Allah adalah Pencipta waktu, siang dan malam. Keduanya silih berganti tanpa henti. Keduanya selalu mentaati kehendak Allah Yang Maha Tinggi.
Allah Ta’ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا
Dan Dia (Allah) yang menjadikan malam dan siang silih berganti, bagi orang yang ingin memgambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. (QS. Al-Furqoon/25: 62)
Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik. Apakah anda tidak menyadari bahwa hari-hari yang anda lewati justru semakin mendekatkan anda kepada kematian, sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain?
Seperti yang tercantum dalam ayat:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-‘Ankabut/29: 57)
Imam Al-Hasan Al-Bashri rohimahulloh berkata:
لَمْ يَزَلِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ سَرِيعَيْنِ فِي نَقْصِ الْأَعْمَارِ، وَتَقْرِيبِ الْآجَالِ،
“Malam dan siang akan terus berlalu dengan cepat mengurangi umur dan mendekatkan kepada ajal (kematian).” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2/383).
Imam Al-Hasan Al-Bashri rohimahulloh juga pernah berkata:
اِبْنَ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ
“Hai anak Adam (manusia), kamu itu hanyalah (kumpulan) hari-hari, tiap-tiap satu hari berlalu, hilang sebagian dirimu!”.
(Riwayat Abu Nu’aim di dalam Hilyatul Auliya’, 2/148)
Abud Darda’ rodhiyallohu ‘anhu berkata:
” ابْنَ آدَمَ طَأِ الْأَرْضَ بِقَدَمِكَ، فَإِنَّهَا عَنْ قَلِيلٍ تَكُونُ قَبْرَكَ،
ابْنَ آدَمَ إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ فَكُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ،
ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَمْ تَزَلْ فِي هَرَمِ عُمُرِكَ مُنْذُ يَوْمَ وَلَدَتْكَ أُمُّكَ ”
“Hai anak Adam, injaklah bumi dengan telapak kakimu, sesungguhnya sebentar lagi bumi itu akan menjadi kuburanmu!.
Hai anak Adam, kamu itu hanyalah (kumpulan) hari-hari, tiap-tiap satu hari berlalu, hilang sebagian dirimu!.
Hai anak Adam, sesungguhnya kamu selalu berada usia pikunmu sejak ibumu melahirkanmu (yakni setiap saat bisa datang ajal)”!.
(Riwayat Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, no. 10180)
Diriwayatkan bahwa ‘Umar bin Abdul ‘Aziz rohimahulloh berkata:
إِنَّ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ يَعْمَلَانِ فِيْكَ فَاعْمَلْ فِيْهِمَا
“Sesungguhnya malam dan siang bekerja terhadapmu, maka beramal-lah pada malam dan siang itu”. (Kitab Rabi’ul Abrar, hal. 305)
Tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati.
Mereka yang saat ini masih hidup, dan mereka yang akan hidup, juga akan menghadapi kematian pada waktu yang telah ditentukan.
Setiap manusia akan mati. Ini adalah hakekat yang sudah diketahui.
Maka sepantasnya kita bersiap diri menghadapinya dengan iman sejati dan amal sholih yang murni.
Allah Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat),
dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Hasyr/59: 18)
Imam Ibnu Katsir (wafat th 774 H) rohimahulloh berkata:
أَيْ: حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا،
وَانْظُرُوا مَاذَا ادَّخَرْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ مِنَ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ لِيَوْمِ مَعَادِكُمْ وَعَرْضِكُمْ عَلَى رَبِّكُمْ
“Yaitu: telitilah diri-mu dengan teliti, sebelum kamu diteliti!
Dan lihatlah amal shalih apa saja yang telah kamu simpan untuk dirimu sendiri, pada hari kamu dikembalikan dan dihadapkan kepada Penguasa-mu!”. (Tafsir Ibnu Katsir, 8/77)
Marilah kita perhatikan nasehat ringkas, dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana diriwayatkan di dalam hadits berikut ini:
عَنِ الْبَرَاءِ، قَالَ:
كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جِنَازَةٍ، فَجَلَسَ عَلَى شَفِيرِ الْقَبْرِ،
فَبَكَى حَتَّى بَلَّ الثَّرَى، ثُمَّ قَالَ: “يَا إِخْوَانِي لِمِثْلِ هَذَا فَأَعِدُّوا”
Dari Al-Baro’, dia berkata:
“Kami bersama Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu jenazah,
lalu beliau duduk pada tepi kubur,
lalu beliau menangis sehingga tanah menjadi basah,
lalu beliau bersabda: “Wahai saudara-saudaraku, untuk semisal ini, maka persiapkanlah!”
(HR. Ibnu Majah, no: 4195. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
Demikian sedikit nasehat bagi kita semua.
Semoga Alloh selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.
Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.
Penulis : Ustadz Muslim Atsari Hafidzahullah Ta'ala
Sumber Berita: Grup Whatsapp Majlis Quran Hadits Ikhwan







