan sejarah kemanusiaan. Masyarakat di masa Hindu terbagi menjadi kelas-kelas: yaitu Brahma dan Ksyatriya dan Sudra dan bagian-bagian cabang lainnya. Di Eropa manusia hidup dalam kelas-kelas yang sangat beragam, kelas yang disebut kelas tuan, dan lainnya disebut kelas hamba. Keadaan-keadaan buruk jahiliyah ini terwakili di masa perbudakan. Adapun di masa feodalisme maka manusia adalah tiga kelas utama: yaitu kelas bangsawan dan pangeran feodal, kelas rohaniwan, dan kelas rakyat yang dikalahkan dalam urusan mereka. Adapun di masa kapitalisme maka sistem kelas paling keras juga, kelas yang disebut kelas pemilik modal, dan kelas lain yang disebut kelas pekerja, orang-orang di dalam tanah dan orang-orang di bintang-bintang!

Demikian pula halnya di masa demokrasi yang menyatakan bahwa rakyat adalah pemegang kekuasaan. Yang benar adalah bahwa rakyat masih tetap menjadi pihak yang tertindas dan terzalimi, sedangkan pemilik harta adalah tuan yang berkuasa. Ini adalah kebohongan yang sama seperti yang selalu didengungkan oleh kaum komunis, bahwa kelas “proletariat” yang bekerja keras adalah yang akan memiliki dan memerintah ketika komunisme diterapkan, dan ketika kelas “proletariat” menghancurkan semua kelas yang menentangnya dalam perjuangan revolusioner yang berkobar. Inilah hukum jahiliah dan syariatnya.

Namun hukum Allah berbeda dengan hal tersebut. Hukum Allah adalah bahwa masyarakat akan terdiri dari orang-orang kaya dan orang-orang miskin, kepemilikan individu dan kepemilikan kolektif. Orang-orang kaya dipercaya untuk mengelola harta dan orang-orang miskin memiliki bagian dalam harta tersebut. Semuanya adalah hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanpa ada kelas-kelas dan kesombongan. Harta berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya dan dari seseorang kepada orang lain. Orang kaya bisa menjadi miskin dan orang miskin bisa menjadi kaya sesuai dengan takdir Allah atas segala urusan.

Makna dari hal ini adalah bahwa harta dalam Islam tidak terbatas pada satu kelas manusia tanpa yang lainnya, dan tidak pada satu golongan masyarakat secara khusus, bahkan jika golongan tersebut adalah para penguasa. Sebab Islam tidak memberikan kebebasan kepada penguasa untuk memiliki sesuka hatinya, melainkan kedudukannya sama dengan yang lainnya, selain apa yang dia ambil sebagai imbalan atas kedudukannya dalam memerintah di antara manusia.

Dari sinilah kita dapati bahwa para penguasa negara Islam pada masa awal pembentukannya, seorang penguasa di antara mereka tidak menikmati privilese finansial apapun. Oleh karena itu, para penguasa menganggap memikul tanggung jawab sebagai amanah yang besar dan bahaya yang besar, bukan kemenangan sebagaimana orang-orang menyebutnya hari ini.

Perlu ditegaskan bahwa jika terjadi perselisihan di antara kaum muslimin, maka hal itu bukan untuk menjatuhkan satu kelas demi kelas lainnya, atau meninggikan satu golongan atas golongan lainnya. Akan tetapi pada umumnya hal itu terjadi untuk mencapai kebenaran dan untuk menolak kesalahan dan bahaya dari manusia. Ini adalah hal yang wajar. Dan tidak boleh ditafsirkan sebagai pertentangan kelas sebagaimana ditafsirkan oleh para atheis sesuai dengan teori-teori materialistis mereka.

Perselisihan tersebut mungkin berupa perintah kepada kebaikan atau larangan dari kemungkaran, dan bukan merupakan perang ekonomi atau karena kepemilikan individu atau kolektif sebagaimana diklaim oleh para atheis, atau bahwa itu adalah perang kelas.

Di antara dalil terkuat yang menunjukkan kebohongan para atheis dalam klaim mereka bahwa menghilangkan kepemilikan pribadi akan mengakhiri pertentangan, menyatukan hati dan menyamakan semua kelas masyarakat sehingga mereka hidup seperti malaikat, di antara dalil terkuat atas kebohongan mereka adalah pertentangan yang tiada akhir antara berbagai kubu komunisme, padahal kepemilikan pribadi tidak ada dalam konstitusi mereka. Lalu mengapa terjadi pertentangan ini dan atas dasar apa?!

Allah Azza wa Jalla berfirman dengan benar: “Dan tipu daya yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang melakukannya” (Surah Faathir: 43).

Demikian pula klaim mereka bahwa pertentangan ini tidak akan hilang kecuali dengan hilangnya kepemilikan pribadi adalah perkataan yang bohong. Sebab pertentangan akan tetap ada dan kepemilikan pribadi juga tidak akan hilang dari jiwa manusia.

Dalil atas hal tersebut adalah bahwa pertentangan tidak berakhir meskipun ada penindasan keras terhadap kepemilikan pribadi di negara-negara Marxis. Bahkan pertentangan tidak mungkin berakhir, bukan hanya di antara manusia tetapi juga semua hewan.

Manusia pernah hidup di bawah sistem komunis untuk suatu periode waktu, mereka menunggu surga yang dijanjikan oleh “Karl Marx”, setelah perang kelas berakhir, dan setelah sistem Marxis menghancurkan kepemilikan pribadi dengan segala kebrutalan yang dikenal umat manusia. Orang-orang menunggu hari dimana pertentangan kelas dalam segala bentuknya akan hilang, sehingga tidak ada lagi pertentangan, dendam, penguasa, tentara, atau penjara – mereka hidup seperti domba yang jinak. Tetapi apa hasil dari penantian ini?!

Masyarakat komunis mengalami pertentangan kelas yang pahit, baik di tingkat individu maupun di tingkat negara, hingga badai komunisme mereda. Bagaimana mungkin tidak terjadi pertentangan antara kelompok-kelompok yang pada dasarnya berdiri atas pertentangan, bahkan atas legitimasi pertentangan dan kebutuhan akan pertentangan untuk menegakkan pemerintahan “proletariat” sebagaimana mereka klaim. Sampai-sampai pertentangan, revolusi, pembunuhan dan pembunuhan menjadi fondasi pembangunan Marxisme, tanpa menunjukkan tanda sekecil apapun terhadap surga Marxis yang diklaim itu.

Seperti kebohongan ini juga terjadi kebohongan lainnya, yaitu pernyataan bahwa semua orang akan menjalani hidup mereka dalam satu tingkat dan satu kelas, tanpa perbedaan di antara mereka ketika komunisme sempurna dan diterapkan sesuai dengan apa yang ditetapkan oleh Yahudi “Marx”. Dan jika Anda bertanya tentang rahasia bertahannya pemerintah di negara-negara komunis, maka jawaban mereka: Pemerintah-pemerintah yang ada ini hanyalah pemerintah sementara, dan akan berakhir dengan kemenangan komunisme atas semua sistem yang menentangnya. Manusia saat itu akan hidup tanpa masalah, mereka akan hidup tanpa pertentangan yang membutuhkan campur tangan kekuatan atasan, mereka akan hidup tanpa kemiskinan yang menyebabkan masalah, karena manusia saat itu berada pada tingkat yang tinggi – sebagaimana mereka klaim – dalam akhlak dan perilaku yang baik, serta pengawasan diri yang lebih kuat dari pengawasan eksternal, dan tidak ada kepemilikan pribadi yang menyebabkan permusuhan dan menyebabkan monopoli harta serta keinginan untuk mengumpulkannya. Demikianlah klaim para atheis.

Tetapi pertanyaan penting adalah: Apakah mimpi-mimpi konyol ini akan terwujud suatu hari, atau apakah pernah terwujud suatu hari dengan dalil yang meyakinkan, ataukah itu adalah tipuan bohong dan penyesatan terhadap rakyat yang tertindas sebagaimana kenyataannya?!

Islam menganggap pemikiran Marxis dalam aspek ekonominya sebagai pemikiran yang gagal, bertentangan dengan akal dan fitrah yang sehat, dan menganggap bahwa ia berdiri atas teori-teori jahil yang salah jalan dalam ekonomi yang bermanfaat. Dan bukannya mengarahkan upaya masyarakat untuk saling membantu, malah mengharamkan kepemilikan pribadi, menyalakan api kebencian dan memicu pertentangan kelas antara manusia dengan dalih yang konyol, yaitu agar kelas pekerja – menurut klaim mereka – terangkat, dan agar harta tidak menumpuk di satu sisi tanpa sisi lainnya dan pada suatu kaum tanpa kaum lainnya.

Semua itu bukanlah solusi yang benar dan bukan solusi yang dapat memperbaiki kehidupan dan membahagiakan rakyat. Solusi ini ditolak secara keseluruhan, dan Islam menganggapnya sebagai campur tangan dalam hal yang tidak pantas dilakukan manusia. Sebab semua manusia adalah hamba Allah dalam Islam, harta adalah milik Allah, dan rezeki berada di tangan Allah yang memberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Tidak dimundurkan oleh keserakahan orang yang serakah dan tidak ditolak oleh kebencian orang yang benci.

Kepemilikan pribadi adalah hak yang dituntut oleh fitrah dan dituntut oleh kebutuhan untuk kebaikan keadaan. Dan semua pihak harus saling mendukung dengan cara yang terbaik, tanpa pertentangan, kezaliman, atau permusuhan.

Islam tidak memberikan kebebasan mutlak kepada seseorang dalam hartanya untuk membelanjakannya secara berlebihan atau menahannya sesuka hatinya, tetapi dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya dan bertanggung jawab atasnya. Ada hak-hak di dalamnya yang harus dia tunaikan.

Jika di antara orang-orang kaya ada yang melampaui batas dan sombong, maka mereka mendapat apa yang mereka perbuat dan menanggung apa yang mereka lakukan, dan mereka akan mendapat balasan mereka. Perbuatan mereka ini tidak membenarkan kita untuk memerangi kepemilikan pribadi, atau mengadakan pertentangan kelas antara manusia dan antara masyarakat.

Sebab di antara para pedagang dan orang-orang kaya itu ada yang memiliki sifat kasih sayang dan toleransi serta membantu orang-orang yang membutuhkan tanpa mengungkit-ungkit dan tanpa menyakiti. Menghukumi seluruh kelas orang kaya bahwa mereka semua adalah monopolis dan oportunis, dan bahwa mereka adalah penghalang dalam jalan kekayaan orang-orang miskin dan meningkatnya penghidupan mereka, itu hanyalah dongeng konyol dan khayalan batil.

Percobaan-percobaan komunis telah menunjukkan kegagalan ide yang salah ini, ketika mereka memiskinkan orang-orang kaya dan menyengsarakan orang-orang miskin serta memenuhi hati dengan dendam dan amarah, merusak keadaan ekonomi dan memicu pertentangan kelas pada puncaknya tanpa belas kasihan.

Dalam sejarah Islam terdapat contoh-contoh mulia masyarakat ketika hati bersih dan kebencian hilang. Di antara para sahabat – semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala meridhai mereka – ada yang kaya dan ada yang miskin. Salah seorang di antara mereka berkata kepada temannya: “Aku memiliki dua istri, lihatlah mana yang lebih kau sukai maka akan aku ceraikan dan kau menikahinya. Dan aku memiliki kebun sekian dan sekian, aku berikan separuhnya kepadamu.” Maka sahabat miskin muhajir itu berkata: “Semoga Allah memberkahi hartamu dan semoga Allah memberkahi keluargamu, tetapi tunjukkan aku ke pasar.” Maka dia pergi dan bekerja, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala memberinya rezeki.

Di antara para sahabat – semoga Allah meridhai mereka – ada yang memiliki harta yang banyak seperti sahabat mulia Abdurrahman bin Auf radhiyallahu anhu dan tidak ada seorangpun yang mencela dia karenanya. Dan sayyidina Utsman bin Affan radhiyallahu anhu telah mewakafkan seribu unta di jalan Allah, dan contoh-contoh cemerlang lainnya yang menjadi dasar Islam, jauh dari pertentangan kelas yang buruk.

Hal itu karena Islam mengobati masalah yang ada tanpa melihat penyebabnya, dan juga mendatangkan solusi yang tidak merugikan siapapun. Sebab dalam Islam tidak boleh ada bahaya dan tidak boleh saling membahayakan, sementara komunisme merah mengobati musibah dengan musibah yang lebih besar darinya.

Padahal apa yang dilakukan komunisme dalam keadaan ekonomi tidak mengandung pengobatan apapun dan tidak mengandung obat apapun, bahkan itu adalah penyakit itu sendiri, yaitu kehinaan dan pencekikan kebebasan. Penjara-penjara di negara komunis penuh sesak, mata-mata tersebar, dan kelaparan merajalela. Itu adalah penjara besar dan cengkeraman besi. Rakyat marah tetapi celakalah bagi siapa yang mengucapkan kata kritik.

Dan dimana perilaku ini dibandingkan dengan kebebasan Islam yang misalnya seorang laki-laki berkata kepada Muawiyah: “Demi Allah, kau harus berlaku lurus dengan kami wahai Muawiyah atau kami akan meluruskanmu.” Maka Muawiyah berkata: “Dengan apa?” Mereka menjawab: “Dengan kayu.” Dan kayu adalah pedang yang tajam. Maka Muawiyah – dan dia adalah khalifah yang memerintah separuh bumi pada masa itu – berkata: “Kalau begitu aku akan berlaku lurus.” Maka tiran manakah dari tiran-tiran pemerintahan dalam sistem-sistem komunis yang dapat menahan apa yang lebih rendah dari perkataan ini?!

Adapun apa yang mereka klaim bahwa kelas-kelas kuat adalah yang memerintah dan membuat undang-undang untuk kelas-kelas lainnya serta memperbudak mereka, maka ini benar tetapi juga tidak ada kecuali dalam sistem-sistem jahiliah, yang sebagian mereka menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan yang kezaliman menjadi tabiat jiwa mereka. Jika ada yang memiliki kehormatan diri maka mungkin dia tidak menzalimi, sebagaimana diungkapkan oleh salah seorang penyair jahiliah dahulu.

Tetapi apakah ini adalah kenyataan yang tidak dapat dihindari atau inilah pilihan yang tidak ada pilihan lain selainnya?! Tidak, bahkan ada akidah yang di dalamnya terdapat solusi yang benar tanpa melalui jalan-jalan gelap yang zalim itu.

Sesungguhnya jalan ini adalah akidah Islam, yang menjadikan pemilik harta dan menjadikan orang miskin sebagai saudara yang setara dan bersatu, Tuhan mereka adalah Allah dan Dia adalah Tuhan semua dan hukum-Nya berlaku untuk semua. Tidak ada keutamaan seseorang atas orang lain kecuali dengan takwa dan tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Sang Pencipta.

Dan tidak ada kelas-kelas yang menjadi tuan dan penguasa pemilik dan kelas-kelas mereka yang menjadi budak yang dihinakan kecuali dalam sistem-sistem jahiliah, yang tidak memberikan nilai kepada manusia kecuali melalui apa yang dia miliki dari harta dan kedudukan. Maka harta tampak dalam bentuk ini sebagai sebab kezaliman dan keangkuhan, padahal kenyataan yang benar adalah sebaliknya.

Sesungguhnya harta dan kepemilikan pribadi, adalah kezaliman jika dipikul oleh keangkuhan orang-orang yang menyimpang. “Dan seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (Surah Al-An’am: 164).

Sesungguhnya orang yang diangkuhkan oleh harta dan diangkuhkan oleh kepemilikan pribadi adalah orang yang menyimpang pada dasarnya dan rusak tabiatnya, baik dia memiliki harta atau tidak memiliki harta. Hal itu karena orang yang lurus di atas kebenaran yang menjalankan perintah Allah tidak akan diangkuhkan oleh harta, tetapi akan menggunakannya dalam amal-amal kebaikan dan berbagai wajah kebajikan, sambil mengawasi Tuhannya di dalamnya dengan yakin bahwa harta adalah bayangan yang hilang dan pinjaman yang akan diminta kembali, dan bahwa dunia adalah kesulitan setelah kemudahan dan kemudahan setelah kesulitan.

Adapun apa yang mereka klaim tentang konsep kesetaraan upah dalam sistem komunis, dan mereka mengklaim bahwa itu dijamin untuk semua, maka yang membawa mereka kepada pernyataan itu adalah apa yang mereka klaim bahwa umat manusia pada asal penciptaan mereka hidup atasnya, semuanya setara dalam hak tanpa kepemilikan pribadi. Semuanya untuk semua dalam makanan, pakaian, tempat tinggal, dan wanita, tidak ada perbedaan antara satu orang dengan yang lainnya, sampai datang kapitalisme dan kepemilikan pribadi yang mengubah keadaan itu yang ingin dikembalikan oleh komunisme sekali lagi.

Hal ini menurut pandangan mereka tidak akan terwujud kecuali dengan negara meletakkan tangannya pada semua sarana produksi dan pekerjaan, kemudian setiap orang mengambil apa yang dia layak dapatkan dari negara. Propaganda ini menarik dalam penampilannya tetapi apakah benar-benar terwujud? Apakah ini benar-benar terwujud dalam sistem komunis, sehingga mengembalikan kepada manusia kebahagiaan mereka yang ada dalam komunisme pertama menurut klaim mereka? Dan apakah negara komunis benar-benar menyamakan antara para pekerja sehingga tidak ada lagi perbedaan antara satu orang dengan yang lainnya dan antara penguasa dan yang diperintah?!

Tidak diragukan bahwa kenyataan yang disingkapkan oleh komunisme setelah keruntuhannya mendustakan propaganda-propaganda itu, dan memberitahu bahwa komunisme hanya berhasil menyamakan semua orang dalam kemiskinan dan kebutuhan, bukan dalam kekayaan dan kebahagiaan. Karena tidak ada dorongan apapun yang ditemukan seseorang sehingga dia mencurahkan upaya maksimalnya dalam bekerja, untuk menemukan jerih payahnya menetap di tangan negara yang tidak memberikan kepadanya kecuali sesuai kebutuhan pokoknya.

Dan apa yang menguntungkannya jika dikatakan kepadanya: Sesungguhnya jerih payah dan pekerjaanmu ketika pergi ke negara hanyalah kontribusi darimu dalam memperkuat negara, agar dapat menampakkan komunisme dan menindas musuh-musuhnya jika mereka berpikir untuk menyerangnya? Apa yang menguntungkannya ketika dikatakan kepadanya: Bahwa dengan jerih payah dalam bekerja itu – padahal kau tidak mengambil kecuali apa yang mencukupi kebutuhan pokokmu – adalah bukti atas perilaku baikmu, dan bahwa kau berbeda dengan kapitalisme Barat sehingga kau adalah warga negara yang baik? Apa yang menguntungkannya dari janji-janji para atheis bahwa dia akan hidup di surga yang tinggi setelah komunisme dapat menyebarkan pengaruhnya ke seluruh bumi?!

Dan bagaimana jiwanya dapat yakin dengan keadaan menyedihkan yang dia jalani, pada saat dia melihat para petinggi kaum dan pemilik kekuasaan hidup dalam kemewahan yang tidak terbatas, hidup di rumah-rumah mewah dan mobil-mobil mewah serta kebun-kebun yang hijau dan para pelayan dan pengikut, sementara mereka pura-pura membela kelas pekerja dan pura-pura memerangi kapitalisme?!

Sesungguhnya semua itu mengajak seseorang – jika dia memiliki akal – untuk gelisah dan gundah serta memberontak terhadap semua keadaan itu, dan membalas siapa yang menjadi penyebab di dalamnya. Dan itulah yang benar-benar terjadi dalam revolusi-revolusi berturut-turut yang terjadi pada masa “Gorbachev” terhadap komunisme dan sistemnya yang buruk. Rakyat menggulingkan para jahat itu dan memusnahkan mereka dengan keras di semua negara yang menghirup lega dari mimpi buruk Marxis.

Demikianlah kita dapati bahwa klaim mereka tentang kesetaraan upah hanyalah kesetaraan dalam kemiskinan dan bukan dalam upah.

Dan sebagai penutup, menjadi jelas bagi kita dari apa yang telah dipelajari sebelumnya bahwa dasar-dasar yang menjadi landiran komunisme adalah:

Pertama: Menghapus kepemilikan pribadi dan menggantinya dengan kepemilikan umum yang diwakili oleh kelas penguasa, untuk mencapai penghapusan pertentangan kelas dari masyarakat manusia, dengan menghapus pendorong atasnya yaitu kepemilikan pribadi.

Kedua: Mendistribusikan hasil kepada individu-individu masing-masing sesuai kontribusinya dalam produksi dan kebutuhannya, dan inilah prinsip yang mereka ungkapkan dengan perkataan mereka: dari setiap orang sesuai kemampuannya dan untuk setiap orang sesuai kebutuhannya.

Ketiga: Pemenuhan kebutuhan secara kolektif dan bukan keuntungan, dan ini adalah prinsip kesetaraan upah.

Keempat: Perencanaan untuk pertumbuhan ekonomi, dan jaminan negara untuk semua warga negara sebagai imbalan atas pembebanan orang-orang yang mampu di antara mereka untuk bekerja, laki-laki dan perempuan.

Kelima: Penghapusan kebebasan individu.

Keenam: Menghapus banyak hubungan sosial yang diwariskan, seperti sistem warisan dan hibah, bahkan menghapus semua kelas yang ada dalam masyarakat, dengan menegakkan kediktatoran “proletariat” atau kelas pekerja.

Ketujuh: Mengingkari agama dan memeranginya.

Kedelapan: Menghapus pemerintahan di masa depan ketika negara komunis tegak karena manusia tidak membutuhkannya, karena akar kejahatan telah berakhir yaitu kepemilikan pribadi. Maka pemerintahan akan dihapus dan ditegakkan masyarakat yang saling bekerjasama dan saling menyayangi tanpa pemerintahan, yaitu rakyat memerintah dirinya sendiri. Inilah dasar-dasar terpenting yang menjadi landiran komunisme.

Namun hasil-hasil penerapan praktis dari dasar-dasar tersebut menunjukkan hal-hal berikut, selain apa yang telah dijelaskan sebelumnya:

  1. Tidak adanya kebebasan ekonomi individu.
  2. Tidak adanya motivasi individual.
  3. Tidak membolehkan kepemilikan pribadi.
  4. Memerintah rakyat dengan besi dan api.
  5. Kegagalan total semua prinsip-prinsip komunisme.
  6. Perang melawan agama-agama.
  7. Munculnya banyak kerusakan sosial dalam masyarakat-masyarakat komunis yang diperintah dengan sistem terkutuk ini, di antara kerusakan tersebut adalah suap, penipuan, tidak bermoral, dan merajalelanya kejahatan dalam segala bentuk dan rupanya.

Rahasia di balik itu adalah bahwa paham komunis -sebagaimana kita lihat dalam pemaparannya- adalah paham yang menyeluruh, dan bukan seperti yang diklaim sebagian orang bahwa ia adalah paham ekonomi semata. Ia adalah paham yang menyeluruh untuk semua aspek, baik akidah maupun materi. Barangsiapa yang membayangkan bahwa komunisme adalah paham ekonomi murni yang tidak ada urusannya dengan perkara-perkara akidah dan pengaturan lainnya, maka dia keliru, telah tertipu oleh klaim para ateis bahwa asal semua kehidupan dengan sistem-sistemnya, keyakinan-keyakinannya, dan semua urusan manusia hanyalah berasal dari materi. Ini adalah klaim palsu sebagaimana telah kita jelaskan. Mereka membangun teori komunis berdasarkan hal itu dengan menjadikan tampilan besarnya hanya berfokus pada aspek ekonomi saja sebagai tipuan terhadap manusia dan kemunafikan. Sungguh, hal pertama yang membatalkan klaim ini adalah dengan mengatakan kepada mereka: Jika komunisme tidak ada urusannya kecuali dengan memperbaiki urusan ekonomi saja, mengapa penganiayaan agama menjadi kesibukan utama negara-negara komunis, dan mengapa banyak korban yang hanya Allah yang mengetahuinya demi meninggikan akidah komunis?! Faktanya adalah bahwa aspek ekonomi adalah aspek yang paling tidak penting dalam sistem komunis, bahkan hampir tidak dapat dibandingkan dengan perhatian yang diberikan komunisme terhadap aspek-aspek akidah dan pemikiran.

Kepemimpinan Komunisme Marxis dan Istilah-istilah Penting Mereka

Pemimpin pertama dan paling terkenal dari komunisme ateis adalah “Karl Marx”, yang dinisbahkan kepadanya akidah Marxis yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Dia lahir pada tahun 1818 Masehi dan meninggal tahun 1883, dan memiliki hubungan erat dengan temannya “Friedrich Engels” yang bersama-sama dengannya menyusun manifesto komunis yang terkenal dengan nama Manifesto Komunis pada tahun seribu delapan ratus empat puluh tujuh. “Marx” telah berpindah-pindah ke beberapa negara di Eropa dan mengarang sebuah buku yang dinamakannya (Das Kapital/Modal) yang menjadi rujukan dan konstitusi bagi kaum komunis. Buku tersebut berisi ungkapan-ungkapan dan penamaan-penamaan banyak yang berkisar tentang harta dan pemilik harta, serta kewajiban mengubah masyarakat secara total.

Istilah-istilah yang diagung-agungkan komunisme antara lain istilah borjuasi, yaitu kelas orang kaya. Adapun kapitalisme, mereka maksudkan sistem yang berdiri atas pengumpulan harta dengan cara apapun di negara-negara Barat. Adapun “proletariat” adalah kelas buruh miskin atau sistem kepemilikan umum dan penghapusan kelas-kelas. Adapun yang mereka maksud dengan kediktatoran “proletariat” adalah pemerintahan buruh atau orang-orang miskin ketika impian mereka terwujud dengan menggulingkan kelas orang kaya. Adapun istilah materialisme, segala yang ada penyebab keberadaannya adalah materi, yang dihasilkan darinya secara alami dan mendahului roh serta seluruh perasaan manusia menurut klaim mereka. Adapun materialisme dialektis, yang dimaksud adalah mengutamakan materi atas segala sesuatu termasuk pemikiran, karena semua pemikiran dihasilkan dari materi, bukan materi yang dihasilkan dari pemikiran. Oleh karena itu, pertentangan bukan terjadi antara pemikiran-pemikiran, tetapi terjadi antara dua sistem yang ada yang menghasilkan yang ketiga sebagaimana mereka katakan. Adapun materialisme historis, yang dimaksud adalah menafsirkan sejarah manusia secara materialis, berdiri atas materi dan pengaruhnya dalam perjalanan sejarah manusia dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di antara mereka.

Adapun istilah surplus nilai telah kita bicarakan dalam kajian kita tentang sosialisme. Adapun istilah penghapusan kepemilikan pribadi, yang dimaksud adalah tidak berhak bagi individu manapun untuk memiliki sesuatu dari sumber daya sendirian, tetapi kepemilikan harus umum bagi semua anggota rakyat dan berada di tangan negara. Adapun pertentangan kelas, yang dimaksud adalah mengadu domba antara orang kaya dan miskin, serta monopoli harta untuk sampainya kelas “proletariat” ke pemerintahan dan kekuasaan. Adapun feodalisme adalah sistem yang diakui pada zaman kesewenang-wenangan kaisar-kaisar dan rohaniawan Nasrani terhadap orang miskin, dengan memotong tanah-tanah luas dan merampas orang miskin darinya, bahkan menjadikan mereka budak bagi pemilik feodal yang dijual bersama makhluk-makhluk feodal lainnya.

Setelah kematian “Karl Marx”, berturut-turut muncul perkumpulan-perkumpulan, individu-individu, dan pemimpin-pemimpin yang mengemban urusan komunisme, yang diberi makan oleh kebencian Yahudi dalam konspirasi, revolusi, dan fitnah yang saling menyusul di tangan orang-orang jahat dari kaum revolusioner komunis. Setelah “Karl Marx” dan “Friedrich Engels” datang setelah mereka “Stalin” dan “Lenin” hingga “Brezhnev”. Yang menonjol di antara mereka adalah “Lenin”, “Stalin”, dan “Trotsky”. “Lenin” memimpin revolusi komunis yang dahsyat melawan sistem kapitalis pada tahun 1913 hingga dia meninggal tahun 1924. Kemudian terjadi pertentangan antara “Stalin” dan “Trotsky”, “Stalin” si penguasa keras kepala itu berhasil keluar sebagai pemenang dengan konspirasi yang dilakukan dengan pembunuhan “Trotsky” tahun 1940. Urusan diserahkan kepada “Stalin” yang menegakkan komunisme yang kuat dan bangga di Rusia dan di negara-negara yang berada dalam orbitnya. Komunisme juga menguat dengan bergabungnya Tiongkok ke komunisme Marxis tahun 1950, dan partai-partai pun berdiri dan bermacam-macam. Namun yang terpenting dari partai-partai yang berdiri ini pada mulanya terwakili dalam dua partai yaitu: partai “Bolshevik” dan partai “Menshevik”. “Bolshevik” dan “Menshevik” berarti mayoritas dan minoritas, dan keduanya adalah partai dasar dalam pembentukan sosialisme komunis di Rusia untuk membalikkan sistem pemerintahan dan mengambil alih kekuasaan. Partai “Bolshevik” dengan pimpinan “Lenin” adalah mayoritas, karena itu mereka disebut “Bolshevik” yaitu anggota mayoritas, sedangkan partai “Menshevik” adalah minoritas yaitu lebih sedikit dari partai “Bolshevik”. Mereka dipimpin oleh “Plekhanov” dan semuanya berpegang pada prinsip-prinsip “Marx”, tetapi mereka berbeda dalam cara yang akan digunakan untuk mengubah Rusia menuju kemunculan komunisme. Mereka saling berebut mangsa, dan akhirnya berhasil atas tangan “Lenin” menguasai kekuasaan dan berpisah dari “Menshevik” secara permanen, dan membentuk Partai Komunis Rusia yang menghabisi elemen-elemen “Menshevik” kemudian. Perpisahan antara kedua partai telah muncul dalam Perang Dunia Pertama, di mana “Bolshevik” menyerukan perdamaian, sedangkan “Menshevik” menentang hal itu bahkan menentang kerja sama dengan partai-partai borjuis. Peristiwa-peristiwa terus berlanjut hingga datang “Lenin” sehingga “Bolshevik” menjadi mayoritas yang kemudian menghabisi “Menshevik” dalam pertentangan sengit, konspirasi dan tipu daya yang penuh kebencian, seperti api yang memakan sebagiannya jika tidak menemukan yang dimakan.

Berdirinya Negara Soviet, Keruntuhannya, Penyebaran Komunisme dan Tempat-tempat Pengaruhnya

Komunisme memerintah beberapa negara di antaranya: Uni Soviet, Tiongkok, Cekoslowakia, Hongaria, Bulgaria, Polandia, Jerman, Rumania, Yugoslavia, Albania, Kuba, dan Vietnam. Diketahui bahwa masuknya komunisme ke negara-negara ini adalah dengan kekuatan, api, dan dominasi kolonial. Oleh karena itu, sebagian besar rakyat negara-negara ini menjadi gelisah setelah mengenal komunisme dalam kenyataannya dan mengetahui bahwa komunisme bukanlah surga yang dijanjikan sebagaimana mereka gambarkan kepada mereka. Akibatnya, pemberontakan dan revolusi mulai muncul di negara-negara ini di sana-sini, seperti yang terjadi misalnya di Polandia, Hongaria, dan Cekoslowakia. Juga kamu hampir tidak menemukan dua negara komunis dalam harmoni yang permanen.

Adapun di dunia Islam, kaum komunis memanfaatkan kebodohan sebagian penguasa dan kerakusan mereka untuk memperkuat kursi-kursi mereka meski dengan mengorbankan agama. Komunisme menyapu Afghanistan dan mengungsikan rakyat muslimnya, juga menguasai beberapa negara Islam lainnya melalui agen-agennya. Mereka mendistribusikan jutaan booklet dan selebaran gratis di seluruh dunia yang menyeru kepada paham mereka. Komunisme telah mendirikan partai-partai untuknya di hampir semua negara Arab dan Islam, sehingga kita dapati partai-partainya di Mesir, Suriah, Lebanon, Palestina, Yordania, Tunisia, dan lainnya.

Komunisme runtuh di benteng-bentengnya setelah sekitar tujuh puluh tahun berdirinya pemerintahan komunis, dan setelah empat puluh tahun penerapan ide-idenya di Eropa Timur. Para pejabat tinggi di Uni Soviet sebelum bubarnya mengumumkan bahwa banyak prinsip Marxis tidak lagi layak untuk bertahan dan tidak mampu menghadapi masalah-masalah zaman dan tuntutannya, yang menyebabkan terbelakangnya negara-negara yang menerapkan sistem ini dibandingkan dengan negara-negara kapitalis sejenisnya. Demikianlah para pendukung pemikiran materialis komunis mundur dari penerapannya. Semua telah yakin bahwa itu adalah teori rusak yang mustahil diterapkan karena membawa dalam dirinya benih-benih kehancurannya. Telah tampak bagi mereka yang mempraktikkannya ketidakrealistisannya dan ketidakmungkinan penerapannya. Terbukti setelah keruntuhannya bahwa ia tidak berhasil menghapuskan nasionalisme-nasionalisme yang saling bermusuhan, bahkan menambah bara api mereka. Ia tidak memberikan kebebasan sedikit pun, bahkan selalu melakukan kebijakan kezaliman, penindasan, pengasingan, dan pembunuhan, serta mengubah pengikutnya menjadi kawanan manusia. Demikianlah semua ramalan “Karl Marx” gagal, dan nasib teori itu berakhir ke tempat sampah sejarah. Kemudian berakhir dengan bubarnya Uni Soviet itu sendiri dan namanya menjadi sekadar jejak dalam sejarah paham-paham destruktif.

Dan semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Nabi yang terpercaya, dan kepada keluarganya serta para sahabatnya dan salam.

 

 

Pelajaran 13: Penafsiran Materialistik terhadap Sejarah dan Tahapan-tahapan yang Diklaim serta Bantahan terhadapnya

Bismillahirrahmanirrahim

Hubungan Penafsiran Materialistik terhadap Sejarah dengan Teori Evolusi

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washshalatu wassalamu ‘ala ashrafil mursalin wa khatimin nabiyyin, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’d:

Materialisme historis -sebagaimana jelas dari penamaannya- adalah upaya menafsirkan sejarah manusia berdasarkan dasar-dasar materialistik yang diklaim oleh kaum komunis ateis sebagai dasar keberadaan alam semesta ini. Mereka mengatakan: Bahwa materi itu azali dan abadi, dan dialah yang menciptakan semua makhluk di alam semesta. Manusia adalah produk materi dan pemikiran adalah produk materi. Hukum-hukum materi itulah yang mengatur kehidupan sosial manusia. Kondisi material dan ekonomi itulah yang membentuk kehidupan manusia pada waktu kapan pun dan dalam tahap apa pun. Dialah asal dari mana terpancar ide-ide, perasaan-perasaan, institusi-institusi, dan sistem-sistem yang diciptakan manusia dalam kehidupannya. Dia selalu mendahului semuanya itu dan tidak pernah semuanya itu mendahuluinya dalam keadaan apa pun, karena materi mendahului kesadaran dan tidak mungkin kesadaran mendahului materi. Kondisi material dan ekonomi dalam perkembangan yang terus-menerus, maka ide-ide, perasaan-perasaan, institusi-institusi, dan sistem-sistem yang terpancar darinya juga terus berkembang, karena keterikatan dan keterpancarannya dari kondisi material dan ekonomi.

Kenyataannya adalah bahwa ada hubungan erat antara materialisme dialektis dan materialisme historis sehingga sulit memisahkan keduanya. Bahkan mereka sendiri mengatakan hal itu. Dalam buku (Materialisme Historis) disebutkan: “Bahwa materialisme dialektis dan materialisme historis tampak sebagai satu ilmu dan satu filsafat yang terpadu. Materialisme historis tidak dapat dipahami tanpa materialisme dialektis, dan materialisme dialektis tidak mungkin tanpa materialisme historis. Dengan apa kita menjelaskan hal itu? -masih kata pengarang buku-:

Pertama: Karena tidak dapat meletakkan pandangan materialistik dialektis tentang dunia secara keseluruhan jika tidak tersedia penafsiran materialistik terhadap kehidupan sosial, jika belum ditemukan bahwa masyarakat juga merupakan bentuk gerakan materi dan tunduk dalam perkembangannya kepada hukum-hukum objektif, seperti hukum-hukum alam yang materialistik dan dialektis. Maka dialektis tidak mungkin tanpa materialisme historis.

Kedua: Karena jawaban yang benar atas masalah dasar dalam filsafat berkisar pada prioritas materi dan sekundernya kesadaran. Jawaban atas masalah ini pada gilirannya tidak mungkin tanpa menjelaskan sebab dan bagaimana munculnya kesadaran manusia, dan peran yang dimainkan dalam hal itu oleh penerapan praktis sosial historis manusia. Karena jawaban atas pertanyaan ini diberikan oleh materialisme historis.”

Dalam buku yang sama juga disebutkan: “Bahwa pengubahan materialisme dialektis pasti mengarah pada penyimpangan materialisme historis. Materialisme historis tidak cocok dengan filsafat lain apa pun selain materialisme dialektis. Pengakuan terhadap materialisme historis dengan penyangkalan materialisme dialektis hanyalah kepalsuan murni, sofisme yang menjijikkan, demikian kata mereka.”

Mungkin pantas bagi kita memulai pembicaraan tentang materialisme historis dari titik hubungannya dengan Darwinisme dan teori evolusi, karena hal itu dapat menyinari beberapa konsepnya. Tidak penting bagi kita di sini untuk membahas detail teori “Darwin” sebanyak kepentingan kita membahas bisikan-bisikan teori ini dan pengaruhnya terhadap penafsiran materialistik sejarah.

Teori “Darwin” tentang evolusi dirangkum sebagai berikut. Dia berkata: Kehidupan muncul pertama kali dalam bentuk protoplasma yang merupakan asal kehidupan pada tumbuhan dan hewan. Setelah itu muncul hewan seperti cacing dan darinya moluska seperti siput, kemudian berkembang echinodermata seperti bintang laut, kemudian krustasea seperti kepiting. Kemudian muncul bentuk-bentuk baru hewan yaitu klan-klan dengan sifat-sifat yang baru muncul. Keberadaannya menunjukkan terjadinya revolusi besar dalam perjalanan kehidupan. Bentuk baru ini memiliki tali kuat yang memanjang sepanjang tubuh, berkembang melalui evolusi menjadi pembentukan vertebrata. Kemudian muncul vertebrata dan invertebrata. Setelah itu muncul amfibi dengan pernapasan seperti katak. Kemudian naik tangga evolusi dari amfibi ke reptil seperti ular dan buaya. Dari cabang-cabang reptil muncul burung dan mamalia. Dari mamalia muncul ular dan kera, kemudian muncul manusia.

Dari sini kita melihat bahwa dengan evolusi telah ada semua makhluk hidup, sehingga sebagiannya keluar dari sebagian lain sepanjang era-era geologi. Jadi manusia berkembang dalam tangga evolusi hewan hingga mencapai kedudukannya saat ini dan tidak diciptakan secara langsung. Tidak ada maksud dari penciptaannya, tetapi dia datang begitu saja akibat proses evolusi yang sangat lambat yang memakan waktu jutaan tahun. Teori “Darwin” sejak kemunculannya telah mendapat kritik keras dari banyak ilmuwan bahkan dari para Darwinis sendiri.

Tetapi mengapa para ilmuwan Barat dan mereka yang terpengaruh dari kalangan ilmuwan Timur Islam berpegang teguh pada teori ini meskipun banyaknya keberatan dan kritik yang ditujukan kepada teori ini?

Itu adalah perpecahan yang malang dan permusuhan buas yang terjadi antara agama Nasrani yang sudah diselewengkan di Eropa dengan ilmu pengetahuan. Darwinisme telah meninggalkan jejak yang sangat berbahaya dalam pemikiran Barat, yang terpenting di antaranya: runtuhnya akidah agama. Nasrani yang diselewengkan dulunya -dan masih- meyakini bahwa Allah Azza wa Jalla menciptakan Adam dan Hawa serta melarang keduanya memakan dari pohon itu, lalu keduanya memakannya sehingga melakukan dosa yang tidak terampuni. Ketika “Darwin” datang dengan teorinya yang menyatakan bahwa manusia tidak diciptakan secara langsung, akibatnya adalah goyahnya iman kepada Adam dan Hawa, taman Eden, dan dosa yang menjadi dasar bangunan iman Nasrani. Selama orang Eropa hanya mengenal agama Nasrani yang diselewengkan, maka dia akan mendapati dirinya secara otomatis menjadi atheis terhadap akidah yang berdiri atas dasar yang batil menurut pandangan ilmu Darwin.

Dan diantara dampak teori ini juga terhadap pemikiran Eropa adalah peniadaan konsep tujuan dan maksud. Agama-agama datang untuk mengingatkan bahwa keberadaan manusia memiliki tujuan dan maksud di bumi ini. Ketika teori “Darwin” muncul di panggung pemikiran Eropa, ia dengan cepat menyatakan bahwa manusia adalah hasil dari kuman yang mengalami perkembangan evolusi hingga mencapai kondisinya saat ini, dan bahwa faktor-faktor alam buta yang bergerak secara acak – sebagaimana dikatakan “Darwin” – berada di balik proses evolusi ini. Berdasarkan hal tersebut, maka sia-sia mencari tujuan dan maksud dari penciptaan manusia.

Dan diantara dampak teori ini juga adalah sifat kebinatangan dan materialisme manusia. Pemikiran ini telah mengguncang masyarakat Eropa dengan keras, dan mengarahkan pukulan terbesar dalam penghinaan terhadap martabat manusia yang pernah dikenal umat manusia. “Darwin” telah berkata: “Asal-usul manusia adalah kuman kecil!”.

Sugesti tentang sifat kebinatangan manusia ini menambah berbahaya masalah tersebut, dan bertambah lagi dari sugesti tentang ketundukan manusia pada hukum-hukum materi dan pengendaliannya atas dirinya, dan inilah sugesti materialistik dari teori tersebut. Teori “Darwin” memberikan penjelasan tertentu tentang evolusi kehidupan dari makhluk bersel tunggal hingga manusia, tetapi ia menetapkan sejumlah prinsip. Prinsip-prinsip ini mempengaruhi materialisme dialektik dan materialisme historis, diantaranya bahwa alam menciptakan segala sesuatu dan tidak ada batas kemampuannya dalam menciptakan, bahwa alam bergerak secara acak yaitu tidak memiliki maksud tertentu dari penciptaan dan tidak memiliki tujuan dari hal itu, bahwa kondisi-kondisi materi yang mengelilingi makhluk hidup adalah yang mengatur kehidupannya sebagaimana mengatur evolusinya, bahwa makhluk hidup tidak bebas dalam memilih cara hidupnya atau cara evolusinya, melainkan hal itu dipaksakan kepadanya dari luar wujudnya oleh kondisi-kondisi materi yang mengelilinginya, bahwa manusia bukanlah ciptaan yang berdiri sendiri melainkan dia adalah ujung dari rangkaian evolusi hewan yang mendahului keberadaannya, dan bahwa dalam evolusinya yang pertama – yang mengantarkannya pada kondisinya saat ini – ia dikuasai oleh kondisi-kondisi materi yang sama yang mengatur garis evolusi sebelumnya, dan bahwa tidak ada sesuatu yang tetap di dunia makhluk hidup karena hukum evolusi adalah yang mengatur kehidupan dan mengatur makhluk hidup, mengaturnya dari luar wujudnya dan tanpa tunduk pada kehendaknya serta secara pasti.

Dan mungkin telah jelas sekarang betapa banyaknya materialisme dialektik dan materialisme historis mengambil dari Darwinisme dan teori evolusi, tetapi mari kita lihat perkataan mereka sendiri untuk melihat apa yang mereka katakan dalam hal ini…

“Kronworth” berkata dalam bukunya (Pengantar Materialisme Historis): “Dan materialisme historis memberikan dasar bagi ilmu sosial dengan cara yang sama seperti teori evolusi memberikan melalui seleksi alam dasar bagi ilmu biologi. Spesies apa pun yang dipelajari, ia telah berevolusi melalui seleksi alam, dan ini menentukan semuanya sesuai sifatnya. Demikian pula masyarakat apa pun yang dipelajari, ia menjadi seperti keadaannya dengan adaptasi hubungan produksi dengan produksi dan ide-ide serta institusi dengan hubungan produksi.”

Dan dalam buku (Asal-usul Filsafat Marxis) dikatakan: “Dan tiga penemuan berikut memiliki pengaruh besar dalam hal itu: penemuan sel hidup yang darinya berkembang tubuh-tubuh kompleks, dan penemuan transformasi energi dari panas dan listrik dan magnet dan energi kimia, maka itu adalah bentuk-bentuk berbeda secara kualitatif dengan realitas materi yang satu, dan teori transformasi pada “Darwin”. Dan teori ini telah menunjukkan berdasarkan fosil dan ilmu peternakan bahwa semua makhluk hidup – termasuk manusia – adalah buah dari evolusi alam.”

Dan dalam buku (Dasar-dasar Materialisme Dialektis dan Materialisme Historis) dikatakan: “Dan dengan demikian perkembangan ilmu mempersiapkan dan khususnya tiga penemuan dalam ilmu alam – hukum kekekalan energi dan teori pembentukan seluler makhluk hidup dan teori evolusi “Darwin” – premis-premis ilmiah untuk kemenangan teori materialistik dialektis tentang dunia, yang disusun oleh “Karl Marx” dan “Frederick Engels”.”

Penafsiran Materialistik Sejarah dan Tahap-tahap yang Diklaim serta Sanggahan Terhadapnya

Kita katakan: bahwa sejarah manusia ditemukan melalui materi dalam konsep-konsep para komunis ini, maka mereka menafsirkan sejarah manusia dengan cara dialektika materialistik, berdasarkan bahwa hukum materialisme dialektik adalah yang membuat sejarah manusia tanpa campur tangan darinya, bahkan kehidupan masyarakat mana pun adalah buah dari realitas materinya, dan kehidupan mental manusia adalah pantulan dari realitas ini, dan kehidupan sosial bukanlah buah dari ide-ide sebelumnya, melainkan kehidupan sosial manusia adalah yang menentukan kesadaran mereka, maka materi mendahului pikiran dan mengendalikannya – menurut klaim para atheis.

Sejarah manusia demikian juga dibuat oleh materi yang berkembang tanpa kehendak kolektif dari mereka; karena pencarian setiap individu untuk mewujudkan tujuannya dan apa yang muncul setelah itu dari perbedaan kehendak, dan pengaruh kehendak-kehendak itu pada dunia luar adalah persis apa yang membentuk sejarah bagi semua masyarakat yang muncul, sesuai kondisi materi mereka. Dan sejarah itu sendiri melalui tahap-tahap yang dalam mazhab atheis Marxis terwakili dalam hal berikut:

Tahap Pertama: Komunalisme primitif. Tahap Kedua: Perbudakan. Tahap Ketiga: Feodalisme. Tahap Keempat: Kapitalisme. Tahap Kelima: Sosialisme yang mempersiapkan komunisme. Tahap Keenam: adalah komunisme akhir, dan tahap keenam ini adalah yang di dalamnya semua kelas dihapuskan – sebagaimana mereka klaim.

Para peneliti telah menyebutkan bahwa sulit – sebagaimana kita katakan – membayangkan pemisahan antara materialisme dialektik dan materialisme historis. Yang dapat diamati bahwa penafsiran materialistik sejarah tidak menafikan nilai-nilai dan akhlak yang dikeluarkan manusia, namun ia menafikan bahwa nilai-nilai atau akhlak atau seluruh perilaku itu memiliki keberadaan sebelum keberadaan materi dan kondisi ekonomi, atau bahwa nilai-nilai dan akhlak itu memiliki ketetapan permanen, atau bahwa nilai-nilai dan akhlak itu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, melainkan perkembangan sejarah masyarakat manusia adalah sebelum segalanya tergantung pada perkembangan produksi materi manusia. Sejarah manusia bertumpu pada dasarnya pada kepentingan materi yang menghubungkan manusia satu sama lain, bukan atas dasar agama atau politik atau akhlak yang tetap, karena semua nilai dalam konsep mereka adalah fatamorgana yang tidak memiliki nilai, dan tujuan menurut mereka membenarkan cara sepanjang sejarah manusia menurut penafsiran mereka.

Adapun mengenai sejauh mana kebenaran tahap-tahap yang diklaim komunisme, kita katakan: bahwa apa yang diklaim “Marx” bahwa sejarah manusia dan apa yang mereka lalui dalam kehidupan mereka dari berbagai perkara, itu hanyalah akibat dari cara mereka dalam produksi, itu tidak lain adalah kebohongan murni; sesungguhnya kehidupan manusia dan penghidupan mereka serta perubahan-perubahan yang mereka lalui tidak hanya tergantung pada produksi, dan realita adalah saksi terbaik bahwa yang mengubah masyarakat mungkin adalah banyak hal, selain melimpahnya produksi atau sedikitnya produksi. Kelompok-kelompok yang berbeda dan penganut mazhab-mazhab positif dan penjajahan manusia atas sebagian yang lain, dan perang-perang yang menyala di antara mereka dan kekayaan dan kemiskinan yang mereka lalui, dan lainnya semuanya adalah faktor-faktor yang menyebabkan perubahan dalam masyarakat dan tidak ada cara untuk mengingkari ini, yang menunjukkan bahwa masalah produksi hanyalah bagian dari bagian-bagian banyak yang menyebabkan perubahan dalam masyarakat, dan bukan hanya uang sebagaimana ditetapkan para atheis.

Demikian juga apa yang diklaim para Marxis bahwa sejarah manusia melewati tahap-tahap sebelumnya, hingga sampai pada komunisme, itu semuanya dalam kenyataannya adalah klaim-klaim kosong yang bohong, dan telah tampak kebohongannya karena “Marx” mengklaim bahwa dunia Barat yang maju akan meninggalkan kapitalisme dan beralih pasti kepada sosialisme komunis, maka yang terjadi adalah kebalikannya yang benar dimana dunia maju menolak ide komunisme, dan negara-negara yang relatif terbelakang seperti Rusia dan China yang menerimanya. Dan telah mulai muncul di negara-negara itu kembali kepada kapitalisme secara perlahan-lahan, terutama setelah komunisme mulai sekarat. Sebagaimana apa yang mereka ramalkan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan menunjukkan kontradiksi mereka; karena mereka tidak beriman pada sesuatu apa pun di masa depan yang ditunjukkan akal, melainkan beriman pada apa yang ditunjukkan realitas yang disaksikan yang dihasilkan alam saja, sampai komunisme mati tanpa manusia beralih kepada komunisme akhir, yang mereka klaim akan menghabisi semua kelas, maka tampaklah kebohongan komunisme secara keseluruhan dan detail.

Adapun mengenai tahap pertama – yaitu komunalisme primitif – yang diklaim para atheis bahwa manusia muncul secara primitif seperti kawanan hewan, kemudian mulai berkembang hingga mampu memproduksi alat-alat kerja dalam perkembangan bertahapnya yang lambat, dan bahwa ia sempurna berkat kerjasama yang terjadi di antara individu manusia, dan bahwa mereka mampu merebut kehidupan mereka dari alam yang melawan mereka dan mereka melawannya. Kemudian mereka menambahkan pada kebohongan ini kebohongan lain; yaitu bahwa perkembangan itu telah sempurna pada manusia tanpa kehendak dan kesadaran mereka, dan bahwa mereka menang atas alam berkat kerjasama komunal mereka dalam pertanian dan industri dan lainnya. Namun ketika sebagian individu manusia beralih kepada produksi individual bukan komunal, muncul kontradiksi antara kepemilikan sosial dan sifat individual dari proses produksi, maka kondisi ini bertabrakan dan bertentangan dengan keinginan kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi, dan menghasilkan penghapusan sistem primitif komunal, sebagai keniscayaan alam bagi perkembangan berkelanjutan dalam kehidupan yang memotong garis jalannya.

Kemudian muncul setelah itu pertarungan kelas atas kepentingan materi, maka mulai dari sini sejarah pertarungan kelas dalam masyarakat akibat perkembangan-perkembangan berturut-turut, dan akibat kehidupan manusia yang bertabrakan dengan sistem kapitalis yang mewakili dominasi pemilik modal atas orang miskin dan atas ide-ide secara umum. Kemudian menghasilkan juga munculnya masalah perbudakan yang datang, dan inilah tahap kedua dari tahap-tahap yang diklaim para atheis muncul akibat pertarungan kelas antara yang menang dalam perang dan yang kalah di satu sisi, dan antara pemilik uang yang berpiutang dengan orang miskin yang berhutang di sisi lain. Dan karena sebab-sebab materi juga runtuh perkara perbudakan secara bertahap; karena ia tidak lagi menjadi perdagangan yang menguntungkan sebagaimana mereka katakan. Dan juga karena mereka yang kalah dan miskin itu ketika merasakan dalam periode dari periode sejarah mereka perbudakan dan penghambaan yang mereka alami; mereka ingin membalas dendam untuk diri mereka sendiri sebagaimana halnya hewan-hewan lain yang ikut serta dengan mereka dalam asal mula yang pertama.

Dan terjadi pertarungan kelas yang keras antara orang miskin dan orang kaya, di mana orang miskin menang dan menjadikan orang kaya pada akhirnya sebagai budak, untuk memulai pertarungan juga dengan segenap kekuatan seperti mereka adalah kawanan banteng yang bertarung. Dan di sini agama campur tangan untuk menjadi alat spiritual untuk memperbudak massa, dan menegakkan semua bentuk kondisi sosial saat ini dengan apa yang dijanjikannya, setelah mereka bersabar atas apa yang mereka alami dari bencana dan kehinaan. Dan sistem perbudakan bertambah kejam dan penuh pertarungan, maka muncul feodalisme. Begitulah penjelasan mereka tentang munculnya perbudakan dan tampilnya agama serta berakhirnya perbudakan. Dan semua ini – sebagaimana kita perhatikan – hanyalah asumsi-asumsi bodoh dan mereka tidak memiliki dalil apa pun kecuali pendapat-pendapat mereka yang mereka bayangkan dalam munculnya perbudakan dan feodalisme, dan lainnya dari pembagian-pembagian yang mereka adakan. Dan karena mereka tidak mengetahui bahwa hikmah Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki agar para nabi bukan dari golongan pemilik kekayaan atau kedudukan, maka mereka menyangka – dan sangkaan adalah paling dusta dari perkataan – bahwa para nabi hanya datang dengan apa yang mereka bawa sebagai pemeliharaan dari mereka untuk menjaga harta dan perdagangan mereka, dan agar orang-orang pekerja tetap menjadi budak bagi mereka selama-lamanya jika mereka bersabar atas apa yang mereka alami. Dan sebagaimana kita ketahui, tipuan ini tidak ada tempatnya kecuali di kepala Iblis dan siapa yang mengikutinya dari para atheis pemilik khayalan-khayalan sakit.

Adapun tahap ketiga dari tahap-tahap mereka yaitu tahap feodalisme, yang para atheis jelaskan kemunculannya bahwa dunia terdiri dari dua kelas: yaitu kelas pemilik tanah besar dan kelas tokoh agama, dan sisa manusia dipekerjakan dan diperbudak untuk kedua kelas ini. Ketika muncul alat-alat produksi yang berkembang seperti bajak besi dan alat-alat baru lainnya, muncul feodalisme dengan kuat, dan mereka yang diperbudak menjadi di bawah belas kasihan pemilik tanah dan di bawah belas kasihan pemilik kedudukan, bekerja untuk kepentingan mereka dan tidak mendapat kecuali apa yang dimurahkan tangan orang-orang kaya itu. Pada saat yang sama orang-orang kaya dan tokoh agama telah bersekutu untuk menjaga kelas miskin itu tetap terpisah dari pemikiran yang benar tentang keadaan mereka. Tetapi setelah waktu berlalu para petani sadar dan melihat apa yang menimpa mereka dari kedzaliman, maka mereka memberontak melawan kelas-kelas kaya dan agama itu untuk mengangkat kezaliman yang keterlaluan dari mereka. Tetapi pemberontakan mereka lebih lemah dari menggulingkan kelas-kelas kaya dan agama itu karena yang datang:

Pertama: karena ia pemberontakan yang tidak terorganisir. Kedua: karena kebutuhan keras orang-orang miskin. Ketiga: karena kekuatan kuat yang dijadikan benteng oleh orang-orang kaya dan penguasa agama…

Namun perkembangan urusan ekonomi mulai merendahkan keangkuhan pemilik kekayaan dari golongan feodal, untuk menggantikan kapitalisme mengganti feodalisme dalam gerakan-gerakan perkembangan berturut-turut, berjalan sesuai khayalan-khayalan penyusun Marxisme, terlepas dari benar atau tidaknya penjelasan ini. Maka Islam menganggap semua kondisi itu batil dan jahiliyah yang buruk, yang tidak Allah turunkan padanya kekuasaan, dengan asumsi adanya kondisi-kondisi itu dalam gambaran yang dibayangkan “Marx” dan pengikut-pengikutnya, maka tidak boleh menolak kebenaran dengan kesalahan dan perkiraan.

Adapun tahap keempat – yaitu tahap kapitalisme borjuis – maka ia muncul sebagaimana kata para komunis atheis karena beberapa sebab; diantaranya: penguasaan kelas ini pada dasarnya atas sumber-sumber uang dan kestabliannya di tangan mereka, dan penemuan mesin-mesin modern yang menggantikan tenaga kerja dari kelas-kelas feodalisme dan perbudakan; karena tidak memproduksi dengan banyaknya yang diproduksi mesin-mesin itu. Maka keadaan perbudakan menjadi bertentangan dengan keadaan feodalisme, lalu menghapus pada gilirannya keadaan feodalisme yang berdiri atas penghambaan para pekerja untuk bekerja bagi para feodal bangsawan. Dan semua orang mencari modal kemudian bertambahnya ukuran perdagangan di Eropa mengganti pertanian.

Yang dapat diamati bahwa mereka yang meminta pekerjaan dengan tangan mereka, peran mereka tidak cukup untuk mengisi apa yang dibutuhkan gerakan industri yang kuat, sebagaimana halnya dengan mesin-mesin modern. Dan ini pada gilirannya menimbulkan reaksi pada para pekerja untuk menghancurkan feodalisme yang bersandar pada mesin-mesin modern, karena kontradiksi dengan kekuatan-kekuatan produktif yang berkembang dari satu sisi, dan kebutuhan para pekerja dari sisi lain untuk bekerja dan mencari nafkah. Dan ini pada gilirannya telah menyiapkan suasana untuk meningkatnya kekuatan kapitalisme, yang selalu berusaha untuk menambah produksi dan keuntungan melimpah, dan apa yang muncul di antara individu-individunya dari kerjasama yang berbuah dalam berbagai bidang. Dan mereka menjadikan eksploitasi satu kelas manusia atas kelas lain sebagai dasar peradaban; agar terjadi kontradiksi yang mengantarkan satu kelas kepada keunggulan atas kelas lain, maka tidak ada kejahatan bagi satu kelas kecuali ia adalah kebaikan bagi kelas lain, dan begitulah pertarungan terus-menerus demi kelangsungan hidup.

Sebagaimana berkumpulnya bangsa-bangsa dan persatuan mereka hanya kembali – menurut penafsiran mereka – kepada kepentingan ekonomi, yang menjadi dasar kapitalisme. Namun kapitalisme menjadi bertentangan dengan kepentingan kelas “Proletariat” yaitu kelas pekerja, maka wajib bagi para pekerja ini untuk melawan kelas kapitalisme, dan menggulingkannya dengan cara-cara revolusioner, dan menggantikannya dengan sistem komunis yang menampung kontradiksi-kontradiksi itu dan membersihkannya, dalam masyarakat yang tidak ada kelas-kelas yang saling mengeksploitasi, melainkan di dalamnya ada satu kelas di mana produksi menjadi milik bersama dengan negara. Dan ini adalah tipuan komunis yang hebat, tetapi pertarungan ini tidak memindahkan manusia langsung dari kapitalisme ke sosialisme, melainkan melalui tahap-tahap bertahap sebelum peralihan mereka dari kapitalisme ke sosialisme kemudian ke komunisme, yang mewujudkan bagi mereka prinsip: dari setiap orang sesuai kemampuannya dan untuk setiap orang sesuai kebutuhannya, dan yang terwujud dengan usaha-usaha besar dari kerja berkesinambungan untuk menambah produksi agar terwujud kaidah tersebut.

Dan demikianlah menjadi jelas sekali bahwa penjelasan-penjelasan komunis semuanya berdiri di atas khayalan-khayalan dan bayangan-bayangan semata, tidak ada yang menopangnya, bahkan bertentangan dengan akal dan kemaslahatan, bertentangan dengan agama dan dunia. Dan apa yang mereka bayangkan tentang permulaan masyarakat komunal dan munculnya perbudakan, feodalisme, kapitalisme kemudian sosialisme yang mengantarkan kepada komunisme; semua mata rantai ini adalah asumsi-asumsi dan perkiraan-perkiraan belaka. Dan yang pertama menunjukkan kebohongan mereka dalam hal ini adalah bahwa mereka tidak mampu menentukan permulaan setiap tahapan dan munculnya tahapan yang mengikutinya dengan penentuan yang tepat, padahal seandainya mereka menentukannya pun tidak dapat diterima dari mereka karena tidak adanya dalil-dalil yang dapat diterima akal. Dan bahwa mereka telah merangkai peristiwa-peristiwa tersebut untuk sampai kepada kesimpulan yang mereka tujukan, yaitu menampilkan komunisme sebagai buah-buah lezat yang matang setelah kesungguhan dan kerja keras, dan perkembangan keadaan dari satu keadaan ke keadaan lain, dan untuk menampilkan komunisme juga dengan penampilan penyelamat bagi kesengsaraan umat manusia sepanjang sejarah kehidupan manusia di muka bumi. Dan betapa tingginya suara-suara itu dan betapa banyak korban yang diambilnya dalam perjalanannya, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di hari-hari “Gorbachev”, yang menjabat sebagai presiden Uni Soviet setelah “Yuri Andropov” dan “Brezhnev”. Dan kebatilan itu memiliki kekuasaan kemudian lenyap.

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah merobek-robek Uni Soviet berkeping-keping, dan tidak ada sedikit pun keraguan di kalangan orang-orang berakal bahwa tafsiran orang-orang ateis terhadap sejarah manusia adalah kesesatan besar dari kesesatan-kesesatan komunisme, dan pengabaian yang nyata terhadap sejarah umat manusia, serta penghapusan wajah yang bersinar dari sejarah umat manusia di berbagai zaman, ketika tafsiran ini tidak mengakui nilai akhlak atau agama atau budaya atau sosial apa pun, sebelum munculnya penyembahan terhadap materi yang bisu. Maka tafsiran ini berdiri di atas pandangan ekonomi semata, tidak ada nilai bagi sesuatu apa pun kecuali melalui pandangan sempit dan batil ini yang tidak mereka ketahui selainnya.

Sesungguhnya sejarah manusia penuh dengan peristiwa-peristiwa yang berbeda sepanjang malam dan siang, sebagiannya berupa peristiwa-peristiwa besar dan sebagiannya kecil, dan sebagiannya materi memiliki campur tangan di dalamnya, dan sebagiannya tidak ada hubungannya dengan materi dengan sebab yang paling kecil sekalipun. Bahkan sejarah telah mencatat peristiwa terbesar dalam wujud ini dalam periode waktu yang singkat, dan bekasnya masih jelas dan kuat akan tetap demikian sampai Allah Subhanahu wa Ta’ala mewarisi bumi dan segala yang ada di atasnya, yaitu Islam dengan ajaran-ajarannya yang luhur dan sistem-sistemnya yang adil. Bagaimana Islam itu muncul? Dan apa sebab-sebab yang menyebabkan perubahannya terhadap konsep-konsep sebelumnya secara terbalik? Dan keadaan ekonomi mana yang mengharuskan kemunculannya dalam keadaan seperti itu?

Dan jawaban di sisi orang-orang yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memerlukan pengerahan pikiran dan tidak memerlukan ijtihad, karena jawaban datang dengan sendirinya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakan dan menampakkannya pada waktu yang dikehendaki hikmah-Nya tanpa pergulatan materi apa pun. Dan karena itulah tafsiran Islam terhadap sejarah manusia – dan kejadiannya di alam semesta ini – dari hal yang jelas bahwa berbeda secara mendasar dengan tafsiran materi baginya di sisi orang-orang ateis. Hal itu karena Islam menetapkan bahwa manusia memiliki konsepnya yang khusus baginya, dan bahwa dia berbeda dari sisa makhluk-makhluk yang bertetangga dengannya di dunia ini, maka dia adalah pemikir dan memiliki akal dan pembeda yang mengatur urusan-urusan dan mengendalikannya sesuai dengan kemaslahatan dan kehendaknya, dan dialah yang mengendalikan materi dan bukan materi yang mengendalikannya dan bertindak padanya sebagaimana dalam konsep komunis. Maka dalam Islam, sejarah manusia muncul dari kehidupannya dan pemikirannya dan amalnya dan orientasinya, dan apa yang diterimanya dari ajaran-ajaran ilahi melalui tangan-tangan rasul-rasul Allah alaihimus shalatu was salam dan bukan dari materi.

Sejarah manusia dalam Islam dimulai dari penciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala baginya dari tanah bumi, kemudian peniupan ruh padanya kemudian penurunannya ke bumi dan penjadinya sebagai khalifah di dalamnya, dan pelaksanaannya atau ketidakpelaksanaannya terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan perilaku baiknya dan buruknya, dan apa yang ditulis manusia dalam halaman-halaman kitabnya yang akan dibacanya pada hari kiamat, dan apa yang mengikuti hal itu berupa hisab dan pahala dan siksa. Dan tidak diragukan bahwa konsep-konsep ini jauh sekali dari sejarah manusia materi sebagaimana dibayangkan komunisme, yang merendahkan manusia ke tempat yang hina, dan tidak mengakui baginya kedudukan tinggi itu yang menyerupai malaikat dalam tingginya ruh jika dia taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertakwa kepada-Nya…

Sisi ini diabaikan oleh komunisme, dan tidak memandangnya kecuali bahwa manusia adalah hewan yang bodoh, tidak ada yang menjadi perhatiannya kecuali perutnya dan kemaluannya dan tidak ada sebutan bagi ruhnya dan keistimewaan-keistimewaannya yang banyak. Dan tidak ada di dalamnya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala membentuk manusia dari jasad dan ruh, dan bahwa keduanya menuntut haknya dan makanan jasmani dan rohaninya dengan tuntutan yang gigih. Dan tidak ada di dalamnya bahwa tidak boleh manusia menguasakan salah satu dari keduanya atas yang lain sampai batas pengabaian sebagaimana ditetapkan komunisme.

Maka keseimbangan ini tidak ada kecuali dalam Islam supaya tercapai keseimbangan yang sesungguhnya di antara keduanya, karena Islam tidak menguduskan jasad dan syahwat-syahwat indriawinya saja dan tidak menguduskan ruh sampai batas berlebihan padanya, melainkan Islam menyeimbangkan di antara keduanya dan menjadikan keduanya sekutu yang bersatu bukan yang bertentangan, sebagaimana halnya sistem-sistem jahiliah materi. Dan kita dapat mengatakan bahwa jika kemunculan komunisme sebagai akibat materi yang berdiri dengan kekerasan dan kesombongan, maka kita telah melihat akhirnya yang memalukan, sedangkan Islam yang berdiri di atas akidah yang benar dan keadilan yang sempurna menang dan orang-orang terpengaruh dengannya, dan mencintainya dan menimbulkan dalam diri mereka kekuatan yang dahsyat yang terpendam, maka Islam memecahkannya dan menerangi seluruh bumi, dan tidak berdiri di atas kekerasan dan tidak di atas pergulatan materi dan kelas. Seandainya Islam kemunculannya karena faktor-faktor materi niscaya berakhir dalam keadaan seperti itu ketika hal itu berakhir, atau seharusnya muncul kekuatan sepertinya setiap kali keadaan itu terulang.

Tafsiran Materi terhadap Manusia dan Nilai-nilai Kemanusiaan

Tafsiran Materi terhadap Manusia:

Kita telah melihat bahwa teori Darwin yang palsu menyebutkan bahwa manusia adalah hewan, kembali kepada keturunan kera kemudian berkembang dengan perbuatan materi sehingga menjadi manusia. Dan dengan penurunan manusia ini dalam teori “Darwin” kecuali bahwa orang-orang ateis tidak cukup dengan hal itu, bahkan menambahkan baginya dorongan-dorongan ke bawah dalam penurunan, maka mereka menganggap pikiran manusia yang membedakannya dari seluruh hewan menjadikannya hasil dari materi semata tidak ada nilainya. Jasad materi ya, banyak nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakannya di dalamnya, tetapi nikmat-nikmat ini terjadi bagi manusia darinya kehormatan yang besar yang mengeluarkannya sama sekali dari sifat materinya, dan kehormatan ini adalah peniupan Allah Subhanahu wa Ta’ala ruh padanya maka dia menjadi besar, dan kehormatan ini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikannya sebaik-baik makhluk. Tetapi orang-orang ateis bertentangan maka mereka membedakan antara materi dan materi dan berkata: “Sesungguhnya manusia adalah sebaik-baik makhluk juga”, maka bagaimana layak bagi mereka untuk berkata: “Sesungguhnya manusia adalah pemimpin alam semesta ini selama manusia diciptakan dengan perbuatan materi?!” Berbenturannya pikiran-pikiran orang-orang ateis tanpa kepedulian apa pun dari mereka terhadap hal itu.

Tafsiran Materi terhadap Nilai-nilai Kemanusiaan:

Selama orang-orang ateis menetapkan bahwa manusia adalah materi maka konsep nilai-nilai menjadi perkara-perkara yang tidak ada nilainya, karena materi tidak bersifat dengan nilai rohani atau jiwa atau akhlak apa pun, dan inilah kenyataan yang mereka tetapkan. Maka nilai-nilai menurut mereka semuanya tidak memiliki sifat tetap melainkan cerminan dari keadaan-keadaan ekonomi. Dan tafsiran materi terhadap nilai-nilai ini tampak di dalamnya hal-hal berikut:

Pertama: Pembesaran faktor materi ekonomi, dan menjadikan faktor ini sebagai dasar segala sesuatu dalam kehidupan manusia.

Kedua: Mereka mengklaim bahwa semua nilai tidak ada ketetapannya, akhlak dan nilai-nilai dan keimanan kepada kekuatan gaib dan kekompakan keluarga dan pemeliharaan adat-istiadat kesukuan, semua ini mereka anggap tidak ada ketetapannya dan tidak ada tempatnya dalam teori dan mazhab mereka. Bukankah ini termasuk pertentangan bahwa dikatakan: “Sesungguhnya masyarakat-masyarakat pertanian kuno mereka hidup dalam keharmonisan yang sempurna dan ketenangan dan akhlak yang tinggi”, sedangkan yang terlambat hari ini digambarkan bahwa mereka dalam kemajuan yang tinggi dan kesadaran yang sempurna dan peradaban yang mulia, dan mereka membawa dalam dada mereka hati-hati yang penuh dendam dan permusuhan dan tidak ada yang peduli kepada siapa pun. Maka seharusnya membalik perkara sama sekali, tetapi untuk menambah pertentangan mereka dengan pertentangan dan untuk menambah mazhab mereka dengan keruntuhan sehingga berakhir mazhab ini kepada kebatilan yang sempurna.

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala bershalawat atas penghulu kami Muhammad An-Nabiyy Al-Amiin dan atas keluarganya dan sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 14: Nasseris dan Ba’athis

Bismillahirrahmanirrahim

Definisi Nasserisme dan Pendiriannya serta Tokoh-tokoh Terkemuka di Dalamnya

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb semesta alam, dan shalawat serta salam atas yang paling mulia di antara para rasul dan penutup para nabi, penghulu kami Muhammad An-Nabiyy Al-Amiin dan atas keluarganya dan sahabatnya semuanya.

Amma ba’du:

Nasseris dan Ba’athis:

Nasserisme:

Nasserisme adalah gerakan nasionalis Arab yang muncul dalam naungan pemerintahan Gamal Abdul Nasser, presiden Mesir dari tahun 1952 hingga tahun 1970 Masehi, dan berlanjut setelah kematiannya sebagaimana mengambil namanya dari namanya, dan mengadopsi gagasan-gagasan yang didakwahkan oleh Gamal Abdul Nasser, yaitu kebebasan, sosialisme, dan persatuan, dan ini adalah gagasan-gagasan yang sama dengan partai-partai nasionalis kiri Arab lainnya.

Pendirian Nasserisme dan Tokoh-tokoh Terkemuka di Dalamnya:

Yang pertama melontarkan istilah Nasserisme adalah wartawan Muhammad Hasanain Haikal, dan dia adalah wartawan yang menemani Abdul Nasser pada masa pemerintahannya, dan menjadi terkenal di dunia Arab. Hal itu dalam artikelnya di koran Al-Ahram, pada tanggal empat belas bulan Januari tahun 1972 Masehi. Dan setelahnya datang Kamal Rif’at dan menerbitkan pada tahun 1976 sebuah buku kecil berjudul (An-Nashiriyyun/Nasseris) yang menyebutkan di dalamnya prinsip-prinsip Nasserisme dan tujuan-tujuannya.

Dan Dr. Abdul Qadir Hatim yang pernah menjadi menteri pada masa Abdul Nasser telah memformulasikan mazhab Nasseri, dan memformulasikan mazhab Nasseri ini dalam pidato peringatan untuk Gamal Abdul Nasser, sebagaimana dimuat dalam koran Al-Akhbar pada tanggal dua bulan Oktober tahun 1970 Masehi, ketika dokter ini berkata: “Telah menjadi di dunia hari ini sebuah mazhab politik yang khas yang dinisbatkan kepada Abdul Nasser.” Dan peradilan Mesir telah menyetujui pengumuman Nasserisme sebagai partai dengan nama Partai Demokratik Nasseri, yaitu pada hari Senin tanggal delapan belas Syawal tahun seribu empat ratus dua belas Hijriah, yang bertepatan dengan 20 bulan April tahun 1992 Masehi. Dan Partai Demokratik Nasseri ini dipimpin oleh Dhiya’uddin Dawud, dan dia adalah seorang pengacara dan anggota Majelis Rakyat Mesir. Dan ada di antara para pemimpin negara-negara Arab yang menyatakan bahwa dia berjalan mengikuti jejak Gamal Abdul Nasser, seperti: Qadhafi presiden Jamahiriyah Libya dan lainnya.

Tinjauan Sejarah atas Pendiri Nasserisme yaitu Gamal Abdul Nasser

Tinjauan Sejarah atas Pendiri Nasserisme:

Gamal Abdul Nasser:

Gamal Abdul Nasser pada awal hidupnya sering datang ke markaz Ikhwanul Muslimin untuk mendengar ceramah Selasa Ustadz Hasan Al-Banna dan lainnya, dan ini sejak tahun 1942. Dan hal ini disebutkan oleh salah seorang temannya yaitu Abdul Mun’im Abdul Ra’uf dalam memoarnya. Dan disebutkan juga dalam memoarnya bahwa pada awal tahun 1946 Gamal Abdul Nasser bersama sekelompok perwira, mereka membai’at Ikhwanul Muslimin untuk berkorban dalam jalan dakwah Islam. Tetapi Abdul Nasser mulai menjalin hubungan dengan intelijen Amerika pada waktu yang dini, sebagian mereka mengembalikan hubungan ini kepada jauh sebelum revolusi, dan sebagian sebagaimana disebutkan salah seorang temannya -yaitu Khalid Muhyiddin- berbicara tentang hubungan Gamal Abdul Nasser dengan intelijen Amerika, sejak Maret tahun 1952, yaitu empat bulan sebelum berdirinya revolusi. Dan demikian juga Letjen Muhammad Najib yang adalah presiden pertama Mesir setelah revolusi berbicara tentang hubungan ini dalam memoarnya. Dan Muhammad Najib menyebutkan dalam memoarnya bahwa intelijen Amerika mereka yang menggambar untuk Gamal Abdul Nasser rencana-rencana keamanan, dan mereka yang mendukung pengawalnya dengan mobil-mobil dan senjata-senjata baru.

Dan pada tanggal dua puluh tujuh Juli tahun 1954 Gamal Abdul Nasser mengadakan perjanjian evakuasi dengan Inggris, meskipun banyak yang menentang dan meskipun Ikhwanul Muslimin menentang. Dan pada tanggal empat belas bulan November tahun 1954 Gamal Abdul Nasser membebaskan Muhammad Najib dari jabatannya, dan dia adalah presiden republik supaya Abdul Nasser menjadi presiden Mesir yang baru, atau sebagaimana dikatakan Kamaluddin Hussein dan Hasan At-Tahami fir’aun Mesir yang baru.

Dan pada tanggal delapan Desember tahun 1954 Gamal Abdul Nasser melaksanakan hukuman mati atas enam pemimpin jamaah Ikhwanul Muslimin, di antara mereka syahid Abdul Qadir Audah pengarang kitab (At-Tasyri’ Al-Jinai fi Al-Islam), di samping banyak penangkapan yang meliputi ribuan anggota jamaah Ikhwanul Muslimin. Dan itu setelah menuduh mereka bersekongkol untuk membunuhnya dalam peristiwa Al-Manshiyyah di Alexandria pada tahun yang sama, yang banyak penulis dan analis mengatakan bahwa peristiwa ini adalah sandiwara, yang didalangi Gamal Abdul Nasser dengan intelijen pusat untuk menyingkirkan jamaah Ikhwanul Muslimin, yang merupakan rintangan besar bagi pemerintahannya yang individualistik yang jauh dari agama, dan untuk memoles kepribadiannya sebagai pemimpin nasional supaya massa tergantung padanya.

Dan pada tahun 1956 terjadi serangan tiga serangkai atas Mesir, dari tiga negara yaitu Inggris, Prancis, dan Israel. Dan serangan ini berlanjut dan para penyerang tidak mundur kecuali setelah tentara Israel menguasai Syarm Asy-Syaikh di Sinai, dan menguasai juga pulau-pulau Tiran di Laut Merah. Dan Gamal Abdul Nasser berpartisipasi dalam perang Yaman yang terbunuh di dalamnya ribuan rakyat Mesir muslim, dan Mesir rugi jutaan di dalamnya.

Dan pada tahun 1966 Abdul Nasser melakukan eksekusi atas tiga orang besar jamaah Ikhwanul Muslimin, di antara mereka syahid Sayyid Quthb pengarang (Fi Zhilal Al-Qur’an), dan dia telah menangkap ribuan dari mereka pada tahun 1965. Dan pada tahun yang sama dikeluarkan keputusan presiden dengan amnesti menyeluruh atas semua hukuman pokok dan tambahan terhadap kaum komunis di Mesir. Dan setelahnya kaum Marxis masuk dalam semua bidang kehidupan, dan menduduki jabatan-jabatan tertinggi di Mesir setelah itu. Dan pada tahun 1967 terjadi bencana kedua bagi Arab dan Muslim, maka negara Yahudi di Palestina yang diduduki menduduki tiga kali lipat apa yang mereka gasak tahun 1948 Masehi. Maka negara Zionis menduduki Sinai dan menduduki Golan dan juga Tepi Barat, sebagaimana Yerusalem jatuh tanpa perang.

Dan Abdul Nasser meninggal tahun 1970, setelah Mesir tenggelam dalam hutang dan setelah memenuhi dunia Arab dengan slogan-slogan kosong.

Dan dari akhlak Abdul Nasser menurut teman-teman hidupnya dan sezamannya, mereka menyebutkan tentangnya -sebagaimana dikatakan Hasan At-Tahami yang adalah salah satu orang terdekat dengannya- bahwa Abdul Nasser adalah yang memerintahkan pasukan Mesir mundur ke tepi barat kanal Suez, tahun 1967 Masehi. Sebagaimana dia berkata tentangnya -dan tanggung jawab ada padanya- dan ini sebagaimana diterbitkan Al-Ahram pada hari 5-8-1977 dia berkata tentangnya: “Bahwa dialah yang memasukkan racun untuk Abdul Hakim Amir di rumah Abdul Nasser sendiri.”

Dan Husain Asy-Syafi’i -yang adalah salah satu perwira bebas yang melakukan kudeta militer tahun 1952- berkata tentangnya dalam ceramahnya di Perkumpulan Pemuda Muslim: “Nukil dariku bahwa tentara Mesir tidak berperang dalam pertempuran 1967 bahkan kalah karena kelalaian dan pengkhianatan. Dan aku katakan: pengkhianatan dan aku beri garis bawah sepuluh garis.” Sebagaimana Khalid Muhyiddin berkata tentangnya: “Bahwa dia menjalin hubungan dengan intelijen Amerika sejak Maret 1952, yaitu empat bulan sebelum berdirinya revolusi.” Dan banyak dari ucapan-ucapan ini dan lainnya dinukil dalam buku-buku banyak; di antaranya: kitab (Kalimati lil Mughaffalin) karya penulis Muhammad Jalal Kasyak, dan di antaranya kitab (Al-Mauta Yatakallumun) karya Ustadz Sami Jauhar, dan di antaranya kitab (Al-Bahts ‘an Adh-Dhat) karya Munir Hafizh, dan di antaranya (Mudhakkirat Abdul Mun’im Abdul Ra’uf) dan (Mudhakkirat Muhammad Najib) dan lainnya.

Gagasan dan Keyakinan Nasserisme

Prinsip pertama Nasserisme dan slogan pertama yang mereka serukan dan ajak adalah mereka mengatakan: mereka menyeru kepada kebebasan, sosialisme, dan persatuan. Mereka berkata bahwa dengan kebebasan, sosialisme, dan persatuan ini mereka akan mengatasi empat masalah dunia Arab, yaitu: penjajahan, keterbelakangan, sistem kelas, dan perpecahan antar negara-negara dunia Arab. Kita perhatikan bahwa gagasan-gagasan ini sama persis dengan gagasan Partai Ba’ath Nasionalis Kiri: persatuan, kebebasan, dan sosialisme.

Adapun kebebasan yang mereka serukan, ketika diterapkan ternyata hanya kebebasan bagi kaum Nasseriis saja, bukan kebebasan bagi seluruh rakyat. Nasserisme lama di era Abdel Nasser sendiri mengangkat slogan-slogan lain di antaranya: tidak ada kebebasan bagi musuh-musuh kebebasan. Adapun musuh-musuh kebebasan adalah setiap orang yang menentang mereka. Jadi setiap orang yang menentang mereka adalah musuh kebebasan. Maka kebebasan menurut mereka adalah kebebasan kaum Nasseriis, bukan kebebasan seluruh rakyat.

Adapun seruan mereka kepada sosialisme, telah dijelaskan sebelumnya tentang sosialisme dan slogan-slogannya yang kosong. Kami katakan bahwa slogan-slogan ini adalah slogan kosong untuk menipu massa, dan ketika diterapkan, sosialisme ini hanya sosialisme rakyat dalam kemiskinan saja.

Mereka mengatakan bahwa sosialisme adalah dasar kemajuan ekonomi, dan merupakan dasar pembangunan masyarakat yang berkecukupan dan berkeadilan, serta masyarakat yang dinaungi kesejahteraan sebagaimana mereka klaim. Nasserisme juga menyerukan pembagian kekayaan nasional agar terwujud perubahan sosial.

Demikian pula Nasserisme menyerukan sosialisme ilmiah yang merupakan campuran dari sosialisme Marxis, liberalisme Barat, dan gagasan-gagasan nasional, dengan sedikit gagasan keagamaan. Mereka juga menyeru dan mengajak kepada persatuan, yang menurut pandangan mereka adalah dasar kekuatan Arab. Arabisme atau nasionalisme Arab adalah dasar terwujudnya persatuan.

Nasserisme telah mengabaikan ikatan akidah yang tidak akan kokoh bangsa-bangsa Arab kecuali dengannya dan tidak akan berkumpul kecuali di bawah panji-panjinya. Akidah adalah dasar persatuan Arab pada masa awal, dan merupakan dasar persatuan mereka pada masa akhir bagi siapa yang menginginkan adanya persatuan.

Demikian pula Nasserisme menyerukan demokrasi. Konsep demokrasi menurut mereka adalah demokrasi aliansi politik sesuai dengan aliansi kekuatan-kekuatan sosial, atau sebagaimana digambarkan wartawan Muhammad Hasanain Haikal: bahwa itu adalah demokrasi persetujuan, yaitu pemimpin penguasa menyendiri dalam pemerintahan dan mengeluarkan keputusan-keputusan menentukan nasib, sedangkan peran rakyat hanya terbatas pada menyetujui atau mendukung keputusan-keputusan ini; karena diasumsikan bahwa pemimpin memiliki kemaksuman, kebenaran, dan hikmah serta mewujudkan kehendak rakyat dan hak mengekspresikannya. Demikian pula di antara dasar-dasar Nasserisme juga sekularisme atau anti-agama, sehingga agama tidak ada hubungannya dengan masyarakat, hukum-hukumnya, dan sistem kehidupannya, melainkan hanya ritual ibadah di masjid saja.

Akar-akar Pemikiran dan Akidah Nasserisme, Pengaruh dan Tempat-tempat Penyebaran

Benih-benih Pemikiran dan Akidah Nasserisme:

Nasserisme adalah gerakan nasionalis kiri sekuler yang muncul setelah wafatnya Abdel Nasser. Oleh karena itu, ia bergantung pada pemikiran nasionalis yang muncul setelah runtuhnya Daulah Utsmani. Demikian pula bergantung pada sumber lain yaitu pemikiran Marxis materialistis, yang juga merupakan salah satu sumber pemikiran nasionalis. Karena itu Nasserisme menjauhkan agama dari semua prinsip dan praktiknya.

Pengaruh dan Tempat-tempat Penyebaran:

Nasserisme lahir di Mesir dan menyebar ke negara-negara Arab lainnya, meski pengikutnya di negara-negara Arab sedikit. Sebagian orang yang bekerja sama dengan Jamal Abdel Nasser menuntut pembentukan partai Nasseriis di Mesir dan ia mengizinkan mereka.

Jelas dari uraian di atas bahwa Nasserisme terwujud dalam segelintir orang yang bekerja sama dengan Jamal Abdel Nasser selama pemerintahannya dan menunjukkan kesetiaan kepada pribadinya. Ketika diizinkan adanya multipartai di Mesir, mereka sepakat berkumpul atas nama nasionalisme Arab, dan di bawah panji kebebasan, sosialisme, dan persatuan, tanpa penjelasan yang jelas tentang isi tujuan-tujuan ini. Namun bagaimanapun mereka tunduk kepada Abdel Nasser dan menganggapnya sebagai pelopor mereka, memuji posisi-posisi positifnya karena ia mengakhiri monarki yang korup di Mesir -sebagaimana mereka katakan- dan menasionalisasi Terusan Suez serta mengakhiri pendudukan Inggris, membangun Bendungan Tinggi dan membebaskan Yaman Utara dan meraih keuntungan bagi buruh dan petani.

Namun mereka mengabaikan sisi-sisi negatif besar pemerintahannya, yang terwujud dalam mengumumkan perang terhadap aliran Islam di dalam dan luar negeri, menyiksa para pembawa panjinya dengan siksaan yang keji, dan membunuh para ulama besar seperti Abdul Qader Audah, Sayyid Quthb, dan lainnya setelah pengadilan yang bersifat formalitas belaka.

Jamal Abdel Nasser juga selalu berdiri di pihak musuh-musuh Islam dan mendukung kebijakan mereka. Ia mendukung Nehru dalam posisi-posisinya yang zalim terhadap Pakistan, juga mendukung Nyerere yang melakukan pembantaian terhadap Muslim Zanzibar, dan mendukung Makarios yang berjuang untuk menghilangkan hak-hak Muslim di Siprus. Meskipun pada awal pemerintahan revolusi ia menjadikan demokrasi sebagai salah satu prinsipnya, namun ia tidak mengizinkan fajar demokrasi menyingsing bahkan membunuhnya di dalam buaian, dan menghancurkan semua partai yang menuntutnya, serta mendirikan partai totaliter dan menghapuskan konstitusi dan mengumpulkan semua kekuasaan di tangannya, dan sepanjang pemerintahannya menjadi contoh penguasa otoriter yang memukul lawan-lawannya dengan tangan besi, tanpa memperhatikan sedikit pun nilai-nilai akhlaq.

Ia juga melemahkan eksistensi Al-Azhar dan menghapuskan wakaf-wakaf Islam dan pengadilan syariah, dan menjadikan mukhabarat, polisi umum, dan keamanan nasional menguasai semua institusi di negara.

Yang diharapkan jika Nasserisme memperbaiki diri -setelah diizinkan lagi membentuk partai politik di Mesir- adalah para pendukungnya membuka mata terhadap kenyataan-kenyataan menyakitkan ini, dan meluruskan arahnya menuju pemahaman baru yang berlandaskan Islam sebagai unsur positif terpenting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, yang berdasar keadilan sosial dan mewujudkan kebebasan dan syura sebagai dasar kokoh bagi berkumpul dan bersatunya kaum Muslim. Mudah-mudahan dengan demikian mereka menyembunyikan wajah buruk Nasserisme, dan menghilangkan bekas-bekasnya. Bagi mereka terdapat pelajaran dari masa lalu mereka bagi orang yang memiliki hati atau mendengarkan dan ia menyaksikan.

Definisi Kaum Ba’athis, Pendirian, dan Tokoh-tokoh Terkemuka dalam Partai Ba’ath, serta Evaluasi Gagasan dan Keyakinan

Pembahasan tentang Kaum Ba’athis:

Partai Ba’ath adalah partai nasionalis sekuler yang menyeru kepada revolusi menyeluruh dalam konsep dan nilai-nilai Arab, untuk meleburnya dan mengubahnya ke arah sosialis. Mereka memiliki slogan yang diumumkan yaitu: satu bangsa Arab yang memiliki misi abadi, yaitu misi partai. Adapun tujuan-tujuannya terwujud dalam: persatuan, kebebasan, dan sosialisme.

Kita mulai dari tahun 1932 ketika kembali dari Paris menuju Damaskus masing-masing Michel Aflaq -yang adalah seorang Nasrani yang termasuk Gereja Timur- dan Salah al-Bitar, setelah studi tinggi mereka sambil membawa gagasan-gagasan nasionalis dan budaya asing. Mereka kembali ke Damaskus dan bekerja mengajar. Melalui pengajaran mereka, mereka mulai menyebarkan gagasan-gagasan mereka di antara rekan-rekan, siswa, dan pemuda. Kelompok yang didirikan Michel Aflaq dan Salah al-Bitar menerbitkan majalah bernama majalah al-Thali’ah bersama kaum Marxis. Ini terjadi pada tahun 1934, dan mereka menamakan diri mereka Kelompok Kebangkitan Arab.

Pada tahun 1947 partai didirikan dengan nama: Partai Ba’ath Arab. Para pendiri partai ini adalah Michel Aflaq, Salah al-Bitar, Jalal as-Sayyid, dan Zaki al-Arsuzi. Mereka juga menerbitkan majalah bernama al-Ba’ath. Partai Ba’ath setelah itu memiliki peran aktif dalam pemerintahan-pemerintahan yang muncul di Suriah setelah kemerdekaan tahun 1946:

Pemerintahan pertama: pemerintahan Shukri al-Quwatli dari tahun 1946 hingga tahun 1949. Pemerintahan kedua: pemerintahan Husni az-Za’im, dan berkuasa beberapa bulan pada tahun 1949. Pemerintahan ketiga: pemerintahan Brigadir Sami al-Hinnawi, yang mulai dan berakhir pada tahun 1949 yang sama. Pemerintahan keempat: pemerintahan Adib asy-Syisykli dan berlangsung hingga tahun 1954. Kemudian pemerintahan kelima: yaitu pemerintahan Shukri al-Quwatli yang kembali berkuasa untuk kedua kalinya, dan berlanjut hingga penandatanganan perjanjian persatuan dengan Mesir tahun 1958. Kemudian pemerintahan keenam: yaitu pemerintahan persatuan dengan Mesir di bawah kepresidenan Jamal Abdel Nasser, dari tahun 1958 hingga tahun 1961. Kemudian pemerintahan ketujuh: yaitu pemerintahan pemisahan di bawah kepresidenan Dr. Nazim al-Qudsi, dan pemisahan berlangsung dari tahun 1961 hingga 1963, dan gerakan pemisahan dipimpin oleh Abdul Karim an-Nahlawi.

Sejak 1963 hingga hari ini, Suriah berada di bawah pemerintahan Partai Ba’ath, dan periode ini melalui beberapa pemerintahan Ba’athis: pemerintahan Kepemimpinan Revolusi tahun 1963, di mana Salah al-Bitar menonjol sebagai perdana menteri, kemudian pemerintahan Amin al-Hafiz dari tahun 1963 hingga 1966, kemudian pemerintahan Nur ad-Din al-Atasi dari tahun 1966 hingga tahun 1970, di mana Kepemimpinan Daerah partai memainkan peran menonjol dalam pemerintahan. Pada periode ini menonjol Salah Jadid yang bekerja sebagai sekretaris jenderal Kepemimpinan Daerah, dan Hafiz al-Assad yang bekerja sebagai menteri pertahanan, kemudian pemerintahan Hafiz al-Assad dari tahun 1970 kemudian pemerintahan putranya hingga hari ini.

Di antara tokoh-tokoh Suriah terkemuka yang muncul dalam sejarah partai adalah banyak tokoh; kami sebutkan di antaranya: Sami al-Jundi yang menjabat menteri penerangan setelah kudeta 63, dan Hammud asy-Syufi yang bekerja sebagai sekretaris jenderal Kepemimpinan Daerah pertama, namun ia dan kelompoknya memisahkan diri dari partai tahun 1964, dan sekarang berada di Irak, dan Mustafa Thalas yang lahir tahun 1932, dan belajar di Akademi Militer serta bekerja sebagai ketua mahkamah keamanan nasional dan kepala staf brigade lapis baja, kemudian menjadi menteri pertahanan. Di antara tokoh juga Brigadir Yusuf Syakur dan Brigadir Naji Jamil dan tokoh-tokoh lainnya.

Adapun tentang sayap Irak dari Partai Ba’ath, ia merebut kekuasaan di Irak setelah peristiwa berdarah yang berlangsung sebagai berikut: pada tanggal empat belas Juli tahun 1958 sebuah brigade di bawah komando Abdul Salam Arif memasuki Baghdad dari Yordania, dan merebut stasiun radio serta mengumumkan revolusi terhadap sistem monarki, dan membunuh Raja Faisal II dan putra mahkota Abdul Ilah serta Nuri as-Sa’id dan para pembantunya, dan menjatuhkan sistem monarki. Dengan demikian berakhirlah era Raja Faisal, dan Irak memasuki pusaran kudeta-kudeta militer.

Pada tanggal dua puluh empat Juli tahun 1958 -yaitu sepuluh hari setelah meletus revolusi- Michel Aflaq pendiri dan pemimpin Partai Ba’ath tiba di Baghdad, dan berusaha meyakinkan para tokoh sistem baru untuk bergabung dengan Republik Arab Bersatu: Suriah dan Mesir, namun Partai Komunis Irak menggagalkan usahanya dan menyeru Abdul Karim Qasim sebagai pemimpin tunggal Irak.

Pada tanggal delapan Februari tahun 1963 Partai Ba’ath melakukan kudeta terhadap sistem Abdul Karim Qasim, dan kudeta ini menyaksikan pertempuran sengit yang berlangsung di jalan-jalan Baghdad. Setelah berhasilnya kudeta ini, terbentuklah pemerintahan Ba’athis pertama. Segera terjadi perselisihan antara sayap moderat dan sayap ekstrem dari Partai Ba’ath. Abdul Salam Arif memanfaatkan kesempatan ini dan menjatuhkan pemerintahan Ba’athis pertama dalam sejarah Irak, dan Abdul Salam Arif menunjuk Ahmad Hasan al-Bakr, salah seorang perwira Ba’athis moderat, sebagai wakil presiden republik.

Pada bulan Februari tahun 1964 Michel Aflaq merekomendasikan penunjukan Saddam Hussein sebagai anggota Kepemimpinan Daerah cabang Partai Ba’ath Irak. Pada bulan September tahun 1966 Partai Ba’ath Irak -beraliansi dengan perwira non-Ba’athis- melakukan kudeta sukses yang menjatuhkan sistem Abdul Rahman Arif. Pada tanggal tiga puluh Juli, Partai Ba’ath mengusir semua yang bekerja sama dengannya dalam kudeta suksesnya terhadap Abdul Rahman Arif, dan menunjuk Ahmad Hasan al-Bakr sebagai ketua dewan kepemimpinan revolusi dan presiden republik serta panglima tertinggi angkatan bersenjata, dan Saddam Hussein menjadi wakil ketua dewan kepemimpinan revolusi dan penanggung jawab keamanan dalam negeri.

Pada tanggal lima belas Oktober tahun 1970 Brigadir Hardan at-Tikriti dibunuh di kota Kuwait, dan ia adalah salah seorang anggota terkemuka Partai Ba’ath Irak dan anggota dewan kepemimpinan revolusi, serta wakil ketua dewan menteri dan menteri pertahanan.

Pada tanggal enam Maret tahun 1975 pemerintahan Ba’athis Irak menandatangani dengan Syah Iran perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Aljazair, dan yang menandatangani dari pihak Irak adalah Saddam Hussein. Perjanjian tersebut menetapkan bahwa Irak menyetujui tuntutan wilayah Syah, sebagai imbalan Syah menghentikan dukungannya kepada Kurdi dalam revolusi mereka terhadap sistem Irak… Pada bulan Oktober tahun 1978 pemerintahan Ba’athis mengusir Khomeini dari Irak, dan pada bulan Februari tahun 1979 terjadi Revolusi Khomeini di Iran.

Jika kita membicarakan perilaku dan prinsip-prinsip Partai Ba’ath di Irak maka:

Pertama: Para pendiri partai menyerukan perlunya mengambil sistem partai tunggal karena sebagaimana dikatakannya: takdir yang memikul misi ini juga memberikan kita hak memerintah dan berbicara dengan kekuatan, dan bertindak dengan kekerasan untuk memaksakan instruksi partai. Karenanya tidak ada warga Irak yang menikmati kebebasan pribadi atau politik yang paling sederhana sekalipun. Segala sesuatu di negara Partai Ba’ath Irak tunduk pada pengawasan polisi yang ketat. Lingkaran mukhabarat, polisi, keamanan, dan pusat komunikasi membentuk satu-satunya penghubung antara warga dan sistem.

Kedua: Kebijakan partai berfokus pada memutus semua ikatan antara Arabisme dan Islam, juga menyeru pemisahan agama dari politik, dan menyamakan dalam pandangannya tentang persoalan antara syariat Hammurabi dan syariat-syariat jahiliah, dengan agama Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan lainnya, dan menjadikan semuanya setara dalam kebangkitan bangsa Arab, dan dalam mengekspresikan perasaannya tentang kehidupan.

Seperti yang diklaim – ketiga: kebijakan partai: bahwa mewujudkan sosialisme adalah syarat dasar bagi kelangsungan bangsa Arab dan kemungkinan kemajuannya, padahal hasil yang tak terelakkan dari kebijakan sosialis – yang diterapkan di Irak – tidak membawa kemakmuran bagi rakyat dan tidak mengangkat tingkat kehidupan orang-orang miskin, melainkan menyamakan semua orang dalam kemiskinan. Setelah Irak berada di puncak kekayaan dan berlimpah sumber daya serta kekayaan, kekuasaan partai Baath menjadi tidak mampu menyediakan kebutuhan politik bagi rakyatnya.

Keempat: partai Baath menghilangkan dari konstitusi Irak semua hukum yang berhubungan dengan Islam, dan sekularisme menjadi konstitusi Irak. Keyakinan dan prinsip-prinsip Baath menjadi sumber legislasi bagi hukum-hukumnya. Dalam laporan pusat Kongres Regional ke-9 yang diadakan di Baghdad pada bulan Juni 1982, disebutkan sebagai berikut:

Adapun fenomena keagamaan di era sekarang, ia merupakan fenomena salafi dan terbelakang dalam pandangan dan praktik. Di antara kesalahan yang dilakukan dalam bidang ini adalah bahwa sebagian anggota partai mulai menjalankan ritual keagamaan – demikian mereka mengatakan – dan sedikit demi sedikit konsep keagamaan mulai mengalahkan konsep partai. Perjuangan melawan fenomena ini – mereka maksud fenomena keagamaan – harus dijadikan sasaran partai di mana pun ditemukan, karena semuanya mengekspresikan posisi yang memusuhi rakyat, partai, revolusi, dan perjuangan nasional.

Oleh karena itu, Saddam Hussein dan partainya mengarahkan untuk menyatakan perang terhadap Islam dan para aktivis yang bekerja untuknya dalam semua bidang. Ia telah membunuh 47 ulama dan da’i, yang namanya dipublikasikan dalam laporan Amnesty International, yang dipimpin oleh Syekh Abdul Aziz Al-Badri dari kalangan ulama Ahlus Sunnah, dan Muhammad Baqir As-Sadr dari para imam mazhab Syiah. Ia juga membunuh sejumlah besar ulama yang dikirimnya untuk bernegosiasi dengan Mustafa Al-Barzani – pemimpin Kurdi – ketika ia memaksa mereka mengenakan pakaian yang dipasangi bom yang meledak dan membunuh banyak di antara mereka. Demikian pula keputusan-keputusan Saddam terus berlanjut dengan mengeksekusi ratusan tokoh Islam. Ia juga mempensiunkan banyak profesor universitas dari kalangan yang berfikiran bebas, kemudian mengajukan mereka ke pengadilan dan mengeluarkan berbagai hukuman setelah memecat mereka dari jabatan. Ia mengeluarkan perintah untuk menutup ratusan masjid di Irak, dan mengeluarkan perintah untuk memerangi buku-buku Islam dan tidak mengizinkannya di perpustakaan umum.

Partai Baath adalah partai nasionalis sekuler revolusioner dengan berbagai proposisi pemikiran. Mereka berbicara tentang banyak hal yang terkadang sulit digabungkan, apalagi diyakini. Mereka memiliki pernyataan-pernyataan periode sebelum berkuasa dan praktik serta pernyataan periode sesudahnya. Mereka berbicara tentang ikatan nasional dan menganggapnya sebagai satu-satunya ikatan yang ada di negara-negara Arab, yang menjamin keharmonisan di antara warga negara, menjamin peleburan mereka dalam satu wadah, dan mengendalikan semua fanatisme mazhab, sektarian, kesukuan, etnis, dan regional, hingga penyair mereka berkata:

Aku beriman kepada Baath sebagai Tuhan yang tiada sekutu bagi-Nya… dan kepada Arabisme sebagai agama yang tiada tandingannya

Jika kita mencoba mendiskusikan ide nasionalisme Arab dan klaim – sebagaimana dikatakan partai Baath – tentang bangsa Arab yang satu dengan misi abadi, kita bertanya: apa misi abadi yang dibawa dan disajikan oleh orang Arab kepada manusia?

Yang terlintas di pikiran teman dan musuh adalah bahwa misi ini tidak lain adalah Islam. Namun Michel Aflaq – pendiri partai Baath – mengatakan kepada kita hal lain yang menegaskan bahwa orang Arab memiliki misi lain, yang berdiri di atas pemahaman mereka yang benar tentang diri mereka sendiri dan kesadaran mereka yang berani terhadap masalah-masalah mereka serta kebebasan mereka. Ia berkata: “Sering kali diajukan kepada anggota gerakan dan teman-temannya pertanyaan tentang apa yang kami maksud dengan misi abadi, dan saya selalu menjawab dengan jawaban sederhana kepada mereka yang sebagian besar mengira bahwa misi abadi Arab adalah peradaban dan nilai-nilai tertentu, yang dapat diwujudkan dan disebarkan orang Arab di masa depan – ketika mereka mencapai tingkat yang tinggi, sehat, dan kreatif – di antara manusia.”

Perkataan Michel Aflaq dalam menjelaskan misi-misi abadi Arab tidak mengandung sebutir logika pun. Perkataan ini jika diucapkan oleh seorang pemimpin politik di Angola atau di Kongo yang menggambarkan keinginan bangsanya untuk kebebasan dan pesan mereka dalam perjuangan, tidak akan melampaui realitas bangsanya yang memandang ke masa depan yang lebih baik. Namun menyebut perkataan ini sebagai penjelasan makna misi abadi adalah hal yang pantas ditertawakan! Misi abadi mana yang dijelaskan oleh perkataan ini?! Satu-satunya hal yang jelas dalam kalimat-kalimat ini adalah pengalihan pikiran dengan berani dan keras kepala dari peradaban dan nilai-nilai yang membedakan orang Arab dengan membawanya sepanjang sejarah mereka yang mulia, yaitu mengalihkan orang Arab dari Islam. Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung berfirman kepada orang Arab dalam kitab-Nya yang mulia setelah memuliakan mereka dengan Islam: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah” (Ali Imran: 110).

Kalimat-kalimat yang jelas ini mengungkapkan kepada orang Arab tentang fungsi mereka dalam kehidupan dan misi mereka di antara manusia: menjaga kebajikan dan menyebarkan simbolnya, mengepung keburukan dan melipat aibnya, bersatu mengelilingi iman kepada Allah semata dan menumpas ateisme dan penyimpangan, serta mengerahkan seluruh kekuatan umat untuk mencapai tujuan-tujuan kemanusiaan ini. Inilah misi bangsa Arab. Kita tidak memahami misi sebagai peradaban yang sekarang tidak dapat kita wujudkan, tetapi kita memahami misi sebagaimana disebutkan dalam kitab Allah Yang Mulia: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah”. Ya, itulah fungsi bangsa Arab di dunia: mendukung kebaikan dan membantu ahlinya.

Dan semoga Allah bershalawat atas penghulu kami Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam dan atas keluarganya serta para sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 15: Kaum Nashiri dan Baathi, Kaum Habasyi dan Bilali

Bismillahirrahmanirrahim

Pelajaran Kelima Belas (Kaum Habasyi dan Bilali)

Definisi Kelompok Habasyi, Pendirian dan Tokoh-tokoh Terkemukanya

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam dan shalawat salam atas yang paling mulia di antara para rasul, dan penutup para nabi penghulu kami Muhammad Nabi yang terpercaya, dan atas keluarganya serta para sahabatnya semuanya.

Adapun selanjutnya:

Kaum Habasyi dan Bilali:

Kaum Habasyi adalah kelompok yang dinisbatkan kepada seseorang bernama Abdullah Al-Habasyi, dan telah muncul baru-baru ini di negara Lebanon, memanfaatkan ketidaktahuan dan kemiskinan yang ditinggalkan oleh perang-perang sipil Lebanon.

Pendirian dan Tokoh-tokoh Terkemukanya: Kita mulai dengan membicarakan pendirinya, yaitu Abdullah Al-Harari Al-Habasyi: Ia adalah Abdullah bin Muhammad Asy-Syaibi Al-Abdari secara nasab, Al-Harari secara tempat kelahiran yang dinisbatkan kepada kota Harar di Habasyah, dan di sanalah ia dilahirkan dari suku yang disebut Asy-Syaibani yang dinisbatkan kepada Bani Syaibah dari suku-suku Arab. Ia belajar bahasa Arab di pedalaman, sebagaimana ia belajar fikih Syafi’i kepada Syekh Sa’id bin Abdurrahman An-Nuri, dan Syekh Muhammad Yunus Jami’ Al-Funun. Kemudian ia berpindah ke daerah Jummah, dan di sana belajar kepada Syekh Asy-Syarif. Kemudian berpindah ke daerah Dawi dari daerah-daerah Armo dan mempelajari Shahih Bukhari dan ilmu-ilmu Al-Quran Al-Karim kepada Al-Hajj Ahmad Al-Kabir. Kemudian berpindah ke sebuah desa dekat Dawi dan bertemu dengan Syekh Mufti As-Siraj murid Syekh Yusuf An-Nabhani, penulis kitab (Syawahid Al-Haqq fi Al-Istighatsa bi Sayyid Al-Khalq), dan belajar hadis di tangannya. Dari sinilah ia mendalami tasawuf dan baiat pada tarekat Rifa’iyah. Kemudian ia datang ke Suriah, lalu ke Lebanon dari negeri Habasyah di Afrika pada tahun 1969 Masehi.

Para pengikutnya menyebutkan bahwa ia datang pada tahun 1950 setelah menimbulkan fitnah terhadap kaum muslimin, ketika ia bekerja sama dengan penguasa Indrajie suami Haile Selassie melawan perkumpulan-perkumpulan Islam untuk menghafal Al-Quran di kota Harar, tahun 1367 Hijriah, yang sesuai dengan tahun 1948 dalam apa yang dikenal dengan fitnah Blazkalab. Maka dikeluarkan hukuman terhadap direktur madrasah Ibrahim Hasan dengan penjara 23 tahun beserta pengasingan, dan ia meninggal di provinsi Jori setelah diasingkan ke sana. Karena kerja sama Abdullah Al-Harari dengan rezim Haile Selassie, para da’i dan masyayikh diserahkan kepadanya dan dihinakan hingga banyak dari mereka melarikan diri ke Mesir dan ke Arab Saudi. Sejak ia datang ke Lebanon, ia bekerja menyebarkan akidahnya, mempromosikan mazhabnya, mencaci sahabat, dan menuduh Ummul Mukminin Aisyah radiyallahu ‘anha mendurhakai perintah Allah, di samping banyak fatwa-fatwa aneh.

Al-Habasyi baru-baru ini berhasil meluluskan kelompok-kelompok besar pengikutnya yang tidak melihat seorang muslim kecuali yang menyatakan ketundukan dan kepatuhan kepada akidah gurunya. Mereka mendatangi rumah-rumah orang dan mendesak mereka untuk mempelajari akidah Habasyah, dan membagikan buku-buku gurunya secara gratis. Di antara pengikutnya adalah Nizar Al-Halabi yang merupakan khalifah Al-Habasyi dan ketua Perkumpulan Proyek-proyek Islam, mereka memberikan gelar “Samahatu Asy-Syekh” kepadanya karena mereka mempersiapkannya untuk jabatan Dar Al-Fatwa, ketika mereka menulis di dinding-dinding jalan: “Tidak untuk Mufti Hasan Khalid yang kafir, ya untuk Mufti Nizar Al-Halabi,” dan ia telah dibunuh baru-baru ini. Mereka memiliki beberapa tokoh publik seperti anggota parlemen Adnan At-Tarabulusi, dan calon mereka yang lain Taha Naji yang memperoleh 1700 suara, kebanyakan dari kalangan Nashrani, karena ia menjanjikan mereka untuk memberantas fundamentalisme Islam, tetapi ia tidak berhasil.

Di antara tokoh-tokoh juga Hasan Qarqariya wakil ketua Perkumpulan Proyek-proyek Islam, dan Kamal Al-Huti dan lain-lain. Mereka inilah yang mengawasi perangkat penelitian dan manuskrip terbesar seperti: Lembaga Budaya untuk Pelayanan, dan Pusat Penelitian dan Pelayanan. Mereka baru-baru ini mulai meneliti kitab-kitab turats dengan penelitian yang merujuk pada nama-nama aneh yang bahkan tidak dikenal oleh para penuntut ilmu. Misalnya mereka berkata: “Berkata Al-Hafizh Al-Abdari dalam dalilnya,” maka mereka menyesatkan orang-orang sehingga mereka mengira bahwa Al-Hafizh termasuk ulama-ulama terkenal kaum muslimin seperti Al-Hafizh Ibnu Hajar atau An-Nawawi, padahal ia sebenarnya adalah guru mereka yang mereka nukil dari kitabnya (Ad-Dalil Al-Qawim) misalnya.

Ide-ide dan Keyakinan yang Dianut Kelompok Habasyi

Mereka mengklaim bahwa mereka menganut mazhab Imam Asy-Syafi’i dalam fikih dan akidah, tetapi mereka sebenarnya paling jauh dari mazhab Imam Asy-Syafi’i rahimahullah. Al-Habasyi mengklaim bahwa Jibril-lah yang menciptakan lafazh-lafazh Al-Quran Al-Karim dan bukan Allah Ta’ala. Maka Al-Quran menurutnya bukan kalam Allah Ta’ala melainkan merupakan ungkapan dari kalam Jibril sebagaimana dalam kitabnya (Izhar Al-Aqida As-Sunniyya) halaman 591.

Mereka dalam masalah iman termasuk Murji’ah; Al-Habasyi termasuk Murji’ah Jahmiyya dalam masalah iman. Mereka mengakhirkan amal dari iman, dan seseorang menurut mereka tetap mukmin meskipun meninggalkan shalat dan seluruh rukun, dan ini sebagaimana tercantum dalam kitab (Ad-Dalil Al-Qawim) halaman 7, dan sebagaimana tercantum dalam kitab (Bughyat At-Talib) halaman 51 bahwa seseorang tetap mukmin meskipun meninggalkan shalat dan seluruh rukun. Sesuai dengan itu mereka meremehkan persoalan berhukum kepada hukum-hukum buatan yang bertentangan dengan hukum Allah Ta’ala. Pendiri kelompok mereka Al-Habasyi berkata: “Barang siapa yang tidak menjalankan syariat Allah pada dirinya maka ia tidak melaksanakan sesuatu pun dari kewajiban-kewajiban Allah, dan tidak menjauhi hal-hal yang haram, tetapi ia berkata walau sekali dalam hidupnya ‘la ilaha illa Allah’, maka ini adalah muslim mukmin, dan dikatakan juga kepadanya: mukmin yang berdosa” dan ini sebagaimana tercantum dalam kitabnya (Ad-Dalil Al-Qawim) halaman 9-10, dan kitab (Bughyat At-Talib) halaman 51.

Mereka dalam masalah jabar adalah Jabariyya yang menyimpang. Al-Habasyi dalam masalah qadhar mengklaim bahwa Allah-lah yang membantu orang kafir atas kekafiran-nya, dan bahwa kalau bukan karena Allah, orang kafir tidak akan mampu kafir, demikian tercantum dalam (An-Nahj As-Salim) halaman 71. Al-Habasyi menguatkan beberapa hadis dhaif dan maudhu’ dengan apa yang mendukung mazhabnya ketika mereka menghukum banyak hadis shahih yang tidak mendukung mazhab mereka sebagai dhaif. Al-Habasyi banyak mencaci sahabat terutama Mu’awiyah bin Abi Sufyan radiyallahu ‘anhu sahabat mulia penulis wahyu, demikian juga Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radiyallahu ‘anha, demikian juga ia mencela Khalid bin Walid radiyallahu ‘anhu dan lain-lain. Al-Habasyi berkata: “Sesungguhnya orang-orang yang memberontak terhadap Ali radiyallahu ‘anhu mati dengan kematian jahiliyyah.” Demikian juga ia banyak memperingatkan dari mengkafirkan orang yang mencaci sahabat, terutama Syaikhayn, dan itu untuk menyenangkan kaum Rafidhah, dan perkataan ini ada dalam kitabnya (Izhar Al-Aqida) halaman 182. Al-Habasyi meyakini bahwa Allah Ta’ala menciptakan alam tidak untuk hikmah, dan mengutus rasul-rasul tidak untuk hikmah, dan bahwa barang siapa yang mengaitkan suatu perbuatan dari perbuatan-perbuatan Allah dengan hikmah maka ia musyrik.

Al-Habasyi mengkafirkan banyak ulama. Ia menghukumi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sebagai kafir, dan menjadikan dari kewajiban pertama bagi mukallaf untuk meyakini kekafiran-nya, karena itu ia memperingatkan dengan sangat keras dari kitab-kitabnya, demikian juga Imam Adz-Dzahabi menurutnya adalah khabits. Sebagaimana ia mengklaim bahwa Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah penjahat pembunuh kafir, dan ia juga melihat bahwa Syekh Muhammad Nashiruddin Al-Albani kafir, demikian juga Syekh Sayyid Sabiq ia mengklaim bahwa ia majusi kafir. Adapun Ustadz Sayyid Qutb maka menurutnya termasuk Khawarij kafir besar menurut sangkaannya, dan ini tercantum dalam (Majalah Manar Al-Huda Al-Habashiyya) edisi 3 halaman 234, demikian juga tercantum dalam (An-Nahj As-Sawi fi Ar-Radd ‘ala Sayyid Qutb wa Tabi’ihi Faishal Maulawi). Adapun Ibnu Arabi pemilik mazhab wahdatul wujud dan teori hulul dan ittihad, maka Al-Habasyi menganggapnya Syaikhul Islam.

Al-Habasyi memiliki banyak fatwa aneh yang mengatakan boleh bertipu daya dalam agama, dan bahwa melihat, bercampur baur, dan berjabat tangan dengan wanita ajnabi adalah halal tidak ada masalah di dalamnya, bahkan wanita boleh keluar dengan memakai wewangian dan berhias meskipun tanpa ridha suaminya. Ia membolehkan jual beli anak kecil yang merdeka dan membelinya, sebagaimana ia membolehkan orang-orang meninggalkan zakat mata uang kertas dengan dalih bahwa tidak ada hubungannya dengan zakat karena zakat itu wajib pada emas dan perak. Sebagaimana ia membolehkan memakan riba, dan membolehkan shalat dalam keadaan terkena najis, dan ini tercantum dalam kitabnya (Bughyat At-Talib) halaman 99. Al-Habasyi telah menimbulkan fitnah di Amerika dan di Kanada tentang mengubah arah kiblat hingga mereka memiliki masjid-masjid khusus, karena mereka merubah kiblat sembilan puluh derajat, dan mereka menghadap ke arah berlawanan dengan kiblat kaum muslimin. Di Lebanon mereka shalat dalam jamaah khusus mereka setelah selesai jamaah masjid, sebagaimana terkenal tentang mereka memukul imam-imam masjid dan berbuat lancang kepada mereka, serta memberikan pelajaran di masjid-masjid mereka untuk menyebarkan pemikiran mereka meski mereka tidak mau, dan mereka bekerja menimbulkan keributan di masjid-masjid, semua ini dengan bantuan dan dukungan dari musuh-musuh kaum muslimin dengan dukungan dan bantuan yang mereka berikan kepada mereka.

Akar-akar Pemikiran dan Akidah Kelompok Habasyi, dan Lokasi-lokasi Pengaruh Mereka

Dari yang telah disebutkan terlihat bahwa akar-akar pemikiran dan akidah Al-Habasyi terangkum sebagai berikut: Mereka dalam masalah iman adalah Murji’ah Jahmiyya, dan mereka meyakini akidah Al-Jufri yang batiniyya, dan mereka memiliki sekelompok ide dan manhaj menyimpang yang berkumpul pada tujuan menyerang Islam dan kaum muslimin.

Penyebaran dan Lokasi-lokasi Pengaruh:

Al-Habasyi tersebar di Lebanon, telah tersebar di sana sekolah-sekolah besar mereka dan bis-bis mereka memenuhi kota-kota, dan bangunan-bangunan sekolah mereka melebihi kapasitas sekolah-sekolah pemerintah, selain gaji yang menggoda bagi siapa yang bergabung dengan mereka dan bekerja bersama mereka, dan mereka memiliki di Lebanon radio yang menyiarkan pemikiran-pemikiran mereka dan menyeru kepada mazhab mereka. Demikian juga mereka tersebar di Eropa dan di Amerika, mereka telah menimbulkan keresahan di Kanada, Australia, Swedia, dan Denmark, sebagaimana mereka menimbulkan fitnah di Lebanon karena fatwa guru mereka mengubah arah kiblat ke arah utara.

Ide-ide Kelompok Habasyi dan Bantahan terhadapnya:

Kita pilih dari ide-ide mereka masalah takfir mu’ayyan menurut mereka, dan kita bantah; Al-Habasyi mengkafirkan mu’ayyan secara mutlak, mereka tidak mensyaratkan untuk takfir ini terpenuhi syarat-syarat atau tidak adanya penghalang-penghalang, dan mereka berdalil untuk itu dengan takfir Asy-Syafi’i terhadap Hafs Al-Fard. Dalam hal itu Al-Habasyi berkata: “Hendaknya diketahui bahwa tidak hilang sebutan iman dan Islam dari orang mukmin kecuali dengan riddah yang merupakan jenis kekafiran yang paling keji, dan ia dinamakan kafir ketika itu, dan tidak boleh memanggilnya dengan muslim atau mukmin, sebagaimana diperbuat Imam Asy-Syafi’i, maka ia berkata kepada Hafs Al-Fard setelah mendiskusikannya dalam masalah-masalah kalam: ‘Sungguh kamu telah kafir kepada Allah Yang Maha Agung.'” Dalam (Manaqib Asy-Syafi’i) karya Al-Baihaqi disebutkan dari Muhammad bin Ishaq bin Khuzaimah ia berkata: Aku mendengar Ar-Rabi’ berkata: Ketika Asy-Syafi’i berbicara dengan Hafs Al-Fard, maka Hafs berkata: “Al-Quran makhluk.” Asy-Syafi’i berkata: “Kamu telah kafir kepada Allah Yang Maha Agung.”

Dalam hadis Bukhari “Barang siapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia” ada dalil tentang bolehnya mengkafirkan mu’ayyan karena orang murtad ketika dibunuh itu berarti pengkafiran terhadapnya secara tertentu. Dan ia berkata di tempat lain yang menolak takwil perkataan Asy-Syafi’i bahwa maksudnya dengan perkataannya kepada Hafs: “Sungguh kamu telah kafir kepada Allah Yang Maha Agung” adalah kufur ni’mah bukan kufur juhud bil millah, perkataan Al-Hafizh bin Abi Hatim dari Ar-Rabi’ bin Sulaiman Al-Muradi bahwa ia berkata: Dan ia mengkafirkan Hafs Al-Fard, yaitu Asy-Syafi’i mengkafirkan Hafs. Yang menyedihkan juga bahwa kita dapati Al-Habasyi telah melepas lidah dan pena mereka untuk mengkafirkan sebagian tokoh dari Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan da’i kontemporer, seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dan Imam Muhammad bin Abdul Wahhab, dan Al-Allamah Syekh Abdul Aziz bin Baz, dan Al-Allamah Syekh Muhammad bin Utsaimin, dan Ustadz Sayyid Qutb, dan Syekh Abu Bakar Al-Jazairi, dan Syekh Sayyid Sabiq. Syekh Al-Jazairi memiliki kitab (Minhaj Al-Muslim) dan kitab (Aqidah Al-Muslim), dan Al-Habasyi menamai yang pertama “Dhudda Minhaj Al-Awwal,” dan menamai yang kedua “Dhudda Aqidah Al-Muslim.” Demikian juga mereka mengkafirkan Mufti Jabal Lebanon Muhammad Ali Al-Juzu, dan mengkafirkan Dr. Fathi Yakn, dan mengkafirkan Dr. Faishal Maulawi, dan mengkafirkan Syekh Hasan Qaturji, dan Khalid Kan’an, dan lain-lain dari para ulama dan da’i.

Adapun dari segi orang-orang, mereka terburu-buru dalam melontarkan takfir kepada orang-orang tertentu dari kaum muslimin tanpa penelitian, dan menyebabkan dalam hal ini fitnah-fitnah yang menyibukkan opini publik dan ahli fatwa di Lebanon.

Jika kita ingin membahas Habasyah dalam masalah takfir terhadap orang tertentu, maka kami katakan: bahwa sikap Al-Habashi yang mengeluarkan takfir terhadap orang tertentu tanpa batasan atau syarat adalah kesalahan yang bertentangan dengan akidah Ahlusunnah wal Jamaah. Madzhab Ahlusunnah wal Jamaah berada di tengah-tengah antara orang yang berlebihan sehingga mengklaim takfir terhadap orang tertentu secara mutlak sebagaimana yang dilakukan Al-Habashi, dan antara orang yang menjauh darinya sehingga menolak takfir terhadap orang tertentu secara mutlak juga. Kedua ekstrem ini berada di sisi yang sangat berlebihan dan mengabaikan. Oleh karena itu, manhaj Ahlusunnah ketika memutuskan takfir adalah membedakan antara yang mutlak dan yang tertentu, serta antara menggambarkan perbuatan dan menggambarkan pelaku. Mereka mengeluarkan takfir secara umum seperti perkataan mereka: barangsiapa menghalalkan apa yang diketahui dari agama secara darurat maka kafir, dan barangsiapa berkata: sesungguhnya Al-Quran itu makhluk maka kafir. Namun terealisasinya takfir terhadap orang tertentu harus tersedia syarat-syarat dan tidak adanya penghalang.

Dalam menjelaskan hal tersebut, Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mungkin suatu perbuatan atau perkataan adalah kekafiran dan dikeluarkan perkataan dengan mentakfirkan orang yang mengatakan perkataan tersebut atau melakukan perbuatan itu, dan dikatakan: barangsiapa berkata demikian maka dia kafir, atau barangsiapa melakukan hal itu maka dia kafir. Namun orang tertentu yang mengatakan perkataan itu atau melakukan perbuatan itu tidak dihukumi kafir hingga tegak padanya hujjah yang orang yang meninggalkannya dikafirkan.” Perkara ini berlaku dalam nash-nash ancaman menurut Ahlusunnah wal Jamaah, maka tidak bersaksi terhadap orang tertentu dari ahli kiblat bahwa dia termasuk ahli neraka karena boleh jadi dia tidak terkena karena tidak terpenuhi syarat atau karena adanya penghalang.

Makna ini juga ditetapkan oleh Al-Allamah Muhammad Shiddiq Hasan Khan rahimahullahu yang berkata: “Pencatatan Ahlusunnah terhadap sebagian firqah bahwa akidahnya kafir, dan perkataan tertentu kafir, dan seseorang menjadi kafir dengan perkataan tertentu misalnya, maka ini adalah riwayat dari mereka tentang apa yang datang dari Allah dan dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tentang mereka. Mereka dengan itu terbatas pada apa yang datang, tidak menambah di dalamnya dan tidak mengurangi darinya, tidak berlebihan, tidak ekstrem, dan tidak menyebutkan orang tertentu dan lelaki khusus bahwa dia kafir atau bahwa dia di neraka. Bahkan perkataan mereka dalam tempat-tempat ini seperti sabda beliau shallallahu alaihi wasallam: “Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka sungguh dia telah kafir,” dan sabda beliau shallallahu alaihi wasallam: “Pencuri tidak mencuri ketika dia mencuri sedangkan dia beriman,” dan semacam itu dari ungkapan-ungkapan “Ada apa dengan kaum yang melakukan begini dan begini atau berkata begini dan begini.” Ini adalah kaidah agung yang dibangun di atasnya manhaj Ahlusunnah dalam masalah takfir, dan telah ditempuh oleh ulama-ulama dan imam-imam mereka. Madzhab mereka dibangun atas perincian dan pembedaan antara jenis dan individu, atau antara yang mutlak dan yang tertentu, tidak seperti yang dilakukan Al-Habashi yang mentakfir orang tertentu secara mutlak tanpa batasan atau syarat.

Adapun dalil Al-Habashi dengan takfir Imam As-Syafii terhadap Hafsh Al-Fard, maka ini tidak diambil secara mutlak, bahkan barangkali As-Syafii bermaksud bahwa perkataannya kafir, atau bahwa itu dari bab penekanan dan semacam itu. Inilah yang dipahami para imam dari perkataan As-Syafii, yaitu dari bab menakut-nakuti dari bidah-bidah berbahaya. Ibnu Taimiyyah berkata: “Jika engkau melihat seorang imam telah menekani terhadap orang yang mengatakan perkataannya atau mentakfirkannya, maka ini tidak dianggap hukum umum pada setiap orang yang mengatakannya, kecuali jika terjadi syarat yang dengannya dia berhak mendapat penekanan dan takfir.” Maksud Ibnu Taimiyyah bahwa tidak wajib jika dia mentakfir seseorang karena suatu perbuatan, untuk mentakfir setiap orang yang melakukan perbuatannya kecuali jika tersedia syarat. Dari takhrij para imam terhadap perkataan Imam As-Syafii adalah apa yang dikatakan Imam Al-Baghawi rahimahullahu: “As-Syafii membolehkan persaksian ahli bidah dan shalat di belakang mereka dengan kemakruhan secara mutlak.” Perkataan ini darinya berarti takfir Hafsh Al-Fard, dalil bahwa jika dia menyebut sebagian mereka dengan nama kafir di suatu tempat maka dia bermaksud kafir di bawah kafir.

Al-Baihaqi rahimahullahu berkata: “Setiap orang dari sahabat-sahabat kami yang tidak berkata dengan takfir ahli hawa dari ahli kiblat, maka dia memahami perkataan salaf radhiyallahu anhum dalam mentakfir mereka atas kafir di bawah kafir,” sebagaimana diriwayatkan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu dalam firman-Nya Azza wa Jalla: “Dan barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang kafir” (Al-Maidah: 44), yaitu: kafir di bawah kafir. Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Telah dijelaskan kepada kami bahwa perkataan ini kafir dan tidak memutuskan riddah Hafsh hanya karena itu, karena tidak jelas baginya hujjah yang dengannya dikafirkan. Seandainya dia meyakini bahwa dia murtad niscaya dia berusaha membunuhnya. Dia telah menyatakan dalam kitab-kitabnya dengan menerima persaksian ahli hawa dan shalat di belakang mereka.”

An-Nawawi memindahkan perkataan As-Syafii rahimahullahu ta’ala: “Aku menerima persaksian ahli hawa kecuali Al-Khattabiyyah karena mereka memandang persaksian palsu untuk orang yang sepaham dengan mereka.” Kemudian dia mengomentarinya dengan berkata: “Tidak berhenti salaf dan khalaf memandang shalat di belakang Muktazilah dan semacam mereka, pernikahan dengan mereka, saling mewarisi, dan menjalankan seluruh hukum kepada mereka.” Imam Hafizh Faqih Abu Bakar Al-Baihaqi dan lain dari sahabat-sahabat kami yang tahqiq telah mentakwil apa yang dinukil dari As-Syafii dan lain dari ulama tentang takfir orang yang berkata dengan penciptaan Al-Quran, bahwa yang dimaksud adalah kafir nikmat bukan kafir keluar dari millah. Mereka membawanya pada takwil ini adalah apa yang aku sebutkan dari menjalankan hukum-hukum Islam kepada mereka. Imam Adz-Dzahabi rahimahullahu berkata: “Ini menunjukkan madzhab Abu Abdullah -yaitu: As-Syafii- bahwa kesalahan dalam ushul tidak seperti kesalahan dalam ijtihad dalam furu, maka mereka adalah imam-imam besar dari Syafiiyyah dan lain mereka, dan mereka lebih mengetahui madzhab As-Syafii dan maksudnya daripada Al-Habashi ini yang mengambil dari kisah tersebut dalil atas takfir dengan penunjukan secara mutlak, padahal tidak ada di dalamnya dalil atas apa yang dia inginkan dari takfir ulama-ulama Muslim dan lain mereka dengan penunjukan.

Dengan anggapan bahwa As-Syafii mentakfir Hafsh Al-Fard secara spesifik, maka karena tegaknya dalil menurut beliau atas kekafiran dia karena terpenuhi syarat-syarat dan tidak adanya penghalang, tidak seperti yang dilakukan Al-Habashi yang mengeluarkan takfir dengan penunjukan terhadap ulama-ulama Ahlusunnah, bahkan tanpa hak atau dalil. Adapun hadits “Barangsiapa menukar agamanya maka bunuhlah dia” dan dalil Al-Habashi dengannya atas pengeluaran takfir terhadap orang tertentu secara mutlak, maka ini hukum murtad yang tersedia padanya syarat-syarat dan hilang darinya penghalang-penghalang, dan diputuskan riddahnya, maka dia diminta bertaubat, jika dia bertaubat jika tidak maka dibunuh.

BALALYUN

Tentang Balalyun atau Umat Islam di Barat -sebagaimana mereka menyebut diri mereka-, kami mulai pembahasan dan berkata:

Sesungguhnya gerakan Umat Islam adalah gerakan yang muncul di antara orang-orang kulit hitam di Amerika. Gerakan ini telah mengadopsi Islam dengan konsep-konsep khusus yang didominasi oleh semangat rasialis, dan kemudian dikenal dengan nama Balalyun setelah mereka memperbaiki banyak akidah dan pemikiran mereka.

Pendirian dan Tokoh-tokoh Terkemuka:

Pendiri gerakan ini adalah Wallace Fard, seorang berkulit hitam yang asal-usulnya misterius, tiba-tiba muncul di Detroit tahun 1930 seraya menyeru kepada mazhabnya di antara orang kulit hitam. Dia menghilang secara misterius pada bulan Juni tahun 1934. Kemudian datang setelahnya Elijah Poole, atau Elijah Muhammad, lahir tahun 1898 dan wafat tahun 1975 Masehi. Dia bergabung dengan gerakan yang didirikan Wallace dan naik jabatan di dalamnya hingga menjadi pemimpin dan khalifah Wallace Fard setelahnya. Dia mengunjungi Arab Saudi tahun 1959, berkeliling ke Turki, Ethiopia, Sudan, dan Pakistan ditemani putranya Wallace Muhammad yang bertugas sebagai penerjemah. Di antara tokoh terkemukanya juga Malcolm X atau Malik Shabaz, yang merupakan pemimpin masjid nomor 7 di New York. Dia adalah seorang khatib dan pemikir yang melakukan perjalanan ke Timur Arab, haji tahun 1963. Ketika kembali dia mengingkari prinsip-prinsip gerakan rasialis, keluar darinya dan membentuk firqah yang dikenal dengan nama Jamaah Ahlusunnah. Dia dibunuh pada Februari tahun 1965.

Di antara tokoh terkemuka juga Louis Farrakhan yang masuk Islam tahun 1950 Masehi, menggantikan Malcolm X dalam memimpin masjid nomor 7. Dia juga seorang khatib, penulis, dan dosen, memiliki hubungan kuat dengan Kolonel Gaddafi. Dia menyeru berdirinya negara merdeka untuk orang kulit hitam di Amerika jika mereka tidak mendapatkan hak sosial dan politik mereka secara penuh.

Di antara tokoh terkemuka juga Wallace Muhammad yang berganti nama menjadi Warith Deen Muhammad, lahir di Detroit tahun 1933. Dia bekerja sebagai pemimpin gerakan di masjid Philadelphia dari tahun 1958 hingga 1960, menunaikan ibadah haji tahun 1967 dan berulang kali mengunjungi Kerajaan Arab Saudi. Dia berpisah dari gerakan dan meninggalkan prinsip-prinsip ayahnya tahun 1964, namun kembali menjelang kematian ayahnya lima bulan dengan harapan melakukan reformasi pada gerakan dari dalam. Dia menghadiri konferensi yang diselenggarakan Rabithah Alam Islami di New York negara bagian New Jersey tahun 1977, mengunjungi Pusat Islam di Washington pada Desember 1975, memimpin delegasi konferensi Islam yang diselenggarakan di Kanada tahun 1977. Pada setiap konferensi tersebut dia mengumumkan kesungguhan orientasi Islamnya dan bahwa dia akan berusaha mengubah konsep-konsep keliru dalam jamaahnya. Dia mengunjungi Kerajaan Arab Saudi tahun 1976, juga Turki dan sejumlah negara Mashriq. Dia mengumumkan tahun 1975 tentang tokoh-tokoh yang akan dia andalkan dalam memimpin jamaah, yang terkemukanya adalah dua asisten khususnya Karim Abdul Aziz dan Dr. Naim Akbar, juru bicara organisasi Abdul Halim Farrakhan, penasihat bidang kebudayaan Dr. Abdul Alim Shabaz dan Dr. Fatimah Ali dan Fahimah Sultan, sekretaris jenderal John Abdul Haq, pemimpin komando militer Elijah Muhammad II.

Di antara tokoh terkemuka juga Raymond Sharif dan Aminah Rasul yang bertanggung jawab atas departemen pengembangan wanita, Dr. Michael Ramadhan perwakilan semua komite masjid dan ketua komite pengarahan, Ibrahim Kamal Ad-Din pengawas badan Firqah Bumi Modern, Sultan Muhammad salah satu cucu Elijah Muhammad, Muhammad Ali Clay petinju dunia terkenal. Dikatakan bahwa Malcolm X yang menariknya ke gerakan dan dia salah satu anggota dewan yang dibuat Wallace Muhammad setelah mengambil alih kepemimpinan gerakan untuk merencanakan urusan-urusan penting jamaah.

Pemikiran dan Akidah Balalyun, Penyebaran dan Wilayah Pengaruh Mereka

Pemikiran dan akidah yang diyakini Balalyun:

Sesungguhnya pemikiran gerakan ini berkembang secara bertahap terpengaruh personalitas pemimpin yang mengurus urusan mereka. Karena itu perlu membagi perkembangan gerakan menjadi tiga periode:

Pertama: Pada masa pendiri pertamanya yaitu Wallace Ford. Organisasi dikenal sejak didirikan dengan nama Umat Islam, juga dikenal dengan nama lain yaitu Umat Islam yang Hilang yang Ditemukan. Tujuan terpentingnya tampak dalam hal berikut: Pertama: Menekankan dakwah kepada kebebasan, kesetaraan, keadilan dan bekerja untuk kemajuan keadaan jamaah. Kedua: Menekankan keunggulan dan keaslian ras kulit hitam, menegaskan keterkaitan mereka dengan asal Afrika dan menyerang orang kulit putih, menggambarkan mereka sebagai setan. Ketiga: Bekerja mengubah pengikutnya dari Taurat dan Injil ke Al-Quran, dengan tetap mengambil dari Kitab Suci dalam beberapa pemikiran. Pemimpinnya mendirikan dua organisasi, satu untuk wanita dengan nama Pelatihan Gadis-gadis Muslimah, dan satu lagi untuk pria dengan nama Buah Islam untuk menciptakan tentara kuat yang melindungi gerakan dan memperkuat kedudukan sosial dan politiknya.

Kedua: Pemikiran Balalyun pada masa Elijah Muhammad:

Elijah Muhammad mengumumkan bahwa Tuhan bukanlah sesuatu yang gaib, namun harus menjelma dalam diri seseorang dan orang ini adalah Fard yang didalamnya Tuhan menjelma, dan dia pantas untuk didoakan dan disembah. Dengan itu dia memasukkan konsep-konsep bathiniyyah pada pemikiran jamaahnya, mengambil maqam kenabian untuk dirinya, dan menjadi bergelar rasul. Dia mengharamkan atas pengikutnya judi, minum khamar, merokok, berlebihan dalam makanan, zina, melarang percampuran wanita dengan laki-laki yang bukan mahramnya, mendorong mereka menikah dalam lingkungan putra-putri gerakan, juga melarang pengikutnya mengunjungi tempat hiburan dan kafe umum. Dia bersikeras meninggikan ras kulit hitam dan menganggapnya sumber segala makna kebaikan, dengan terus meremehkan ras kulit putih dan menggambarkannya rendah dan hina.

Tidak diragukan bahwa keanggotaan gerakan terbatas pada orang kulit hitam tanpa kulit putih secara pasti tanpa ruang diskusi sama sekali. Elijah Muhammad hanya beriman pada apa yang tunduk pada indera, karena itu dia tidak beriman kepada malaikat dan tidak beriman pula kepada kebangkitan jasmaniah karena kebangkitan menurut dia tidak lebih dari kebangkitan akal orang kulit hitam Amerika. Demikian juga Elijah Muhammad tidak beriman dengan berakhirnya risalah pada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, bahkan mengumumkan bahwa dialah khatam rasul karena tidak ada rasul kecuali datang dengan bahasa kaumnya, dan dia -yaitu Elijah Muhammad- telah datang sebagai nabi yang diwahyui kepadanya dari Fard dengan bahasa kaumnya yang berkulit hitam.

Elijah Muhammad dan pengikutnya beriman kepada kitab-kitab samawi namun dia beriman bahwa kitab khusus akan turun kepada kaumnya yang berkulit hitam, yang dengannya menjadi kitab samawi terakhir untuk manusia. Shalat pada masanya berupa bacaan Al-Fatihah atau ayat-ayat lain, dan doa matsur dengan menghadap ke Makkah, membayangkan sosok Fard dalam pikiran, lima kali sehari.

Puasa bulan Desember setiap tahun menggantikan puasa Ramadan. Setiap anggota membayar sepersepuluh penghasilannya untuk gerakan. Dia menulis sejumlah buku yang menjelaskan pemikirannya di antaranya: buku “Pesan kepada Orang Kulit Hitam di Amerika”, buku “Penyelamat Kami Telah Tiba”, buku “Hikmah Tertinggi”, buku “Kejatuhan Amerika”, buku “Bagaimana Makan untuk Hidup”, dan menerbitkan surat kabar yang berbicara atas nama mereka bernama “Muhammad Berbicara”.

Ketiga: Akidah firqah ini pada masa Warith Deen Muhammad. Warith Deen memilih tahun 1975 nama baru untuk organisasinya yaitu Balalyun, dinisbatkan kepada Bilal Al-Habashi muadzin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Warith Deen menghapus pada tahun yang sama undang-undang larangan orang kulit putih bergabung dengan gerakan. Tahun 1976 muncul di aula perayaan sejumlah orang kulit putih yang bergabung dengan mereka berdampingan dengan orang kulit hitam. Pada masanya bendera Amerika diletakkan di samping bendera organisasi setelah sebelumnya bendera itu mewakili orang kulit putih bermata biru, setan Kaukasus sebagaimana mereka katakan. Pada tanggal 29 Agustus 1975 dikeluarkan keputusan perlunya puasa Ramadan dan perayaan Idul Fitri. Pada tanggal 14 November 1975 nama surat kabar berubah dari “Muhammad Berbicara” menjadi “Bilalian News”, kemudian menjadi “Surat Kabar Islam”. Setelah itu Warith Deen Muhammad mengumumkan bahwa gelarnya adalah Imam Akbar menggantikan Ketua para Ketua, juga mengubah kata ketua-ketua masjid menjadi kata imam.

Dia membatasi perhatiannya pada urusan agama, sementara membagikan urusan lain kepada para pemimpin gerakan. Masjid-masjid dipersiapkan agar layak untuk pelaksanaan shalat. Dia mengeluarkan pada tanggal 3 Oktober 1975 perintah agar shalat sesuai tata cara yang benar sebagaimana dikenal umat Islam lima kali sehari. Dia juga menekankan akhlak Islam, adab, selera baik, berpakaian rapi, dan berpakaian sopan bagi wanita. Para dai gerakan mengunjungi penjara untuk menyebarkan dakwah di antara narapidana. Pihak keamanan memperhatikan bahwa narapidana kulit hitam yang dikenal memberontak dan tidak patuh dalam penjara menjadi lebih lurus dan disiplin setelah masuk Islam. Dari sini pihak berwenang senang dengan dakwah para dai ini di antara narapidana. Dia juga bersikeras memperbaiki konsep-konsep Islam yang dianut gerakan sejak masa Fard dan Elijah Muhammad secara keliru, maka Warith Deen Muhammad berusaha meluruskannya. Hal-hal yang kami sebutkan menunjukkan bahwa ada perbaikan kualitatif yang terjadi pada pemikiran dan akidah gerakan dibanding masa sebelumnya, namun masih membutuhkan perbaikan akidah dan aplikasi agar berada di jalan Islam.

Akar Pemikiran dan Akidah Firqah Balalyun:

Gerakan ini berdiri di atas reruntuhan dua gerakan kuat yang muncul di antara orang kulit hitam yaitu Gerakan Moorish yang didakwahkan Negro Amerika Timothy Noble, yang mendirikan gerakannya tahun 1913. Ini adalah dakwah yang berisi campuran prinsip-prinsip sosial dan akidah agama yang berbeda-beda. Mereka menganggap diri mereka Muslim namun gerakan mereka terkena kelemahan setelah kematian pemimpinnya.

Gerakan kedua yang tumbuh dari reruntuhan gerakan sebelumnya adalah organisasi Marcus Garvey, yang mendirikan organisasi politik untuk orang kulit hitam. Gerakan ini bercirikan Kristen tetapi dengan dasar menjadikan Yesus berkulit hitam dan ibunya juga berkulit hitam. Pemimpin gerakan ini diasingkan dari Amerika pada tahun 1925 yang menyebabkan gerakan ini juga runtuh. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa gerakan ini memandang Islam sebagai warisan spiritual yang dapat menyelamatkan orang kulit hitam dari dominasi orang kulit putih, dan mendorong mereka untuk membentuk bangsa khusus yang istimewa dengan hak-hak, keuntungan, dan kedudukannya sendiri.

Penyebaran dan Wilayah Pengaruh Kelompok Ini:

Jumlah orang kulit hitam di Amerika mencapai lebih dari 35 juta jiwa, di antaranya sekitar satu juta muslim. Mereka menyebut masjid-masjid mereka dengan sebutan kuil, dan kini mereka memiliki delapan puluh cabang di berbagai kota Amerika. Sekolah-sekolah mereka telah mencapai lebih dari enam puluh lembaga di seluruh Amerika, dan jam pelajaran pertama setiap hari dikhususkan untuk mengajarkan agama Islam. Muslim kulit hitam terpusat di Detroit, Chicago, Washington, dan sebagian besar kota-kota besar Amerika. Mereka bermimpi untuk mendirikan negara yang merdeka dan mereka mendukung isu-isu orang kulit hitam secara umum.

Dari uraian di atas terlihat jelas bahwa Nation of Islam di Barat adalah gerakan mazhab pemikiran yang mengklaim dirinya berhubungan dengan Islam, tetapi telah lama mengosongkannya dari substansi dan kandungannya. Pada masa awalnya, meskipun gerakan ini menyerukan pengikutnya untuk berpaling kepada Al-Qur’an, tetapi mereka tetap mempertahankan ide untuk terus mengambil dari Taurat dan Injil. Demikian pula pada masa kedua, mereka mengikuti konsep-konsep batiniah. Pada masa ketiga, organisasi ini mengambil nama baru yaitu “Bilaliyyun” yang dinisbahkan kepada Bilal Al-Habsyi muadzin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Warith Deen Mohammed memerintahkan agar shalat dilakukan dengan tata cara yang benar sebagaimana yang dikenal, disertai dengan perbaikan konsep-konsep Islam sebelumnya yang mereka miliki. Mulailah orientasi sejati mereka menuju Islam dengan pemahaman yang benar.

Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad sang Nabi yang terpercaya, beserta keluarga dan para sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 16: Orientalisme (1)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Keenam Belas

(Orientalisme (1))

Definisi Orientalisme dan Para Orientalis

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, shalawat dan salam atas semulia-mulia rasul dan penutup para nabi, junjungan kami Muhammad sang Nabi yang terpercaya, beserta keluarga dan para sahabatnya semuanya.

Adapun setelah itu:

Orientalisme:

Definisi Orientalisme:

Orientalisme adalah istilah yang dilontarkan oleh non-Timur terhadap kajian-kajian yang berkaitan dengan orang-orang Timur. Orientalisme berarti kajian tentang Timur dan orang-orang Timur, bangsa-bangsa Timur beserta sejarahnya, agama-agamanya, bahasa-bahasanya, kondisi-kondisi sosialnya, negeri-negeri orang Timur, dan seluruh wilayah mereka, beserta kekayaan dan kebaikan-kebaikan yang terdapat di dalamnya. Demikian pula kajian peradaban-peradaban mereka dan segala sesuatu yang berkaitan dengan mereka.

Tujuan orang-orang Barat dari pelontaran istilah umum ini yang mencakup seluruh Timur dan orang-orang Timur, baik muslim maupun non-muslim, adalah agar menjadi kedok bagi tujuan mendasar yaitu kajian segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam dan umat Islam untuk melayani tujuan-tujuan penyebaran agama Kristen di satu sisi, dan melayani tujuan-tujuan penjajahan Barat terhadap negeri-negeri muslim di sisi lain. Kemudian untuk menyiapkan kajian-kajian yang diperlukan untuk memerangi Islam dan menghancurkan umat Islam serta memecah-belahnya, dan memecah persatuannya.

Kajian-kajian orientalis kemudian meluas setelah ekspansi penjajahan Barat di Timur, sehingga mencakup kajian agama-agama baru Timur, adat-istiadatnya, peradaban-peradabannya, geografinya, tradisi-tradisinya, bahasa-bahasanya, dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.

Para orientalis adalah mereka yang melakukan kajian-kajian orientalis dari kalangan non-Timur, dan mereka menyajikan nasihat-nasihat, kajian-kajian, dan wasiat-wasiat mereka pertama kepada para misionaris dengan tujuan merealisasikan sasaran-sasaran kristenisasi dan penyebaran agama Kristen. Kedua, mereka menyajikan nasihat-nasihat kepada lingkaran-lingkaran penjajah dengan tujuan merealisasikan sasaran-sasaran penjajahan. Bahkan banyak di antara orientalis adalah pendeta-pendeta yang terdaftar dalam hierarki gereja, sehingga sesuai profesi mereka, mereka adalah pemilik misi-misi kristenisasi. Banyak orientalis yang bekerja sebagai pegawai negara mereka di departemen-departemen politik dan administratif yang mengurusi urusan penjajahan sebagai peneliti atau penasihat atau semacam itu.

Sebagaimana banyak orang Yahudi menyusup dalam orientalisme dengan bersikap munafik kepada orang-orang Nasrani, dan secara rahasia melayani tujuan-tujuan Yahudi dalam kerangka rencana umum Yahudi. Muncul pula di kalangan orientalis sekelompok orang yang memperhatikan kajian-kajian orientalis karena keinginan dalam penelitian ilmiah yang objektif, tanpa didorong oleh motif kristenisasi atau motif penjajahan. Dari sebagian mereka ada yang bersikap adil terhadap kebenaran tanpa berpihak. Sebagian dari mereka yang bersikap adil ini terpengaruh oleh Islam dan peradaban Islam, dan mampu membebaskan diri dari tradisi-tradisi buta mereka dan fanatisme jahiliah, sehingga mereka masuk Islam.

Kemudian kajian-kajian orientalis meluas untuk berbagai tujuan ekonomi, politik, militer, ilmiah, dan lain-lain. Banyak orientalis menempati kedudukan-kedudukan ilmiah terkemuka di universitas-universitas Barat, dan kepada mereka di universitas-universitas ini dipercayakan urusan pemberian gelar-gelar tinggi kepada orang-orang Timur dalam ilmu-ilmu Islam dan Arab seperti Magister dan Doktor, dengan tujuan mencetak pemegang-pemegang gelar dari negara-negara dunia Islam sesuai dengan yang diinginkan para misionaris dan penjajah.

Orang-orang Yahudi memanfaatkan bidang orientalisme ini secara luas hingga banyak kursi keprofesoran untuk kajian-kajian orientalis di universitas-universitas Barat ditempati oleh orang-orang Yahudi yang bekerja untuk merealisasikan tujuan-tujuan Yahudi, sementara mereka memakai topeng-topeng palsu di hadapan orang-orang Nasrani. Orang-orang Yahudi juga memiliki banyak mata-mata yang menyusup di setiap bidang orientalisme lainnya dengan nama-nama Yahudi atau nama-nama samaran.

Ringkasan Sejarah Orientalisme

Tidak diketahui secara pasti siapa orang Barat pertama yang memperhatikan kajian-kajian Timur, dan kapan hal itu terjadi. Oleh karena itu para ulama berbeda pendapat dalam menentukan permulaan sesungguhnya orientalisme. Namun yang pasti adalah bahwa sebagian pendeta Barat pergi ke Andalus pada masa kejayaan dan kemuliaannya, mereka belajar di sekolah-sekolahnya, menerjemahkan Al-Qur’an dan kitab-kitab Arab ke dalam bahasa mereka, dan berguru kepada ulama-ulama muslim dalam berbagai ilmu, terutama dalam bidang kedokteran, filsafat, dan matematika.

Di antara pendeta-pendeta tersebut adalah pendeta Prancis Gerbert yang terpilih menjadi Paus gereja Roma tahun 999 setelah belajar di lembaga-lembaga Andalus dan kembali ke negerinya. Di antara mereka juga Pendeta Petrus yang Mulia, dan juga Pendeta Gerard dari Cremona.

Setelah pendeta-pendeta ini kembali, mereka menyebarkan budaya yang ditulis dalam bahasa Arab, dan menyebarkan karya-karya ulama muslim dan Arab yang paling terkenal. Kemudian lembaga-lembaga mendirikan bagian-bagian untuk kajian-kajian Arab, dan sekolah-sekolah untuk mempelajarinya seperti Sekolah Arab Padua. Demikian pula biara-biara dan sekolah-sekolah Barat mulai mengajarkan karya-karya Arab yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, yang merupakan bahasa ilmu di seluruh negara Eropa pada masa itu. Universitas-universitas Barat terus bergantung pada kitab-kitab Arab dan menganggapnya sebagai rujukan asli untuk pembelajaran selama kurang lebih enam abad.

Sejak saat itu tidak pernah terputus keberadaan individu-individu yang mempelajari Islam dan bahasa Arab, menerjemahkan Al-Qur’an dan sebagian kitab-kitab Arab ilmiah dan sastra, hingga datang abad kedelapan belas yang merupakan zaman dimulainya Barat menjajah dunia Islam dan menguasai kekayaan-kekayaannya. Tiba-tiba sejumlah ulama Barat unggul dalam orientalisme, mereka menerbitkan majalah-majalah untuk itu di semua kerajaan Barat, mereka menyerbu manuskrip-manuskrip Arab di negara-negara Arab dan Islam, membelinya dari pemiliknya yang bodoh, atau mencurinya dari perpustakaan-perpustakaan umum yang dalam keadaan kacau balau, dan memindahkan manuskrip-manuskrip ini ke negara dan perpustakaan mereka. Tiba-tiba jumlah besar manuskrip-manuskrip Arab yang langka berpindah ke perpustakaan-perpustakaan Eropa, dan pada awal abad kesembilan belas telah mencapai dua ratus lima puluh ribu jilid, dan jumlah ini terus bertambah hingga hari ini.

Pada seperempat terakhir abad kesembilan belas diadakan kongres pertama orientalis di Paris tahun 1873, dan berturut-turut diadakan kongres-kongres di mana disampaikan kajian-kajian tentang Timur, kesusastraan, agama-agama, dan peradaban-peradabannya, dan masih terus diadakan hingga hari-hari ini.

Orientalisme telah dimulai sejak pasukan-pasukan penaklukan Islam mengetuk pintu-pintu besar Eropa, dan umat Islam telah menduduki singgasana kepemimpinan internasional, memenuhi pendengaran zaman, penglihatan, dan seluruh perasaannya. Eropa yang tenggelam dalam kebodohan dan keterbelakangan peradaban pada masa itu mulai mencari sebab-sebab kebangkitan umat Islam, dan sebab-sebab pencapaian mereka atas kemuliaan besar yang mereka raih. Maka sebagian tokoh gereja Eropa mulai mempelajari ilmu-ilmu para penakluk ini dan bahasa mereka, berharap mereka mendapatkan sesuatu untuk menghentikan gelombang penaklukan Islam ini, dan berharap mereka memperoleh dari ilmu-ilmu umat Islam apa yang bermanfaat bagi mereka dalam menyelamatkan diri dari keterbelakangan, dan membuka bagi mereka pintu-pintu kemajuan.

Maka orientalisme adalah pencarian ilmu-ilmu orang-orang Timur, bahasa-bahasa dan kondisi-kondisi mereka serta penelitian tentangnya. Setelah Perang Salib, disusunlah rencana untuk menguasai umat Islam dengan cara-cara lain selain cara perang bersenjata dengan senjata-senjata material. Rencana penaklukan baru ini memerlukan perluasan dalam kajian-kajian orientalis agar menjadi persiapan bagi penaklukan ini dan penyiapan syarat-syarat pemikiran dan psikologisnya.

Karena penggerak Perang Salib adalah tokoh-tokoh rohaniwan Eropa dan ilmu-ilmu tinggi hampir terbatas pada gereja pada masa itu, maka yang pertama kali mengarah pada kajian-kajian Timur dari tokoh-tokoh ini adalah para pendeta. Tidak diragukan bahwa tujuan-tujuan mereka sejalan dengan tujuan-tujuan Perang Salib yang mengambil gaya baru dalam penaklukan selain gaya penaklukan material bersenjata dengan alat-alat besi. Demikian pula tujuan-tujuan mereka sesuai dengan tujuan-tujuan kristenisasi atau yang mereka sebut penyebaran agama Kristen.

Para pengarah kajian-kajian Timur bekerja di bidang ini dengan sungguh-sungguh, menerjemahkan ke dalam bahasa mereka banyak kitab dari kitab-kitab umat Islam. Tumbuhnya pemikiran penjajahan di negara-negara Eropa setelah kebangkitan mereka, dan para penjajah yang berambisi menjajah negeri-negeri umat Islam membutuhkan bekal dari kajian-kajian Timur. Maka departemen-departemen penjajah mengarahkan sejumlah orang terpelajar di negara mereka untuk fokus pada kajian-kajian Timur dari berbagai segi: kebahasaan, keagamaan, kemasyarakatan, sejarah, politik, dan lain-lain. Banyak di antara mereka dari kalangan gereja yang membawa dalam hati mereka tujuan-tujuan kristenisasi. Maka bertemulahlah dalam orientalisme tujuan-tujuan perhimpunan kristenisasi dan tujuan-tujuan departemen penjajah.

Dari sifat tujuan-tujuan yang mendahului pekerjaan dalam konsepsi adalah mengarahkan pekerjaan dan mempengaruhinya, kecuali dari orang yang tumbuh dalam hatinya perasaan cinta kebenaran dan dikuasai oleh keinginan untuk menolongnya meskipun bertentangan dengan hawa nafsunya dan fanatisme pribadinya, dan sedikit sekali mereka.

Kemudian didirikan lembaga-lembaga untuk orientalisme, terbentuk perhimpunan-perhimpunan orientalis untuk bekerjasama dalam pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan kajian dan ilmu-ilmu Timur, seperti menerbitkan sebagian manuskrip Arab, menyusun indeks menyeluruh untuk sebagian kitab-kitab pokok Islam, menyusun sebagian kamus-kamus berindeks, merinci ayat-ayat Al-Qur’an Al-Kareem menurut topik-topiknya dan semacam itu. Bahkan kajian-kajian Timur ini masuk ke universitas-universitas besar, sehingga memiliki cabang-cabang hingga tingkat meraih gelar doktor.

Sekelompok orientalis mulai mengarang karya-karya yang berkaitan dengan ilmu-ilmu Islam untuk melayani tujuan-tujuan mendasar orientalisme yang bertujuan memburukkan Islam dan memburukkan sejarah Islam, meletakkan syubhat-syubhat, mencari dalil-dalil untuknya, mengarahkan kritik-kritik palsu kepada hukum-hukum dan syariat-syariat Islam, mengikuti berita-berita lemah dan pendapat-pendapat yang ditolak, menafsirkan fenomena-fenomena secara materialistis sesuai yang mereka sukai, menjelaskan nash-nash Al-Qur’an atas dasar bahwa Al-Qur’an bukan dari kalam Allah dan bukan kitab yang diturunkan, menjelaskan hadits-hadits Nabi atas dasar bahwa Muhammad adalah jenius dari manusia dan bukan rasul seperti rasul-rasul lainnya, menjelaskan penaklukan-penaklukan Islam dengan keinginan-keinginan pribadi yang serupa dengan keinginan-keinginan yang ada pada para penjajah, menjauhkan setiap motif Islam dari setiap peristiwa sejarah umat Islam, upaya-upaya penyimpangan dalam nash-nash ketika berdalil dengannya, menggunakan banyak sofisme ketika membahas topik-topik Islam, sengaja menonjolkan kejatuhan orang-orang fasik dari umat Islam sepanjang sejarah panjang mereka, meragukan kebenaran hadits-hadits shahih yang diriwayatkan dengan mengarahkan celaan kepada perawi-perawi hadits meskipun mereka dari sahabat-sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, demikian pula meragukan Al-Qur’an Al-Kareem dengan mengarahkan celaan-celaan yang diada-adakan terhadap pemindahan, penulisan, qira’at-qira’at yang tetap di dalamnya, dan terhadap kandungan-kandungannya, mengarahkan celaan kepada fenomena wahyu yang dengannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menerima kitab Tuhannya, dan lain-lain perkara yang tak terhitung yang semuanya berdasarkan keinginan membatalkan kebenaran karena fanatisme dan mengikuti hawa nafsu.

Orang-orang Yahudi melihat orientalisme sebagai pintu berbahaya dari pintu-pintu penyusupan ke negara-negara yang mereka impikan untuk menguasainya sesuai cara mereka, dan mereka ingin mengambil untuk diri mereka anak buah di dalamnya dari anak-anak negeri tersebut. Maka sekelompok dari mereka mengkhususkan diri pada kajian-kajian Timur dan mengikuti perjalanan dalam rencana-rencana Yahudi, hingga orang-orang Yahudi menduduki banyak kursi kajian-kajian Timur di universitas-universitas besar, dan mereka mulai melayani tujuan-tujuan Yahudi Zionis di bidang ini di bawah kedok melayani tujuan-tujuan orientalis Kristen dan tujuan-tujuan departemen penjajah.

Orang-orang Eropa Timur masuk arena-arena orientalisme setelah berhasilnya revolusi komunis di negara mereka mengikuti Barat, dengan tujuan menggunakan kajian-kajian mereka di bidang ini untuk meruntuhkan Islam dan menarik bangsa-bangsa Islam kepada komunisme.

Mazhab-Mazhab Orientalisme

Telah masuk ke arena orientalisme unsur-unsur yang berbeda tujuan dan sasarannya, meskipun lapangan kerja semua sama. Namun kita dapat memperhatikan bahwa orientalisme telah memiliki beberapa mazhab, setiap mazhab memiliki tujuan yang selaras dengan mazhab pemikiran atau mazhab agama yang diikuti oleh orang-orang yang bergabung dengannya. Kita dapat membagi mazhab-mazhab ini kepada:

Pertama: Mazhab Nasrani: Terbagi menjadi dua cabang: Katolik dan Protestan. Kedua cabang ini bertemu dalam pekerjaan dan tujuan, meskipun berbeda dalam sebagian pandangan mazhabiyah.

Kedua: Mazhab Yahudi: Mazhab ini memiliki tujuan khusus yang melayani rencana-rencana Yahudi dunia, meskipun memakai pakaian kemunafikan dalam lingkungan-lingkungan yang mereka berada di dalamnya untuk menyenangkan lingkungan-lingkungan tersebut, dan meskipun menutupi wajah sebenarnya dengan topeng-topeng palsu.

Ketiga: Mazhab Ateisme Umum: Yang bergabung dengan mazhab ini adalah orientalis-orientalis ateis dari Barat. Tujuan mereka terangkum dalam menyebarkan pemikiran ateisme dan menegakkan konsep-konsep kehidupan atas dasar materialisme yang mengingkari keberadaan Allah Azza wa Jalla. Mereka tersebar dalam berbagai mazhab kemasyarakatan, politik, dan ekonomi.

Keempat: Mazhab Ateisme Komunis: Yang bergabung dengan mazhab ini adalah orientalis-orientalis komunis yang berusaha menyebarkan tujuan mereka dengan menyebarkan ateisme dan komunisme sekaligus, dan menarik bangsa-bangsa umat Islam kepada keduanya.

Motif dan Tujuan Para Orientalis

Kita dapat melacak motif dan tujuan para orientalis dari pekerjaan-pekerjaan mereka, dari apa yang telah mereka capai dari tujuan-tujuan, dari pandangan sejarah terhadap kondisi riil negara-negara Barat sebelum tumbuh di dalamnya orientalisme, dan terhadap kondisi riil mereka setelah itu. Demikian pula dari melihat hubungan orientalisme dengan penyebaran agama Kristen, dan juga hubungannya dengan penjajahan.

Motif dan Tujuan Mereka:

Motif bertemu dengan tujuan dengan mempertimbangkan bahwa motif mewakili pendorong psikis untuk mengambil cara-cara yang mengantarkan kepada tujuan-tujuan akhir dari pekerjaan.

Motif Pertama: Yaitu motif agama atau mazhabiyah melawan Islam dan umat Islam. Kita telah mengetahui bahwa orientalisme dimulai oleh pendeta-pendeta dan pastor-pastor Nasrani, kemudian berlanjut setelah itu, dan sebagian besar orientalis dari kalangan rohaniwan Kristen. Mereka didorong oleh motif pembelaan terhadap Kristen dan keinginan mengkristenkan umat Islam yang telah menyapu imperium mereka, dan agama mereka yang benar mampu mengalahkan Kristen yang telah diselewengkan dalam jiwa-jiwa pengikutnya. Mereka mengarah untuk mencela Islam, memburukkan kebaikan-kebaikannya, dan menyimpangkan kebenaran-kebenarannya dengan tujuan meyakinkan massa mereka yang tunduk kepada kepemimpinan agama mereka bahwa Islam adalah agama yang tidak layak menyebar, dan bahwa umat Islam adalah kaum yang biadab, perampok, penumpah darah, yang didorong agama mereka kepada kesenangan-kesenangan jasmani dan menjauhkan mereka dari setiap kemuliaan rohani dan akhlak.

Kemudian kebutuhan mereka terhadap serangan ini semakin meningkat di masa sekarang setelah mereka melihat peradaban modern telah menggoyahkan dasar-dasar akidah Nasrani di kalangan orang-orang Barat, dan keraguan mereka terhadap semua ajaran yang mereka terima dari para pemuka agama mereka semakin bertambah. Maka mereka tidak menemukan cara yang lebih bermanfaat selain memperketat serangan terhadap Islam dengan mengalihkan pandangan orang-orang Barat dari mengkritik akidah dan kitab-kitab suci yang mereka miliki. Mereka mengetahui apa yang ditinggalkan oleh penaklukan-penaklukan Islam yang pertama, kemudian Perang Salib, kemudian penaklukan-penaklukan Islam Ottoman di Eropa setelah itu.

Mereka mengetahui apa yang ditinggalkan oleh hal-hal tersebut di dalam jiwa orang-orang Barat berupa ketakutan yang sangat terhadap kekuatan Islam, dan kebencian terhadap para pemeluknya. Mereka memanfaatkan suasana psikologis ini dan semakin meningkatkan aktivitas dalam studi-studi keislaman. Ketika lembaga-lembaga misi didirikan dan menetapkan di antara tujuan-tujuan mereka untuk mengalihkan kaum muslimin dari agama mereka kepada Nasrani atau kepada tidak beragama dan ateisme sempurna, maka dorongan-dorongan orientalisme pada para misionaris dan para pendukung serta penyokong mereka adalah dorongan-dorongan misi itu sendiri, yang terangkum dalam keinginan mendesak untuk melepaskan kaum muslimin dari agama mereka, dan mencoba memasukkan mereka ke dalam Nasrani, atau membiarkan mereka menjadi atheis yang tidak beragama, agar mereka lebih patuh kepada negara-negara Nasrani yang tamak untuk menjajah negeri-negeri kaum muslimin dan mengeksploitasi kekayaannya.

Dari pengetahuan kita terhadap dorongan ini kita dapat mengetahui tujuan akhir yang berkaitan dengannya, maka tujuan dorongan ini adalah mengeluarkan kaum muslimin dari agama mereka. Jika memungkinkan untuk menasranikan mereka maka itulah yang diinginkan, dan jika tidak maka membiarkan mereka sama sekali tidak beragama adalah tujuan yang diharapkan dapat mewujudkan bagi orang-orang Nasrani manfaat-manfaat dan kepentingan-kepentingan politik, ekonomi, kolonial dan lain sebagainya. Untuk mengeluarkan kaum muslimin dari agama mereka ada banyak cara, di antaranya:

Pertama: Membuat kaum muslimin benci terhadap agama mereka dan membawa mereka untuk membencinya.

Kedua: Memburukkan Islam dan meragukan dasar-dasarnya, serta mengarahkan celaan kepadanya.

Ketiga: Memburukkan sejarah Islam dan memburukkan peradaban kaum muslimin dan segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam berupa ilmu, sastra, dan warisan.

Keempat: Menggali peradaban kuno dan menghidupkan pengetahuan-pengetahuannya, serta membangkitkan golongan-golongan sesat dan gerakan-gerakan destruktif yang lama.

Kelima: Menghiasi apa yang ada dalam Nasrani berupa ajaran-ajaran dan hukum-hukum.

Keenam: Menarik kaum muslimin untuk mengambil peradaban material modern dan apa yang ada di dalamnya berupa daya tarik bagi jiwa-jiwa, pemuasan bagi hawa nafsu, pemikat bagi syahwat, dan kemewahan bagi pandangan.

Ketujuh: Mengklaim bahwa fikih Islam diambil dari hukum Romawi.

Kedelapan: Seruan untuk meninggalkan bahasa Arab dan mengganti cara penulisannya ke tujuan-tujuan lainnya.

Dorongan kedua dari dorongan-dorongan orientalisme: yaitu dorongan kolonial. Para Salibis tidak putus asa setelah kekalahan mereka dalam Perang Salib untuk kembali menduduki negeri-negeri Arab dan seluruh negeri kaum muslimin. Mereka mengarahkan untuk mempelajari negeri-negeri tersebut dalam segala urusan mereka berupa akidah, adat istiadat, akhlak, kekayaan, sejarah, dan lain sebagainya yang berkaitan dengannya berupa geografi dan penduduk, dengan tujuan agar mereka mengenali titik-titik kekuatan di dalamnya sehingga mereka melemahkannya, dan titik-titik kelemahan sehingga mereka memanfaatkannya. Kemudian ketika mereka berhasil meraih penguasaan militer dan dominasi politik, maka di antara dorongan studi-studi orientalis adalah keinginan untuk melemahkan perlawanan spiritual dan moral di dalam jiwa kaum muslimin, dan menyebarkan kelemahan dan kebingungan dalam pemikiran mereka. Mereka memiliki banyak bisikan dalam hal itu, yang mereka selipkan ke dalam jiwa anak-anak kaum muslimin. Di antara bisikan-bisikan tersebut adalah sebagai berikut:

1 – Meragukan manfaat apa yang ada di tangan kaum muslimin berupa warisan, dan apa yang mereka miliki berupa akidah, syariat, dan nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan dari hal tersebut adalah agar kaum muslimin kehilangan kepercayaan diri mereka, dan agar mereka melemparkan diri ke dalam pelukan Barat untuk meminta-minta kepada mereka ukuran-ukuran akhlak, prinsip-prinsip dan akidah-akidah, solusi-solusi untuk masalah-masalah hidup mereka, adat istiadat dan tradisi, serta jenis-jenis perilaku, agar dengan demikian Barat dapat menundukkan kaum muslimin kepada peradaban dan budayanya secara sempurna.

2 – Menerapkan konsep-konsep baru atau menghidupkan konsep-konsep jahiliah yang telah mati sejak Islam menguasai hati kaum muslimin seperti nasionalisme Firaun, Fenisia, Asyur, Arab, Kurdi, Turki, Persia, dan semacam itu agar mereka dapat memecah belah persatuan umat Islam yang satu yang diikat oleh satu ikatan, yaitu kesatuan agama yang menguasai seluruh perasaan batin manusia dan perilaku lahirnya.

Orientalisme yang dilakukan oleh kaum komunis memiliki dorongan yang serupa, yaitu dorongan yang mengharapkan penguasaan penuh atas negeri-negeri kaum muslimin. Dari pengetahuan kita terhadap dorongan ini kita dapat mengetahui tujuan akhir yang berkaitan dengannya, maka tujuan dorongan ini adalah dominasi atas negara-negara dunia Islam dan atas bangsa-bangsa Islam, tentu saja dengan mengeksploitasi bumi, memperbudak manusia, dan menguasai segala sesuatu, untuk mewujudkan hawa nafsu dan syahwat jiwa, dan agar mereka memiliki keunggulan di bumi.

Sekarang saya beralih untuk membicarakan dorongan ketiga dari dorongan-dorongan orientalisme yaitu dorongan ekonomi. Di antara dorongan-dorongan yang memicu banyak orang Barat terhadap studi-studi orientalis ketimuran adalah keinginan mereka untuk menyerang negeri-negeri Islam secara ekonomi, yang mereka tujukan untuk menguasai pasar-pasar perdagangan dan lembaga-lembaga keuangan yang beragam, serta menguasai kekayaan-kekayaan bumi, mengeksploitasi sumber daya alam dan memperolehnya dengan harga yang paling murah, dan mematikan industri-industri lokal yang lama, agar negeri-negeri kaum muslimin menjadi negeri-negeri konsumen bagi apa yang diekspor oleh pabrik-pabrik mesin Barat. Dalam kerangka dorongan ini, lembaga-lembaga ekonomi Barat mengarahkan.

Dalam kerangka dorongan ini lembaga-lembaga ekonomi Barat mengarahkan orang-orang yang tertarik dengan studi-studi orientalis, agar mereka menjadi perantara, utusan, penasihat mereka, dan penerjemah bagi mereka dalam tugas-tugas dan tuntutan-tuntutan ekonomi mereka, atau menunjukkan kesiapan mereka untuk mempekerjakan orang-orang yang bekerja untuk mereka dalam bidang ini. Maka sekelompok orang Barat mengarah kepada studi-studi ini dengan berharap dapat menemukan pekerjaan bagi mereka di lembaga-lembaga ekonomi. Juga muncul sekelompok peneliti ilmiah yang tertarik dengan studi-studi orientalis untuk menerbitkan buku-buku warisan Islam, dan memanfaatkan penerbitannya dalam memperoleh kekayaan yang biasanya diperoleh para penerbit. Demikianlah studi-studi orientalis menjadi salah satu cara untuk memperoleh uang bagi banyak orientalis.

Dari pengetahuan kita terhadap dorongan ini kita dapat mengetahui tujuan akhir yang berkaitan dengannya, maka tujuan dorongan ini adalah memperoleh harta dan ambisi-ambisi ekonomi.

Dorongan keempat dari dorongan-dorongan orientalisme: yaitu dorongan politik. Setelah negeri-negeri Islam terbebas dari penjajahan, lingkaran-lingkaran kolonial melihat bahwa kebutuhan politik mereka mengharuskan agar mereka memiliki di konsulat-konsulat, kedutaan-kedutaan, dan wakil-wakil mereka di PBB, serta seluruh lembaga internasional orang-orang yang memiliki bekal yang baik dari studi-studi orientalis, agar orang-orang ini melakukan tugas-tugas politik yang beragam yang berkaitan dengan bangsa-bangsa Islam dan negara-negara dunia Islam. Di antara tugas-tugas tersebut adalah kontak dengan para politisi dan bernegosiasi dengan mereka untuk mengetahui pandangan dan arah mereka, kontak dengan para pemikir dan pers untuk mengenal pemikiran mereka dan realitas negara-negara mereka, serta menyebarkan arah-arah politik yang diinginkan negara-negara mereka kepada siapa saja yang mereka inginkan untuk disebarkan kepada mereka, dan meyakinkan mereka dengannya, serta kontak dengan agen-agen dan kaki tangan mereka yang melayani tujuan-tujuan politik mereka di dalam bangsa-bangsa umat Islam. Betapa banyak pemikiran yang telah disebarkan oleh pembawa dorongan ini di bangsa-bangsa kaum muslimin, betapa banyak tipu daya yang mereka selipkan, betapa banyak kaki tangan yang mereka gunakan untuk membangkitkan fitnah, mengadakan revolusi dan kudeta militer, hingga pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Dari pengetahuan kita terhadap dorongan ini kita dapat mengetahui tujuan akhir yang berkaitan dengannya, dan tujuan dorongan ini adalah mewujudkan tujuan-tujuan politik yang ingin diwujudkan oleh negara-negara pengarah jenis studi ini untuk menjalankan negara-negara dunia Islam dalam orbit mereka.

Dorongan kelima dari dorongan-dorongan orientalisme: yaitu dorongan ilmiah yang jujur. Ini dianggap sangat sedikit di kalangan orientalis. Di antara orientalis ada segelintir orang yang sangat sedikit yang menekuni studi-studi orientalis dengan dorongan dari kecintaan untuk mengetahui peradaban-peradaban umat, agama-agama mereka, budaya-budaya mereka, dan bahasa-bahasa mereka. Segelintir orientalis ini lebih sedikit kesalahannya dibandingkan yang lain dalam memahami Islam dan warisannya, karena mereka tidak sengaja menyisipkan atau memutarbalikkan. Oleh karena itu penelitian-penelitian mereka lebih mendekati kebenaran dan metode ilmiah yang benar daripada penelitian-penelitian mayoritas orientalis. Bahkan di antara mereka ada yang mendapat petunjuk melalui studinya kepada Islam, beriman dengannya, dan bergabung dengan umat Islam. Namun mereka ini jarang ditemukan kecuali ketika mereka memiliki sumber-sumber keuangan khusus yang memungkinkan mereka untuk menekuni studi-studi orientalis dengan amanah dan keikhlasan, karena penelitian-penelitian mereka yang bebas dari hawa nafsu yang menyimpang tidak mendapat sambutan, baik di kalangan pemuka agama, maupun di kalangan politisi, maupun di kalangan para peneliti Barat pada umumnya. Bahkan seringkali mereka menghadapi gangguan dan perlawanan keras dari para pemuka agama dan politisi di negara-negara mereka.

Ketika orientalisme jujur yang menginginkan penelitian ilmiah netral yang bebas dari hawa nafsu menyimpang tidak memberikan keuntungan dan manfaat kepada para pelakunya, maka secara alami para pelaku ini menjadi langka di kalangan orientalis.

Dari pengetahuan kita terhadap dorongan ini kita dapat mengetahui tujuan akhir yang berkaitan dengannya, dan tujuan dorongan ini adalah memuaskan kelaparan ilmiah yang bebas, dan memperoleh pengetahuan yang benar yang berkaitan dengan umat yang memiliki ilmu dan peradaban asli. Mereka ini meskipun ikhlas dalam penelitian dan studi tidak terbebas dari kesalahan-kesalahan dan kesimpulan-kesimpulan yang jauh dari kebenaran, baik karena ketidaktahuan mereka terhadap gaya-gaya bahasa Arab, maupun karena ketidaktahuan mereka terhadap suasana-suasana sejarah Islam yang sebenarnya, sehingga mereka membayangkannya sebagaimana mereka membayangkan masyarakat-masyarakat mereka, lupa akan perbedaan-perbedaan alamiah, psikologis, dan temporal yang membedakan antara suasana sejarah yang mereka pelajari dengan suasana sekarang yang mereka jalani.

Di antara mereka ada yang hidup dengan hati dan pikirannya dalam suasana lingkungan yang dipelajarinya, dan menghasilkan kesimpulan yang sesuai dengan kebenaran, kejujuran, dan kenyataan. Namun mereka menghadapi kesulitan dari orientalis-orientalis lainnya, karena mereka dengan cepat menuduh mereka menyimpang dari metode ilmiah, atau terbawa emosi, atau keinginan untuk menyenangkan kaum muslimin dan mendekat kepada mereka, sebagaimana yang mereka lakukan terhadap Thomas Arnold ketika ia berlaku adil kepada kaum muslimin dalam bukunya yang agung (Seruan kepada Islam). Ia telah membuktikan di dalamnya toleransi kaum muslimin di semua masa terhadap orang-orang yang berbeda agama dengan mereka, berlawanan dengan perlakuan orang-orang yang berbeda agama kepada mereka. Buku ini yang dianggap sebagai salah satu rujukan yang paling akurat dan terpercaya dalam sejarah toleransi beragama dalam Islam dicela oleh orientalis-orientalis fanatik karena penulisnya didorong oleh emosi yang kuat dari kecintaan dan kasih sayang kepada kaum muslimin, padahal ia tidak menyebutkan peristiwa apa pun kecuali mengembalikannya kepada sumbernya.

Di antara mereka ada yang penelitian murninya untuk mencari kebenaran membawanya untuk memeluk Islam dan membela Islam di kalangan bangsa-bangsa Barat mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh orientalis Prancis seniman Dinet, yang hidup di Aljazair lalu kagum dengan Islam, menyatakan keislamannya, dan menggunakan nama Nasir al-Din Dinet. Ia menulis bersama seorang ulama Aljazair sebuah buku tentang sirah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, dan memiliki buku sinar-sinar khusus dengan cahaya Islam yang menjelaskan keberpihakan bangsanya terhadap Islam dan Rasulnya. Orientalis muslim ini meninggal di Prancis dan jenazahnya dipindahkan ke Aljazair dan dikuburkan di sana.

Di antara mereka juga orientalis Abdul Karim Germanus, ia adalah seorang ulama Hungaria yang memeluk Islam di India, dan meninggal tahun 1979. Ia berharap dapat hidup seratus tahun karena menurutnya bahasa Arab membutuhkan seratus tahun untuk memahaminya. Ia adalah anggota Majma’ Lughawi (Lembaga Bahasa) di Kairo, mencintai Islam dan bahasa Arab serta melayani keduanya, dan menulis lebih dari seratus lima puluh buku tentang Islam di antaranya buku (Allahu Akbar), buku (Gerakan-gerakan Modern dalam Islam), buku (Puncak-puncak Sastra Arab), dan buku (Makna-makna al-Qur’an). Di antara mereka adalah dokter Prancis Maurice Bucaille penulis buku (Studi Kitab-kitab Suci dalam Cahaya Pengetahuan Modern) yang membuktikan di dalamnya kesesuaian apa yang datang dalam al-Qur’an dengan fakta-fakta ilmiah terbaru yang dicapai manusia dengan sarana-sarana mereka, berbeda dengan apa yang ada dalam kitab-kitab yang diklaim oleh Ahli Kitab dari Yahudi dan Nasrani sebagai kitab suci.

Bidang-bidang Aktivitas Orientalis, Sarana Intelektual Paling Berbahaya Mereka, dan Hubungan antara Orientalisme dan Kristenisasi

Para orientalis telah mengkhususkan diri dalam bidang-bidang aktivitas pengetahuan dan pengarahan tinggi, di antaranya pendidikan universitas, lembaga-lembaga internasional untuk mengarahkan pendidikan dan pembudayaan, jabatan-jabatan konsultatif tinggi bagi negara-negara Barat, penulisan dan penerbitan buku-buku dan ensiklopedia ilmiah, penerbitan majalah-majalah budaya, mengadakan konferensi, menyampaikan kuliah-kuliah ilmiah, mengadakan seminar dan lain-lain. Kelompok-kelompok beragam dari mereka telah mengkhususkan diri untuk melaksanakan tugas-tugas orientalis di setiap bidang. Di antara bidang-bidang tersebut:

Pertama: kursi-kursi studi Islam, Arab, dan Timur pada umumnya di universitas-universitas Barat. Kursi-kursi ini dijadikan pusat untuk menjerat anak-anak bangsa-bangsa Islam dan mempengaruhi mereka secara intelektual, perilaku, dan psikologis. Di antara bidang-bidang juga adalah pendirian universitas-universitas ilmiah di negara-negara dunia Islam khususnya, dan negara-negara Timur umumnya, untuk menghasilkan generasi-generasi yang terlepas dari Islam mereka dan siap menerima mazhab-mazhab pemikiran kontemporer yang datang, dan segala sesuatu yang disampaikan kepada mereka berupa pemikiran dan prinsip, seperti Kolese Baghdad, Universitas Amerika di Beirut, Universitas Amerika di Mesir, dan Universitas Amerika di Turki. Di antara bidang-bidang juga adalah pembuatan ensiklopedia-ensiklopedia ilmiah Islam dan Timur pada umumnya, yang membahas ketimuran dari semua aspek pengetahuan, dan menjadikan ensiklopedia-ensiklopedia ini sebagai sarana untuk menyisipkan pemikiran-pemikiran orientalis yang meracuni, yang mereka ingin sisipkan, dan meyakinkan generasi-generasi bangsa-bangsa Islam dengannya seperti: Ensiklopedia Islam yang diterbitkan para orientalis dalam beberapa bahasa. Para orientalis terbesar dan yang paling memusuhi Islam telah dikumpulkan untuknya, racun disisipi dengan mentega, dan kebatilan-kebatilan banyak tentang Islam dan kaum muslimin disebarkan di dalamnya. Sangat disayangkan bahwa ia menjadi rujukan bagi banyak kaum terpelajar dari kaum muslimin, karena mereka menganggapnya sebagai hujah dalam apa yang disampaikannya berupa pengetahuan seputar isu-isu Islam yang di dalamnya ia tidak jujur, karena penulisnya berpihak terhadap sebagian besar isu Islam dan kaum muslimin.

Di antara bidang-bidang juga adalah mengadakan konferensi-konferensi orientalis, dan menerbitkan majalah-majalah khusus untuk penelitian mereka seputar Islam, kaum muslimin, dan bangsa-bangsa Timur.

Sarana Intelektual Paling Berbahaya Para Orientalis:

Sarana paling berbahaya para orientalis adalah meragukan dan melontarkan syubhat dan keliru, menghiasi pemikiran-pemikiran alternatif, mengada-ada kebohongan, dan menyisipkan racun-racun intelektual secara tersembunyi dan bertahap. Sarana-sarana intelektual utama yang digunakan para orientalis untuk meruntuhkan Islam, memecah belah kaum muslimin, memburukkan sejarah umat Islam, memburukkan masa kininya, dan menipu generasi-generasi umat ini untuk membuang Islam dan mengikuti manhaj dan cara-cara peradaban material kontemporer, kembali kepada asal-asal berikut:

Pertama: Meragukan sumber-sumber agama Islam dan kebenaran kenabian Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam.

Kedua: Melontarkan syubhat seputar hukum-hukum syariat Islam dan sumber-sumbernya.

Ketiga: Keliru.

Keempat: Menghiasi pemikiran-pemikiran alternatif.

Kelima: Mengada-ada kebohongan dan menciptakan alasan-alasan serta tafsir-tafsir batil.

Keenam: Berlaku lemah lembut dalam menyisipkan racun-racun intelektual secara tersembunyi dan bertahap hingga para korban menelannya tanpa mereka sadari, bahkan mereka mengambilnya dalam keadaan gembira dengan manisnya apa yang menyertainya. Kita perhatikan dalam tulisan-tulisan mereka seputar Islam dan kaum muslimin hal-hal berikut:

  • Meragukan kebenaran risalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Mayoritas orientalis mengingkari bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah nabi yang diwahyui Allah kepadanya, dan diturunkan kepadanya kitab dari sisi-Nya. Mereka kebingungan dalam menafsirkan manifestasi-manifestasi wahyu yang dilihat para sahabatnya, terutama Aisyah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha. Di antara orientalis ada yang mengembalikan hal itu kepada epilepsi yang menimpa Nabi dari waktu ke waktu, di antara mereka ada yang mengembalikannya kepada khayalan-khayalan yang memenuhi pikiran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, di antara mereka ada yang menafsirkannya dengan penyakit jiwa hingga lain sebagainya.
  • Mengikuti keraguan terhadap risalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah pengingkaran mereka bahwa al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan kepadanya dari sisi Allah Azza wa Jalla. Ketika mereka mengingkari risalah Muhammad, mereka harus mengumumkan bahwa Islam bukanlah agama yang diturunkan dari sisi Allah, tetapi disusun dari dua agama Yahudi dan Nasrani. Mereka dalam hal ini mengikuti secara membabi buta, karena mereka tidak memiliki dasar apa pun yang didukung penelitian ilmiah yang benar. Semua yang mereka miliki adalah klaim-klaim yang bersandar pada adanya titik-titik pertemuan antara Islam dengan dua agama sebelumnya, hal yang sesungguhnya kembali kepada kesatuan risalah-risalah rabbani dalam asal-asal yang benar.
  • Juga mereka meragukan kebenaran hadits Nabi yang mulia yang diadopsi ulama muslimin yang tahqiq, dan mereka berdalih dengan apa yang masuk pada hadits Nabi berupa pemalsuan dan penyisipan, mengabaikan upaya-upaya yang dicurahkan ulama muslimin untuk membersihkan hadits shahih berdasarkan kaidah-kaidah yang sangat teliti dalam pembuktian dan kehati-hatian, yang tidak pernah ada pada mereka dalam agama-agama mereka sepersepuluh dari upaya serupa dalam memastikan kebenaran kitab-kitab suci pada mereka.
  • Juga mereka meragukan nilai mandiri fikih Islam, syariat agung yang tidak pernah terkumpul sepertinya bagi seluruh umat di semua masa. Mereka kebingungan ketika mengetahui keagungannya, sedangkan mereka tidak beriman kepada kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka mereka tidak menemukan jalan lain selain mengklaim bahwa fikih ini diambil dari hukum Romawi, yakni diambil dari orang-orang Barat.

Para ulama muslimin peneliti telah menjelaskan kekeliruan klaim ini, dan dalam apa yang diputuskan Konferensi Fikih Perbandingan yang diselenggarakan di Den Haag bahwa fikih Islam adalah fikih yang mandiri, dan tidak diambil dari fikih lain apa pun, yang dapat membungkam orang-orang keras kepala di antara mereka dan meyakinkan orang-orang yang adil yang tidak menginginkan selain kebenaran.

Hubungan antara Orientalisme dan Kristenisasi

Hubungan antara orientalisme dan kristenisasi adalah hubungan yang erat dan sangat kuat. Orientalisme adalah sumber lain bagi kristenisasi, keduanya berasal dari gereja. Mereka – sebagaimana telah kami jelaskan – semuanya adalah pendeta yang semuanya melayani gereja secara setara. Tugas semuanya terpusat pada meruntuhkan Islam, atau membuat pemeluknya meragukan Islam, memburukkan sejarah umat Islam dan Nabi mereka yang agung, dan menjadikan dunia Islam sebagai wilayah pengaruh Barat. Oleh karena itu para orientalis mendapat dukungan besar dari seluruh negara-negara besar yang bercita-cita untuk kembali menjajah negara-negara Islam dari baru. Berbagai kelompok telah mendirikan untuk mereka studi tentang cara kristenisasi dan orientalisme untuk menyusup ke negeri-negeri kaum muslimin, ke hati mereka, dan untuk menjajah negara-negara mereka, serta mencari pembenaran untuk hal itu.

Dari sini seharusnya kita waspada terhadap tipu daya mereka dalam mengklaim bahwa orientalisme berbeda dengan kristenisasi, dan bahwa orientalisme melayani kebudayaan tanpa terpengaruh oleh keyakinan apapun. Padahal kita telah mengetahui bahwa tujuan sebenarnya dari para penganjur kristenisasi adalah keinginan memasukkan manusia ke dalam agama Kristen, maka tidak diragukan lagi bahwa siapa yang membenarkan hal ini telah menyimpang dari kebenaran. Ya, metode antara para pengkristenisasi dan orientalis mungkin berbeda, tetapi pada akhirnya semuanya bermuara pada satu tempat yang sama.

Perbedaan antara orientalis dan pengkristenisasi dalam hal metode:

Doktor Muhammad Al-Bahai mengatakan: “Orientalisme mengambil bentuk penelitian ilmiah, dan mengklaim bagi penelitiannya sifat ilmiah akademis, sedangkan dakwah kristenisasi tetap berada dalam batas-batas manifestasi mentalitas umum yaitu: mentalitas rakyat. Jika orientalisme menggunakan buku dan artikel dalam majalah-majalah ilmiah, serta mengabdikan pengajaran di universitas, diskusi, dan konferensi ilmiah umum, maka kristenisasi menempuh jalan pendidikan sekolah di tempat penitipan anak, rumah anak-anak, dan tahap-tahap pendidikan dasar dan menengah untuk laki-laki dan perempuan sama saja, sebagaimana juga menempuh jalan kerja amal kebaikan yang tampak di rumah sakit, rumah penginapan, panti jompo untuk orang dewasa, dan panti yatim piatu serta anak terlantar.

Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad sang Nabi yang terpercaya serta kepada keluarga dan para sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 17: Orientalisme (2)

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Ketujuh Belas (Orientalisme (2))

Timbangan Penelitian pada Orientalis

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam kepada yang paling mulia di antara para rasul dan penutup para nabi, junjungan kami Muhammad sang Nabi yang terpercaya, serta kepada keluarga dan para sahabatnya semuanya.

Amma ba’du:

Orientalisme:

Mayoritas orientalis dalam menyusun penelitian mereka tentang syariat Islam bergantung pada timbangan yang aneh dan sangat aneh dalam bidang penelitian ilmiah. Sebagaimana diketahui bahwa seorang ilmuwan yang ikhlas akan melepaskan diri dari segala hawa nafsu dan kecenderungan pribadi dalam apa yang hendak dia teliti, mengikuti nash-nash dan rujukan yang dapat dipercaya, dan apa yang dicapainya setelah perbandingan dan penelitian mendalam itulah hasil yang pasti yang seharusnya dia terima dan ambil. Namun kebanyakan orientalis ini meletakkan dalam pikiran mereka suatu gagasan tertentu yang hendak mereka cari bukti-buktinya untuk membuktikannya, dan ketika mereka mencari bukti-bukti ini, mereka tidak peduli dengan kebenaran bukti-bukti tersebut, sejauh mana kepedulian mereka adalah kemungkinan memanfaatkannya untuk mendukung pendapat-pendapat pribadi mereka.

Seringkali mereka menyimpulkan perkara yang bersifat umum dari peristiwa yang bersifat khusus, dan dari sini mereka terjatuh dalam paradoks-paradoks aneh yang seandainya bukan karena hawa nafsu dan maksud yang sakit tentu mereka akan menjaga diri dari hal tersebut. Dan seringkali mereka bergantung pada prasangka kosong untuk menafsirkan perkara-perkara, dan mengukur seorang muslim yang beriman kepada Allah dan takut kepada-Nya dengan orang-orang yang tidak ada penghalang agama yang menahan mereka, tidak pula akhlak yang lurus, dan mereka menganggap bahwa semua perilaku kaum muslimin secara individu maupun kelompok pasti ditafsirkan dengan maksud-maksud pribadi dan dorongan-dorongan jiwa yang duniawi. Berikut ini sekumpulan contoh yang mengungkap timbangan penelitian pada orientalis ketika mereka menulis tentang Islam dan sejarah kaum muslimin.

Misalnya dalam upaya orientalis Goldziher untuk membuktikan klaimnya bahwa hadits secara keseluruhan adalah buatan tiga abad pertama hijriah, dan bukan dari ucapan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, dia mengklaim bahwa hukum-hukum syariat tidak dikenal oleh mayoritas kaum muslimin pada masa awal Islam, dan bahwa ketidaktahuan tentangnya serta tentang sejarah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam melekat pada para imam besar. Dia telah menghimpun untuk itu beberapa riwayat yang gugur dan rapuh, misalnya dari itu apa yang dia nukil dari kitab (Hayat Al-Hayawan) karya Ad-Damiri bahwa Abu Hanifah rahimahullah tidak mengetahui apakah perang Badr terjadi sebelum Uhud, ataukah Uhud yang terjadi sebelumnya.

Dan tidak diragukan lagi bahwa orang yang paling sedikit pengetahuannya tentang sejarah akan menolak riwayat seperti ini, sebab Abu Hanifah yang merupakan salah satu imam Islam paling terkenal yang berbicara tentang hukum-hukum perang dalam Islam secara luas, yaitu dalam fiqhnya yang dinukilkan darinya dan dalam kitab-kitab murid-muridnya yang menyebarkan ilmunya -seperti Abu Yusuf dan Muhammad- mustahil dalam keadaan apapun sang imam tidak mengetahui peristiwa-peristiwa sirah Rasul dan peperangan-peperangannya, padahal dari situlah dia mengambil fiqhnya dalam hukum-hukum perang. Dan cukuplah menyebutkan dua kitab dalam fiqhnya tentang topik ini yang dianggap sebagai kitab-kitab terpenting yang dikarang dalam hukum internasional dalam Islam: pertama dari kedua kitab ini adalah (Bab Ar-Radd ‘ala Siyar Al-Auza’i) karya Abu Yusuf rahimahullah, dan kedua adalah kitab (As-Siyar Al-Kabir) karya Muhammad bin Al-Hasan rahimahullah, yang merupakan salah satu rujukan tertua dan terpenting fiqh Islam dalam hubungan internasional, dan kitab ini telah dicetak beberapa kali. Dalam kedua kitab ini terlihat jelas penguasaan murid-murid sang imam yang merupakan pembawa ilmunya terhadap sejarah peperangan-peperangan Islam pada masa Rasul dan masa para khalifah yang empat.

Dan Goldziher tidak tersembunyi darinya urusan kedua kitab ini, dan seandainya dia menginginkan kebenaran, dia bisa mengetahui apakah Abu Hanifah tidak tahu tentang sirah ataukah dia mengetahuinya tanpa harus bergantung pada riwayat Ad-Damiri dalam kitabnya (Al-Hayawan) padahal dia bukan seorang sejarawan, dan kitabnya bukan kitab fiqh, tidak pula sejarah; melainkan dia hanya memasukkan ke dalamnya segala sesuatu yang dia pandang perlu untuk dicantumkan dari cerita-cerita dan anekdot yang berkaitan dengan topik kitabnya tanpa meneliti kebenarannya. Dan tidak tersembunyi apa yang ada antara Abu Hanifah dengan orang-orang sezamannya dan para pengikutnya sesudah mereka berupa permusuhan dalam metode ijtihad yang dia pakai. Permusuhan ini telah menjadi bahan yang subur bagi para perawi berita dan penyusun kitab-kitab cerita dan anekdot untuk menisbahkan anekdot dan cerita, di antaranya ada yang mengangkat kedudukan Abu Hanifah, dan di antaranya ada yang merendahkan reputasinya, dan kebanyakannya adalah rekayasa dan karangan belaka. Dibuat untuk menghibur dan bercanda dari pihak yang mencintainya atau membencinya sama saja, perkara yang membuatnya tidak memiliki nilai ilmiah dalam pandangan para ulama dan peneliti.

Dan Goldziher berpaling dari segala sesuatu yang telah dicatat dari sejarah Abu Hanifah secara ilmiah dan tetap, serta bergantung pada riwayat yang dipalsukan untuk mendukung apa yang dia bayangkan bahwa Sunnah Nabawi adalah buatan kaum muslimin dalam tiga abad pertama. Dan demikian pula dia berpaling dari apa yang telah disepakati oleh kitab-kitab jarh wa ta’dil dan kitab-kitab sejarah tentang kejujuran Imam Muhammad bin Muslim bin Shihab Az-Zuhri rahimahullah, kewara’annya, amanahnya, dan agamanya, serta mengklaim bahwa Az-Zuhri tidaklah demikian, bahkan dia meletakkan hadits untuk Bani Umayyah, dan dialah yang meletakkan hadits “Tidak boleh bersafar kecuali ke tiga masjid” untuk Abdul Malik bin Marwan. Dan seluruh hujjahnya adalah bahwa hadits ini dari riwayat Az-Zuhri, dan bahwa Az-Zuhri hidup sezaman dengan Abdul Malik bin Marwan.

Orientalis berusaha menegaskan kesombongan orang Arab penakluk terhadap kaum muslimin non-Arab, dan merendahkan kedudukan mereka. Dan maksud orientalis dari ini adalah merusak hati kaum muslimin non-Arab terhadap kaum muslimin Arab untuk mendirikan penghalang-penghalang nasionalisme di antara mereka.

Orientalis Brockelmann mengatakan dalam kitabnya (Tarikh Asy-Syu’ub Al-Islamiyyah): “Dan jika orang Arab membentuk lapisan penguasa, maka non-Arab dari sisi lain adalah rakyat” yaitu: kawanan dan jamaknya adalah rakyat sebagaimana dia sebut mereka, dan ini adalah perumpamaan Semit kuno yang sudah biasa bahkan pada orang Asyur. Brockelmann telah mengabaikan semua dokumen sejarah yang menegaskan keadilan para penakluk muslim, dan perlakuan mereka kepada individu-individu rakyat secara sama tanpa membeda-bedakan antara Arab dan lainnya, serta berpegang pada lafazh rakyat secara kebahasaan, dan menyimpulkan darinya bahwa kaum muslimin memandang non-Arab sebagai kawanan kambing. Seandainya kita merujuk kepada materi ra’a dalam kamus-kamus bahasa, kita akan mendapatkannya mengatakan sebagai berikut: Ar-Ra’i adalah penguasa, dan Ar-Ra’iyyah adalah rakyat, dan ra’a al-amir ra’iyyatahu ri’ayatan, dan setiap orang yang mengurus urusan suatu kaum maka dia adalah penggembala mereka dan mereka adalah gembalaannya; maka ar-ra’i dalam bahasa disebut untuk pemimpin kaum dan penguasa mereka, sebagaimana disebut untuk penggembala kambing, dan ar-ra’iyyah disebut dalam bahasa untuk kaum, dan di antara makna ar-ri’ayah adalah penjagaan dan kebaikan.

Maka penyebutan lafazh rakyat kepada kaum adalah penetapan kebahasaan, dan kaum muslimin tidak menjadikan penyebutan kata ini khusus untuk non-Arab, bahkan penyebutannya meliputi semua manusia baik Arab maupun non-Arab, mengikuti penetapan kebahasaan. Dalam hal itu ada hadits-hadits banyak yang terkenal di antaranya sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan lainnya: “Ketahuilah bahwa kalian semua adalah penggembala dan kalian semua bertanggung jawab atas gembalaannya; maka imam yang memimpin manusia adalah penggembala dan dia bertanggung jawab atas gembalaannya, dan laki-laki adalah penggembala atas keluarga rumahnya dan dia bertanggung jawab atas gembalaannya, dan perempuan adalah pengembala atas keluarga rumah suaminya dan anaknya dan dia bertanggung jawab atas mereka, dan budak laki-laki adalah penggembala atas harta tuannya dan dia bertanggung jawab atasnya, ketahuilah bahwa kalian semua adalah penggembala dan kalian semua bertanggung jawab atas gembalaannya.”

Bagaimana Brockelmann menutup matanya dari semua ini, dan membolehkan bagi ilmunya untuk mengklaim bahwa kaum muslimin memandang non-Arab dengan pandangan kawanan, dan bahwa mereka menyebutkan kepada mereka saja lafazh rakyat?! Bukankah ini pengkhianatan ilmiah dan penyesatan yang terbuka?! Di mana klaimnya ini dari nash-nash banyak yang menghapuskan perbedaan-perbedaan nasionalisme, ras, dan warna, serta menjadikan kaum muslimin semuanya sama dalam hak-hak umum.

Di antara contohnya adalah bahwa orientalis berlebihan dalam menciptakan sebab-sebab dan alasan-alasan serta peristiwa-peristiwa yang mereka pelajari dengan cara penciptaan yang tidak memiliki sandaran kecuali khayalan dan kesewenang-wenangan. Dan menambah rusaknya metode mereka ini bahwa mereka membayangkan peristiwa-peristiwa Timur dan Arab serta kaum muslimin beserta adat dan akhlak mereka dengan prasangka dan khayalan Barat mereka yang jauh dari realitas keadaan Timur dan Arab muslimin; mereka tidak mau mengakui bahwa setiap lingkungan memiliki ukuran-ukuran dan selera serta adat-adatnya. Dan orientalis Prancis muslim Nashir Ad-Din Dinet telah berbuat baik dalam pembicaraannya tentang metode orientalis dan timbangan mereka dalam menghukumi sesuatu, yang menjadikan mereka bertentangan di antara mereka dengan pertentangan yang jelas dalam menghukumi satu perkara. Semua itu karena mereka mencoba menganalisis sirah Muhammadiyah dan sejarah munculnya Islam menurut mentalitas Eropa, maka mereka sesat dengan itu kesesatan yang jauh; karena ini bukan itu, dan karena logika Eropa tidak mungkin mendatangkan hasil yang benar dalam sejarah para nabi Timur.

Kemudian dia berkata: Sesungguhnya orientalis-orientalis ini yang mencoba mengkritik sirah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan metode Eropa murni ini telah bertahan tiga perempat abad; mencermati dan meneliti dengan klaim mereka, hingga mereka meruntuhkan apa yang disepakati oleh mayoritas kaum muslimin dari sirah nabi mereka. Dan seharusnya bagi mereka setelah penelitian-penelitian panjang lebar dan mendalam ini untuk dapat meruntuhkan pendapat-pendapat yang ditetapkan dan riwayat-riwayat yang terkenal dari sirah nabawi… Apakah mereka berhasil dalam sesuatu dari itu?

Jawabannya: Mereka tidak mampu membuktikan hal terkecil yang baru, bahkan jika kita mencermati pendapat-pendapat baru yang datang dari orientalis-orientalis ini dari Prancis, Inggris, Jerman, Belgia, Belanda, dan lainnya, kita tidak menemukan kecuali kekacauan dan kebingungan, sehingga kau akan melihat setiap satu dari mereka menetapkan apa yang dibantah oleh yang lain dari para peneliti dengan klaim mereka, atau membantah apa yang mereka tetapkan.

Jika kita ingin meringkas timbangan penelitian pada orientalis dalam topik-topik Islam, kita menemukan hal-hal berikut:

Pertama: Menghakimi dengan hawa nafsu dan kecenderungan permusuhan kepada Islam dan kaum muslimin serta fanatisme buta kepada Kristen dan kepada bangsa-bangsa serta umat yang bergabung dengannya.

Kedua: Meletakkan gagasan terlebih dahulu kemudian mencari bukti yang mendukungnya walaupun lemah dan rapuh, meskipun perkara itu memaksa mereka untuk bergantung pada metode sophisme dan kebohongan, serta pemotongan nash-nash, dan ini kebalikan dari metode ilmiah istidlali yang benar.

Ketiga: Menafsirkan nash-nash dan peristiwa-peristiwa serta fakta-fakta dan niat-niat serta tujuan-tujuan dengan tafsiran yang tidak sesuai dengan petunjuk-petunjuknya dan tanda-tanda yang sebenarnya, dan tidak pula dengan hasil-hasil yang dibuktikan oleh sejarah umat Islam.

Keempat: Membesar-besarkan kesalahan-kesalahan kecil dan menjadikannya mendominasi arena gambaran sejarah kaum muslimin, dan menghapuskan gambaran-gambaran indah yang cemerlang dari sejarah ini.

Kelima: Mengumpulkan kekeliruan-kekeliruan yang tidak luput darinya suatu umat bagaimanapun besarnya kesempurnaan mereka, dan meletakkannya dalam satu gambaran, serta menyajikannya seolah-olah itulah seluruh gambaran sejarah kaum muslimin.

Keenam: Memburu syubhat-syubhat yang diragukan wajah kebenaran di dalamnya oleh banyak orang, dan tidak jelas bagi mereka kecuali setelah mereka mengujinya dengan pengalaman-pengalaman panjang, membangkitkan kritik-kritik seputarnya, dan menggerakkan angin puting beliung yang penuh dengan debu dan apa yang dibawanya. Dalam hal itu mereka memanfaatkan egoisme jiwa dan hawa nafsunya serta syahwatnya, dan memanfaatkan slogan-slogan penipu yang berkilau penampilannya, bersifat hiasan kata seperti slogan kebebasan perempuan.

Ketujuh: Bergantung pada apa yang sesuai dengan hawa nafsu mereka dari setiap berita lemah, dan pendapat yang ditolak serta menyimpang, dan perkataan yang gugur tidak ada sandarannya dari akal maupun naql yang shahih.

Kedelapan: Menolak kebenaran dengan penafian kosong yang tidak didukung oleh dalil yang benar dan diterima dalam metode ilmiah yang benar.

Kesembilan: Menafsirkan sejarah Islam dan peradaban Islam dengan kacamata yang mereka gunakan untuk menafsirkan sejarah Barat dan peradaban Barat padahal kedua realitas itu berbeda dalam akidah, sistem, syariat, lingkungan, dan motivasi secara keseluruhan.

Kesepuluh: Menyimpulkan kaidah-kaidah umum menyeluruh dari peristiwa-peristiwa individu khusus yang secara logis tidak benar untuk digeneralisasi.

Kesebelas: Bergantung pada prasangka kosong untuk menafsirkan perkara-perkara dan fakta-fakta.

Keduabelas: Mengukur orang beriman muslim yang takut kepada Allah dengan orang-orang yang tidak ada penghalang agama maupun akhlak yang menahan mereka.

Universitas-Universitas Barat dan Pengaruh Orientalis di Dalamnya Terhadap Kaum Muslimin

Telah menyertai upaya orientalis fitnah kaum muslimin dengan peradaban material Barat, dan jatuhnya kaum muslimin sebagai mangsa rencana-rencana pengubahan melalui program-program pendidikan dan kurikulumnya, serta metode-metodenya, dan kandungan-kandungannya dalam semua ilmu termasuk ilmu-ilmu kemanusiaan, dan ilmu-ilmu agama serta Arab. Dan demikian pula fitnah kaum muslimin dengan ijazah-ijazah yang diberikan oleh universitas-universitas Barat; terutama ijazah magister dan doktor.

Ditambahkan kepada itu serangan lain yang licik yang menghimpun universitas-universitas di negeri-negeri kaum muslimin yang meraih tingkatan-tingkatan ilmiah di dalamnya dengan para pembawa ijazah-ijazah tinggi ini, bahkan lebih mengutamakan dan mendahulukan pembawa ijazah dari universitas Barat daripada pembawanya dari universitas-universitas Islam. Dan diletakkan dengan serangan licik ini syarat-syarat khusus dan formalitas-formalitas tertentu untuk mengajar di universitas-universitas ini, dan syarat-syarat serta formalitas-formalitas ini menghalangi dari mengajar di dalamnya orang-orang yang tidak membawa ijazah-ijazah tinggi bagaimanapun tingginya tingkat ilmu mereka, dan mendorong untuk menduduki pusat-pusat pendidikan dan meraih gelar-gelar besar dari para pembawa ijazah-ijazah ini, meskipun mereka kosong dari ilmu dan terampas dari keikhlasan kepada agama dan umat mereka. Padahal ijazah-ijazah tinggi yang berjalan sesuai dengan asal-asalnya tanpa tipuan dan pemalsuan hanyalah awal jalan yang menyiapkan bagi pelajar yang serius sarana-sarana melanjutkan pengetahuan. Maka entah pelajar memulai dengan kerja mandirinya membentuk dirinya dengan penelitian yang serius dan tekun, atau dia menjadikan ijazah sebagai tujuan yang berakhir padanya dan berhenti pada batas-batasnya.

Dan telah mengumumkan kebenaran ini Profesor Arnold Loen ketika berkata: “Sesungguhnya zaman kita adalah zaman kompleks ijazah, maka magister dan doktor telah menjadi tujuan dalam dirinya bagi pemuda kita, tetapi semua lupa kebenaran ini, yaitu bahwa magister dan doktor tidak lain adalah huruf-huruf abjad pertama untuk permulaan pengetahuan, dan pengetahuan tidak dapat disimpan dalam botol magister atau doktor. Ini adalah pandangan palsu. Universitas-universitas kita hanyalah lembaga ilmiah untuk mempersiapkan mahasiswa agar mereka mengenal cara perolehan ilmiah dan pengetahuan. Para pengkristenisasi dan orientalis telah menyadari kompleks ijazah di negeri-negeri Islam, maka mereka mengarahkan rekomendasi mereka kepada universitas-universitas Barat untuk membeli siapa yang dapat mereka beli dari anak-anak kaum muslimin dengan ijazah-ijazah…

Disebutkan dalam buku (Al-Musykilah asy-Syarqiyyah/Masalah Timur) sebagai berikut: Tidak diragukan bahwa para misionaris dalam hal merusak dan merusak akidah kaum Muslim telah gagal total, namun tujuan ini dapat dicapai melalui universitas-universitas Barat. Maka harus dipilih mahasiswa-mahasiswa yang memiliki watak lemah, kepribadian yang hancur, dan perilaku yang rusak dari Timur, terutama dari negara-negara Islam, dan diberikan kepada mereka beasiswa hingga dijual kepada mereka ijazah dengan harga berapa pun; agar mereka menjadi misionaris-misionaris tersembunyi bagi kita untuk membangun perilaku sosial dan politik yang kita inginkan di negara-negara Islam. Keyakinan saya sangat kuat -dan perkataan ini masih dari penulis tersebut- bahwa universitas-universitas Barat harus dimanfaatkan secara maksimal dari pihak kita; untuk mengambil keuntungan dari kegilaan orang-orang Timur terhadap gelar ilmiah dan ijazah, serta menggunakan orang-orang seperti mahasiswa ini sebagai misionaris, penceramah, dan pengajar untuk tujuan-tujuan dan maksud-maksud kita atas nama peradaban kaum Muslim dan Islam, demikianlah.

Di bawah semua pengaruh yang beragam ini, terdorong sekelompok anak-anak Muslim menuju universitas-universitas Barat untuk memperoleh gelar magister dan doktor dalam berbagai ilmu, termasuk ilmu-ilmu agama, ilmu-ilmu Arab, dan ilmu-ilmu kemanusiaan dan sosial, yang mendapat perhatian khusus dari para orientalis untuk menjadikannya jaring yang tersembunyi untuk menangkap anak-anak Muslim, dan membangun mereka dengan pembangunan baru yang membuat mereka melayani tujuan orientalisme dan tujuan kristenisasi serta kolonialisme dalam pemikiran mereka, konsep-konsep mereka, dalam pekerjaan mereka, dan organisasi-organisasi mereka di dalam negara-negara Muslim, baik mereka sadari maupun tidak mereka sadari, dan mereka memberikan kepada mereka gelar-gelar tinggi dan titel-titel ilmiah besar untuk penelitian paling sedikit yang mereka tulis dalam ilmu-ilmu non-eksak, dan mengikat siapa yang mereka ikat di antara mereka dengan sarana-sarana mereka yang banyak yang terhubung dengan perangkat-perangkat mereka yang tersembunyi, dan mereka kembali ke negara mereka dengan jiwa yang telah dipenuhi kesombongan; ditambah dengan apa yang mereka alami dari perubahan perilaku dalam lingkungan-lingkungan Barat tempat mereka tinggal selama periode belajar, dan keterpesonian dengan manifestasi peradaban material yang mereka saksikan.

Sebagian besar universitas yang didirikan di negara-negara Muslim telah jatuh ke tangan tersembunyi orientalisme, kristenisasi, dan lingkaran-lingkaran kolonial ini, dan rencana-rencana, kurikulum-kurikulum, serta arahan-arahan mereka menjadi tunduk secara langsung atau tidak langsung pada apa yang dipaksakan dan didiktekan oleh tangan-tangan tersembunyi ini, dan Gereja Barat menjadi bangga bahwa ilmu-ilmu Islam dan ilmu-ilmu Arab diajarkan dengan cara mereka yang melayani tujuan-tujuan mereka di negara-negara Muslim, dan membanggakan bahwa para pengawas pengajaran ilmu-ilmu ini adalah murid-murid anak-anak mereka. Dan kemunduran apa yang lebih buruk dari kemunduran ini bahwa kaum Muslim mempelajari agama dan bahasa mereka menurut cara-cara musuh-musuh mereka dan musuh-musuh agama mereka. Apakah orang Yahudi dan Nasrani mau menerima untuk mempelajari pokok-pokok agama mereka dan cabang-cabangnya di tangan ulama-ulama Muslim, dan mengambil ijazah dari mereka dalam hal itu? Lalu mengapa kaum Muslim terjatuh dalam kemunduran yang memalukan ini.

Sesungguhnya kolonialisme material langsung lebih ringan daripada jenis kolonialisme ini, yang telah mencapai landasan besar yang menjadi tumpuan umat Islam, yaitu landasan agama mereka dan ilmu-ilmu mereka yang terkait dengan agama ini. Banyak dari mereka yang belajar di universitas-universitas Barat dari anak-anak Muslim telah terpengaruh oleh studi-studi para orientalis, dan tertipu oleh metode-metode mereka, dan mulai mengulangi keragu-raguan mereka, serta mempromosikannya di antara kaum Muslim; bahkan menganggapnya sebagai fakta-fakta ilmiah yang diterima, dan mulai mengajar mahasiswa-mahasiswa mereka dari kaum Muslim dan menulis dalam hal itu karya-karya tulis yang banyak, dan lingkaran-lingkaran kolonial bekerja untuk mempromosikan buku-buku ini dan mendukung penulisnya, serta mendorong mereka dengan tangan-tangan tersembunyi ke posisi-posisi tertinggi dalam administrasi dan pengarahan di dalam negara mereka; untuk memanfaatkan mereka dalam melayani tujuan-tujuan misionaris dan kolonialisme, serta dalam menghancurkan Islam dan merusak sejarah kaum Muslim.

Banyak penulis dalam ilmu-ilmu Islam, sejarah Islam, dan bahasa Arab hanya merujuk pada apa yang ditulis oleh para orientalis, dan menganggap itu sebagai sumber-sumber terbaik yang mereka rujuki. Adapun sumber-sumber Islam, mereka tidak membebankan diri mereka dengan susah payah merujuk kepadanya, dan tidak meneliti di dalamnya; karena kepercayaan buta pada apa yang ditulis oleh para orientalis, atau pelayanan berbayar untuk apa yang diarahkan kepada mereka oleh lingkaran-lingkaran kolonial, perangkat-perangkat orientalisme, dan perkumpulan-perkumpulan kristenisasi.

Di antara kebatilan aneh yang dipromosikan oleh para orientalis adalah apa yang disebutkan oleh Profesor Doktor Wasfi Abu Magali tentang temannya dan gurunya Doktor Bahr Muhammad Bahr, seorang Sudan yang bekerja sebagai pengajar di Universitas Ain Syams di Mesir, bahwa ketika dia sedang belajar di Inggris, salah seorang pengajar berkata ketika membicarakan peradaban Islam: “Tuhan Muhammad adalah unta yang dia naiki, dan buktinya adalah bahwa ketika dia hijrah ke Madinah dan penduduknya mengundangnya untuk singgah di tempat mereka, dia berkata kepada mereka: ‘Biarkan unta ini di tempat dia berhenti'”; maka dia menyimpulkan dari hal itu bahwa dia menyembah unta dan menerima wahyu darinya. Apakah penyesatan seperti ini memerlukan komentar?!

Perbandingan antara Misionaris dan Orientalisme serta Pekerjaan-pekerjaan Mereka

Yang telah ditulis oleh Ustadz Ibrahim Khalil Ahmad dalam bukunya (Al-Mustasyriqun wal Mubasysyirun fi al-Alam al-Arabi wal Islami/Para Orientalis dan Misionaris di Dunia Arab dan Islam) menyebutkan beberapa perbandingan dan dia adalah ahli dzikir yang pernah menjadi pendeta dan pekerja di bidang misionaris Kristen di antara kaum Muslim, kemudian Allah memberinya hidayah untuk memeluk Islam, maka dia memiliki pengalaman langsung dengan pekerjaan kristenisasi, dan memiliki pengetahuan yang baik tentang pekerjaan para orientalis dan tujuan-tujuan mereka, dan dia telah mengungkap setelah memeluk Islam banyak fakta yang dia ketahui, dan memberikan dengan itu kesaksian orang yang mengetahui dan berpengalaman. Dia berkata di antara apa yang dia katakan:

Pertama: bahwa misionaris dan orientalisme adalah dua pilar dari pilar-pilar kolonialisme, dan agen-agen misionaris dan orientalisme adalah agen-agen kolonialisme dan pelayan bagi politiknya, meskipun mereka tampil dengan wajah-wajah perlawanan terhadap kolonialisme dan pembebasan negara darinya.

Kedua: misionaris, orientalisme, dan kolonialisme membagi sisi-sisi pekerjaan yang ditetapkan dalam rencana umum untuk menyerang Islam dan kaum Muslim, serta negeri-negeri Islam. Orientalisme memikul beban pekerjaan-pekerjaan di bidang-bidang pengetahuan akademis, dan mengklaim untuk dirinya dan penelitiannya karakter ilmiah tinggi, menggunakan penulisan dan pengarangan, serta penyampaian kuliah-kuliah dan diskusi-diskusi dalam konferensi-konferensi ilmiah umum. Misionaris memikul beban dakwah massa dalam batas-batas manifestasi mentalitas umum, yang sesuai dengan pemahaman massa, dan misionaris menggunakan sarana-sarana pendidikan sekolah di rumah-rumah penitipan anak dan lainnya.

Ketiga: orang-orang Amerika berhasil di bawah bendera hak-hak istimewa yang diberikan kepada orang asing, dan atas nama persahabatan dengan bangsa-bangsa Asia-Afrika, menyerang Asia dan Afrika dengan delegasi-delegasi misionaris dan orientalis, dan mereka berhasil dengan uang mereka mendirikan pusat-pusat misionaris dan ilmiah yang banyak di dunia Islam.

Keempat: pekerjaan misionaris berjalan di negara-negara yang menikmati kemerdekaan dan kebebasan mereka menggunakan gaya tipu daya dan makar, yaitu dengan menggunakan murid-murid misionaris dan orientalis dari warga negara agar tidak bertabrakan dengan hukum-hukum negara, sehingga mereka dipaksa untuk segera pergi.

Kelima: misionaris meminta bantuan kekuatan-kekuatan militer kolonial untuk menjalankan tugasnya dengan aman bagi dirinya, dan meminta bantuan pemikiran-pemikiran dan karya-karya tulis para orientalis. Misionaris, orientalisme, dan kolonialisme telah berhasil di banyak negara Islam dengan mendidik generasi-generasi berturut-turut yang tidak memahami Islam, dan tidak menghafal dari Al-Quran kecuali beberapa ayat yang dapat dihitung; karena itu sangat mudah sekali menyerang generasi ini dengan serangan pemikiran yang luas.

Para misionaris dan sebagian besar orientalis tidak pernah berbuat adil terhadap kebenaran ilmiah, karena untuk ilmu, penelitian-penelitian mereka ditandai dengan jelas dari dasar-dasar akidah dan maksud-maksud jahat mereka. Para misionaris telah menempuh -sebagaimana dia katakan- dan para orientalis bersama mereka segala jalan yang mereka anggap mencapai tujuan-tujuan mereka, dan mereka berhasil menyusup ke Majma’ Lughawi (Akademi Bahasa) di Mesir, dan Majma’ Ilmi (Akademi Ilmu) di Mesir, dan Majma’ Ilmi di Baghdad, sebagaimana mereka campur tangan dengan dukungan dari kolonialisme dalam bidang pendidikan dan pengajaran dengan mencoba menanamkan prinsip-prinsip pendidikan Barat dalam jiwa kaum Muslim, dan mereka berhasil dalam hal ini sampai batas yang besar.

Para orientalis bekerja sesuai dengan rencana yang dipelajari, karena mereka berkumpul dalam bentuk konferensi-konferensi dari waktu ke waktu, demikian juga para misionaris bekerja. Jika orientalisme dan misionaris telah berdiri di atas pundak-pundak para rahib dan bapa-bapa pada awalnya, kemudian setelah itu terhubung dengan para penjajah; maka sampai hari ini masih bergantung pada mereka, dan meskipun mereka menampakkan misi agama dan kebajikan mereka, sesungguhnya mereka selalu terjaga, menatap dengan mata mereka, dan mendengarkan dengan telinga mereka ke berbagai kalangan untuk mengetahui semua arah; hingga mereka dapat mengatasi setiap hambatan yang menghalangi jalan kegiatan dan pekerjaan mereka. Mereka dalam perjalanan pekerjaan mereka seperti perkumpulan Freemason, di permukaan menyanyikan lagu perdamaian dunia, tetapi itu adalah dakwah rahasia untuk kemantapan pemerintahan Taurat di berbagai penjuru dunia.

Para orientalis dan misionaris bergantung dalam mewujudkan tujuan-tujuan mereka dan pendanaannya pada apa yang dilakukan oleh lembaga-lembaga agama, politik, dan perdagangan di Barat, serta pendanaan bank-bank dan pangeran-pangeran Eropa dan orang-orang kaya Amerika.

Dampak-dampak Pemikiran Orientalis

Kita khususkan dalam pembicaraan dampak-dampak negatif pemikiran orientalis dalam bidang agama. Bidang akidah Islam merupakan salah satu bidang terpenting yang diperhatikan oleh para orientalis, dan mereka arahkan kepadanya bagian terbesar dari studi-studi mereka. Orientalisme muncul dalam bidang studi-studi Islam asalnya untuk mempelajari akidah Islam, dan mencari sarana-sarana dan faktor-faktor yang dapat dikembangkan untuk menghancurkan akidah ini dan merusaknya, serta merusak pokok-pokoknya. Motif agama dianggap sebagai salah satu motif terpenting yang mengarahkan para orientalis untuk mempelajari akidah Islam.

Sejak munculnya Islam dan penyebarannya di dunia Kristen lama, Barat menemukan bahwa Islam adalah bahaya besar yang mengancam Kristen di pusat rumahnya. Ketika Barat gagal dalam perlawanan politik dan militer dengan kaum Muslim, dan tidak dapat menghentikan Islam dan penyebarannya yang cepat di negara-negara Kristen dan negara-negara lain di dunia lama, mereka beralih untuk mempelajari agama Islam dengan studi agama akidah yang mendalam, untuk menyusun rencana-rencana agama dan pemikiran untuk mempertahankan Kristen dengan sarana-sarana pemikiran setelah gagalnya perlawanan militer. Demikianlah sejumlah ulama Kristen dan Yahudi meluangkan waktu untuk mengkhususkan diri dalam akidah Islam, dan meneliti sarana-sarana pemikiran yang paling berhasil; untuk mengkritik agama Islam dan mencacatnya serta mengubahnya, dan merusak citranya dengan bekerja untuk mencegah penyebarannya di antara orang Kristen dan Yahudi di satu sisi, dan untuk meragukan kaum Muslim sendiri dalam urusan agama dan akidah mereka di sisi lain.

Dengan perkembangan studi-studi orientalis dalam akidah Islam, para orientalis menggabungkan antara tujuan defensif untuk Yahudi dan Kristen melawan Islam, dan antara serangan terhadap Islam dalam upaya putus asa untuk menghentikan kemajuannya dan mencegah penyebarannya. Dalam hal ini salah seorang peneliti berkata: serangan pemikiran dan akidah ini telah tumbuh dan berkembang hingga mencapai tahap yang maju di zaman kita sekarang, dan itu adalah serangan dari dua cabang:

  • Cabang yang diarahkan kepada bangsa-bangsa Kristen; untuk membentengi mereka terhadap Islam yang tersebar dan meluas pengaruhnya, yaitu dengan merusak citranya dan mencacatnya serta mencelanya, dan mengkritiknya serta menyerangnya dan Al-Quran dan kaum Muslim, yang membentuk seperti dinding tebal dari pemikiran-pemikiran hitam tentang agama yang lurus ini.
  • Adapun cabang kedua: yaitu cabang yang diarahkan kepada kaum Muslim dalam apa yang kita lihat dari serangan-serangan misionaris yang keji terhadap umat Islam.

Serangan akidah pemikiran ini terus berkembang dengan tahun-tahun hingga menjadi ilmu atau ilmu-ilmu yang memiliki sekolah-sekolah dan metode-metode. Meskipun orientalisme tidak berhasil sepanjang sejarahnya yang panjang mengubah akidah Islam, dan gagal dalam mencapai tujuan merusak agama Islam; namun berhasil dalam memunculkan banyak masalah agama dan isu-isu akidah yang menyibukkan kaum Muslim di satu sisi dalam menanggapi keragu-raguan orientalisme dalam bidang akidah, dan mendorong kaum Muslim untuk mengambil posisi bertahan melawan orientalisme, hal yang memiliki pengaruh terhadap pemikiran Islam modern, dan mewarnainya dengan warna defensif, serta menjauhkan ulama Muslim dari studi ilmiah yang mendalam dalam urusan agama mereka, dan berusaha menyelesaikan isu-isu Islam kontemporer melalui perenungan mendalam dalam warisan Islam mereka, dan menemukan solusi-solusi yang sesuai untuk agama dan peradaban mereka. Orientalisme telah berhasil menarik pemikiran Islam modern untuk memperhatikan masalah-masalah dan keragu-raguan yang dimunculkan oleh para orientalis, dan menempatkan kaum Muslim dalam posisi bertahan, dan mengalihkan pandangan mereka dari pendalaman agama mereka, dan memaksa mereka untuk mengikuti isu-isu yang menipu.

Kita dapat menghitung beberapa dampak negatif pemikiran orientalis dalam bidang agama sebagai berikut:

Pertama: membangkitkan keraguan dalam akidah. Orientalisme telah bekerja untuk membangkitkan keraguan pada sekelompok ulama Muslim dalam akidah mereka; dalam nilai-nilai agama dan peradaban yang bersumber dari akidah ini. Pengaruh pemikiran orientalis sangat besar pada sejumlah Muslim ini yang belajar di Barat, atau yang terwujud bagi mereka sejenis kontak dengan Barat dan peradaban serta lembaga-lembaga budayanya, dan menimpa mereka apa yang menimpa Barat umumnya dari meninggalkan agama dan meremehkannya, serta memisahkan antara agama dan urusan dunia. Mereka ini tunduk pada nilai-nilai Barat dan terpengaruh oleh data-data kehidupan Barat, dan mencoba memindahkan nilai-nilai peradaban Barat ke dunia Islam kita atas keyakinan mereka akan keunggulan nilai-nilai ini atas nilai-nilai Islam, sebagai akibat keterpesonian yang sangat terhadap peradaban Barat dan kemajuan ilmiahnya.

Juga dimunculkan keraguan pada sebagian Muslim dalam banyak topik agama di antaranya meremehkan urusan kitab-kitab suci dan memandang Al-Quran al-Karim, dan Hadits Nabi sallallahu alaihi wasallam sebagai sumber-sumber akidah Islam bahwa itu tunduk pada kritik ilmiah, dan mendorong kaum Muslim pada perlunya kebebasan dalam mempelajari kitab-kitab ini, dan sumber-sumber agama, serta menundukkannya pada pandangan kritis akal, dan dengan demikian mengurangi kesuciannya, dan meringankan penghormatan kaum Muslim terhadapnya; bahkan mendorong untuk meninggalkannya dan menggantikannya dengan hukum-hukum buatan dan nilai-nilai Islam.

Dan di antara dampak negatif orientalisme di negeri-negeri Muslim adalah: merusak citra Islam di Barat. Orientalisme telah bekerja untuk merusak citra Islam dan masyarakat Islam di Barat, dan ini dianggap sebagai salah satu dampak negatif yang paling berbahaya dari orientalisme. Kaum Muslim di negeri mereka teguh pada akidah mereka, mengamalkannya, dan tenang dengannya; sementara citra Islam di luar dunia Islam dirusak dan disajikan dalam bentuk palsu yang tidak nyata melalui orientalisme. Ini adalah citra yang memberikan kesan negatif terhadap Islam sebagai agama dan peradaban dalam pikiran manusia yang memperoleh pengetahuannya tentang Islam melalui orientalis yang merupakan sumber pengetahuan utama untuk informasi khusus tentang Islam dan masyarakat-masyarakat Islam.

Tidak diragukan bahwa salah satu tujuan utama orientalisme adalah menghalangi pengetahuan yang benar tentang Islam agar agama yang sempurna ini tidak mempengaruhi orang-orang Barat. Ini adalah perang pemikiran yang diarahkan untuk mencegah penyebaran Islam di dunia Barat, menggelapkan intelektual Barat, dan memberikan informasi yang salah dan menyesatkan tentang Islam yang juga membuat Barat benci kepadanya sebagai agama dan peradaban. Tidak diragukan bahwa kata-kata orientalis didengar di Barat karena mereka adalah ilmuwan yang mengkhususkan diri dalam Islam dan menjadi ahli dalam urusan masyarakat Islam. Apa yang mereka keluarkan berupa keputusan dan pendapat tentang Islam dan masyarakat Islam diterima oleh masyarakat Barat tanpa meragukan kebenarannya. Orientalis adalah otoritas dalam spesialisasi mereka dan biasanya pendapat mereka diambil dalam semua masalah yang menyangkut dunia Islam. Mereka telah memperoleh kepercayaan manusia Barat dengan apa yang mereka wakili berupa ilmu dan keahlian langka yang digunakan oleh pejabat Barat dalam urusan politik, ekonomi, dan pemikiran khusus negara-negara Islam.

Di antara dampak negatif orientalisme juga adalah: fokus orientalis pada kelompok-kelompok dan minoritas dalam masyarakat Islam. Mereka pertama-tama tertarik pada kelompok-kelompok Islam, dan kedua mereka tertarik pada kelompok dan minoritas dalam masyarakat Islam. Tujuan dari studi-studi ini sering dikaitkan dengan tujuan mempelajari kelompok-kelompok yang menyimpang dari Islam; di mana orientalisme berfokus pada menampilkan masyarakat Islam dengan penampilan masyarakat yang terdiri dari beberapa kelompok dan minoritas, yang memiliki mazhab-mazhab yang berbeda, memiliki adat dan tradisi yang beragam, dan memiliki kehidupan khusus mereka sendiri. Hal ini pada akhirnya menampilkan masyarakat ini sebagai terdiri dari beberapa masyarakat dan bukan dari satu masyarakat. Bahwa hasil pemikiran dan peradaban Islam dari masyarakat-masyarakat ini bukanlah dari karya kaum Muslim dan dari karya peradaban Islam, tetapi dari karya Yahudi, Nasrani, Majusi, Hindu, dan lainnya dari penganut agama dan peradaban lain.

Biasanya orientalis berusaha menampilkan kelompok dan minoritas dalam bentuk masyarakat yang tertindas dalam masyarakat Islam, dengan tujuan merusak citra Islam khususnya di Barat, dan menampilkan Islam dalam bentuk agama yang fanatik yang menindas kelompok-kelompok non-Muslimnya.

Di antara dampak negatif studi orientalis di negeri-negeri Muslim adalah: memungkinkan Zionisme di dunia Arab. Orientalisme Yahudi dan Zionis khususnya telah bekerja untuk membangkitkan nasionalisme Yahudi, dan memungkinkan Yahudi membentuk visi nasional Yahudi, mengubah Yahudi dari kelompok agama menjadi kelompok nasional, dan menghubungkan Yudaisme dengan nasionalisme dalam apa yang dikenal sebagai Zionisme.

Cara dan Sarana Menghadapi Pemikiran Orientalis

Pertama: Harus jelas bagi kita dan kaum Muslim fakta-fakta perlawanan. Membentuk sikap Islam terhadap orientalisme dan dampaknya dalam masyarakat Islam harus dilakukan dalam terang pengetahuan beberapa fakta, di antaranya bahwa orientalisme adalah fenomena pemikiran kuno yang kekal dan berkelanjutan selama konflik antara Barat dan Timur tetap ada pada tingkat agama, politik, dan pemikirannya.

Kedua: Bahwa orientalisme adalah kekuatan pemikiran yang luar biasa yang menikmati pengaruh besar di Barat, dan bahwa sikap Islam terhadap orientalisme harus ditentukan dalam terang negatif dan positif orientalisme, dan bahwa pemikiran orientalis mewakili semua mazhab dan ideologi yang anti-Islam, sebagaimana juga mewakili terutama pemikiran agama Barat dengan kedua sekolahnya, Yahudi dan Nasrani.

Adapun cara-cara menghadapi dampak pemikiran orientalis dalam masyarakat Islam adalah beragam, di antaranya kita sebutkan:

  1. Studi ilmiah yang sadar dan mendalam tentang orientalisme.
  2. Menuntut manusia Muslim pada umumnya dan intelektual khususnya dengan perlunya kembali kepada agama, berpegang teguh pada ajaran dan prinsip-prinsipnya, menunaikan fardhu dan kewajiban agama yang dituntut darinya, mendidik dirinya secara agama, dan memperdalam ilmu agama. Dalam semua ini tercapai benteng manusia Muslim terhadap pendapat-pendapat menyimpang yang disebarkan orientalisme dan kristenisasi.

Ketiga: Menuntut pemerintah dan lembaga agama yang mampu dengan perlunya mengontrol apa yang disiarkan media visual dan audio dari bahan-bahan pemikiran yang beragam, yang memusuhi pemikiran Islam, dan membantu merembesnya pemikiran Barat yang menyimpang ke masyarakat Islam.

Keempat: Membersihkan pemikiran Islam dari ide-ide yang mencurigakan dan rusak yang memasukinya selama bertahun-tahun karena ulah kelompok dan gerakan sesat.

Kelima: Perlunya bekerja menyediakan buku Islam pengganti buku orientalis, terutama dalam bahasa asing.

Dan semoga Allah memberikan shalawat kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang terpercaya dan kepada keluarga dan sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 18: Zionisme (1)

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Kedelapan Belas (Zionisme (1))

Definisi Zionisme dan Kelahirannya

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam kepada yang paling mulia di antara para rasul, dan penutup para nabi junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang terpercaya, dan kepada keluarga dan sahabatnya semuanya, amma ba’du:

Zionisme: Dinisbatkan kepada kata Zion sebagaimana ditafsirkan Yahudi sendiri, dan kata Zion memiliki tiga makna:

Makna pertama: Bahwa ia adalah kota raja yang paling agung, yaitu: kota Tuhan raja Israel.

Makna kedua: Bahwa ia adalah nama benteng yang dinamai Allah oleh Nabi Allah Daud alaihissalam sebagaimana disebutkan dalam Taurat di kota Yerusalem.

Makna ketiga: Bahwa ia adalah nama gunung yang terletak di timur Yerusalem, ini adalah makna bahasa dari kata Zion.

Adapun konsep Zionisme dalam makna politik modernnya, ia adalah gerakan politik rasis, dan merupakan falsafah nasional bagi Yahudi yang menyeru kembali ke gunung Zion, tanah yang dijanjikan sebagaimana mereka menyebutnya. Yahudi mengambil ajarannya dari Taurat -kitab suci mereka- yang telah mereka rubah sebagaimana mereka mengambil ajarannya dari Talmud -yaitu penjelasan Taurat, dan Talmud mengekspresikan sejarah mereka yang ditulis para rabi mereka selama perjalanan pengasingan dan diaspora, dan akhirnya Zionisme mengambil protokol para bijak mereka sebagai rencana yang mereka jalani dalam mencapai tujuan mereka di seluruh penjuru dunia.

Maka pemikiran Talmud dan keseluruhan paragraf protokol itulah yang menguasai dan menguasai kaum Zionis dengan penguasaan penuh; sehingga mereka tidak mampu menolak permintaan atau rencana apa pun darinya, dan mereka berjalan sesuai metodenya tanpa menyimpang; melupakan apa yang dibawa Yudaisme pada asalnya, yaitu agama yang dibawa Nabi Allah Musa alaihissalam, dan melupakan apa yang ada dalam kitab suci mereka Taurat yang telah dirubah Yahudi sesuai hawa nafsu mereka. Mereka telah menjadikan prinsip mereka berdiri pada dasar mencela dan membenci Goyim, dan makna Goyim yaitu: orang lain yaitu: yang beragama selain Yudaisme, dan keduanya adalah istilah yang dilontarkan Yahudi kepada non-Yahudi. Mereka menganggap non-Yahudi lebih rendah dari hewan nilainya sebagaimana dalam akidah mereka.

Kelahiran Gerakan Zionis

Kelahiran seruan kepada Zionisme kembali ke masa yang jauh, upaya Yahudi untuk bersatu telah dimulai sejak pengusiran dan penghamburan mereka dari Palestina di tangan Babilonia pada abad keenam sebelum Masehi, kemudian penyebaran mereka di tangan panglima Romawi Titus tahun 70 setelah Masehi, dan pengusiran mereka dari Baitul Maqdis, kemudian desakan Nasrani agar mereka tidak kembali ke Baitul Maqdis bahkan setelah penaklukan Islam; bahkan mereka meminta hal itu dari Khalifah kedua Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, dan bersikeras menuliskan itu dalam dokumen perjanjian…

Kelahiran seruan kepada Zionisme kembali ke masa yang jauh, tetapi pendirian organisasi yang mengurusi ide ini dan memunculkannya ke arena wujud dengan bentuk filosofis politik dan praktis yang jelas tujuannya mulai terbentuk setelah Kongres Zionis Pertama. Sebelum Kongres Zionis Pertama, ide Zionisme tidak melampaui emosi dan kerinduan, tetapi setelah Kongres Zionis Pertama ini berubah menjadi bentuk politik dan praktis. Kongres Zionis Pertama ini digelar pada bulan Agustus tahun 1897 di kota Basel Swiss; di mana berkumpul dua ratus empat pemimpin Yahudi yang berdomisili di seluruh penjuru dunia, di bawah kepemimpinan sekelompok pemikir, dan mereka memilih seorang ketua yang memimpin organisasi Zionis Yahudi, yaitu jurnalis Theodor Herzl setelah pembahasan dan pertemuan intensif; dan mereka menyusun protokol rahasia para bijak Zion yang dikehendaki Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak tetap tersembunyi, maka Dia membongkarnya melalui pengkhianat dari kalangan mereka sendiri.

Adapun Yahudi penganut Zionisme, mereka adalah massa manusia yang sedikit dari awal keberadaannya, dan para sejarawan yang objektif sepakat bahwa Yahudi ketika mereka berputar pada poros kecil mereka di Palestina pada zaman kuno, bahkan di masa para nabi mereka bahkan di zaman Daud dan Sulaiman alaihimassalam, mereka segenggam yang selamanya dapat diterbangkan angin di antara imperium kuno besar di lembah Nil dan Efrat.

Yang benar bahwa ada akar untuk permulaan gerakan Zionis dimulai dari jatuhnya negara Yahudi, dan masuknya Romawi ke Palestina, dan melalui pengasingan yang membentang dari Babil hingga Eropa Timur saat berdirinya kerajaan Khazar, dan sebagian penduduk negeri tersebut memeluk agama Yahudi, dan karena penindasan Rusia saat itu Yahudi beralih ke Barat, dan yang selamat dari mereka merasakan segala jenis kehinaan dan perbudakan. Awal gerakan Zionis ini terwujud dalam pendirian gerakan regional dan pembebasan bagi Yahudi; untuk membebaskan Yahudi dari belenggu dan perbudakan orang Eropa seperti: gerakan pencerahan, atau yang dikenal dengan Freemasonry yang berusaha membantu Yahudi, tetapi hasilnya adalah peningkatan kecenderungan anti-Semit di Eropa. Ini melahirkan perasaan pemikir Yahudi akan perlunya membebaskan Yahudi dari musibah mereka ini, dan kesimpulan mereka terhadap enam pilihan berikut yang memberikan kebebasan bagi setiap Yahudi di antara mereka untuk memilih arah yang dia inginkan, dan enam pilihan inilah yang akan membantu mereka melakukan apa yang mereka anggap sesuai menurut kondisi tempat dan waktu yang mereka lalui.

Enam pilihan yang mereka tetapkan adalah:

Pilihan pertama: Menurut sebagian Yahudi bahwa mereka akan terlepas dari musibah mereka melalui Mesias yang ditunggu-tunggu, karena itu mereka berlindung kepada agama dan menunggu Mesias yang ditunggu-tunggu ini, yang mereka kira akan muncul, padahal Allah telah mengutusnya dari tengah-tengah mereka dan dari kalangan mereka di Palestina, tetapi mereka mengingkarinya sehingga mereka tidak mengakui Mesias Isa bin Maryam Nabi Allah Isa alaihissalam yang dari kalangan mereka, bahkan mengingkarinya, dan menunggu mesias palsu mereka.

Pilihan kedua: Menurut sebagian pemikir Yahudi bahwa mereka harus melebur dalam masyarakat non-Yahudi, dan melupakan identitas Yahudi, dan terbebas dari penderitaan dan musibah yang mereka alami di Barat dan Timur; dan dengan ini identitas Yahudi menghilang dan lenyap, dan tidak tersisa jejak bagi Yahudi di permukaan bumi. Seandainya mereka mengambil pilihan ini maka mereka akan membebaskan umat manusia dari kejahatan mereka.

Pilihan ketiga: Menurut sebagian pemikir adalah meninggalkan negeri-negeri yang mereka derita dari kehinaan diskriminasi dan pengejaran dan penindasan, misalnya hijrah dari Eropa Timur ke Eropa Barat, dan khususnya ke negara-negara yang Yahudi di dalamnya tidak diperlakukan dengan rasis, atau hijrah ke Amerika Selatan, atau Amerika Serikat, atau Afrika dan Palestina, dan negeri-negeri lainnya.

Pilihan keempat: Adalah ide pemukiman, dan dukungan ide ini dari para tokoh keuangan dan orang kaya Yahudi seperti: Baron Maurice de Hirsch, dan Baron Rothschild, yang mendirikan Perkumpulan Yahudi untuk Kolonisasi, dan Palestina bukan satu-satunya tempat yang diusulkan, mereka memikirkan Amerika, Brasil, Argentina, India, Afghanistan, Uganda, dan Mauritius.

Pilihan kelima: Menurut sebagian mereka tentu saja ada yang ingin tetap di Eropa Timur, karena itu mereka melihat bahwa kepentingan mereka bergabung dengan arus pemberontak memberontak terhadap pemikiran nasional Yahudi dengan revolusi, dan berpartisipasi dalam gerakan rakyat, politik dan ekonomi, kemudian keluar dari gerakan-gerakan ini kemudian, dan mencapai tujuan mereka, serta mengakhiri musibah Yahudi setelah kemenangan negara-negara yang akan mendukung mereka melalui undang-undang dasar yang pada dasarnya telah disusun Yahudi atau mereka berpartisipasi dalam menyusunnya.

Pilihan keenam: Sebagian pemikir nasionalis di antara mereka berpendapat bahwa semua ide sebelumnya adalah solusi yang tidak dapat diterima, karena itu mereka berfokus pada mengembangkan kesadaran ras dan budaya politik di kalangan Yahudi, dan kembali kepada ajaran Taurat dan Talmud mereka, dan didirikan institusi dan sekolah khusus rahasia untuk mengajarkan ajaran Taurat, dan kembali berpegang teguh pada Yudaisme, dan hidup di mana pun mereka berada dengan berpegang teguh pada ajaran-ajaran ini apa pun biaya dan pengorbanannya, bahkan jika itu termasuk mengorbankan jiwa dan harta dengan mengarahkan non-Yahudi untuk melayani kepentingan Yahudi.

Terlihat dalam enam pilihan ini perbedaan besar di mana Yahudi tidak merujuk kepada prinsip dasar umum, tetapi falsafah mereka pasti dipengaruhi oleh pengalaman keji yang mereka lalui selama periode sejarah. Pengalaman-pengalaman ini mengandung jumlah besar kontradiksi.

Meskipun penderitaan yang terlihat jelas dalam akidah Yahudi, dendam dan kebencian serta benci pada apa pun menjadi melekat pada pemikiran Yahudi, dan dengan ini Yahudi tidak menemukan tempat atau cara untuk meluapkan dendam ini melalui kebencian hingga kadang-kadang Yahudi membenci dirinya sendiri, dan sesamanya, tetapi dia menyadari dan kembali kepada kerinduannya jika mengingat agamanya. Kitab Talmud tidak lain adalah ekspresi penderitaan Yahudi, dan ekspresi pertentangan pemikiran mereka.

Demikian juga dalam enam pilihan ini menunjukkan bahwa Zionisme adalah gerakan bangsa Yahudi dalam perjalanannya ke Palestina, dan bahwa kembali ke Palestina menurut mereka harus didahului dengan kembalinya bangsa Yahudi kepada Yudaisme, dan bahwa Zionisme tidak terpusat, dan tidak dapat ditentukan dalam definisi atau deskripsi dengan satu pola, ia adalah prinsip yang berubah sesuai kepentingan penganutnya, dan tanpa kerangka tetap. Semua definisi ini berputar sekitar topik yang sama, yaitu kepribadian Yahudi yang berbeda dari kepribadian bangsa-bangsa dunia lainnya, dan menempatkan bangsa Yahudi di depan bangsa-bangsa, meskipun Yudaisme adalah agama yang tidak membentuk bangsa kecuali bahwa Yahudi menyebut diri mereka bangsa Yahudi.

Agama tidak memberikan konsep bangsa yang lengkap; karena itu tidak logis mengakui bahwa Yahudi adalah bangsa, tetapi mereka adalah kelompok yang memeluk Yudaisme, dan berasal dari bangsa-bangsa asal yang berbeda. Di antara mereka Sephardim, yaitu Yahudi yang berasal dari Timur seperti Yahudi Maghrib, Irak, Yaman, Iran, dan Yahudi Palestina sendiri. Juga di antara mereka Ashkenazi yaitu yang berasal dari Eropa seperti Polandia, Rusia, Austria, dan lainnya yang masuk klasifikasi mereka pada periode saat ini, dan lain-lainnya.

Zionisme melihat bahwa ia dapat menciptakan keseragaman dari kelompok-kelompok berbeda ini bahkan dalam akidah; untuk membentuk satu kelompok yang kemudian dapat disebut bangsa, meskipun berasal dari asal yang berbeda dan ras yang beragam, bahkan sebagiannya pendatang pada Yahudi. Ashkenazi tidak lain adalah ras non-Yahudi Ibrani yang telah memeluk agama Yahudi pada awal abad kesebelas Masehi, yaitu: sekitar sembilan ratus tahun yang lalu. Karena itu ide pemimpin Zionisme saat itu tertuju pada mewujudkan persatuan ini, dan kembali kepada Yudaisme dengan cara dan sarana apa pun, dengan ini mereka mencapai tujuan mereka memanfaatkan prinsip mereka yang berdiri pada bahwa tujuan membenarkan cara, dan kaum Zionis terus menggunakan kaidah ini dalam semua pekerjaan mereka selama perjalanan Zionisme hingga hari ini untuk mencapai apa yang mereka tujukan.

Tahapan-Tahapan Gerakan Zionis

Gerakan Zionis dalam sejarahnya telah melalui tiga tahap:

Pertama: Tahap persiapan, kemudian tahap konferensi Basel di Swiss, kemudian tahap pasca konferensi Basel.

Dan kita mulai dengan membahas tahap pertama yaitu tahap pra-konferensi Basel, yang ditandai dengan munculnya pemikir dan sastrawan Yahudi yang berkontribusi melalui tulisan-tulisan mereka dalam mematangkan pemikiran gerakan ini. Ide Zionisme global telah muncul pada pertengahan abad kesembilan belas, dan yang berkontribusi dalam menyerukannya adalah para pemikir Yahudi di antaranya: Rabbi Yehuda Alkalai, ayahnya adalah pemimpin spiritual bagi orang-orang Yahudi Arab di Sarajevo, dan menghabiskan hidupnya di Yerusalem, kemudian menjadi rabbi di Zemlin, dan menerbitkan dalam bukunya (Dengarlah Wahai Israel) usulan untuk mendirikan koloni-koloni Yahudi di Palestina; untuk menjadi embrio bagi keselamatan yang ditunggu-tunggu.

Dan karena ide ini bertentangan dengan ajaran agama Yahudi, maka dia memberikan pembenaran-pembenaran untuknya dengan mengatakan: dengan munculnya Mesias pertama yang mendahului Mesias yang ditunggu-tunggu yang akan memimpin orang-orang Yahudi dalam perang Yakjuj dan Makjuj untuk menaklukkan Palestina dengan pedang, dan dalam buku keduanya dia meletakkan dasar-dasar keselamatan ini, yang terangkum dalam pendirian sebuah perkumpulan umum besar, dan dana nasional untuk membeli tanah, dan menyerukan untuk memungut pajak dari orang-orang Yahudi di dunia, dan ini yang kemudian diadopsi oleh Herzl. Dan dalam buku ketiganya (Keselamatan Ketiga) dia mendorong untuk mendapatkan simpati Sultan Utsmaniyah dan mencoba pemukiman massal dengan tujuan memakmurkan tanah-tanah kosong, dan menyerukan pendirian perusahaan asuransi dan jalur kereta api hingga kita dapat merayu Sultan dengan kekuatan kita untuk mengembalikan tanah-tanah nenek moyang.

Di antara tokoh-tokoh ini juga adalah Rabbi Zvi Hirsch Kalisher, seorang rabbi Polandia, dan menjadi rabbi Thorn selama empat puluh tahun, dan bergabung dengan perkumpulan pemukiman Yahudi, dan mengarang bukunya (Mencari Zion) pada tahun seribu delapan ratus enam puluh dua, dia menggambarkan dengan gaya penipuan keadaan-keadaan siksaan dan pengembangan serta pengasingan yang dialami orang-orang Yahudi, dan menyerukan hijrah ke Palestina dengan tujuan keselamatan, dan telah merespon seruannya sekelompok orang Yahudi yang membeli tanah di pinggiran Yafo pada tahun seribu delapan ratus enam puluh enam, dan mendirikan sekolah pertanian yang mereka namakan Mikveh Israel, yang artinya: harapan Israel.

Dan dengan perencanaan dari Persatuan Israel Global yang terbentuk di Paris tahun seribu delapan ratus enam puluh, kemudian didirikan koloni Petah Tikvah, yang artinya pintu gerbang harapan, dan berjarak delapan mil dari Haifa. Dan di antara mereka adalah Rabbi Moses Hess, seorang rabbi Jerman Zionis dari ayah pedagang, dan ibu anak seorang rabbi, telah belajar bahasa Arab di Cologne, dan filsafat serta sejarah, dan masuk universitas Bonn dan terpengaruh oleh Marx yang belajar bersamanya di universitas yang sama, dan bekerja sebagai koresponden untuk surat kabar Rheinische yang ekstrem, yang dipimpin redaksinya oleh Marx. Dia berpisah dari Marx setelah terbitnya manifesto komunis karena tidak cocok dengannya. Dan Rabbi Moses Hess ini telah mengarang buku (Roma dan Yerusalem) yang di dalamnya dia menyeru kepada nasionalisme Yahudi; karena orang-orang Yahudi menurutnya dianggap sebagai orang asing di negara-negara tempat mereka tinggal, dan dia telah menyerukan untuk menganggap Yerusalem sebagai pusat Yahudi sebagaimana Roma dianggap pusat gereja Kristen. Dia juga berpendapat bahwa tidak ada alasan untuk perpindahan seluruh orang Yahudi ke Palestina, tetapi cukup mendirikan negara Yahudi di Palestina, dan sebagian besar orang Yahudi tetap tinggal di tempat-tempat pemukiman mereka; untuk menguasai aktivitas ekonomi dan politik di negara-negara mereka untuk mendukung entitas Zionis.

Dan di antara rabbi-rabbi yang juga mendirikan pemikiran Zionis adalah rabbi dan pemikir Peretz Smolenskin, seorang novelis dan penyeru untuk menghidupkan kembali budaya Ibrani di Rusia, dan telah menyeru dalam bukunya (Pengembara dalam Jalan Kehidupan) untuk hijrah ke Palestina, dan bahwa hijrah ke tempat lain menurutnya hanyalah penyebaran baru. Dan di antara mereka adalah Moshe Leib Lilienblum, dan dia adalah anggota perkumpulan Pencinta Zion Rusia yang bekerja untuk mendorong penjajahan Zionis terhadap Palestina, dan merupakan salah satu pendukung Herzl yang paling aktif, dan slogannya adalah bayar satu kopek dalam seminggu untuk pemukiman di tanah Israel.

Dan di antara mereka adalah Yehuda Leib Pinsker, seorang dokter Rusia dan pemimpin Zionis yang menerbitkan dalam bukunya (Pembebasan Diri) seruan seorang Yahudi Rusia kepada bangsanya, kemudian menjadi Zionis dan bekerja untuk menyatukan badan-badan Zionis yang mengambil markas di Kharkov, dan dia sendiri terpilih sebagai ketua dewan tingginya, dan menyeru dalam bukunya untuk berdirinya negara Israel dengan alasan bahwa dunia tidak menghormati bangsa yang tidak memiliki tanah. Kemudian Herzl, yaitu Theodor Herzl pendiri Zionisme modern, dan namanya adalah Benjamin Ze’ev Herzl, dan dia lahir pada tahun seribu delapan ratus enam puluh di Budapest, ibu kota Hongaria, kemudian pindah bersama keluarganya ke Wina, dan menjalankan profesi pengacara di sana, dan ditunjuk sebagai koresponden untuk surat kabar Neue Freie Presse di Perancis, dan mulai menulis tentang masalah Yahudi, dan mengeluarkan sebuah buku berjudul (Negara Yahudi) mencoba mencari solusi rasis untuk masalah Yahudi, dan pada tahun seribu delapan ratus sembilan puluh tujuh dia memimpin pertemuan Gerakan Zionis di Basel, dan mengarang bukunya Negara Yahudi pada tahun seribu delapan ratus sembilan puluh enam menuntut pemberian tanah Palestina kepada orang-orang Yahudi dan mengusulkan agar proyek negara tersebut dilaksanakan.

Adapun perkumpulan-perkumpulan yang didirikan sebelum konferensi Basel adalah perkumpulan pemeliharaan pemukiman Yahudi di Palestina, dan didirikan tahun 1860 di Frankfurt, dan bertujuan untuk mengumpulkan uang untuk membeli tanah, dan mendorong pemukiman. Perkumpulan Alliance Israelite Universelle, atau Persatuan Israel Global, dan didirikan di Perancis pada tahun seribu delapan ratus enam puluh juga, dan mendirikan sekolah pertanian dekat Haifa. Dan perkumpulan Pencinta Zion yang didirikan setelah terbunuhnya Kaisar Rusia pada tahun seribu delapan ratus delapan puluh satu ketika orang-orang Rusia menemukan penipuan orang-orang Yahudi, dan mengenali cara-cara mereka dalam menyedot uang mereka, sehingga rakyat Rusia bergerak untuk membalas dendam kepada mereka yang mendorong mereka untuk hijrah, dan membentuk organisasi Pencinta Zion di Rusia pada tahun ini, dan bertujuan untuk mendirikan koloni-koloni di Palestina dan merelokasi orang-orang Yahudi Rusia ke sana.

Dan Perkumpulan Yahudi untuk Kolonisasi, dan perkumpulan Kadimah yang merupakan organisasi mahasiswa Yahudi, dan perkumpulan Halukah di Jerman, dan telah didirikan untuk mengumpulkan sumbangan untuk membantu orang-orang Yahudi Jerman dan perkumpulan-perkumpulan lainnya.

Tahap Konferensi Basel:

Dan konferensi pendiri pertama Gerakan Zionis telah diselenggarakan pada tanggal dua puluh sembilan Agustus tahun seribu delapan ratus sembilan puluh tujuh di Basel, Swiss, dan Theodor Herzl berhasil menjadi ketua konferensi, dan lima konferensi yang menyusulnya hingga dia meninggal. Dan setelah menyambut para peserta konferensi diumumkan bahwa hasil pertama dari konferensi ini adalah mengubah masalah Yahudi menjadi masalah Zionis, dan menyeru untuk mendapatkan kepercayaan pemerintah-pemerintah dalam membantu mereka untuk menetapkan orang-orang Yahudi di Palestina, dan menentang prinsip hijrah menyeluruh, dan menuntut agar para pelaksana tetap tinggal di negara-negara tempat mereka bermukim; untuk membantu negara yang diharapkan kelak. Dan konferensi telah mengambil keputusan-keputusan berikut:

  1. Membentuk komite kerja yang tugasnya mengadopsi negosiasi, dan membuat perjanjian-perjanjian, dan berusaha untuk mendirikan negara Zionis di Palestina.
  2. Membentuk bank kolonial Yahudi dengan modal satu juta pound di bawah kewenangan komite kerja.

Adapun keputusan-keputusan rahasia yang diputuskan oleh konferensi Basel adalah:

  1. Menggunakan segala cara dan mengerahkan negara-negara dan tokoh-tokoh untuk mendirikan negara Zion.
  2. Menghubungkan semua perkumpulan Yahudi dengan semua organisasi internasional dan politik untuk memanfaatkannya bagi tujuan yang sama.
  3. Menyamar dalam masyarakat yang meremehkan orang-orang Yahudi dengan kepribadian Kristen sambil beriman bahwa Kekristenan adalah musuh Yudaisme.
  4. Memperkuat kerja rahasia Yahudi di seluruh dunia hingga kita dapat menguasai negara-negara lain.
  5. Berusaha keras untuk melemahkan negara-negara secara politik dengan memindahkan rahasia-rahasia mereka, dan menanam benih-benih perpecahan dan perselisihan di antara para penguasa mereka.
  6. Orang-orang Yahudi harus menganggap kawanan-kawanan lain sebagai kawanan ternak yang harus tunduk kepada penguasa Zion.
  7. Menggunakan rayuan kepada para penguasa dan ancaman serta menggunakan uang dalam merusak penguasa dan menguasai mereka.
  8. Bekerja untuk menguasai emas dan ekonomi dunia dengan tujuan menguasai media dan budaya untuk membangkitkan opini dunia.

Dan juga disepakati bahwa siapa yang beriman pada prinsip-prinsip yang dijelaskan dalam konferensi Basel membayar iuran tahunan untuk berkontribusi dalam membangun negara, dan menulis misalnya Rothschild dalam surat kabarnya tentang dampak konferensi Basel dengan mengatakan: Jika diminta kepada saya untuk merangkum karya-karya konferensi Basel, maka saya katakan bahkan saya nyatakan di hadapan para saksi bahwa saya telah mendirikan negara Yahudi.

Dan konferensi kedua telah diselenggarakan di Basel pada tahun berikutnya yaitu tahun seribu delapan ratus sembilan puluh delapan, dan menghasilkan pendirian bank dengan modal dua juta pound sterling, kemudian diselenggarakan konferensi ketiga pada tahun berikutnya, dan konferensi keempat dan konferensi kelima dan konferensi keenam dan ketujuh, dan seterusnya.

Saya beralih untuk membicarakan tentang tahap pasca konferensi pendiri, dan tahap ini ditandai dengan aktivitas intensif; untuk memantapkan dasar-dasar teoritis Zionisme global, dan ditandai dengan aktivitas efektif untuk melayani tujuan-tujuan yang diadopsi konferensi. Dan kita perhatikan dalam tahap ini -tahap pasca konferensi pendiri- dua aktivitas: aktivitas individu-individu, dan para tokoh Gerakan Zionis telah aktif di tingkat global; untuk mencapai tujuan-tujuan rahasia dan terbuka mereka, dan yang memimpin mereka adalah Herzl yang menemui Sadrazam untuk membeli tanah Palestina dengan imbalan sejumlah besar uang, sebagaimana dia menemui Menteri Koloni Inggris Joseph Chamberlain, dan mengunjungi Rusia Kekaisaran, dan berpengaruh dalam perjanjian Sykes-Picot tahun seribu sembilan ratus enam belas, yang berdasarkannya mereka membagi dunia Arab, dan memperoleh janji Balfour tahun seribu sembilan ratus tujuh belas.

Dan di antara yang berkontribusi dalam aktivitas ini adalah Chaim Weizmann dan Kohn Joseph, dan Goldberg, dan dengan pengaruh mereka Perserikatan Bangsa-Bangsa mengesahkan piagam mandat Inggris atas Palestina, dan menunjuk Herbert Samuel yang Zionis sebagai Komisaris Tinggi pertama mereka di Yerusalem; untuk bekerja mewujudkan janji Balfour. Kemudian aktivitas organisasi-organisasi; Kongres Zionis Dunia yaitu pengarah tertinggi organisasi Zionis, dan terdiri dari anggota-anggota komite eksekutif dewan umum Zionis, dan dari perwakilan organisasi-organisasi Zionis dunia, dan diselenggarakan setiap empat tahun untuk mengawasi pengarahan, dan darinya lahir dewan eksekutif kongres, dan dia adalah pembuat undang-undang gerakan, dan bertanggung jawab atas pelaksanaan keputusan-keputusannya di Yerusalem dan di luarnya, dan terdiri dari kantor eksekutif Zionis dunia, dan dari Badan Yahudi.

Kemudian Badan Yahudi yang bertanggung jawab atas urusan-urusan orang Yahudi Palestina, dan dia terbagi dua bagian: bagian Amerika yang didirikan tahun seribu sembilan ratus enam puluh, dan dia bekerja di Palestina, dan bagian Israel yang didirikan tahun seribu sembilan ratus enam puluh enam, dan dia bekerja di Amerika untuk mengumpulkan sumbangan dan meraih pendukung, dan yang dihasilkan dari keduanya adalah pengelolaan Badan Yahudi tahun seribu sembilan ratus dua puluh dua. Kemudian dana-dana nasional yang bertanggung jawab atas pembangunan dan kolonisasi di Palestina tahun seribu sembilan ratus dua puluh. Kemudian Seruan Yahudi Bersatu UJA dari orang-orang Yahudi Amerika, dan memimpin kampanye Badan Yahudi untuk mendukung pemukiman, dan telah didirikan tahun seribu sembilan ratus dua puluh tujuh. Kemudian Perkumpulan Yahudi Dunia, yang berdiri di belakang semua organisasi untuk mendukungnya dengan uang dan dengan orang.

Landasan-Landasan Gerakan Zionis Dunia, dan Tujuan-Tujuannya

Dengan mempelajari Gerakan Zionis Dunia dan rencana-rencananya kita perhatikan bahwa dia berdiri atas keyakinan orang-orang Zionis pada empat landasan pokok, yang mereka bangun atas dasar filosofi mereka:

Landasan pertama dari landasan-landasan ini: ikatan-ikatan historis dan religius lama yang menghubungkan orang-orang Yahudi dengan tanah Palestina, dan menghubungkan orang-orang Zionis dengan Zion.

Dan yang kedua: terwakili dengan bahwa orang-orang Yahudi di berbagai penjuru dunia adalah unsur yang satu yang termasuk kepada asal yang satu yang rujukannya kepada Palestina, dan kemudian menganggap semua orang Yahudi dunia sebagai anggota dalam satu kewarganegaraan yaitu kewarganegaraan Israel.

Dan yang ketiga: bahwa tanah yang dijanjikan atau tanah janji yang dijanjikan oleh Tuhan Israel kepada bangsa yang dijadikan-Nya sebagai bangsa pilihan-Nya; untuk menjadi bagi mereka tanah air dan kerajaan abadi adalah Palestina, dan tanah-tanah di sekitarnya yang membentang dari Euphrat hingga Nil.

Dan yang keempat: bahwa Tuhan telah berjanji bahwa Dia akan mengangkat keturunan Israel pada akhirnya kepada kedaulatan atas dunia, dan karena itu Palestina akan menjadi basis imperium Yahudi dunia yang dicita-citakan.

Dan untuk perincian dalam analisis dan pemeriksaan landasan-landasan ini dan mempelajarinya harus kita diskusikan setiap landasan secara terpisah, dan kita bertanya tentang kebenaran hak politik orang-orang Yahudi di Palestina, dan khususnya bahwa mereka mengklaim hak ini dengan kebohongan dan kepalsuan, dan tidak mencerminkan kebenaran; karena orang-orang Arab Kanaan telah memiliki keutamaan untuk menetap dan mendiami Palestina, dan mereka ada di sana sebelum orang-orang Yahudi sejak masa-masa panjang dari zaman yang lampau, dan dengan kesaksian Taurat sendiri. Karena dalam Taurat dikatakan: semua tanah-tanah bani Kanaan telah dilalui tanah ini oleh periode-periode penaklukan dan penundukan kepada penjajah karena posisinya, dan menghubungkannya antara peradaban-peradaban kuno, dan orang-orang Yahudi telah datang kepadanya sebagaimana yang lainnya sebagai penjajah, dan berpindah kepadanya sebagai pengembara, dan menetap di sana selama periode tertentu dari waktu, dan mendirikan dua kerajaan yang hilang sebagaimana hilang yang lainnya, dan tidak memakmur untuk waktu yang lama. Demikian pula datang orang-orang Persia dan Romawi dan Salib dan yang lainnya, dan tidak kekal tinggal di sana kecuali untuk penduduk aslinya yaitu orang-orang Arab Palestina, dan Palestina tetap untuk orang-orang Arab yang mendiaminya hingga hari kita sekarang; karena itu hak orang-orang Yahudi di dalamnya tidak memiliki kebenaran apa pun, dan tidak berdiri atas dasar dalil, dan dia adalah klaim yang dibangun atas kerinduan kepada fatamorgana dalam khayalan mereka; karena mereka mencoba memalsukan dan mengenakan khayalan ini baju keabsahan, dan mereka tidak akan berhasil; karena kepalsuan mereka akan terungkap cepat atau lambat.

Adapun dari segi keterkaitan orang-orang Yahudi di berbagai penjuru dunia kepada asal yang satu maka ini adalah kesalahan yang jelas dan nyata, di mana Israel dan penduduknya sekarang tidak mewakili orang-orang Yahudi yang kembali kepada asal Ibrani kuno dari mereka yang termasuk kepada suku-suku Israel, dan jika ada di antara mereka Sephardim yaitu minoritas sederhana yang ada dan melebur dalam masyarakat-masyarakat Timur di semua negara, dan selama semua zaman; karena itu orang-orang Yahudi Eropa Barat, atau yang disebut Ashkenazi tidak memiliki kaitan sejarah apa pun atau hubungan mendasar apa pun dengan Palestina, dan orang-orang Yahudi Ashkenazi tidak lain adalah orang-orang Yahudi negeri Khazar dari mereka yang memeluk Yudaisme pada masa berdirinya kerajaan mereka di tanah-tanah Rusia, yang digulingkan oleh negara Kekaisaran Rusia, dan memusnahkan setiap harapan untuk berdirinya negara baru bagi mereka, dan mereka tersebar di semua penjuru Eropa Timur, dan mereka bukan dari darah Israel sebagaimana mereka klaim, dan mereka tidak memiliki dalam orang-orang Semit nasab atau keterkaitan.

Dan kemudian menganggap semua orang Yahudi dunia sebagai anggota dalam satu kewarganegaraan, yaitu kewarganegaraan Israel; adalah perkataan omong kosong yang tidak memiliki nilai sejarah atau ilmiah apa pun. Oleh karena itu orang-orang Yahudi bukanlah suatu bangsa, tetapi mereka adalah golongan agama yang mencakup kelompok-kelompok berbeda dari manusia yang bersekutu dalam satu agama, dan inilah semua yang menyatukan mereka.

Adapun yang berkaitan dengan janji-janji Ilahi bagi mereka dengan tanah yang dijanjikan yang mereka klaim, dan janji Tuhan orang-orang Yahudi bahwa Israel akan menjadi basis bagi imperium Yahudi dunia yang dicita-citakan, maka itu adalah khayalan belaka, dan perkataan yang tidak logis, dan tidak realistis.

Tujuan-Tujuan Zionisme:

Karena Zionisme adalah gurita besar, maka ambisi-ambisinya beragam dan tersebar di semua penjuru, dan untuk mencapai dan mewujudkan ambisi-ambisi dan maksud-maksud dan tujuan-tujuan ini Zionisme telah mendorong semua tenaga yang ada padanya dan mengarahkannya di samping seluruh kadernya, dan pemudanya, dan uangnya, dan pemikir-pemikir nya, mendorong semua itu ke arena perencanaan dan kerja. Dia berhasil dengan keseriusan dan ketegasan, dan dengan perencanaan dan keikhlasan serta keyakinan para pekerja terhadap apa yang mereka laksanakan dari rencana-rencana berhasil mencapai sebagian dari tujuan-tujuan yang dicita-citakan ini, dan yang dirancang dengan teliti.

Dan seorang peneliti menyebutkan diskusi dan perdebatan antara dua orang Yahudi: salah satunya: Zionis global Nachman Syrkin, dan yang lain: seorang Yahudi yang mengkritik Zionisme sebelum berdirinya negara Israel.

Maka yang pertama berkata: Baiklah, mari kita buat perjanjian yang berdasarkannya kita bagi segala sesuatu menjadi dua bagian, ambillah kamu segala sesuatu yang sudah ada, dan aku mengambil segala sesuatu yang belum ada, misalnya Israel sebagai negara Yahudi tidak ada dia adalah bagianku, diaspora Yahudi ada ambillah itu untukmu, bahasa Yidish -yaitu bahasa Ashkenazi- ada ambillah itu untukmu, bahasa Ibrani tidak digunakan orang dalam kehidupan sehari-hari dia dari bagianku, segala yang nyata dan benar dan dapat disentuh adalah bagianmu, dan segala yang kamu anggap hanyalah mimpi-mimpi maka biarlah itu dari bagianku.

Hal ini menjelaskan tingkat keseriusan dan pemahaman mereka, bahkan keyakinan tegas mereka terhadap tujuan mereka. Keberhasilan Zionisme bukan hanya karena kebodohan bangsa-bangsa yang dijajah oleh Zionisme, tetapi karena kelemahan kemampuan bangsa-bangsa tersebut, dan karena rencana-rencana licik yang disusun Zionisme, serta karena ketepatan pelaksanaan yang seharusnya kita iri padanya, mencontoh mereka, dan bekerja dengan strategi-strategi mereka. Sebelum Zionisme meluncurkan kegiatan-kegiatan dan rencana-rencananya, mereka menetapkan berbagai sarana untuk mencapai tujuan-tujuan mereka, karena tidak tersembunyi dari para pemikir Zionisme bahwa jika mereka menginginkan kerja mereka berhasil sepenuhnya, dan tujuan-tujuan mereka tercapai tanpa keraguan atau hambatan, maka haruslah ada tujuan-tujuan yang jelas yang mereka jalani dan mereka gunakan dalam berinteraksi dengan bangsa-bangsa di sekitar mereka.

Tujuan-tujuan utama Zionisme dapat diringkas dalam poin-poin berikut:

Pertama: Menyerukan Zionisme di pusat-pusat peradaban dunia, terutama di kalangan penguasa dan politisi negara-negara yang memegang kendali pemerintahan mayoritas bangsa.

Kedua: Menanamkan gagasan Zionisme dalam lubuk hati individu-individu Yahudi di manapun mereka berada, dan mendorong mereka untuk menganutnya serta bekerja mewujudkan tujuan-tujuannya.

Ketiga: Menggoda negara-negara besar yang memegang kekuasaan untuk mengikat kepentingan mereka dengan kepentingan Yahudi, dan memperkuat hubungan dengan mereka, terutama hubungan ekonomi melalui pendirian negara di Palestina, dan berbicara dengan setiap negara sesuai dengan impian-impian mereka yang dekat dan jauh, serta membantu negara-negara ini dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan kepentingan dan rencana Yahudi.

Keempat: Menenangkan dunia Kristen tentang masa depan tempat-tempat suci di Palestina, dan menyebarkan penyalahgunaan Arab terhadapnya, serta ketidakpedulian mereka terhadapnya, dan dengan demikian mendorong dunia, terutama Kristen untuk mengeroyok mereka, dan mendukung tuntutan Yahudi untuk mendirikan tanah air bagi mereka di Palestina. Dengan hanya melihat tujuan-tujuan ini, kita mendapati bahwa tujuan-tujuan tersebut disusun dengan cermat sehingga kelompok Zionis ini memperoleh dukungan rakyat dari basis luas Yahudi, dan dukungan dunia dari negara-negara besar dunia dan pemegang pengaruh di dunia. Karena emas telah dan masih mengendalikan ekonomi negara-negara dunia, dan para pemegang pengaruh tertarik untuk menguasai dan memiliki bahan ini, maka Yahudi menguasai ekonomi dunia karena mereka berupaya menguasai emas dan berlian, minyak bumi, dan segala yang berharga dari tambang-tambang dan ladang-ladang, dan lain sebagainya dari kekayaan sebagai sumber keuangan di dunia. Semua itu untuk memperkuat kepentingan mereka dalam berinteraksi dengan negara-negara besar dunia, dan berinteraksi dengan para pemimpin untuk mewujudkan tujuan-tujuan Zionisme dalam mendirikan negara Israel dan memperkuatnya.

Zionisme telah menetapkan tujuan-tujuan ini yang dapat menghantarkan mereka untuk mewujudkan cita-cita mereka. Misalnya, menyerukan Zionisme di pusat-pusat peradaban dunia melalui persuasi, dan rayuan dengan pengaruh atau uang, atau dengan metode-metode yang mempengaruhi tokoh-tokoh tinggi dan penting di negara-negara terkemuka dengan cara yang menjamin hak mereka secara damai, atau melalui penerapan tekanan paksa untuk melaksanakan rencana-rencana Zionisme. Misalnya, Herzl berusaha memperoleh dari Sultan Abdul Hamid II penyerahan Palestina kepada Zionis sebagai imbalan lima juta lira emas Utsmaniyah, dan jumlah ini setara pada saat itu dengan seratus lima puluh juta sterling, dan pinjaman untuk negara senilai seratus juta lira emas Utsmaniyah yang akan dibayar dalam seratus tahun tanpa bunga. Wakil Yahudi Turki Qara Su adalah perantara mereka kepada Sultan, dan mereka memberikan selain itu berbagai hadiah dan janji, serta dukungan untuk Daulah Utsmaniyah. Meskipun demikian, Sultan Utsmaniyah ini menolak tawaran yang murah hati dan menggoda ini.

Demikianlah kita melihat bahwa Zionisme begitu berhasil menguasai mangsa yang jatuh ke dalam perangkapnya hingga mereka menerkamnya, dan membuatnya tetap di bawah kendali mereka, dan pada akhirnya membunuhnya setelah mereka menyedot semua kebaikannya untuk kepentingan mereka.

Dan semoga Allah memberikan shalawat kepada junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya dan kepada keluarga dan para sahabatnya semuanya.

 

 

Pelajaran 19: Zionisme (2)

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Kesembilan Belas (Zionisme (2))

Sarana-sarana Zionis untuk Mewujudkan Tujuan-tujuan Mereka

Atas Rasul yang paling mulia, dan penutup para Nabi junjungan kami Muhammad Nabi yang terpercaya, dan atas keluarga dan para sahabatnya semuanya.

Adapun setelah itu:

Kita dapat merangkum sarana-sarana ini sebagai berikut:

Pertama: Menggunakan pengaruh materi Zionis dalam menciptakan krisis-krisis keuangan, dan dalam membeli hati nurani, dan dalam mendirikan perkumpulan-perkumpulan rahasia yang mewujudkan maksud-maksud mereka, dan dalam mendukung proyek-proyek ekspansi mereka, perkumpulan-perkumpulan teroris mereka, dan mendorong gerakan-gerakan nasionalis. Telah disebutkan dalam Protokol keenam dari protokol-protokol mereka: “Kita akan segera memulai mendirikan monopoli-monopoli besar dan gudang-gudang besar kekayaan”, maka dari hal yang perlu pada waktu yang sama memperluas perdagangan dan industri dengan kekuatan dan vitalitas, terutama spekulasi, dan spekulasi-spekulasi itulah yang mengubah modal sepenuhnya ke tangan kita, dan saat itu orang-orang non-Yahudi akan menundukkan kepala mereka kepada kita meminta untuk memperoleh hak mereka dalam hidup.

Telah disebutkan dalam catatan harian Herzl di halaman keempat ratus sembilan belas sebagai berikut: Sesungguhnya perluasan modal yang direncanakan sekarang akan menjadikan bank Yahudi sebagai faktor yang memiliki kepentingan di dunia keuangan, hingga Zionisme berkembang menjadi kekuatan yang nyata. Orang-orang terkaya terkenal di dunia keluarga Rothschild dan Yakub Schiff yang mendukung Revolusi Komunis termasuk dalam Gerakan Zionis.

Kedua: Menggunakan kekerasan dan pembantaian terhadap lawan-lawan mereka dengan anggapan bahwa teror dan kekerasan memberikan hasil-hasil positif. Teroris Menachem Begin telah membentuk partai teror Irgun Zvai Leumi sejak tahun empat puluhan, dan partai teroris ini melakukan peran biadabnya dalam pembantaian Deir Yassin yang terkenal dengan kekejamannya pada tahun 1948. Dia juga merencanakan di era modern pembantaian Sabra dan Shatila dengan bantuan menteri partainya Jenderal Ariel Sharon. Metode kejam mereka terhadap para mujahidin di tanah yang diduduki, penghancuran rumah-rumah, pengusiran pemiliknya, dan penyiksaan terhadap orang-orang damai sudah tidak tersembunyi lagi bagi siapa pun.

Sangat menyedihkan bahwa mereka mencurahkan kebencian mereka dalam menyembelih perempuan, anak-anak, orang tua, dan orang-orang damai. Moshe Dayan pada Agustus tahun seribu sembilan ratus lima puluh tiga menugaskan Ariel Sharon memimpin Unit 101 yang bertugas melakukan tindakan pembalasan terhadap desa-desa Arab. Di antara yang ditulis Moshe Sharett dalam catatan hariannya adalah sebagai berikut: “Serangan pertama Sharon dan anak buahnya adalah pada desa Qibya Palestina di Yordania, yaitu pada Oktober tahun 1954, dan mereka menyembelih enam puluh enam penduduk, tiga perempatnya adalah perempuan dan anak-anak”. Pengamat PBB mengatakan dalam laporan mereka untuk Dewan Keamanan: “Sesungguhnya ketika mereka sampai di desa setelah dua jam dari pembantaian, mereka melihat mayat-mayat yang penuh dengan peluru, dan mereka melihat bekas-bekas peluru dalam jumlah besar pada pintu-pintu dan jendela-jendela di rumah-rumah yang dihancurkan, yang menunjukkan bahwa penduduk telah dihalangi dari meninggalkan rumah mereka, maka mereka tetap di dalamnya hingga menemui ajal mereka hingga puing-puing rumah yang runtuh”.

Surat kabar Haolam menyebutkan sebagai berikut: “Dalam perang 1967, tentara yang menyerang Sinai di bawah komando Sharon bertanggung jawab secara pribadi atas kematian ratusan tentara Mesir, karena dia menolak menganggap mereka sebagai tawanan perang selama hari-hari terakhir perang, karena ajaran Dayan mengharuskan untuk tidak menawan tentara Mesir di Sinai, dan memerintahkan untuk memusnahkan mereka. Ketika muncul gagasan mendirikan tanah air nasional bagi Yahudi di Palestina, sebagian besar pengusaha Yahudi tidak antusias terhadap hal ini karena mereka tidak siap berkorban dengan keuntungan mereka yang terjamin demi masa depan yang tidak diketahui. Maka geng-geng kriminal Zionis Haganah dan Dun Zvai Leumi, dan Stern, dan lainnya segera melakukan pembersihan terhadap Yahudi yang menentang Zionisme di Hongaria, di Jerman, Cekoslovakia, dan Polandia. Jerman Nazi dipersalahkan atas pembantaian ini, dan menuntut ganti rugi yang sangat besar atas kejahatan ini, dengan menuduh pemimpin Nazi membunuh dua puluh lima ribu orang di kamp-kamp konsentrasi Dachau. Rahasia ini tetap samar hingga dibongkar oleh penulis politik Argentina Zuilo Cesoric setelah empat puluh tahun, di mana dia menerbitkan rahasia ini dalam karya-karyanya tentang Zionisme ketika komando Israel melakukan penculikan Eichmann dari Argentina, dan mengeksekusinya di Israel, karena dia satu-satunya yang mengetahui bahwa geng-geng Yahudi yang melakukan pembantaian terhadap Yahudi Eropa yang menentang Zionisme. Dengan membunuhnya, mereka membunuh saksi satu-satunya yang menghukum Zionisme, padahal Eichmann adalah teman Rolf Kasner pemimpin Partai Zionis yang dipimpin Ben Gurion dan Golda Meir, dan bekerja sama dengan Organisasi Zionis Hongaria dalam menyelamatkan Yahudi kaya dan anggota organisasi pemuda Zionis.

Di antara sarana mereka juga ketiga: Hijrah dan pemukiman yang merupakan tuntutan nasional bagi semua partai Israel. Dengan hal itu, jumlah Yahudi di Palestina bertambah agar mereka melebihi jumlah Arab yang bertambah dengan cara yang menarik perhatian karena mereka menjauhkan diri dari pembatasan kelahiran. Bertambahnya penduduk Yahudi membantu menambah jumlah tentara Israel, dan Yahudi yang datang dari negara-negara Eropa kebanyakan adalah teknisi dan ahli teknik, maka mereka berkontribusi dalam mengembangkan keterampilan teknis dan teknologi di sana. Oleh karena itu, mereka bekerja dengan rencana-rencana rahasia yang mengerikan untuk hijrah Yahudi Soviet dan Eropa ke Israel, hingga sampai kepada Yahudi Ethiopia yang terbelakang yang mereka selundupkan melalui Sudan untuk dimanfaatkan dalam menyediakan tenaga kerja dan kader-kader militer yang mematikan. Mereka giat mendirikan pemukiman-pemukiman Zionis meskipun ada penentangan opini publik internasional bahkan dari teman-teman mereka, dengan dukungan dari Perkumpulan Zionis Khusus untuk mendirikan koloni-koloni. Oleh karena itu, mereka berupaya mencapainya dengan segala cara yang sah dan tidak sah, yaitu dengan mengusir warga yang mereka curigai loyalitasnya terhadap gerakan perlawanan, dengan menghancurkan rumah-rumah, dengan pengambilalihan tanah atas nama kepentingan umum, dan penggandaan keamanan, serta pemaksaan pajak yang sangat berat yang tidak sanggup dibayar warga Arab di Israel, yang memaksa mereka menjualnya, ini selain menggoda mereka dengan harga-harga tertinggi.

Keempat: Di antara sarana mereka juga merebut opini dunia melalui dua cara, pertama: menguasai media massa dunia, dan kedua: penyusupan Yahudi ke pusat-pusat politik besar di negara-negara besar untuk membenarkan proyek-proyek mereka melalui mereka. Tidak tersembunyi bagi pembaca yang mulia dan pendengar yang cerdas pengaruh media massa dalam mengarahkan opini publik dan memanfaatkannya.

Adapun metode mereka dalam menjamin pengaruh surat kabar dan majalah ini: adalah apa yang ditetapkan Protokol dengan perkataan mereka: Rakyat tidak boleh meragukan sedikit pun tindakan-tindakan ini, oleh karena itu surat kabar berkala yang kita terbitkan akan tampak seolah-olah menentang pandangan dan pendapat kita, sehingga menimbulkan kepercayaan kepada pembaca, dan menampilkan pemandangan menarik bagi musuh-musuh kita yang tidak meragukan kita, dan mereka akan jatuh dalam jebakan kita, dan akan kehilangan kepercayaan.

Telah terbukti dari sensus yang dilakukan tahun seribu sembilan ratus lima puluh enam bahwa Yahudi yang jumlahnya tidak melebihi lima belas juta di dunia menerbitkan delapan ratus sembilan puluh sembilan surat kabar dan majalah Yahudi dalam semua bahasa dunia, di antaranya lima puluh di Inggris, dan tiga puluh enam di Prancis. Ini selain surat kabar yang dikuasai Zionisme dengan satu cara atau lain secara rahasia dan terang-terangan. Salah satu pemimpin Arab telah menyatakan bahwa mereka akan melemparkan Israel ke laut, maka media mereka memanfaatkan pernyataan ini, dan berusaha mengambil simpati opini publik dunia dan pemerintah-pemerintah yang mengarahkannya, sehingga gerakan media mereka mendapat dukungan internasional yang tak tertandingi bagi negara mereka yang baru lahir.

Adapun penyusupan mereka ke posisi-posisi kepemimpinan di negara-negara besar: telah memberikan mereka kesempatan-kesempatan besar di masa lalu dan sekarang yang memungkinkan mereka mendirikan negara mereka. Sampainya Balfour yang Yahudi ke kementerian luar negeri Inggris membantu pemberian Janji Balfour, dan pengangkatan Komisaris Tinggi Inggris di Palestina dari kalangan Yahudi agar bekerja menyerahkannya kepada mereka. Adapun pengaruh Yahudi di Amerika, ini tidak membutuhkan bukti, karena calon-calon posisi kepresidenan di Amerika berlomba-lomba dalam pidato merayu mereka, dan komitmen mendukung perjuangan mereka. Adapun di Rusia, cukuplah kita ketahui bahwa lima pemimpin yang melakukan Revolusi Bolshevik adalah dari kalangan Yahudi, yaitu Lenin, Zinoviev, Kamenev, Trotsky, Bukharin, Sverdlov, dan lainnya.

Sebagian orang meragukan ke-Yahudi-an Lenin yang menikah dengan seorang Yahudi, dan presiden republik Soviet pertama adalah seorang Yahudi, demikian juga presiden kedua, dan kepala staf tentara Soviet yang mengunjungi beberapa negara konfrontasi setelah Perang Enam Hari, dan dia adalah seorang Yahudi. Dengan ini kita menyadari peran berbahaya yang dimainkan Yahudi dalam mewujudkan maksud-maksud mereka.

Dari apa yang telah kita paparkan dalam penyajian sarana-sarana ini, kita memperhatikan hal-hal berikut:

Pertama: Zionisme memiliki organisasi-organisasi internasional yang dipatuhi oleh Yahudi dunia yang mengurus kepentingan-kepentingan dasar Yahudi. Mereka telah merencanakan pendirian negara Israel dan berhasil, dan sekarang bekerja mendukung dan memperkuatnya. Sebagian lembaga-lembaga ini bekerja mengumpulkan sumbangan, sebagian lain mendirikan pemukiman, sebagian ketiga berhubungan dengan politisi dan penguasa, sebagian dalam ekonomi, dan demikianlah semua bekerja dengan perencanaan dan koordinasi.

Kedua: Pendirian bank-bank khusus oleh orang-orang kaya Yahudi, mereka mengalokasikan keuntungannya untuk mewujudkan tujuan-tujuan ekspansionis kolonial Zionisme. Apakah orang-orang kaya kita yang tidak kurang dari orang-orang kaya Yahudi telah sampai pada batas minimum pengorbanan agar mereka memberikan bagian sedikit dari kelebihan kekayaan mereka yang mereka belanjakan dalam kemewahan dan keangkuhan hidup untuk membebaskan negeri-negeri Arab dan Islam.

Ketiga: Media massa Zionis telah bekerja membentuk kepribadian Zionis dalam merebut opini publik internasional untuk mendukung perjuangan-perjuangan nasib mereka. Apakah media massa Arab dan Islam telah berkontribusi dalam membangun kepribadian Muslim yang berjuang, ataukah justru berkontribusi dalam melemahkannya tanpa mereka sadari, dan menyibukkannya dari perjuangan-perjuangan nasib mereka dengan perkara-perkara seks dan perhatian-perhatian lainnya.

Ringkasan Pemikiran dan Keyakinan Zionisme

Seperti yang kita katakan: Zionisme mengambil pemikirannya dari kitab-kitab suci yang diubah oleh Yahudi, dan mereka telah merumuskannya dalam bentuk Protokol. Zionisme menganggap semua Yahudi dunia sebagai anggota dalam satu kewarganegaraan yaitu kewarganegaraan Israel. Zionisme juga bertujuan agar Yahudi menguasai dunia sebagaimana dijanjikan tuhan mereka Yahweh, dan menganggap titik tolaknya adalah mendirikan pemerintahan mereka di tanah yang dijanjikan yang membentang dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat. Yahudi juga meyakini bahwa mereka adalah unsur unggul yang harus berkuasa, dan semua bangsa lain adalah pelayan bagi mereka.

Mereka memandang bahwa cara terbaik untuk menguasai dunia adalah mendirikan pemerintahan atas dasar menakut-nakuti dan kekerasan. Mereka menyerukan pemanfaatan kebebasan politik untuk menguasai massa, dan mereka berkata: Kita harus tahu bagaimana memberikan umpan kepada mereka yang menjatuhkan mereka ke jaring kita. Mereka berkata: Telah berakhir masa ketika kekuasaan ada pada agama, dan kekuasaan hari ini hanya untuk emas, maka harus dikumpulkan dalam genggaman kita dengan segala cara agar mudah bagi kita menguasai dunia.

Zionis memandang bahwa politik bertentangan dengan akhlak, dan di dalamnya harus ada tipu daya dan kemunafikan. Adapun keutamaan dan kejujuran menurut pandangan politik adalah keburukan. Zionis berkata: Harus menenggelamkan non-Yahudi dalam keburukan dengan rencana kita melalui orang-orang yang kita siapkan untuk itu dari guru-guru dan pelayan, pengasuh dan wanita-wanita hiburan. Mereka berkata: Kita harus menggunakan suap, penipuan, dan pengkhianatan tanpa ragu selama itu mewujudkan tujuan-tujuan kita. Mereka berkata: Kita harus bekerja menyebarkan ketakutan yang menjamin bagi kita ketaatan buta, cukuplah terkenal tentang kita bahwa kita orang-orang yang sangat keras agar setiap pemberontakan dan pembangkangan mencair.

Mereka berkata: “Kita harus meneriakkan slogan-slogan kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan agar orang-orang tertipu karenanya, bersorak-sorai untuknya, dan mengikuti apa yang kita inginkan dari mereka.” Dan mereka berkata: “Kita harus membangun aristokrasi yang berdiri di atas uang yang ada di tangan kita, dan ilmu pengetahuan yang dikuasai oleh para ilmuwan kita.” Dan mereka berkata: “Kita akan bekerja mendorong para pemimpin ke dalam genggaman kita, pengangkatan mereka akan berada di tangan kita, dan pemilihan mereka akan sesuai dengan banyaknya bagian mereka dari akhlak rendah, kecintaan pada kepemimpinan, dan kurangnya pengalaman.” Dan mereka berkata: “Kita akan menguasai pers, kekuatan efektif yang mengarahkan dunia menuju apa yang kita inginkan.” Dan di antara pemikiran mereka juga adalah bahwa harus ada pembagian perpecahan antara penguasa dan rakyat, dan sebaliknya, agar penguasa menjadi seperti orang buta yang kehilangan tongkatnya, dan berpaling kepada kita untuk memperkuat tahtanya.

Dan mereka berkata: “Kita harus menyalakan api permusuhan yang penuh kebencian di antara semua kekuatan, agar mereka bertarung dan menjadikan kekuasaan sebagai tujuan suci yang diperebutkan semua kekuatan untuk mencapainya, dan kita harus menyalakan api perang antara negara-negara, bahkan di dalam setiap negara. Ketika itu kekuatan-kekuatan akan melemah, pemerintahan akan jatuh, dan pemerintahan dunia kita akan berdiri di atas reruntuhan mereka.” Dan mereka berkata: “Kita akan mendekati rakyat miskin yang tertindas dengan menyamar sebagai pembebas dan penyelamat mereka dari kezaliman, dan kita mengajak mereka untuk bergabung dengan barisan prajurit kita dari kaum sosialis, anarkis, komunis, dan freemason. Karena kelaparan, kita akan mengendalikan massa dan menggunakan lengan mereka untuk menghancurkan siapa pun yang menghalangi jalan kita.” Dan mereka berkata: “Kita harus menciptakan krisis ekonomi agar semua orang tunduk kepada kita berkat emas yang telah kita monopoli.” Dan mereka berkata: “Kita sekarang berkat sarana tersembunyi kita berada dalam posisi yang kuat, sehingga jika satu negara menyerang kita, negara lain akan bangkit untuk membela kita.” Dan mereka berkata: “Sesungguhnya kata kebebasan mendorong massa untuk bertarung melawan Allah dan melawan sunnahNya, maka marilah kita kobarkan kata itu dan sejenisnya sampai kekuasaan berada di tangan kita.”

Dan mereka berkata: “Kita harus mengikuti segala cara yang bertugas memindahkan uang orang-orang non-Yahudi dari perbendaharaan mereka ke kotak-kotak kita.” Dan mereka berkata: “Kita akan bekerja membentuk masyarakat yang merosot, terbebas dari kemanusiaan dan akhlak, berhati batu, dan sangat membenci agama dan politik, sehingga harapan satu-satunya mereka adalah mewujudkan kenikmatan-kenikmatan materi, dan ketika itu mereka menjadi tidak mampu melakukan perlawanan apa pun sehingga jatuh ke bawah tangan kita dengan tunduk.” Dan mereka berkata: “Kita akan menggenggam dengan tangan kita semua kendali kekuatan, kita menguasai semua jabatan, politik akan berada di tangan rakyat kita, dan dengan demikian kita dapat setiap saat dengan kekuatan kita menghapuskan semua oposisi beserta pemiliknya dari orang-orang non-Yahudi.” Dan mereka berkata: “Kita harus menguasai industri dan perdagangan, membiasakan orang pada kemewahan dan kesenangan dan kemerosotan, bekerja meningkatkan upah, memudahkan pinjaman, dan melipatgandakan bunganya. Ketika itu orang-orang non-Yahudi akan bersujud tunduk di hadapan kita.”

Dan mereka berkata: “Kita akan memberikan perhatian besar pada opini publik hingga kita membuatnya kehilangan kemampuan berpikir sehat, dan menyibukkannya hingga kita membuatnya percaya bahwa desas-desus kita adalah fakta-fakta tetap, dan membuatnya tidak mampu membedakan antara janji-janji yang mungkin dipenuhi dengan janji-janji palsu. Maka kita harus menjadi badan-badan yang anggotanya sibuk menyampaikan pidato-pidato menggemakan yang melimpahkan janji-janji, dan kita harus menyebarkan di kalangan rakyat pemikiran bahwa mereka tidak memahami politik, dan lebih baik bagi mereka menyerahkan politik kepada ahlinya.” Dan mereka berkata: “Kita akan memperbanyak penyebaran hal-hal yang kontradiktif, mengobarkan syahwat, dan membakar emosi.” Dan mereka berkata: “Kita akan meminta bantuan kudeta dan revolusi setiap kali kita melihat keuntungan untuk itu,” dan lain-lain dari tujuan-tujuan mereka, dan pemikiran-pemikiran mereka yang besar, banyak, dan beragam.

Protokol-protokol: Definisi, Sejarah, Asal-usul dan Cara Penemuannya

Sebagaimana telah kita katakan: bahwa Taurat dan Talmud dianggap sebagai sumber-sumber lama bagi akidah dan pemikiran Yahudi. Adapun Protokol-protokol adalah sumber modern yang menjadi sandaran orang-orang Yahudi di masa sekarang, dan mereka mengambil pemikiran dan rencana-rencana mereka darinya. Perbedaan antara Talmud dan Taurat dengan Protokol-protokol adalah bahwa orang-orang Yahudi menjadikan Protokol-protokol ini sebagai sumber rahasia yang tidak pantas bagi siapa pun untuk mengetahuinya, sedangkan Taurat dan Talmud adalah sumber-sumber terbuka yang dapat diketahui oleh siapa saja.

Juga ada perbedaan: yaitu bahwa orang-orang Yahudi mengakui Taurat dan Talmud sebagai sumber mereka, sedangkan mereka tidak mengakui Protokol-protokol ketika ditemukan meski bertentangan dengan keinginan mereka, dan mereka telah menyatakan bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentangnya. Namun peristiwa-peristiwa yang terjadi dan detail-detail yang ada dalam Protokol-protokol ini membuktikan tanpa meninggalkan ruang keraguan bahwa Protokol-protokol ini adalah Yahudi murni. Pada kenyataannya, protokol-protokol itu tidak lebih dari perincian dan analisis terhadap apa yang tercantum dalam Talmud mereka yang hina. Dari sinilah kita menempatkan Protokol-protokol dalam sumber-sumber akidah Yahudi meski orang-orang Yahudi mengingkari hubungan mereka dengannya, karena tidak ada orang berakal yang dapat mengingkari hubungan erat antara Protokol-protokol dengan Talmud dan banyak teks Taurat yang telah diubah.

Kita akan mulai berbicara tentang definisi Protokol-protokol dan sejarahnya, serta beberapa bukti yang benar tentang hubungannya dengan orang-orang Yahudi, kemudian kita akan menyajikannya dengan analisis dan penjelasan secara ringkas, menjelaskan tujuan-tujuan orang-orang Yahudi dari Protokol-protokol ini dan berdasarkannya, serta cara-cara mereka yang mereka tetapkan dalam Protokol-protokol ini.

Definisi Protokol-protokol:

Makna kata protokol dalam bahasa adalah: keputusan atau berita acara sidang, atau ceramah, atau konsep rencana kerja. Protokol-protokol ini berupa kumpulan ceramah yang disampaikan oleh para bijak Yahudi kepada anggota-anggota konferensi Yahudi yang diselenggarakan oleh orang-orang Yahudi untuk mengumpulkan diri mereka dan menyusun rencana tertentu untuk menguasai dunia. Kita telah berbicara tentang beberapa konferensi ini dalam ceramah sebelumnya.

Adapun makna kata protokol dalam istilah adalah: rencana terperinci untuk menguasai dunia melalui organisasi Yahudi rahasia dengan cara-cara yang beragam.

Adapun sejarah Protokol-protokol ini: beberapa peneliti berpendapat bahwa awal sebenarnya dari Protokol-protokol ini adalah dalam konferensi Basel di Swiss, di mana Protokol-protokol ini dipresentasikan kepada peserta konferensi dalam bentuk keputusan-keputusan rahasia yang tidak diumumkan oleh konferensi. Telah kita katakan sebelumnya dalam ceramah terdahulu bahwa konferensi ini telah diselenggarakan di kota Basel atau Basel di Swiss tahun seribu delapan ratus sembilan puluh tujuh. Namun ketika diselidiki, kita dapati bahwa sejarah Protokol-protokol ini jauh lebih tua dari tanggal tersebut. Tuan William Guy Carr dalam bukunya (Bidak-bidak di Papan Catur) telah menunjukkan ringkasan singkat dari Protokol-protokol ini yang telah disiapkan oleh pengusaha keuangan Yahudi Mayer Bauer, yang mengambil nama lain yaitu Rothschild. Makna kata Rothschild yaitu: Perisai Merah dalam bahasa Jerman, yaitu simbol bendera merah yang digantung oleh kakek buyut. Mayer Bauer telah menulis di pintu tokonya tempat ia menjalankan penukaran uang dan riba kalimat ini, dan menggantung bendera merah di atasnya. Revolusi Prancis telah mengambil bendera merah sebagai simbolnya.

Rothschild telah mengumpulkan para pengusaha keuangan Yahudi dan meletakkan di hadapan mereka rencana untuk membangkitkan revolusi-revolusi di dunia. Ketika kita membandingkan rencana Rothschild dengan Protokol-protokol, kita dapati bahwa itu adalah versi ringkasnya yang disajikan dengan urutan yang sama, dan di dalamnya ada pengulangan beberapa teks yang sama persis, yang menegaskan bahwa Protokol-protokol tidak lain adalah penjelasan dan klarifikasi terhadap rencana Rothschild. William Guy Carr berkata: “Saya yakin bahwa dokumen-dokumen yang ditandatangani tahun 1701 yang dimiliki oleh Profesor Titus dari Rusia, dan yang ia terbitkan dalam sebuah buku dengan judul (Bahaya Yahudi) tahun 1905 di Rusia, tidak lain adalah salinan yang diperluas dari konspirasi asli.”

Beberapa peneliti berpendapat bahwa Protokol-protokol jauh lebih tua dari tanggal ini, bahkan lebih tua dari Rothschild, terutama jika kita tahu bahwa lodge-lodge Masonic sejarahnya kembali jauh sebelum itu, dan bahwa lodge-lodge Masonic inilah yang menciptakan Zionisme dan yang merencanakannya sejak dahulu, sehingga kita dapat mengatakan bahwa konferensi Basel yang diselenggarakan tahun 1867, atau konferensi Rothschild yang diselenggarakan tahun 1773, tidak lebih dari titik akhir dan pengumuman tentang rencana Zionis yang dimulai secara rahasia sejak zaman yang jauh. Tidak ada bukti yang lebih kuat dari gaya Protokol-protokol, karena penulisnya selalu berbicara tentang rencana Yahudi sebagai rencana lama yang telah mereka mulai laksanakan dan hampir selesai melaksanakannya. Dalam Protokol ketiga disebutkan: “Hari ini kita dapat mengingatkan kalian bahwa kita telah berada dalam beberapa langkah dari tujuan kita.”

Tidak masuk akal bahwa Protokol-protokol ini disusun dalam konferensi Basel tahun seribu delapan ratus sembilan puluh tujuh, dan pada saat yang sama mereka telah mencapai tujuan mereka. Ini adalah bukti bahwa protokol-protokol itu disusun sejak zaman yang jauh. Dalam teks lain, penulis Protokol-protokol menyatakan dengan tegas bahwa rencana Yahudi yang tercantum dalam Protokol-protokol adalah hasil kerja berabad-abad yang lalu, di mana ia berkata: “Dan di tangan kita ada rencana yang di atasnya terdapat garis strategis yang dijelaskan, dan kita tidak akan menyimpang dari garis ini, jika tidak, kita akan menghancurkan kerja berabad-abad.” Teks-teks ini membuktikan tanpa meninggalkan ruang keraguan bahwa sejarah penyusunan Protokol-protokol ini jauh lebih tua dari asumsi-asumsi yang ditunjukkan para peneliti.

Sekarang saya beralih berbicara tentang cara penemuan Protokol-protokol ini: sebagaimana para penulis berbeda pendapat tentang sejarah penyusunan Protokol-protokol ini, mereka juga berbeda pendapat tentang sejarah penemuannya dan cara kemunculannya ke dunia. Yang tertua dari riwayat-riwayat ini adalah yang diriwayatkan William Guy Carr dalam bukunya yang telah disebutkan (Bidak-bidak di Papan Catur) bahwa pada tahun seribu tujuh ratus delapan puluh lima, seorang kesatria berjalan dengan kudanya antara Frankfurt dan Paris membawa informasi terperinci tentang gerakan revolusi secara umum, dan instruksi khusus tentang Revolusi Prancis. Instruksi-instruksi itu dikeluarkan dari orang-orang Yahudi di Jerman kepada ketua lodge Masonic di Prancis. Kesatria itu terkena petir yang membunuhnya, dan dokumen-dokumen yang dibawanya jatuh ke tangan petugas polisi yang menyerahkannya kepada otoritas lokal di Bavaria.

Frei berpendapat bahwa sejarah penemuan Protokol-protokol adalah tahun 1884 oleh Nona Justine Glinka yang bekerja sebagai mata-mata untuk Rusia di Paris. Ia berhasil merekrut seorang Yahudi bernama Joseph Gorst yang suatu hari menawarkan kepadanya untuk mendapatkan dokumen yang sangat penting bagi Rusia dengan bayaran dua ribu lima ratus franc. Begitu ia menerima uang tersebut, ia menyerahkan dokumen itu kepadanya. Nona Glinka menyerahkan asli Prancis dari rencana itu yang diterjemahkan ke bahasa Rusia kepada Jenderal Adergevsky, yang kemudian menyerahkannya kepada atasannya Jenderal Grevin untuk diteruskan kepada Kaisar. Namun Grevin karena hubungannya dengan orang-orang kaya Yahudi menolak meneruskannya dan menyimpannya di arsip. Namun Nona Glinka menyimpan salinan untuk dirinya sendiri yang diserahkannya kepada Alexis Sukhtum gubernur provinsi Orel. Sukhtum kemudian menyajikannya kepada dua temannya yaitu Sbantov Sbtanov dan Nilas.

Yang pertama mencetak dan mendistribusikannya kepada orang-orang dekatnya, sedangkan yang kedua yaitu Nilas membacanya dan menilai bahayanya bagi seluruh umat manusia, lalu menerbitkannya pada tahun 1901 dalam sebuah buku berjudul (Yang Besar dalam Yang Kecil). Pada saat yang sama Butni yang merupakan teman Nilas mengeluarkannya dan menyimpan salinannya di Museum Inggris pada Agustus tahun 1906.

Sementara itu melalui anggota polisi Rusia, administrasi Rusia memperoleh berita acara sidang konferensi Basel, dan mendapati bahwa itu sama persis dengan Protokol-protokol. Pada Januari tahun seribu sembilan ratus tujuh belas, Nilas menyiapkan edisi kedua yang didukung dengan dokumen-dokumen penerbitan, tetapi sebelum dijual di pasar, terjadi Revolusi Rusia pada Maret tahun 1917, dan orang-orang Yahudi dan antek-anteknya menghancurkan edisi buku tersebut.

Pada tahun 1924 Nilas ditangkap dan disiksa oleh antek-antek orang-orang Yahudi, di mana ketua pengadilan Yahudi berkata kepadanya: “Perlakuan ini telah dirancang untukmu secara khusus karena kamu telah menyebabkan kerugian besar kepada kami dengan menerbitkan Protokol-protokol.” Namun beberapa salinan dari edisi kedua Nilas diselamatkan dan dikirim ke negara-negara lain, di mana diterbitkan di Jerman oleh Guaner Yidston. Di Inggris diterbitkan oleh wartawan Inggris Victor Maron, kemudian diterjemahkan ke sebagian besar bahasa dunia yang menemukan konspirasi paling berbahaya terhadap kebebasan dan keamanannya.

Di antara terjemahan-terjemahan ini adalah terjemahan Arab yang dilakukan oleh Ustadz Muhammad Khalifa al-Tunisi, yang dijuluki Syahid yang Hidup karena keberaniannya menerbitkan Protokol-protokol ini. Orang-orang Yahudi membunuh setiap orang yang mencoba menerbitkannya.

Dampak Penerbitan Protokol-protokol:

Penerbitan Protokol-protokol ini menyebabkan terbongkarnya tujuan-tujuan orang-orang Yahudi dan tersingkapnya niat jahat mereka terhadap seluruh umat manusia. Maka terjadilah pembantaian massal terhadap orang-orang Yahudi yang mengingkari hubungan mereka dengannya, dan dunia tidak mempercayai pengingkaran mereka. Konspirasi-konspirasi mereka telah sampai pada tahap pelaksanaan praktis di dunia. Nilas membandingkan antara Protokol-protokol dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia, lalu meramalkan banyak ramalan berbahaya yang terjadi setelah beberapa tahun kemudian, di antaranya ramalannya tentang kehancuran kekaisaran Rusia dan penyebaran komunisme di sana oleh orang-orang Yahudi, prediksinya tentang jatuhnya khilafah Islam oleh orang-orang Yahudi sebagai langkah pertama sebelum pendirian negara Israel di Palestina, ramalannya tentang berdirinya negara orang-orang Yahudi di Palestina, dan ramalan tentang terjadinya perang dunia yang akan kalah baik pemenang maupun yang kalah, dan tidak ada yang memperoleh keuntungan kecuali orang-orang Yahudi.

Demikianlah pengingkaran orang-orang Yahudi dan klaim mereka tidak mengetahuinya tidak berguna, sebagaimana Protokol-protokol ini tidak lain adalah gambaran lain dari ajaran-ajaran Talmud Yahudi.

Demikian juga Henry Klein, seorang pengacara Yahudi terkenal, mengecam mereka ketika ia menyatakan dengan terus terang bahwa Protokol-protokol adalah rencana yang disusun orang-orang Yahudi untuk menguasai dunia, dan bahwa ketika ia menentang orang-orang Yahudi, mereka mengusirnya dari barisan mereka. Demikianlah bukti-bukti saling menguatkan tentang kebenaran hubungan Protokol-protokol dengan orang-orang Yahudi, yang membantah mereka ketika mengingkari hubungan mereka dengannya.

Namun orang-orang Yahudi menuju pada cara lain selain cara pengingkaran, yaitu cara konfrontasi rahasia. Mereka berusaha menyita salinan-salinan Protokol-protokol di mana mereka membelinya dari pasar dan membakarnya sebelum sampai ke tangan pembaca, sebagaimana mereka meminta bantuan pengaruh Inggris yang menekan Rusia untuk menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi dan menyita salinan-salinan buku secara resmi. Upaya-upaya ini tidak berhasil, karena Protokol-protokol telah diterjemahkan dengan pertolongan Allah ke sebagian besar bahasa dunia.

Namun ada pertanyaan: seberapa besar bahaya Protokol-protokol ini? Inilah yang akan kita jawab ketika kita berbicara tentang penyajian dan analisis terhadap beberapa Protokol-protokol ini. Perlu diperhatikan bahwa Protokol-protokol yang ada sekarang bukanlah semua yang disusun orang-orang Yahudi, melainkan bagian dari karya yang lebih berbahaya. Sayangnya awal karya ini hilang dan belum ditemukan sampai sekarang. Bagaimanapun, kita tidak memiliki lebih dari penyajian terhadap apa yang ada di tangan kita sekarang. Mudah-mudahan Allah membongkar orang-orang Yahudi dan memungkinkan dunia menemukan semua rencana jahat mereka.

Adapun jumlah Protokol-protokol yang ditemukan adalah dua puluh empat protokol yang ditulis dengan cara tidak teratur, di mana topik-topiknya saling tumpang tindih. Penulisnya tidak membahas setiap topik secara terpisah, melainkan berpindah dalam satu protokol dari satu topik ke topik lain, dan mungkin mengulangi satu topik dalam lebih dari satu protokol.

Kita akan berbicara tentang analisis beberapa Protokol-protokol ini melalui dua cara: melalui penyajian tujuan-tujuan mereka dalam Protokol-protokol dan cara-cara mereka yang ditetapkan untuk mencapai tujuan-tujuan mereka, karena ketika kita mengekstrak tujuan-tujuan ini kita menjelaskan dengan jelas rencana rahasia mereka -sebagaimana mereka katakan- untuk memperlakukan orang-orang non-Yahudi.

Adapun tujuan dasar mereka melalui analisis Protokol-protokol ini adalah upaya menguasai seluruh dunia dan memerintahnya dengan cara tersembunyi atau terang-terangan dengan tangan besi, sehingga tidak ada pemerintahan di dunia yang lepas dari tangan mereka. Inilah yang tercantum dalam Protokol kelima belas: “Kita akan melakukan segala daya upaya kita untuk mencegah konspirasi-konspirasi yang direncanakan terhadap kita ketika kita akhirnya memperoleh kekuasaan dengan cara sejumlah kudeta politik mendadak yang akan kita atur sehingga terjadi bersamaan di semua negara. Kita akan menghancurkan kekuasaan dengan cepat ketika pemerintah-pemerintah secara resmi menyatakan bahwa mereka tidak mampu memerintah rakyat. Mungkin diperlukan waktu lama sebelum ini terwujud, mungkin periode ini berlangsung satu abad penuh. Untuk mencapai pencegahan konspirasi terhadap kita ketika kita mencapai kekuasaan, kita akan melaksanakan hukuman mati tanpa belas kasihan terhadap setiap orang yang mengangkat senjata melawan stabilitas kekuasaan kita.”

Adapun tujuan kedua yang tampak melalui Protokol-protokol ini setelah tujuan pertama yaitu menguasai pemerintahan-pemerintahan dunia atau memerintah dunia secara terang-terangan atau tersembunyi, tujuan kedua ini dari tujuan-tujuan mereka adalah menguasai ekonomi dunia. Uang dan perdagangan adalah urat nadi kehidupan dan sumber rezeki yang paling penting. Orang-orang Yahudi telah menyadari kebenaran-kebenaran ini, sehingga mereka memperhatikan perdagangan, mengumpulkan uang, dan menjadikannya sebagai cara, bukan untuk keuntungan halal tetapi untuk menguasai, dan jalan untuk mengendalikan kemampuan-kemampuan dunia. Inilah yang ditunjukkan oleh Protokol kedelapan dengan ucapannya: “Kita akan mengelilingi pemerintahan kita dengan tentara lengkap dari para ekonom. Inilah sebabnya ilmu ekonomi adalah mata pelajaran utama yang diajarkan orang-orang Yahudi. Kita akan dikelilingi oleh ribuan orang bank dan pemilik industri dan jutawan, dan urusan mereka masih lebih besar lagi. Pada kenyataannya segala sesuatu akan diputuskan oleh uang.”

Begitu juga, protokol kelima menunjukkan bahwa pentingnya uang bagi orang-orang Yahudi lebih besar daripada pentingnya mahkota kerajaan, maka mereka berkata: Sesungguhnya roda-roda seluruh mesin negara digerakkan oleh kekuatan, dan kekuatan ini ada di tangan kami, yaitu yang disebut emas, dan ilmu ekonomi politik yang telah dikuasai oleh para ulama jenius kami telah membuktikan bahwa kekuatan modal lebih besar daripada kedudukan mahkota, dan harus diperoleh monopoli mutlak untuk industri dan perdagangan; agar modal menjadi ruang yang bebas, dan inilah yang benar-benar kami upayakan untuk dimanfaatkan dengan tangan tersembunyi di seluruh penjuru dunia.

Dan di antara tujuan serta sarana mereka juga adalah menyebarkan sastra yang sakit dan tidak bermoral, maka mereka berkata dalam protokol-protokol mereka: Kami telah menyebarkan di semua negara besar yang memiliki kepemimpinan, sastra yang sakit dan kotor yang menutupi jiwa-jiwa, dan kami akan melanjutkan untuk waktu yang singkat setelah pengakuan atas pemerintahan kami untuk mendorong dominasi sastra semacam ini. Dan demikianlah orang-orang Yahudi berusaha menyibukkan manusia dari agama-agama dengan sastra seksual ini, menyebarkan kefahisan, kemaksiatan, dan minum khamar. Mereka berkata: Dan dari orang-orang Kristen ada orang-orang yang telah disesatkan oleh khamar, dan para pemuda mereka menjadi gila karena klasik-klasik dan kemaksiatan dini yang digoda oleh wakil-wakil kami, guru-guru kami, pelayan-pelayan kami, penulis-penulis kami, dan wanita-wanita kami di tempat-tempat hiburan mereka, kemudian menghancurkan keluarga, dan mereka berkata dalam protokol: Jika kami ilhamkan kepada setiap individu pemikiran tentang pentingnya dirinya sendiri, maka kami akan menghancurkan kehidupan keluarga di antara bangsa-bangsa non-Yahudi, dan merusak pentingnya pendidikannya, begitu juga mendirikan perkumpulan-perkumpulan yang merusak, dan merendahkan martabat para ulama, dan menghapus pusat-pusat agama Kristen dan Islam, dan menguasai pers dunia, serta rumah-rumah penerbitan dan distribusi, dan mereka memiliki banyak cara dalam hal itu.

Gerakan Zionisme Sejak Janji Balfour

Zionisme memasuki peran kerja politik yang berpengaruh setelah Janji Balfour, dan mandat Inggris Raya untuk mengelola Palestina, terjemahan janji ini: bahwa pemerintah Yang Mulia memandang dengan persetujuan terhadap pendirian tanah air nasional untuk bangsa Yahudi di Palestina, dan akan berusaha sebaik-baiknya untuk memudahkan pencapaian tuntutan ini, dengan catatan bahwa tidak akan dilakukan sesuatu yang menyentuh hak-hak sipil atau agama dari komunitas-komunitas yang sekarang mendiami Palestina selain orang Yahudi, atau menyentuh status politik yang diberikan kepada orang Yahudi di negara lain manapun, dan sebagian dari mereka baik orang Yahudi maupun Arab menyangka bahwa janji ini diambil atau dirampas karena kebutuhan-kebutuhan perang, tetapi pada kenyataannya ia adalah bagian dari kebijakan umum yang mencakup Timur Dekat secara keseluruhan, termasuk Palestina dan seluruh negeri Arab lainnya.

Maka janji ini adalah bagian yang berseberangan dengan janji-janji lain yang diberikan kepada para penguasa di negeri-negeri Arab yang keluar dari kekuasaan Negara Utsmaniyah, dan kita kembali kepada perkataan para pemimpin Yahudi setelah mantapnya mandat Inggris atas Palestina untuk melihat apa yang mereka katakan: Misalnya berkata Lord Melchett, seorang Zionis Inggris: Sesungguhnya penempatan tiga juta orang Yahudi di Palestina akan mengakhiri untuk selamanya kemungkinan berhasilnya revolusi yang bertiup terhadap negara mandat, dan Ben Gurion, ketua Badan Yahudi berkata: Barangsiapa yang mengkhianati Inggris Raya, maka dia telah mengkhianati Zionisme.

Dan wajib untuk selalu mengingat manuver-manuver politik yang menyebabkan terbentuknya tanah air nasional di Palestina, maka segala sesuatu yang lahir dari manuver-manuver ini mungkin akan mati karenanya di suatu hari nanti, terutama anak hasil rekayasa, atau anak hasil kejutan; karena kenyataan yang terwujud dalam masalah Zionisme adalah bahwa orang-orang Yahudi memanfaatkan negara-negara, dan negara-negara memanfaatkan mereka.

Dan kenyataan yang terwujud inilah saja yang menentukan bagi kita bahwa faktor penting dalam keberlangsungan Zionisme di Palestina tergantung pada kehendak bangsa-bangsa Islam pada akhirnya, maka Zionisme tidak akan bertahan di Timur Dekat jika umat Islam berusaha agar Zionisme ini mati, dan berusaha agar ia tidak bertahan.

Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada baginda kami Muhammad Nabi yang terpercaya dan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya semuanya.

Pelajaran 20: Yahudi Donmeh

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Kedua Puluh (Yahudi Donmeh)

Asal Usul Donmeh

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam atas yang paling mulia di antara para rasul dan penutup para nabi, baginda kami Muhammad Nabi yang terpercaya dan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya semuanya, amma ba’du:

Yahudi Donmeh: Jika kita ingin berbicara tentang asal usul Donmeh, kita akan berbicara tentang seseorang yang bernama “Sabbatai Zevi”, dan “Sabbatai Zevi” telah lahir pada bulan Juli tahun 1626 di kota Izmir Turki, dari kedua orang tua Yahudi yang berhijrah dari Spanyol akibat penganiayaan agama yang melanda orang-orang Yahudi di sana, dan mereka mengalami di Spanyol secara brutal dan mengerikan pengadilan inkuisisi yang didirikan oleh Gereja Katolik, dan ayah “Sabbatai” bernama “Mordechai Zevi” dan dikenal di antara orang-orang Turki di Izmir dengan gelar pemeriksa burung gagak hitam, adapun kedudukannya di Spanyol adalah di kepulauan “Morea”, dan “Sabbatai” adalah anak bungsu “Mordechai” dari tiga bersaudara, yang mengajak kita untuk berbicara tentang tokoh ini dan menyebutkan kelahirannya, kehidupannya, pertumbuhannya serta menjelaskan asal usul dan nasabnya: adalah bahwa kelompok Donmeh juga terkenal dengan nama Sabbataian yang dinisbatkan kepadanya, karena dia adalah kepala mazhab dan pendirinya serta penyusun kaidah-kaidah, aturan-aturan, pokok-pokok dan cabang-cabangnya.

Dan “Sabbatai Zevi” adalah orang yang sangat gemar sejak masa mudanya dengan membaca buku-buku agama, cerdas, tanggap, sadar, terpengaruh oleh peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang dialami oleh keluarga dan sukunya, antara penganiayaan, hijrah, penderitaan dan siksaan, dan “Sabbatai Zevi” pergi menghadiri majlis-majlis pelajaran Rabbi Ishak Dalbah ketika dia belum mencapai lima belas tahun, dan “Sabbatai Zevi” telah membaca dan memahami Taurat dan Talmud, sebagaimana dia unggul dalam tafsir isyari, yaitu simbol-simbol dan isyarat-isyarat kandungan makna kata-kata, maka dia memberikan di dalamnya pandangan-pandangan dan perkataan-perkataan yang mengundang kekaguman dari kaumnya dan kelompoknya, serta perhatian kepadanya dan penghargaan untuknya, dan secara umum dia digambarkan dengan perkataan para sejarawan: bahwa dia adalah orang yang cerdas, berbudaya dan tampan.

Yahudi dan Al-Masih yang Ditunggu

Al-Masih atau Mesias adalah kata Ibrani yang berarti penyelamat, dan telah datang dalam Taurat menunjukkan nama orang yang akan diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Bani Israil untuk menyelamatkan mereka, dan ketika Isa alaihissalam diutus, ada kelompok yang beriman kepadanya yaitu orang-orang Nasrani, dan ada kelompok yang mengingkarinya yaitu Bani Israil yang masih menunggu mesias atau penyelamat mereka, selama cobaan abad ketujuh belas yang dialami orang-orang Yahudi di seluruh Eropa -khususnya di Spanyol- mereka berada dalam keadaan yang sangat buruk yang tidak pernah mereka saksikan sebelumnya sepanjang masa, terjagalah di kalangan Yahudi dakwah Al-Masih yang ditunggu untuk menyelamatkan mereka dari kesulitan, siksaan, kehinaan dan pemusnahan yang mereka alami, dan berkembanglah dalam pikiran sebagian pendeta gagasan bahwa Al-Masih akan muncul pada tahun 1648 secara khusus.

Dan telah menjalar wabah legenda ini ke jiwa-jiwa sebagian orang Kristen sendiri, maka ada kelompok dari mereka yang berkata berdasarkan iman dan keyakinan bahwa Al-Masih akan ada dan akan muncul pada tahun 1966, dalam suasana yang mendukung dan kondisi yang menguntungkan ini, “Sabbatai Zevi” harus mengambil jalannya dengan pasti untuk mengklaim kenabian, dan dia yang dikenal dengan kecerdasan dan ambisi, tambahkan pada itu apa yang ada padanya berupa ilmu dan pengetahuan dalam urusan-urusan agama, kemudian perhatiannya yang besar terhadap olah raga spiritual dan penguasaannya terhadapnya, dan pemahamannya terhadap seni pemanggilan arwah, yang membuatnya mampu mendatangkan hal-hal yang menarik dan menguasai akal orang-orang sederhana, bodoh dan baik hati, dan dia mengambil keputusan besarnya, maka “Sabbatai Zevi” mulai berpuasa setiap hari dan mandi serta bersuci mempersiapkan diri untuk hari yang dijanjikan, bahkan beberapa riwayat menyebutkan: bahwa dia tidak menggauli kedua istri pertamanya dan tetap bujangan, dan “Sabbatai Zevi” diberi kecepatan intuisi dan pikiran serta pengetahuan yang menyeluruh terhadap kaidah-kaidah agama dan pokok-pokoknya serta kecerdasan yang tajam, yang membuatnya mampu mengalahkan para pembantah dan lawan bicaranya, dan mengeluarkan beberapa perkara dengan pengeluaran yang menakjubkan dan menafsirkannya dengan tafsiran yang aneh, hingga dia -sebagaimana dikatakan- telah mengubah sebait syair yang banyak diulang orang sesuai dengan hawa nafsunya. Bait itu berbunyi: “Kekasihku menyerupai rusa”, maka “Sabbatai” menjadikannya sebagai berikut: “Tuhanku menyerupai Sabbatai Zevi”.

Pada tahun 1648, “Sabbatai Zevi” menyebarkan di antara para sahabat dekatnya bahwa dia telah diberi nubuwah, maka mereka mempercayainya dan mengikutinya dan dia tidak menemukan kesulitan dalam hal itu karena dia telah menyiapkan dan memobilisasi mereka secara psikologis untuk itu dan memuluskan jalan bagi mereka, tetapi ketua para rabbi di Izmir “Joseph Escapa” bersama sekelompok ulama agama bangkit melawannya, dan berdiri menghadapi klaimnya serta membentuk pengadilan agama untuknya, dan mengambil keputusan untuk mengeksekusi dan membunuhnya, tetapi sia-sia karena hukum negara tidak mengizinkan mereka melakukan itu, maka mereka putus asa dan menyendiri memendam apa yang ada di dada mereka berupa kemarahan, dan “Sabbatai Zevi” mengikuti klaim palsu ini dengan selebaran atau pernyataan yang disebarkannya kepada orang-orang dan di dalamnya tertulis: Salam dari anak Allah “Sabbatai Zevi”, mesias Israel dan penyelamatnya kepada setiap individu dari Bani Israil, kalian telah memperoleh kehormatan hidup sezaman dengan penyelamat Bani Israil dan penyelamat mereka, yang telah diberitakan oleh para nabi dan leluhur kita, maka kalian harus menjadikan kesedihan kalian menjadi kegembiraan dan puasa kalian menjadi berbuka dan hiburan, kalian tidak akan bersedih lagi setelah hari ini, maka umumkanlah kegembiraan kalian dengan rebana, dupa dan musik, dan bersyukurlah kepada Yang telah berjanji kepada kalian lalu menepati janji-Nya dan tetaplah dalam ibadah kalian sebagaimana sebelumnya, adapun hari-hari musibah dan berkabung maka jadikanlah karena utusanku sebagai hari-hari syukur dan kegembiraan dan jangan takut terhadap apapun, karena kekuasaan kalian tidak akan terbatas pada bangsa-bangsa bumi tetapi akan melampaui kepada seluruh makhluk di kedalaman lautan, maka semua mereka tunduk kepada kalian dan kesejahteraan kalian, “Sabbatai Zevi”.

Dan disebarkan pengumuman ini, dan pengumuman yang disebarkan ini -dan yang mendahuluinya- merupakan persiapan untuk hari yang ditunggu tahun seribu enam ratus enam puluh enam menurut kebanyakan orang, dan “Sabbatai Zevi” menyadari sempitnya lingkungan kota Izmir dan terbatasnya perkara di sana, maka dia pergi ke kota Istanbul dan singgah pada salah seorang rabbi munafik seperti dirinya, lalu mendapat segala penyambutan dan bantuan darinya, tetapi dakwahnya dan klaimnya akan kenabian tidak mendapat gema yang diinginkan pada tingkat umum, maka dia berangkat ke Athena kemudian kembali ke Izmir dan dari sana ke Istanbul, kemudian kembali lagi ke Izmir tahun 1659, dan tinggal di rumah ayahnya tidak melakukan pekerjaan apapun yang menarik perhatian orang atau menarik pandangan, mungkin sebabnya adalah menunggu tahun 1666 tahun yang dijanjikan, ditambah dengan sikap negatif yang dihadapinya dalam perjalanan-perjalanannya dari kelompok para rabbi dan pendeta, tetapi dia tidak tahan menunggu maka keluar ke Yerusalem tahun 1663 dan dari sana ke Kairo kemudian kembali ke Yerusalem.

Dan di kedua kota tersebut dia tidak menampakkan sesuatu dari klaimnya yang palsu karena takut pada dirinya, kecuali bahwa ketika dia melewati Gaza, dia bertemu di sana dengan seorang laki-laki bernama Abraham Nathan, maka mereka berkenalan dan “Sabbatai Zevi” menampakkan kepadanya isi hatinya dan kenabiannya, maka Abraham membenarkannya, dan menanggung beban menyiarkan untuknya di lingkungannya dan pada tingkat-tingkat lainnya, maka Abraham dengan ini menjadi rasul “Sabbatai” kepada manusia, maka gagasan munculnya Al-Masih yang ditunggu atau penyelamat dan penyelamat berkembang di paruh kedua abad ketujuh belas, dan memiliki kepemimpinan atas akal dan jiwa orang-orang sezaman, dan dominasi penuh atas kebanyakan orang Yahudi dan sebagian orang Kristen.

Dan telah muncul seorang gadis Yahudi dari Polandia, gadis ini cantik, cerdas dan petualang, dan berkata bahwa dia melihat mimpi. Dan itu berupa cahaya yang akan bersinar cemerlang pada tahun 1666 dari Izmir, dan bahwa dia akan menjadi istri pemilik cahaya ini, dan dia mengatakan itu setelah mendengar dan sampai ke telinganya berita “Sabbatai Zevi” dan klaimnya, dan segera sampailah berita itu kepada “Sabbatai” maka dia mengklaim juga mimpi lain, bahwa dia telah diwahyui untuk menikahi Sarah gadis Polandia itu, dan nama Sarah memiliki gema dan lonceng khusus dalam perasaan bangsa Israel dan di kedalaman perasaan agamanya, dan bertemulah penipuan dengan penipuan dan kemunafikan dengan kemunafikan, karena masing-masing dari kedua belah pihak -“Sabbatai” dan Sarah- menginginkan keuntungan dari balik klaimnya, maka “Sabbatai” mengirim untuk memanggilnya Sarah dan terjadilah pernikahan mereka di Kairo, dan terperdayalah kelompok besar orang-orang Yahudi yang sederhana dan polos.

Dan pada awal bulan September tahun 1666, “Sabbatai” singgah di Izmir kembali kepadanya karena itu adalah tempat keberangkatan dan tempat tinggalnya, maka terjadilah antara dia dan para rabbi pertempuran-pertempuran sengit, setelah itu dia mampu menang atas mereka dan menghasut orang-orang awam dan banyak pendukung mengelilinginya, dan menjadilah orang-orang Yahudi Izmir dengan mayoritas mutlak mereka patuh pada kehendaknya dan di bawah isyaratnya, dan mulailah delegasi-delegasi datang kepadanya dari luar dari Rhodes, Adrianople, Sofia dan Jerman, dan pertemuan orang-orang dengannya dalam suasana yang penuh dengan tradisi-tradisi agama yang biasa dan tenggelam dalam daya tarik dan pesona, dan diadakan untuknya upacara penobatan dan dia mulai mengatur urusannya dan urusan para pengikut dan muridnya sesuai dengan sistem dan tradisi baru; karena dia menerima tamu-tamunya dengan jadwal dan upacara tertentu dan dia -sebagaimana diriwayatkan sumber-sumber sejarah- memiliki kecintaan khusus untuk menerima para tamunya dari kaum wanita, dan “Sabbatai” membagi dunia menurut ajaran barunya menjadi tiga puluh delapan wilayah, dan menunjuk untuk setiap wilayah seorang raja, sebagaimana yang dilakukan Freemason setelahnya dan sebagaimana yang dilakukan juga klub-klub Lions dan Rotary sebagaimana telah dibicarakan sebelumnya, sebagaimana dia mengubah beberapa kebiasaan dan tradisi Yahudi, dan juga dia menandatangani surat-suratnya kepada khusus dan umum dengan tanda tangan anak Allah yang pertama dan tunggal “Sabbatai Zevi”.

Dan tidak ada kekuasaan Utsmaniyah hingga saat itu yang peduli atau memperhatikan apa yang terjadi, dan itu kembali kepada dua sebab:

Yang pertama: adalah toleransi beragama dan kebebasan berkeyakinan serta kemandirian komunitas Yahudi dalam urusan dan persoalan mereka. Dan yang kedua: adalah kesibukan Negara Utsmaniyah dengan perang pulau Kreta, dan sultan pada waktu itu adalah Sultan Muhammad Keempat, dan perdana menteri -atau Sadrazam sebagaimana mereka menyebutnya- adalah Fadil Ahmad Pasha, namun sebagian pimpinan negara ketika melihat bahwa urusan “Sabbatai Zevi” mulai melampaui orang-orang Yahudi kepada komunitas dan kelompok rakyat lainnya, dan bahwa perkara baru yang muncul ini membentuk bahaya terhadap situasi dalam negeri negara, mereka terjaga dan memberi peringatan, dan qadi Izmir mengajukan kepada perdana menteri perlunya penangkapan “Sabbatai Zevi” untuk membatasi aktivitasnya dan memotong kukunya serta memutuskan dakwahnya, maka dikeluarkanlah perintah untuk menangkapnya dan dia dibawa melalui laut ke ibu kota.

Dalam pemeriksaan, “Sabbatai Zevi” menyangkal semua tuduhan yang disandarkan dan dinisbatkan kepadanya, dan ini yang diharapkan, maka apa yang diharapkan dari seorang munafik yang fasih lidah seperti “Sabbatai”, tetapi fakta-fakta sangat jelas maka dia mendapat bagian penyiksaan dan dikirim ke penjara Zindan Qapi, namun delegasi-delegasi pengikut, pendukung dan murid mulai menuju penjara untuk kunjungan yang diizinkan, maka tempat-tempat penuh dengan mereka dan tampak administrasi penjara tidak mampu menerima kerumunan, maka dia mengadukan hal itu kepada otoritas atasan yang memerintahkan memindahkannya -yaitu “Sabbatai Zevi”- ke penjara lain yaitu Shank Qal’ah, dan sebagaimana Sarah muncul sebelumnya di Polandia dengan mimpinya yang palsu dan orang-orang mempercayainya, keluarlah penipu atau penipu baru lainnya yang bernama Nahum Cohen, dan dia adalah seorang rabbi yang cerdas dan berpengetahuan luas dia juga untuk mengklaim bahwa dia juga adalah penyelamat yang ditunggu, dan bahwa kitab-kitab suci memberitakan dan meramalkan dua mesias bukan satu mesias, dan kemudian menuju ke tahanan “Sabbatai” di Shank Qal’ah, dan menemuinya, berdiskusi dengannya, bertengkar dengannya kemudian kembali ke basis-basisnya menyebarkan racunnya dan menyiarkan dakwahnya.

Dan sebagaimana utusan-utusan yang datang sebelumnya ke penjara Zindan Qapi -penjara pertama untuk “Sabbatai”- kembali berdatangan bertubi-tubi ke benteng Shanak Qal’ah, dan para penjaga penjara memejamkan mata terhadap para pengunjung dan kerumunan mereka dengan imbalan suap yang mereka terima, dan kota menjadi sesak dengan para pengunjung sehingga bahan makanan berkurang dan harga-harga naik, dan penduduk kota menjerit mengeluh kepada penguasa dan mengajukan petisi ke istana kesultanan Utsmani, sebagaimana ada pengaduan yang diajukan oleh seorang Mesias baru yang diklaim kepada para pejabat, yang menyatakan bahwa “Sabbatai Zevi” ingin mendirikan negara di dalam Kekaisaran Utsmani dari balik dakwahnya yang palsu, dan menghadapi semua itu dan apa yang membentuk bahaya bagi kekuasaan, para pejabat negara memandang perlu untuk meletakkan batasan akhir terhadap fenomena ini, maka mereka memerintahkan untuk memindahkan “Sabbatai Zevi” ke istana Edirne untuk menyelesaikan urusan tersebut, dan para pengikut dan murid mengira bahwa fajar baru akan terbit bagi mereka, dan bahwa sultan mereka akan tinggi dan bendera mereka akan berkibar, dan bahwa mukjizat Mesias yang diklaim “Sabbatai” akan membalikkan urusan untuk kepentingan mereka dari atas ke bawah.

Dönme Pertama

Telah disebutkan sebelumnya bahwa “Sabbatai” dipindahkan ke Edirne, dan di salah satu ruangan istana Edirne duduk Sultan Muhammad IV mendengarkan dialog yang sedang berlangsung di ruangan sebelah, antara Mustafa Pasha yang menjalankan tugas perdana menteri Syaikh al-Islam Yahya Efendi Munqari Zadeh, dan imam istana Muhammad Efendi Waili dari satu pihak, dan “Sabbatai Zevi” dari pihak lain, dan telah dikatakan kepada “Sabbatai” melalui penerjemah: “Kamu mengklaim bahwa kamu adalah Mesias maka tunjukkan mukjizatmu, kami akan menanggalkan pakaianmu dan menjadikanmu sasaran panah para ahli dari orang-orang kami, jika panah-panah tidak menancap di tubuhmu maka Sultan akan menerima klaimmu”, dan “Sabbatai” menyadari dimensi situasi dan bahayanya serta kematian yang mengintainya, dan bahwa akhir telah mendekat jika ia melanjutkan kebohongannya, maka lihatlah apa yang ia lakukan sebagai orang Yahudi yang licik yang terbiasa dengan pengkhianatan, tipu muslihat, dan penipuan?!? Ia telah menyangkal segala sesuatu dan mengklaim bahwa para penuduh adalah mereka yang menggambar potretnya dan memalsukan perkataannya, maka Sultan Muhammad IV -yang mendengar dialog tersebut- memerintahkan untuk menawarkan Islam kepada “Sabbatai Zevi” sebagaimana yang ditetapkan oleh aturan syariat yang lurus, maka “Sabbatai” atau Mesias palsu melihat bahwa ia berada antara bahaya kematian atau Islam, maka ia memilih dengan kecerdikan Yahudi dan kecintaannya pada kehidupan untuk menebus kerajaannya yang semu dengan masuk Islam secara lahiriah, dan menamakan diri dengan nama Muhammad Aziz Efendi dan selamat dari kematian, dan dengan demikian “Sabbatai Zevi” adalah orang pertama dalam sejarah Kekaisaran Utsmani dan di dunia dari kalangan Dönme, dan dia adalah pendiri sekte ini.

Dan telah disebutkan dalam kitab (Sejarah Politik Negara Aliyah) dalam bab masa Sultan Muhammad IV dengan judul: Seorang Yahudi yang Mengklaim Dirinya Mesias: bahwa pada tahun 1666 Masehi bangkit seorang rabbi Yahudi bernama “Sabbatai Zevi” yang mengklaim bahwa dialah Mesias, dan pernyataan-pernyataannya ketika mengunjungi Yerusalem berdampak pada keguncangan dan kegelisahan orang-orang Yahudi yang tinggal di Eropa, dan datang berita-berita beberapa rabbi yang mendukungnya dan sebagian yang menentangnya, maka ia dibawa ke Dar as-Sa’adah Istanbul dan dimasukkan penjara kemudian dibawa ke penjara benteng kesultanan, kemudian seorang laki-laki Yahudi lainnya mengklaim seperti yang diklaim pendahulunya, dan datang ke istana yang menjalankan tugas perdana menteri dan menyebutkan kepalsuan klaim “Sabbatai Zevi”, maka ia dibawa -yaitu “Sabbatai”- dan dipekerjakan dalam pekerjaan taman di istana setelah ia menyatakan keislamannya, dan selama sepuluh tahun banyak dari pengikutnya masuk agama Islam, kemudian terjadi bahwa salah seorang anak syaikh Kurdi menyatakan bahwa ia adalah Mahdi yang ditunggu, maka ia dibawa lalu ia menarik kembali apa yang ia klaim sebelumnya, dan ia menjawab jawaban yang benar untuk setiap pertanyaan yang ditujukan kepadanya maka ia ditunjuk sebagai kepala dalam untuk perbendaharaan Humayun. Dan disebutkan juga dalam (Tarikh Rasyid) yaitu kitab manuskrip tentang peristiwa-peristiwa tahun 1666 yang sesuai dengan perkataan ini, dan “Sabbatai Zevi” beralih ke peran yang baru dan berbahaya, karena Muhammad Efendi Aziz -“Sabbatai Zevi” sebelumnya- ditunjuk sebagai kepala para azan yaitu para hajib maka tersebarlah berita pengangkatannya dan keislamannya di antara para pengikutnya sehingga mereka tinggal di rumah-rumah dan tempat tinggal mereka, adapun para rabbi dari kalangan Yahudi yang menentangnya mereka sangat gembira karena terbebas darinya dan dakwahnya, tetapi “Sabbatai” mengirim surat edaran kepada para muridnya yang mengatakan: “Allah telah menjadikan aku muslim, aku adalah saudaramu Muhammad al-Bawwab, demikian Dia memerintahkanku maka aku mematuhi, telah disebutkan kitab-kitab suci Yahudi bahwa Mesias akan diikuti oleh orang-orang Muslim”, dan ia memberitahu mereka bahwa ia akan melanjutkan menjalankan risalah dan tugasnya dengan beradaptasi dengan situasi baru, saudaranya menafsirkan keadaan ini dengan berkata: “Sesungguhnya tubuh lama “Sabbatai” telah naik ke langit, maka ia kembali dengan perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam bentuk malaikat yang mengenakan jubah dan sorban untuk melengkapi risalah Mesias”.

Dan “Sabbatai” Muhammad Efendi Aziz mengajukan permohonan kepada Mufti meminta izin kepadanya untuk menyeru orang-orang Yahudi kepada Islam, dan ini adalah rencana pertamanya. Dan ketika ia mendapatkan apa yang ia inginkan, ia melanjutkan dakwahnya sebelumnya, bertujuan untuk mendirikan madzhab barunya yang Muslim secara lahir namun Yahudi secara batin, maka datanglah para pengikut dari setiap tempat di Negara Aliyah dan tempat lainnya, dan mereka mengenakan jubah dan sorban dengan bentuk khusus, maka orang-orang Turki memberi mereka nama Dönme, dan negara membiarkan mereka kebebasan bergerak dan bekerja, karena “Sabbatai” dibiarkan kebebasan berkeliling dan berdakwah, dan ia menjamin untuk dirinya tidak ada kecurigaan, dan ia sibuk mengatur, menetapkan aturan, dan menggambar ciri-ciri madzhab barunya, dan mengumpulkan semua itu dalam dokumen-dokumen, dan yang menarik perhatian kita dari dokumen ini adalah pasal enam belas dan tujuh belas, dan ini teksnya; Pasal enam belas: Harus diterapkan kebiasaan-kebiasaan orang-orang Turki Muslim dengan teliti untuk mengalihkan perhatian mereka dari kalian, dan tidak boleh seorang pun dari para pengikut merasa terganggu dengan puasa Ramadhan dan kurban, dan harus dilaksanakan segala sesuatu yang harus dilaksanakan di hadapan umum. Adapun pasal tujuh belas maka ia berkata: “Sesungguhnya perkawinan mereka -yaitu orang-orang Muslim- dilarang sama sekali”.

Dan para pejabat mengetahui bahwa “Sabbatai” mengumpulkan para pendukungnya atas ritual-ritual, ibadah-ibadah, dan akidah-akidah khusus, maka tersingkaplah kepalsuan dan mereka mengetahui bahwa keislamannya hanyalah kedok, maka ia ditangkap dan diasingkan ke Berat di Albania bersama beberapa pengikutnya, dan ia tinggal di sana selama lima tahun di mana selama itu ia menikah dengan seorang wanita Yahudi dari Salonika bernama “Yohevid”, maka ia menamakannya Aisyah setelah istri pertamanya Sarah meninggal, kemudian ia meninggal pada tanggal tiga puluh September tahun 1675 Masehi, dan ia telah berusia hampir empat puluh sembilan tahun dan dimakamkan di tepi sungai di sana.

Kelanjutan Dönme dan Kelompok-kelompok Mereka

Dakwah “Sabbatai Zevi” tidak berakhir dengan kematiannya, karena beberapa pengikutnya yang memimpin telah siap untuk melanjutkan pekerjaan dan perjalanan, di antara mereka Abdul Ghafur Efendi yang nama aslinya “Joseph Filosof”, dan ia adalah ayah istrinya “Yohevid”, dan di antara mereka Abdullah Ya’qub Chelebi yang nama aslinya “Joseph Querido” saudara istrinya, dan keduanya menetap di “Salonika” dan mengumpulkan di sekitar mereka semua pendukung dan pengikut dalam upaya untuk memelihara kesatuan dan kekompakan kelompok, dan Dönme tidak cukup dengan membedakan diri dari orang-orang dari semua agama dan mazhab hanya dengan akidah mereka saja, bahkan mereka juga dikenal dengan pakaian mereka, wanita-wanita mereka memakai sepatu kuning dan laki-laki mereka meletakkan di kepala mereka topi wol putih, yang dililit dengan sorban hijau, dan mereka menerima pada hari-hari raya saja bersama jamaah dan tidak berpuasa serta tidak peduli dengan mandi.

Dan dengan demikian mereka benar-benar memperhatikan apa yang disebutkan “Sabbatai” kepada mereka dalam dokumennya untuk mereka, dan Dönme tidak tetap pada kesatuan dan kekompakan mereka setelah kematian “Sabbatai Zevi”, bahkan mereka terpecah menjadi kelompok-kelompok dan mazhab-mazhab serta jalan-jalan, maka Ya’qub Chelebi telah mengambil alih kepemimpinan Dönme di “Salonika” setelah kematian “Sabbatai”, dan ia telah mengambil darinya janji untuk menggantikan kepemimpinan kelompok ketika ia di ranjang penyakit, dan Ya’qub ini mengatur akidah-akidah para pengikut dan ritual-ritual mereka serta menata urusan-urusan mereka, dan ia meminta seperti “Sabbatai” untuk memperhatikan kebiasaan-kebiasaan Muslim yang lahiriah, namun sekelompok dari mereka tidak setuju dengan itu, dan anggota-anggotanya berkumpul di bawah kepemimpinan seorang laki-laki dari mereka bernama Mustafa Chelebi, dan dengan demikian terjadilah perpecahan pertama dalam sekte Dönme, maka yang pertama dinamai kelompok Ya’qub Chelebi dengan nama Ya’qubiyyah, dan kelompok Mustafa Chelebi dengan nama Qaraqashi atau partai Usman Baba, dan itu terjadi setelah berlalu empat belas tahun dari kematian “Sabbatai Zevi” sang pendiri. Dan pada tahun seribu tujuh ratus dua puluh Masehi terjadi perpecahan lain di dalam sekte Qaraqash itu sendiri, dan terpisahlah dari mereka sebuah kelompok dengan pimpinan Ibrahim Agha salah satu pemimpin mereka dan dikenal dengan nama Bapu, dan ketiga kelompok atau sekte ini tidak menikah dengan penganut agama-agama lain dan juga tidak saling menikah, sehingga individu dari mereka tidak dapat mengenal kehidupan khusus sekte tersebut kecuali setelah menikah.

Beberapa Tradisi dan Kebiasaan Dönme, Pengaruh dan Bahaya Mereka, Penyebaran dan Tempat-tempat Pengaruh, serta Peran Mereka dalam Meruntuhkan Khilafah Islam

Beberapa Tradisi dan Kebiasaan Dönme:

Dari tradisi dan kebiasaan Dönme adalah perjamuan domba, karena Dönme memiliki hari-hari raya yang banyak lebih dari dua puluh, mereka merayakan yang paling penting pada hari pertama musim semi kedua yaitu tanggal dua puluh dua bulan Maret, dan salah seorang dari mereka -yaitu Rasydi Qaraqash Zadeh- telah menulis menjelaskan beberapa upacara hari raya ini dengan berkata: “Hari raya domba dirayakan pada tanggal dua puluh dua bulan Maret dan itu adalah hari raya malam, di mana daging domba dimakan untuk pertama kalinya dari tahun baru dan itu dengan upacara khusus, di mana kebiasaan mengharuskan bahwa dalam satu pesta terdapat dua laki-laki dan dua perempuan paling sedikit, dan jumlahnya dapat bertambah dengan syarat kedua jenis kelamin seimbang yaitu dengan setiap laki-laki istrinya, di mana perempuan mengenakan pakaian terbaik dan berhias dengan perhiasan termahal, dan ia menyiapkan makanan di atas meja, dan setelah makan dimulailah hiburan dan dalam salah satu periodenya lampu-lampu dipadamkan dan semua orang tetap dalam kegelapan total, dan setiap bayi yang lahir karena malam tersebut dianggap bayi yang diberkahi”.

Dan majalah Dunia Bergambar Turki menerbitkan artikel tentang hari raya ini dan upacara serta ritualnya yang penulisnya berkata: Saya percaya bahwa perayaan dengan memadamkan lampu masih menjadi kebiasaan yang diikuti oleh Qaraqash, dan sangka saya bahwa keluarga yang saya adalah anggotanya hingga masa dekat masih mempraktikkan kebiasaan ini, dan saya tidak pernah ikut serta dalam perayaan seperti ini karena saya masih lajang, dan setiap kali saya menunjukkan keinginan untuk menghadiri perayaan mereka menolak dan berkata: Sesungguhnya perayaan ini hanya untuk yang sudah menikah.

Dan Profesor “Abraham Galanti” menyebutkan dalam bukunya (Dokumen tentang Kebiasaan dan Organisasi Sabbatai Dönme): “Bahwa kebiasaan memadamkan lampu adalah kebiasaan kuno seusia zaman, diambil oleh para Sabbatai sebagaimana diambil oleh para Nushairi dari bangsa-bangsa terdahulu”, sebagaimana koran al-Masa’ Turki menerbitkan berita dari korespondennya di Qarash yang mengatakan: “Pihak keamanan menangkap sekelompok laki-laki dan perempuan yang mempraktikkan kebiasaan memadamkan lilin dan menangkap mereka dengan tangan merah, sebagaimana menemukan di ruangan sebelah dengan aula perayaan beberapa alat musik”.

Dan Ala al-Din Ghusa menerbitkan lima artikel penting di koran Tujuh Hari, dan dalam artikel-artikel ini disebutkan: “Saya adalah direktur sekolah yang dimiliki oleh Sabbatai Dönme di desa Makri, dan juru masak sekolah adalah seorang Sabbatai, saya memerintahkannya pada salah satu hari musim semi untuk memasak daging domba untuk kami maka ia menolak, maka saya mengadukan dia kepada dewan administrasi tetapi saya tidak berhasil dalam pengaduan saya, dan saya tidak dapat memberi makan seorang pun daging domba sebelum waktunya yaitu pada tanggal dua puluh dua Maret”.

Dan dari kebiasaan mereka juga adalah menipu dan licik, maka disebutkan dalam nomor 116 koran Dunia Bergambar tentang Dönme Salonika: bahwa mereka hidup di antara kami dan berbicara dengan bahasa kami, mereka merasakan secara lahiriah dengan perasaan kami tetapi mereka sebenarnya berhati-hati terhadap orang-orang Turki, mereka tidak menikah kecuali dengan sesama mereka, mereka menjalani kehidupan khusus mereka dari buaian hingga liang lahat dalam pernikahan dan pemakaman mereka, dan dalam setiap halaman kehidupan sosial dan keluarga mereka, maka apakah kamu mengetahui hakikat mereka?! Sesungguhnya di antara mereka ada orang-orang cerdas dan ahli pikir yang patut dihargai khususnya dalam bidang ekonomi dan perdagangan, dan pengaruh mereka dalam hal itu tidak dapat disangkal sama sekali terutama di Istanbul dan Izmir, dan di Turki beberapa kebiasaan Dönme masih hidup, maka disebutkan dalam kitab (Dokumen tentang Kebiasaan dan Organisasi Sabbatai): “Beberapa kebiasaan pada Dönme masih diikuti dan diamalkan dan di antaranya:

Pertama: Kebiasaan menyembelih domba dan memakan dagingnya pada hari pertama tahun Yahudi, dan itu adalah peringatan penebusan Ishaq menurut klaim mereka.

Kedua: Kebiasaan mencukur rambut dengan pisau cukur pada Ya’qubiyyah, dan itu salah satu sekte mereka -sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, dan mencukur rambut dengan pisau cukur untuk laki-laki dan mengepang rambut menjadi kepangan tipis untuk perempuan.

Ketiga: Setiap individu dari mereka memiliki nama Yahudi lainnya.

Keempat: Berjenggot adalah ciri khas mereka.

Kelima: Daging domba tidak dimakan pada awal setiap tahun Yahudi kecuali setelah melakukan ritual khusus hari tersebut, dan barang siapa memakannya tidak pada waktunya akan terancam hukuman mati sepanjang tahun tersebut.

Keenam: Tidak diperbolehkan bagi siapa pun dari Dönme menjalin hubungan seksual dengan perempuan yang bukan dari Dönme, dan barang siapa melakukan itu maka ia termasuk ahli neraka.

Ketujuh: Tidak diperbolehkan bagi Dönme memulai memberikan salam kepada selain mereka.

Kedelapan: Pergi ke pantai laut atau ke tepi sungai -laut atau sungai mana pun- dan melakukan seruan berikut: “Sabbatai Zevi” kami menunggumu.

Pengaruh dan Bahaya Dönme:

Dan yang lebih penting dari itu adalah bahaya Dönme dan pengaruh mereka serta sejauh mana perubahan revolusioner yang mereka buat dalam masyarakat Turki, dan dampaknya terhadap dunia Islam:

Karena Dönme memiliki pengaruh besar dalam merugikan dunia Islam dalam perilaku sosial, akhlak, dan peradaban; karena mereka berkontribusi secara langsung dalam segala sesuatu yang dapat meruntuhkan nilai-nilai Islam dalam masyarakat, dan merusak akhlak serta perilaku kaum Muslim, maka kecenderungan pemuda Muslim untuk berakhlak dengan kebiasaan dan tradisi Barat, dan menganggap ateisme sebagai mode modern dengan menyebarnya Masonik dan anarkis serta meremehkan perasaan kebangsaan, semua itu adalah hasil kerja Dönme.

Maka mereka menyerang pertama dan dengan keras hijab wanita Muslim, dan menyeru kepada tabarruj dan kebebasan melalui koran-koran yang mereka kuasai dan kendalikan, dan mereka membakar punggung orang-orang dengan cambuk lidah mereka yang tajam, dengan dalih kemajuan dan mengikuti semangat zaman, kemudian mereka menyeru kepada pendidikan campuran di universitas-universitas dan sekolah-sekolah, karena dalam pengajaran campuran hilanglah rasa malu dari wajah dan hati para pemuda dan lenyaplah kepolosan dalam keluarga-keluarga Islam, dan mulai muncul ejekan tajam dalam artikel-artikel bersambung untuk menyindir beberapa tradisi dan kebiasaan masyarakat Islam, dan mereka meningkatkan intensitas propaganda mereka sehingga menyebarkan surat-surat dan buku-buku banyak yang berisi serangan terang-terangan kadang-kadang, dan terselubung di waktu lain, sehingga seperti alat perusak yang pukulannya tidak henti-hentinya beruntun dan berturut-turut untuk meruntuhkan bangunan besar.

Dan tidak ada seorang pun dari manusia pada waktu itu yang berani menyinggung orang-orang ini di koran atau majalah mana pun; karena kebanyakan koran dan majalah dimiliki oleh mereka.

Dan kedua: karena dengan cepat pemilik-pemilik koran dan majalah mengajukan keluhan kepada petinggi negara; agar dilakukan penyitaan terhadap tanggapan-tanggapan yang menentang mereka dan menyiksa pemiliknya, dan petinggi negara ini adalah para Ittihadi kelompok Ittihad wa Taraqqy, yang kebanyakan dari mereka adalah dari Dönme atau dari murid-murid mereka dan pembawa pendapat mereka serta pelaksana rencana mereka, maka dari perusakan sosial ke perusakan politik Negara Utsmani dan keberadaannya; karena kedua jalan tersebut Dönme bekerja pada saat bersamaan untuk memasukinya; dengan tujuan mencapai target besar yang jauh dan menghancurkan Islam, dan diketahui secara historis bahwa para petinggi negara di Turki -dari perkumpulan Ittihad wa Taraqqy- memiliki hubungan kuat dengan Dönme di Salonika, mereka mengadakan pertemuan-pertemuan bersama di tempat-tempat pertemuan Masonik di sana.

Dan orang-orang Yahudi dan Dönme serta Mason dan lainnya yang memiliki ambisi di negeri-negeri Utsmani berhasil mempengaruhi pikiran para pemuda terpelajar, dan memanfaatkan mereka untuk melayani ambisi dan tujuan mereka dengan sadar atau tidak sadar.

Dan kesimpulannya bahwa mereka memimpin bagian terbesar dari revolusi Turki Muda revolusi konstitusi, yang terwujud di tangan Midhat Pasha bapak konstitusi Utsmani sebagaimana dikatakan pada waktu itu, revolusi ini yang pada dasarnya dilakukan oleh orang-orang Yahudi Dönme yang menampakkan Islam, tetapi mereka tetap dalam kenyataannya memerangi Islam, dan hubungan mereka tetap terbatas pada pekerjaan lahiriah saja, Dönme ini yang memakai pakaian Muslim secara palsu dan tetap Yahudi dalam kenyataan dan Muslim secara lahiriah, mereka memiliki andil dalam takdir bangsa Turki dan perkembangannya menuju situasi sekarang.

Dari tulisan-tulisan dan catatan Persatuan Kemajuan (Ittihat ve Terakki) kita dapat memahami sejauh mana pengaruh Donmeh dalam menggerakkan angin peristiwa dan mengendalikan arahnya. Misalnya, kita temukan dalam catatan Ghalib Pasha – yang merupakan Inspektur Jenderal pasukan gendarme di Istanbul – mengenai peristiwa menyedihkan tanggal 31 Maret yang berakhir dengan penggulingan Sultan Abdul Hamid. Ghalib Pasha menyebutkan bahwa dia khawatir akan mendapat keburukan dari para pemberontak, sehingga dia bersembunyi di rumahnya. Pada hari keempat sejak dimulainya pemberontakan, dia menuju ke toko-toko keluarga Saltlaki; salah satu keluarga Donmeh yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang media saat ini.

Dia berkata: “Saya tidak bisa meninggalkan rumah hingga hari Sabtu tanggal 4 April, dan saya tidak bisa memperoleh informasi yang benar tentang apa yang terjadi. Empat hari yang saya habiskan di rumah terasa membosankan dan menyedihkan, adapun surat kabar justru menambah keburukan di atas keburukan.” Dia berkata: “Pada hari keempat saya keluar dari rumah dan menyeberang ke sisi barat Istanbul, dalam perjalanan saya menuju toko-toko perdagangan keluarga Ibkaji saya merasa ada seorang pria berjenggot keriting mengikuti saya, karena toko-toko ini berada di bawah pengawasan tetap.”

Orang lain juga menulis hal serupa, dan ini menunjukkan apa yang selalu kami katakan tentang hubungan Donmeh dengan Persatuan dan Kemajuan. Midhat Pasha yang disebutkan namanya pernah menjadi kepala kekuasaan pada suatu hari, dan dia adalah salah satu dari orang-orang Yahudi tersebut yang dipromosikan oleh propaganda Mason di seluruh Timur Arab dan Barat sebagai pahlawan besar, pembawa bendera reformasi dan kebebasan di Kesultanan Utsmani. Mereka menjulukinya Bapak Konstitusi dan mengerahkan pintu-pintu propaganda dari surat kabar, majalah, dan radio untuknya, sehingga dengan itu dia mencapai pangkat tertinggi termasuk jabatan Pasha Suriah dan Irak, serta jabatan Sadrazam (Perdana Menteri Agung) yang dianggap sebagai pangkat terbesar dalam kekuasaan Utsmani. Kemudian setelah itu dia mulai menyusup dan merusak sebagaimana didikte oleh keyahudian dan kemasonannya.

Penyebaran dan Posisi Pengaruh:

Mayoritas besar Donmeh kini berada di Turki, dan mereka masih hingga sekarang memiliki di Turki sarana-sarana penguasaan atas media dan ekonomi, serta memiliki jabatan-jabatan yang sangat sensitif dalam pemerintahan. Mereka – sebagaimana telah kami katakan – berada di belakang pembentukan kelompok Persatuan dan Kemajuan yang sebagian besar anggotanya adalah dari mereka. Dari posisi mereka ini, mereka juga berkontribusi dalam mensekularisasi Turki Muslim dan memanfaatkan banyak pemuda Muslim yang tertipu untuk melayani tujuan-tujuan destruktif mereka.

Peran Yahudi Donmeh dalam Meruntuhkan Khilafah Islam:

Sesungguhnya Midhat Pasha berpindah-pindah dalam memerintah berbagai wilayah Utsmani termasuk Suriah, kemudian dia merencanakan konspirasi penggulingan Sultan Abdul Aziz, lalu merencanakan konspirasi pembunuhannya setelah enam hari dari penggulingannya. Midhat Pasha adalah anak seorang rabi Hongaria yang terkenal dengan tipu daya, penipuan, dan kecerdikan. Dia mencapai jabatan tertinggi negara untuk menjadi Yahudi terkuat yang mampu menaburkan fitnah di Negara Utsmani, menampakkan Islam namun menyembunyikan keyahudiannya yang dengki dan penipu.

Yahudi Donmeh berhasil dengan bantuan majelis-majelis Mason dalam membentuk perkumpulan Turki Muda, yang Midhat Pasha sendiri adalah salah satu pendiri pertamanya. Dari Turki Muda bercabang partai atau perkumpulan yang mereka namakan Persatuan dan Kemajuan, yang mengusung slogan kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan yang mereka ambil dari Paris – yaitu slogan Revolusi Prancis yang juga direncanakan oleh Mason. Organisasi-organisasi Persatuan dan Kemajuan didirikan mengikuti pola perkumpulan kriminal Carbonari Italia, yang dibentuk oleh Mason pada awal abad kesembilan belas.

Di antara perkumpulan-perkumpulan yang diciptakan Yahudi di Turki adalah Bektasyiah yang secara lahiriah merupakan salah satu tarekat sufi, namun dalam kenyataannya adalah sekte batiniah yang berjalan menurut rencana Yahudi dunia dan Mason.

Demikianlah kita melihat peran Yahudi Donmeh dalam mengakhiri Khilafah Islam dan mengasingkan Sultan Abdul Hamid dari Khilafah Utsmani. Ketika mereka menyadari keteguhan Sultan Abdul Hamid dalam menghadapi ambisi mereka, mereka meningkatkan konspirasi untuk menjatuhkannya. Mereka meminta bantuan kekuatan-kekuatan jahat yang mengabdikan diri untuk merobek negeri-negeri Islam, yang terpenting di antaranya adalah Mason dan perkumpulan-perkumpulan rahasia. Hal ini dinukil dari Mustafa Kemal dalam buku-bukunya dan lainnya.

Dan semoga Allah melimpahkan shalawat kepada penghulu kami Muhammad Nabi yang terpercaya, keluarganya, dan seluruh sahabatnya.

 

 

Pelajaran 21: Fundamentalisme Injili

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Pelajaran Kedua Puluh Satu (Fundamentalisme Injili)

  1. Definisi Fundamentalisme Injili

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, dan shalawat serta salam kepada yang paling mulia di antara para rasul dan penutup para nabi, penghulu kami Muhammad Nabi yang terpercaya, keluarganya, dan seluruh sahabatnya.

Amma ba’du:

Fundamentalisme Injili:

Fundamentalisme adalah gerakan intelektual Protestan yang muncul di Barat pada abad kesembilan belas Masehi, setelah konferensi “Niagara” tahun 1895; untuk menghidupkan kembali pemikiran-pemikiran penganut akidah kedatangan kedua Masih, kedatangan yang nyata dan harfiah. Telah muncul bagi mereka buklet-buklet dengan judul (Fundamentals) yang di dalamnya mereka menyerukan untuk berpegang teguh pada ajaran-ajaran agama lama, sebagaimana mereka menyerukan untuk meyakini ketuhanan Masih dan kesucian Kitab Suci dari kesalahan, serta kewajiban mengambilnya secara harfiah dan kelahiran Masih alaihissalam dari Maryam. Mereka juga menyerukan tebusan atas perbuatan-perbuatan mungkar, dan menyerukan keimanan pada kebangkitan Masih dari antara orang-orang mati dengan jasadnya dan kembalinya penjelmaan kedua kalinya, di samping menolak semua teori-teori ilmiah modern dalam ilmu teologi, serta studi-studi yang menentangnya atau bertentangan dengan isinya. Karena itu dikenal dengan mazhab kesucian harfiah.

Fundamentalisme juga menolak ide pemisahan antara agama dan negara, yang menyebabkan meningkatnya perhatian mereka pada aspek politik dan berusaha membentuk partai-partai politik untuk mencapai kekuasaan dengan tujuan membuat undang-undang dan syariat yang mendukung mazhab mereka.

Dapat juga ditambahkan keyakinan mereka pada nubuatan-nubuatan Injil yang mengarah – menurut keyakinan mereka – pada penguasaan Yahudi atas Palestina dan Yerusalem, sebagai syarat bagi kembalinya Masih yang kedua. Dengan demikian fundamentalisme bertentangan dengan liberalisme atau modernitas yang berusaha membaca dan menafsirkan teks sesuai dengan realitas.

Fundamentalisme di Barat memiliki organisasi-organisasi, lembaga-lembaga, dan media-media kuat yang menyerukan prinsip-prinsipnya. Di antara konferensi mereka yang terkenal adalah yang diselenggarakan pada tahun 1985 di kota “Basel” Swiss. Amerika Serikat dianggap sebagai pusat utama aliran-aliran fundamentalisme Injili.

  1. Sejarah Fundamentalisme Injili

Sejarah Fundamentalisme Injili – dan sebagian menyebutnya Zionisme Kristen:

Benih-benih fundamentalisme ini kembali kepada pemikiran dan akidah yang dikemukakan oleh gerakan reformasi agama Protestan pada abad keenam belas, di sejumlah negara Anglo-Saxon. Gerakan ini memandang bahwa Taurat adalah firman Allah yang terpelihara, dan melihat dalam nubuatan-nubuatan dan legenda-legenda Taurat sebagai hukum dan sejarah. Mereka menjadikan keseluruhan Perjanjian Lama sebagai panduan bagi kehidupan agama dan duniawi manusia termasuk sastra, budaya, dan seni.

Banyak Protestan pada abad ketujuh belas beralih kepada Yahudi, dan gerakan reformasi agama dianggap sebagai kebangkitan Yahudi, terutama setelah mereka memusatkan perhatian dan prioritas pada apa yang dikenal sebagai Taurat, yaitu catatan sejarah nabi-nabi Bani Israil, raja-raja, pemimpin-pemimpin, ibadah-ibadah, syair-syair mereka, dan legenda-legenda yang dikarang seputar mereka serta tradisi-tradisi mereka.

Barangkali perubahan agama ini merupakan salah satu perubahan paling menonjol dalam sejarah pemikiran dan akidah yang dikenal umat manusia setelah berakhirnya Abad Pertengahan. Eropa berada dalam keadaan permusuhan psikis dan praktis terhadap Yahudi sebelum lahirnya gerakan reformasi agama, dan di sana terbentuk akidah anti-Yahudi yang langsung menyebabkan penyakitan Yahudi secara fisik, dengan alasan bahwa Yahudi menolak risalah Masih alaihissalam dan bahwa generasi-generasi Yahudi terus berlanjut setelah itu dengan manhaj yang sama, karena itu mereka harus dihukum atas kejahatan yang disebut penyaliban Masih.

Eropa telah menyaksikan selama abad kedua belas operasi-operasi pembantaian massal Yahudi di Prancis, Inggris, dan Jerman, terutama pada awal pelaksanaan Perang Salib ke Palestina. Hal itu sebagai pelaksanaan ucapan Yahudi dalam pengadilan Masih: darahnya atas kami dan atas anak-anak kami, meminta ampunan sebelum pembebasan Yerusalem.

Gambaran Yahudi menjelang akhir Abad Pertengahan tidak muncul dalam lukisan dan cerita rakyat kecuali dalam bentuk manusia najis dan berdosa, dalam bentuk burung hantu atau ular. Juga muncul gambaran Yahudi pengembara pemilik hidung bengkok dan lelaki tua berjenggot, dengan raut muka cemberut dan menjijikkan.

Komunitas-komunitas Yahudi terbiasa dengan kehidupan penindasan sehingga cenderung pada isolasi. Keadaan ini menyebabkan munculnya fenomena ghetto pada akhir abad kelima belas, di mana Yahudi ditempatkan dalam lingkungan-lingkungan terpisah yang dikelilingi tembok-tembok tinggi, memiliki dua gerbang yang dijaga oleh penjaga Kristen dan ditutup di sore hari. Komunitas-komunitas Yahudi mengalami revolusi rakyat saat terjadi krisis atau penyebaran penyakit tertentu seperti wabah atau kematian hitam, di mana Yahudi disalahkan dan dituduh menyebarkan wabah.

Mungkin semua penindasan inilah yang membentuk kedalaman historis bagi sikap intelektual dan politik gerakan Nazi Jerman terhadap Yahudi pada abad kedua puluh. Demikianlah Eropa mengenal serangkaian peristiwa berdarah, konflik, dan penindasan Yahudi sepanjang Abad Pertengahan.

Yahudi diusir dari Inggris pada akhir abad ketiga belas hingga akhir abad keenam belas, dan pihak berwenang Inggris tidak memperbolehkan anggota komunitas Yahudi menjabat di dewan-dewan kota atau dalam jabatan sipil. Tidak ada satu pun anggota Yahudi yang masuk Parlemen Inggris hingga tahun 1858. Menteri Yahudi Inggris pertama adalah “Herbert Samuel” pada tahun 1904.

Demikian pula halnya di Rusia, Yahudi tidak diperbolehkan masuk sekolah-sekolah Rusia dan tidak diperbolehkan bekerja di bidang hukum. Begitu juga di Prancis, Yahudi mengalami isolasi, pembunuhan, dan diskriminasi karena berbagai alasan, di antaranya: faktor agama seperti masalah penyaliban atau pembunuhan Masih, dan faktor ekonomi yang terkait dengan fungsi riba komunitas-komunitas Yahudi.

Dengan berakhirnya Abad Pertengahan dan sebelum awal abad keenam belas, sejarah menyaksikan peristiwa-peristiwa penting seperti: pembebasan Konstantinopel, penemuan percetakan, jatuhnya pemerintahan Arab Islam di Andalusia, penemuan Amerika dan lainnya. Eropa hingga saat itu menganut Katolik, namun dengan tiba abad keenam belas banyak orang mulai merasa sesak dengan kekuasaan Paus, dan muncul “Martin Luther” menantang peran Gereja ini karena monopolinya dalam menafsirkan kitab-kitab agama Kristen dan masalah penjualan surat pengampunan kepada orang-orang.

Seruan “Martin Luther” menyebar dan pengikutnya bertambah di bagian-bagian besar Eropa, dan setiap Kristen yang mampu berhak membaca Taurat dan Injil serta menafsirkannya. Keduanya diterjemahkan ke berbagai bahasa setelah sebelumnya hanya monopoli Latin dan Yunani.

Yang menarik perhatian kita dari gerakan gereja baru ini adalah perhatiannya pada Perjanjian Lama, yang menjadi rujukan tertinggi bagi perilaku dan keyakinan. Gerakan ini membuka pintu bagi penafsiran-penafsiran, takwil-takwil, dan bid’ah-bid’ah dalam teologi Kristen. Keyakinan-keyakinan Yahudi Perjanjian Lama dan tanah Palestina menjadi hal-hal yang diterima dalam pemikiran, budaya, dan seni Barat.

Kisah-kisah Taurat menjadi akrab seperti roti yang diulang-ulang rakyat dan elit dari hafalan. Masih sendiri menjadi salah satu dari nabi-nabi Ibrani, dan pemimpin serta pahlawan Taurat menggantikan orang-orang suci Katolik. Semua itu terjadi dalam suasana nostalgia yang kuat kepada akidah kembalinya Masih yang kedua, dengan fokus pada peran Yahudi dalam kedatangan ini.

Yahudi dianggap hanya sebagai alat keselamatan dan gerbang yang pasti bagi penyebaran Kristen. Palestina dalam pikiran berubah menjadi tanah yang dijanjikan bagi bangsa Yahudi terpilih. Keterkaitan antara tanah dan Yahudi mulai muncul dalam ritual dan upacara agama. Palestina dilucuti dari makna Kristennya setelah sebelumnya menjadi tanah suci Masih, yang karenanya terjadi Perang Salib. Namun kini berubah menjadi tanah air bagi Yahudi yang kembalinya ke sana merupakan pendahuluan yang pasti bagi kembalinya Masih yang dinantikan.

Masalah kedatangan kedua Masih dianggap sebagai salah satu rukun dasar keimanan Kristen dan salah satu topik terpenting dalam Injil. Tidak ada satu kitab pun yang tidak membahas kedatangan kedua Masih, dan hampir semua Kristen dunia beriman pada masalah ini. Namun perbedaan terjadi pada cara dan detail kedatangan ini.

Zionisme berhasil meyakinkan sebagian Kristen bahwa pendirian Israel adalah salah satu tanda kedatangan kedua, dan bahwa kembalinya Masih akan terjadi secara keras dan kuat untuk berdiri bersama Israel menghadapi kekuatan jahat di dunia, yang dikalahkannya dalam pertempuran berdarah yang kejam. Dengan kemenangan atas kekuatan jahat ini, Masih kemudian memerintah dunia selama seribu tahun.

Keimanan ini muncul dalam sejarah pemikiran teologi Kristen melalui beberapa teori, yang semuanya dibangun atas penafsiran yang terdapat dalam Kitab Wahyu – yaitu kitab terakhir Perjanjian Baru. Di dalamnya Yohanes menceritakan mimpinya tentang masa depan dunia; dia melihat malaikat turun dari langit menangkap iblis dan mengikatnya dengan rantai besar selama seribu tahun agar tidak menyesatkan siapa pun. Kemudian ketika seribu tahun selesai, iblis dilepaskan dari ikatannya untuk menyesatkan bangsa-bangsa dan mengumpulkan Ya’juj dan Ma’juj, yang jumlahnya seperti pasir laut, untuk mengepung perkemahan orang-orang suci dan kota yang dicintai. Saat itulah Allah menurunkan api dari langit untuk memakan mereka, iblis, dan nabi palsu yang disebut Masih Dajjal.

Kristen terbagi dalam menafsirkan wahyu ini menjadi beberapa golongan, di antaranya golongan yang melihat bahwa Masih akan datang setelah terjadinya kekacauan hebat di bumi seperti perang, kelaparan, dan gempa yang mereka sebut kesusahan besar. Ketika Masih datang, orang-orang mati yang beriman kepadanya bangkit dari kubur, dan tubuh orang-orang beriman yang hidup berubah menjadi tubuh surgawi. Semuanya akan diangkat untuk bertemu Masih di udara, kemudian turun bersamanya ke bumi. Maka iblis diikat dan berakhirlah pemerintahan musuh-musuh Masih di bumi.

Yahudi secara kolektif kembali kepada Masih dan beriman kepadanya serta mengakui dosa-dosa mereka. Saat itulah dimulai pemerintahan Masih di bumi selama seribu tahun. Masih akan terlihat dan harfiah, dan keadilan serta perdamaian akan menyebar di seluruh dunia. Sifat jahat dalam semua makhluk berubah menjadi sifat baik. Menjelang akhir seribu tahun, iblis dilepaskan dari belenggunya dan keluar untuk menyesatkan bangsa-bangsa sekali lagi, mengumpulkan semua bangsa bersamanya untuk perang terakhir melawan Masih, terutama Ya’juj yang mereka tafsirkan sebagai raja Rusia, dan Ma’juj yang mereka tafsirkan sebagai raja Turki atau Muslim dan Cina. Mereka memimpin serangan pada perkemahan orang-orang suci yang meliputi Masih dan umat-Nya di Yerusalem. Terjadilah perang “Harmageddon” namun tiba-tiba datang api dari langit dan memusnahkan mereka, dan iblis dilemparkan ke neraka selamanya.

Teori ini menyebar dengan kuat pada abad keempat Masehi, kemudian kembali muncul pada abad keenam belas dan pada paruh kedua abad kedelapan belas, terutama selama Revolusi Prancis.

Demikianlah bermula fenomena Zionisme Kristen atau Fundamentalisme Injili, yang intinya adalah masalah peran Yahudi dalam rencana Ilahi untuk kedatangan kedua Masih, yang mengharuskan pengumpulan Yahudi di tanah yang dijanjikan Palestina, dan pemulihan kota yang dicintai sebagaimana disebutkan dalam Taurat yaitu Yerusalem, serta pembangunan bait suci yang menyiapkan panggung bagi perang “Harmageddon” antara kebaikan dan kejahatan. Masih datang kedua kalinya dan kebaikan menang serta mendirikan kerajaan seribu tahun yang bahagia, sesuai dengan keimanan fundamentalis Kristen Protestan ini yang terkait dengan penafsiran harfiah semua ungkapan Perjanjian Lama.

Gerakan ini mendapat sambutan luas di kalangan Yahudi, karena gerakan ini memecah belah musuh-musuh Yahudi. Namun pengikut Martin Luther menyerang orang-orang Yahudi karena mereka menyatakan bahwa Talmud memberikan penafsiran yang lebih baik daripada penafsiran Luther terhadap Kitab Suci, dan mereka menolak seruan untuk kembali kepada agama Kristen. Maka orang-orang Lutheran mengusir Yahudi dari kota-kota Jerman dan Inggris, serta melanjutkan kegiatan penyebaran agama di kalangan Yahudi. Pada saat yang sama mereka meletakkan dasar bagi dalil pengembalian Yahudi ke Palestina sebagai persiapan untuk keselamatan Yahudi kemudian keselamatan teologis.

Kekristenan tradisional menganggap bahwa apa yang terdapat dalam Perjanjian Lama adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu, atau nubuat-nubuat yang telah terpenuhi, dan bahwa apa yang tercantum dalam Perjanjian Baru adalah revolusi terhadap Perjanjian Lama, sesuai dengan yang terdapat dalam Injil Yohanes: Seandainya kamu anak-anak Ibrahim, tentulah kamu mengerjakan perbuatan-perbuatan Ibrahim. Kekristenan tradisional memandang bahwa semua kisah yang diriwayatkan Perjanjian Lama adalah simbol-simbol untuk keadaan spiritual dan moral. Kekristenan tradisional juga meyakini bahwa Ibrahim alaihissalam ketika menerima janji dari Allah tentang tanah itu, tidak memahaminya sebagai izin dari Allah untuk mencuri tanah dari pemiliknya. Bahkan jika tanah itu adalah pemberian dari Allah, maka itu disyaratkan dengan ketaatan kepada Yang Memberi. Mereka juga memandang bahwa perjanjian terikat dengan pemenuhan perintah-perintah Allah dan ketaatan kepada-Nya, bukan penolakan terhadap hukum-Nya, dan bahwa tanah perjanjian yang sesungguhnya menurut Kristus adalah seluruh bumi dan setiap tanah yang terpenuhi di dalamnya janji Allah.

Inilah pandangan Kekristenan tradisional yang berbeda dengan fundamentalisme Injili. Namun akidah ini – akidah fundamentalisme Injili – bangkit kembali pada abad keenam belas dan menjadi gagasan sentral dalam pikiran dan keimanan sebagian besar gereja-gereja Protestan. Masalah kedatangan Kristus yang kedua membentuk manifestasi paling menonjol dari akidah ini. Adapun orang-orang Yahudi dalam akidah ini, mereka membentuk poros dan kabar gembiranya. Mereka adalah umat pilihan Allah yang lama dan yang seharusnya berlanjut dalam masa lalu, sekarang, dan masa depan. Tanah Palestina adalah tanah Yahudi yang dijanjikan Tuhan kepada mereka. Janji Allah tidak gugur karena waktu dan tidak mundur, meskipun Yahudi menolak Kristus. Karena itu, siapa pun yang menentang Yahudi atau menghalangi kembalinya mereka ke Palestina dianggap sebagai musuh Allah dan musuh Kristus. Poros utama dalam semua ini berkisar pada syarat-syarat yang harus terpenuhi untuk mewujudkan era seribu tahun yang bahagia dan kedatangan Kristus yang kedua.

Syarat terpenting adalah pengembalian atau pemindahan Yahudi ke Palestina. Akidah ini telah menyebabkan menyebarnya fenomena penerimaan Yahudi di sejumlah negara Eropa. Pada pertengahan abad ketujuh belas, komunitas-komunitas Yahudi diakui dan mendapat janji kebebasan menjalankan ibadah mereka, setelah Inggris hampir bebas dari Yahudi hingga akhir abad keenam belas. Yahudi baru mendapat hak kewarganegaraan mulai tahun 1718. Di balik pengakuan ini terdapat aspirasi masyarakat Inggris yang bersifat komersial dan kolonial.

Pemerintah-Pemerintah Kristen yang Mendukung Fundamentalisme Kristen

Pemerintah-pemerintah Kristen ini dalam mendukung fundamentalisme Kristen menggunakan cara-cara represif yang paling keji dalam menyebarkan Injil atau menyebarkannya ke seluruh dunia. Di Rusia misalnya, ketika Vladimir Rusia berpaling dari paganisme – berkat upaya para fundamentalis dari para rohaniwan gereja Yunani – dia mengeluarkan dekrit pada hari setelah pembaptisannya yang menetapkan bahwa seluruh rakyat Rusia, tuan dan budak, kaya dan miskin, harus tunduk pada pembaptisan sesuai dengan ritual agama Kristen.

Pada awal abad keenam belas, polisi Rusia dan otoritas sipil di sana aktif mendukung kegiatan rohaniwan gereja untuk mengkristenkan “Kirgiz”, yaitu kelompok Tatar yang tinggal di Rusia. Karena pendeta-pendeta Rusia tidak memahami bahasa Kirgiz, mereka segera mengabaikan urusan mereka. Tidak ada pilihan selain mengakui bahwa mereka yang baru bertobat ini tidak berpegang pada akidah Kristen atau mengenalnya. Ketika pemberian spiritual gagal, pemerintah memerintahkan pegawainya untuk melunakkan keadaan ini, menahan orang-orang dan membelenggu mereka dengan besi, sehingga menghalangi pengajaran kepada mereka yang tidak menaati perintah uskup meskipun telah dibaptis.

Pada abad kedelapan belas datang pemerintahan Permaisuri Catherine yang Kedua di Rusia, yang melakukan upaya gigantis dalam mendukung fundamentalisme Ortodoks dalam upaya pengkristenannya. Dia bahkan mengeluarkan dekrit agar setiap orang yang baru menganut Kristen menandatangani pernyataan tertulis, dimana mereka berjanji meninggalkan dosa-dosa pagan mereka dan menghindari segala kontak dengan orang-orang kafir. Meskipun demikian, mereka yang disebut Tatar terbaptis ini hanya Kristen secara nama saja. Tidak jauh berbeda, nama-nama mereka mungkin telah dicatat dalam catatan resmi sebagai orang Kristen, tetapi mereka berdiri dengan teguh dan kuat menghadapi setiap upaya untuk mengkristenkan mereka.

Di Eropa, pemerintahan paling menonjol yang mendukung fundamentalisme dengan keras adalah pemerintahan Charlemagne. Kita membaca dalam sejarah tahun 772 hingga 798 tentang kelangsungan invasi berturut-turut, dan berubahnya Kekristenan menjadi konspirasi dan tindakan penindasan. Begitu salah satu suku Jerman ditundukkan, maka perpindahan mereka ke Kristen dimasukkan dalam klausul perdamaian, sebagai harga yang diberikan kepada mereka sebagai imbalan menikmati perlindungan kaisar dan pemerintahannya. Sejarah mencatat bahwa Charlemagne membunuh dalam satu hari empat ribu lima ratus orang Saxon. Pemerintahannya mengenakan hukuman biadab terhadap setiap pelanggaran terhadap seperangkat aturan Kristen, termasuk bahwa setiap orang Saxon yang tidak dibaptis yang mencoba bersembunyi di antara kaumnya dan menolak pembaptisan secara Kristen akan dibunuh, dan bahwa setiap orang pagan yang berkonspirasi melawan orang Kristen akan dibunuh. Karena itu, orang-orang fundamentalis Kristen mengatakan bahwa Charlemagne tanpa diragukan dianggap sebagai salah satu tokoh terbesar dalam sejarah gereja dan dunia. Di Eropa terdapat banyak sosok seperti Charlemagne ini yang berbuat kerusakan di bumi, menumpahkan darah dan melanggar kehormatan serta memaksa orang-orang untuk menyetujui mereka dalam mazhab.

Adapun dalam Perang Salib, para Paus dengan kelicikan dan kecerdikan mereka mampu menjadikan para penguasa dan bangsa-bangsa Eropa sebagai fundamentalis yang semuanya berbicara atas nama Injil dan ajaran-ajarannya.

Seruan-seruan fundamentalis ini dimulai dengan panggilan yang dilontarkan Paus Urban yang Kedua, atas hasutan Petrus si Pertapa pada tahun 1095 kepada para penguasa Eropa dan rakyatnya untuk menghentikan perang-perang lokal dan sebaliknya keluar untuk memerangi dunia Islam dan merebut kekayaannya. Dia menyatakan bahwa orang-orang Muslim adalah kafir yang darahnya halal ditumpahkan, dan menyeru untuk membebaskan makam suci dari tangan mereka, serta menjanjikan pengampunan dosa bagi yang gugur dalam pertempuran berdasarkan wewenang ketuhanan yang diberikan kepadanya.

Sumber-sumber sejarah Islam dan non-Islam menceritakan kekejian dan dahsyatnya kampanye-kampanye Salib tersebut, yang para prajuritnya berteriak bahwa mereka adalah utusan Kristus dan tentara-Nya. Disebutkan bahwa orang-orang Salib membunuh sekitar tujuh puluh ribu penduduk Baitul Maqdis yang Muslim, sebagian besar dari mereka adalah wanita, anak-anak, orang tua, dan yang tidak bersenjata. Bahkan hiburan favorit mereka adalah membunuh anak-anak yang mereka temui dan memotong mereka berkeping-keping, dan memanggang mereka seperti yang diriwayatkan Anna Komnenos, putri Kaisar Romawi.

Gustave Le Bon berkata: “Kita melihat di setiap halaman buku-buku yang ditulis oleh sejarawan Kristen pada masa itu bukti-bukti kebiadaban orang-orang Salib. Cukuplah untuk menggambarkan hal itu dengan memindahkan berita berikut yang diriwayatkan oleh sejarawan saksi mata, rahib yang saleh Robert. Dia berkata: Kaum kami berkeliling di jalan-jalan, alun-alun, dan atap-atap rumah untuk memuaskan haus mereka akan pembunuhan, seperti singa betina yang anaknya diculik. Mereka menyembelih anak-anak, pemuda, dan orang tua serta memotong mereka berkeping-keping. Mereka menggantung banyak orang dengan satu tali demi kecepatan. Sungguh mengherankan dan menakjubkan, darah mengalir seperti sungai di kota yang dipenuhi mayat.” Dia berkata di tempat lain: “Sejarawan Kristen sendiri marah dengan perilaku para pembela Kekristenan, meskipun para sejarawan ini memiliki sifat pemaaf dan toleran, hingga peristiwa-peristiwa lainnya.”

Jika kita melompat ke era modern, kita mendapati bahwa dunia Kristen mendukung fundamentalisme Kristen dengan dukungan yang tak tertandingi. Dukungan ini terlihat jelas ketika menyebutkan penerapan fundamentalisme Kristen. Misalnya salah satu presiden Amerika yaitu Wilson yang suka dijuluki anak gembala gereja, dan dia adalah fundamentalis yang sangat fanatik. Nixon juga adalah presiden Amerika yang paling berpikir dan berteori. Dia berkata dalam bukunya (Kemenangan Tanpa Perang): “Perjuangan Arab melawan Yahudi berkembang menjadi konflik antara fundamentalis Islam di satu pihak, dan Israel serta negara-negara Arab moderat di pihak lain.” Dia mengakhiri bukunya dengan ungkapan yang hanya diucapkan oleh fundamentalis Injili yang paling keras, dia berkata: “Ketika Amerika lemah dan miskin dua ratus tahun lalu, akidah kamilah yang mempertahankan kami. Saat kami memasuki abad ketiga kami menyambut seribu tahun mendatang, kami harus menemukan kembali akidah kami dan menghidupkannya.”

Majalah Urusan Luar Negeri menerbitkan komentarnya tentang pertemuan pertama antara Reagan dan Gorbachev: “Rusia dan Amerika harus mengadakan kerja sama yang menentukan untuk menghancurkan fundamentalisme Islam.”

Di antara bukti yang digunakan para peneliti untuk menunjukkan religiusitas Amerika dan kembalinya kepada konservatisme adalah bahwa dia memilih dua presiden terakhir sebelum Bush dari kalangan fundamentalis religius, yaitu Carter dan Reagan. Carter berkomitmen ketat pada gereja Injili, dan Carter sampai hari ini masih menjadi penyebar agama dan berkeliling dari Afghanistan ke Habasyah dan Sudan serta negara-negara lain, membela pengkristenan dan menyebarkan Kekristenan. Ini dikenal oleh semua orang yang mengikuti beritanya, dia adalah seorang pengkristenkan dan pendeta. Reagan yang datang setelahnya juga seorang fundamentalis yang fanatik.

Mike Evans, salah satu pemimpin fundamentalisme Injili, berkata tentangnya: “Pada Januari 1985 Presiden Reagan mengundang Jimmy Baker, Jimmy Swaggart, Jerry Falwell – mereka semua pemimpin fundamentalisme – dan mengundang saya bersama kelompok kecil lainnya untuk bertemu secara pribadi. Saya tidak akan lupa apa yang dia katakan kepada kami. Presiden – yaitu Reagan – mengungkapkan imannya bahwa Amerika berada di ambang kebangkitan spiritual. Dia berkata: Saya meyakini hal itu dengan segenap hati. Allah merawat orang-orang seperti saya dan kalian dalam doa dan cinta untuk mempersiapkan dunia bagi gambaran Raja segala raja dan Tuhan segala tuhan.”

Bush Bapak memiliki hubungan persahabatan yang erat dengan para pemimpin fundamentalis Injili, terutama Jerry Falwell, yang dikatakan Bush tentangnya: “Saya percaya dengan sepenuh hati bahwa dengan orang-orang seperti Jerry, sesuatu yang mengerikan seperti genosida Yahudi tidak akan terjadi lagi.” Karena itu Falwell ini mengadakan jamuan makan siang untuk menghormati Bush dan berkata dalam acara tersebut: “Bush akan menjadi presiden terbaik pada tahun 1988.” Adapun Bush Bapak, dia menggambarkan dirinya dalam bukunya (Memandang ke Depan) bahwa dia religius dan bahwa kakeknya adalah seorang pendeta, dan bahwa dia dan keluarganya membaca Kitab Suci setiap hari.

Adapun Bush Anak, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa dia fanatik, meskipun gaya yang dia coba untuk menyembunyikan identitas fundamentalisnya, seperti berpura-pura tidak membenci agama-agama dan menghormati semuanya, serta memanipulasi konsep-konsep untuk mencapai tujuan fundamentalis Injilinya. Ketika dia memimpin tindakan kekerasan, penindasan, dan pembantaian yang dilakukannya, dia menyebutnya perang melawan terorisme, padahal dia tahu betapa negaranya berupaya dalam memproduksi terorisme, dan jejak mereka di Vietnam, Baghdad, dan Afghanistan masih tertinggal dengan bekas-bekasnya yang kotor. Mungkin apa yang dikatakan Bush Anak yang menyatakan bahwa perangnya di Afghanistan adalah perang salib tanpa salib, bahkan mungkin dengan bulan sabit, menunjukkan betapa liciknya fundamentalisme yang ada di hatinya dan yang dia kerjakan. Tetapi siapa yang menyerupai ayahnya tidak berbuat zalim, Bush Anak adalah salah satu anggota keluarga fundamentalis yang dikatakan Bush Bapak tentangnya: “Kakek mereka adalah pendeta dan mereka membaca Kitab Suci setiap hari.”

Beberapa Statistik tentang Fundamentalisme Kristen Injili di Amerika

Tidak tersembunyi bagi siapa pun bahwa Amerika memimpin fundamentalisme Injili dalam berbagai bidangnya. Dialah yang menaungi kepemimpinan agama terpenting di dunia Kristen, yaitu Dewan Gereja-Gereja Sedunia, yang memberikannya kepemimpinan spiritual yang tidak kalah suci dari yang dimiliki Paus Vatikan di Roma.

Menyebutkan beberapa statistik menggambarkan – dengan lebih jelas – sejauh mana penetrasi fundamentalisme Kristen dalam masyarakat Amerika. Institut Gallup yang mengkhususkan diri dalam statistik menyebutkan bahwa lebih dari 94% penduduk Amerika Serikat beriman kepada Tuhan, tentunya menurut akidah mereka, dan bahwa 71% penduduknya beriman kepada kebangkitan setelah kematian menurut akidah Injili. Beberapa statistik juga mengatakan bahwa jumlah anggota tubuh gereja di Amerika Serikat pada tahun 1970 adalah 131 juta orang Amerika, dan mereka semua tergabung dalam gereja-gereja.

Bukti lain penetrasi fundamentalisme Kristen di Amerika adalah bahwa statistik industri buku Amerika mencatat fenomena terbesar dalam pembelian buku-buku agama. Pada tahun 1984, penjualan lebih dari sepertiga pasar adalah buku-buku agama, harga buku-buku ini diperkirakan sekitar satu miliar dolar. Statistik lain mengatakan bahwa fundamentalisme Kristen di Amerika memiliki lebih dari dua puluh ribu sekolah, institut, dan perguruan tinggi, serta jutaan siswa dan pelajar Taurat dan Injil.

Bahkan dalam media sinematik, fundamentalisme Kristen telah merambah, hingga dalam studi survei yang disiapkan Organisasi Radio Negara-Negara Islam di Jeddah disebutkan bahwa lebih dari seratus juta dolar dialokasikan untuk produksi sinematik yang disiapkan Hollywood, negara bagian Amerika, yang mencakup produksi lima belas film yang bahannya disiapkan dari Kitab Kejadian dan delapan belas film yang bahannya disiapkan dari Injil Lukas.

Adapun tentang sumbangan yang diberikan orang Amerika untuk mendukung fundamentalisme Kristen, misalnya statistik mengatakan bahwa pada tahun 1982 total sumbangan mencapai sekitar enam puluh ribu juta dolar. Majalah Internasional Penelitian Pengkristenan menerbitkan bahwa total sumbangan gereja untuk tujuan pengkristenan adalah seratus lima puluh satu ribu juta dolar. Bahkan statistik menetapkan bahwa apa yang diterima dua bintang fundamentalisme di Amerika – seperti Jerry Falwell dan Pat Robertson – sendiri dari sumbangan lebih banyak daripada yang diterima dua partai utama di Amerika: Partai Demokrat dan Partai Republik. Robertson ini bahkan mendirikan stasiun televisi khusus untuk kelompoknya yang disebut Injili Robertson, yang mencakup lebih dari enam puluh negara asing dan menggunakan satelit dalam penyiaran selama dua puluh empat jam.

Robertson menekankan dalam programnya permusuhan terhadap Arab dan menyebut mereka musuh Allah. Dia percaya bahwa tidak ada ruang untuk keadilan dengan Palestina selama keinginan Allah adalah mendirikan Israel dan menentukan batasnya. Ini sedikit dari banyak statistik tentang fundamentalisme Kristen di Amerika, dari mana pembaca dapat melihat Amerika fundamentalis dan mengungkap kebohongan klaimnya bahwa dia adalah penjaga perdamaian di Timur Tengah atau tempat lain. Sementara dia tidak menyisakan upaya sebagai pemerintah dan rakyat dalam mendukung fundamentalisme di negaranya dan memperluas cakupannya, dia berusaha menghancurkan fundamentalisme lain karena dia melihatnya sebagai ancaman bagi perjalanannya.

Metodologi Fundamentalisme Kristen, Tokoh-tokoh Terkenalnya, dan Intisari Pemikirannya

Metodologi Fundamentalisme Kristen:

Fundamentalisme Kristen, meskipun metodologinya berbeda dari satu denominasi ke denominasi lainnya dalam beberapa hal, namun ciri yang menonjol dari semuanya adalah seruan untuk mempertahankan yang lama dan memerangi modernisasi atau sekularisasi. Kita tidak perlu terlalu jauh menelisik sejarah untuk mengetahui metodologi fundamentalisme Kristen, melainkan kita dapat menelusuri perjalanan para Paus sejak pertengahan abad ke-19, ketika jabatan Kepausan dipegang oleh “Giuseppe Sarto” atau Paus “Pius” IX, yang meskipun lembut dan ramah, namun sangat keras dalam menyerang kaum liberal.

Paus “Pius” X ini telah mengeluarkan daftar ide-ide yang ditolaknya, antara lain: pertama, dalam keadaan apapun tidak boleh menolak penafsiran Gereja terhadap Injil, meskipun demikian, para rohaniwan dan ulama berhak mengevaluasi penafsiran-penafsiran tersebut. Kedua, jika seorang ulama agama ingin mempelajari ilmu-ilmu Injil, maka dia harus membuang semua pendapat-pendapat yang telah dipaksakan oleh Gereja.

Ketiga, bahwa percakapan-percakapan Yohanes yang terdapat dalam Injil adalah berupa ide-ide mistik yang mengandung kebenaran-kebenaran historis yang mendukungnya. Namun tampaknya ada perubahan dalam metodologi fundamentalis Kristen pada masa Paus Yohanes Paulus II. Dalam Konsili Vatikan yang diadakannya pada tahun 1965, dia menyusun rencana licik untuk perang fundamentalis baru. Dia menyeru untuk menyatukan semua gereja di bawah panji Katolik Roma, dan menganggap orang Kristen sebagai umat pilihan Allah berdasarkan Perjanjian Baru yang didirikan oleh Rasul Paulus.

Kelompok atau organisasi Opus Dei dianggap sebagai salah satu organisasi fundamentalis terpenting di Eropa, meskipun pembentukannya bukan yang terbaru. Organisasi ini didirikan oleh Uskup “Escrivá” pada tahun 1928, namun ia termasuk organisasi-organisasi yang dihidupkan kembali secara mencolok. Paus Yohanes Paulus II memberikan keistimewaan unik kepada organisasi ini dibandingkan organisasi-organisasi keagamaan lainnya, yaitu kemerdekaan penuh dan otonomi mutlak kecuali kekuasaan langsungnya tentunya. Statistik menyebutkan bahwa lebih dari seratus ribu orang bergabung dalam kelompok ini, yang dianggap sebagai salah satu kelompok paling rahasia dan penting, bahkan sebagian orang menjulukinya sebagai Freemasonry Katolik karena tingkat dan bahayanya infiltrasi mereka dalam urusan internasional.

Tentang Tokoh-tokoh Injili Fundamentalis Terkenal:

Salah satu penginjil paling terkenal di Amerika yang berkhotbah di televisi dengan teori “Armagedon” dan lainnya adalah “Pat Robertson”. Dia menghadirkan program selama sembilan puluh menit setiap hari yang disebut Klub 700, dinamakan demikian berdasarkan tujuh ratus orang yang berpartisipasi bersamanya. Program ini menjangkau lebih dari 16 juta keluarga, atau lebih dari sembilan belas persen orang Amerika yang memiliki televisi.

“Robertson” adalah putra mantan Senator “Willis Robertson”, lulusan sekolah hukum, dan dia mempekerjakan sekitar seribu tiga ratus orang untuk mengelola jaringan televisi Kristennya “CBN”. Kantor pusat jaringan ini berdiri di atas area luas di pinggiran pantai “Virginia” senilai jutaan dolar. “CBN” mencakup Klub 700, tiga stasiun televisi, stasiun radio, stasiun televisi “CBN”, stasiun televisi di Lebanon Selatan, koresponden di lebih dari enam puluh negara, universitas, dan sistem bantuan internasional.

Di antara tokoh terkenal juga adalah “Jimmy Swaggart” yang menjalankan operasinya dari “Baton Rouge” di “Louisiana”, yang merupakan stasiun televisi Injili kedua paling terkenal berdasarkan statistik lembaga “Nielsen”. Dia menjangkau empat setengah juta rumah setiap hari, atau lima persen pemirsa, atau total sembilan seperempat juta keluarga, atau 10% pemirsa pada hari Minggu.

Di antara tokoh-tokoh lainnya juga “Jim Bakker” yang memiliki stasiun televisi misionaris ketiga paling terkenal. Dia memulai kerja religiusnya sebagai murid “Pat Robertson”, dan dia menjangkau sekitar enam juta rumah atau sekitar 6% pemirsa.

Di antara tokoh terkenal juga “Oral Roberts” dan program-program televisinya menjangkau lima juta rumah, atau 6% pemirsa juga.

Di antara mereka juga “Jerry Falwell” yang pelajaran-pelajaran misionarisnya setiap minggu menjangkau jutaan rumah. “Falwell” seperti “Robertson” pada tahun 1985 sangat terlibat dalam urusan politik. Pada bulan Agustus – setelah menghabiskan lima hari di Afrika Selatan – dia mendukung pemerintah rasis dan menggambarkan Uskup “Desmond Tutu” pemenang hadiah Nobel Perdamaian sebagai boneka.

Di antara tokoh terkenal juga “Kenneth Copeland” yang merupakan lulusan universitas “Oral Roberts” dan percaya pada dispensasionalisme. Dia melihat bahwa Israel modern dan Zionis Injili adalah satu hal yang sama dan berkata: “Allah mendirikan Israel. Kita menyaksikan Allah bergerak demi Israel. Ini adalah waktu yang luar biasa untuk mulai mendukung pemerintah kita selama ia mendukung Israel. Ini adalah waktu yang luar biasa untuk menunjukkan kepada Allah seberapa besar penghargaan kita terhadap akar-akar Ibrahim.” Meskipun demikian, “Copeland” tidak harus mencintai Israel sebagaimana adanya, melainkan dia mengungkapkan cintanya kepada Israel karena dia dan pengikutnya melihatnya sebagai panggung yang akan mempersembahkan adegan pertempuran “Armagedon” dan kedatangan kembali Kristus. Mereka mengungkapkan cinta mereka kepada orang Yahudi bukan karena mereka Yahudi, tetapi mereka melihat dalam diri mereka para aktor yang diperlukan di panggung sistem agama yang didasarkan pada pencapaian Kekristenan yang sempurna.

Di antara tokoh terkenal juga “Richard DeHaan”, yang memiliki program bernama Hari Penyingkapan Sistem, yang menjangkau jutaan pemirsa.

Di antara tokoh-tokoh juga “Rex Humbard” yang berkata: “Dia mengkhotbahkan ajaran-ajaran “Scofield” tentang dispensasionalisme” yang mengatakan bahwa Allah tahu sejak awal bahwa kita yang hidup hari ini akan menghancurkan bumi.

Tujuh program dari tujuh selebriti yang telah kami sebutkan ini menyajikan program-program agama dan mengkhotbahkan teori “Armagedon” fundamentalis Injili di radio dan televisi. Di antara empat ribu fundamentalis Injili yang berpartisipasi setiap tahun dalam konferensi penyiaran agama nasional, ada tiga ribu yang percaya bahwa hanya bencana nuklir yang dapat mengembalikan Kristus ke bumi. Kebanyakan sekolah Injili di Amerika Serikat mengajarkan sistem agama dan mengajarkan teori “Armagedon” yang dianut fundamentalisme Injili, berdasarkan salah seorang pendeta bernama “Dale Crowley”, seorang pendeta di Washington yang ayahnya adalah anggota pendiri Kongres Permanen Penyiar Agama Nasional.

Intisari Pemikiran Kekristenan Fundamentalis Injili:

Kedatangan kedua Kristus, atau menunggu kedatangan Kristus untuk kedua kalinya adalah poros yang menjadi pusat keyakinan fundamentalis Injili. Dengan demikian mereka berbagi dengan orang Yahudi bahwa dengan membangun kembali Bait Suci akan mempercepat kedatangan Kristus mereka untuk kedua kalinya. Oleh karena itu mereka bekerja sama dengan orang Yahudi untuk mencapai tujuan tersebut, yaitu menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan Kubah Sakhra kemudian membangun Bait Suci, lalu menunggu kedatangan Kristus yang akan segera datang yang mereka harapkan akan membuat orang Yahudi masuk agama Kristen kali ini. Adapun perbedaan dalam kepribadian Kristus yang akan datang ini tidak menghambat perjalanan kerja sama antara keduanya sebagai persiapan kedatangan-Nya, bahkan masing-masing membantu yang lain dalam bagian yang disepakati bersama.

Salah seorang pemimpin Yahudi berkata kepada rekan-rekannya dari kalangan Kristen: “Kalian menunggu kedatangan Kristus untuk kedua kalinya dan kami menunggu kedatangan-Nya untuk pertama kalinya. Mari kita mulai dulu dengan membangun Bait Suci dan setelah kedatangan Kristus dan melihat-Nya, kita akan berusaha menyelesaikan masalah-masalah yang tersisa bersama-sama.” Masing-masing dari kedua pihak berdialog dengan yang lain dan bertaruh padanya, dan ingin memasukkannya bersama pengikut Kristusnya.

Peneliti Amerika “Lee O’Brien” berkata: “Di antara kontradiksi yang tampak dalam kerja organisasi-organisasi Yahudi Amerika dengan denominasi Injili: kontradiksi yang berkisar pada ketegangan antara keinginan Injili untuk mengkristenkan, dan kecurigaan dalam perlawanan Yahudi Amerika terhadap aktivitas misionaris.”

Sekelompok uskup dalam salah satu konferensi telah mengeluarkan pernyataan ini: “Kami beriman bahwa Allah memilih Israel sebagai umat pilihan untuk melanjutkan keselamatan-Nya bagi umat manusia. Apapun sikap kami, kami tidak dapat menyangkal bahwa kami adalah cabang-cabang yang telah dicangkokkan pada pohon tua yang adalah Israel. Oleh karena itu, umat Perjanjian Baru tidak dapat terpisah dari umat Perjanjian Lama. Penantian kami akan kedatangan Kristus kedua berarti harapan kami yang dekat dalam pelukan umat Yahudi terhadap Kekristenan, dan dalam cinta kami yang sempurna kepada umat pilihan ini.”

Tampak jelas bahwa dasar teologis salib adalah yang menjelaskan dukungan orang Kristen terhadap orang Yahudi dan keterikatan mereka dengan mereka, terutama mereka yang mengklaim bahwa semua teks Perjanjian Lama mengandung seluruh kebenaran, termasuk janji Allah kepada Israel dalam Taurat. Dari situ keyakinan mereka bahwa negara Israel modern adalah perpanjangan dari negara Israel dalam Taurat. Ketika itu tidak akan ada hambatan apapun bagi mereka untuk memeluk Zionisme Kristen.

Dari sini kita dapat memahami bagaimana banyak pemimpin Kristen di zaman ini merasa nyaman untuk bergabung dengan Zionisme, sambil tetap dalam agama Kristen. Fundamentalisme Injili percaya bahwa membangun kembali Bait Suci akan mempercepat kedatangan Kristus, dan kedatangan kedua Kristus sudah akan segera terjadi. Jika pembangunan kembali Bait Suci Sulaiman terlaksana, maka ajaran-ajaran Injili mengharuskan terjadinya tiga hal sebelum kedatangan kedua terwujud:

Pertama: Israel harus menjadi negara. Kedua: Yerusalem harus menjadi ibu kota Yahudi. Ketiga: Bait Suci harus dibangun kembali, dan ini adalah syarat ketiga agar kedatangan Kristus yang dinanti-nanti terjadi.

Dan semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada junjungan kami Muhammad sang Nabi yang terpercaya, beserta keluarga dan para sahabatnya semuanya.

 

Facebook Comments Box

Artikel Terjkait

Apakah Lailatul Qadar Masih Ada atau Sudah Diangkat?
KEWAJIBAN MENGKUTI SYARIAT AGAMA BUKAN HAKEKAT REALITA
Kemiskinan yang Menghasilkan Kekayaan: Rahasia Mengenal Diri dan Sang Pencipta
Cermin Sikap Hamba di Hadapan Rabb-nya
PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 03 DARI 16
PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 04 DARI 16
PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 02 DARI 16
PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 01 DARI 16
Berita ini 11 kali dibaca

Artikel Terjkait

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:22 WIB

Apakah Lailatul Qadar Masih Ada atau Sudah Diangkat?

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:57 WIB

KEWAJIBAN MENGKUTI SYARIAT AGAMA BUKAN HAKEKAT REALITA

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:52 WIB

Kemiskinan yang Menghasilkan Kekayaan: Rahasia Mengenal Diri dan Sang Pencipta

Kamis, 26 Februari 2026 - 00:10 WIB

Cermin Sikap Hamba di Hadapan Rabb-nya

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:27 WIB

PENJELASAN HUKUM-HUKUM DARI KITAB BULUGH AL-MARAM JILID 03 DARI 16

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB