GAK NGEROKOK GAK KEREN!

Senin, 24 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satu kebiasaan buruk masyarakat yang sungguh sangat teramat susah untuk ditinggalkan adalah merokok. Kebiasan buruk ini telah menjangkiti banyak orang, baik laki laki maupun perempuan: remaja, dewasa, hingga usia lanjut. Walaupun telah banyak peringatan akan bahayanya rokok, masyarakat tetap tidak peduli akan hal tersebut. Dengan merokok mereka merasa lebih percaya diri, lebih rileks, lebih berenergi dan lain-lain. Bahkan di antara mereka ada yang mengatakan “gak ngerokok gak keren”. Berbagai stigma inilah yang akhirnya menjadi alasan mereka untuk terus merokok.

Masyarakat yang terus larut dalam kebiasan buruk ini, seringkali memiliki persepsi yang beragam. Di antara mereka berkata bahwa tanpa rokok dirinya susah berpikir, sehingga dia tidak bisa bekerja kecuali dengan rokok. Alasan receh lain dari perokok yaitu jika tidak merokok dirinya mudah stres dan gundah. Alasan-alasan sepele inilah yang akhirnya membuat sebagian orang susah untuk meninggalkan rokok, karena pada rokok terdapat zat yang dapat melepaskan hormon dopamine, yaitu hormon pembantu yang dapat mengatur kontrol motorik dan fungsi eksekutif. Artinya dopamine dapat memberikan penghargaan ke saraf otak ketika sedang merasa bahagia.

Stigma lain yang biasanya melekat pada seorang perokok adalah “gak ngerokok gak keren”. Anggapan ini seringkali memengaruhi pola pikir perokok yang masih labil. Bagaimana tidak, pada zaman yang serba canggih ini pabrik-pab rik rokok banyak mempromosikan produknya melalui berbagai media, terlebih melalui iklan digital. Begitu hebatnya pabrik rokok dalam membuat iklan yang menawan, yakni dengan menyisipkan citra kejantanan serta arti kebebasan. Sehingga banyak orang dibawah umur yang merokok hanya demi terlihat keren, hanya mengikuti gaya artis dan aktor film saja, tanpa tahu bahwa hal tersebut banyak berdampak buruk, baik pada tubuhnya maupun maupun orang sekitar.

Selain rasa hebat dari rokok yang mereka rasakan, perokok harus memikirkan timbal balik dari rasa tersebut. Menurut data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan bahwa, setiap satu batang rokok mengandung setidaknya 4.000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat penyebab kanker (Kemenkes, 5 Juli 2024). Kandungan yang begitu banyak tersebut seharusnya membuat pengguna berpikir ribuan kali sebelum merokok. Maka hal ini tentu berseberangan dengan ajaran Islam. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berkata:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.( HR. Imam Ahmad 1/313).

Sungguh sangat jelas dari hadis ini bahwa seorang muslim dilarang untuk membahayakan dirinya maupun diri orang lain. Dengan merokok seseorang sedang menyeret dirinya pada berbagai penyakit. Berikut beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan karena rokok :

  • Kanker paru-paru

Kanker paru paru merupakan kanker yang paling berbahaya, dan dengan merokok dapat meningkatkan 25 kali lipat risiko terpapar penyakit tersebut (Centers for Disease Control and Prevention 17/12/2024). Kanker ini dapat terjadi akibat merokok,  sebab di dalam rokok terkandung nikotin dan tar yang dapat mempercepat kerusakan pada sel paru-paru apabila masuk ke dalam tubuh.

  • Serangan jantung

Dalam data yang dikeluarkkan WHO pada tahun 2023 bahwa kematian akibat penyakit jantung mencapai 17,8 juta kematian. Tidak diragukan lagi bahwa rokok merupakan salah satu penyebabnya karena rokok dapat merusak sistem kardiovaskular atau sistem pengangkut nutrisi dan darah.

  • Kanker mulut

Dampak lain dari merokok adalah kanker mulut. Kanker mulut dapat terjadi karena rokok mengandung setidaknya 250 zat berbahaya, dan 69 zat dari jumlah tersebut merupakan pemicu kanker mulut (Siloam Hospital, 22 Agustus 2024).

  • Impotensi

Dengan menghisap rokok, maka nikotin akan masuk bersamaan dengan asap pada aliran darah dan merusaknya. Dengan demikian zat tersebut dapat mempercepat impotensi seseorang sebelum masanya. Menurut penelitian dari Australia bahwa dengan merokok kurang satu bungkus per hari dapat meningkatkan risiko terkena impoten sebesar 24% lebih tinggi.

Selain berbahaya bagi pengguna, asap yang dikeluarkan juga merugikan orang lain. Apabila asap yang dikeluarkan perokok aktif dihirup oleh orang lain maka dampak yang ditimbulkan  dapat lebih serius dibanding si perokok aktif. Menurut Word Health Organization (WHO) tembakau membunuh setidaknya 8 juta orang per tahun, dan dari jumlah tersebut 7 juta orang perokok aktif dan 1,2 juta sisanya merupakan perokok pasif. Dari penelitian yang telah dilakukan WHO ini, dapat diarik kesimpulan bahwa rokok adalah alat pembunuh yang berkerja dengan sangat halus.

Dengan peringatan-peringatan bahayanya rokok, dengan banyaknya angka kematian akibat rokok, ada sebagian masyarakat yang sudah sadar dan ingin berhenti dari hal tersebut. Tetapi lantaran rasa luar biasa, rasa keren, rasa nikmat yang langsung mereka dapatkan, sedangkan dampak seriusnya yang cederung terjadi di waktu mendatang, mereka mengurungkan niat untuk berhenti merokok. Mereka tahu bahayanya, mereka tahu hukumnya, tapi tetap menganggap remeh perbuatan itu. Padahal hal-hal kecil yang diremehkan, maka akan berdampak besar baik didunia maupun di akhirat. Ibnu mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ
“sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya.” (diriwayatkan oleh Al-bukhari dalam shahihnya no. 6308).

Karena itu hendaknya kita sebagai masyarakat yang mengetahui buruknya, jahatnya, dan jeleknya rokok agar tidak meniru hal demikian. Meskipun rasa ingin yang menggebu-gebu, kita harus sebisa mungkin menahan diri, karena dampak negatifnya yang begitu besar ketimbang rasa fantastis yang diperoleh. Ini tidak lain adalah langkah dalam menjaga diri kita maupun orang lain. Dan tidak lain demi menunjang kehidupan yang lebih sehat dimasa mendatang.

 

PENULIS : Hudzaifah Amin Pondok Pesantren Hidayatul Muslimin, Kalimantan Barat

Facebook Comments Box

Artikel Terjkait

Upgrade Hidup Hanya dari Scroll-Scroll? : Kenali Media Sosial Lebih Jauh
Cikal Bakal Perubahan: Manuver Pemuda Islam Mengarungi Lautan Tantangan
Menjadi Pemimpin Sejati
Berita ini 31 kali dibaca

Artikel Terjkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 02:49 WIB

Upgrade Hidup Hanya dari Scroll-Scroll? : Kenali Media Sosial Lebih Jauh

Selasa, 27 Mei 2025 - 02:07 WIB

Cikal Bakal Perubahan: Manuver Pemuda Islam Mengarungi Lautan Tantangan

Senin, 24 Maret 2025 - 01:19 WIB

GAK NGEROKOK GAK KEREN!

Selasa, 18 Maret 2025 - 02:33 WIB

Menjadi Pemimpin Sejati

Artikel Terbaru

Akidah

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:47 WIB

Fatwa Ulama

Akibat Dosa Menyebabkan Bencana Alam – Faedah 10

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:45 WIB

Dakwah

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:41 WIB