HADITS ABU DZARR
عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: تَرَكْنَا رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
وَمَا طَائِرٌ يُقَلِّبُ جَنَاحَيْهِ فِي الْهَوَاءِ، إِلَّا وَهُوَ يُذَكِّرُنَا مِنْهُ عِلْمًا،
قَالَ: فَقَالَ: صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«مَا بَقِيَ شَيْءٌ يُقَرِّبُ مِنَ الْجَنَّةِ، ويُبَاعِدُ مِنَ النَّارِ، إِلَّا وَقَدْ بُيِّنَ لَكُمْ»
Dari Abu Dzar, dia berkata:
Kami telah meninggalkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
dan tidak ada seekor burung yang membalikkan dua sayapnya di udara kecuali beliau menyebutkan ilmu kepada kami dari hal tersebut.
Abu Dzar berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda:
“Tidaklah tersisa sesuatupun yang akan mendekatkan ke sorga dan menjauhkan dari neraka, kecuali telah dijelaskan kepada kamu”.
(HR. Thobroni di dalam A-Mu’jamul Kabir, no. 1647. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shohihah, no. 1803. Dan Syaikh Ahmad Syakir di dalam ta’liq Ar-Risalah, hlm. 93-103)
HADITS IBNU MAS’UD
عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«أَيُّهَا النَّاسُ , إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ شَيْءٍ يُقَرِّبُكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبْعِدُكُمْ مِنَ النَّارِ إِلَّا قَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ ,
وَلَيْسَ شَيْءٌ يُقَرِّبُكُمْ مِنَ النَّارِ وَيُبْعِدُكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَّا قَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ ,
وَإِنَّ الرُّوحَ الْأَمِينَ نَفَثَ فِي رَوْعِي أَنَّهُ لَيْسَ مِنْ نَفْسٍ تَمُوتُ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا ,
فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ , وَلَا يَحْمِلْكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ عَلَى أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعَاصِي اللَّهِ،
فَإِنَّهُ لَا يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلَّا بِطَاعَتِهِ»
Dari Ibnu Mas’ud, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai manusia,
Sesungguhnya tidak ada sesuatupun yang akan mendekatkan kamu ke sorga dan menjauhkan kamu dari neraka, kecuali aku telah memerintahkannya kepada kamu.
Dan tidak ada sesuatupun yang akan mendekatkan kamu ke neraka dan menjauhkan kamu dari sorga, kecuali aku telah melarang kamu darinya.
Dan sesungguhnya Ar-Ruhul Amin (Malaikat Jibril) telah menyampaikan ke dalam hatiku, bahwa satu jiwa tidak akan mati sehingga dia mendapatkan semua rezekinya,
Maka bertakwalah kepada Allah dan lakukan cara yang baik dalam mencari rezeki.
Jangan sampai anggapan lambatnya rezeki menyebabkan kamu mencarinya dengan kemaksiatan-kemasiatan kepada Allah.
Sesungguhnya apa yang ada di sisi Alloh, tidak diraih kecuali dengan taat kepada-Nya”.
(HR. Ibnu Abi Syaibah dlm Al-Mushonnaf, no. 3432; Al-Baghowi dlm Syarhus Sunnah, no. 4113; HR. Al-Baihaqi dlm Syu’abul Iman, no. 9891)
FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits-hadits ini, antara lain:
1- Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah wafat, maka tidak boleh meminta kepada beliau, sebagaimana ketika beliau masih hidup.
2- Semua manusia juga akan mati. Maka hendaklah kita perhatikan, apa yang telah kita siapkan untuk akhirat.
3- Semua perkara yang dibutuhkan manusia di dunia dan di akhirat sudah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bahkan tidak ada seekor burung yang membalikkan dua sayapnya di udara kecuali beliau menyebutkan ilmu kepada sahabat.
4- Agama Islam sudah sempurna, maka tidak boleh menambahinya atau menguranginya.
5- Semua perkara yang akan mendekatkan ke sorga dan menjauhkan dari neraka, telah dijelaskan dan diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya.
Maka ketika melakukan suatu amalan untuk mendekatkan ke sorga dan menjauhkan dari neraka, harus dengan amalan yang telah dituntunkan.
6- Semua perkara yang akan mendekatkan ke neraka dan menjauhkan dari sorga, telah dijelaskan dan dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya.
Maka tidak boleh melarang perkara yang dianggap akan mendekatkan ke neraka dan menjauhkan dari sorga, kecuali dengan perkara yang telah dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
7- Ar-Ruhul Amin atau Ar-Ruhul Quds adalah Malaikat Jibril. Bukan oknum dari Tuhan, sebagaimana anggapan Nashoro.
8- Di antara tugas Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
9- Di antara cara turun wahyu adalah Malaikat Jibril meniupkan wahyu ke dalam hati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau memahaminya.
10- Satu jiwa tidak akan mati sehingga dia mendapatkan semua rezekinya.
11- Kewajiban bertakwa kepada Allah dan mencari rezeki dengan cara yang baik.
12- Larangan mencari rezeki dengan kemasiatan kepada Allah. Sebab rezeki yang telah Alloh tulis pasti akan mendatangi pemiliknya.
13- Kebaikan yang ada di sisi Alloh, tidak diraih kecuali dengan taat kepada-Nya. Maka jangan sampai kita berbuat maksiat.
Inilah sedikit penjelasan tentang hadits-hadits yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Ditulis oleh Muslim Atsari,
Sragen, Rabu Bakda Isya’, 8-Jumadal Tsaniyah-1445 H / 20-Desember-2023 M
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan







