🟢 Allah Ta’ala berfirman:
{ مَّا یَلۡفِظُ مِن قَوۡلٍ إِلَّا لَدَیۡهِ رَقِیبٌ عَتِیدࣱ }
_”Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan di sisinya ada malaikat pengawas (Raqib) yang selalu siap (mencatat).”_ (QS. Qaf: 18).
Makna _*”Raqib”*_ adalah malaikat yang mengawasi, dan _*”Atid”*_ berarti hadir/selalu siap.
🟤 Dari Sahl bin Sa’ad dia berkata: Rasulullah bersabda:
من حفظ لي ما بين لحييْهِ وما بين رِجليْهِ أضمنُ له الجنةَ
_”Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahang (mulut) dan apa yang berada di antara dua kakinya (kemaluan), niscaya aku jamin baginya surga.”_ [HR. Bukhari]
Yaitu: Apa yang berada di antara dua rahang adalah lisan
🟤 Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu dia berkata: “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang suatu amalan yang dapat memasukkanku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka.“ Beliau bersabda:
لَقَدْ سَأَلْتَنِي عَنْ عَظِيمٍ، وَإِنَّهُ لَيَسِيرٌ عَلَى مَن يَسَّرَهُ اللهُ عَلَيهِ: تَعْبُدَ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ، وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ، وَتَصُومُ رَمَضَانَ، وَتَحَجُّ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ؟ الصَّوْمُ جُنَّةٌ، والصَّدّقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ، وَصَلاَةُ الرَّجُلِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ, قَالَ: ثُمَّ تَلاَ (تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِع )حَتَّى بَلَغَ (يَعْمَلُونَ) ثُمَّ قَالَ : (أَلاَ أُخْبِرُكَ بِرَأْسِ الأَمْرِ كُلِّهِ وَعَمُودِهِ وَذِرْوَةِ سَنَامِهِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ: رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلاَمُ, وَعَمُوْدُهُ الصَّلاَةُ, وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ. ثُمَّ قَالَ: أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ؟ قُلْتُ: بَلَى يَا نَبِيَّ اللهِ، فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ وَقَالَ: كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا. فَقُلْتُ : يَا نَبِيَّ اللهِ, وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُوْنَ بِمَا نَتَكَلًّمُ بِهِ؟ فَقَالَ : ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يُكَبُّ النَّاسُ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟
_“Sungguh engkau telah bertanya tentang sesuatu yang sangat penting, dan sesungguhnya hal itu benar-benar mudah bagi orang yang dimudahkan oleh Allah. Hendaknya engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya.’ Kemudian beliau bersabda: ‘Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, sedekah itu memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam.’ Kemudian beliau membaca (firman Allah): “Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya”. Sampai pada firman Allah “terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17) Kemudian beliau bersabda: ‘Maukah aku beritahukan kepadamu tentang pokok urusan, tiangnya, dan puncaknya?'”_
“Aku menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Beliau bersabda: _’Pokok urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.’ Kemudian beliau bersabda: ‘Maukah aku beritahukan kepadamu tentang kendali (yang mengontrol) semua itu?’ Aku menjawab, ‘Tentu, wahai Rasulullah.’ Lalu beliau memegang lidahnya sendiri dan bersabda: ‘Jagalah ini.’ Aku (Mu’adz) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah kita akan disiksa karena apa yang kita ucapkan?’ Beliau menjawab: ‘Celaka engkau wahai Mu’adz! Bukankah yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka dengan wajah tersungkur (terjatuh) hanyalah hasil dari ucapan lidah mereka?“_ [HR. Tirmidzi]
💡 *Penjelasan:*
Bahaya lisan sangatlah besar. Banyak nash (dalil) yang memperingatkan tentang bahayanya, karena lisan memiliki banyak dampak buruk yang sulit untuk dihindari dan mudah terjatuh ke dalamnya, bagi siapa saja yang tidak menjaganya hanya untuk kebaikan. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberitahukan bahwa (ucapan lisan) adalah penyebab paling banyak yang memasukkan manusia ke dalam neraka.
📝 *Faidah-faidah:*
- Bahaya lisan dan kewajiban untuk menjaganya, karena sesungguhnya seseorang bisa terjerumus ke dalam neraka disebabkan satu kata yang dia ucapkan yang dia tidak peduli (anggap remeh).
- Sesungguhnya membiarkan lisan tanpa kendali di luar ketaatan adalah salah satu sebab masuk neraka, dan menjaganya adalah salah satu sebab masuk surga.
- Kesalahan dan kelalaian banyak orang dengan membiarkan lisan mereka berbicara tanpa manfaat.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-syariyah_
👤 *Diterjemahkan oleh:* Muh. Rujib Abdullah
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







