Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah uswah hasanah (teladan yang baik) bagi umatnya. Beliau memberikan teladan terbaik dalam segala hal. Termasuk dalam hal tertawa.
Marilah kita perhatikah teladan beliau dalam hadits-hadits berikut ini:
1. HADITS ABU DZARR
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
” تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ “
Dari Abu Dzar, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Senyuman-mu dihadapan saudaramu adalah sedekah bagimu”.
(HR. Tirmidzi, no. 1956; Ibnu Hibban, no. 529. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shohihah, no. 572)
2. HADITS JARIR BIN ABDULLOH
عَنْ جَرِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ:
مَا حَجَبَنِي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسْلَمْتُ،
وَلاَ رَآنِي إِلَّا تَبَسَّمَ فِي وَجْهِي
Dari Jarir radhiyallohu ‘anhu, dia berkata:
“Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menghalangi saya sejak saya masuk Islam (untuk bertemu beliau).
Dan beliau tidak melihat saya kecuali beliau tersenyum di depan wajah saya”.
(HR. Bukhori, no. 3036, 3822, 6089, 6090; Muslim, no. 135/2475; Tirmidzi, no. 3821; Ibnu Majah, no. 159; Ahmad, no. 19179, 19210; Ibnu Hibban, no. 7200, 7210)
3. HADITS ‘ABDULLOH BIN AL-HARITS BIN JAZ’IN
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ، قَالَ: مَا كَانَ ضَحِكُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا تَبَسُّمًا»
Dari ‘Abdulloh bin al-Harits bin Jaz’in, dia berkata:
“Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam tidak biasa tertawa, kecuali tersenyum”.
(HR. Tirmidzi, no. 3642. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi.
Hadits semakna juga diriwayatkan dari Jabir bin Samuroh, HR. Tirmidzi, no. 3645. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shohih Al-Jami’ush Shoghir, no. 4861)
4. HADITS ‘AISYAH
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ:
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَاحِكًا حَتَّى أَرَى مِنْهُ لَهَوَاتِهِ، إِنَّمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, istri Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, dia berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa hingga aku melihat daging di ujung dalam mulutnya, namun beliau biasa tersenyum”.
(HR. Bukhori, no. 4828, 4829; Muslim, no. 16/899; Abu Dawud, no. 5099; Ahmad, no. 24369)
5. HADITS ABU DZARR
Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam memberikan beberapa wasiat kepada Abu Dzarr, di antaranya beliau bersabda:
” إِيَّاكَ وَكَثْرَةَ الضَّحِكِ، فَإِنَّهُ يُمِيتُ الْقَلْبَ، وَيَذْهَبُ بِنُورِ الْوَجْهِ “
“Janganlah kamu banyak tertawa, karena itu akan mematikan hati dan menghilangkan cahaya pada wajah!.”
(HR. Ibnu Hibban, no. 361; Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, no. 4592. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shohih At-Targhib no. 2233, 2868.
Hadits semakna juga diriwayatkan dari Abu Huroiroh, HR. Tirmidzi, no. 2305; Ibnu Majah, no. 4217; Ahmad, no. 8081. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shohih Al-Jami’ush Shoghir, no. 4580 dan Silsilah Ash-Shohihah, no. 930)
FAWAID HADITS-HADITS:
Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits-hadits ini, antara lain:
1- Anjuran Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam untuk tersenyum ketika bertemu saudara, dan itu termasuk sedekah.
2- Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam mengamalkan ilmu yang beliau sampaikan.
Beliau selalu tersenyum ketika bertemu Jarir radhiyallohu ‘anhu sejak dia masuk Islam.
3- Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam jarang tertawa, namun banyak tersenyum.
4- Jika Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam tertawa, beliau tidak terbahak-bahak, sehingga terlihat daging di ujung dalam mulutnya.
5- Boleh tertawa jika ada sebabnya, dan hal itu adalah perkara yang wajar.
6- Larangan banyak tertawa, karena itu akan mematikan hati dan menghilangkan cahaya pada wajah.
7- Hikmah agama Islam.
Semua perintahnya adalah kebaikan, yaitu kebaikan murni atau dominan.
Dan semua larangan adalah keburukan, yaitu keburukan murni atau dominan.
8- Sebagian Kaum Muslimin, bahkan sebagian orang yang dianggap tokoh agama, belum mengamalkan teladan Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam.
Mereka memperbanyak tertawa, termasuk di dalam pengajian, bahkan sampai terbahak-bahak.
Inilah sedikit tulisan tentang teladan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal tertawa, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Kita memohon kepada Allah semoga memberikan kepada kita pemahaman terhadap agama-Nya dan ittiba’ (meneladani) sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan semoga Alloh selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan








