PAHLAWAN KELUARGA
Oleh: Ustadz Fariq Gasim Anuz
🌱🌱🌱🌱
(SEORANG YANG MEMBIAYAI PENDIDIKAN SAUDARANYA)
Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu bahwasanya ia berkata,
كَانَ أَخَوَانِ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
فَكَانَ اَحَدُهُمَا يَأْتِيْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالآْخَرُ يَحْتَرِفُ،
فَشَكَا الْمُحْتَرِفُ أَخَاهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ : لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ
“Dahulu ada dua orang kakak beradik pada masa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Salah seorang dari keduanya mendatangi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam (menuntut ilmu) dan saudaranya yang lain bekerja (menafkahi adiknya yang menuntut ilmu).
Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, maka Beliau bersabda,
“Bisa jadi engkau diberi rizki (oleh Allah) dengan sebab dia.”
(H.R. Tirmidzi dan lainnya dimuat dalam kitab Shahih Tirmidzi)
Kalau ia tidak menafkahi dan menyantuni saudaranya yang menuntut ilmu belum tentu Allah melapangkan rezeki untuknya.
Dari hadits di atas pentingnya kakak beradik untuk tolong menolong dan saling bersinergi.
Jangan dipahami dari hadits di atas agar kita mengandalkan saudara dan malas bekerja.
🌱🌱🌱
(SEORANG GADIS YANG MERAWAT BIBINYA)
Ada seorang perempuan remaja usia duapuluh tahun kurang lebih merawat bibinya yang sakit.
Ia memandikan, membersihkan, memakaikan pakaian, menyuapi bibinya dan pelayanan lainnya selama dua tahun sampai bibinya wafat -semoga Allah merahmatinya-.
Ia tidak kesal atau marah jika melihat saudaranya yang lain kurang peduli atau terkesan masa bodoh.
Ia selalu bersangka baik dan memberikan udzur kepada saudaranya.
Ia menganggapnya sebagai ladang amal shalih dan sedang berlomba dalam kebaikan.
🌱🌱🌱
(SEORANG ISTRI YANG MERAWAT BIBI SUAMINYA)
Ada dua orang istri yang penulis ketahui merawat bibi suaminya masing-masing.
Pastilah merawat bibi yang sudah cukup umur itu melelahkan fisik dan hati.
Orang tua itu sering rewel, cerewet, ucapannya terkadang pedas, tajam dan menyakitkan hati.
Seorang istri yang shalihah berusaha mencari ridha Allah kemudian ridha suami.
Pelayanan kepada bibi suami termasuk kebaktian seorang istri kepada suaminya.
Betapa bersyukurnya suami mendapatkan karunia Allah berupa istri shalihah.
🌱🌱🌱
(MEMBANTU SAUDARA DAN KEPONAKAN)
Kepahlawanan saudara kandung dan saudara ipar juga tidak kalah hebat.
Seorang suami dengan segala beban dan kewajibannya mencari nafkah dan aktifitas lainnya seringkali tidak dapat mengcover kewajibannya dalam memberikan pelayanan kepada istri dan anak-anak.
Ketika suami safar, seringkali saudara ipar membantu saudari dan ikut merawat keponakan mereka.
Bahkan suami di rumah sekali pun, masih banyak pekerjaan rumah tangga yang dibantu oleh saudara ipar seperti merawat anak kecil, merawat bayi apalagi saat istri sakit misalnya.
🌱🌱🌱
(SEORANG YANG MENYANTUNI KAKAKNYA DENGAN RAHASIA)
Penulis pernah berjumpa dengan seseorang yang menceritakan kepahlawanan saudara kandung.
Seorang kakak diuji dengan kesempitan rezeki, sedangkan adiknya diberi kelapangan rezeki.
Si adik menyantuni kakaknya tiap bulan tanpa sepengetahuan kakak.
Ia titip uang melalui teman dekat kakaknya, agar kakaknya tidak malu jika disantuni secara langsung oleh si adik.
Bertahun tahun si adik menyantuni kakaknya secara rahasia.
Suatu hari ada seseorang bertanya kepada kakak apakah adikmu suka membantumu? Kakak menjawab bahwa adikku tidak pernah membantuku.
Ketika si adik wafat terputuslah santunan kepada kakak.
Sahabat kakak memberitahu bahwa selama ini santunan bulanan bukan dari dirinya tapi dari adik sahabatnya itu.
Menangislah kakak menyesali persangkaan buruk dan kekecewaannya atas sikap adiknya yang dianggap tidak memiliki empati dan bersikap bakhil kepadanya.
🌱🌱🌱
(NASEHAT-NASEHAT)
Dari kisah-kisah di atas, ada beberapa hal yang ingin penulis sampaikan:
Pertama:
Hendaknya kita beramal shalih mengharapkan ridha Allah dan balasan dariNya.
Kedua:
Hendaknya kita selalu mendoakan kebaikan kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita.
Khususnya doa tersebut tidak didengar dan tidak dihadapannya, jadilah ia sebagai doa yang mustajab.
Ketiga:
Seseorang yang berbuat baik pasti dibalas oleh Allah dengan berbagai kebaikan di dunia dan akhirat.
Allah tidak akan menyia-nyiakan orang-orang yang berbuat kebaikan.
Keempat:
Hendaklah anggota keluarga terus menjaga kerukunan dan persaudaraan serta persatuan.
Jika ada kekurangan atau kesalahan saudara kita, maka kita memakluminya dan melihat sisi positifnya yang banyak.
Kelima:
Kita tetap harus selalu saling mengingatkan, saling menasihati dengan cara yang baik.
Dengan adanya teguran yang penuh kasih sayang dan nasihat yang tulus maka kita berusaha untuk memperbaiki diri dan menyempurnakan akhlak kita.
Keenam:
Bagi “Pahlawan Keluarga” janganlah Ujub (bangga diri) dan Sombong.
Janganlah menyakiti keluarga yang dibantu. Ucapan yang santun itu lebih baik dari sedekah yang diikuti dengan menyakiti orang yang ditolong.
Jangan mengungkit-ungkit kebaikan Anda ketika Anda merasa kecewa dengan orang yang pernah Anda tolong.
Jangan menganggap bahwa orang yang dibantu itu sebagai merongrong Anda.
Jika Anda menolong keluarga dan siapa pun tolonglah dengan ikhlas mengharapkan ridha Allah.
Ketujuh:
Hendaklah kita berlomba-lomba dalam kebaikan.
فاستبقوا الخيرات
Fastabiqul Khairaat!
🌱🌱🌱🌱
Bogor,
7 Syawal 1445 H
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan








