🟢 Allah Ta’ala berfirman:
{ مَّا یَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَیۡهِ رَقِیبٌ عَتِیدࣱ }
_”Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat (Raqib dan ‘Atid) yang selalu siap (mencatat).”_ (QS. Qaf: 18)
🟤 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَعَدَ مَقْعَداً لَمْ يَذْكُر الله تَعَالَى فِيهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ ، وَمَنْ اضْطَجَعَ مَضْجَعَاً لاَ يَذْكُرُ الله تَعَالَى فِيهِ كَانَتْ عَلَيْهِ مِنَ اللهِ تِرَةٌ
_”Barangsiapa yang duduk di suatu majelis yang di dalamnya ia tidak menyebut nama Allah, maka majelis itu akan menjadi *TIRAH*(kerugian dan penyesalan) baginya di sisi Allah. Dan barangsiapa yang berbaring (di suatu tempat) yang di dalamnya ia tidak menyebut nama Allah, maka hal itu akan menjadi penyesalan baginya di sisi Allah.”_ [HR. Abu Dawud]
❗Makna _*TIRAH*_ (penyesalan): kekurangan dan dikatakan juga akibat/konsekwensi.
🟤 Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِساً لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ تَعَالَى فِيهِ ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ فِيهِ ، إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةٌ ؛ فَإنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ ، وَإنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ
_”Tidaklah suatu kaum duduk di suatu majelis yang di dalamnya mereka tidak menyebut nama Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi mereka, melainkan majelis itu akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika Allah menghendaki, Dia akan mengazab mereka, dan jika Allah menghendaki, Dia akan mengampuni mereka.”_ [HR. Tirmidzi]
🟤 Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لا تُكْثِرُوا الكلامَ بغيرِ ذِكْرِ اللهِ، فإن كثرةَ الكلامِ بغيرِ ذِكْرِ اللهِ قسوةٌ للقلبِ، وإن أبعدَ الناسِ من اللهِ القلبُ القاسِي
_”Janganlah kalian memperbanyak pembicaraan tanpa menyebut nama Allah, karena sesungguhnya banyak bicara tanpa menyebut nama Allah akan mengeraskan hati. Dan sesungguhnya manusia yang paling jauh dari Allah adalah yg memiliki hati yang keras.”_ [HR. Tirmidzi]
💡 *Penjelasan:*
Manusia pasti memiliki/membutuhkan majelis-majelis tempat mereka berkumpul dan berbincang-bincang. Dan sebaik-baik majelis-majelis ini adalah majelis-majelis yang di dalamnya disebut nama Allah Azza Wa Jalla. Adapun majelis-majelis yang di dalamnya tidak disebut nama Allah Ta’ala dan tidak dibacakan shalawat kepada Nabi-Nya, maka majelis semacam itu tercela.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperingatkan darinya dan memberitahukan bahwa majelis itu pada hari kiamat akan menjadi bentuk kekurangan bagi para pelakunya, di mana mereka menyia-nyiakan waktu mereka dengan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi mereka. Dan beliau juga memberitahukan bahwa hal itu adalah sebab kerasnya hati, sehingga hati tidak akan lunak terhadap nasihat dan tidak mau menerima peringatan.
📝 *Faidah-faidah:*
- Peringatan keras terhadap banyak bicara tanpa menyebut nama Allah di dalamnya seperti istighfar, mengkaji ilmu, dan amar ma’ruf nahi munkar.
- Wajib berhati-hati dari majelis-majelis yang di dalamnya tidak disebut nama Allah dan bersemangat untuk menghadiri majelis-majelis zikir.
- Banyak bicara tanpa menyebut nama Allah adalah di antara sebab-sebab kerasnya hati.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







