Hukum-Hukum Seputar Bejana

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

๐ŸŸค Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ยซุฅุฐุง ุฏุจุบ ุงู„ุฅู‡ุงุจ ูู‚ุฏ ุทูŽู‡ูุฑูŽยป

_โ€œApabila kulit bangkai binatang telah disamak maka telah suciโ€_ (HR. Muslim)

 

๐ŸŸค Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu:

ยซุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูŽู‡ู ุชูŽูˆูŽุถู‘ูŽุฆููˆุง ู…ูู†ู’ ู…ูŽุฒูŽุงุฏูŽุฉู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ู…ูุดู’ุฑููƒูŽุฉูยป

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya berwudhu dari kantong air seorang wanita musyrik.” (Muttafaqun ‘alaih)

 

๐ŸŸค Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, kami berada di negeri kaum ahli kitab, apakah kami boleh makan di bejana-bejana mereka?” Beliau menjawab:

ยซุฅูู†ู’ ูˆูŽุฌูŽุฏู’ุชูู…ู’ ุบูŽูŠู’ุฑูŽู‡ูŽุง ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆุง ูููŠู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฌูุฏููˆุง ููŽุงุบู’ุณูู„ููˆู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ูƒูู„ููˆุง ูููŠู‡ูŽุงยป

_”Jika kalian mendapatkan selainnya, maka janganlah makan di dalamnya. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cucilah kemudian makanlah di dalamnya.”_ (Muttafaqun ‘alaih)

 

๐Ÿ’ก *Penjelasan:*

Bejana adalah wadah-wadah yang digunakan untuk meletakkan makanan atau minuman. Seringkali manusia memerlukan (untuk menggunakan) kulit hewan setelah disembelih. Maka, sebagai rahmat dari Allah, Dia menjadikan penyamakan sebagai pensucian baginya(kulit bangkai). Dan sebagai kemudahan bagi kaum muslimin, Allah ta’ala membolehkan kaum muslimin menggunakan bejana orang-orang musyrik ketika dalam keadaan perlu, selama tidak diketahui kenajisannya.

 

๐Ÿ“ *Faedah-Faedah:*

  1. Suci-nya kulit hewan yang halal dagingnya setelah dikerik/disamak.
  2. Bolehnya bersuci dari bejana orang musyrik dan makan di dalamnya selama tidak diketahui kenajisannya.

 

 

 

๐Ÿ“— *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_

๐Ÿ‘ค *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah

Facebook Comments Box

Penulis : Muh. Rujib Abdullah

Artikel Terjkait

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT
Kewajiban Mentaati Rasul dan Meninggalkan Semua Perkataan (yang Bertentangan) dan Mengutamakan Perkataannya
Kewajiban Menjaga Waktu Dan Larangan Menyia-nyiakannya Pada Perkata Yang Tidak Bermanfaat
Kewajiban dan Keutamaan Taubat
Keutamaan Tauhid
Keutamaan Puasa Sunnah
Keutamaan Puasa Asyura (Yaitu hari kesepuluh dari bulan Muharram)
Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Menyeru Manusia kepada Kebaikan
Berita ini 2 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:47 WIB

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:42 WIB

Kewajiban Mentaati Rasul dan Meninggalkan Semua Perkataan (yang Bertentangan) dan Mengutamakan Perkataannya

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:42 WIB

Kewajiban Menjaga Waktu Dan Larangan Menyia-nyiakannya Pada Perkata Yang Tidak Bermanfaat

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:41 WIB

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:40 WIB

Keutamaan Puasa Sunnah

Artikel Terbaru

Akidah

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:47 WIB

Fatwa Ulama

Akibat Dosa Menyebabkan Bencana Alam – Faedah 10

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:45 WIB

Dakwah

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:41 WIB