๐ค Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ยซุฅุฐุง ุฏุจุบ ุงูุฅูุงุจ ููุฏ ุทูููุฑูยป
_โApabila kulit bangkai binatang telah disamak maka telah suciโ_ (HR. Muslim)
๐ค Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu:
ยซุฃูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุฃูุตูุญูุงุจููู ุชูููุถููุฆููุง ู ููู ู ูุฒูุงุฏูุฉู ุงู ูุฑูุฃูุฉู ู ูุดูุฑูููุฉูยป
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya berwudhu dari kantong air seorang wanita musyrik.” (Muttafaqun ‘alaih)
๐ค Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, kami berada di negeri kaum ahli kitab, apakah kami boleh makan di bejana-bejana mereka?” Beliau menjawab:
ยซุฅููู ููุฌูุฏูุชูู ู ุบูููุฑูููุง ููููุง ุชูุฃููููููุง ูููููุงุ ููุฅููู ููู ู ุชูุฌูุฏููุง ููุงุบูุณููููููุง ุซูู ูู ูููููุง ูููููุงยป
_”Jika kalian mendapatkan selainnya, maka janganlah makan di dalamnya. Jika kalian tidak mendapatkannya, maka cucilah kemudian makanlah di dalamnya.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
๐ก *Penjelasan:*
Bejana adalah wadah-wadah yang digunakan untuk meletakkan makanan atau minuman. Seringkali manusia memerlukan (untuk menggunakan) kulit hewan setelah disembelih. Maka, sebagai rahmat dari Allah, Dia menjadikan penyamakan sebagai pensucian baginya(kulit bangkai). Dan sebagai kemudahan bagi kaum muslimin, Allah ta’ala membolehkan kaum muslimin menggunakan bejana orang-orang musyrik ketika dalam keadaan perlu, selama tidak diketahui kenajisannya.
๐ *Faedah-Faedah:*
- Suci-nya kulit hewan yang halal dagingnya setelah dikerik/disamak.
- Bolehnya bersuci dari bejana orang musyrik dan makan di dalamnya selama tidak diketahui kenajisannya.
๐ *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
๐ค *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







