(Seri 8 bersambung)
Amalan keempat
7. Berbuka Puasa
7.1. Waktu berbuka
Berbuka puasa dilakukan pada waktu terbenam matahari dan telah lalu penjelasannya pada pembahasan waktu puasa. Rasululloh berbuka sebelum sholat maghrib sebagaimana diriwayatkan Anas bin Malik.
7.2. Mempercepat Buka Puasa
Termasuk dalam sunnah puasa adalah mempercepat waktu berbuka dalam rangka mengikuti contoh Rasulullah dan para sahabatnya sebagaimana yang dikatakan oleh Amr bin Maimun al-Audy bahwa sahabat-sahabat Muhammad adalah orang-orang yang paling cepat berbuka dan paling lambat sahurnya.
Adapun manfaatnya adalah:
1. Mendapatkan kebaikan sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Sahl bin Saàd bahwa Rasulullah bersabda,
« لَا يَزَالُ النَّاسَ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الْفِطْرَ »
“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka mempercepat buka puasanya.”
2. Merupakan sunnah Nabi .
3. Dalam rangka menyelisihi ahli kitab sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
« لاَ يَزَالُ الدَّيْنُ ظَاهِرًا مَا عَجَّلَ النَّاسُ الْفِطْرَ، لأَنَّ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَارَى يُؤَخِّرُوْنَهُ »
“Agama ini akan senantiasa menang selama manusia (kaum muslimin) mempercepat buka puasanya karena orang-orang Yahudi dan Kristen (Nashrani) mengakhirkannya.”
Buka puasa dilakukan sebelum solat maghrib karena itu merupakan akhlak para nabi. Sedangkan Rasulullah memotivasi kita untuk berbuka dengan kurma dan kalau tidak ada kurma, maka memakai air. Ini merupakan kesempurnaan kasih sayang dan perhatian beliau terhadap umatnya. Setelah berbuka, beliau melakukan sholat maghrib
7.3. Makanan berbuka
Memang tidak ketentuan jenis makanan yang harus dimakan ketika berbuka puasa, namun Rasululloh mendahulukan Ruthob ketika berbuka, sebagaimana dikisahkan Anas bin Malik:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Nabi berbuka sebelum sholat dengan Ruthob jika tidak ada maka dengan kurma dan jika tidak ada maka meinum seteguk air.(Riwayat Ahmad 3/163, Abu Daud 2/306 dan At Tirmidziy 3/70).
7.4. Bacaan orang yang berbuka.
Disyariatkan seorang yang berpuasa ketika berbuka membaca do’a, sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Amru bin Al Ash:
“Sesungguhnya seorang yang berpuasa ketika berbuka memiliki do’a yang tidak tertolak”.
Sedangkan doa yang utama adalah do’a yang ma’tsur dari nabi :
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Nabi jika berbuka membaca: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ .
8. Adab Orang yang Berpuasa.
Disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk beradab dengan adab-adab yang syari, di antaranya:
1. Memperlambat sahur. (telah lalu penjelasannya)
2. Mempercepat berbuka puasa.(telah lalu penjelasannya)
3. Berdoa ketika berpuasa dan ketika berbuka . (telah lalu penjelasannya)
4. Menahan diri dari perkara-perkara yang merusak puasa. (telah lalu penjelasannya)
5. Bersiwak.
6. Berderma dan tadarus Alquran.
7. Bersungguh-sungguh dalam beribadah khususnya pada sepuluh hari terakhir.
Bersambung…..
Penulis : Al Ustadz Kholid Syamhudi Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: https://whatsapp.com/channel/0029VayTSz317En4P2GFcH3f