LAFAZH ADZAN DAN IQOMAT

Selasa, 20 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAFAZH ADZAN

1. اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ

Alloohu akbar, Alloohu akbar
(Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar)

2. اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ
Alloohu akbar, Alloohu akbar
(Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar)

3. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Asy-hadu allaa ilaaha illallooh
(Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Alloh)

4. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Asy-hadu allaa ilaaha illallooh
(Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Alloh)

5. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهُ
Asy-hadu anna Muhammadar rosuulullooh
(Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh)

6. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهُ
Asy-hadu anna Muhammadar rosuulullooh
(Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh)

7. حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Hayya ‘alash sholaah
(Marilah menunaikan sholat)

8. حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Hayya ‘alash sholaah
(Marilah menunaikan sholat)

9. حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ
Hayya ‘alal falaah
(Marilah meraih kesuksesan)

10. حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ
Hayya ‘alal falaah
(Marilah meraih kesuksesan)

11. اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ
Alloohu akbar, Alloohu akbar
(Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar)

12. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Laa ilaaha illallooh
(Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Alloh)

LAFAZH IQOMAT

1. اللَّهُ أَكْبَرُ, اللَّهُ أَكْبَرُ
Alloohu akbar, Alloohu akbar
(Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar)

2. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
Asy-hadu allaa ilaaha illallooh
(Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Alloh)

3. أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Asy-hadu annaa Muhammadar rosuulullooh
(Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Alloh)

4. حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Hayya ‘alash sholaah
(Marilah menunaikan sholat)

5. حَىَّ عَلَى الْفَلاَحِ
Hayya ‘alal falaah
(Marilah meraih kesuksesan)

6. قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ , قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةُ
Qod qoomaqtish sholaah, Qod qoomaqtish sholaah
(Sholat telah siap dilaksanakan, Sholat telah siap dilaksanakan)

7. اللَّهُ أَكْبَرُ, اللَّهُ أَكْبَرُ
Alloohu akbar, Alloohu akbar
(Alloh Maha Besar, Alloh Maha Besar)

8. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
Laa ilaaha illallooh
(Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Alloh)

KETERANGAN:

1- Lafazh adzan dan iqomat ini adalah yang paling terkenal, diriwayatkan dari sahabat Abdulloh bin Zaid (HR. Abu Dawud, no. 499; Ibnu Majah, no. 706; dihasankan oleh Al-Albani)

2- Adzan dan iqomat adalah ibadah, maka harus dilakukan dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Nabi sholallohu ‘alaihi was sallam.

3- Makhroj huruf harus diperhatikan, jika salah dapat merubah arti.

4- Panjang pendek lafazh harus diperhatikan, jika salah dapat merubah arti.

5- Adzan adalah untuk memberitahukan bahwa waktu sholat telah masuk, dan mengajak sholat jama’ah.
Sedangkan iqomat untuk memberitahukan bahwa sholat segera dilaksanakan.

6- Waktu sholat lima waktu telah ditetapkan oleh Alloh Ta’ala dan RosulNya, tidak boleh menyelisihi.

1) Waktu sholat zhuhur:
Mulai setelah matahari tergelincir sampai bayangan suatu benda seperti panjangnya.

2) Waktu sholat ashar:
Mulai bayangan suatu benda seperti panjangnya sampai matahari belum kuning, ini waktu longgar.
Jika terpaksa, akhir waktu ashar adalah sampai matahari tenggelam

3) Waktu sholat maghrib:
Mulai matahari tenggelam sampai syafaq (warna merah di ufuk barat) tenggelam.

4) Waktu sholat ‘isya:
Mulai syafaq tenggelam sampai pertengahan malam.

5) Waktu sholat subuh:
Mulai fajar shodiq muncul sampai terbit matahari.
(HR. Muslim, no: 612; 607; dll)

7- Jadwal waktu sholat boleh digunakan, asal tidak menyelisihi waktu yang telah ditetapkan oleh Alloh Ta’ala dan RosulNya.

8- Lafazh dan cara adzan mengikuti tuntunan, tidak boleh diberi tambahan ketika sebelum adzan atau sesudahnya.

9- Harus ada jarak antara adzan dengan iqomat (mungkin sekitar 15-20 menit, atau menyesuaikan keadaan, wallohu a’lam),
karena Nabi sholallohu ‘alaihi was sallam bersabda kepada Bilal rodhiyallohu ‘anhu:

اجْعَلْ بَيْنَ أَذَانِكَ وَإِقَامَتِكَ نَفَسًا
• قَدْرَ مَا يَقْضِي الْمُعْتَصِرُ حَاجَتَهُ فِي مَهْلٍ
• وَقَدْرَ مَا يَفْرُغُ الْآكِلُ مِنْ طَعَامِهِ فِي مَهْلٍ

“Jadikanlah kelonggaran antara adzanmu dengan iqomahmu,
• seukuran orang buang hajat menyelesaikan hajatnya dengan tenang,
• dan seukuran orang makan selesai dari makannya dengan tenang!”
(HR. Tirmidzi, no: 195, dll. Hadits ini memiliki beberapa jalan yang saling menguatkan sehingga dihasankan oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shohihah no: 887)

10- Masjid yang baik harus memiliki imam dan muadzin tetap.
Sebagaimana sahabat Bilal beradzan, dan tidak ada satupun sahabat lain yang melakukannya, selain Ibnu Ummi Maktum untuk adzan Subuh ke 2.

11- Adzan subuh disunahkan 2 kali.
Pertama ketika fajar kadzib, sebelum masuk waktu subuh.
Kedua ketika fajar shodiq, inilah waktu subuh.
Jarak antara keduanya sekitar 20 menit, wallohu a’lam.

12- Ketika hujan deras, dianjurkan mengganti ucapan “Hayya ‘alash Sholaah” dengan “Sholluu fii buyuutikum” (Shalatlah di rumah kamu). (HR. Bukhari no: 901; Muslim no: 699)

13- Tidak boleh iqomat sebelum terlihat imam.
Jika tidak hadir, muadzin meminta seseorang untuk menjadi imam, sebelum mengumandangkan iqomatnya.
Demikian yang dituntunkan oleh Nabi dan para sahabatnya.

14- Yang mengumandangkan iqomat sebaiknya muadzin.
Sebagaimana dilakukan oleh sahabat Bilal.

15- Di antara keutamaan muadzin, sabda Nabi sholallohu ‘alaihi was sallam:

 مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ ”
وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً
” وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً

“Barangsiapa beradzan 12 tahun, sorga pasti baginya, adzannya setiap hari ditulis 60 kebaikan,
iqomatnya setiap hari ditulis 30 kebaikan”.
(HR. Ibnu Majah, no. 728; Daruquthni, no. 929, 930; Al-Hakim, no. 736; Al-Baihaqi, no. 2038; dll; dari Ibnu Umar.
Dishohihkan oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, Al-Mundziri, dan Albani.
Lihat Silsilah Ash-Shohihah, no. 42)

Di antara sebab tulisan ini, penulis sering mendengar muadzin keliru mengucapkan lafazh-lafazh adzan, baik makhroj huruf, panjang pendeknya, atau penambahan huruf.

Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.

Facebook Comments Box

Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala

Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan

Artikel Terjkait

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL
MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL
INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA
Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah
Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan
Serial Fikih Puasa (Edisi 18) :Siapakah yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?
Serial Fikih Puasa (Edisi 17) :Kewajiban Zakat Fitrah
Serial Fikih Puasa (Edisi 16) : Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Berita ini 6 kali dibaca

Artikel Terjkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:02 WIB

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:46 WIB

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:12 WIB

INTEGRITAS MUSLIM IDEAL DI TEMPAT KERJA

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:07 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 20) :Agar Mudik Menjadi Berkah

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:04 WIB

Serial Fikih Puasa (Edisi 19) :Renungan di Akhir Ramadhan

Artikel Terbaru

Fikih

MENGUTAMAKAN QADHA PUASA RAMADHAN DARIPADA PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 15:02 WIB

Fikih

MENYEMPURNAKAN RAMADHAN DENGAN PUASA SYAWWAL

Minggu, 29 Mar 2026 - 14:46 WIB

Ibadah

Istiqomah Pasca Ramadhan

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:30 WIB

Dakwah

Ujian: Surat Cinta yang Mengajak Kembali ke Pelukan Ilahi

Jumat, 27 Mar 2026 - 16:25 WIB

Dakwah

Rahasia Terbukanya Pintu Rahmat

Rabu, 25 Mar 2026 - 14:45 WIB