🟢 Allah Ta’ala berfirman:
{ وَلَا تَقۡفُ مَا لَیۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡـُٔولࣰا }
_”Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.”_ (QS. Al-Isra’: 36)
*Maksudnya:* Janganlah kamu mengatakan apa yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya.
🟤 Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, muslim manakah yang paling utama?” Beliau bersabda:
المُسْلِمُ مَن سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِن لِسانِهِ ويَدِهِ
_”Orang yang kaum muslimin selamat dari (kejahatan) lisannya dan tangannya.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
🟤 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إنَّ العبدَ لَيتَكَلَّمُ بِالكَلِمةِ ما يَتَبَيَّنُ فيها ، يَزِلُّ بِها في النارِ أبعدَ ما بين المشرقِ و المغرِبِ
_“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan suatu ucapan tanpa memikirkannya (terlebih dahulu) maka karena itu ia terpeleset masuk ke jurang neraka yang lebih jauh daripada apa yang membentang antara timur dan barat.”_ (Muttafaqun ‘alaih)
(Dan maksud dari ” _yatabayyanu fiha_ ” yaitu, ia berpikir, apakah (perkataan) itu baik atau tidak?).
🟤 Dari Sufyan bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkara yang dapat aku pegang teguh.’ Beliau bersabda:
قل آمنت بالله ثم استقم، قال: قلت: يا رسول الله! ما أخوف ما تخاف عليَّ فأخذ بلسان نفسه، ثم قال: هذا
_’Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqamahlah.’_ Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa yang paling Engkau khawatirkan atasku?’ Maka beliau memegang lidah beliau sendiri, lalu bersabda: ‘ _Ini_ .'” (HR. Tirmidzi)
🟤 Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah (sarana) keselamatan itu?” Beliau bersabda:
أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ
_”Tahanlah lisanmu, hendaklah rumahmu membuatmu merasa cukup (membuatmu betah), dan tangisilah kesalahanmu.”_ (HR. Tirmidzi)
💡 *Penjelasan:*
Dalam menjaga lisan terdapat kebaikan yang besar dan keselamatan di dunia dan akhirat, (yaitu) dari terjerumus ke dalam dosa dan berbicara tentang hal yang tidak bermanfaat. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memotivasi dan mengajak bahwa hal itu adalah termasuk sebab keselamatan yang paling agung.
📝 *Faidah-faidah:*
- Bahwa kesempurnaan islam seseorang adalah jika ia menahan lisannya dari (mengganggu) kaum muslimin.
- Bahwa menahan lisan adalah sebab keselamatan.
- Bahwa seseorang bisa masuk Neraka karena satu kata yang tidak diindahkannya.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
👤 *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







