๐ค Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:
ยซูู ุง ุฎูู ุงููู ุขุฏู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุงู: ุงุฐูุจ ููุณููููู ู ุนูู ุฃููุฆู -ููููุฑู ู ู ุงูู ูุงุฆูุฉ ุฌููุณ- ูุงุณุชู ุน ู ุง ููุญูููููููููุ ูุฅููุง ุชูุญููููุชููู ูุชุญูุฉ ุฐูุฑูููุชููู. ููุงู: ุงูุณูุงู ุนูููู ุ ููุงููุง: ุงูุณูุงู ุนููู ูุฑุญู ุฉ ุงูููุ ููุฒูุงุฏูููู: ูุฑุญู ุฉ ุงูููยป
_”Ketika Allah menciptakan Adam ‘alaihissalam, Allah berfirman: ‘Pergilah dan ucapkan salam kepada mereka – sekumpulan malaikat yang sedang duduk – lalu dengarkanlah apa salam yang mereka balas untukmu, karena itu akan menjadi salam penghormatan bagimu dan bagi keturunanmu.’ Maka Adam pun berkata: ‘Assalamu ‘alaikum.’ Mereka menjawab: ‘Assalamu ‘alaika wa rahmatullah.’ Mereka menambahkan: ‘Wa rahmatullah.'”_ (Muttafaqun ‘alaih)
๐ค Dan dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
ุฌุงุก ุฑุฌูู ุฅูู ุงููููุจููู ุตูููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ููุงู ุงูุณูููุงู ู ุนูููู ูุฑุฏูู ุนููู ุซู ูู ุฌูุณ ููุงู ุงููููุจููู ุตูููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ุนุดุฑู ุซู ูู ุฌุงุก ุขุฎุฑู ููุงู ุงูุณูููุงู ู ุนูููู ูุฑุญู ุฉู ุงูููู ูุฑุฏูู ูุฌูุณ ููุงู ุนุดุฑูู ุซู ูู ุฌุงุก ุขุฎุฑู ููุงู ุงูุณูููุงู ู ุนูููู ูุฑุญู ุฉู ุงูููู ูุจุฑูุงุชูู ูุฑุฏูู ูุฌูุณ ููุงู ุซูุงุซูู
_Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata: “Assalamu ‘alaikum.” Beliau membalasnya lalu orang itu duduk. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sepuluh (pahala).” Kemudian datang orang lain dan berkata: “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah.” Beliau membalasnya lalu orang itu duduk. Beliau bersabda: “Dua puluh.” Kemudian datang orang lain dan berkata: “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.” Beliau membalasnya lalu orang itu duduk. Beliau bersabda: “Tiga puluh.”_ (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
๐ก *Penjelasan:*
Salam dalam Islam memiliki bentuk tertentu yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau kabarkan bahwa Allah telah mensyariatkannya untuk Adam ‘alaihissalam dan keturunannya. Yaitu seorang muslim mengucapkan: “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.” Inilah yang paling utama. Jika ia membatasi “Assalamu ‘alaikum”, atau “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”, maka itu sudah mencukupi. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan salam dengan bentuk yang sempurna, maka baginya tiga puluh kebaikan.
๐ *Faidah-Faidah:*
- Bahwa bentuk salam yang disunnahkan adalah: “Assalamu ‘alaikum”.
- Jika ditambahkan “wa rahmatullah” maka itu lebih utama. Jika ditambahkan “wa rahmatullahi wa barakatuh” maka itu yang paling utama.
- Wajibnya menjawab salam dengan yang semisalnya, dan dianjurkannya menambahi (dalam balasan). Tidak cukup menjawab dengan “ahlan” atau “marhaban” dan semisalnya.
๐ *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
๐ค *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







