QS. At-Taubah/9: 17
Allah Ta’ala berfirman:
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنفُسِهِم بِالْكُفْرِ
أُوْلاَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ
“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir.
Itulah orang-orang yang sia-sia amal mereka, dan mereka itu kekal di dalam neraka”. (QS. At-Taubah/9: 17)
QS. Al-Maidah/5: 72
Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ
وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِى إِسْرَاءِيلُ اعْبُدُوا اللهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam”,
padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu”.
Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. Al-Maidah/5: 72)
PETUNJUK-PETUNJUK AYAT:
Dari ayat-ayat yang mulia ini, kita dapat memetik berbagai petunjuk, antara lain:
1- Sebelum fathu Makkah, orang-orang musyrik Makkah menjadi Pengurus Masjidil Harom.
Padahal mereka tidak pantas memakmurkan masjid Allah, karena mereka adalah orang-orang kafir.
2- Orang-orang musyrik termasuk orang-orang kafir, amal mereka sia-sia.
3- Orang-orang musyrik akan kekal di dalam neraka.
4- Orang-orang Nashoro termasuk orang-orang kafir.
Sebab mereka mengatakan bahwa Allah ialah Al-Masih putera Maryam, atau Isa adalah anak Allah.
5- Sesungguhnya Isa Al-Masih ‘alaihis salam adalah Rosul Alloh, bukan anak Allh. Dan beliau memerintahkan Bani Israil untuk beribadah kepada Alloh, yang telah menciptakan seluruh manusia, termasuk beliau.
6- Orang-orang musyrik haram masuk surga, dan tempat mereka di neraka.
7- Tidak ada penolong atau pemberi syafa’at di akhirat bagi orang-orang musyrik, sehingga mereka akan kekal di dalam neraka.
8- Seharusnya manusia takut melakukan kemusyrikan, karena akan mencelakakan di dunia dan akhirat.
9- Kewajiban kita memahami tauhid sehingga bisa mengamalkannya, dan memahami syirik sehingga bisa meninggalkannya.
Inilah sedikit penjelasan dua ayat yang agung ini.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan yang lurus, jalan kebenaran menuju sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan








