Keutamaan Dzikir Pagi-Petang

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keutamaan Dzikir Ke-1_

 *Dzikir Yang Setara Dengan Memerdekakan Seorang Budak*

 

فَعَنْ أَبِي عَيَّاش الزُّرَقيّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم -: ))مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ: لا إِلهَ إلا اللهُ وحدَه لا شرِيكَ لهُ ، له المُلكُ ، و له الحمدُ ، و هو على كلِّ شيءٍ قديرٌ كان له عِدلُ رقبةٍ من ولدِ إسماعيلَ ، و كُتبَِ له عشرُ حسناتٍ ، و حُطَّ عنه عشرُ سيئاتٍ ، و رُفِعَ له عشرُ درجاتٍ ، و كان في حِرزٍ من الشيطانِ حتى يُمسِي ، فإن قالَها إذا أمْسَى كان له مِثلُ ذلكَ حتى يُصبِحَ(( . قال حمَّادٌ : فرأَى رجٌل رسولَ اللهِ فيما يَرَى النائِمُ . فقال : يا رسولَ اللهِ . إنَّ أبا عَيَّاشٍ يُحدِّثُ عنك بِكذَا و كذَا ؟ قال : صَدَقَ أبو عياشٍ

Dari Abu ‘Ayyasy Az-Zuraqi radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan di waktu pagi: ‘Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir’ (Tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka baginya (pahala) seperti memerdekakan seorang budak dari keturunan Ismail, dituliskan sepuluh kebaikan, dihapus sepuluh kesalahan, ditinggikan sepuluh derajat, dan ia akan dilindungi dari setan hingga sore hari. Jika mengucapkannya di sore hari, maka baginya pahala seperti itu hingga pagi hari.” Hammad berkata: Kemudian seseorang melihat Rasulullah dalam mimpinya. Ia bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu ‘Ayyasy meriwayatkan dari Anda demikian dan demikian?” Beliau menjawab: “Abu ‘Ayyasy benar.” [HR. Ibnu Majah]

 

 

وعَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم -: «مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحُمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر، أَوْ مَنَحَ مَنِيحَةً أَوْ هَدَى زُقَاقاً كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ رَقَبَ

Dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan: ‘Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir’ (Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), atau memberikan pemberian (kepada orang lain), atau menunjukkan jalan kebaikan, maka ia seperti orang yang memerdekakan seorang budak.” [HR. Ahmad]

 

_Wallahu a’lam bisshowab_

Muh. Rujib Abdullah

Sragen, 01 Oktober 2025

09 Robiul Akhir 1447

Sumber: ٣٠ فضيلة من فضائل أذكار الصباح و المساء

 

 

*Keutamaan Dzikir Pagi-Petang Ke-2*_

*Setara Dengan Memerdekakan 4 Budak*

 

فَعَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ، عَشْرَ مِرَارٍ كَانَ كَمَنْ أَعْتَقَ أَنْفُسٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ

Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan: _’Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadiir’_ (Tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) *sebanyak sepuluh kali*, maka ia seperti orang yang memerdekakan empat orang budak dari keturunan Ismail.“

 

_Wallahu a’lam_

Muh. Rujib Abdullah

Sragen, 02 Oktober 2025

10 Robiul Akhir 1447

Sumber: ٣٠ فضيلة من فضائل أذكار الصباح و المساء

 

 

*Keutamaan Dzikir Pagi-Petang Ke-3*_

*Setara Dengan Memerdekakan 10 Budak*

 

فَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ: «مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ فِي يَوْمٍ مائَةَ مَرَّةٍ كَانَتْ لَهُ عَدْلُ عَشْرُ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مائَةُ حسنةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزاً مِنَ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِي، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إَلاَّ رَجُلٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنهُ»

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir’ (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) dalam sehari *sebanyak seratus kali*, maka itu sama dengan memerdekakan sepuluh budak, dicatat baginya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus kesalahan, dan akan menjadi perlindungan dari setan pada hari itu sampai petang. Tidak ada seorang pun yang datang dengan (amalan) yang lebih utama dari yang dia bawa, kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak darinya.” [HR. Bukhari]

 

_Wallahu a’lam_

Muh. Rujib Abdullah

Sragen, 04 Oktober 2025

12 Robiul Akhir 1447

Sumber: ٣٠ فضيلة من فضائل أذكار الصباح و المساء

22/12/25 11.19 – Sunaryo Hadi Nugroho: _*Keutamaan Dzikir Pagi-Petang Ke-4 Sampai 10*_

[Akan disebutkan dalam 2 hadits ini 7 keutamaan dzikir Pagi-Petang]

 

فَعَنْ عُمَارَةَ بْنِ شَبِيبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم -: «مَنْ قَالَ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمْيتُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير، عَشْرَ مَرَّاتٍ عَلَى إِثْرِ  الْمَغْرِبِ، بَعَثَ اللهَ لَهُ مَسْلَحهً يَحْفَظُونَهُ مِنَ الشَّيْطَانِ حَتَّى يُصْبِحَ، وَكَتَبَ اللهُ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ مُوجِبَاتٍ وَمَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئاتٍ مُوْبِقَاتٍ وَكَانَتْ لَهُ بِعَدْلِ عَشْرِ رِقَابٍ مُؤْمِنَاتٍ»

Dari ‘Umarah bin Syabib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan: ‘Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wayumiit, wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir’ (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak *sepuluh kali* seusai shalat Maghrib, maka:

(1) Allah akan mengutus para penjaga untuknya yang menjaganya dari (gangguan) setan hingga pagi hari.

(2) Allah mencatat baginya sepuluh kebaikan yang pasti (pahalanya),

(3) menghapus darinya sepuluh dosa yang membinasakan, dan (pahala) baginya setara dengan memerdekakan sepuluh budak yang beriman.” [HR. Tirmidzi]

 

وعَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” مَنْ قَالَ حِينَ يَنْصَرِفُ مِنْ صَلَاةِ الْغَدَاةِ قَبْلَ أَنْ يَتَكَلَّمَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ عَشْرَ مَرَّاتٍ أُعْطِيَ بِهِنَّ سَبْعًا: كُتِبَ لَهُ بِهِنَّ عَشْرُ حَسَنَاتٍ، وَمُحِيَ عَنْهُ بِهِنَّ عَشْرُ سَيِّئَاتٍ، وَرُفِعَ لَهُ بِهِنَّ عَشْرُ دَرَجَاتٍ، وَكُنَّ لَهُ عَدْلُ عَشْرِ نَسَمَاتٍ، وَكُنَّ لَهُ حَافِظًا مِنَ الشَّيْطَانِ، وَحِرْزًا مِنَ الْمَكْرُوهِ، وَلَمْ يَلْحَقْهُ فِي يَوْمِهِ ذَلِكَ ذَنْبٌ إِلَّا الشِّرْكُ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَمَنْ قَالَهُنَّ حِينَ يَنْصَرِفُ مِنَ الْمَغْرِبِ أُعْطِيَ مِثْلُ ذَلِكَ لَيْلَتَهُ ”

Dan dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan -setelah selesai dari shalat Shubuh sebelum berbicara-: ‘Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu bi yadihil khairu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir’ (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak *sepuluh kali*, maka dengan kalimat-kalimat itu ia akan diberikan tujuh (balasan):

  1. Ditcatat baginya sepuluh kebaikan.
  2. Dihapus darinya sepuluh kesalahan.
  3. Diangkat baginya sepuluh derajat.
  4. Kalimat-kalimat itu setara dengan (pahala) memerdekakan sepuluh jiwa (budak).
  5. Kalimat-kalimat itu akan menjadi penjaga baginya dari setan.
  6. Menjadi pelindung dari segala perkara yang tidak disukai (keburukan).
  7. Pada hari itu, tidak akan ada dosa yang akan menimpanya kecuali dosa syirik kepada Allah Azza wa Jalla.

Dan barangsiapa yang mengucapkannya setelah selesai dari shalat Maghrib, ia akan diberikan balasan yang sama untuk malamnya.” [HR. Ibnu Abi Dunya & Thabrani]

 

_Wallahu a’lam_

Muh. Rujib Abdullah

Sragen, 05 Oktober 2025

13 Robiul Akhir 1447

Sumber: ٣٠ فضيلة من فضائل أذكار الصباح و المساء

 

Facebook Comments Box

Penulis : Muh. Rujib Abdullah

Artikel Terjkait

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT
Kewajiban Mentaati Rasul dan Meninggalkan Semua Perkataan (yang Bertentangan) dan Mengutamakan Perkataannya
Kewajiban Menjaga Waktu Dan Larangan Menyia-nyiakannya Pada Perkata Yang Tidak Bermanfaat
Kewajiban dan Keutamaan Taubat
Keutamaan Tauhid
Keutamaan Puasa Sunnah
Keutamaan Puasa Asyura (Yaitu hari kesepuluh dari bulan Muharram)
Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Menyeru Manusia kepada Kebaikan
Berita ini 2 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:47 WIB

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:42 WIB

Kewajiban Mentaati Rasul dan Meninggalkan Semua Perkataan (yang Bertentangan) dan Mengutamakan Perkataannya

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:42 WIB

Kewajiban Menjaga Waktu Dan Larangan Menyia-nyiakannya Pada Perkata Yang Tidak Bermanfaat

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:41 WIB

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:40 WIB

Keutamaan Puasa Sunnah

Artikel Terbaru

Akidah

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:47 WIB

Fatwa Ulama

Akibat Dosa Menyebabkan Bencana Alam – Faedah 10

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:45 WIB

Dakwah

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:41 WIB