22- BERPUASA JANGAN HANYA MENDAPATKAN LAPAR SAJA!
HADITS ABU HUROIROH:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
« رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ
وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِهِ إِلاَّ السَّهَرُ »
Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu, dia berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Banyak orang yang berpuasa, dia tidak mendapatkan dari puasanya kecuali lapar.
Dan banyak orang yang sholat malam, dia tidak mendapatkan dari sholat malamnya kecuali begadang (tidak tidur)”.
(HR. Ibnu Majah, no. 1690; Ahmad, no. 8856, 9685; Ibnu Khuzaimah, no. 1997; Ibnu Hibban, no. 3481. Syaikh Al-Albani mengatakan; “Hasan Shohih”)
FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:
1- Berpuasa adalah ibadah besar, tetapi sebagian orang berpuasa namun tidak mendapatkan pahala.
2- Sholat malam adalah ibadah besar, tetapi sebagian orang sholat malam namun tidak mendapatkan pahala.
3- Tidak semua ibadah, diterima oleh Alloh Ta’ala. Maka pentingnya ilmu untuk mengetahuinya.
4- Syarat diterima ibadah ada tiga: iman, ikhlas dan mengikuti tuntunan Nabi.
5- Ibadah tidak cukup hanya dengan ikhlas.
Sebagaimana perkataan sebagian orang, “Yang penting ikhlas!”
6- Kewajiban memperhatikan syarat, rukun, kewajiban, dan adab-adab ibadah, supaya ibadah tidak sia-sia.
Jangan sampai menyangkan telah berbuat sebaik-baiknya, ternyata di akhirat tidak ada pahalanya. (Lihat QS. Al-Kahfi/18: 103-106)
7- Siapa yang puasanya sia-sia?
Imam Shon’ani rohimahulloh (wafat th. 1182 H) berkata:
“Hal ini ditujukan kepada orang yang tidak ikhlas, atau tidak menjauhi perkataan palsu, dusta, fitnah, ghibah, dan larangan-larangan semacamnya, sehingga dia mendapatkan lapar dan haus, tidak mendapatkan pahala”.
Al-Ghozali rohimahulloh (wafat th. 505 H) berkata:
“Dia adalah orang yang berbuka dengan (melakukan sesuatu) yang haram, berbuka dengan memakan daging manusia, yaitu ghibah, atau orang yang tidak menjaga anggota badannya dari dosa-dosa”. (At-Tanwiir Syarh Al-Jami’us Shoghir, 6/224)
8- Kasih sayang Nabi kepada umatnya.
Yaitu beliau memberikan peringatan dari keburukan yang menimpa sebagian umatnya, agar supaya dijauhi.
Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan







