๐ค Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ุฅูููู ุงูุฑููููู ููุงูุชููู ูุงุฆูู ู ููุงูุชููููููุฉู ุดูุฑููู
_”Sesungguhnya jampi-jampi (ruqyah), tamimah (jimat), dan tiwalah (pelet) adalah syirik.”_ (HR. Abu Dawud)
*”TIWALAH”* adalah sejenis sihir dan disebut juga ‘athf (pelet/pengasihan).
๐ค Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
ุฑุฎููุตู ุฑุณููู ุงูููููู ุตูููู ุงูููููู ุนูููู ูุณูููู ู ูู ุงูุฑููููุฉูุ ู ูู ูููู ุฐู ุญูู ูุฉู
_”Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan ruqyah dari (gangguan) segala yang memiliki sengatan (racun).”_ (Muttafaqun ‘alaih)
Beracun di sini seperti bisa kalajengking dan yang semisalnya
๐ค Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
ุฃููู ุงููููุจููู ุตูููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ูุงูู ููููููุซู ุนููู ููููุณููู ูู ู ูุฑูุถููู ุงูุฐู ููุจูุถู ููู ุจุงูู ูุนููููุฐูุงุชูุ ููููู ููุง ุซููููู ููููุชู ุฃููุง ุฃููููุซู ุนููู ุจูููููุ ูุฃู ูุณูุญู ุจููุฏู ููููุณููู ููุจูุฑูููุชูููุง. ููุณูุฃูููุชู ุงุจููู ุดูููุงุจู: ูููู ูุงูู ููููููุซูุ ููุงูู: ููููููุซู ุนููู ููุฏูููููุ ุซูู ูู ููู ูุณูุญู ุจููู ุง ูุฌููููู
_Bahwa Nabi Muhammad shallallahu โalaihi wasallam meniup disertai dengan bacaan al-Muโawwidzat (surat al-Ikhlas dan al-Muโawwidzatain) kepada dirinya sendiri ketika sakit yang menghantarkannya kepada kematian. Tatkala sakit beliau bertambah dan terasa berat olehnya, aku meniupkan kepadanya disertai bacaan tersebut dengan mengusapkan tangan beliau kepada badannya karena tangan beliau barakah. Maโmar berkata: โAku bertanya kepada az-Zuhri bagaimana meniupnya?โ Ia berkata: โMeniup pada kedua tangannya kemudian mengusap wajahnya dengan kedua tangan tersebut.โ_ (Muttafaqun ‘alaih)
๐ค Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:
ุฃููู ุงููููุจููู ุตูููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ูุงูู ููุนููููุฐู ุจูุนูุถู ุฃููููููุ ููู ูุณูุญู ุจููุฏููู ุงูููู ูููู ูููููู: ุงููููููู ูู ุฑูุจูู ุงููููุงุณู ุฃุฐูููุจู ุงูุจูุงุณูุ ุงุดููููู ูุฃูููุชู ุงูุดููุงูููุ ูุง ุดูููุงุกู ุฅูููุง ุดูููุงุคูููุ ุดูููุงุกู ูุง ููุบูุงุฏูุฑู ุณูููู ูุง.
_Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah meruqyah sebagian keluarganya. Beliau mengusap dengan tangan kanannya seraya berdoa: “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
๐ก *Penjelasan:*
Ruqyah adalah membacakan (doa atau ayat) pada orang sakit disertai tiupan atau mengusap tempat yang sakit. Ia disebut juga ‘azimah (jampi) di mana ini adalah Ruqyah disyariatkan dan bermanfaat – dengan izin Allah – jika (bacaan)nya dari Al-Qur’an dan doa-doa yang shahih, yang bersih dari kesyirikan dan permintaan tolong kepada selain Allah.
๐ *Faidah-faidah:*
- Disyariatkannya ruqyah dengan Al-Qur’an dan doa-doa yang sesuai syariat.
- Haramnya ruqyah dengan selain Al-Qur’an dan doa-doa yang syar’i.
- Jika ruqyah mengandung seruan kepada selain Allah, maka itu adalah syirik besar.
- Disyariatkan bagi seseorang untuk meruqyah dirinya sendiri, dan tidak harus dari orang lain.
๐ *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







