๐ข Allah Ta’ala berfirman:
ูููููุณู ุงููุจูุฑูู ุฃูู ุชูููููููุง ููุฌููููููู ู ููุจููู ุงููู ูุดูุฑููู ููุงููู ูุบูุฑูุจู ูููููฐููููู ุงููุจูุฑูู ู ููู ุขู ููู ุจูุงูููููู ููุงููููููู ู ุงููุขุฎูุฑู ููุงููู ูููุงุฆูููุฉู ููุงููููุชูุงุจู ููุงููููุจููููููู
_”Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi…”_ (QS. Al-Baqarah: 177)
๐ค Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
ุจูููููู ูุง ููุญููู ุฌูููููุณู ุนูููุฏู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณููู ุฐูุงุชู ููููู ู ุฅูุฐู ุทูููุนู ุนูููููููุง ุฑูุฌููู ุดูุฏูููุฏู ุจูููุงุถู ุงูุซููููุงุจู ุดูุฏูููุฏู ุณูููุงุฏู ุงูุดููุนูุฑู ูุงู ููุฑูู ุนููููููู ุฃูุซูุฑู ุงูุณููููุฑู ูููุงู ููุนูุฑููููู ู ููููุง ุฃูุญูุฏู ุญูุชููู ุฌูููุณู ุฅูููู ุงููููุจูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ููุฃูุณูููุฏู ุฑูููุจูุชููููู ุฅูููู ุฑูููุจูุชููููู ููููุถูุนู ููููููููู ุนูููู ููุฎูุฐููููู ููููุงูู: ููุง ู ูุญูู ููุฏู ุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุฅูุณููุงูู ุ ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : (ุงูุฅูุณููุงูู ู ุฃููู ุชูุดูููุฏู ุฃููู ูุงู ุฅููููู ุฅููุงูู ุงูููู ููุฃูููู ู ูุญูู ููุฏูุงู ุฑูุณููููู ุงููููุ ููุชูููููู ู ุงูุตูููุงูุฉูุ ููุชูุคูุชููู ุงูุฒููููุงุฉูุ ููุชูุตูููู ู ุฑูู ูุถูุงููุ ููุชูุญูุฌูู ุงูุจููุชู ุฅููู ุงูุณูุชูุทูุนุชู ุฅูููููู ุณูุจููููุงู. ููุงูู: ุตูุฏูููุชู. ููุนูุฌูุจูููุง ูููู ููุณูุฃููููู ููููุตูุฏููููููุ ููุงูู: ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูููู ูุงููุ ููุงูู: ุฃููู ุชูุคูู ููู ุจูุงููููุ ููู ููุงุฆูููุชูููุ ููููุชูุจููู ููุฑูุณูููููุ ููุงููููููู ู ุงูุขูุฎูุฑูุ ููุชูุคูู ููู ุจูุงูููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ููุดูุฑูููู ููุงูู: ุตูุฏูููุชูุ ููุงูู: ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูุญูุณูุงููุ ููุงูู: ุฃููู ุชูุนูุจูุฏู ุงูููู ููุฃูููููู ุชูุฑูุงููุ ููุฅููู ููู ู ุชููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅูููููู ููุฑูุงูู ููุงูู: ููุฃูุฎูุจูุฑูููู ุนููู ุงูุณููุงุนูุฉูุ ููุงูู: ู ูุง ุงููู ูุณุฆููููู ุนูููููุง ุจูุฃูุนูููู ู ู ููู ุงูุณููุงุฆููู ููุงูู: ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุฃูู ูุงุฑูุงุชูููุงุ ููุงูู: ุฃููู ุชูููุฏู ุงูุฃูู ูุฉู ุฑูุจููุชูููุงุ ููุฃููู ุชูุฑูู ุงููุญูููุงุฉู ุงููุนูุฑูุงุฉู ุงููุนูุงููุฉู ุฑูุนูุงุกู ุงูุดููุงุกู ููุชูุทูุงูููููููู ููู ุงูุจูููููุงูู ุซูู ูู ุงููุทููููู ููููุจูุซูุชู ู ููููููุงู ุซูู ูู ููุงูู: ููุง ุนูู ูุฑู ุฃุชูุฏูุฑูู ู ููู ุงูุณููุงุฆูููุ ููููุชู: ุงูููู ููุฑูุณููููููู ุฃูุนูููู ูุ ููุงูู: ููุฅูููููู ุฌูุจูุฑููููู ุฃูุชูุงููู ู ููุนููููู ูููู ู ุฏูููููููู ู
Pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan rambutnya sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tidak seorang pun dari kami yang mengenalnya, kemudian ia duduk di hadapan Nabi shallallahu โalaihi wa sallam dan mendekatkan lututnya lalu meletakkan kedua tangannya di atas pahanya, seraya berkata: โWahai Muhammad jelaskan kepadaku tentang Islam?โ Nabi shallallahu โalaihi wa sallam menjawab: โIslam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, engkau menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah Al Haram jika engkau mampu mengadakan perjalanan ke sana.โ Laki-laki tersebut berkata: โEngkau benar.โ Maka kami pun terheran-heran padanya, dia yang bertanya dan dia sendiri yang membenarkan jawabannya. Dia berkata lagi: โJelaskan kepadaku tentang iman?โ Nabi shallallahu โalaihi wa sallam menjawab: โ(Iman itu adalah) Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta engkau beriman kepada takdir baik dan buruk.โ Ia berkata: โEngkau benar.โ Kemudian laki-laki tersebut bertanya lagi: โJelaskan kepadaku tentang ihsan?โ Beliau shallallahu โalaihi wa sallam bersabda: โ(Ihsan adalah) Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Kalaupun engkau tidak bisa melihat-Nya, sungguh Diamelihatmu.โ Dia berkata: โBeritahu kepadaku kapan terjadinya kiamat?โ Nabi shallallahu โalaihi wa sallam menjawab: โTidaklah orang yang ditanya lebih mengetahui dari yang bertanya.โ Ia berkata: โJelaskan kepadaku tanda-tandanya!โ Nabi shallallahu โalaihi wa sallam berkata: โJika seorang budak wanita melahirkan tuannya dan jika engkau mendapati penggembala kambing yang tidak beralas kaki dan tidak pakaian saling berlomba dalam meninggikan bangunan.โ
Umar radhiyallahu โanhu berkata: โKemudian laki-laki itu pergi, aku pun terdiam sejenak.โ Maka Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bertanya kepadaku: โWahai โUmar, tahukah engkau siapa orang tadi?โ Aku pun menjawab: โAllah dan Rasul-Nya lebih tahu.โย Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda: โDia adalah Jibril yang datang untuk mengajarkan agama ini kepada kalian.โ (HR. Muslim)
๐ก *Penjelasan:*
Iman memiliki rukun-rukun yang tidak akan tegak kecuali di atasnya. Jibril menanyakan hal tersebut kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengajarkan umat agar mereka menjaganya karena pentingnya akan hal tersebut, yaitu enam rukun yang disebutkan dalam hadits yang agung ini.
๐ *Faidah-faidah:*
- Iman memiliki enam rukun yang tidak akan tegak kecuali dengannya.
- Rukun-rukun tersebut adalah: Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat-malaikat-Nya, Iman kepada Kitab-kitab-Nya, Iman kepada Rasul-rasul-Nya, Iman kepada Hari Akhir, dan Iman kepada Takdir (yang baik maupun yang buruk).
- Barangsiapa mengingkari salah satu dari rukun-rukun ini, maka ia keluar dari islam(kafir).
๐ *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
๐ค *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







