🟢 Allah Ta’ala berfirman:
وَتُوبُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ جَمِیعًا أَیُّهَ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
_”Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”_ (QS. An-Nur: 31)
🟢 Dan Allah berfirman:
یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ تُوبُوۤا۟ إِلَى ٱللَّهِ تَوۡبَةࣰ نَّصُوحًا
_”Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya.”_ (QS. At-Tahrim: 8).
*”Taubat Nasuha”* maksudnya adalah: taubat yang sungguh-sungguh.
🟤 Dari Al-Agharr bin Yasar Al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إلى اللهِ،واستغفروه فإنِّي أَتُوبُ في اليَومِ إلَيْهِ مِئَةَ مَرَّةٍ
_”Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan mintalah ampunan kepada-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari seratus kali.”_ (HR. Muslim)
🟤 Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
للَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ، سَقَطَ عَلَى بَعِيرِهِ، وَقَدْ أَضَلَّهُ فِي أَرْضِ فَلاَةٍ
_”Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada (kegembiraan) salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di gurun pasir.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
🟤 Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
كان فيمن كان قبلكم رجل قتل تسعة وتسعين نفسًا، فسأل عن أعلم أهل الأرض، فَدُلَّ على راهب، فأتاه فقال: إنه قتل تسعة وتسعين نفسا فهل له من توبة؟ فقال: لا، فقتله فكمَّل به مئة، ثم سأل عن أعلم أهل الأرض، فَدُلَّ على رجل عالم، فقال: إنه قتل مائة نفس فهل له من توبة؟ فقال: نعم، ومَنْ يَحُولُ بينه وبين التوبة؟ انْطَلِقْ إلى أرض كذا وكذا فإن بها أناسا يعبدون الله تعالى فاعبد الله معهم، ولا ترجع إلى أرضك فإنها أرض سوء، فانطلق حتى إذا نَصَفَ الطريقَ أتاه الموت، فاختصمت فيه ملائكة الرحمة وملائكة العذاب، فقالت ملائكة الرحمة: جاء تائبا، مُقْبِلا بقلبه إلى الله تعالى ، وقالت ملائكة العذاب: إنه لم يعمل خيرا قط، فأتاهم ملك في صورة آدمي فجعلوه بينهم -أي حكمًا- فقال: قِيسُوا ما بين الأرضين فإلى أَيَّتِهِمَا كان أدنى فهو له، فقاسوا فوجدوه أدنى إلى الأرض التي أراد، فقبضته ملائكة الرحمة». وفي رواية في الصحيح: «فكان إلى القرية الصالحة أقرب بشبر فجعل من أهلها». وفي رواية في الصحيح: «فأوحى الله تعالى إلى هذه أن تَبَاعَدِي، وإلى هذه أن تَقَرَّبِي، وقال: قيسوا ما بينهما، فوجدوه إلى هذه أقرب بشبر فغُفِرَ له
_”Ada seorang lelaki dari golongan umat sebelum kalian telah membunuh sembilan puluh sembilan orang, kemudian ia menanyakan tentang orang yang paling alim dari penduduk bumi, lalu ia ditunjukkan kepada seorang pendeta. Ia pun mendatanginya seraya berkata bahwa sesungguhnya ia telah membunuh sembilan puluh sembilan manusia, apakah ia masih diterima untuk bertobat?” Pendeta itu menjawab, “Tidak bisa.” Ia pun membunuh pendeta itu. Dengan demikian genaplah (jumlah korbannya) menjadi seratus. Lantas ia bertanya lagi tentang orang yang paling alim dari penduduk bumi, kemudian ia ditunjukkan kepada seorang yang alim. Selanjutnya ia mengatakan bahwa sebenarnya ia telah membunuh seratus manusia, apakah masih diterima tobatnya?” Orang alim itu menjawab, “Ya, masih bisa. Siapa yang dapat menghalang-halangi antara dia dengan tobat itu? Pergilah engkau ke tanah ini (satu wilayah), sebab di situ ada beberapa kelompok manusia yang menyembah Allah. Sembahlah Allah bersama dengan mereka dan janganlah engkau kembali ke tanahmu, sebab tanahmu adalah negeri yang buruk.” Ia pun bergegas pergi sehingga ketika tiba di tengah jalan, tiba-tiba tibalah ajalnya. Lantas terjadilah perselisihan mengenai orang tersebut antara malaikat rahmat dan malaikat azab. Malaikat rahmat berkata, “Orang ini telah datang untuk bertobat sambil menghadapkan hatinya kepada Allah -Ta’ālā-.” Malaikat azab berkata, “Orang ini sama sekali belum pernah melakukan kebaikan.” Selanjutnya ada malaikat mendatangi mereka dalam wujud manusia, lalu mereka menjadikannya sebagai pemisah antara malaikat-malaikat yang berselisih tadi – sebagai hakim -. Ia berkata, “Ukurlah jarak antara dua tempat itu, ke mana ia lebih dekat letaknya, maka ia adalah untuknya.” Para malaikat pun mengukur. Ternyata mereka mendapatkan bahwa orang itu lebih dekat kepada tanah yang dikehendaki (yang dituju untuk bertobat). Ia pun dibawa oleh malaikat rahmat.” Di riwayat lain dalam Aṣ-Ṣaḥiḥ disebutkan, “Orang tersebut lebih dekat sejengkal saja ke perkampungan yang baik itu, maka ia pun dijadikan termasuk penduduknya.” Dalam satu riwayat dalam Aṣ-Ṣaḥiḥ disebutkan, “Lantas Allah -Ta’ālā- mewahyukan kepada tanah yang ini (tanah asalnya), “Hendaknya engkau menjauh.” Dan kepada tanah yang ini (tanah yang dituju), “Hendaknya engkau mendekat.” kemudian Allah berfirman, “Ukurlah antara keduanya!” Ternyata para malaikat mendapatkan bahwa orang itu lebih dekat satu jengkal kepada tanah yang dituju sehingga ia pun diampuni.”_ (Muttafaqun ‘alaihi)
💡 *Penjelasan:*
Taubat adalah salah satu amalan yang paling dicintai Allah Ta’ala dan merupakan sebab keberuntungan di dunia dan akhirat. Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk bertaubat dan menganjurkannya kepada mereka, karena kemurahan, kelembutan, dan rahmat-Nya. Allah bergembira dengan taubat hamba-Nya, padahal Dia Maha Kaya dari mereka, dan Allah menerima taubat dari segala dosa-dosa betapapun besarnya dosa tersebut.
📝 *Faidah-faidah:*
- Wajibnya bertaubat kepada Allah di setiap waktu.
- Keutamaan taubat kepada Allah, di mana ia adalah sebab keberuntungan dan Allah bergembira karenanya.
- Bahwa taubat menghapuskan segala dosa betapapun besarnya.
- Luasnya rahmat dan karunia Allah, di mana Dia menerima taubat orang-orang yang bertaubat, betapapun besar dosa-dosa mereka.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
👤 *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







