25- MENYEGERAKAN BERBUKA DAN SHOLAT MAGHRIB TANDA KEBAIKAN MUSLIMIN
HADITS SAHL BIN SA’AD AS-SA’IDIY
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ:
« لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ »
Dari Sahl bin Sa’ad, bahwa Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Manusia (kaum muslimin) senantiasa di dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka”.
(HR. Bukhari, no. 1957; Muslim, no. 1098; Tirmidzi, no. 699; Ibnu Majah, no. 1697; Ahmad, no. 22804, 22828, 22846, 22859)
HADITS ABU AYYUB AL-ANSHORIY
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ:
«لَا يَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ أَوْ عَلَى الْفِطْرَةِ مَا لَمْ يُؤَخِّرُوا الْمَغْرِبَ حَتَّى يَشْتَبِكَ النُّجُومُ»
Dari Abu Ayyub, dia berkata: Aku telah mendengar Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Umatku senantiasa di dalam kebaikan atau di atas fitroh, selama mereka tidak mengundurkan maghrib sampai bintang-bintang bermunculan”.
(HR. Al-Hakim di dalam Al-Mustadrok, no. 685. Dishohihkan oleh Al-Hakim dan Adz-Dzahabiy. Juga dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam keterangan Silsilah Adh-Dho’ifah, 2/93, no. 631)
FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:
1- Penekanan anjuran bersegera berbuka setelah tiba waktunya, yaitu ketika matahari telah tenggelam.
2- Sunnah Nabi dan Khulafaur Rosyidin adalah bersegera berbuka puasa. (Lihat: Al-Kaukabul Wahhaj, 12/393)
3- Orang yang bersegera berbuka akan selalu mendapatkan kebaikan. (Lihat: Fathu Dzil Jalal wal Ikrom, 3/192)
4- Alloh mencintai orang-orang yang bersegera berbuka, sebab Alloh menjadikan mereka di dalam kebaikan. Ini menunjukkan kecintaan-Nya kepada mereka. (Lihat: Fathu Dzil Jalal wal Ikrom, 3/192)
5- Dibencinya sikap berlebih-lebihan di dalam agama, seperti memundurkan berbuka puasa. (Lihat: Fathu Dzil Jalal wal Ikrom, 3/192)
6- Memundurkan berbuka adalah tanda keburukan, yaitu menyelisihi Sunnah (petunjuk) Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. (Lihat: Al-Kaukabul Wahhaj, 12/393)
7- Di antara hikmah menyegerakan berbuka adalah agar melakukan sholat dengan hati yang khusyu’.
(Lihat: Al-Kaukabul Wahhaj, 12/393)
8- Di antara hikmah menyegerakan berbuka adalah menampakkan kelemahan diri yang sesuai dengan tujuan ibadah, dan bersegera menerima keringanan Alloh. (Lihat: Al-Kaukabul Wahhaj, 12/394)
9- Di antara hikmah menyegerakan berbuka adalah agar menyelisihi kebiasaan Yahudi, Nashoro, dan golongan Rofidhoh yang memundurkan berbuka sampai kelihatan bintang-bintang. (Lihat: Al-Kaukabul Wahhaj, 12/394)
10- Syaikh Al-Albani rohimahulloh (wafat th 1420 H) berkata:
“Wajib mengamalkan dua hadits tersebut, dengan tanpa meninggalkan salah satunya dengan sebab yang lain.
Yaitu dengan cara bersegera berbuka dengan beberapa suap makanan yang menenangkan laparnya, lalu mengerjakan sholat.
Kemudian jika menghendaki, kembali makan sampai selesai kebutuhannya darinya”. (Silsilah Adh-Dho’ifah, 2/93, keterangan hadits no. 631)
Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan







