🟢 Allah Ta’ala berfirman:
{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدۡخُلُوا۟ بُیُوتًا غَیۡرَ بُیُوتِكُمۡ حَتَّىٰ تَسۡتَأۡنِسُوا۟ وَتُسَلِّمُوا۟ عَلَىٰۤ أَهۡلِهَاۚ ذَ ٰلِكُمۡ خَیۡرࣱ لَّكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ }
_”Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.”_ (QS. An-Nur: 27)
Makna *”tasta’nisu”* yaitu: meminta izin
🟢 Dan Allah Ta’ala berfirman:
تَحِیَّةࣰ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُبَـٰرَكَةࣰ طَیِّبَةࣰۚ
_”Salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkah lagi baik.”_ (QS. An-Nur: 61)
🟤 Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma: Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Islam manakah yang paling baik?” Beliau bersabda:
تطعم الطعامَ، وتقرأ السلامَ، على من عرفتَ ومن لم تعرف
_”Kamu memberikan makanan, dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
🟤 Dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami dengan tujuh perkara:
بعِيَادَةِ المَرِيضِ، واتِّبَاعِ الجِنَازَةِ، وتَشْمِيتِ العَاطِسِ، وإجَابَةِ الدَّاعِي، وإفْشَاءِ السَّلَامِ، ونَصْرِ المَظْلُومِ، وإبْرَارِ المُقْسِمِ
_menjenguk orang sakit, mengikuti jenazah, mendoakan orang yang bersin, menolong orang yang lemah, membantu orang yang terzhalimi, menyebarkan salam, dan menepati sumpah.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
Makna *”tasmīt al-‘āthis”* yaitu: mengucapkan ‘yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu). Dan makna *”ibrār al-muqsīm”* yaitu: memenuhi sumpahnya agar menjadi orang yang menepati sumpah.
🟤 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لا تدخلوا الجنَّةَ حتَّى تؤمنوا ولا تؤمنوا حتَّى تحابُّوا أولا أدلُّكم علَى شيءٍ إذا فعلتُموهُ تحاببتُم أفشوا السَّلامَ بينَكم
_”Kalian tidak akan masuk Surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman (dengan sempurna) hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.”_ (HR. Muslim)
💡 *Penjelasan:*
Salam adalah salah satu syiar umat Islam yang penuh berkah. Allah menjadikannya sebagai tanda pengenal di antara mereka dan menjadikannya sebagai hak seorang muslim atas saudaranya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwa menyebarkannya adalah sebab tumbuhnya cinta antara kaum muslimin, yang mana hal itu merupakan sebab masuk Surga.
📝 *Faidah-Faidah:*
- Keutamaan salam, karena ia adalah salam penghormatan dari Allah yang penuh berkah.
- Bahwa salam adalah sebab timbulnya kecintaan di antara orang-orang beriman, yang merupakan sebab masuk Surga.
- Dianjurkannya mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal dari kalangan muslimin.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
👤 *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







