🟢 Allah Ta’ala berfirman:
{ قُلۡ هَلۡ یَسۡتَوِی ٱلَّذِینَ یَعۡلَمُونَ وَٱلَّذِینَ لَا یَعۡلَمُونَۗ }
_”Tidaklah sama orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu.”_ [Surat Az-Zumar: 9]
🟢 Dan firman Allah lainnya:
{ یَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمۡ وَٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتࣲۚ }
_”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”_ [Surat Al-Mujadilah: 11]
🟢 Dan juga berfirman-Nya:
{ وَقُل رَّبِّ زِدۡنِی عِلۡمࣰا }
_”dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”_ [Surat Tha-Ha: 114]
🟤 Dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَن يُرِدِ اللَّهُ به خَيْرًا يُفَقِّهْهُ في الدِّينِ
_”Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah akan pahamkan dia dalam urusan agama.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
🟤 Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَريقا يَبْتَغي فيه عِلْما سَهَّل الله له طريقا إلى الجنة، وإنَّ الملائكةَ لَتَضَعُ أجْنِحَتها لطالب العلم رضًا بما يَصنَع، وإنَ العالم لَيَسْتَغْفِرُ له مَنْ في السماوات ومَنْ في الأرض حتى الحيتَانُ في الماء، وفضْلُ العالم على العَابِدِ كَفَضْلِ القمر على سائِرِ الكواكب، وإنَّ العلماء وَرَثَة الأنبياء، وإنَّ الأنبياء لم يَوَرِّثُوا دينارا ولا دِرْهَماً وإنما وَرَّثُوا العلم، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بحَظٍّ وَافِرٍ
_”Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayap-sayap mereka sebagai ridha kepada penuntut ilmu. Sesungguhnya orang yang berilmu akan dimintakan ampunan oleh segala sesuatu, bahkan ikan di lautan. Dan keutamaan seorang alim (berilmu) atas seorang abid (ahli ibadah) seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang-bintang. Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat banyak._ (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
🟤 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إذا مات الإنسانُ انقطع عنه عملهُ إلا من ثلاثةٍ: إلا من صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له
_”Apabila manusia meninggal, terputuslah amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shaleh yang mendoakannya.”_ (HR. Muslim)
💡 *Penjelasan:*
Ilmu syar’i memiliki kedudukan yang agung dalam agama. Allah menganjurkannya, memuji para penuntutnya, dan mengutamakan mereka atas orang lain. Allah menjadikan menuntut ilmu sebagai salah satu ibadah yang paling utama dan sebab terbesar untuk seseorang masuk ke dalam surga, karena dengan ilmu dan belajar, seseorang dapat mengenal Allah, perintah dan larangan-Nya, serta menegakkan agama. Dengan ini, para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi mewariskan ilmu syar’i kepada manusia, maka barangsiapa yang mengambilnya, dialah pewaris mereka. Dan jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Dia akan memudahkannya untuk mempelajari urusan agamanya.
📝 *Faedah-Faedah:*
- Keutamaan ilmu dan ulama, karena mereka adalah pewaris para nabi.
- Pemahaman yang mendalam dalam agama (al-fiqhu fid-din) adalah tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan pada hamba-Nya.
- Menuntut ilmu adalah salah satu sebab masuk surga.
- Ilmu yang bermanfaat adalah sebaik-baik warisan yang ditinggalkan manusia, karena pahalanya terus mengalir meskipun setelah kematiannya.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







