DZIKIR SETELAH WITIR

Sabtu, 27 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadang sholat witir tiga roka’at. Dan beliau biasa membaca Sabbihisma robbikal a’la, Qul yaa ayyuhal kaafiruun, dan Qul huwallaahu ahad.
Dan setelah witir beliau biasa membaca dzikir “Subhaanal malikil qudduus, 3 kali”.
Inilah hadits-hadits yang menunjukkan amalan ini:

HADITS IBNU ABBAS

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوتِرُ بِثَلَاثٍ،
يَقْرَأُ فِي الْأُولَى بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى،
وَفِي الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ،
وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ”

Dari Ibnu Abbas, dia berkata:
Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan sholat witir tiga roka’at.
Beliau membaca pada roka’at pertama ‘Sabbihisma robbikal a’la’,
pada roka’at kedua ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’,
dan pada roka’at ketiga ‘Qul huwallaahu ahad’.
(HR. An-Nasai, no: 1702, dan ini lafazhnya; Tirmidzi, no. 462; Ahmad, no. 2720, 2725, 2726, 2905, 3531; Ibnu Majah, no. 1172; dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani)

HADITS UBAYY BIN KA’AB

عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى،
وَفِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ،
وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ،
وَلَا يُسَلِّمُ إِلَّا فِي آخِرِهِنَّ،
وَيَقُولُ ـ يَعْنِي بَعْدَ التَّسْلِيمِ ـ: “سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ”، ثَلَاثًا

Dari Ubayy bin Ka’ab, dia berkata:
Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca dalam sholat witir ‘Sabbihisma robbikal a’la’,
pada roka’at kedua ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’,
dan pada roka’at ketiga ‘Qul huwallaahu ahad’.
Beliau tidak salam kecuali pada rokaat terakhir.
Dan beliau berkata setelah salam “Subhaanal malikil qudduus”, 3 kali.
(HR. An-Nasai, no: 1701, ini lafazhnya, 1729, Ahmad, no. 21142; Ibnu Hibban, no. 2450 dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Di dalam riwayat lain ada tambahan:

وَكَانَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ: «سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ» , مَرَّتَيْنِ يُسِرُّهُمَا
وَالثَّالِثَةَ يَجْهَرُ بِهَا وَيَمُدُّ بِهَا صَوْتَهُ

Dan beliau berkata setelah salam “Subhaanal malikil qudduus”, 2 kali dengan pelan, mengeraskannya yang ketiga dan memanjangkan suaranya.
(HR. Daruquthni, no. 1659)

Di dalam riwayat lain dengan lafazh:

فَإِذَا فَرَغَ، قَالَ عِنْدَ فَرَاغِهِ: “سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ”، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يُطِيلُ فِي آخِرِهِنَّ

Jika telah selesai, beliau berkata ketika selesai “Subhaanal malikil qudduus”, 3 kali, beliau memanjangkan pada yang terakhir.
(HR. An-Nasai, no: 1699, dishohihkan oleh syaikh Al-Albani)

HADITS ‘ABDUROHMAN BIN ABZA

عَنْ ابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى، عَنْ أَبِيهِ،
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى،
وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ،
وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ،
وَكَانَ يَقُولُ إِذَا سَلَّمَ: “سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ” ثَلَاثًا، وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ بِالثَّالِثَةِ

Dari Ibnu Abdurrohman bin Abza, dari bapaknya,
bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membaca dalam sholat witir ‘Sabbihisma robbikal a’la’,
‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’,
dan ‘Qul huwallaahu ahad’.
Dan beliau berkata setelah salam “Subhaanal malikil qudduus”, 3 kali.
Dan beliau mengeraskannya yang ketiga.
(HR. An-Nasai, no: 1732, 1733; Ahmad, no. 15354, 15358, 15361. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Di dalam riwayat lain dengan lafazh:

وَكَانَ إِذَا سَلَّمَ وَفَرَغَ قَالَ: “سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ” ثَلَاثًا طَوَّلَ فِي الثَّالِثَةِ

Jika telah salam dan selesai, beliau berkata “Subhaanal malikil qudduus”, 3 kali, beliau memanjangkan pada yang ketiga.
(HR. An-Nasai, no. 1734, 1741, 1753. Dishohihkan oleh syaikh Al-Albani)

PERINGATAN:

1- Pada sebagian riwayat dzikir witir ada tambahan ”Robbil malaaikati war ruuh”:

وَإِذَا سَلَّمَ قَالَ: «سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ» , ثَلَاثَ مَرَّاتٍ يَمُدُّ بِهَا صَوْتَهُ ,
فِي الْأَخِيرَةِ يَقُولُ: «رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ»

Jika telah salam, beliau berkata “Subhaanal malikil qudduus”, 3 kali, beliau memanjangkan suaranya, pada yang terakhir beliau mengatakan ”Robbil malaaikati war ruuh”. (HR. Daruquthni, no. 1660)

Tambahan ”Robbil malaaikati war ruuh” ini lemah, sebab:

• Hanya diriwayatkan oleh perowi bernama Fithr dari Zubaid.
Sedangkan murid-murid Zubaid lainnya yang meriwayatkan hadits ini tidak ada tambahan tersebut.
Murid-murid Zubaid yang lain adalah: Sufyan, Al-A’masy, dan Jarir bin Hazim.
Sedang Fithr adalah Fithr bin Kholifah al-Qurosyi al-Makhzumiy.
Walaupun sebagian ulama menyatakan perowi yang kuat (Lihat: Tahdzibul Kamal fii Asmair Rijal, 23/314), namun menyelisihi jama’ah, sehingga lemah.
Bahkan Imam Ad-Daruquthniy mengatakan tentang Fithr bin Kholifah: “Dia menyimpang, tidak dijadikan hujjah”. (Sualaat al-Hakim an-Nisaburiy lid Daruquthniy, hlm. 264, no. 454)

• Demikian juga semua jalur dari sahabat Abdurrohman bin Abza dan Ubayy bin Ka’ab tidak ada yang meriwayatkannya.
Sehingga ini tambahan syadzah (yang menyelisihi jamaah), bahkan munkar (riwayat lemah yang menyelisihi riwayat shohih), sehingga lemah, dan tidak bisa diamalkan.

2- Sebagian orang memberikan tambahan dzikir setelah witir dengan :

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

Ini juga tidak ada riwayat haditsnya, walaupun ini disebutkan di dalam sebagian buku fiqih.
Yang benar bahwa dzikir ini adalah untuk rukuk dan sujud sebagaimana diriwayatkan di dalam hadits shohih berikut ini:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ:
“سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ”

Dari ‘Aisyah, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berkata di dalam rukuknya dan sujudnya: Subbuuhun Qudduusun ‘Robbul malaaikati war ruuh”.
(HR. Muslim, no. 223/487; An-Nasai, no: 1134; Abu Dawud, no. 872; Ahmad, no. 24063, 24630, 25146, 25638, 26070, 26071; Ibnu Hibban, no. 1899. Dishohihkan oleh syaikh Al-Albani)

Inilah bacaan dalam sholat tarowih dan setelah witir yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

 

Facebook Comments Box

Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala

Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan

Artikel Terjkait

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL
MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL
INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA
Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah
Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan
Serial Fikih Puasa (Edisi 18) :Siapakah yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?
Serial Fikih Puasa (Edisi 17) :Kewajiban Zakat Fitrah
Serial Fikih Puasa (Edisi 16) : Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Berita ini 15 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:02 WIB

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:46 WIB

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:12 WIB

INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:07 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:04 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB