🟤 Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لا عَدْوَى ولا طِيَرَةَ، ويُعْجِبُنِي الفَأْلُ الصَّالِحُ: الكَلِمَةُ الحَسَنَةُ
_”Tidak ada ‘adwa (keyakinan bahwa penyakit menular dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (kesialan karena burung atau lainnya), dan aku menyukai al-falu, yaitu kata-kata yang baik.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
Kalimat “Tidak ada ‘adwa”: maksudnya penyakit tidak menular dengan sendirinya, tetapi Allah-lah yang menakdirkannya.
🟤 Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
الطِّيَرةُ شِركٌ
_”Thiyarah adalah syirik.”_ (HR. Abu Dawud)
💡 *Penjelasan:*
*Ath-Thiyarah* adalah merasa sial karena burung (seperti burung gagak dan burung hantu), hari tertentu, nama orang, atau penampilan seseorang dan semisalnya. Jika seseorang berniat melakukan sesuatu lalu ia melihat sesuatu dari hal-hal ini kemudian ia membatalkan niatnya, maka inilah thiyarah yang termasuk syirik, karena pelakunya meyakini bahwa hal-hal tersebut memiliki pengaruh dalam urusan,berupa mendatangkan mudharat dan karena hal itu dapat menghilangkan rasa tawakkalnya kepada Allah. Adapun al-fa’l (optimis/positive thinking) tidak ada ketergantungan hati pada selain Allah, tetapi jiwa menjadi kuat dan bersemangat untuk mencapai tujuannya ketika melihat atau mendengar sesuatu yang menyenangkannya, dan itu termasuk bagian dari berprasangka baik kepada Allah.
📝 *Faidah-Faidah:*
- Larangan terhadap thiyarah, yaitu meninggalkan suatu pekerjaan karena merasa sial dengan burung atau yang semisalnya.
- Bahwa thiyarah termasuk syirik jika menyebabkan seseorang meninggalkan suatu pekerjaan, karena keyakinannya bahwa mudarat dan manfaat ada pada selain Allah Ta’ala.
- Dianjurkannya berfa’l (berpikir positif/optimis) karena di dalamnya terdapat prasangka baik kepada Allah.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
👤 *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







