KEUTAMAAN AL-QUR’AN DARIPADA KITAB SUCI SEBELUMNYA
HADITS WATSILAH BIN AL-ASQO’
عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أُعْطِيتُ مَكَانَ التَّوْرَاةِ السَّبْعَ (الطُّوَلَ) ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الزَّبُورِ الْمِئِينَ،
وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الْإِنْجِيلِ الْمَثَانِيَ،
وَفُضِّلْتُ بِالْمُفَصَّلِ»
Dari Watsilah bin Al-Asqo’ bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Saya diberi ganti dari Taurat dengan as-Sab’u (ath-Thuwal);
saya diberi ganti dari Zabur dengan al-Mi`in;
saya diberi ganti dari Injil dengan al-Matsaani;
dan saya diberi tambahan dengan al-Mufashshol”.
(HR. Ahmad, no. 16982; Abu Dawud Ath-Thoyalisi, no. 1105; Ath-Thohawiy di dalam Syarah Musykil al-Atsar, no. 1379; Ath-Thobari di dalam Tafsirnya, no. 126. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth di dalam Takhrij Musnad Ahmad; Syaikh Al-Albani di dalam Ash-Shohihah, no. 1480; dan dishohihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir di dalam Takhrij Tafsir Ath-Thobari.
Kata ‘ath-thuwal’ tambahan riwayat Ath-Thobari)
Catatan:
1- As-Sab’u ath-Thuwal artinya tujuh surat yang panjang, maksudnya: surat Al-Baqoroh, Ali-‘Imron, An-Nisa’, Al-Maidah, Al-An’am, Al-A’rof, dan Yuunus.
2- Al-Mi`iin yaitu surat-surat yang jumlah ayatnya sekitar seratus.
3- Al-Matsaani yaitu surat-surat setelah al-Mi`in;
4- Al-Mufashshol yaitu surat-surat yang banyak fashl-nya (pemisahnya) dengan basmalah.
Dimulai dari surat Qoof sampai akhir surat dalam Al-Qur’an. (Lihat Tafsir Thobari; dll)
FAWAID HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, antara lain:
1- Beriman kepada kitab-kitab suci yang Alloh turunkan kepada para Rasul.
2- Keutamaan kitab suci Taurat yang Alloh turunkan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam.
3- Keutamaan kitab suci Zabur yang Alloh turunkan kepada Nabi Dawud ‘alaihis salam.
4- Keutamaan kitab suci Injil yang Alloh turunkan kepada Nabi ‘Isa ‘alaihis salam.
5- Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam utusan Alloh diberi kitab suci Al-Qur’an, sebagaimana utusan Alloh dahulu diberi kitab suci.
6- Keutamaan kitab suci Al-Qur’an diabndingkan kitab-kitab suci sebelumnya.
Sebab kandungan tiga kitab suci besar zaman dahulu ada gantinya di dalam Al-Qur’an, dan ditambah al-Mufashshol.
7- Pembagian isi Al-Qur’an sudah ada di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Yaitu dengan: as-Sab’u ath-Thuwal, al-Mi`in, al-Matsaani, dan al-Mufashshol. Pembagian di zaman sekarang, yaitu satu mushhaf Al-Qur’an dibagi menjadi 30 juz (bagian), ini tidak mengapa, sebab hanya sarana untuk memudahkan. Wallohu a’lam.
Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini. Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan








