HADITS ABU BAKROH ATS-TSAQOFIY
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ، عَنْ أَبِيهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الكَبَائِرِ؟ ” ثَلاَثًا
” قَالُوا:” بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ
” قَالَ:” الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الوَالِدَيْنِ – وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا فَقَالَ – أَلاَ وَقَوْلُ الزُّورِ
فَمَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْنَا: لَيْتَهُ سَكَتَ
Dari Abdurrahman bin Abi Bakroh, dari bapaknya rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata:
Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Perhatikanlah (wahai para shahabat), maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau Mengatakannya tiga kali.
Kemudian para shahabat mengatakan: “Tentu wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, dan durhaka kepada kedua orang tua.” Sebelumnya beliau bersandar, lalu beliau duduk dan bersabda:
“Perhatikanlah! dan perkataan palsu (dusta)”.
Beliau selalu mengulanginya sampai kami berkata: “Seandainya beliau berhenti”.
(HR. Al Bukhari, no. 2654, 5976; dan Muslim, no. 143/87; Tirmidzi, no. 1901, 2301, 3019; Ahmad, no. 20385, 20394)
FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:
1- Kesempurnaan ta’lim (pengajaran) Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam.
Seperti di dalam hadits ini beliau memulai dengan perkataan “Perhatikanlah”, lalu menggunakan metode bertanya, lalu mengulangi perkataan tiga kali.
2- Keutamaan Para Sahabat Nabi.
Mereka memperhatikan dan bersegera menyambut pertanyaan Nabi dengan mengatakan “Tentu wahai Rasulullah”.
Memang mereka adalah generasi manusia paling baik, maka merupakan keharusan mengikuti jalan Sahabat di dalam beragama.
3- Tingkatan dosa-dosa, ada dosa kecil, dosa besar, dan dosa besar yang paling besar.
4- Dosa besar yang paling besar adalah syirik kepada Allah.
Yaitu menyekutukan Alloh di dalam ibadah.
Seperti berdoa kepada Alloh dan kepada selain-Nya, mencintai selain Alloh seperti kecintaan kepada Alloh, mentaati selain Alloh seperti ketaatan kepada Alloh, meniatkan semua perbuatan hanya untuk dunia, dll.
Kewajiban manusia mengesakan ibadah kepada Alloh semata, dengan mengikuti Sunnah Rosul-Nya.
5- Dosa besar setelah syirik adalah durhaka kepada kedua orang tua.
Yaitu menyakiti orang tua, atau tidak berbuat baik kepada orang tua.
Kewajiban anak untuk birrul walidain (berbakti kepada dua orang tua), dengan perkataan, perbuatan, baik ketika mereka masih hidup atau sudah wafat, sebagaimana dituntunkan di dalam agama.
6- Termasuk dosa besar adalah perkataan palsu (dusta).
7- Kecintaan dan kasih sayang Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam kepada Sahabat dan umatnya.
Sehingga beliau bersungguh-sungguh menyampaikan ilmu yang bermanfaat kepada mereka.
8- Kecintaan dan kasih sayang Sahabat kepada Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam.
Sehingga mereka mengharapkan beliau berhenti agar tidak lelah.
Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan








