27- BERBUKA DENGAN KORMA ATAU AIR
HADITS ANAS BIN MALIK:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ:
«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ،
فَإِنْ لَمْ يَكُنْ رُطَبَاتٌ، فَتَمَرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ يَكُنْ تَمَرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ»
Dari Anas bin Malik, dia berkata:
“Kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka dengan beberapa ruthob (kurma basah) sebelum melakukan shalat.
Jika tidak ada ruthob maka dengan beberapa tamar (kurma kering).
Dan jika tidak ada tamar, maka beliau minum beberapa teguk air”.
(HR. Ahmad, no. 12676; Abu Dawud, no. 2356; dan Tirmidzi, no. 696. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)
FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:
1- Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka puasa sebelum sholat maghrib.
2- Sunnah menyegerakan berbuka puasa dan menyegerakan sholat maghrib.
Banyak orang melalaikan salah satunya.
3- Sunnah berbuka dengan makan ruthob (kurma basah) atau tamar (kurma kering), atau minum air.
Berbuka tidak harus dengan makan besar.
4- Anggapan sebagian orang tentang sunnah berbuka dengan sesuatu yang manis tidak tepat.
Sebab jika tidak ada kurma, Nabi buka dengan minum air, bukan mencari sesuatu yang manis.
Berbuka dengan sesuatu yang manis boleh, namun bukan sunnah. Wallohu a’lam.
5- Korma dan air adalah makanan dan minuman yang berkhasiat dan mudah dicerna, sehingga bagus untuk berbuka puasa.
6- Kemudahan dan keberkahan mengikuti sunnah (petunjuk) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
7- Kesederhaan menu buka Nabi, tanpa kemewahan dan pemborosan.
Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan







