🟢 Allah Ta’ala berfirman:
{ وَمَن یَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥۤۚ }
_”Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.”_ (QS. Ath-Thalaq: 3)
🟢 Dan Allah Ta’ala berfirman:
{ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡیَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ }
_”Dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yang beriman itu bertawakkal.”_ (QS. At-Taghobun: 13)
🟤 Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
عُرِضَتْ عَلَيَّ الأُمَمُ، فَرَأَيْتُ النبيَّ ومعهُ الرُّهَيْطُ، والنبيَّ ومعهُ الرَّجُلُ والرَّجُلانِ، والنبيَّ ليسَ معهُ أحَدٌ، إذْ رُفِعَ لي سَوادٌ عَظِيمٌ، فَظَنَنْتُ أنَّهُمْ أُمَّتِي، فقِيلَ لِي: هذا مُوسَى صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ وقَوْمُهُ، ولَكِنِ انْظُرْ إلى الأُفُقِ، فَنَظَرْتُ فإذا سَوادٌ عَظِيمٌ، فقِيلَ لِي: انْظُرْ إلى الأُفُقِ الآخَرِ، فإذا سَوادٌ عَظِيمٌ، فقِيلَ لِي: هذِه أُمَّتُكَ ومعهُمْ سَبْعُونَ ألْفًا يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ بغيرِ حِسابٍ ولا عَذابٍ. ثُمَّ نَهَضَ فَدَخَلَ مَنْزِلَهُ فَخاضَ النَّاسُ في أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ بغيرِ حِسابٍ ولا عَذابٍ، فقالَ بَعْضُهُمْ: فَلَعَلَّهُمُ الَّذِينَ صَحِبُوا رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، وقالَ بَعْضُهُمْ: فَلَعَلَّهُمُ الَّذِينَ وُلِدُوا في الإسْلامِ ولَمْ يُشْرِكُوا باللَّهِ، وذَكَرُوا أشْياءَ فَخَرَجَ عليهم رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ، فقالَ: ما الذي تَخُوضُونَ فِيهِ؟ فأخْبَرُوهُ، فقالَ: هُمُ الَّذِينَ لا يَرْقُونَ، ولا يَسْتَرْقُونَ، ولا يَتَطَيَّرُونَ، وعلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ.
“Ditampakkan kepadaku beberapa umat. Lalu aku melihat seorang nabi bersama sekelompok orang yang sedikit (yaitu jumlah antara tiga sampai sembilan orang), dan seorang nabi bersama satu atau dua orang, dan seorang nabi yang tidak bersama seorang pun. Tiba-tiba ditampakkan kepadaku sekumpulan besar, aku kira mereka adalah umatku. Lalu dikatakan kepadaku: ‘Ini adalah Musa dan kaumnya.’ Kemudian aku melihat lagi, tiba-tiba ada sekumpulan yang sangat besar. Dikatakan kepadaku: ‘Ini adalah umatmu, dan bersama mereka ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk Surga tanpa hisab dan tanpa azab.’ Kemudian beliau bangun dan masuk ke rumahnya. Maka orang-orang pun membicarakan tentang siapakah mereka itu. Sebagian berkata: ‘Mungkin mereka adalah para shahabat Rasulullah.’ Sebagian yang lain berkata: ‘Mungkin mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam Islam dan tidak pernah menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun.’ Dan mereka menyebutkan beberapa pendapat. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menemui mereka dan bertanya, maka mereka pun memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Beliau bersabda: ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan kay (sundutan besi panas), tidak minta diruqyah, dan tidak merasa sial (dengan thiyarah), dan hanya kepada Rabb mereka mereka bertawakkal.'” (Muttafaqun ‘alaih)
💡 *Penjelasan:*
Tawakkal termasuk amalan hati yang paling utama. Maknanya adalah hati yang bersandar kepada Allah dan menyerahkan segala urusan kepada-Nya, disertai dengan mengambil sebab-sebab yang syar’i. Allah memuji orang-orang yang bertawakkal dan menjanjikan bagi mereka balasan yang baik.
📝 *Faidah-Faidah:*
- Kedudukan tawakkal dan bahwa ia termasuk amalan yang paling utama.
- Bahwa merealisasikan tawakkal adalah sebab untuk masuk Surga tanpa hisab.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
👤 *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







