19- SEDANG SAHUUR, MENDENGAR ADZAN SUBUH
HADITS ABU HUROIROH:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
« إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَالإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ,
فَلاَ يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِىَ حَاجَتَهُ مِنْهُ ».
Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Apabila salah seorang diantara kalian mendengar adzan, sedangkan bejana (wadah makanan) masih ada di tangannya,
maka janganlah ia meletakkannya hingga ia menyelesaikan hajatnya (sahurnya).”
(HR. Abu Dawud, no.2350; Ahmad, no. 10629; dan Al-Hakim, no. 729, 740, 1552.
Dishahihkan oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, Syu’aib Al-Arnauth di dalam Takrijul Musnad.
Syaikh Al-Albani memasukkan di dalam Silsilah Ash-Shohihah, no. 1394, dan menyebutkan syawahid yang banyak)
Di dalam riwayat lain ada tambahan:
وَكَانَ الْمُؤَذِّنُ يُؤَذِّنُ إِذَا بَزَغَ الْفَجْرُ.
“Dan muadzin mengumandangkan adzannya jika fajar telah terbit”.
(HR. Ahmad, no. 10630 dan Thobari, no. 3016. Dishohihkan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth di dalam Takhrij Musnad Ahmad)
Ibnu Hazm juga meriwayatkannya di dalam kitab Al-Muhalla 6/232, dari riwayat Hammad bin Salamah, dan ada tambahan di akhirnya:
Hammad berkata, dari Hisyam bin ‘Urwah yang berkata,
“Bapakku berfatwa dengan ini”.
(Tafsir Thabari 3/527, catatan kaki no. 2)
FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:
1. Mulai imsaak puasa (menahan diri dari makan minum dll) adalah ketika adzan subuh setelah terbit fajar shodiq.
Oleh karena itu termasuk kesalahan, anggapan imsaak 10 menit sebelum adzan subuh.
Ini adalah sesuatu yang baru dan bertentangan dengan petunjuk agama Islam.
2. Ketika seseorang sedang makan sahur lalu mendengar adzan subuh, boleh menyelesaikan makan-nya berdasarkan hadits di atas.
Maka anggapan “harus memuntahkannya ketika mendengar adzan subuh”, tidak benar.
3. Kemudahan agama Islam yang memberikan keringanan makan sahur di saat adzan subuh berkumandang.
4. Tidak boleh menyengaja sahur ketika adzan subuh sudah berkumandang. Sebab hadits ini merupakan rukhshoh (keringanan) bagi orang yang sedang sahur, lalu mendengar adzan subuh.
5. ‘Urwah bin Zubair, seorang ulama Madinah dari kalangan tabi’in, berfatwa mengikuti dalil.
6. Agama dilakukan dengan tuntunan, bukan hanya sekedar akal atau perasaan atau perkataan manusia semata. Wallohu a’lam.
7. Perlunya belajar agama Islam dengan dalil dari ayat Al-Qur’an atau hadits Nabi, sehingga beragama dengan yakin. Bukan hanya dugaan saja.
Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan







