Menjadi Pemimpin Sejati

Selasa, 18 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebagai masyarakat, kita pasti membutuhkan seorang pemimpin yang adil dan dapat dipercaya. Namun, di tengah dunia yang sering kali tidak menentu, dengan maraknya korupsi dan suap, hingga tersebar ungkapan seperti “Anda punya tahta, Anda punya kuasa,” rasanya sulit sekali menemukan pemimpin yang sesuai harapan.

Sebagai manusia, khususnya laki-laki, kita akan menjadi pemimpin, baik dalam kelompok kecil seperti keluarga atau kelas, maupun kelompok besar seperti kecamatan, kelurahan, atau bahkan negara.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda bersabda:

“Setiap di antara kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.”

Menjadi pemimpin tentu bukanlah hal yang mudah, tetapi merupakan tanggung jawab yang berat. Karena itu, seorang pemimpin akan dihisab dengan hisab yang lebih berat. Mengapa demikian? Sebab pemimpin adalah cerminan rakyatnya. Apa yang dilakukan seorang pemimpin akan dicontoh oleh rakyatnya. Lalu, seperti apa kriteria pemimpin sejati? Artikel ini akan membahas kriteria tersebut serta cara menjadi pemimpin yang baik, dengan menampilkan sedikit kisah salah satu pemimpin terbaik dalam Islam, yaitu Umar bin Abdul Aziz.

  1. Adil dan Tegas terhadap Rakyat

Seorang pemimpin harus bersikap adil dan tegas kepada rakyatnya. Namun, hal ini tidaklah mudah, terutama di masa sekarang ketika banyak rakyat kehilangan hak-haknya. Tidak heran jika banyak rakyat yang akhirnya mengingkari pemimpinnya.

Lihatlah bagaimana adilnya Umar bin Abdul Aziz. Apa yang beliau lakukan saat pertama kali menjadi pemimpin? Beliau segera mengembalikan hak-hak rakyat yang sebelumnya diambil oleh para pemimpin sebelumnya. Beliau juga mencari pejabat dan gubernur yang adil serta tegas untuk dijadikan panutan, bukan memilih mereka yang mabuk kekuasaan atau kekayaan.

  1. Zuhud terhadap Dunia

Pemimpin sejati adalah orang yang kaya akan kebaikan, tetapi miskin terhadap dunia. Maksudnya, seorang pemimpin tidak boleh tamak terhadap harta duniawi, karena harta yang dimiliki negara berasal dari rakyat. Sayangnya, banyak pemimpin saat ini yang tinggal di istana megah dengan fasilitas mewah, yang mungkin berasal dari uang rakyat.

Umar bin Abdul Aziz adalah contoh seorang pemimpin yang zuhud. Beliau meninggalkan istana yang megah, menjualnya, lalu memasukkan hasil penjualannya ke Baitul Mal untuk kepentingan rakyat. Umar memilih tinggal di rumah kecil yang sederhana. Beliau sadar bahwa dunia ini hanya sementara, sedangkan akhirat adalah tempat abadi yang diperuntukkan bagi mereka yang tidak sombong.

Allah Ta’ala berfirman:

“Negeri akhirat itu Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi.” (QS Al-Qasas: 83)

Lalu, bagaimana dengan pemimpin-pemimpin zaman sekarang yang menggunakan uang rakyat (korupsi) untuk kesenangan mereka sendiri?

  1. Peduli dan Rendah Hati terhadap Rakyat

Pemimpin harus peduli terhadap rakyatnya. Tujuan utama seorang pemimpin adalah membimbing dan memajukan rakyatnya. Bentuk kepedulian tersebut dapat berupa membangun fasilitas umum seperti rumah sakit, universitas, sekolah, dan sebagainya. Pemimpin juga harus memastikan kebutuhan dasar rakyat, seperti sandang, pangan, dan papan, terpenuhi.

Dengan memenuhi kebutuhan rakyat, mereka dapat menjalankan kewajiban mereka kepada negara dan berkontribusi untuk agama dan bangsa. Namun, banyak pemimpin saat ini yang justru menelantarkan rakyatnya, sementara mereka berfoya-foya dengan kekayaan yang belum tentu halal.

Penutup

Itulah beberapa kriteria seorang pemimpin sejati yang, Insya Allah, jika diterapkan akan memberikan manfaat besar. Ingatlah, jika kita menjadi pemimpin, kita harus selalu mengingat Allah. Seorang pemimpin hanyalah perpanjangan mandat dari Tuhan. Oleh karena itu, pemimpin harus bersikap adil, tegas, sederhana, peduli, dan rendah hati. Semua itu adalah komponen dasar untuk menjalankan kekuasaan dengan baik dan lancar.

Sebagai pemimpin, kekuasaan bukanlah rezeki nomplok yang bisa digunakan sesuka hati. Sebaliknya, kekuasaan adalah ujian iman di dunia yang sementara ini.

Jika kita belum menjadi pemimpin, maka jadilah rakyat yang baik dengan tetap mematuhi perintah pemimpin selama tidak bertentangan dengan syariat. Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk menaati pemimpin dalam firman-Nya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ وَأُوْلِي ٱلۡأَمۡرِ مِنكُمۡۖ فَإِن تَنَٰزَعۡتُمۡ فِي شَيۡءٖ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ وَأَحۡسَنُ تَأۡوِيلًا  ٥٩

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), serta ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa: 59)

 

Ayat ini menekankan pentingnya ketaatan kepada Allah, Rasul-Nya, dan pemimpin selama tidak bertentangan dengan syariat Islam, serta menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama dalam menyelesaikan perbedaan.Selain menaati pemimpin, kita juga wajib mendoakan mereka agar menjadi lebih baik. Bahkan, salah seorang ulama Islam berkata:

“Seandainya aku memiliki doa yang pasti terkabul, maka aku akan mendoakan pemimpinku.”

Semoga kita semua dapat meneladani para pemimpin sejati dalam Islam dan mengambil pelajaran dari mereka.

Wasallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

 

Penulis : Muhammad Arsy Fajry Ayasy Pesantren Tahfizh Al-Bassam, Sukabumi

Referensi:

Fuad Abdurrahman, The Glory Story of Two Umars, Cet. Ke-1, Jakarta: Rene Islam, 2024.

Facebook Comments Box

Artikel Terjkait

Upgrade Hidup Hanya dari Scroll-Scroll? : Kenali Media Sosial Lebih Jauh
Cikal Bakal Perubahan: Manuver Pemuda Islam Mengarungi Lautan Tantangan
GAK NGEROKOK GAK KEREN!
Berita ini 24 kali dibaca

Artikel Terjkait

Selasa, 27 Mei 2025 - 02:49 WIB

Upgrade Hidup Hanya dari Scroll-Scroll? : Kenali Media Sosial Lebih Jauh

Selasa, 27 Mei 2025 - 02:07 WIB

Cikal Bakal Perubahan: Manuver Pemuda Islam Mengarungi Lautan Tantangan

Senin, 24 Maret 2025 - 01:19 WIB

GAK NGEROKOK GAK KEREN!

Selasa, 18 Maret 2025 - 02:33 WIB

Menjadi Pemimpin Sejati

Artikel Terbaru

Akidah

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:47 WIB

Fatwa Ulama

Akibat Dosa Menyebabkan Bencana Alam – Faedah 10

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:45 WIB

Dakwah

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:41 WIB