Kontradiksi dalam Pengakuan & Pengingkaran

Kamis, 8 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masalah Ke-33

Pengingkaran mereka pada sesuatu yang sudah mereka akui dan yakini sebagai bagian agama mereka, sebagaimana yang mereka lakukan terhadap ibadah haji. Firman Allah, “Dan yang membenci agama Ibrahim hanyalah orang yang memperbodoh diri mereka sendiri.” (Al-Baqarah: 130)

Penjelasan

Orang yahudi mengklaim bahwa mereka berada di atas ajaran  Nabi Ibrahim alaihisshalatu wassalam. Akan tetapi ketika kiblat dipalingkan ke arah Ka’bah –yang dahulu dibangun Ibrahim- malah mereka menunjukkan sikap ingkar seingkar-ingkarnya, wal iyadzu billah. Mereka tidak mau mengakui Ka’bah dan ibadah haji yang berasal dari ajaran Nabi Ibrahim. Mereka ingkar dan menolak menghadapkan wajah ke kiblat, padahal mereka tahu itulah yang benar.  Dan bahwa Ka’bah adalah kiblat Ibrahim alaihisshalatu wassalam. Ibrahimlah yang mendirikan bangunan ini. Ia bangun Ka’bah itu atas perintah Allah Azza Wa Jalla.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan ingatlah ketika Kami tempatkan bagi Ibrahim lokasi Al-Bait…” (Al-Hajj: 26)

Firman Ta’ala: “Dan ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah bersama Ismail.” (Al-Baqarah: 127)

Maka, Ka’bah adalah bangunan yang didirikan Ibrahim atas perintah Allah, dan kiblat beliau, tetapi orang-orang yahudi mengingkarinya.

Demikian pula halnya ibadah haji. Haji adalah ajaran agama Ibrahim alaihisshalatu wassalam, ini mereka ingkari. Padahal mereka mengaku berada di atas ajaran dan agama Ibrahim. Akan tetapi kebencian terhadap Muhammad shallallahu alaihi wasallam telah membuat mereka ingkar terhadap kedua ajaran di atas.

Ka’bah adalah peninggalan Ibrahim alaihisshalatu wassalam, demikian pula tawajjuh (menghadapkan wajah) ke arahnya saat shalat, menjadikannya sebagai tujuan ibadah haji dan umrah – merupakan agama Ibrahim alaihisshalatu wassalam. Mereka nisbahkan  diri pada agama Ibrahim tetapi mereka kufuri syiar-syiar terbesar dari agama beliau. Ini adalah kontradiksi yang sangat mengherankan!

 

Seperti ini pula setiap orang atau golongan yang menisbatkan diri pada Islam, tetapi menolak sebagian hukum-hukumnya. Semacam orang yang berkata: “Saya muslim,” tetapi tawaf mengelilingi kuburan, berdoa kepada yang di dalam kubur, mencari berkah dari kuburan, mengusap-ngusap kuburan. Ketika dikatakan kepadanya: “Ini syirik!” Bukannya dia berpaling tetapi malah melanjutkan amal perbuatannya, bahkan membenci orang yang melarangnya. Ini adalah satu kontradiksi dalam penisbatan (identifikasi) diri – menyatakan diri sebagai orang Islam, akan tetapi menyelisihi Islam dalam syiarnya yang terbesar, yakni tauhid.

(Diterjemahkan dari Syarh Masail Jahiliyyah, Syaikh Shalih Fauzan hafizhahulllah, hal. 128-129, Cet. Darul Furqan Kairo 1435/2014)

Facebook Comments Box

Artikel Terjkait

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT
Kewajiban Mentaati Rasul dan Meninggalkan Semua Perkataan (yang Bertentangan) dan Mengutamakan Perkataannya
Kewajiban Menjaga Waktu Dan Larangan Menyia-nyiakannya Pada Perkata Yang Tidak Bermanfaat
Kewajiban dan Keutamaan Taubat
Keutamaan Tauhid
Keutamaan Puasa Sunnah
Keutamaan Puasa Asyura (Yaitu hari kesepuluh dari bulan Muharram)
Keutamaan Mengajarkan Ilmu dan Menyeru Manusia kepada Kebaikan
Berita ini 1 kali dibaca

Artikel Terjkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 03:47 WIB

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:42 WIB

Kewajiban Mentaati Rasul dan Meninggalkan Semua Perkataan (yang Bertentangan) dan Mengutamakan Perkataannya

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:42 WIB

Kewajiban Menjaga Waktu Dan Larangan Menyia-nyiakannya Pada Perkata Yang Tidak Bermanfaat

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:41 WIB

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Januari 2026 - 15:40 WIB

Keutamaan Puasa Sunnah

Artikel Terbaru

Akidah

TIDAK ADA YANG BARU DALAM HUKUM-HUKUM SHALAT

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:47 WIB

Fatwa Ulama

Akibat Dosa Menyebabkan Bencana Alam – Faedah 10

Sabtu, 24 Jan 2026 - 03:45 WIB

Dakwah

Kewajiban dan Keutamaan Taubat

Kamis, 8 Jan 2026 - 15:41 WIB