Di antara tuntunan Nabi shallallahu’alaihi wasallam, apabila selesai mengubur mayit, adalah memohonkan ampunan dan keteguhan untuk si mayit, sebagaimana disebutkan di dalam hadits berikut ini:
:عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ، قَالَ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ،
فَقَالَ: “اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ”
Dari Utsman bin Affan, ia berkata:
“Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, apabila selesai mengubur jenazah, beliau berdiri di sampingnya, lalu bersabda:
‘Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mohonkanlah agar ia diberi keteguhan, karena sesungguhnya ia sekarang akan ditanya”.
TAKHRIJ HADITS:
Hadits ini diriwayatkan oleh oleh para Ulama Ahlul Hadits, sebegai berikut:
1. Abu Dawud, no. 3221;
2. Abdulloh bin imam Ahmad dalam As-Sunnah, no. 1425;
3. Al-Bazzar dalam Musnad, no. 444;
4. Ibnul Mundzir dalam Al-Austah, no. 3210;
5. Ibnus Sunni dlm ‘Amalul Yaum wal Lailah, no. 585;
6. Al-Hakim dalam Al-Mustadrok, no. 1372;
7. Al-Laalikai dalam Syarh Ushulil I’tiqod Ahlis Sunah, no. 2123;
8. Al-Baihaqi dalam Ad-Da’awat Al-Kabir, no. 636;
9. Al-Baghowi dalam Syarhus Sunah, no. 1523;
10. Dhiya’ Al-Maqdisi dalam Ahadits al-Mukhtaroh, no. 388.
DERAJAT HADITS:
1. Dishohihkan oleh imam Al-Hakim dalam Al-Mustadrok,
2. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohih Abu Dawud.
3. Dihasankan oleh imam Dhiya’ Al-Maqdisi dalam Ahadits al-Mukhtaroh,
4. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam Takhrij Sunan Abi Dawud.
BAGAIMANA CARA MENDOAKANNYA?
Memohonkan ampunan dan keteguhan untuk si mayit pada asalnya dilakukan sendiri-sendiri, dan dilakukan dalam waktu yang sebentar.
Adapun doa berjamaah setelah penguburan, sebagian Ulama menyatakan bahwa hal itu bid’ah.
Namun jika hal itu dilakukan kadang-kadang, dan tidak dijadikan kebiasaan yang tetap, maka sebagian ulama telah membolehkannya.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baz (wafat th 1420 H) rohimahulloh menjelaskan:
قد دلت السنة الثابتة عن الرسول صلى الله عليه وسلم على شرعية الدعاء للميت بعد الدفن،
فقد « كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا فرغ من دفن الميت وقف عليه
وقال: استغفروا لأخيكم، واسألوا الله له التثبيت فإنه الآن يسأل » ،
ولا حرج في أن يدعو واحد، ويؤمن السامعون
أو يدعو كل واحد بنفسه للميت، والله ولي التوفيق.
“Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang shohih telah menunjukkan disyari’atkan mendoakan orang mati setelah dimakamkan.
Telah diriwayatkan: “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, apabila selesai mengubur jenazah, beliau berdiri di sampingnya, lalu bersabda:
‘Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian, dan mohonkanlah agar ia diberi keteguhan, karena sesungguhnya ia sekarang akan ditanya”.
Tidak mengapa jika satu orang berdoa, dan orang-orang yang mendengarkannya mengucapkan amin.
Atau masing-masing mendoakan sendiri untuk si mayit. Hanya Alloh Yang memberi taufiq”. (Majmu’ Fatawa Ibni Baz, 13/205)
Inilah sedikit tulisan tentang memohonkan ampunan dan keteguhan untuk si mayit setelah penguburan, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Kita memohon kepada Allah semoga memberikan kepada kita pemahaman terhadap agama-Nya dan ittiba’ (meneladani) sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan semoga Alloh selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan








