(Seri 5 bersambung)
Amalan ketiga
3. Sahur
3.1. Hikmahnya
Setelah mewajibkan berpuasa dengan waktu dan hukum yang sama dengan yang berlaku bagi orang-orang sebelum mereka, maka Allah mensyariatkan sahur atas kaum muslimin dalam rangka membedakan puasa mereka dengan puasa orang-orang sebelum mereka, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah dalam hadits Abu Sa‘id al-Khudriy:
« فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحُوْرِ »
“Yang membedakan antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.”
3.2. Keutamaannya
Keutamaan sahur antara lain:
1. Sahur adalah berkah sebagaimana sabda Rasulullah :
« إِنَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمُ الله إِيَّاهَا فَلاَ تَدَعُوْهُ »
“Sesungguhnya dia adalah berkah yang diberikan Allah kepada kalian, jangan kalian meninggalkannya.” .
Sahur sebagai suatu berkah dapat dilihat dengan jelas karena sahur itu mengikuti sunnah dan menguatkan orang yang berpuasa serta menambah semangat untuk menambah puasa dan juga mengandung nilai menyelisihi ahli kitab.
2. Salawat dari Allah dan malaikat bagi orang yang bersahur, sebagaimana yang ada dalam hadits Abu Sa‘id al-Khudry bahwa Rasulullah bersabda,
« السَحُوْر أَكْلَةُ اْلْبَرَكَةِ، فَلاَ تَدَعُوْهُ ولَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ َماءٍ فَإِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّْونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِيْنَ »
“Sahur adalah makanan berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun salah seorang dari kalian hanya meneguk seteguk air, karena Allah dan para malaikat bersalawat atas orang-orang yang bersahur.”
3.3. Sunnah Mengakhirkannya
Disunnahkan memperlambat sahur sampai mendekati subuh (fajar) sebagaimana yang dilakukan Rasulullah di dalam hadits Ibnu Abbas dari Zaid bin Tsabit, beliau berkata,
تَسَحَرْنَا مَعَ النَّبِيْ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ، قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسُّحُوْرِ؟ قَالَ: قَدْرُ خَمْسِيْنَ آية
“Kami bersahur bersama Rasulullah, kemudian beliau pergi untuk solat.” Aku (Ibnu Abbas) bertanya, “Berapa lama antara azan dan sahur?” Beliau menjawab, “Sekitar 50 ayat.” .
3.4. Hukumnya
Sahur merupakan sunnah yang muakkad dengan dalil:
a. Perintah dari Rasulullah untuk itu sebagaimana hadits yang terdahulu dan juga sabda beliau :
« تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِيْ السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ »
“Bersahurlah karena dalam sahur terdapat berkah.”
b. Larangan beliau dari meninggalkannya sebagaimana hadits Abu Sa’id yang terdahulu. Oleh karena itu, al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fath al-Bary (3/139) menukilkan ijmak atas kesunahannya.
(Bersambung)
Penulis : Al Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: https://whatsapp.com/channel/0029VayTSz317En4P2GFcH3f








