MENJAMAK SHOLAT KETIKA HUJAN DERAS.

Rabu, 14 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesungguhnya Alloh Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam dengan agama yang mudah. Alloh telah menentukan batas-batas agama ini dengan sempurna.
Di antara kemudahan di dalam agama Islam adalah dibolehkan menjama’ shalat jika ada keperluan. Menjama’ sholat artinya mengumpulkan sholat, maksudnya: melakukan shalat zhuhur dan ashar atau maghrib dan isya’ pada salah satu waktunya.
Jika dilakukan pada waktu awal disebut jama’ taqdiim,
dan jika dilakukan pada waktu kedua disebut jama’ ta’khiir.
Pertama perlu diketahui bahwa pada asalnya shalat harus dilakukan pada waktunya masing-masing yang telah ditentukan oleh Allah. Allah berfirman:

إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

Sesungguhnya shalat merupakan kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa’/4: 103)

Kemudian Allah Ta’ala memberikan rukhshah/keringanan untuk menjama’/ menggabungkan shalat, sebagaimana dilakukan oleh Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam dan para Sahabat.
Di antara sebab sholat jamak adalah hujan.

HADITS IBNU ABBAS

:عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ
جَمَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ، وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ”
“فِي غَيْرِ خَوْفٍ، وَلَا مَطَرٍ
“فِي حَدِيثِ وَكِيعٍ: قَالَ: قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ:” لِمَ فَعَلَ ذَلِكَ؟ ” قَالَ: “كَيْ لَا يُحْرِجَ أُمَّتَهُ

Dari Ibnu Abbas, dia berkata:
“Rasulullah sholallohu ‘alaihi wa sallam melakukan jama’ shalat zhuhur dan ashar, serta maghrib dan isya’ di kota Madinah,
bukan pada waktu takut dan hujan”.
Dalam hadits Waki`: Dia (Sa’id bin Jubair) berkata: Saya bertanya kepada Ibnu Abbas: “Mengapa beliau melakukan itu?”.
Ibnu Abbas menjawab: “Agar beliau tidak menyusahkan umat-nya.”
(HR. Muslim, no. 54/705; Tirmidzi, no. 187; Abu Dawud, no. 1211; Ahmad, no. 1953; Ibnu Khuzaimah, no. 971)

Hadits ini mengisyaratkan bahwa menjama’ pada waktu hujan telah dikenal di zaman Nabi sholallohu ‘alaihi wa sallam, jika tidak, maka tidak ada faedah peniadaan hujan sebagai sebab yang membolehkan jama’. (Lihat Irwau’ Ghalil 3/40)

Syaikh ‘Adil bin Yusuf Al-‘Azzaazi –seorang ulama Mesir- berkata:
“Yang dimaksud dengan hujan adalah yang menyebabkan keberatan dan kesusahan.
Adapun hujan sedikit yang tidak membasahi pakaian tidak masuk di sini, dan ini berbeda pada satu tempat dengan yang lain”.
(Lihat Tamamul Minnah, 1/454, karya beliau, penerbit. Muasasah Qurthubah)

Namun sholat jama’ karena hujan ini hanya dilakukan bersama imam di masjid sebagaimana kebiasaan Salafush Sholih.
Sehingga makmum tidak boleh melakukannya di masjid, ketika imam tidak melakukannya.
Demikian juga seseorang tidak boleh melakukannya di rumahnya sendiri, wallahu a’lam.
Ada beberapa riwayat menunjukkan bahwa menjamak sholat ketika hujan adalah amalan yang sudah biasa dilakukan di zaman Sahabat dan Tabi’in.
Di antara riwayat itu adalah sebagai berikut:

DI ZAMAN SAHABAT:

عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ كَانَ إِذَا جَمَعَ الْأُمَرَاءُ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِي الْمَطَرِ جَمَعَ مَعَهُمْ

Dari Nafi’, bahwa “Abdulloh bin ‘Umar dahulu jika para amir (gubernur) menjama’ antara maghrib dan ‘isya’ pada waktu hujan, beliau juga menjama’ bersama mereka”.
(Riwayat imam Malik di dalam Muwatho’ no. 369; Abdurrozaq dalam Al-Mushonnaf, no. 4438; Al-Baihaqi dalam As-Sunan Ash-Shohir, no. 587, dan dalam Ma’rifatus Sunan wal Atsar, no. 6249.
Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil, no. 583)

DI ZAMAN TABI’IN:

عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ

أَنَّ عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ كَانَ يَجْمَعُ بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ الْآخِرَةِ إِذَا كَانَ الْمَطَرُ

وَأَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ وَعُرْوَةَ بْنَ الزُّبَيْرِ، وَأَبَا بَكْرِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَمَشْيَخَةَ ذَلِكَ الزَّمَانِ كَانُوا يُصَلُّونَ مَعَهُمْ وَلَا يُنْكِرُونَ ذَلِكَ “

Dari Musa bin ‘Uqbah,
Bahwa (Gubernur Madinah) Umar bin Abdul Aziz biasa menjamak sholat maghrib dan ‘isya’ jika turun hujan.
Dan bahwa Sa’id bin Al-Musayyib, ‘Urwah bin Az-Zubair, Abu Bakar bin Abdur Rahman, dan para Ulama pada masa itu biasa sholat bersama mereka, dan tidak mereka tidak mengingkarinya”.
(Riwayat Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubro, no. 5558. Dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Irwaul Gholil, no. 581)

Demikian sedikit keterangan tentang jamak mathor (sholat jamak ketika hujan), semoga menambah ilmu bagi kita.
Dan semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.

 

Facebook Comments Box

Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala

Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan

Artikel Terjkait

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL
MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL
INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA
Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah
Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan
Serial Fikih Puasa (Edisi 18) :Siapakah yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?
Serial Fikih Puasa (Edisi 17) :Kewajiban Zakat Fitrah
Serial Fikih Puasa (Edisi 16) : Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Berita ini 20 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:02 WIB

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:46 WIB

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:12 WIB

INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:07 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:04 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB