KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR’AN WALAU TIDAK LANCAR
HADITS ‘AISYAH
: عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
” الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ، لَهُ أَجْرَانِ “
Dari ‘Aisyah, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Orang yang mahir (lancar membaca) Al-Qur’an akan bersama malaikat-malaikat utusan Alloh yang mulia lagi berbakti.
Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, dia terbata-bata, dan dia berat (membacanya), maka ia mendapatkan dua pahala.”
(HR. Muslim, no. 798; Ahmad, no. 24211, 24634, 24667, 25365, 25591, 26028, 26196; Abu Dawud, no. 1454; Ibnu Hibban, no. 767; Tirmidzi, no. 2904)
Di dalam riwayat lain dengan lafazh:
” مَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ، وَهُوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَمَثَلُ الَّذِي يَقْرَأُ، وَهُوَ يَتَعَاهَدُهُ، وَهُوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ فَلَهُ أَجْرَانِ “
“Perumpamaan orang yang membaca al Qur’an, dan dia hafizh (hafal; lancar) akan bersama malaikat-malaikat utusan Alloh yang mulia lagi berbakti.
Dan perumpamaan orang yang membaca, dia berusaha menjaga (hafalan), dan itu berat baginya, maka ia mendapatkan dua pahala.”
(HR. Bukhori, no. 4937; Ahmad, no. 24788)
FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:
1- Keutamaan orang yang membaca Al-Qur’an, baik dengan lancar atau terbata-bata dan susah.
2- Perbedaan orang-orang yang beriman di dalam keadaan mereka membaca Al-Qur’an.
3- Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, lebih utama daripada orang yang membaca dengan terbata-bata, namun keduanya mendapatkan kebaikan.
4- Imam Nawawi berkata tentang makna mahir dalam membaca Al-Qur’an:
وَالْمَاهِرُ الْحَاذِقُ الْكَامِلُ الْحِفْظِ الَّذِي لَا يَتَوَقَّفُ وَلَا يَشُقُّ عَلَيْهِ الْقِرَاءَةُ بِجَوْدَةِ حِفْظِهِ وَإِتْقَانِهِ
Al-Mahir yaitu orang yang sempurna hafalannya, tidak berhenti (yakni lancar), tidak susah (terbata-bata), dengan sebab kebaikan dan kesempurnaan hafalannya. (Syarah Nawawi, 6/84)
5- Sebagian orang-orang yang beriman ada yang akan berada pada derajat para malaikat.
Yakni orang yang mahir membaca Al-Qur’an, yakni membaca Al-Qur’an dengan hafalannya dengan lancar; termasuk membaca lewat mushhaf, menurut sebagian ulama, wallohu a’lam.
6- Orang yang membaca Al-Qur’an dengan tidak lancar, baik membaca dengan hafalannya atau membaca mushhaf, dia berusaha menjaga hafalan walaupun itu berat baginya, maka ia mendapatkan dua pahala. Yaitu pahala membacanya dan pahala kesusahannya.
7- Anjuran untuk sering membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya. Dan tujuannya adalah untuk mengamalkannya. Semoga Alloh menolong kita untuk melakukannya.
Inilah sedikit penjelasan tentang hadits-hadits yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan








