🟢 Allah Ta’ala berfirman:
{ هُوَ ٱلَّذِی بَعَثَ فِی ٱلۡأُمِّیِّـۧنَ رَسُولࣰا مِّنۡهُمۡ یَتۡلُوا۟ عَلَیۡهِمۡ ءَایَـٰتِهِۦ وَیُزَكِّیهِمۡ وَیُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ }
_”Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As-Sunnah).”_ (QS. Al-Jumu’ah: 2)
🟢 Allah Ta’ala berfirman:
{ كُنتُمۡ خَیۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ }
_”Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.”_ (QS. Ali ‘Imran: 104).
🟤 Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ، فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فاَعِلِهِ
_”Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”_ (HR. Muslim)
🟤 Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
_”Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang menyeru kepada kesesatan, maka atasnya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.”_ (HR. Muslim)
🟤 Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ اللهَ عزَّ وجلَّ وملائِكتَهُ ، و أهلَ السمواتِ والأرضِ ، حتى النملةَ في جُحْرِها ، وحتى الحوتَ ، ليُصَلُّونَ على معلِّمِ الناسِ الخيرَ
_”Sesungguhnya Allah, para Malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi, bahkan sampai semut di sarangnya dan ikan (di lautan), benar-benar mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”_ (HR. At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits hasan shahih)
Dan makna _”yushalluna ‘alaihi”_ adalah: mereka mendoakan kebaikan dan memintakan ampunan untuknya.
💡 *Penjelasan:*
Mengajarkan manusia tentang urusan agama mereka dan menyeru mereka kepada kebaikan adalah pekerjaan para Nabi yang diutus Allah untuk tujuan itu. Ini adalah tugas yang paling mulia. Allah memilih untuk tugas ini orang-orang pilihan-Nya. Maka barangsiapa yang Allah beri taufik untuk meniti jalan mereka dalam mengajarkan agama kepada manusia dan membimbing mereka kepada kebaikan, sungguh ia telah meraih kebaikan yang banyak. Hal ini disebabkan oleh kebaikan yang terwujud di muka bumi akibat menyebarkan ilmu, amar ma’ruf, dan nahi mungkar, serta karena di dalamnya terdapat penegakan hujjah Allah atas manusia.
📝 *Faedah-Faedah:*
- Mengajarkan kebaikan kepada manusia adalah bagian dari pekerjaan para Nabi.
- Keutamaan mengajarkan urusan agama kepada manusia, di mana barangsiapa mengajarkan suatu ilmu atau menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya.
- Besarnya pahala orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, di mana Allah Ta’ala dan penduduk langit serta bumi memohonkan ampunan untuknya, disebabkan kebaikan yang terwujud di muka bumi dari penyebaran ilmu.
- Keutamaan dakwah kepada Allah, amar ma’ruf, dan nahi mungkar.
📗 *Sumber:* _Ad-durus Al-Yaumiyah min As-Sunani wal Al-Ahkam Asy-Syariyah_
Penulis : Muh. Rujib Abdullah







