🟢 Allah Ta’ala berfirman:
{ فَلَا وَرَبِّكَ لَا یُؤۡمِنُونَ حَتَّىٰ یُحَكِّمُوكَ فِیمَا شَجَرَ بَیۡنَهُمۡ ثُمَّ لَا یَجِدُوا۟ فِیۤ أَنفُسِهِمۡ حَرَجࣰا مِّمَّا قَضَیۡتَ وَیُسَلِّمُوا۟ تَسۡلِیمࣰا }
_”Maka demi Rabbmu,mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”_ (QS. An-Nisa’: 65)
🟢 Dan firman Allah ta’ala yg lainnya:
{ وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنࣲ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥۤ أَمۡرًا أَن یَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِیَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡۗ وَمَن یَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَـٰلࣰا مُّبِینࣰا }
_”Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin,apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh dia telah tersesat, dalam kesesatan yang nyata.”_ (QS. Al-Ahzab: 36)
🟢 Allah taala berfirman:
{ إِنَّمَا كَانَ قَوۡلَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ إِذَا دُعُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِیَحۡكُمَ بَیۡنَهُمۡ أَن یَقُولُوا۟ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۚ وَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ }
_”Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin,bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, ialah ucapan: ‘Kami mendengar dan kami taat.’ Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”_ (QS. An-Nur: 51)
🟢 Allah taala berfirman:
فَلۡیَحۡذَرِ ٱلَّذِینَ یُخَالِفُونَ عَنۡ أَمۡرِهِۦۤ أَن تُصِیبَهُمۡ فِتۡنَةٌ أَوۡ یُصِیبَهُمۡ عَذَابٌ أَلِیمٌ}
_”Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya(Sunahnya) waspada, jangan sampai mereka ditimpa cobaan (bencana) atau ditimpa azab yang pedih.”_ (QS. An-Nur: 63)
🟤 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
كُلُّ أُمَّتي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إِلَّا مَن أَبَى، قالوا: يا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَن يَأْبَى؟ قالَ: مَن أَطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ، وَمَن عَصَانِي فقَدْ أَبَى
_”Setiap umatku akan masuk Surga kecuali yang enggan.”_ Beliau ditanya: “Siapakah yang enggan, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: _”Barangsiapa yang taat kepadaku, ia akan masuk Surga. Dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.”_ (HR. Al-Bukhari)
💡 *Penjelasan:*
Mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, meninggalkan setiap perkataan (yang bertentangan) untuk mengutamakan perkataannya, dan berserah diri kepadanya adalah landasan kedua yang menjadi pondasi agama, yaitu makna dari syahadat bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Agama ini dibangun di atas dua landasan: pertama, tidak ada yang disembah kecuali Allah; dan kedua, (wajib) mentaati Rasulullah. Tidak ada jalan menuju kebahagiaan, keselamatan, perlindungan dari fitnah, dan untuk masuk Surga, kecuali dengan mentaati Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam.
📝 *Faidah-Faidah:*
- Wajibnya mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan mendahulukan perkataannya di atas perkataan semua manusia lainnya.
- Bahwa mentaati Rasul adalah sebab masuk Surga.
- Bahwa mendurhakai Rasul dan menyelisihi perintahnya adalah sebab terjatuh ke dalam fitnah dan azab.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
👤 *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







