๐ข Allah Ta’ala berfirman tentang Zakaria ‘alaihissalam:
๏ดฟุฅูุฐู ููุงุฏูููฐ ุฑูุจูููู ููุฏูุงุกู ุฎููููููุง๏ดพ
_”(Yaitu) ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.”_ (QS. Maryam: 3)
๐ข Dan Allah Ta’ala berfirman:
๏ดฟุงุฏูุนููุง ุฑูุจููููู ู ุชูุถูุฑููุนูุง ููุฎูููููุฉู ุฅูููููู ููุง ููุญูุจูู ุงููู ูุนูุชูุฏูููู๏ดพ
_”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”_ (QS. Al-A’raf: 55)
๐ค Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
ยซููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุณูุชูุญูุจูู ุงููุฌูููุงู ูุนู ู ููู ุงูุฏููุนูุงุกู ููููุฏูุนู ู ูุง ุณูููู ุฐูููููยป
“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyukai doa-doa yang bersifat jawaami’ (singkat dan padat makna) dan meninggalkan yang selain itu.” (HR. Abu Dawud)
๐ค Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ยซููุง ุชูุฏูุนููุง ุนูููู ุฃูููููุณูููู ูุ ููููุง ุชูุฏูุนููุง ุนูููู ุฃูููููุงุฏูููู ูุ ููููุง ุชูุฏูุนููุง ุนูููู ุฃูู ูููุงููููู ูุ ููุง ุชูููุงูููููุง ู ููู ุงูููููู ุณูุงุนูุฉู ููุณูุฃููู ูููููุง ุนูุทูุงุกู ููููุณูุชูุฌููุจู ููููู ูยป
_”Janganlah kalian berdoa (mendoakan keburukan) atas diri kalian sendiri, jangan berdoa atas anak-anak kalian, dan jangan berdoa atas harta-harta kalian. Bisa saja (doa itu) bertepatan dengan saat dikabulkannya doa (oleh Allah), lalu Dia mengabulkan untuk kalian.”_ (HR. Muslim)
๐ค Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ยซุฅูุฐูุง ุฏูุนูุง ุฃูุญูุฏูููู ู ููููุง ูููููู: ุงููููููู ูู ุงุบูููุฑู ููู ุฅููู ุดูุฆูุชูุ ุงุฑูุฒูููููู ุฅููู ุดูุฆูุชูุ ููููููุนูุฒูู ู ุงููู ูุณูุฃูููุฉูุ ุฅูููููู ููููุนููู ู ูุง ููุดูุงุกู ููุง ู ูููุฑููู ููููยป
_”Jika salah seorang dari kalian berdoa, janganlah ia mengatakan: ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau menghendaki, berilah aku rezeki jika Engkau menghendaki.’ Hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam meminta, karena sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki, tidak ada yang dapat memaksa-Nya.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
Makna dari *”liya’zim al-mas`alah”* : yaitu hendaklah ia bersungguh-sungguh dan yakin dalam permintaannya serta mengharapkan pengabulan
๐ก *Penjelasan:*
Doa adalah ibadah yang agung, Allah telah mensyariatkan adab-adab yang mendekatkan seorang yang berdoa kepada Allah dan membuatnya lebih dekat untuk dikabulkan. Seorang yang berdoa seharusnya bersemangat menjalankannya. Di antaranya adalah merendahkan suara karena di dalamnya terdapat kekhusyukan dan kerendahan hati; memilih doa-doa yang jawaami’ (singkat dan padat), yaitu ucapan yang sedikit namun mengandung kebaikan yang banyak. Demikian pula, seorang muslim harus menghindari mendoakan keburukan atas dirinya sendiri, anaknya, atau hartanya, karena bisa saja doa itu bertepatan dengan saat dikabulkan doa lalu dikabulkan untuknya. Di antara hal-hal yang harus dihindari dalam berdoa adalah mengaitkannya dengan kemauan (dengan kata ‘jika’), karena hal itu menunjukkan sikap tidak butuh dan tidak bersungguh-sungguh dalam meminta.
๐ *Faedah-Faedah:*
- Dianjurkannya merendahkan suara ketika berdoa, karena di dalamnya terdapat kerendahan hati dan kekhusyukan kepada Allah.
- Dianjurkannya berdoa dengan jawaami’ al-kalim (doa yang singkat dan padat makna), yaitu doa yang mengumpulkan kebaikan yang banyak dalam kata-kata yang sedikit.
- Peringatan agar seseorang tidak mendoakan keburukan atas dirinya sendiri, hartanya, atau anaknya.
- Wajibnya bersungguh-sungguh (yakin) dalam berdoa dan tidak mengaitkannya dengan kemauan (dengan kata ‘jika’), karena hal itu menimbulkan kesan tidak serius dengan yang diminta dan lemahnya pengakuan akan kebutuhan kepada Allah.
๐ *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
๐ค *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







