RISALAH TENTANG TEH, KOPI, DAN TEMBAKAU

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RISALAH TENTANG TEH, KOPI, DAN TEMBAKAU

رِسَالَةٌ فِي الشَّايِ وَالْقَهْوَةِ وَالدُّخَانِ

PEMBUKAAN

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Segala puji bagi Allah yang mengeluarkan permata tumbuh-tumbuhan dari perbendaharaan bumi. Dan menghiasi taman-tamannya dengan pakaian sutra indah dari bunga-bunga yang berserakan. Serta menyimpan dalam setiap jenisnya sifat-sifat besar dan manfaat yang menyeluruh. Maka Mahasucilah Zat yang mengajarkan kepada manusia dari manfaat tumbuhan itu apa yang tidak ia ketahui, dan mengilhaminya jalan untuk mendapatkannya, sehingga ia memahami apa yang tidak pernah ia pahami. Dan semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Muhammad penutup para nabi, dan kepada keluarganya serta seluruh sahabatnya.

Amma ba’du. Ini adalah risalah tentang teh, kopi, dan tembakau. Saya kumpulkan dari apa yang dikatakan tentang ketiganya sejauh yang mampu saya jangkau. Bukanlah pendorong penyusunannya adalah kegemaran terhadap ketiganya. Karena meminum tembakau, saya membencinya setiap saat. Dan saya tidak pernah menyentuhnya, dengan pujian kepada Sang Pelindung Yang Maha Pemberi. Adapun teh dan kopi, saya tidak punya ketertarikan terhadapnya. Tetapi saya menemukan di tangan saya tentang hal itu lembaran-lembaran tulisan yang berserakan. Maka saya ingin menyusunnya dengan memilih dari apa yang layak dipilih. Karena tidak luput dari manfaat-manfaat yang diakui keutamaannya, dan dapat dipetik dari mata airnya yang segar. Kemudian saya susun menjadi tiga bab dengan memohon pertolongan taufik dari Yang Maha Mulia lagi Maha Pemberi.

 

 

BAB PERTAMA: TENTANG TEH

(Dalam sepuluh pasal)

Pasal Pertama: Tentang Namanya dan Zatnya

Disebutkan dalam Umdatul Muhtaj fi Al-Adwiyah wal ‘Ilaj bahwa namanya datang dari bahasa Tiongkok dan mereka menyebutnya dengan beberapa nama seperti Ta, Tia, dan Tin. Kemudian ia berkata: Dan jenis ini mencakup dua atau tiga macam yang asalnya dari Tiongkok dan Kochincina, yaitu pohon-pohon kecil yang daunnya bersambung seperti kulit dan bunganya putih besar. Sebagian mereka berkata: Kata “chai” berasal dari bahasa Persia dan tidak ada sinonim untuk nama ini dalam bahasa Arab karena ia baru muncul di Jazirah Arab, sebab sebelumnya tidak dikenal di sana. Ketika penggunaannya banyak di wilayah Hijaz dan Mesir, orang Arab mengganti huruf jim-nya dengan huruf syin sesuai kebiasaan orang-orang belakangan, sehingga mereka menyebutnya “shay”. Dan sebagian dari mereka menambah lagi dengan menambahkan huruf ha berharakat kasrah sehingga menyebutnya “as-syahi”. Sedangkan penduduk Maghrib mengganti jim-nya dengan ta yang didahului hamzah sehingga mereka mengatakan “atay”. Selesai.

Pasal Kedua: Tentang Penyebarannya di Kalangan Manusia dan Asal-usulnya

Disebutkan dalam Al-Umdah: Orang pertama yang membicarakan tentang teh dari kalangan penulis adalah Tulpius dengan dhammah pada huruf ta. Kemudian penggunaannya mulai menyebar sedikit demi sedikit, pertama di Belanda, Inggris, dan Eropa Utara, kemudian Prancis, kemudian seluruh dunia hingga sekarang banyak digunakan sebagai minuman bergizi. Dan telah ditanam di berbagai tempat di Eropa dan dicoba penanaman di pulau-pulau Antilles dan Martinique dan tumbuh dengan baik di sana. Juga masuk penanaman di Guyana hingga didatangkan orang Tiongkok untuk mengelolanya. Orang Belanda adalah yang pertama memasukkan teh ke Eropa ketika mereka melihat penggunaan orang Tiongkok terhadapnya. Kemudian ia berkata: Dan tanaman ini tumbuh di Tiongkok, Jepang, Kochincina, dan umumnya di Asia Timur, dan banyak ditanam di tempat-tempat tersebut. Masyarakat umum menyebut daun-daun itu teh sebagaimana pohonnya sendiri. Selesai.

Dalam kitab Mufradat At-Tibb dan lainnya disebutkan bahwa tempat-tempat yang terdapat pohon teh adalah pegunungan Tiongkok dan Khata, di sebuah kota dari kota-kota India yang dikenal dengan Nepal dan Bhutan, dan di Jepang.

Pasal Ketiga: Tentang Sifat Botaninya

Disebutkan dalam Al-Umdah: Ia adalah pohon yang jika dibiarkan begitu saja boleh jadi tingginya mencapai dari 25 kaki sampai 30, tetapi dalam penanaman biasa jarang melebihi 5 atau 6 kaki. Ia menghasilkan daun-daun yang bersambung tanpa bulu halus, berwarna putih memanjang berakhir dengan ujung yang tipis, teksturnya kasar seperti kulit, bergerigi sedikit seperti gergaji di tepinya, dan pada sebagian berkilau dengan warna hijau tua. Daun-daun dari cabang-cabang baru yang kecil lembut dan bulu halusnya sedikit. Bunga-bunga putih bertumpuk satu sama lain berjumlah tiga sampai empat di ketiak daun-daun.

Dalam kitab Makhzan Al-Adwiyah dan lainnya disebutkan bahwa pohon teh memiliki bunga berwarna putih yang tumbuh di bawah daunnya, berkumpul setiap tiga di suatu tempat dari dahan, dan bunga tumbuh di bagian bawah daun-daun tersebut berupa kuncup-kuncup putih. Adapun buah pohon ini berupa satu atau dua biji yang tersimpan dalam cangkang yang tersusun dari tiga kulit. Sebagian mereka bercerita bahwa teh adalah daun pohon yang mirip dengan pohon delima, pohon pacar, dan pohon willow. Tinggi pohonnya tidak lebih dari tinggi badan manusia, dan ada jenisnya yang hijau yang ditanam sehingga tumbuh, memiliki batang mirip batang gandum yang ditutupi daunnya. Jenisnya memiliki batang mirip batang daun mint, panjangnya sejengkal atau lebih, daunnya tebal dan warnanya kuning, dan ia sangat panas.

Pasal Keempat: Tentang Pemetikannya

Daun dipetik dari umur tiga tahun sampai tujuh tahun, dan batang pohon dipangkas agar setelah itu daun dihasilkan dengan berlimpah. Pemetikan pertama pada bulan April ketika daun-daun tumbuh dan sebelum mencapai kesempurnaannya. Seseorang dapat memetik dalam sehari dari sepuluh pon sampai lima belas pon. Pemetikan kedua setelah itu satu bulan ketika kebanyakan daun sudah muncul sempurna, maka pada saat itu dipilih daun yang paling lembut dan dicampur dengan daun pemetikan pertama. Kemudian dipetik ketiga kalinya, tetapi hanya dipetik daun-daun yang menghasilkan teh kasar yang dikhususkan untuk orang awam. Sebagian petani melakukan dua kali pemetikan yang setara dengan pemetikan kedua dan ketiga yang telah kami sebutkan. Demikian disebutkan dalam Al-Umdah.

Pasal Kelima: Tentang Penyiapannya untuk Penggunaan dan Perdagangan

Disebutkan dalam Al-Umdah: Terdapat pabrik-pabrik yang dibuat di negeri-negeri tersebut untuk menyiapkan daun-daun itu, dan di dalamnya terdapat tungku-tungku, setiap tungku memiliki tanur dari besi. Pertama-tama daun-daun yang dipetik dicelupkan sekitar setengah menit dalam air mendidih, kemudian dikeluarkan dan dibiarkan hingga kering. Kemudian digulung dengan jari daun per daun dan dimasukkan ke dalam tanur yang dipanaskan hingga diyakini kekeringannya cukup. Kemudian diambil darinya dan diletakkan di atas tikar dan digulung lagi dalam keadaan panas, dan diberikan kepada pekerja yang menjemurnya di bawah sinar matahari untuk memberikan gulungan yang permanen pada daun. Maka teh yang gulungannya dan kekeringannya bagus adalah yang terpilih. Kemudian diletakkan dalam peti atau wadah yang disimpan di dalamnya sekitar dua bulan, kemudian dikeluarkan untuk menyempurnakan pengeringannya di tempat yang hangat agar seluruh kelembabannya hilang, maka pada saat itu layak digunakan atau dikirim untuk perdagangan setelah diletakkan dalam peti-peti yang dilapisi kertas timah dan dikelilingi kertas lebar dari tanaman negeri-negeri tersebut setelah kadang-kadang diberi wewangian dengan bunga dan minyak khusus. Teh dalam keadaan alami tidak berbau, pedas, dan merendamnya dalam air mengurangi kepedasan aslinya.

Pasal Keenam: Tentang Ciri-ciri Teh yang Baik

Disebutkan dalam Al-Umdah: Teh yang baik adalah yang masih baru, bersih, rata, tidak berdebu, dan berat, tercium darinya aroma violet, tidak pedas dan tidak berbau kuat, terutama jika kekeringannya baik.

Pasal Ketujuh: Tentang Jenis-jenisnya

Penyusun Makhzan Al-Adwiyah menyebutkan bahwa jenis-jenis teh berbeda-beda, ada yang putih, hijau, ungu, kemerahan, biru, dan hitam. Jenis putih daunnya kecil dan tergulung satu sama lain menempel, aromanya harum, jarang ditemukan, berbeda dalam kualitas dari jenis-jenis lainnya, dan ia tidak diekspor dari tempatnya untuk dijual sama sekali, tetapi hanya dikirim ke beberapa daerah sebagai hadiah yang mulia dan sangat berharga. Dari jenis ini yang dianggap kuat adalah teh hijau, ia lebih kuat dari jenis-jenis lainnya tetapi lebih kering dari jenis pertama. Setelah ini ada teh kemerahan kemudian hitam, keduanya dari segi kekuatan lebih kuat dari teh biru dan lebih lemah dari yang putih dan hijau. Dapat ditemukan dari selain jenis putih banyak dari jenis-jenis ini, terutama yang hijau dan hitam, dan dijual sangat murah.

Sebagian mereka bercerita bahwa ada jenisnya yang dipetik pertama kali yang dikhususkan untuk raja-raja negeri tersebut dan itu yang terbaik, di bawahnya yang dipetik pada kali kedua, kemudian yang dipetik setelah itu.

Disebutkan dalam Al-Umdah: Jenis-jenis teh yang ada di pasar ada dua bagian: hijau dan hitam, dan setiap keduanya memiliki jenis-jenis. Jenis-jenis hitam disiapkan dari daun pemetikan terakhir dan lebih bebas dari kepedasan dan keburukan, kurang merangsang, dan lebih diterima oleh penduduk negeri Syam. Jenis-jenis teh hijau sebaliknya dari sifat-sifat tersebut dan dibedakan dengan warna hijau jelasnya yang tampak bahwa itu muncul dari sempurnanya kematangan daun. Jenis-jenis teh hijau ada tujuh dan yang hitam empat, disebutkan dalam Al-Umdah, rujuklah kepadanya jika engkau mau.

Sebagian dokter berkata bahwa teh menurut istilah dokter Maghrib memiliki jenis-jenis, dan bahwa sifat-sifat jenis-jenis ini dan warnanya dihasilkan dari pengaruh musim-musim yang di dalamnya daun-daunnya dipetik. Daun-daun yang dipetik di musim semi akan menghasilkan teh hijau. Adapun daun-daun yang dipetik setelah ini yaitu pada bulan April akan menghasilkan teh hitam. Dan jika dipetik sebelum matang, tangkainya tetap putih sehingga mereka menamakannya “aq quwirq” yang artinya ekor putih, dan itu yang terbaik dari jenis ini dan yang terbaik. Kadang-kadang daun teh ini dipetik setelah waktu ini beberapa hari, maka waktu pemetikannya dihitung sebagai musim ketiga untuknya, dan sesuai pengaruh musim ini ujung-ujung daun menjadi hitam.

Dapat dipahami dari perkataan sebagian dokter juga bahwa warna putih pada teh adalah buatan, bukan alami. Dokter lain berkata bahwa teh diwarnai dengan pewarna buatan. Dan diriwayatkan bahwa baik teh hijau maupun hitam memiliki pohon yang khusus untuknya. Wallahu a’lam.

Pasal Kedelapan: Tentang Cara Memasaknya

Sebagian dokter berkata: Yang wajib adalah bahwa air yang dimasak dengannya harus jernih bening, dan diletakkan di atas api hingga uapnya naik, dan pada saat itu baru dimasukkan teh ke dalamnya, karena ia tidak matang sempurna dan aromanya tidak menyebar kecuali jika air mendidih panas. Adapun jika panas air di bawah tingkat yang diinginkan, maka ia tidak matang sempurna dan tidak dapat diharapkan manfaatnya. Orang yang memasak teh harus memasukkan air panas ke dalam teko teh beberapa menit agar panas menyebar padanya, demikian juga dilakukan pada cangkir-cangkir. Kemudian setelah itu dimasukkan untuk teko yang berisi seratus lima puluh dirham air tiga dirham teh, kemudian teko diisi dengan air mendidih dan dibiarkan di atas api kecil selama delapan menit. Setelah itu dituangkan ke dalam cangkir-cangkir. Adapun jika waktu memasaknya kurang dari enam menit maka sifatnya hilang dan kekuatannya melemah, demikian juga jika waktunya lebih dari delapan menit maka rasanya bisa menjadi pahit dan menjadi sepat.

Teh yang murni bebas dari kotoran tidak perlu dicuci sebelum digunakan, karena mencuci teh sebelum dimasak dapat menyebabkan hilangnya aromanya. Juga wajib menyimpan teh di tempat yang tidak terkena kelembaban dan tidak tersentuh udara, itu untuk mempertahankan aromanya dan menjaga sifatnya.

Disebutkan dalam Al-Umdah: Kebiasaannya teh tidak disukai kecuali karena wanginya dan kelezatannya, oleh karena itu harus tidak dibiarkan dalam air lebih dari satu menit. Cangkir pertama yang diminum dari rendamannya adalah yang paling diterima, paling ringan, dan paling sedikit merangsang. Yang wajib adalah memindahkan rendaman teh yang teh telah berada di dalamnya satu atau dua menit ke wadah kedua untuk diminum dalam keadaan panas, maka pada saat itu tidak mengandung banyak basa pahit, pedas, dan sepat. Adapun memasukkan air kedua kali pada teh maka buruk, karena tidak ada lagi di dalamnya aroma dan tidak ada kecuali ekstrak yang mengacaukan sistem saraf. Dan ini seperti jika air pertama dibiarkan dari delapan menit sampai sepuluh atau lebih.

Harus berhati-hati agar tidak menuangkan pertama kali sedikit air mendidih pada teh untuk mencucinya sebelum menuangkan air rendaman padanya, karena itu juga buruk, sebab air sedikit ini mengambil bagian dari aroma daun.

Adapun takaran teh untuk air, kebiasaannya satu dirham untuk setiap satu pon air mendidih, dituangkan padanya air pertama dan dibiarkan beberapa saat. Boleh dituangkan padanya kedua kali setengah berat air itu dari air baru jika rendaman pertama tidak lama waktunya. Kebiasaannya ditambahkan pada rendaman teh susu jika digunakan sebagai makanan di pagi hari, dan kadang-kadang pada teh sore. Selesai.

Sebagian majalah menyebutkan bahwa cara Tiongkok dalam membuat teh adalah memasukkan sedikit darinya di teko teh dan menuangkan padanya seukuran secangkir air mendidih dan menggoyangnya sedikit, kemudian menuang air ini darinya. Dan maksudnya dengan itu adalah mencuci teh dari pewarna yang ditambahkan padanya dan dari zat asam tanat yang ada di dalamnya. Kemudian dituangkan air mendidih pada daun teh sesuai kebiasaan, maka teh menjadi enak rasanya, bebas dari kepahitan dan pewarna yang merusak rasanya.

Pasal Kesembilan: Tentang Sifat-sifatnya

Disebutkan dalam Al-Umdah: Mereka menganggapnya sangat membantu pencernaan, menguatkan lambung, merangsang yang menyebabkan gejolak ringan dalam persepsi dengan pengaruhnya pada otak, dan menambah kekuatan jiwa penambahan sementara, serta menyebabkan kenyamanan dan ketenangan, tetapi pada tingkat yang kurang jelas daripada yang terjadi dari kopi. Adapun dari segi penggunaan medis, rendaman teh hanya diberikan untuk memudahkan pencernaan dan diberikan sebagai obat keringat, dan itu adalah sifat di dalamnya meskipun lemah. Karena adanya sifat sepat dalam teh, banyak penulis menganggapnya obat sepat, maka mereka memerintahkannya untuk diare usus dan semacamnya.

Yang pasti secara teknis bahwa ia memiliki pengaruh jelas pada saraf karena merangsangnya sesuai yang menyebabkan kegelisahan, tidak bisa tidur, dan semacam itu. Terlihat penyembuhan sakit jantung dengannya, dan mereka menganggapnya pencegah terbentuknya batu dan pelarut jika sudah terbentuk. Oleh karena itu sebagian dokter menyebutkan bahwa ia tidak pernah melihat penyakit batu kandung kemih di Jepang karena banyaknya penggunaan penduduknya terhadapnya, hingga mereka menggunakan bubuknya dan menelannya dengan air panas, dan itu termasuk keajaiban. Sebagian mereka menyebutkan bahwa ia tidak pernah melihat batu atau asam urat pada orang-orang yang banyak minum teh. Tetapi terlihat kebalikan itu di Eropa, yaitu bahwa yang menderita itu di sana banyak, maka ini pandangan yang tidak terpilih.

Mereka juga menganggapnya obat yang baik untuk lemahnya penglihatan dan sakit persisten pada mata. Kemudian orang-orang Tiongkok menganggapnya memiliki sifat-sifat lain, mereka melihat bahwa ia adalah obat umum yang sangat baik untuk jantung, menguatkan lambung dan jantung, membangkitkan panas, menghilangkan sakit kepala, menyembuhkan busung air, anorexia, pilek, penyakit hati dan limpa, dan kolik. Tetapi kepercayaan terhadap ini sedikit.

Kemudian dengan berlebihan dalam manfaatnya, mereka menyebutkan bahayanya yang jelas. Jika digunakan dalam jumlah besar maka ia mempengaruhi saraf, membangkitkan sirkulasi, menambah panas tubuh, menyebabkan tidak bisa tidur dan gerakan kejang pada anggota badan. Ia adalah perangsang yang tidak boleh berlebihan di dalamnya. Ia cocok untuk orang gemuk, pemalas yang tubuhnya berat, dan yang sedikit menggunakan olahraga dengan banyak menggunakan makanan-makanan berlemak, berminyak, dan kental. Dan berbahaya bagi yang digambarkan sebaliknya dari itu dan dengan temperamen yang berbeda dari itu, terutama jika mereka banyak menggunakannya.

Yang terlihat di Tiongkok bahwa orang-orang yang banyak minum teh menjadi kurus lemah, warna kulit mereka seperti timbal, dan gigi mereka hitam. Sebagian mereka berpendapat bahwa berlebihan teh berakhir keadaannya dengan merusak kepekaan saraf. Sebagian mereka menisbahkan bahayanya pada panas airnya karena melelahkan lambung dan lain-lain. Yang lain membantah ini dan menisbahkan itu pada daun itu sendiri. Mereka juga menisbahkan pada berlebihannya penggunaan teh kelembutan orang Tiongkok, kurangnya keberanian mereka, pucatnya warna kulit mereka, dan kendurnya daging mereka. Selesai ringkasannya.

Pasal Kesepuluh: Tentang Puisi-Puisi Yang Memuji Teh

Dalam buku Tadzikiratul Thibbiyyah (Catatan Medis) disebutkan bahwa teh segera setelah diminum akan membangunkan lambung dan usus sehingga nafsu makan bertambah dan gerakan peristaltik menjadi teratur, oleh karena itu teh digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan. Ketika diserap, teh mempengaruhi otak sehingga membuatnya terjaga, oleh karena itu digunakan sebagai penawar keracunan opium. Teh tidak cocok bagi mereka yang berpotensi terkena tuberkulosis paru-paru dan orang-orang yang gugup karena penggunaannya dapat menyebabkan jantung berdebar-debar.

Saya membaca dalam beberapa majalah modern bahwa teh membersihkan darah dari zat-zat berbahaya, membantu pencernaan, dan membantu mengencerkan dahak saat batuk. Dalam risalah tentang minuman teh disebutkan bahwa di antara manfaatnya adalah menghilangkan bau mulut sehingga menyegarkan napas, menghilangkan batuk, menguatkan kejantanan, melancarkan buang air kecil, membuka sumbatan kandung kemih, menguatkan saraf, menghilangkan benjolan, bermanfaat untuk jantung berdebar, mengeluarkan angin yang terbentuk di dalam perut yang menyebabkan keram dan rasa sakit pada tubuh, selain mengandung zat yang bergizi untuk darah dan membantu pembersihannya.

Kemudian disebutkan bahwa teh hijau adalah tingkat manfaat tertinggi dan lebih baik untuk dikonsumsi daripada teh hitam. Meskipun demikian, teh dapat memperparah wasir seperti halnya kopi, dan para dokter telah memperingatkan keduanya bagi penderita wasir. Namun beberapa dokter ahli mengatakan tidak apa-apa meminum teh merah yang ringan, dan sebagian dari mereka menyamakan satu gelas teh hijau dengan empat gelas teh merah.

Di antara puisi tersebut adalah ucapan hiasan para sastrawan, Syekh Muhammad al-Mubarak al-Jazairi kemudian ad-Dimasyqi:

Kopi teh adalah kopi yang paling halus, Tidak menyisakan bagiku keinginan terhadap kopi biji. Dengan hitam setelah keadilan teh? Apakah teh? Tidak! Itu adalah kesalahan yang paling besar. Seandainya manusia tahu manfaatnya, Demi umurmu, mereka tidak akan melangkah ke arah kopi. Putri kopi sebenarnya hanyalah, Salah satu budaknya yang mendapat keberuntungan baik. Dan memperoleh kekuasaan di sisi setiap penulis, Yang mulia yang menjadi teladan dalam kemuliaan. Namun teh adalah tujuan kaum ketika, Mereka berkumpul di tempat pertemuan yang luas. Atau ketika yang mengundang kebahagiaan memanggil mereka ke tempat, Yang jernih di taman di atas bukit. Ia lebih indah warnanya, lebih lezat rasanya, Lebih harum aromanya, dan lebih memabukkan. Enak dengan gula yang lezat sebagai minuman, Maka edarkan gelas-gelasnya dan ia manis. Tumbuh keutamaannya dengan penerimaan yang baik, Di hati-hati yang memiliki kekhususan dengan Allah. Minuman yang menyegarkan jiwa dengan kenyamanan, Maka mereka bergairah dan rindu kepadanya. Melapangkan dada dengan keceriaan dan kegembiraan, Kenikmatan minuman keras tidak sebanding dengan kesadarannya. Betapa banyak ia membuat tumpah anggur merah bagi yang dulu mencintai, Meminumnya ketika ia meneguk seteguknya. Maka edarkan wahai teman secangkir penuh, Aku tidak bisa lepas darinya wahai anak kecintaanku. Dan teguk ia di atas hamparan keceriaan, Sambil menyanyikan syair-syair Qais dan Urwah. Manfaatkan kesempatan dari masa dan berteman, Dengan pilihan yang telah memurnikan kejernihan hidup. Teh menyenangkan mereka karena kejernihannya menyenangkan, Dan kicauan kegembiraan mengulangi nyanyiannya. Maka sambutlah ia dengan merdu bacaan, Di taman-taman yang bunga-bunganya menampakkan keelokan. Darinya ada jenis zamrud ketika, Muncul di dalam gelas, engkau melihat air dan apinya. Menunjukkan amber dan wewangian, Dengan aromanya ia memanggil manusia dengan panggilan terbaik. Dan memberikan kepada yang mencintai ucapan selamat, Dari kekasih yang mengasihaninya setelah kekasaran. Itulah jenis tertinggi di sisi kaum, Yang tidak terganggu dari pertemuan cinta oleh perkumpulan. Itulah esensi iksir secara maknawi yang mengembalikan, Kesempitan menjadi kelapangan, kehinaan menjadi kemuliaan dan kekuasaan. Satu dirham darinya mengembalikan quintal mereka, Dengan kegembiraan yang menghilangkan kesedihan dari hati. Maka minumlah setiap orang merdeka yang rendah hati, Yang menjadi teladan terbaik bagi manusia. Tersingkap di gelas-gelas seperti emas murni, Di perak yang memberikan pemuda kekayaan apa pun. Atau seperti matahari yang bersinar di bulan purnama, Ketika tersingkap, menghilangkan kegelapan setiap kelalaian. Betapa ia zamrud yang menjadi emas, Sehingga gelas mengenakan pakaian terbaik darinya. Dimahkotai mutiara-mutiara dari karang, Yang mungkin orang bodoh mengiranya busa. Betapa banyak manfaatnya bagi manusia namun, Tidak ternoda oleh dosa yang bercampur keras. Menyenangkan jiwa, menghasilkan keakraban segera, Memberikan pencernaan, mengusir kesedihan dengan paksa. Oleh karena itu dikatakan keinginan jiwa padanya, Seharusnya diminum sore dan pagi.

Dan Zaid menambahkan keindahannya dengan mengutip:

Alangkah indahnya teh yang muncul di kristal, Bersinar seperti emas di perak jernih. Diedarkan oleh yang menuangkan kepada para peminum dalam, Keindahan kekasih dan warna pencinta.

Dan berkata sastrawan Sayyid Umar al-Ansi al-Beiruti:

Tetaplah minum teh karena di dalamnya, Ada manfaat yang tidak ditemukan pada yang lain. Kebaikan-kebaikan yang memberikan orang bodoh kesabaran, Dan pemilik kesabaran kemuliaan dan kedudukan. Ketika tempat minumnya disingkap, tersingkaplah, Cahayanya kepada yang hadir di majelisnya. Tidak ada sia-sia dan tidak ada dosa di dalamnya, Dan tidak ada yang merampas akal larangan. Dan tidak ada yang membuat manusia bodoh, Seperti hewan ternak di padangnya. Orang sehat memperoleh semangat tubuh dengannya, Sebagaimana orang sakit memperoleh kesembuhan dengannya. Aromanya yang harum menyebar seperti minyak kesturi, Menyegarkan roh yang meminumnya dengan wanginya. Semoga hujan dari awan menyirami dengannya tanah-tanah, Salam kehidupan di mana ia tumbuh. Angin sepoi-sepoi yang sakit melewatinya memberitahu, Kepada kita kabar benar tentang pujiannya. Tanaman mewah wahai kebanggaan bumi, Yang menumbuhkannya sehingga langitnya mencemburuinya. Jika tidak ada emas murni di dalamnya, Maka tanamannya adalah perhiasan termanisnya.

Dan berkata satu-satunya ulama Syekh Abdul Jalil Barradah al-Madani:

Aku melihat setiap kali majelis keakraban kita berisi, Pasukan untuk mengusir kesedihan yang rajanya adalah teh. Maka tidak heran jika tidak sempurna tanpanya, Karena tidak ada urusan tentara yang sempurna tanpa raja.

Dan ia berkata:

Jika majelis keakraban telah sempurna susunannya, Dan tidak beredar di dalamnya gelas teh yang beraroma. Demi umurku meskipun memperoleh kesenangan, ia kurang, Dan tidak termasuk dalam hitungan majelis yang disebutkan.

Dan ia juga berkata:

Jika yang kau cintai mengunjungi suatu hari dengan cinta, Dan kau menyajikan teh, ia akan lama duduknya. Dan jika kau memberinya minuman syrup wahai teman, sesungguhnya, Ia akan bangkit ketika gelas-gelasnya beredar kepadanya.

Dan untuk sastrawan Muhammad Afandi Jadallah ada qasidah unik yang di antara mutiara-mutiaranya adalah ucapannya:

Apakah iksir diingkari dan penolakan menginginkannya, Padahal dalam teh ada ayat-ayat yang diperangi pikiran. Renungkan, engkau akan menemukan apa yang dikatakan tentangnya dengan tepat, Dengannya jelas seperti matahari yang ditampakkan siang. Bahkan ia dibedakan dengan hal-hal yang banyak, Maka pantas baginya selamanya atas kopi kebanggaan itu. Memberimu di hari-hari musim dingin kehangatan, Dan di musim panas kelembapan ketika panas menyentuhmu. Dengannya gelas-gelas mengenakan pakaian paling indah, Di atasnya gelembung yang di bawahnya bintang-bintang yang bersinar. Seperti yakut cair dari bulan purnama yang berhias, Dan tidak pernah sebelumnya mutiara cair berhias. Meniup roh-roh aroma sebarannya, Betapa banyak kesedihan yang dilipat oleh sebaran itu. Dengan penampilannya yang cemerlang mata-mata merasa tenang, Dan dari cahayanya yang terang dada lapang. Ketika gelas-gelas beredar di majelis, engkau melihat, Seakan jiwa manusia dari kerinduannya adalah burung. Hakikat-hakikatnya yang mulia dari penjelasan biasanya, Terpilih dalam memahami karunia-karunianya adalah rahasia. Maka muliakanlah dengannya yang memperoleh kebaikan-kebaikan yang sebagian, Menyempitkan penjelasannya adalah puisi dan prosa. Dan jangan lalai darinya pagi dan sore, Karena dari manfaatnya ada yang tidak terhitung oleh hitungan.

Dan dalam risalah mendengarkan seruling sambil minum teh:

Majelis-majelis keakraban bagaimanapun tingkatannya, Dari kegembiraan, tidak akan cukup tanpa seruling. Demikian juga setiap pemuda yang peduli kesehatannya, Maka sesungguhnya ia membutuhkan teh.

 

 

BAB KEDUA: TENTANG KOPI

DAN DI DALAMNYA ADA ENAM PASAL

Kopi dalam asal bahasa adalah salah satu nama untuk khamr (minuman keras). Dikatakan dinamakan demikian karena ia memalingkan (tuqhī) peminum dari makanan, yaitu menghilangkan nafsu makannya sebagaimana dalam kitab Ash-Shihah. Dalam kitab At-Tahzib disebutkan artinya yaitu mengenyangkannya. Kemudian istilah itu digunakan untuk apa yang diminum sekarang dari biji kopi yang disangrai di atas api, kemudian ditumbuk dan direbus dengan air. Istilah itu sekarang juga digunakan untuk tempat-tempat yang disediakan untuk minum kopi, dari kategori penamaan tempat dengan nama yang ada di tempat tersebut. Syekh Muhammad Al-Alami rahimahullah berkata dalam syairnya tentang nasihat-nasihat:

“Hindarilah memasukirnya kedai-kedai kopi karena di dalamnya… kebanyakan perbuatan keji bersama dengan kebohongan dan ghibah (menggunjing) Betapa banyak kedai kopi yang menjadi tempat berkumpulnya kesia-siaan… dan betapa banyak bencana di dalamnya bagi para ahli agama Seperti fitnah yang menyibukkan mereka dari rumah-rumah mereka… dan dari shalat serta wirid-wirid dan ketaatan-ketaatan”

Pasal Pertama Tentang Bahan Dasarnya Yaitu Biji Kopi Dan Asal-Usulnya

Disebutkan dalam kitab Al-Umdah: bahan dasarnya yaitu biji kopi adalah buah dari pohon kecil yang tumbuh secara alami di daerah-daerah panas dari Nubia dan negeri-negeri Arab terutama Yaman di pesisir Laut Merah. Jenisnya sekitar tiga puluh macam dan memiliki daun-daun sempurna yang berhadapan dan bunga-bunga yang umumnya berwarna putih, semuanya dari daerah-daerah panas sejak zaman dahulu hingga sekarang. Yang paling penting dari segi perdagangan dan penggunaan sipil adalah jenis yang tumbuh di negeri-negeri Arab terutama Yaman, dan berpindah dari sana ke India kemudian ke Eropa dan dari sana ke Amerika Selatan. Asal dan yang pertama dari kopi adalah negeri Habasyah (Ethiopia), maka ia ada di sana sejak zaman dahulu dan orang Arab mengambilnya dari sana sejak zaman dahulu juga yang tidak dapat ditentukan secara pasti. Akan tetapi banyak di Yaman dan sekitar Mocha dan penanamannya bagus di sana serta menjadi kopi terbaik yang keluar di dunia.

Penggunaannya banyak di negara-negara Timur dan dari yang pasti menurut orang-orang Eropa bahwa ia telah digunakan di negeri Persia tahun 261. Kemudian pada tahun 922 Sultan Salim mengambil Mesir dan membawa kopi bersamanya ke Konstantinopel di mana pada saat itu belum ada penyebarannya secara umum dan kedai-kedai kopi di sana baru muncul pada tahun 960. Pada awalnya yang digunakan untuk direbus hanya kulit kopi bukan isinya.

Pasal Kedua Tentang Sifat-Sifat Tanamannya

Disebutkan dalam kitab Al-Umdah: batangnya silindris setinggi dari 15 kaki sampai 20 kaki dan terbagi menjadi cabang-cabang yang berhadapan dan agak berbelit. Daun-daunnya selalu hijau, indah dengan kilau di permukaan atasnya dan di dalamnya ada sedikit kehitaman. Darinya menyebar aroma yang sangat harum. Pohonnya berbuah ketika umurnya dari dua tahun sampai lima tahun dan dapat dipanen darinya dua kali dalam setahun sekitar lima pon. Ia menghasilkan buah tiga puluh atau empat puluh tahun di Eropa. Pemetikannya di musim semi dan musim gugur, meski demikian tetap berhias di semua waktu dengan bunga-bunga yang harum aromanya. Buah-buahnya matang empat bulan setelah berbunga.

Pasal Ketiga Tentang Sifat-Sifat Alaminya

Disebutkan dalam kitab Al-Umdah: biji kopi yang digunakan orang-orang adalah biji dari buah yang ukurannya seperti ceri kecil dan tidak memiliki rasa dan aroma sebelum disangrai, walaupun indera sedikit merasakan aromanya. Adapun setelah disangrai maka keduanya muncul dengan jelas. Seduhan kopi yang tidak disangrai juga tidak memiliki rasa dan warnanya kehijauan. Tetapi semakin terpengaruh oleh api terjadilah kombinasi kimia yang baru sehingga aroma menyebar, rasa muncul, dan keluar minyak aromatik yang terlihat titik-titiknya di permukaan biji. Biji dengan pemanggangan akan menyusut volumenya dan kehilangan kira-kira seperempat beratnya. Adapun jika terlalu gosong maka ia kehilangan sebagian dari sifat-sifatnya yang baik dan sebagian besar atau semuanya berubah menjadi arang.

Ia memperoleh rasa pahit yang kuat dan minyak volatilnya memberikan rasa pedas yang tidak enak. Maka untuk mendapatkan manfaat yang diinginkan dari biji tersebut, perlu sangrai mencapai warna coklat keemasan. Untuk menjaga semua sifat kopi semaksimal mungkin, perlu disangrai, digiling, dan diseduh segera serta digunakan dalam keadaan panas karena aroma dan kelembutannya hilang jika berlalu waktu lama setelah direbus atau dimasak. Perlu juga kopi tidak terlalu lama karena jika disimpan waktu lama ia kehilangan sebagian sifat-sifat baiknya. Memang kopi Aljazair tidak layak digunakan jika masih baru karena pahit, tetapi ditunggu paling sedikit satu tahun agar berminyak. Tetapi jika lebih lama dari itu maka ia kehilangan sifat-sifatnya. Selesai.

Pasal Keempat Tentang Khasiat-Khasiatnya

Disebutkan dalam kitab Al-Umdah: seduhan kopi jika dibuat dengan baik dan diberi pemanis yang sesuai adalah minuman yang sangat disukai, lezat rasanya. Ketika masuk ke dalam lambung menyebabkan kehangatan yang lembut yang memberikan kenikmatan dan aroma pada tubuh. Ia sangat membantu pencernaan, menguatkan lambung, merangsang sirkulasi, memunculkan kekuatan akal, membantu pernapasan kulit dan sekresi, menyenangkan jiwa, menyegarkan, merangsang kekuatan tubuh. Ia adalah minuman para penulis, guru, pembaca buku, pengajar ilmu-ilmu sastra dan industri, para penyair dan ahli sastra. Jika digunakan setelah makanan berat maka ia menguatkan pencernaan dan paling cocok untuk penghuni negara-negara yang lembab, berawan dan sedang, dan lain-lain. Seduhan kopi terlihat bahwa ia dapat merugikan sebagian orang dan disukai oleh yang lain karena ia mencegah tidur setelah makanan ringan. Bagi yang tidak terbiasa dengannya ia adalah obat berharga dalam keadaan ini karena darinya didapat kejernihan persepsi, cahaya pemikiran, dan kenyamanan yang membantu kemudahan bekerja. Terlihat dari para ulama dan ahli sastra ada yang menggunakan minuman ini beberapa kali dalam sehari dengan tujuan menjaga kekuatan hafalan mereka, meskipun demikian tidak terjadi pada mereka sesuatu dari gejala-gejala yang diklaim sebagian orang seperti ucapan mereka “racun lambat”.

Kopi ini paling cocok untuk orang-orang yang bertemperamen dingin, orang-orang yang lambat gerakannya, orang gemuk yang berat pikirannya, pemalas, dan yang pencernaannya sulit berat. Lebih cocok untuk orang tua daripada pemuda, dan untuk laki-laki daripada perempuan. Sebagian besar penduduk Eropa baik laki-laki maupun perempuan telah terbiasa mengonsumsi di pagi hari kopi yang dicampur dengan susu dan mereka lebih menyukai makanan ini daripada yang lain. Mereka menggunakannya dengan beberapa suap roti sehingga menjadi enak rasa dan aromanya, mudah dicerna dan turun, dan menghasilkan pelunakan yang lembut. Tidak perlu memperhatikan apa yang disebutkan Syekh Daud Al-Antaki dalam kitab Tadzkirahnya yang bertentangan dengan itu ketika ia berkata: “Dan sebagian kaum meminumnya yaitu kopi dengan susu, dan itu adalah kesalahan yang dikhawatirkan darinya penyakit kusta.” Padahal orang-orang Eropa yang menggunakannya tidak kamu temukan seorangpun dari mereka yang sakit kusta. Ada satu hal yang dilakukan orang Eropa yang wajib ditinggalkan karena berbahaya yaitu melemparkan potongan tembaga ke dalam kopi saat direbus untuk kejernihannya. Selesai perkataan Al-Umdah.

Dalam majalah kesehatan disebutkan bahwa di antara manfaat kopi adalah ia merangsang kerja otak dan membantu begadang lama. Oleh karena itu kamu lihat bahwa kebanyakan orang yang sibuk dengan pekerjaan akal meminum kopi karena insomnia yang timbul dari meminumnya tidak disertai dengan kegelisahan dan kelelahan, dan pikiran tetap jernih dan tenang dengannya. Jika seseorang berlebihan dalam meminum kopi maka mungkin ia merasakan kelelahan dan kegelisahan di ulu hati, dan terus menerus berlebihan mungkin menyebabkan kelemahan pada organ reproduksi. Akan tetapi gejala-gejala ini hilang dengan berhenti meminumnya.

Pasal Kelima Tentang Kepastian Halalnya Minum Kopi

Syihab Ibnu Hajar berkata dalam kitab Al-I’ab: terjadi menjelang abad kesepuluh ini minuman yang dibuat dari kulit biji kopi yang dinamakan Qahwah dan terjadi perbedaan panjang tentangnya. Yang benar adalah bahwa zatnya mubah (halal) selama tidak bergabung dengannya hal yang mengharuskan pengharaman. Ia panjang lebar dalam hal itu dan bagus, rahimahullah.

Allamah Al-Khalili berkata dalam fatwa-fatwanya: adapun kopi maka ringkasan pendapat tentangnya adalah ia termasuk yang boleh dikonsumsi, halal meminumnya seperti perkara-perkara mubah lainnya seperti susu, madu dan semisalnya karena masuk dalam firman Allah Ta’ala: “Katakanlah: ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya…'” ayat (Surah Al-An’am: 145). Tidak perlu memperhatikan orang yang mengklaim pengharamannya maka klaimnya dalam hal itu lebih lemah dari sarang laba-laba.

Syekh Fakhruddin Abu Bakar bin Syarafuddin Ismail bin Abi Yazid Al-Makki Asy-Syafi’i memiliki risalah yang ia namakan: “Itsarah An-Nakhwah bi Hukm Al-Qahwah” (Membangkitkan Semangat dengan Hukum Kopi) yang ia bantah dengan risalah itu orang yang menulis tentang keharamannya. Ia juga memiliki risalah yang lebih besar darinya yang ia namakan: “Ijabah Ad-Da’wah bi Nushrah Al-Qahwah” (Menjawab Seruan dengan Membela Kopi) yang ia bantah di dalamnya terhadap Al-Hakim Al-Kazaruni dan khatib Madinah Syamsuddin Al-Qattan, dan keduanya memiliki tulisan tentang keharamannya.

An-Najm Al-Ghazzi berkata dalam kitab Al-Kawakib As-Sa’irah dalam biografi Maulana Abu As-Su’ud rahimahullah sebagai berikut: Dan pembicaraan tentang kopi sekarang telah sampai pada kesepakatan tentang kehalalannya pada zatnya. Adapun berkumpulnya orang-orang fasik untuk mengedarkannya bersama hiburan dan permainan, serta ghibah dan fitnah maka itu haram tanpa keraguan. An-Najm berkata: saya telah menjawab pertanyaan:

“Wahai orang yang mulia yang mengumpulkan… ilmu dan meraih takwa sehingga menjadi teladan Berfatwalah untuk kami, apakah engkau mengatakan halal… atau haram atas manusia meminum kopi”

Maka saya katakan:

“Wahai penanya yang datang mengharap… pada kami untuk membolehkannya meminum kopi Kopi dari biji tidak haram… ia tidak memberikan mabuk pada jiwa Tetapi orang yang datang ke rumah-rumah… yang di dalamnya ia diedarkan, tidak punya kehormatan Jika ia melihat anak-anak muda dan alat musik dan dadu… dan setiap orang bermain-main dan mengikuti kesenangan Kemudian tidak kuat untuk mengingkari dengan lisan… khawatir itu dihitung sebagai kesalahan Atau mereka menjawabnya dengan penghinaan dan keji… dan menolaknya dengan penolakan paling keras Atau ia membiarkan syaitannya untuk hawa nafsunya… bermain-main di rumah-rumah itu dan sia-sia Berpaling dari petunjuknya dan takwanya… melalaikan shalatnya, sungguh pelalaian apa Semua ini menyalahi jalan… yang telah digambarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menanjak ke arahnya Maka tinggalkanlah dan tinggalkan kelompok-kelompok yang menyeru… kepadanya iblis di setiap langkah Jangan taat kepada mereka walaupun mereka menyesatkan darimu selangkah… maka kau akan taat kepada iblis di setiap langkah Dan jika kau ingin minum kopi… seteguk yang kau inginkan atau seribu teguk Maka hendaknya itu di tengah rumahmu selama… tidak kau campurkan kejernihannya dengan penyebab kerusakan Dan sebutlah Allah di awal dan di akhir… dan berkaitlah dengan-Nya dengan ikatan paling kuat Dikatakannya oleh Ibnu Al-Ghazzi, Najm bin Badr… yang mengharap dari Rabb yang Maha Baik pengampunan-Nya”

Dalam kitab Al-Kawakib As-Sa’irah juga dalam biografi Syekh Ali Asy-Syami kemudian Al-Hijazi, dikutip dari Ibnu Thulun bahwa ketika Syekh Ali yang disebutkan tadi tiba tahun 947 bersama rombongan haji, ia mempopulerkan meminum kopi di Damaskus sehingga orang-orang mengikutinya dan banyaklah sejak hari itu kedai-kedai kopinya. Ia berkata: dan yang aneh adalah bahwa ayahnya mengingkari kopi dan merusak tempatnya di Mekah. Ibnu Al-Hanbali menyebutkan bahwa ia menulis kepada Syekh Ali bin Iraq yang berada di Aleppo meminta fatwanya tentang kopi dengan bait-bait ini:

“Wahai yang tinggi dengan kedua puncak… dengan bertetangga dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Marwah dan Shafa Dan yang tinggi kedudukannya ilmu dan juga… amal di atas ketinggian dua bintang Yang memiliki dalam kezuhudan rentang dan tangan… maka oleh karena itu kami melihatnya kosong kedua tangan Berilah fatwa kepada kami tentang kopi yang telah dizalimi… ketika dicampur mengonsumsinya dengan keburukan Dari hiburan yang membuat kami terkejut mendengarnya… dan melakukan perkataan-perkataan dan kebohongan Dan memperhatikan perkara-perkara yang disaksikan… perbuatannya di kedua bola mata terlihat jelas Dan penjelasan meminumnya oleh para pemuda… kedekatan antara kedua kelompok yang berselisih Simpanlah di kertas ini apa yang diharap pemuda… simpanlah maka keputusasaan adalah salah satu dari dua kenyamanan”

Maka ia menjawab rahimahullah Ta’ala dengan ucapannya:

“Wahai yang tinggi setinggi dua bintang… dan imam ilmu mufti dua kelompok Wahai Radhiyyuddin wahai lautan kemurahan… siapa yang berharap padanya pulang penuh isi tangan Datang kepadaku darimu syair yang menceritakan… dalam kejernihan lafazh seperti perak yang dicetak Kau katakan di dalamnya bahwa dalam kopi telah… mereka campurkan dengan hiburan dan kebohongan Dan dengan yang haram yang diketahui dan nyanyian… dan tarian dan tepuk tangan Maka kau minta hukumnya setelah… kalian melihat apa yang kalian sebutkan dengan mata kepala Dan atas perilaku ini karena yang… menghiasinya hingga jernih tanpa noda Dan mendekat dari larangan-larangannya padahal ia dalam… sifatnya yang disebutkan adalah keburukan sungguh keburukan Dan kejernihan dalam meminumnya dengan kelompok… yang mengikhlaskan ketakwaan dan mengikat sarung Kemudian bermunajat kepada Rabb mereka di tengah malam… dengan khusyuk dan air mata kedua mata Maka permulaan perkara tentangnya demikian… dan mereka ceritakan itu dari wali tanpa kebohongan Itulah jawabanku dan keyakinanku bahwa… dalam keseimbangan seperti keseimbangan dua timbangan”

Allamah Abu Al-Fath Al-Maliki berkata dalam fatwa panjangnya tentang kehalalannya sebagai jawaban atas syubhat mengedarkannya:

“Wahai penanya tentang kopi dari biji yang… betapa banyak pemuda karena cintanya tidak berpaling Maka ketahuilah dengan cara ringkas… bahwa ia termasuk dalam kategori yang halal”

Hingga dia berkata: Barangsiapa yang mengatakan bahwa ia diputar (diedarkan) … seperti khamr dan arak diputar Maka katakanlah saudaraku, sungguh engkau telah memutuskan berdasarkan hawa nafsu … dan sesungguhnya bagi setiap hamba adalah apa yang diniatkannya Dan bentuk majlis tidaklah menjadi pertimbangan … karena di dalamnya tidak berhenti diputar gula Dan selainnya dari susu dan dari madu … di antara orang-orangnya sebagai obat setelah minum Terlebih lagi ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang bercahaya tampak … di antara para sahabatnya mengedarkan susu Maka hal itu adalah sunnah dan sesungguhnya … yang dilarang adalah apa yang ditetapkan oleh para ulama Dari bentuk yang muncul dalam menyerupai … peminum khamr dengan penipuan Seperti orang yang meletakkan dalam gelas air murni … menggerakkan kepalanya dan tangannya Memberi kesan bahwa apa yang ada dalam gelas … dan itu dalam penjelasan murni adalah khamr Terutama jika dia bicara dengan lidah … kata-katanya terdengar seperti orang mabuk Maka itulah bentuk yang diharamkan … dan perbuatan buruk yang tercela Pelakunya yang buruk harus dicegah darinya … dan air tidak diharamkan menurut yang mereka sebutkan Dan apa yang dinafikan oleh akal dan kenyataan … maka membahas tentang hal itu adalah kebohongan

Dan berkata Imam Abdul Wahid bin Asyir al-Fasi al-Maliki: Mereka bertanya kepadaku apakah kopi kopi itu … halal dan apakah aman dari bahayanya Maka aku berkata ya, ia aman … dan yang sulit hanya bahan tambahannya Dan dia ditanya tentang bahan tambahannya maka dia berkata: yaitu yang digunakan bersamanya dari bahan-bahan memabukkan. Dan mungkin ini terjadi di zamannya atau di negerinya. Dan dari hal-hal menarik adalah perkataan sebagian mereka: Inilah kopi ini … bukanlah yang dilarang Bagaimana ia disebut haram … sedangkan aku meminumnya Dan ketika Abu al-Fath al-Maliki melihat dua bait ini, dia berkata: Aku berkata kepada kaum yang mengharamkan kopi … ucapan seorang fakih yang kedudukan ilmunya diketahui Seandainya ia disifatkan secara syariat dengan sedikit kemakruhan … tentu aku tidak akan meminumnya dalam majelis dan aku ada di dalamnya

Dan dari sebagian mereka: Sesungguhnya suatu kaum melampaui batas … dan bencana datang dari mereka Mereka mengharamkan kopi dengan sengaja … dan memperoleh kehinaan dan kebencian Jika ditanya dalilnya mereka berkata … Ibnu Abdul Haq telah memfatwakan Wahai orang-orang yang berakal, minumlah … dan tolaklah orang yang berkata dusta Dan biarkanlah mereka dalam hawa nafsu mereka … mereka minum air terus-menerus

Pasal Keenam Tentang Qasidah Para Orang Mulia dan Penggalan Syair Para Sastrawan dalam Memujinya

Berkata al-‘Arif yang masyhur Syaikh Abdul Ghani an-Nabulusi quddisa sirruhu sebagaimana dalam kitabnya Khamratu Babil wa Ghina’ al-Balabil: Nikahkan kopi dengan tembakau … ia bersinar di tangan para pertapa Dan edarkanlah cangkirnya yang mengenakan … pakaian hitam seperti yang gelap Di antara orang-orang mabuk ilmu dan petunjuk … kedudukan mereka di atas puncak falak Dan dengarkanlah nyanyian teknya … di atas bara api dalam tungku Dan usirlah kesedihan dengan tangan kegembiraan … yang membuatmu tertawa bagi yang menangis Dan menjauh dari ganja bahkan dari … segala yang akalmu mengeluh karenanya Dan yang mubah jika engkau menggunakannya … dengan senang hati engkau adalah orang cerdas yang mengingat Dan ia memberimu kegembiraan yang menyelamatkan … bagimu dengan halal dari kehancuran Atau tidakkah engkau tahu kesempurnaan syariat dalam … hikmah-hikmah seperti mutiara dalam untaian Setiap sesuatu yang diharamkan Allah maka dari … jenisnya ada sesuatu yang halal dan suci

Dan dia berkata quddisa sirruhu: Betapa banyak yang hitam dalam cangkir tampak … memberi semangat roh nafas dalam kehidupan Maka jika engkau merasakannya engkau yakin darinya … bahwa air kehidupan dalam kegelapan

Dan berkata Imam Abu al-Fath bin Abdul Salam mufti Malikiyah di Syam dengan marduf yang indah: Kopi yang mulia kedudukannya tinggi … sejak dalam kegelapan bulan cangkirnya terbit Betapa indahnya seperti batu hitam yang meleleh Yang cokelat menawan bulan-bulan dengan mata hitam Seperti misk dalam penampilan dan dalam harum Untuknya esens wewangian telah tunduk … dan penunduk sihir telah menyusu darinya sebagai bayi Cintailah cangkir yang tidak tertutupi biji Bermutu kekuatannya baginya adalah nyala Anak biji kopi untuknya meteor adalah ayah Berapa banyak kilatan di sekelilingnya berkilau … maka bagaimana dengan keindahannya yang bersinar Tidak heran jika menyerah dengan kedamaian Yang cantik dalam minumannya adalah penyembuhan bagi yang sakit Asalnya halal dan ia di tanah haram Tidaklah berkeliling di Baitullah bayangannya dan bersai … kecuali Imam berkata ketika berdoa sambutan Dari kamarnya Hari Raya kepala-kepala menampakkannya Dan untuk para sahabat yang mulia menyiapkannya Dan dengan makna-makna yang indah menghiasinya Dan kaum terpesona ketika diletakkan … untuknya nama khamr dan sebaik-baik yang diletakkan Sungguh telah tampak manfaatnya di kalangan manusia Dan orang bodoh karena kebodohannya menentangnya Ia merendahkannya sedangkan Allah meninggikannya Wahai pencela, engkau menambah cintaku padanya … paling dicintai sesuatu bagi seseorang adalah yang dilarang Berapa baik di Madinah bersamanya begadang Dan hilang di Shafa bersamanya kesusahan Dan menyebar di Syam harumnya yang wangi Dan betapa banyak yang bergembira dan kegelapan telah tidur … bersamanya bersama para wali telah berkumpul Wahai sahabat, bergembiralah dengan meminumnya dan bernyanyi … dari tangan kijang yang memiliki penampilan indah Dan katakan kepada penduduk Hijaz dan Yaman Barangsiapa yang mencela dalam meminumnya ia berdoa … sesungguhnya ia dengan kesempurnaan tidak berkumpul sama sekali

Dan untuk ahli hadits fakih sastrawan Ghars ad-Din al-Khalili kemudian al-Madani al-Anshari: Tinggalkan khamr dan minumlah kejernihan kulit kopi … yang berkilau diedarkan oleh tangan bulan Dan jika engkau ingin kejernihan maka segeralah … ke kedai untuknya telah tiba bulan purnama dariku Bukan permata dalam warna yang cemerlang … dan bukan warna emas dan warna emas batangan Tinggalkan al-Faruq (cuka) jika engkau ingin berobat … dan ambillah ia maka ia menyembuhkan penyakit Seakan gelembung-gelembungnya yang tersusun adalah kalung … dari permata yang tampak di atas leher Aku akan bersegera menuju Marwahnya aku penuhi … agar jernih dengan Shafa dadaku dan leherku Aku menyesal penyesalan al-Kas’a kepadanya … karena yang telah berlalu dari hari-hari umurku Aku akan mabuk meminumnya selama aku hidup … dan tidak mendengarkan Zaid dan Amru Dan aku hilangkan mata musuhku dan kesukaranku … dengan jernihnya di waktu sahur sebelum fajar Maka pendapatku sekarang wahai orang yang ingin menasihati … jika engkau melihatnya dalam kedai maka berlarilah Dan mengapa tidak sedangkan ia adalah minuman orang-orang tinggi … dari para tuan di darat dan laut Ia adalah khamr yang menyenangkan bagi setiap roh … dan tidak dicampur dan tidak ditemukan dengan perasan Dan setiap yang menentangnya maka sesungguhnya aku … menyesalkan perkataannya dari ahli zamanku Maka katakanlah jika sakimu yang ditebus berkata … dahinya ya selamat datang dan mabuk dengan gulaangurku Dan ambillah ia dari tangannya dalam hadapan … bersama saki yang indah tanpa mabuk Maka tidak ada kejahatan dan tidak ada dosa padanya … dan bukan pahit tetapi rasa kurma Dan jika kekasih berlebihan dan berkata maduku … aku jawab ya jika engkau memberi kurma Dan seandainya bukan pujianku untuk susu sebelumnya … tentu aku kembali kepadanya dengan celaan kemudian meninggalkan Seburuk-buruknya tabiatnya dan hitamnya hati … baginya maka ia yang patut dengan setiap celaan

Dan untuk Ustadz al-‘Arif Billah Ta’ala Zain al-‘Abidin bin Muhammad al-Bakri ash-Shiddiqy al-Qahiri: Jika engkau minum kopi di kedainya … maka kebaikan telah mengelilingi teman-teman minumnya Kedai yang menyerupai surga dalam hamparan-nya … dengan lembutnya kehidupan dan saudara-saudaranya Dengan airnya kami cuci kesusahan kami … dan kami bakar kesedihan dengan apinya Tidak ada kesedihan yang tersisa tidak dan tidak ada kesusahan ketika … saki menemuimu dengan cangkirnya Berkata orang yang melihat tungkunya … cis kepada khamr dan tong-tongnya Minuman ahli Allah di dalamnya adalah kesembuhan … jawaban bagi yang bertanya tentang urusannya

Dan untuknya juga: Wahai kopi yang menghilangkan kesedihan pemuda … engkau bagi pembaca ilmu sebaik-baik yang diinginkan Minuman ahli Allah di dalamnya adalah kesembuhan … bagi pencari hikmah di antara para hamba Kami masak ia kulit maka ia datang kepada kami … dalam harum misk dan warna tinta Tidak mengerti maknanya kecuali orang berakal … yang minum di tengah-tengah zbadi zbad Allah mengharamkannya atas orang bodoh … yang berkata dalam keharamannya dengan keras kepala Di dalamnya bagi kami adalah kesembuhan dan di kedainya … persahabatan anak-anak orang-orang mulia yang dermawan Seperti susu murni dalam kehalalannya … tidak keluar darinya kecuali kehitaman

Dan ia juga berkata: Siramkan kepada kami kopi yang berwarna gelap pekat, yang halal, yang menghilangkan kesedihan dari kami Edarkan kopi dari biji kopi murni yang asli, jangan campurkan keindahannya dengan hal yang meragukan Dan ikutilah perkataan Rasul yang paling mulia, yang benar, beliau bersabda: “Barang siapa menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami”

Dan perkataannya “fatna” kemungkinan asalnya “fatna-a” (dijauhkan) dalam bentuk pasif yang artinya dijauhi, maka hamzahnya dipermudah dan harakatnya dipindahkan ke huruf nun sehingga nun menjadi tasydid dan tetap berbentuk hamzah yang dipermudah.

Dan untuk ulama besar Muhammad bin Abdul Qadir Al-Yamani: Wahai penyair yang melampaui para penyair dalam perkataannya, menampakkan kepada kami mutiara-mutiara dari sajak syairnya Engkau menghiburku ketika menggambarkan huruf qaf yang diikuti oleh huruf ha, waw, dan ha setelahnya adalah tulisan Engkau membuktikan dalam penggambarannya deskripsi yang cukup dalam kertas putih, bahkan telah menyembuhkan dan menyingkap kekeruhan dari hatiku Sesungguhnya ia adalah kekuatan, jika huruf ha-nya dihilangkan, ini menunjukkan orang yang membaca di antara manusia Oleh karena itu sesuai dalam penyebutanmu dengan nama “qowi” (kuat), yang sesuai jumlahnya, maka hitunglah dan pertimbangkanlah Dengan qaf-nya menguatkan anggota badan setiap pemuda, dan ha-nya untuk petunjuk dan wawnya darinya mengalir Di antara manusia adalah kesetiaan dan ha terakhirnya adalah pemberian dan rahasia ini telah tampak Maka minumlah dengan nikmat, karena tidak ada kekurangan dalam hal itu, sama sekali tidak, dan tidak ada larangan yang ditakuti bahayanya

Dan untuk guru Abu Al-Mawahib Al-Bakri: Wahai hari Bulaq dan kesenangan di dalamnya, seperti hari bulan sabit di bulan Syawal Dan Sungai Nil mengalir ke selatan dan tidak ada yang menghalangi kecuali angin utara yang sepoi-sepoi Wahai yang mengharuskan Sungai Nil apa yang membelenggunya padahal ia bebas mengalir Dan kopi yang matang seperti misk dan tidak mengherankan karena di dalam cangkir ada bentuk kijang Gelembung-gelembungnya di atasnya mencegah larinya maka ia adalah jaring mutiara Mengedarkannya wanita langsing yang ramping, seorang gadis yang berlenggak-lenggok dengan jubah bermanja-manja Hampir saja hajinya orang yang didatanginya hilang karena dentingan gelang-gelang itu Dengan dahi atau rambut yang tersebar, pikiran kami terbagi antara petunjuk dan kesesatan Ia berkata kepada matahari ketika muncul: ciumlah, karena engkau hanyalah bayangan

Berkata Syihab Al-Khafaji: bait tentang kijang adalah termasuk sihir yang halal dan ia adalah bait inti dari qasidah. Ia berkata: dan aku telah berkata dalam maknanya: Aku berkata ketika kopi diedarkan di majlisku, dan pagi itu aku senang dengan tegukan paginya Apakah ini gambar kijang di cangkir kopi, ketika disajikan kepadaku oleh pelayan yang tampan Ataukah kijang sungguhan yang terjatuh di dalamnya sehingga darah misk yang harum itu mengalir dan berbau harum

Dan untuk sebagian mereka: Tidak ada yang mencerna makanan selain kopi, maka dekatkan ia kepada kami dan mendekatlah Dan jangan takut akan dosa dalam meminumnya, karena Allah telah berfirman: Makanlah dan minumlah (QS. Al-Baqarah 2:187 atau QS. Al-Maidah 5:88 atau QS. Al-A’raf 7:31)

Dan untuk Al-Hamam Al-Inayati: Kopi yang tidak ada sakit kepala di dalamnya, bahkan ada di dalamnya penghilang sakit kepala yang menenangkan Dijaga di Cina misknya maka mengingatkan madu dalam putihnya gigi yang bersinar Malam pertemuan di pagi perjumpaan dengan kekasih, nikmat darinya tegukan malam dan paginya

Dan untuk fadhil Musthafa bin Al-Dimdi Al-Yamani yang membuat teka-teki tentangnya dan mengirimkannya kepada Sayyid Shalah bin Ahmad Asy-Syarafi: Seorang budak perempuan hitam jika ia terbit, orang-orang yang mulia dan berakal menciumnya Jika seorang pencinta menginginkan kezaliman dari kekasihnya, maka keseluruhannya adalah kezaliman yang diinginkan demi umurku Jika dingin isi perutnya, ia bertahan lama, dan jika ia menjadi demam, nikmat tuangannya Dan jika disebutkan asal-usul kekasih yang baik untuk mereka berbangga, maka lemparan ke hati adalah asalnya Dan jika diberi minum seteguk susu murni, maka uban akan cepat datang dan tubuhnya memutih

Maka dijawab oleh Sayyid Shalah yang disebutkan: Jika engkau ingin memecahkan teka-tekinya maka sesungguhnya ia adalah yang pertama kali dihidangkan kepada para tamu yang berakal Jika mereka menghilangkan fa dari anaknya dan memotongnya, maka itulah sesuatu yang enak rasanya dan diinginkan

Dan untuk sastrawan Abdul Baqi yang dikenal dengan Ibnu As-Samman, pembuka qasidah: Dengan membuka gadis perawan dan meminum yang tua, sebagian orang mengusir dingin usia tua Dan kami adalah kaum yang tidak punya kekayaan, dan tidak melihat dalam syariat apa yang tidak diperbolehkan Kopi kami adalah kopi biji yang suci, mengembalikan hari-hari muda untuk orang tua Dan kami punya tungku bara api yang telah mengembalikan panas musim panas di bulan Kanun (musim dingin) menjadi bulan Tammuz (musim panas)

Dan untuk Abu Al-Fath Al-Maliki dengan menyertakan syair: Kopi anggur berkata kepada kami ketika melihat kedudukan kopi biji yang tinggi di antara manusia Tidak mengherankan jika masa menurunkan kedudukanku untuk mengangkat kedudukannya, (aku punya teladan dengan turunnya matahari dari Saturnus)

Dan untuk sastrawan Abu Bakar Al-Asfuri tentang kopi yang cangkirnya kuning: Hitam seperti misk bukan seperti tembaga, dan cangkirnya yang kuning seperti kunyit Membawa kegembiraan setelah kegembiraan, hadir seperti hadirnya Saturnus di Matahari

Dan untuk fadhil Muhammad bin Ar-Rumi juga menyertakan syair: Kopi merah telah berkata dan berbangga, berapa banyak kalung yang dimiliki raja-raja zaman pertama Dan kopi hitam jika kedudukanku naik atasku, (aku punya teladan dengan turunnya matahari dari Saturnus)

Dan ia juga berkata: Aku mendengar lisan keadaan dari kopi Tala berkata: kemari dan dengarkanlah nash beritaku Dengan namaku dinamakan kopi biji di khalayak, tetapi ia tidak meniru pelipis minumanku Barangsiapa mendustakannya, Allah telah menghitamkan wajahnya, dan menyiksanya setelah penghinaan dengan api

Dan untuk sebagian mereka juga seperti itu: Kopi biji disebut dengan anak anggur menyerupainya Ia berdusta dalam perkataannya, Allah menghitamkan wajahnya

Dan untuk sastrawan Husain Al-Jazari Al-Halabi: Siramkan kepadaku kopi biji, dan campurkan kopi dengan kayu gaharu Karena ia untuk penyakit kuning dan dahak menghapuskan dan ia hitam

Dan untuk guru Muhammad Al-Bakri dan dinisbatkan kepada sastrawan Muhammad Mamai Ar-Rumi: Aku adalah yang dicintai yang berkulit coklat, dan aku muncul di cangkir-cangkir Dan kayu gaharu adalah wangi bagiku, dan penyebutanku tersebar di Cina

Dan untuk yang fasih berbicara Ahmad Al-Madani yang dikenal dengan Al-Yatim yang diperkecil: Demi Allah, kopi yang sempurna tampak kepada kami di putihnya barang Cina yang nikmat minumannya Seakan-akan ia adalah bola mata yang dikohli dan asapnya di atasnya adalah bulu matanya

Dan untuk sastrawan Sadr Ad-Din: Cangkir kopi orang tampan ini dan matanya yang dikohli, akal-akal bingung di antara keduanya Kehitamannya seperti kehitamannya dan keputihannya seperti keputihannya dan asapnya adalah bulu matanya

Dan untuk sastrawan Ibrahim Al-Maballith: Wahai yang mencela kehitaman kopi kami yang di dalamnya ada kesembuhan jiwa dari penyakitnya Tidakkah engkau melihatnya dan ia di dalam cangkirnya meniru kehitaman mata di atas keputihannya

Dan ia juga berkata: Pencela berkata kepadaku kopi biji pahit, dan tegukan air manis tidak ada yang sepertinya Maka aku berkata: meskipun engkau mencela kepahitannya, aku telah memilihnya maka pilihlah untuk dirimu apa yang manis

Dan ia berkata: Aku melihat kopi biji di zaman kami, orang-orang telah bersepakat untuk meminumnya Dan menjadi kebiasaan untuk meminumnya, maka ia tidak berbahaya dan tidak bermanfaat

Dan untuk sebagian mereka: Minumlah dengan nikmat kopi biji yang manis bersama saudara-saudara dan teman-teman Hitam di dalam yang putih di cangkirnya, meniru kehitaman mata manusia

Dan untuk Syihabuddin Ahmad Asy-Syinqithi dengan menyertakan syair: Mereka mencintai anak biji dan mencintainya, karena kelembutan dan kehalusannya Tuhan akal dan ayahnya Sejak ia memimpin ambar dengan warna ia melantunkan: jangan panggil aku kecuali dengan ya budaknya

Dan untuk An-Najm Al-Ghazi: Minumlah dari kopi dua sha’ (takaran), meskipun dikeluarkan kertas dan uang Hitam di putih cangkirnya, seakan-akan ia adalah manusia dari mata

Dan untuk Al-Badi’i dengan menyertakan syair: Kami mengumpulkan dua kopi, biji dan anggur, untuk kami ketahui siapa yang punya kebanggaan yang tetap Maka kopi biji berkata: minumlah aku kapan saja kalian mau, karena denganku dilupakan minuman keras Maka ia membaca sambil tertawa gelas minuman keras: (pembicaraan malam dihapus oleh siang)

Dan untuk sebagian mereka: Ia menyiramkan kepadaku kopi di kegelapan malam, dan di tangannya ada pacar seperti tinta Maka kopi kami dan telapak tangannya dan malam, kehitaman dalam kehitaman dalam kehitaman

Dan untuk sebagian mereka: Kopi seperti minyak kesturi keindahannya, melampaui dengan kebaikan atas anak anggur Tidak mengetahui keindahannya kecuali seorang laki-laki di malam-malam yang melazimi kitab-kitab

Dan berkata sastrawan Asy-Syahini Ad-Dimasyqi: Dan kopi seperti ambar yang lembut, hitam seperti bola mata sang kekasih Datang seperti misk yang harum yang murni, aku menyerupakannya dalam rasa dengan minuman surga Mendekatkan teman dari cinta teman, dan mengikat kasih sayang dengan sahabat Maka tidak kehilangan campurannya dengan air liur

Dan ia berkata lebih memilih es darinya di musim panas: Aku mencukupkan diri dengan es dari yang hitam pekat dari kopi yang tidak ada di zaman-zaman pertama Dan aku berkata ketika temanku mencercaku: dalam terbitnya matahari apa yang mencukupkanmu dari Saturnus

Dan untuk yang lain: Kirimkan kepada kami kopi untuk kami padamkan dengannya bara kemalasan Karena sesungguhnya ia lebih manis dari manna dan dari rasa madu

Dan untuk yang lain: Nishab (batas minimal) kopi biji adalah dua cangkir kata mereka, dan di bulan Ramadan tidak ada nishab untuknya

Dan untuk yang lain: Kopi kami coklat, kami meminumnya dengan niat

Dan untuk Amir Muhammad bin Manjak rahimahullah: Kemurahan hati telah mati dan anggota-anggotanya tercabik-cabik, dan tempat-tempatnya yang biasa menjadi sarang burung hantu Dan kedekitan yang dahulu kami ridhai seandainya ia kedekitan tanpa mudarat atau bahaya Pemberian orang besar kami kepada kami adalah kopi yang menyerupai botol berbekam

Dan berkata fadhil Al-Hariri, mufti Hamah, lebih mengutamakan kopi dari teh: Kesinilah kopi ekstrak biji yang pahit rasanya, menghilangkan tidur dariku Sesungguhnya tidur pada hakikatnya adalah kematian, apakah ada orang yang mencintai kematian dan ia orang yang senang Dan siramkan ia kepadaku dengan kapulaga yang harum darinya wanginya di atas wanginya dan dekatlah kepadaku Dengan cangkir-cangkir buatan Cina, di dalamnya dari keindahan ukiran adalah seni yang paling mengagumkan Karena ia setelah makanan adalah hal yang paling menyenangkan yang diteguk manusia ketika beristirahat Dan ia di sisi orang-orang mulia adalah perkara pertama yang diminta para tamu tanpa penundaan Mengumpulkan orang-orang mengelilinginya dalam lingkaran-lingkaran, di mana pemukulnya dengan pukulan bernyanyi Setiap rumah yang ditumbuk di dalamnya engkau melihatnya sebagai tempat para tamu seperti Ka’bah keamanan Berapa banyak dengannya wajah-wajah memutih dengan pembacaan, padahal ia hitam pekat yang berminyak Orang-orang berbicara bahwa mereka meminumnya di rumah Zaid seperti pemberian dan hadiah Ma’n Di mana darinya teh yang mereka sebutkan, maka dari teh wahai saudaraku yang berselera, tinggalkan aku

 

 

BAB KETIGA: TENTANG ROKOK

Dan di dalamnya terdapat tujuh pasal

Pasal Pertama Tentang Namanya, Kepopulerannya, Dan Asalnya

Disebutkan dalam kitab Al-Umdah: Tembakau terkenal di negeri kita dengan sebutan ad-dukhan (rokok) dan at-tatin, dan di antara jenisnya adalah tumbakau (tanbak). Ia adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika, kemudian dibudidayakan di Asia dan sebagian besar Eropa. Jenis yang paling bagus saat ini adalah yang berasal dari Syam (Suriah), dan telah banyak dibudidayakan di Mesir, namun kualitasnya lebih rendah daripada tembakau Syam. Ketika orang-orang Andalusia pertama kali masuk ke Amerika, mereka menemukan tembakau di sekitar kota yang bernama Tabajo dengan huruf jim seperti yang tertulis dalam buku-buku geografi, bukan dengan huruf kaf. Kota tersebut adalah salah satu pulau Antille, maka mereka menamainya sesuai nama kota tersebut. Dari sinilah orang-orang Eropa mengambil nama “tabak”. Suku-suku kita menyebutnya “at-tibgh”, dan namanya di negeri Sudan juga demikian. Sedangkan penduduk kota Baiton (dengan fathah pada ba’ bermahraj bibir) menyebutnya dengan nama tersebut. Selesai.

Pasal Kedua Tentang Sejarah Kemunculannya

Imam Al-Bakri rahimahullah berkata dalam membuat tarikh (penanggalan) terjadinya:

Ia berkata: “Tinggalkan rokok dan jawablah aku

Apakah ada isyaratnya dalam kitab kita?”

Aku menjawab: “Kitab tidak melalaikan sesuatu pun”

Kemudian aku membuat tarikh: (Yauma ta’ti as-sama’) “Pada hari datangnya langit” (QS. Ad-Dukhan 44:10)

 

 

Tahun 1000 Hijriah

Dan ini termasuk jenis iktifa’, yaitu dengan asap (dukhan). Disebutkan dalam Al-Umdah: Pada awalnya tembakau tidaklah dianggap penting kecuali sebagai tanaman yang memiliki khasiat obat. Adapun penggunaan serbuknya sebagai tembakau hirup (yaitu memasukkannya ke dalam lubang hidung), maka hal itu tidak menyebar kecuali setelah beberapa waktu dibawa ke Eropa. Mereka menganggap penggunaan tersebut sebagai bid’ah yang berbahaya. Para pemimpin mereka berdiri untuk menentang siapa saja yang menggunakan tembakau dengan cara apa pun. Sebagian besar raja-raja Eropa, Persia, dan Turki berjalan di atas larangan ini, dan mereka sangat keras dalam mencegahnya hingga mereka mengancam akan memotong hidung orang yang menggunakannya, bahkan membunuhnya. Namun meskipun demikian, para pedagang tidak berhenti memasukkannya ke dalam perdagangan dan para penggunanya tidak menghentikannya.

Orang pertama yang melihat manfaat yang dapat diperoleh darinya bagi kerajaan adalah penguasa Prancis, maka ia mengizinkan memasukkannya ke negerinya, tetapi menetapkan bea cukai yang sangat besar sehingga menjadi cabang pemasukan yang besar. Saat itulah penggunaannya menyebar dengan cepat. Para raja Eropa lainnya melihat keuntungan yang dapat diperoleh darinya, maka mereka pun mengizinkan memasukkannya ke negeri mereka. Tembakau bertahan dalam waktu yang lama sebagai salah satu cabang perdagangan penting antara Amerika Selatan dan Eropa. Orang-orang Eropa kemudian berusaha membudidayakannya di tempat-tempat yang sesuai dengannya, maka penyebaran budidayanya meluas di semua wilayah dan menjadi ada juga di luar Eropa.

Pasal Ketiga Tentang Alat-Alat Penggunaannya

Sebagian ulama berkata: Alat-alat merokok ada tiga macam: pipa (qashabah), cerutu (sigarah), dan shisha/hookah (argila). Adapun cerutu, maka ia paling berbahaya di antara yang lainnya karena asapnya sampai ke mulut dan paru-paru dalam keadaan panas dan jenuh dengan nikotin yang beracun, terutama bagian yang kecil/tipis darinya karena di sana terkumpul nikotin dalam jumlah yang sangat banyak.

Sebagian lainnya berkata: Tembakau dihisap dengan sawakar (sejenis cerutu), sigaret, dan pipa (ghalayain). Sawakar adalah yang dilinting dengan daun tembakau itu sendiri, dan ini sangat berbahaya karena bersentuhan langsung dengan bibir ketika merokok sehingga merangsangnya. Bahayanya berkurang dengan meletakkannya dalam pemegang (biz/filter). Pemegang terbaik adalah yang terbuat dari bambu atau kayu karena keduanya menyerap sebagian zat beracun dari asap. Yang paling buruk adalah yang terbuat dari logam, amber, mutiara, kaca, atau tulang.

Sebagian lainnya berkata: Sesungguhnya orang-orang yang merokok banyak cerutu merasakan tekanan pada sisi kiri dan berdebar-debar jantung. Kebanyakan penyakit jantung terjadi akibat merokok karena menelan asap. Menelan asap adalah kebiasaan yang berbahaya yang harus dihentikan. Harus ada sirkulasi udara di ruang merokok dari waktu ke waktu agar udaranya tetap bersih. Demikian pula, perokok harus selalu membersihkan mulutnya dan membiasakan diri untuk mencuci mulut dan giginya setiap ada kesempatan, serta berkumur setiap pagi dengan air hangat yang diberi wewangian dengan sesuatu dari jenis-jenis parfum. Selesai ringkasannya.

Pasal Keempat Tentang Bahaya-Bahaya Merokok

Disebutkan dalam Al-Umdah: Bahaya-bahaya tanaman ini sudah terbukti dengan pengamatan-pengamatan yang banyak dari orang-orang yang berlebihan dalam menggunakannya sehingga mereka terkena stroke, pendarahan wasir, dan kejang-kejang. Bahkan hal itu terjadi karena tidur di tempat yang telah ditumbuk di dalamnya tembakau dalam jumlah besar. Katanya: Orang-orang yang berlebihan dalam menggunakan tembakau yang panas, kuat, dan keras seperti tembakau Spanyol, mereka selalu berada dalam keadaan kelemahan mental yang terus-menerus seperti setengah stroke. Sebagian mereka menjadi kurus dan lemah karena banyaknya air liur, dan inilah yang diharamkan penggunaannya secara medis dan syariat. Tidak ada yang menggunakannya kecuali orang yang kurang beradab seperti pelaut dan tentara. Ia dapat membuat orang yang tidak terbiasa menjadi mati rasa, terutama orang-orang yang sensitif, wanita, dan anak-anak, serta membuat mereka rentan terhadap kelemahan yang menyerupai penyakit TBC.

Sebagian lainnya berkata: Telah ditemukan melalui percobaan bahwa dalam asap tembakau terdapat sejumlah asam karbonat. Asam karbonat adalah racun karena ia adalah zat karbon beracun yang mencekik orang yang menghirupnya.

Sebagian lainnya berkata: Terbukti melalui pengamatan bahwa orang-orang yang bekerja dengan tembakau rentan terhadap pelebaran pupil mata dan penyakit saraf pada jantung yang sampai melalui refleks ke pembuluh darah dan urat, sehingga mengakibatkan sesak napas, penyakit dada, batuk, pusing, nyeri saraf pada perut, dan kekakuan pada anggota tubuh. Keracunan lambat oleh tembakau biasanya terjadi setelah lewat sepuluh tahun. Hal ini terlihat pada orang-orang yang berlebihan dalam merokoknya. Gejalanya adalah bertambahnya detak jantung yang hilang dengan berhenti merokok, kemudian detak itu kembali ketika kembali merokok. Kondisi gangguan jantung ini mendekati gangguan yang terdengar pada peradangan perikardium (selaput di dalam dada). Selesai.

Juga telah diamati terjadinya perubahan lemak pada jantung, hilangnya nafsu makan, timbulnya nyeri saraf, insomnia, hilangnya daya ingat, dan kelemahan penglihatan. Dari yang disebutkan dapat disimpulkan bahwa bahaya tembakau sangat banyak dan bahayanya sangat besar. Ia adalah racun yang lambat dan zat aktifnya adalah salah satu racun nabati yang paling kuat dan paling keras, karena dua tetes darinya dapat membunuh anjing berukuran sedang dalam beberapa menit. Sesungguhnya orang-orang yang berlebihan dalam merokok tembakau rentan terhadap penyakit mata, lambung, dada, dan jantung, di samping pengaruhnya pada sistem saraf mereka dan timbulnya pusing, insomnia, gemetar, dan sebagainya. Ia juga sama sekali tidak memiliki manfaat, dan karena itu orang tidak dapat menahan penyesalan karena banyaknya perokok dari kalangan wanita, pria, dan anak-anak.

Sebagian lainnya berkata: Sesungguhnya penggunaan tembakau dalam beberapa kondisi bermanfaat karena ia meredakan gejolak jiwa dan memberikan kenyamanan kepada manusia dari kelelahan mental dan fisik. Ia berkata: Sesungguhnya pekerja yang telah menghabiskan tenaga fisiknya dengan pekerjaan berat sepanjang hari, di sore hari menemukan dalam pipanya sejenis kenyamanan dan pengganti atas tenaga alaminya yang hilang. Demikian pula ulama yang seharian mendalami masalah-masalah yang rumit dan punggungnya membungkuk serta dadanya sempit karena menulis dan mengarang, menemukan kenyamanan di bawah awan biru pipanya. Musafir yang mengarungi lautan dan melintasi padang pasir menemukan dalam asap pipanya sesuatu yang menolak bahaya udara yang rusak, uap beracun, dan air yang berbeda-beda. Demikian dalam risalah Kasyfu an-Niqab.

Telah disebutkan oleh pengarang Ad-Durar al-Bahiyyah fi at-Tadzkirah ath-Thibbiyyah dalam pembahasan zat-zat narkotika, ia berkata: Orang-orang yang minum rokok akan mengalami air liur berlebih, pusing, kadang-kadang muntah, dan diare ringan pada awalnya, kemudian mereka terbiasa dengannya. Gigi mereka menjadi kotor, nafsu makan mereka hilang, dan pencernaan mereka menjadi sulit. Kemudian ia berkata: Kesimpulannya, penggunaan tembakau berbahaya bagi kesehatan. Selesai.

Dalam kitab Mir’atul Barahin fi Madharri an-Nasyuq wat-Tadkhin (Cermin Bukti-Bukti tentang Bahaya Tembakau Hirup dan Merokok): Sesungguhnya di antara bahaya terbesar tembakau adalah ia melemahkan kekuatan indera dan mengurangi nafsu makan. Panasnya membangkitkan darah pada bibir sehingga membuat warnanya merah, maka tampak padanya kekeringan yang disertai bengkak dan pembengkakan. Di antara bahayanya adalah hilangnya kilau gigi sehingga warnanya menjadi kuning kehitaman atau kehijauan, kemudian rusaknya gigi dan butuhnya pencabutan, sehingga hilanglah kelezatan makanan. Dari bahayanya adalah perokok terkena penyakit radang kerongkongan sehingga tidak dapat menelan makanan, dan radang amandel yang menyebabkan bahaya yang sama.

Di antara bahaya terbesar adalah terkena kanker. Kanker adalah tumor yang timbul di luar atau di dalam tubuh dan berujung pada luka-luka yang biasanya kambuh lagi meskipun telah sembuh dalam waktu yang lama.

Di antara bahaya tembakau adalah sesak dada dan penyumbatan saluran darah, sehingga orang yang terkena keduanya merasakan kegelisahan yang sangat besar dan jiwanya membisikkan bahwa kematiannya sudah dekat secara tiba-tiba. Kegelisahan ini biasanya berlangsung sekitar setengah jam, kemudian terputus, lalu kembali lagi. Betapa indahnya apa yang dikatakan oleh sastrawan yang mulia Sayyid Umar al-Ansi al-Bairuti rahimahullah:

Celaka bagi shisha tembakau yang aku gemar padanya

Sejak zaman Thahmaz, ia adalah perangkap kerusakan

Isapannya membangkitkan dahak yang tersembunyi

Dan menjadikan timah dari dada pemuda menjadi perangkap

Di antara bahayanya adalah lemahnya penglihatan dan keruhnya kejernihan mata karena rangsangan saraf. Sebagian dokter memastikan bahwa merokok mengakibatkan bagi pelakunya rabun jauh (miopi).

Dari bahayanya adalah terkena amaurosis, yaitu hilangnya kemampuan melihat dengan tetap utuhnya bentuk mata sebagaimana adanya.

Telah dipastikan bahwa meletakkan daun rokok pada tubuh dalam waktu tertentu cukup untuk menimbulkan bahaya yang penting.

Telah diceritakan bahwa seorang laki-laki ingin mencuri sejumlah tembakau, lalu menyembunyikannya di antara pakaian dan tubuhnya. Setelah rencananya berhasil, ia merasakan sakit-sakit yang menunjukkan adanya keracunan.

Sebagian dokter berkata: Hendaklah orang-orang melihat wabah ini dan penyebarannya di dunia. Wabah apa yang lebih menyebar darinya? Zat apa yang membakar uang dan menjadikannya asap secara nyata? Zat apa yang mengandung racun yang lebih mematikan dari racunnya? Mereka memperkirakan hasil rokok di dunia adalah 400 juta kilogram, dan yang merokok adalah 800 juta orang, maka setiap orang mendapat setiap hari 2 miligram nikotin. Rokok mengandung zat alkali yang merupakan zat aktifnya yang disebut nikotin, dan ia termasuk racun yang paling kuat. Kadar racun ini berbeda di dalamnya menurut jenis rokok dan cara pembuatannya. Yang paling kuat adalah rokok Prancis karena mengandung 8 sampai 9 persen dari racun ini. Yang rendah lebih kuat dari yang bagus karena cara pembuatannya tidak baik. Adapun rokok timur, ia mengandung 2 sampai 3 persen, sehingga lebih sedikit bahayanya daripada rokok Prancis. Racun yang disebutkan menimbulkan bahaya yang besar pada tubuh.

Dalam kalender-kalender kesehatan di bawah judul “Kebiasaan” disebutkan: Kebiasaan adalah kebutuhan yang timbul oleh kehendak pada awalnya, kemudian menguasai seseorang sehingga tidak mungkin meninggalkannya. Sumbernya adalah pandangan pikiran yang menganggap baik sesuatu dan ketertarikan jiwa kepadanya untuk suatu tujuan dari tujuan-tujuan, maka seseorang melakukannya satu kali dan mengulanginya lagi hingga ia terbiasa dan menjadi kebiasaan baginya. Kemudian berpindah hanya karena meniru dan mengikuti jejak orang-orang sebelumnya tanpa kesadaran dan tanpa mengingat apakah sesuatu itu baik atau buruk pada dirinya sendiri. Itu adalah pembenaran firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami mengikuti jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf 43:23)

Kebiasaan itu ada yang bermanfaat seperti keteraturan makan dan minum pada waktu tertentu, jalan-jalan dan istirahat setelah makan, dan mandi air dingin di pagi hari. Ada pula yang sangat berbahaya, menimbulkan penyakit dengan sendirinya atau menjadi sebab baginya. Di antaranya adalah merokok tembakau, karena ia sangat berbahaya bagi tubuh. Dalam kitab Ash-Shihhah fil-Madaris (Kesehatan di Sekolah-Sekolah) disebutkan…

Pengaruh pada Tubuh Melalui Analisis

Ditemukan bahwa tembakau mengandung zat aktif yang disebut tembakain atau nikotin yang merupakan salah satu racun paling berbahaya, dan mengandung zat pahit yang pedas. Saat dibakar, tembakau mengeluarkan sejumlah besar asam karbonat.

Pengaruh pada Mulut dan Lambung

Dengan merokok, zat aktif di dalamnya merangsang selaput lendir mulut sehingga menyebabkan radang lidah, luka tenggorokan, radang amandel, mengganggu produksi air liur, menguningkan gigi, dan membuat gigi mudah berlubang. Ketika air liur yang mengandung zat aktif tersebut tertelan, tembakain mempengaruhi lapisan otot lambung sehingga melumpuhkannya secara sebagian, akibatnya lambung tidak dapat menjalankan fungsi pencernaannya seperti biasa. Zat pahit yang pedas mempengaruhi selaput lendir lambung dan mengganggu sekresi enzim pencernaan yang tanpanya pencernaan tidak dapat berlangsung. Air liur yang bercampur dengan zat-zat pedas tersebut tetap berada di lambung dan menjadi penyebab sakit perut saat merokok.

Adapun pengaruhnya terhadap dada, cukup bagi kita untuk menyebutkan statistik (Lembaga Tuberkulosis) di Blonder tahun 1892 yang menyatakan bahwa dari 301 orang yang terkena tuberkulosis, 215 orang di antaranya adalah perokok, dan dari 464 orang yang menderita penyakit paru-paru, ditemukan 281 orang adalah perokok. Ini adalah bukti yang cukup bahwa rokok mempersiapkan organ-organ dada untuk menerima berbagai penyakit sebagai akibat dari melemahnya organ-organ tersebut.

Pengaruh pada Darah

Rokok melarutkan sebagian sel darah merah dan mengubah bentuk sebagian lainnya, serta menghilangkan banyak daya tarik sel darah terhadap oksigen.

Pengaruh pada Sekresi Tubuh

Nikotin melalui peredaran darah lebih cepat dari lima detik dan dikeluarkan terutama melalui ginjal, dan sebagian kecil melalui keringat. Hal ini merangsang ginjal dan membuatnya rentan terhadap penyakit, serta menyebabkan kulit rentan terhadap penyakit kulit.

Pengaruh pada Sistem Saraf dan Otot

Rokok menyebabkan gangguan dan kelesuan pada saraf, gemetar yang hebat pada penglihatan, kelesuan dan goncangan pada otot, dan terkadang menyebabkan impotensi. Demikian pula tembakau hirup dan mengunyah tembakau memiliki bahaya yang sama, karena yang pertama dampaknya sampai ke lambung dan paru-paru, sedangkan yang kedua ke lambung dan dari sana ke darah.

Inilah sebagian akibat dari jenis barang buruk ini. Kami tidak mengira para perokok tidak mengetahui hal-hal ini atau mengingkarinya, tetapi mereka mengatakan bahwa rokok adalah bahan untuk bekerja dan penghilang kesedihan serta pikiran-pikiran lain yang didiktekan oleh kekuatan kebiasaan kepada mereka.

Nasihat untuk Remaja Putri

Kemudian beliau berkata: “Ada nasihat untuk remaja putri, yaitu wajib menjauhi rokok dan asapnya yang tidak sedap, apalagi ikut merokok. Karena di Eropa, negeri kebebasan, mereka menghukum perempuan yang merokok. Sungguh bijaksana dan indah hukuman yang menjaga kecantikan dan memelihara keindahan mereka. Betapa buruknya seorang gadis yang berusaha menghilangkan tanda-tanda kecantikannya. Hendaknya mereka tahu bahwa bahaya merokok pada tubuh mereka lebih berbahaya daripada pada tubuh laki-laki yang lebih kuat otot dan lebih padat jaringannya dibanding mereka, ditambah lagi dengan kerusakan gigi dan bau mulut yang tidak sedap.” Selesai.

Salah seorang sastrawan berkata: “Jika ini adalah bahaya merokok yang nyata, maka sangat pantas bagi para perokok untuk berhenti atau menguranginya. Mereka mungkin mengira hal itu mustahil bagi mereka, padahal anggapan mereka itu hanya karena lemahnya kemauan mereka. Sebab jika seseorang bertekad pada suatu perkara yang dia yakini bermanfaat bagi kesehatannya dan keuangannya (paling tidak), dan dia tahu bahwa untuk mencapainya hanya memerlukan keteguhan dan kesabaran dalam waktu singkat, maka sungguh keliru jika dia mundur darinya dan lemah jika dia mengakui ketidakmampuannya. Karena jika demikian keadaannya dalam menyelesaikan perkara yang penyelesaiannya hanya bergantung pada keinginannya semata, lalu bagaimana keadaannya dalam hal-hal yang memerlukan perjalanan, menghadapi bahaya, dan bekerja keras siang dan malam?”

Saya membaca di salah satu surat kabar mingguan: “Bahwa dokter-dokter Barat memberikan nasihat kepada para perokok sebagai berikut: Jangan merokok setelah bangun tidur dengan perut kosong, jangan sebelum makan, jangan sesudahnya karena rokok adalah musuh pencernaan yang paling buruk, jangan saat bekerja, jangan saat mengendarai kuda atau sepeda, jangan saat berbincang-bincang dan menyampaikan pidato, jangan mengeluarkan asap dari hidung, jangan menelannya sama sekali, cuci mulut setelah merokok, dan jangan membiarkan rokok atau pipa di antara bibir dalam waktu lama. Kemudian mereka berkata di akhir nasihat: Pecahkan pipamu dan bakar tembakau di kandang dan kamar rumah karena asap tembakau mengusir lalat dan serangga lainnya, dan sesungguhnya tembakau tidak memiliki manfaat kecuali satu-satunya manfaat ini.” Selesai.

Salah seorang cendekiawan berkata dalam artikel yang dia buat tentang kesungguhan dalam memberantas kebiasaan buruk: “Sesungguhnya jiwa merasa nyaman dengan meniru dan tergesa-gesa mengikuti, dan jarang ada jiwa yang enggan mengikuti untuk berinovasi. Rahasia dalam semua itu adalah bahwa mengikuti adalah jalan yang mudah yang dapat ditempuh oleh setiap orang, sedangkan berinovasi adalah penyimpangan dari yang biasa yang tidak dihasilkan kecuali oleh kekuatan jiwa dan keberanian hati. Betapa sedikitnya masa yang memberikan orang yang dipandu oleh akal sehatnya dan didorong oleh keberaniannya untuk mengibarkan bendera penentangan terhadap kebiasaan yang sudah mendarah daging pada manusia, meskipun kebiasaan itu merusak kemaslahatan umum, bahkan meskipun mendatangkan malapetaka bagi mereka. Karena dia akan menyendiri sebagai golongan tersendiri, sementara semua orang menjadi satu front menentangnya. Cukuplah ini sebagai alasan mengapa kebiasaan-kebiasaan buruk menguasai masa yang panjang.”

Kemudian dia berkata: “Nargileh (shisha) ini, betapa banyak harta yang telah dihabiskannya, penyakit yang ditimbulkannya, dan perbudakan yang diciptakannya. Seandainya si Zaid mengumpulkan apa yang telah dan sedang dikeluarkan oleh Suriah saja untuk nargileh, dia akan melihat di depan matanya gunung emas. Seandainya si Amr menghitung mereka yang meninggal karena nargileh akibat penyakit dada, maka para korbannya akan tampak sebagai gerombolan yang banyak.

Adapun bahwa nargileh telah memperbudak orang, maka para monopoli tembakau ini tidak mematuhi dalam menetapkan harganya kecuali perintah keserakahan. Mereka menaikkan harga dan memahalkan harganya sesuka mereka, hingga mencapai sembilan puluh kurush per pon. Tidak ada alasan untuk kemahalann yang masuk kategori berlebihan ini kecuali keserakahan para monopolis. Seandainya bencana dari langit menghilangkan setengah hasil panen tembakau, cinta keuntungan tidak akan mencegah pemilik dan pedagangnya untuk menjualnya seharga sembilan puluh kurush per pon. Demikian pula jika jumlah pengguna nargileh berlipat ganda, tembakau tidak akan semahal ini dan harganya tidak akan mencapai batas yang jauh ini, hingga orang-orang yang memiliki harta banyak dan pendapatan yang berlimpah pun mengeluh tentang kemahalann ini, bahkan merintih dari bencana ini dan muak dengan perbudakan ini, bahkan menderita karenanya.

Adakah kekuasaan yang menindas manusia lebih kejam dari kekuasaan kebiasaan yang telah menguasainya? Mana para pejuang kebebasan? Bukankah mereka mampu meninggalkan nargileh sehingga terlepas dari bebannya dan selamat dari bahayanya? Demi syairku, siapakah yang mewajibkan mereka atau memaksa mereka untuk menggunakannya?”

Sepertinya aku mendengar lidah para pengguna nargileh saat aku menulis pertanyaan ini menjawab: “Wahai teman, yang memaksa kami adalah kekuasaan yang menguasai dan kekuatan yang memaksa, yaitu kekuasaan kebiasaan dan kekuatannya. Betapa banyak orang miskin yang berkata: ‘Aku rela duduk tanpa makan daripada duduk tanpa nargileh,’ dan betapa banyak orang yang sakit dada berkata: ‘Lebih baik mati daripada berpisah dengan nargileh.’ Jika niatmu adalah membawa orang untuk meninggalkan kebiasaan itu, seolah-olah kamu telah menargetkan dirimu untuk mengeringkan lautan atau menggelapkan matahari. Mana kekuatanmu dibanding apa yang kamu coba? Mungkin yang membuatmu berani melakukan itu adalah karena kamu belum merasakan kelezatan nargileh yang tidak ada yang lebih manis darinya di pagi hari dan sore hari, setelah makan, terutama di taman-taman saat hembusan musim semi dan tiupan angin sepoi-sepoi. Kamu tidak tertarik untuk mengingat perkataan penyair:

Tinggalkan celaan padaku dan rasakan rasa cinta Jika kamu telah jatuh cinta, barulah setelah itu mencela.”

Ya, sesungguhnya aku yakin seperti yang kamu ketahui dari perkataanku bahwa para pengguna nargileh telah dikuasai oleh kekuatan kebiasaan. Namun, pertimbangan yang baik terhadap akibat buruk telah membuat sebagian tokoh terkenal yang kecanduan nargileh melihat dengan jelas, lalu mereka menyapih diri mereka darinya dan mengganti kekurusan dengan kegemukan, pucat dengan kesegaran. Bahkan para orang tua di antara mereka setelah meninggalkan nargileh menikmati kesehatan dan kesegaran yang tidak pernah mereka nikmati di masa muda mereka. Selesai (diringkas).

Fakta Menarik

Dalam beberapa majalah ilmiah, terdapat dua pertanyaan tentang topik ini beserta jawabannya:

Pertanyaan Pertama: Bahwa kebanyakan perokok menderita batuk dan pada sebagian mereka batuk semakin parah di pagi hari, diikuti dengan dahak yang disertai lendir. Apakah lendir ini disebabkan oleh merokok ataukah ini adalah sesuatu yang sudah ada dan merokok bermanfaat bagi manusia dengan mengeluarkannya?

Jawabannya: Dari yang diketahui bahwa merokok kadang-kadang menyebabkan pilek di dada dan peradangan pada selaput lendir tenggorokan, dan hal itu menyebabkan pengeluaran lendir. Pengeluaran lendir adalah tindakan hayati untuk menolak bahaya benda asing dari tubuh. Apabila jatuh pada selaput lendir benda kecil yang asing yang merangsangnya, maka akan keluar lendir untuk membungkusnya dan mencegah bahayanya. Maka pengeluaran lendir adalah tindakan paksa untuk menolak bahaya dari tubuh.

Pertanyaan Kedua: Puntung rokok ketika dibuang dan masih menyala, dari asapnya keluar bau busuk yang tidak tertahankan bahkan oleh para perokok sendiri, padahal ketika rokok masih di tangan mereka sebelum dibuang tidak memiliki bau seperti itu. Apa penyebabnya?

Jawabannya: Bahwa sebagian besar nikotin dan bahan-bahan sejenisnya yang keluar darinya saat menyala berkumpul di puntungnya. Sehingga ketika api sampai ke sana dan tidak ada lagi tempat berkumpul yang lain, ia naik ke udara. Adapun mengenai intensitas bau ketika puntung dibuang ke tanah, jika itu benar, penyebabnya adalah pembakaran lambat meningkatkan pembentukan beberapa gas, sedangkan pembakaran cepat membakar gas-gas tersebut sehingga baunya tidak muncul.

Dalam kitab Adab al-Fata disebutkan: Semua perokok mengeluhkannya dan keluhan tentang dampak buruknya terhadap kesehatan mereka serta tingginya biaya yang dikeluarkan, dan mereka ingin dari lubuk hati mereka untuk meninggalkannya. Mereka heran bahwa para dokter yang telah menemukan obat untuk setiap penyakit dan telah menghasilkan hal-hal yang menakjubkan dan aneh, tidak dapat menemukan obat yang mencegah racun mematikan ini. Namun yang mengherankan adalah dari mereka sendiri, karena mereka mengetahui bahaya rokok namun tetap membelinya. Cara terbaik untuk meninggalkan rokok dan terbebas dari bahayanya adalah tekad yang sungguh-sungguh untuk meninggalkannya dan tidak membelinya sama sekali. Dan Allah Yang Maha Memberi taufik. Selesai.

Di antara cerita jenaka yang diriwayatkan oleh surat kabar mingguan adalah bahwa beberapa orang Eropa mendarat di sebuah pulau dari pulau-pulau kanibal. Penduduk pulau menyerang mereka dan membelenggu mereka untuk dijadikan jamuan. Ketika mereka mulai memakan orang pertama dari mereka dan merasakan dagingnya, mereka menemukan dagingnya pahit dan menjijikkan karena dia merokok tembakau. Oleh karena itu, mereka membebaskan teman-temannya karena tidak ada harapan untuk memanfaatkan daging mereka. Mungkin apa yang kami sampaikan ini cukup meyakinkan bagi para perokok untuk meninggalkan kebiasaan merokok.

 

 

BAB KELIMA

Tentang Bahaya Menghirup dan Mengunyah Tembakau

Disebutkan dalam kitab al-Umdah: Adapun menghirup tembakau melalui hidung (nashūq), para penggunanya mengatakan bahwa ia dapat menghilangkan beberapa penyakit seperti migrain, sakit kepala, sakit gigi, kebingungan, kecenderungan mengantuk dan sejenisnya. Namun yang sering terjadi adalah penggunaannya hanya untuk iseng dan hiburan. Mereka mengklaim bahwa nashūq menyebabkan pertumbuhan daging di hidung dan tenggorokan yang mengganggu pernapasan. Yang pasti adalah bahwa ia menghilangkan kepekaan selaput lendir dan menyebabkan kekeringan di dalamnya.

Disebutkan dalam kitab al-Mir’ah: Di antara hal yang sama dengan merokok dalam mendatangkan bahaya bagi manusia adalah nashūq (tembakau hirup). Meskipun bahayanya lebih sedikit dibandingkan merokok, namun sebagian orang tidak boleh karena alasan itu memilih menghirup sebagai pengganti merokok.

 

Facebook Comments Box

Penulis : Syaikh Muhammad Jamaluddin Al-Qasimi

Editor : Muhammad Abid Hadlori S,Ag.,Lc.

Artikel Terjkait

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT
Kewajiban Mentaati Rasul dan Meninggalkan Semua Perkataan (yang Bertentangan) dan Mengutamakan Perkataannya
Kewajiban Menjaga Waktu Dan Larangan Menyia-nyiakannya Pada Perkata Yang Tidak Bermanfaat
Kewajiban dan Keutamaan Taubat
Keutamaan Tauhid
Keutamaan Puasa Sunnah
Keutamaan Puasa Asyura (Yaitu hari kesepuluh dari bulan Muharram)
Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Menyeru Manusia kepada Kebaikan
Berita ini 0 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:47 WIB

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:42 WIB

Kewajiban Mentaati Rasul dan Meninggalkan Semua Perkataan (yang Bertentangan) dan Mengutamakan Perkataannya

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:42 WIB

Kewajiban Menjaga Waktu Dan Larangan Menyia-nyiakannya Pada Perkata Yang Tidak Bermanfaat

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:41 WIB

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:40 WIB

Keutamaan Puasa Sunnah

Artikel Terbaru

Akidah

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:47 WIB

Fatwa Ulama

Akibat Dosa Menyebabkan Bencana Alam – Faedah 10

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:45 WIB

Dakwah

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:41 WIB